• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Format Proposal KKN isi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Contoh Format Proposal KKN isi"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Contoh Format Proposal KKN (isi)

A. JUDUL PROGRAM

Mengembangkan Potensi Desa Melalui Masjid Sebagai PusatPemberdayaan Umat di DesaCampaka. B. LATAR BELAKANG

Posisi masjid sangat sentral dalam kehidupan kaum Muslimin. Masjid harus mampu memberdayakan umat agar lebih sejahtera. Idealnya, kehadiran sebuah masjid harus bisa meningkatkan kualitas ritual ibadah dan meningkatkan potensi ibadah muamalah.

Pada zaman khulafaur Rasyidin, Umar bin Khattab menggunakan Masjid Nabawi sebagai tempat ibadah dan pusat pemerintahan. Di bangunan yang tiangnya dari kayu kurma itulah ia mengatur strategi perluasan wilayah, sekaligus mendengarkan gejolak masyarakat. Sekarang di berbagai pojok Masjid Nabawi terlihat kelompok remaja belajar membaca Al-Quran, atau kelompok diskusi Graduate and Post Graduate Students dari King Abdul Aziz University dan perguruan tinggi lainnya. Walaupun dengan intensitas yang berbeda, kegiatan serupa terlihat pula di Masjidil Haram, Mekkah.

Ilustrasi di atas memperlihatkan betapa masjid berperan selain sebagai tempat beribadah dan berzikir memuji asma Alloh, juga merupakan tempat dimana keputusan penting diambil; dimana diskusi ilmiah tentang masalah masyarakat dan pendidikan dilakukan. Hampir seluruh aspek penghidupan bermasyarakat kaum Muslimin ditangani dari masjid. Masjid merupakan community center, pusat penanggulangan krisis yang dihadapi masyarakat sekitarnya.

Dalam konteks pembangunan, posisi pemberdayaan umat dan masyarakat merupakan subjek sekaligus objek pembangunan. Oleh karena itu, tolak ukur keberhasilan pembangunan suatu daerah dapat dilihat dari sejauh mana berdaya atau tidaknya umat yang berada di daerah tersebut.

Hakikat pemberdayaan umat dikenal dengan social engineering dalam istilah sosiologi yang identik dengan gerakan dakwahdalam perspektif Islam, sebab dakwah merupakan upaya merubah kondisi manusia dari kondisi buruk kepada kondisi baik, dari kondisi baik kepada kondisi yang lebih baik dalam rangka mencari ridlo Allah agar mencapai kebahagiaan duniawi (baldah thoyibah) dan ukhrowi (hayyatan toyyibah).

KKN merupakan sub dari sistem dakwah yang dilakukan oleh perguruan tinggi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat serta merupakan media langsung dalam melakukan perubahan sosial.

Didalam kegiatan KKN terdapat proses pendidikan yang berhubungan dengan pembinaan mahasiswa secara utuh serta pengembangan dan peningkatan kemampuan masyarakat. Dengan demikian KKN merupakan keterpaduan antara unsur pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam perkembangannya pelaksanaan KKN banyak berorientasi pada pemberdayaan kehidupan masyarakat di pedesaan, karena hal ini sebagai upaya mengsinergiskan langkah semua kalangan dalam pembangunan baik dalam lingkup daerah maupun nasional.

Dengan adanya kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya sebagai sumber ilmu tetapi dengan kegiatan ini mahasiswa bisa mendapatkan ilmu baru yang sekiranya tidak bisa didapatkan dalam kegiatan belajar di perguruan tinggi.

KKN mahasiswa IAILM merupakan salah satu bentuk sumbangsih perguruan tinggi kepada masyarakat sekitar dalam upayanya membantu secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang dihadapi masyarakat sekitar, sekaligus dengan adanya KKN ini diharapkan memberikan pengalaman kepada mahasiswa bagaimana hidup ditengah-tengah masyarakat.

C. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH

Meninjau latar belakang tersebut, berdasarkan hasil survey awal, terdapat beberapa masalah yang dihadapi Desa Campaka dalam melaksanakan pembangunan, diantaranya :

1. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mensejahterakan masjid. 2. Lemahnya tingkat pendidikan masyarakat.

3. Lemahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. 4. Lemahnya tingkat kesalehan sosial masyarakat.

5. Lunturnya sikap gotong royong di masyarakat.

6. Pengembangan ekonomi kemasyarakatan masih bersifat konvensional.

7. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kewajiban sebagai warga negara, seperti membayar pajak. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, terdapat beberapa rumusan masalah yang menjadi acuan program KKN di Desa Campaka, diantaranya:

▸ Baca selengkapnya: hasil analisis isi proposal

(2)

3. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. 4. Bagaimana upaya untuk meningkatkan kesalehan sosial ditengah masyarakat.

5. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kewajiban sebagai warga negara. 6. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah.

7. Lemahnya kesadaran masyarakat terhadap kewajiban sebagai warga negara, seperti membayar pajak. Setelah meninjau rumusan masalah tersebut, terdapatbeberapa solusi yang ingin diterapkan dalam memecahkan masalah pembangunan di desa Campaka:

1. Berpartisipasi dalam mengembangkan kesejahteraan masjid.

2. Berpartisipasi dalam mensukseskan penyelenggaraan pendidikan (baik formal, informal, dan nonformal). 3. Berpartisipasi dalam mensukseskan masyarakat yang sadar akan kesehatan.

4. Berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan. 5. Membantu aparat pemerintahan desa.

6. Berpartisipasi membantu masyarakat dalam menerapkan ekonomi berbasis syariah.

D. TUJUAN PROGRAM

1. Mengembalikan masjid pada fungsinya yang bukan hanya sebagai tempat ibadah satu jalur (Habluminalloh).

2. Membantu pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu pembinaan bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

3. Mengembalikan cirri khas hidup masyarakat ketimuran dengan gotong royong.

(3)

E. RENCANA PROGRAM KEGIATAN

(program Kemenag , Pemda tk.I Jabar dan Kab. Tasikmalaya)

(4)

N

nama masjid Menumbuhkan sikap

gotong

(5)

N O

PROGRAM/

KEGIATAN TUJUAN MANFAAT

PELAKSA NA

PESERT A

TEMPA T

(6)

F. LUARAN (OUTPUT) YANG DIHARAPKAN

Terciptanya masyarakat yangsadar beragama, pendidikan, dan bernegara. G. MANFAAT PROGRAM

1. Dari segi iman dan taqwa ; terjalinnya ukhwah Islamiyah, terbentuknya kesalehan sosial serta peningkatan kesadaran terhadap keimanan dan ketaqwaan

2. Dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi; adanya pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta peningkatan tatakelola akuntabilitas dan pencitraan pengelolaan pendidikan.

3. Dari segi sosial ; Terjalinnya kerjasama/gotong royongdan terbentuknya rasa persatuan dan kesatuan. 4. Dari segi ekonomi dan kesehatan ; terwujudnya kesejahteraan masyarakat serta kesehatan masyarakat. H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM

1. Bersilaturahmi dengan aparat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat 2. Bermusyawarah dengan aparat pemerintah dan tokoh masyarakat 3. Membantu penyelenggaraan keagamaan, pendidikan dan kesehatan. 4. Membantu program pemerintahan desa dalam bidang tertentu. I. JADWAL PROGRAM KEGIATAN

NO PROGRAM/KEGIATAN

BULAN/MINGGU

KET

MARET APRIL

II III IV I II

Bidang Keagamaan

1 Pengelolaan masjid

2 Pengajian ibu-ibu, anak dan remaja

3 Sholat berjama’ah

4 Maghrib Mengaji

Bidang Pendidikan

5 Membantu dalam melaksanakan KBM di TK/

RA

6 Mengadakan bimbingan belajar Bahasa Inggris

Bidang Kesehatan

7 Mengadakan penyuluhan kesehatan :

- Kesehatan gigi untuk siswa SD/MI

- Kesehatan BaLiTa dan Keluarga untuk ibu

rumah tangga

- Narkobauntuk siswa tingkat SMP dan SMA

(usia remaja)

8 Melaksanakan kerja bakti kesehatan

lingkungan

9 Pembuatan TPA

Bidang Ekonomi

10 Penyuluhan ekonomi syariah

J. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA Ketua Kelompok Kegiatan

Nama Lengkap : Doni Herdiana Program Studi : Strata 1 (S1) Jurusan : Muamalah Fakultas : Syariah Anggota Pelaksana Kegiatan

No Nama Program Studi Jurusan Fakultas

(7)

