Contoh Format Proposal KKN (isi)
A. JUDUL PROGRAM
Mengembangkan Potensi Desa Melalui Masjid Sebagai PusatPemberdayaan Umat di DesaCampaka. B. LATAR BELAKANG
Posisi masjid sangat sentral dalam kehidupan kaum Muslimin. Masjid harus mampu memberdayakan umat agar lebih sejahtera. Idealnya, kehadiran sebuah masjid harus bisa meningkatkan kualitas ritual ibadah dan meningkatkan potensi ibadah muamalah.
Pada zaman khulafaur Rasyidin, Umar bin Khattab menggunakan Masjid Nabawi sebagai tempat ibadah dan pusat pemerintahan. Di bangunan yang tiangnya dari kayu kurma itulah ia mengatur strategi perluasan wilayah, sekaligus mendengarkan gejolak masyarakat. Sekarang di berbagai pojok Masjid Nabawi terlihat kelompok remaja belajar membaca Al-Quran, atau kelompok diskusi Graduate and Post Graduate Students dari King Abdul Aziz University dan perguruan tinggi lainnya. Walaupun dengan intensitas yang berbeda, kegiatan serupa terlihat pula di Masjidil Haram, Mekkah.
Ilustrasi di atas memperlihatkan betapa masjid berperan selain sebagai tempat beribadah dan berzikir memuji asma Alloh, juga merupakan tempat dimana keputusan penting diambil; dimana diskusi ilmiah tentang masalah masyarakat dan pendidikan dilakukan. Hampir seluruh aspek penghidupan bermasyarakat kaum Muslimin ditangani dari masjid. Masjid merupakan community center, pusat penanggulangan krisis yang dihadapi masyarakat sekitarnya.
Dalam konteks pembangunan, posisi pemberdayaan umat dan masyarakat merupakan subjek sekaligus objek pembangunan. Oleh karena itu, tolak ukur keberhasilan pembangunan suatu daerah dapat dilihat dari sejauh mana berdaya atau tidaknya umat yang berada di daerah tersebut.
Hakikat pemberdayaan umat dikenal dengan social engineering dalam istilah sosiologi yang identik dengan gerakan dakwahdalam perspektif Islam, sebab dakwah merupakan upaya merubah kondisi manusia dari kondisi buruk kepada kondisi baik, dari kondisi baik kepada kondisi yang lebih baik dalam rangka mencari ridlo Allah agar mencapai kebahagiaan duniawi (baldah thoyibah) dan ukhrowi (hayyatan toyyibah).
KKN merupakan sub dari sistem dakwah yang dilakukan oleh perguruan tinggi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat serta merupakan media langsung dalam melakukan perubahan sosial.
Didalam kegiatan KKN terdapat proses pendidikan yang berhubungan dengan pembinaan mahasiswa secara utuh serta pengembangan dan peningkatan kemampuan masyarakat. Dengan demikian KKN merupakan keterpaduan antara unsur pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam perkembangannya pelaksanaan KKN banyak berorientasi pada pemberdayaan kehidupan masyarakat di pedesaan, karena hal ini sebagai upaya mengsinergiskan langkah semua kalangan dalam pembangunan baik dalam lingkup daerah maupun nasional.
Dengan adanya kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya sebagai sumber ilmu tetapi dengan kegiatan ini mahasiswa bisa mendapatkan ilmu baru yang sekiranya tidak bisa didapatkan dalam kegiatan belajar di perguruan tinggi.
KKN mahasiswa IAILM merupakan salah satu bentuk sumbangsih perguruan tinggi kepada masyarakat sekitar dalam upayanya membantu secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang dihadapi masyarakat sekitar, sekaligus dengan adanya KKN ini diharapkan memberikan pengalaman kepada mahasiswa bagaimana hidup ditengah-tengah masyarakat.
C. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Meninjau latar belakang tersebut, berdasarkan hasil survey awal, terdapat beberapa masalah yang dihadapi Desa Campaka dalam melaksanakan pembangunan, diantaranya :
1. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mensejahterakan masjid. 2. Lemahnya tingkat pendidikan masyarakat.
3. Lemahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. 4. Lemahnya tingkat kesalehan sosial masyarakat.
5. Lunturnya sikap gotong royong di masyarakat.
6. Pengembangan ekonomi kemasyarakatan masih bersifat konvensional.
7. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kewajiban sebagai warga negara, seperti membayar pajak. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, terdapat beberapa rumusan masalah yang menjadi acuan program KKN di Desa Campaka, diantaranya:
▸ Baca selengkapnya: hasil analisis isi proposal
(2)3. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. 4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan kesalehan sosial ditengah masyarakat.
5. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kewajiban sebagai warga negara. 6. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah.
7. Lemahnya kesadaran masyarakat terhadap kewajiban sebagai warga negara, seperti membayar pajak. Setelah meninjau rumusan masalah tersebut, terdapatbeberapa solusi yang ingin diterapkan dalam memecahkan masalah pembangunan di desa Campaka:
1. Berpartisipasi dalam mengembangkan kesejahteraan masjid.
2. Berpartisipasi dalam mensukseskan penyelenggaraan pendidikan (baik formal, informal, dan nonformal). 3. Berpartisipasi dalam mensukseskan masyarakat yang sadar akan kesehatan.
4. Berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan. 5. Membantu aparat pemerintahan desa.
6. Berpartisipasi membantu masyarakat dalam menerapkan ekonomi berbasis syariah.
D. TUJUAN PROGRAM
1. Mengembalikan masjid pada fungsinya yang bukan hanya sebagai tempat ibadah satu jalur (Habluminalloh).
2. Membantu pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu pembinaan bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.
3. Mengembalikan cirri khas hidup masyarakat ketimuran dengan gotong royong.
E. RENCANA PROGRAM KEGIATAN
(program Kemenag , Pemda tk.I Jabar dan Kab. Tasikmalaya)
N
nama masjid Menumbuhkan sikap
gotong
N O
PROGRAM/
KEGIATAN TUJUAN MANFAAT
PELAKSA NA
PESERT A
TEMPA T
F. LUARAN (OUTPUT) YANG DIHARAPKAN
Terciptanya masyarakat yangsadar beragama, pendidikan, dan bernegara. G. MANFAAT PROGRAM
1. Dari segi iman dan taqwa ; terjalinnya ukhwah Islamiyah, terbentuknya kesalehan sosial serta peningkatan kesadaran terhadap keimanan dan ketaqwaan
2. Dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi; adanya pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta peningkatan tatakelola akuntabilitas dan pencitraan pengelolaan pendidikan.
3. Dari segi sosial ; Terjalinnya kerjasama/gotong royongdan terbentuknya rasa persatuan dan kesatuan. 4. Dari segi ekonomi dan kesehatan ; terwujudnya kesejahteraan masyarakat serta kesehatan masyarakat. H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
1. Bersilaturahmi dengan aparat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat 2. Bermusyawarah dengan aparat pemerintah dan tokoh masyarakat 3. Membantu penyelenggaraan keagamaan, pendidikan dan kesehatan. 4. Membantu program pemerintahan desa dalam bidang tertentu. I. JADWAL PROGRAM KEGIATAN
NO PROGRAM/KEGIATAN
BULAN/MINGGU
KET
MARET APRIL
II III IV I II
Bidang Keagamaan
1 Pengelolaan masjid √ √ √ √ √
2 Pengajian ibu-ibu, anak dan remaja √ √ √ √ √
3 Sholat berjama’ah √ √ √ √ √
4 Maghrib Mengaji √ √ √ √ √
Bidang Pendidikan
5 Membantu dalam melaksanakan KBM di TK/
RA
√ √ √ √
6 Mengadakan bimbingan belajar Bahasa Inggris √ √ √ √ √
Bidang Kesehatan
7 Mengadakan penyuluhan kesehatan :
- Kesehatan gigi untuk siswa SD/MI
- Kesehatan BaLiTa dan Keluarga untuk ibu
rumah tangga
- Narkobauntuk siswa tingkat SMP dan SMA
(usia remaja)
√ √
√
8 Melaksanakan kerja bakti kesehatan
lingkungan
√ √ √ √
9 Pembuatan TPA √ √
Bidang Ekonomi
10 Penyuluhan ekonomi syariah √
J. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA Ketua Kelompok Kegiatan
Nama Lengkap : Doni Herdiana Program Studi : Strata 1 (S1) Jurusan : Muamalah Fakultas : Syariah Anggota Pelaksana Kegiatan
No Nama Program Studi Jurusan Fakultas
2 Atin Supriatin Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah
3 Camellia D. Gusmartini Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah
4 Dede Halim Strata 1 (S1) PAI Tarbiyah
5 Eneng Nurjanah Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah
6 Epoy Yuliawati Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah
7 Finah Triyanah Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah
8 Indra Triana Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah
Contoh Rencana Program Kerja untuk KKN
BAB I
PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah pola pengabdian masyarakat yang
diharapkan menjadi bagian pemberdayaan dan pembelajaran bagi mahasiswa untuk terjun
dalam realitas sosial masyarakat yang sebenarnya. Kuliah Kerja Nyata lahir dari saham
mahasiswa pada pembangunan. Ia muncul dari kesadaran bahwa mahasiswa sebagai calon
sarjana dapat bekerja untuk pembangunan dengan keluar dari ruang kuliah dan perpustakaan
untuk bekerja di lapangan.
