• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM IPA SD SIMBIOSIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM IPA SD SIMBIOSIS"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

I. Tujuan Pengamatan

Tujuan dari pengamatan simbiosis adalah untuk mengidentifikasi berbagai jenis hubungan simbiosis yang ada di lingkungan sekitar. Dalam laporan ini, terdapat tiga jenis simbiosis yang diidentifikasi: parasitisme, komensalisme, dan mutualisme. Pengamatan ini penting untuk memahami bagaimana organisme berinteraksi satu sama lain dan dampak dari interaksi tersebut terhadap ekosistem. Setiap jenis simbiosis memiliki karakteristik unik yang menunjukkan keuntungan atau kerugian bagi masing-masing pihak yang terlibat. Misalnya, dalam simbiosis parasitisme, satu organisme mendapat keuntungan dengan merugikan organisme lainnya, sedangkan dalam simbiosis mutualisme, kedua organisme saling menguntungkan. Melalui pengamatan ini, mahasiswa dapat memperluas pemahaman mereka tentang ekologi dan pentingnya hubungan antara spesies dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

II. Dasar Teori

Dasar teori simbiosis menjelaskan bahwa istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'kehidupan bersama'. Simbiosis merupakan interaksi yang erat antara dua organisme dari spesies yang berbeda. Terdapat tiga jenis simbiosis yang dijelaskan dalam laporan ini: parasitisme, komensalisme, dan mutualisme. Parasitisme adalah hubungan di mana satu organisme diuntungkan sedangkan yang lain dirugikan, seperti kutu yang menghisap darah manusia. Komensalisme adalah hubungan di mana satu organisme diuntungkan tanpa merugikan atau menguntungkan organisme lainnya, contohnya adalah anggrek yang tumbuh di pohon mangga. Sementara itu, mutualisme adalah hubungan yang saling menguntungkan, seperti antara kupu-kupu dan bunga. Pemahaman dasar teori ini sangat penting karena memberikan konteks untuk analisis pengamatan yang dilakukan.

III. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan menunjukkan berbagai contoh nyata dari ketiga jenis simbiosis. Dalam tabel yang disediakan, terdapat contoh-contoh spesifik dari simbiosis parasitisme, komensalisme, dan mutualisme. Misalnya, dalam simbiosis parasitisme, kutu pada manusia dan benalu pada pohon mangga menunjukkan bagaimana satu pihak mendapatkan keuntungan dengan merugikan pihak lain. Di sisi lain, dalam simbiosis mutualisme, hubungan antara lebah dan bunga menunjukkan bagaimana kedua spesies saling membantu untuk bertahan hidup. Hasil pengamatan ini tidak hanya memberikan data konkret tetapi juga membantu mahasiswa untuk menganalisis dan memahami dampak dari interaksi ini terhadap ekosistem yang lebih luas. Dengan mencatat keuntungan dan kerugian yang dialami oleh masing-masing pihak, mahasiswa dapat lebih memahami dinamika ekologi.

IV. Pembahasan

Pembahasan dalam laporan ini menguraikan lebih lanjut tentang pentingnya setiap jenis simbiosis dalam ekosistem. Misalnya, simbiosis parasitisme meskipun sering dianggap negatif, memiliki peran dalam mengontrol populasi spesies tertentu. Dalam hal ini, kutu dapat mengurangi populasi manusia dengan menyebarkan penyakit, tetapi juga dapat berfungsi untuk menjaga keseimbangan dalam ekosistem. Di sisi lain, simbiosis komensalisme menunjukkan bagaimana spesies dapat hidup berdampingan tanpa saling merugikan, yang penting untuk keragaman hayati. Sementara itu, simbiosis mutualisme sangat penting untuk penyerbukan tanaman dan penyebaran biji, yang merupakan kunci untuk reproduksi tanaman. Dengan memahami berbagai jenis simbiosis ini, mahasiswa dapat menghargai kompleksitas ekosistem dan pentingnya menjaga keseimbangan dalam interaksi spesies.

Referensi Dokumen

  • Simbiosis Mutualisme ( Dwidjoseputro )
  • Simbiosis Parasitisme ( Susanto P, Sarjan dan Handayani )
  • Simbiosis Komensalisme ( Susanto P, Sarjan dan Handayani )

Gambar

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Simbiosis Komensalisme
Tabel 1.3 Hasil Pengamatan Simbiosis Mutualisme

Referensi

Dokumen terkait

Pada kegiatan E, panjang karet galang bertyambah sesuai dengan bertambahnya beban yang digantungkan karena semakin berat beban/benda maka gaya yang ditimbilkan

Bola pingpong kiri digosok dengan.. Bola pingpong kanan

Kain tenun dipotong dengan ukuran (2,5 x 20) cm, pada kedua ujung contoh uji dijepit dan diberi tegangan sampai kain tersebut menjadi putus. Jadi yang diukur adalah beban

Sebelum melakukan pengamatan, diatur posisi sinyal pada mode X-Y dengan menekan tombol GND pada kedua kanal masukan hingga terlihat 1 titik

Dari percobaan pertama kita dapat buktikan bahwa pemuaian benda gas terlihat pada gelembung-gelembung air dalam baskom / ember dan pada percobaan kedua terbukti dengan