2 Atin Supriatin Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah

3 Camellia D. Gusmartini Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah

4 Dede Halim Strata 1 (S1) PAI Tarbiyah

5 Eneng Nurjanah Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah

6 Epoy Yuliawati Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah

7 Finah Triyanah Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah

8 Indra Triana Strata 1 (S1) PGSD/MI Tarbiyah

(8)

Contoh Rencana Program Kerja untuk KKN

BAB I

PENDAHULUAN

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah pola pengabdian masyarakat yang

diharapkan menjadi bagian pemberdayaan dan pembelajaran bagi mahasiswa untuk terjun

dalam realitas sosial masyarakat yang sebenarnya. Kuliah Kerja Nyata lahir dari saham

mahasiswa pada pembangunan. Ia muncul dari kesadaran bahwa mahasiswa sebagai calon

sarjana dapat bekerja untuk pembangunan dengan keluar dari ruang kuliah dan perpustakaan

untuk bekerja di lapangan.

Perguruan Tinggi mempunyai peran dan andil yang sangat dominan dalam

pengembangan masyarakat di sekitarnya. Universitas Islam Negeri (UIN) sebagai lembaga

perguruan tinggi yang harus aktif dalam proses pembangunan menyadari dengan penuh rasa

tanggung jawab bahwa tenaga ahli agama yang terdidik dan terlatih masih kurang didalam

masyarakat. Oleh karena itu UIN harus menerjunkan mahasiswa secara langsung ke

tengah-tengah masyarakat yang sedang membangun agar gerak pembangunan menjadi lebih cepat

serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang tepat, baik di bidang fisik-materiil maupun

dibidang mental spiritual keagaman.

Sebagai suatu perguruan tinggi agama di Indonesia UIN terbebani melaksanakan Tri

Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian Ilmiah dan Pengabdian pada

masyarakat terutama dibidang keagamaan. Segala kegiatan dalam mengembangkan ketiga

dharma tersebut harus berorientasi kepada masyarakat, dan pada akhirnya harus diabdikan

untuk kepentingan masyarakat. Mahasiswa UIN diharapkan mampu berperan dalam rangka

pembangunan manusia seutuhnya dalam masyarakat bangsa Indonesia yang sedang

membangun. Mereka seharusnya merupakan sumber motivasi yang dinamis dalam proses

pembangunan menuju ke arah inovasi dan modernisasi masa depan sesuai dengan cita-cita

bangsa Indonesia yang sosio-religius, yaitu masyarakat adil, makmur dan sejahtera serta

bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

(9)

Pemberdayaan Keluarga) adalah forum silaturahim, komunikasi, advokasi dan wadah

kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu dari oleh dan untuk masyarakat.

Terkait dengan KKN Tematik Posdaya LPM UIN Sunan Kalijaga sejak tanggal 13 Januari

2012 ditunjuk oleh Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Yayasan Damandiri) Jakarta Sebagai

koordinator KKN TEMATIK POSDAYA BERBASIS MASJID untuk Wilayah Daerah

Istimewa Yogyakarta dan Wilayah Provinsi Jawa Tengah.

BAB II

GAMBARAN UMUM DUSUN

Kondisi Geografis

Secara Administratif, lokasi KKN terletak di Dusun Tegalsari, Kelurahan Tegaltirto,

Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, PropinsiYogyakarta. Kelurahan Tegaltirto

mempunyai luas : 55 Ha. Jumlah Penduduk total 10.767 orang, terdiri dari Laki-laki 5427

orang, Perempuan 5340 orang, dengan jumlah Kepala Keluarga 3202 KK (KK laki-laki

sejumlah 2744 KK dan KK perempuan sejumlah 458 KK). Kelurahan Tegaltirta terdiri dari

14 dusun yakni:

1. Jagalan

2. Tlogowono

3. Blendangan

4. Berbah

5. Krikilan

6. Kadisono

7. Kuton

8. Tegalsari

9. Pendem

10. Kuncen

11. Sompilan

12. Karangwetan

13. Candirejo

(10)

Dusun Tegalsari terdiri dari 6 RT dan 2 RW dan dengan batas-batas wilayah Dusun

Wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara : Dusun Kuton

Sebelah Selatan : Desa Sitimulyo dan Desa Sendangtirto

Sebelah Barat : Desa Sendangtirto

Sebelah Timur : Desa Sitimulyo

Setelah mengadakan observasi yang penyusun lakukan sebanyak empat kali yaitu

pada tanggal 17 sampai 20 Juli 2012, masyarakat mayoritas memeluk agama Islam. Adapun

mata pencaharian sebagaian besar penduduknya adalah pedagang dan wiraswasta.