Perguruan Tinggi mempunyai peran dan andil yang sangat dominan dalam
pengembangan masyarakat di sekitarnya. Universitas Islam Negeri (UIN) sebagai lembaga
perguruan tinggi yang harus aktif dalam proses pembangunan menyadari dengan penuh rasa
tanggung jawab bahwa tenaga ahli agama yang terdidik dan terlatih masih kurang didalam
masyarakat. Oleh karena itu UIN harus menerjunkan mahasiswa secara langsung ke
tengah-tengah masyarakat yang sedang membangun agar gerak pembangunan menjadi lebih cepat
serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang tepat, baik di bidang fisik-materiil maupun
dibidang mental spiritual keagaman.
Sebagai suatu perguruan tinggi agama di Indonesia UIN terbebani melaksanakan Tri
Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian Ilmiah dan Pengabdian pada
masyarakat terutama dibidang keagamaan. Segala kegiatan dalam mengembangkan ketiga
dharma tersebut harus berorientasi kepada masyarakat, dan pada akhirnya harus diabdikan
untuk kepentingan masyarakat. Mahasiswa UIN diharapkan mampu berperan dalam rangka
pembangunan manusia seutuhnya dalam masyarakat bangsa Indonesia yang sedang
membangun. Mereka seharusnya merupakan sumber motivasi yang dinamis dalam proses
pembangunan menuju ke arah inovasi dan modernisasi masa depan sesuai dengan cita-cita
bangsa Indonesia yang sosio-religius, yaitu masyarakat adil, makmur dan sejahtera serta
bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pemberdayaan Keluarga) adalah forum silaturahim, komunikasi, advokasi dan wadah
kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu dari oleh dan untuk masyarakat.
Terkait dengan KKN Tematik Posdaya LPM UIN Sunan Kalijaga sejak tanggal 13 Januari
2012 ditunjuk oleh Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Yayasan Damandiri) Jakarta Sebagai
koordinator KKN TEMATIK POSDAYA BERBASIS MASJID untuk Wilayah Daerah
Istimewa Yogyakarta dan Wilayah Provinsi Jawa Tengah.
BAB II
GAMBARAN UMUM DUSUN
Kondisi Geografis
Secara Administratif, lokasi KKN terletak di Dusun Tegalsari, Kelurahan Tegaltirto,
Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, PropinsiYogyakarta. Kelurahan Tegaltirto
mempunyai luas : 55 Ha. Jumlah Penduduk total 10.767 orang, terdiri dari Laki-laki 5427
orang, Perempuan 5340 orang, dengan jumlah Kepala Keluarga 3202 KK (KK laki-laki
sejumlah 2744 KK dan KK perempuan sejumlah 458 KK). Kelurahan Tegaltirta terdiri dari
14 dusun yakni:
1. Jagalan
2. Tlogowono
3. Blendangan
4. Berbah
5. Krikilan
6. Kadisono
7. Kuton
8. Tegalsari
9. Pendem
10. Kuncen
11. Sompilan
12. Karangwetan
13. Candirejo
Dusun Tegalsari terdiri dari 6 RT dan 2 RW dan dengan batas-batas wilayah Dusun
Wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Dusun Kuton
Sebelah Selatan : Desa Sitimulyo dan Desa Sendangtirto
Sebelah Barat : Desa Sendangtirto
Sebelah Timur : Desa Sitimulyo
Setelah mengadakan observasi yang penyusun lakukan sebanyak empat kali yaitu
pada tanggal 17 sampai 20 Juli 2012, masyarakat mayoritas memeluk agama Islam. Adapun
mata pencaharian sebagaian besar penduduknya adalah pedagang dan wiraswasta.