Kondisi Demografis

Secara umum sensus dusun Tegalsari dapat digambarkan secara ringkas sebagai

berikut:

Tabel 1. Bagan Organisasi Dusun Tegalsari

Tabel 2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

No.

Jenis Kelamin

Jumlah

1.

Laki-laki

345

2.

Perempuan

371

Jumlah

716

Tabel 3. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

No

.

Status Pendidikan

Jumlah

1.

Tidak Sekolah

34

2.

SD

50

3

SLTP

20

(11)

5.

Tamat AK/PT

6

Jumlah

128

Tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan

No

.

Jenis Pekerjaan

Jumlah

1.

Pedagang

68

2.

Wiraswasta

61

3.

Petani

37

4.

Kesehatan

7

5.

PNS

24

6.

Peternak

15

7.

Lain-lain

43

(12)

Tabel 5. Jumlah Sarana dan Prasarana Fisik

Tabel 6. Jumlah Penduduk

Berdasarkan Agama

No

Agama

Jumlah

1

Islam

698

2

Katolik

18

3

Kristen

-4

Budha

-5

Hindu

-Jumlah

716

Tabel 7. Perangkat Dusun

No.

Nama

Jabatan

1

Andi Herisanto, S, Pt.

Kepala Dusun

2

Musbahat

Ketua RW.17

3

Edi Sumbodo

Ketua RW.18

4

Supiran

Ketua RT.01

5

Dwi Suryanto

Ketua RT.02

6

Supriyojati

Ketua RT.03

7

Agus Susanto

Ketua RT.04

8

Sukiran

Ketua RT.05

9

Supratmin

Ketua RT.06

A. PERMASALAHAN

Hasil observasi yang telah dilakukan pada minggu pertama di lokasi Desa Tegalsari

RT.04/RW.18 Kelurahan Tegaltirto Kota Yogyakarta, telah didapati beberapa permasalahan yang

perlu mendapatkan perhatian, diantaranya: bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan,

olahraga, dan organisasi.

No.

Sarana

Jumlah

1.

Masjid

2

2.

Musholla

1

3

Posyandu

1

4.

TPA

1

5.

Sekolah Dasar (SD)

-6.

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

-7.

Sekolah Mengeah Atas (SMA)

-8.

Lapangan Footsal

1

(13)

a. Bidang Keagamaan

Warga Dusun Tegalsari dalam bidang keagamaan memiliki beberapa kegiatan seperti pengajian

ba’dha Isya’, TPA, dan lain sebagainya. Kegiatan TPA di masjid intensitasnya menurun

setelah tidak adanya pengajar untuk mengajar TPA setiap harinya. Kebanyakan para pengajar

sudah pada bekerja dan kuliah, sehingga waktu untuk mengajar bentrok dan akhirnya

meninggalkan untuk mengajar TPA.

b. Bidang Pendidikan

Pada Dusun Tegalsari belum memiliki sarana sekolah jenjang SD. Anak-anak yang sedang

mengemban Sekolah Dasar harus bersekolah yang jaraknya cukup jauh tepatnya berada di

sekitar kecamatan Berbah.

c. Bidang Kesehatan

Kesehatan masyarakat di Dusun Tegalsari belum mempunyai sarana dan fasilitas yang memadai.

Hanya terdapat satu bidan, dan program Posyandu sudah tidak berjalan lagi yang sebelumnya

rutin dilaksanakan setiap tanggal 18.

d. Olahraga

Dusun Tegalsari mempunyai banyak potensi olahraga diantaranya adalah Badminton dan Futsal.

Terdapat satu lapangan badminton yang sudah tidak layak pakai alias rusak, sehingga warga

enggan untuk bermain badminton di lapangan tersebut. Warga harus pergi ke Gedung

Serbaguna di Kelurahan untuk bermain badminton.

e. Organisasi

Pemuda dan pemudi di Dusun Tegalsari sendiri masih kurang terjalin kesolidan sehingga sering terjadi

program-program dusun yang tidak bisa berjalan secara baik untuk itu perlu dilakukan penjalinan kembali

kekompakan pemuda dan pemudi yang ada di DusunTegalsari. Anggota dari remaja masjid relatif sedikit

dan kebanyakan anggota tidak aktif di organisasi karena bekerja diluar daerah ataupun telah menikah dan

yang sedang kuliah diluar kota.