Kondisi Demografis
Secara umum sensus dusun Tegalsari dapat digambarkan secara ringkas sebagai
berikut:
Tabel 1. Bagan Organisasi Dusun Tegalsari
Tabel 2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin
No.
Jenis Kelamin
Jumlah
1.
Laki-laki
345
2.
Perempuan
371
Jumlah
716
Tabel 3. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No
.
Status Pendidikan
Jumlah
1.
Tidak Sekolah
34
2.
SD
50
3
SLTP
20
5.
Tamat AK/PT
6
Jumlah
128
Tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan
No
.
Jenis Pekerjaan
Jumlah
1.
Pedagang
68
2.
Wiraswasta
61
3.
Petani
37
4.
Kesehatan
7
5.
PNS
24
6.
Peternak
15
7.
Lain-lain
43
Tabel 5. Jumlah Sarana dan Prasarana Fisik
Tabel 6. Jumlah Penduduk
Berdasarkan Agama
No
Agama
Jumlah
1
Islam
698
2
Katolik
18
3
Kristen
-4
Budha
-5
Hindu
-Jumlah
716
Tabel 7. Perangkat Dusun
No.
Nama
Jabatan
1
Andi Herisanto, S, Pt.
Kepala Dusun
2
Musbahat
Ketua RW.17
3
Edi Sumbodo
Ketua RW.18
4
Supiran
Ketua RT.01
5
Dwi Suryanto
Ketua RT.02
6
Supriyojati
Ketua RT.03
7
Agus Susanto
Ketua RT.04
8
Sukiran
Ketua RT.05
9
Supratmin
Ketua RT.06
A. PERMASALAHAN
Hasil observasi yang telah dilakukan pada minggu pertama di lokasi Desa Tegalsari
RT.04/RW.18 Kelurahan Tegaltirto Kota Yogyakarta, telah didapati beberapa permasalahan yang
perlu mendapatkan perhatian, diantaranya: bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan,
olahraga, dan organisasi.
No.
Sarana
Jumlah
1.
Masjid
2
2.
Musholla
1
3
Posyandu
1
4.
TPA
1
5.
Sekolah Dasar (SD)
-6.
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
-7.
Sekolah Mengeah Atas (SMA)
-8.
Lapangan Footsal
1
a. Bidang Keagamaan
Warga Dusun Tegalsari dalam bidang keagamaan memiliki beberapa kegiatan seperti pengajian
ba’dha Isya’, TPA, dan lain sebagainya. Kegiatan TPA di masjid intensitasnya menurun
setelah tidak adanya pengajar untuk mengajar TPA setiap harinya. Kebanyakan para pengajar
sudah pada bekerja dan kuliah, sehingga waktu untuk mengajar bentrok dan akhirnya
meninggalkan untuk mengajar TPA.
b. Bidang Pendidikan
Pada Dusun Tegalsari belum memiliki sarana sekolah jenjang SD. Anak-anak yang sedang
mengemban Sekolah Dasar harus bersekolah yang jaraknya cukup jauh tepatnya berada di
sekitar kecamatan Berbah.
c. Bidang Kesehatan
Kesehatan masyarakat di Dusun Tegalsari belum mempunyai sarana dan fasilitas yang memadai.
Hanya terdapat satu bidan, dan program Posyandu sudah tidak berjalan lagi yang sebelumnya
rutin dilaksanakan setiap tanggal 18.
d. Olahraga
Dusun Tegalsari mempunyai banyak potensi olahraga diantaranya adalah Badminton dan Futsal.