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di Dusun Tegalsari, kami dapat

mengidentifikasi beberapa masalah. Permasalahan yang diangkat didasarkan pada dua

bidang, yaitu :

1.

Bidang Jurusan

Minimnya pengetahuan tentang pembelajaran berbasis multimedia untuk anak-anak dan

remaja.

(14)

2.

Bidang Penunjang

Anak-anak yang kurang berkreatifitas dalam melakukan suatu ketrampilan.

Banyaknya film-film tidak bermoral dan tidak mendidik yang sering ditonton oleh anak-anak

dan remaja.

BAB III

PROGRAM KERJA

A.

Bentuk-bentuk Program Kerja

1.

Bidang Jurusan

Pembelajaran tajwid menggunakan multimedia untuk anak-anak dan remaja

Pengenalan dan pelatihan komputer untuk anak-anak

2.

Bidang Penunjang

Lomba mewarnai untuk anak-anak

Pemutaran film edukasi untuk anak-anak dan remaja

B. Tujuan Program Kerja

1.

Bidang Jurusan

Melatih anak-anak dan remaja cara belajar yang efektif dan efisien dengan adanya

pembelajaran multimedia.

Mengenalkan anak-anak tentang pentingnya komputer dan supaya anak-anak dapat

menggunakan komputer.

2.

Bidang Penunjang

Melatih otak kanan anak dalam mengembangkan ketrampilan mewarnai yang berkreatifitas.

Mengajarkan anak-anak dan remaja tentang suatu pendidikan yang bisa dipelajari dari sebuah

(15)

C.

Target Yang Akan Dicapai

1.

Target Kualitatif

Bidang Jurusan

Meningkatkan pemahaman anak-anak dan remaja tentang hukum tajwid yang benar sehingga

membantu mereka dalam belajar Al-Qur’an.

Meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai penggunaan komputer.

Bidang Penunjang

Meningkatnya kreatifitas dan pemahan dalam ketrampilan mewarnai yang baik dan rapi.

Dapat mengambil pelajaran yang membangun dari suatu cerita film yang ditayangkan.

2.

Target Kuantitatif

Bidang Jurusan

Terlaksananya pembelajaran bahasa arab berbasis multimedia minimal 1 kali dalam seminggu

selama bulan Ramadhan.

Terlaksananya pelatihan komputer yang diikuti minimal 10 anak setiap seminggu sekali pada

bulan Agustus.

Bidang Penunjang

Terlaksananya kegiatan lomba mewarnai 1 kali pada akhir bulan Juli.

Terlaksananya kegiatan menonton bersama film bersama 1 kali pada bulan Agustus.

BAB IV

MEKANISME PELAKSANAAN

A. Organisasi Pelaksana

Demi menciptakan keselarasan serta kelancaran dalam menjalankan program kerja,

maka diperlukan koordinasi kepada pihak-pihak yang mendukung jalannya program kerja

ataupun pola koordinasi pelaksanaan KKN sebagai berikut:

Pelindung : Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Panitia KKN Angkatan ke-77

Penasehat : Muryanti, M.A. selaku DPL

Bapak Andi Herisanto, S, Pt. selaku Dukuh Tegalsari

Bapak Supiran selaku Ketua RT.01

Bapak Dwi Suryanto selaku Ketua RT.02

Bapak Supriyo Jati selaku Ketua RT.03

(16)

Bapak Sakiran selaku Ketua RT.05

Bapak Supratmin selaku Ketua RT.06

Bapak Musbahat selaku Ketua RW.17

Bapak Edi Sumbodo selaku Ketua RW.18

Mas Afrian Pratama selaku Ketua Pemuda

Ibu Sariyati selaku Ketua PAUD

Pelaksana : Ayu Dwi Noviyati

Anggota :

1.

Muhammad Hasbi

2.

Ixnu Subextyo

3.

M. Albab Alghozali

4.

Husnul Khotimah Obaja Zas

5.

Siskha Noviarti

6.

Fatah Achmad A

7.

Rifqi Akbar Cahyawan

8.