Terdapat satu lapangan badminton yang sudah tidak layak pakai alias rusak, sehingga warga
enggan untuk bermain badminton di lapangan tersebut. Warga harus pergi ke Gedung
Serbaguna di Kelurahan untuk bermain badminton.
e. Organisasi
Pemuda dan pemudi di Dusun Tegalsari sendiri masih kurang terjalin kesolidan sehingga sering terjadi
program-program dusun yang tidak bisa berjalan secara baik untuk itu perlu dilakukan penjalinan kembali
kekompakan pemuda dan pemudi yang ada di DusunTegalsari. Anggota dari remaja masjid relatif sedikit
dan kebanyakan anggota tidak aktif di organisasi karena bekerja diluar daerah ataupun telah menikah dan
yang sedang kuliah diluar kota.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di Dusun Tegalsari, kami dapat
mengidentifikasi beberapa masalah. Permasalahan yang diangkat didasarkan pada dua
bidang, yaitu :
1.
Bidang Jurusan
Minimnya pengetahuan tentang pembelajaran berbasis multimedia untuk anak-anak dan
remaja.
2.
Bidang Penunjang
Anak-anak yang kurang berkreatifitas dalam melakukan suatu ketrampilan.
Banyaknya film-film tidak bermoral dan tidak mendidik yang sering ditonton oleh anak-anak
dan remaja.
BAB III
PROGRAM KERJA
A.
Bentuk-bentuk Program Kerja
1.
Bidang Jurusan
Pembelajaran tajwid menggunakan multimedia untuk anak-anak dan remaja
Pengenalan dan pelatihan komputer untuk anak-anak
2.
Bidang Penunjang
Lomba mewarnai untuk anak-anak
Pemutaran film edukasi untuk anak-anak dan remaja
B. Tujuan Program Kerja
1.
Bidang Jurusan
Melatih anak-anak dan remaja cara belajar yang efektif dan efisien dengan adanya
pembelajaran multimedia.
Mengenalkan anak-anak tentang pentingnya komputer dan supaya anak-anak dapat
menggunakan komputer.
2.
Bidang Penunjang
Melatih otak kanan anak dalam mengembangkan ketrampilan mewarnai yang berkreatifitas.
Mengajarkan anak-anak dan remaja tentang suatu pendidikan yang bisa dipelajari dari sebuah
C.
Target Yang Akan Dicapai
1.
Target Kualitatif
Bidang Jurusan
Meningkatkan pemahaman anak-anak dan remaja tentang hukum tajwid yang benar sehingga
membantu mereka dalam belajar Al-Qur’an.
Meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai penggunaan komputer.
Bidang Penunjang
Meningkatnya kreatifitas dan pemahan dalam ketrampilan mewarnai yang baik dan rapi.
Dapat mengambil pelajaran yang membangun dari suatu cerita film yang ditayangkan.
2.
Target Kuantitatif
Bidang Jurusan
Terlaksananya pembelajaran bahasa arab berbasis multimedia minimal 1 kali dalam seminggu
selama bulan Ramadhan.
Terlaksananya pelatihan komputer yang diikuti minimal 10 anak setiap seminggu sekali pada
bulan Agustus.
Bidang Penunjang
Terlaksananya kegiatan lomba mewarnai 1 kali pada akhir bulan Juli.
Terlaksananya kegiatan menonton bersama film bersama 1 kali pada bulan Agustus.
BAB IV
MEKANISME PELAKSANAAN
A. Organisasi Pelaksana
Demi menciptakan keselarasan serta kelancaran dalam menjalankan program kerja,
maka diperlukan koordinasi kepada pihak-pihak yang mendukung jalannya program kerja
ataupun pola koordinasi pelaksanaan KKN sebagai berikut:
Pelindung : Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Panitia KKN Angkatan ke-77
Penasehat : Muryanti, M.A. selaku DPL
Bapak Andi Herisanto, S, Pt. selaku Dukuh Tegalsari
Bapak Supiran selaku Ketua RT.01
Bapak Dwi Suryanto selaku Ketua RT.02
Bapak Supriyo Jati selaku Ketua RT.03
Bapak Sakiran selaku Ketua RT.05
Bapak Supratmin selaku Ketua RT.06
Bapak Musbahat selaku Ketua RW.17
Bapak Edi Sumbodo selaku Ketua RW.18
Mas Afrian Pratama selaku Ketua Pemuda
Ibu Sariyati selaku Ketua PAUD
Pelaksana : Ayu Dwi Noviyati
Anggota :