Muhammad Miftahudin

9.

Siti Masyithoh

B. Pihak Yang Diajak Ikut Serta

1.

Kepala Desa Tegalsari Bapak Susilo Nugroho, SIP

2.

Kepala Dusun Tegalsari dan seluruh perangkatnya

3.

Tokoh-tokoh masyarakat Dusun Tegalsari

4.

Seluruh warga masyarakat Dusun Tegalsari

5.

Pemuda dan pemudi Dusun Tegalsari

6.

Anggota KKN Angkatan ke-77 di Dusun Tegalsari

7.

Pihak-pihak yang diminta bantuan

C.

Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan pelaksanaan rencana program kerja individu KKN Tematik

Posdaya Angkatan ke-77 Dusun Tegalsari Kelurahan Tegaltirto Berbah Sleman seperti pada

tabel 8.

Tabel 8. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan RPK Individu

N

o

Program

kerja

Waktu pelaksanaan

Keterangan tanggal

(17)

I

I

I

II

I

I

V

I

I

I

II

I

I

V

1.

Pembelajara

n tajwid

menggunaka

n multimedia

Kondisional

hari jum’at jam 16:00 –

selesai

2.

Pengenalan

dan pelatihan

komputer

untuk

anak-anak

Kondisionalhari sabtu ja

m 13:00 - selesai

3.

Lomba

mewarnai

untuk

anak-anak

Kondisionaltanggal 29

hariminggu jam 16:00 –

selesai

4.

Pemutaran

film edukasi

untuk

anak-anak dan

remaja

Kondisionaltanggal 15

hariRabu jam13:00 -

selesai

D. Anggaran Biaya

1.

Sumber Dana

Beberapa sumber dana diperoleh dari :

a.

Swadaya masyarakat

b.

Pelaksana dan pembantu pelaksana

c.

Donatur dan bantuan lain yang halal

d.

Peserta KKN

2.

Anggaran Biaya Pelaksanaan Program Kerja

Pembelajaran tajwid menggunakan multimedia

untuk anak-anak dan remaja

a.

Sewa Proyektor

Rp.

50.000,00

Pengenalan dan pelatihan komputer untuk

anak-anak

a.

Modul pelatihan komputer

Rp.

50.000,00

(18)

a.

Pola gambar

Rp.

60.000,00

b.

Dorprize

Rp.

45.000,00

Pemutaran film edukasi untuk anak-anak dan

remaja

a.

Sewa Proyektor

Rp.

50.000,00

b.

Souvenir

Rp.

150.000,00

Jumlah

Rp.

305.000,00

BAB V

PENUTUP

Alhamdulillah puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

membantu kelancaran dalam menyusun rencana program kerja. Rencana Program Kerja

Individu ini disusun berdasarkan observasi, wawancara, dan data-data yang ada dan

diharapkan dapat mempermudah pelaksanaan program dan sebagai acuan awal bagi kegiatan

dan program. Tentu saja rencana program ini jauh dari kesempurnaan karena waktu yang

tersedia dan sumber data yang kurang memadai sehingga tidak menutup kemungkinan akan

terjadi perubahan pada saat pelaksanaan atau pengembangan program.

Gambar

Tabel 1. Bagan Organisasi Dusun Tegalsari
Tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan
Tabel 5. Jumlah Sarana dan Prasarana Fisik

Referensi

Dokumen terkait

Setiap 1 paket kegiatan paling sedikit memerlukan 3 kali pertemuan.Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 5 Kecamatan Akabiluru yang merupakan salah satu kelompok KKG yang berada

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk pembelajaran bagi mahasiswa dengan terjun langsung di tengah-tengah masyarakat dan mengabdikan dirinya pada masyarakat. Mahasiswa

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan POKMAS/ MASYARAKAT

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi sebagai upaya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku

Salah satu bentuk partisipasi ini dilakukan dalam bentuk Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hal yang mendasar dalam pelaksanaan kegiatan KKN bagi mahasiswa UNIBBA

KKN adalah bagian dari penyelenggaraan pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa di luar kampus agar mahasiswa hidup bersama masyarakat untuk membantu dan mendampingi

Kerja praktek di lapangan secara langsung merupakan sarana bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ilmu yang selama ini didapat di bangku kuliah diaplikasikan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap masyarakat yang berbasis kerakyatan yang lebih menekankan kepada Tri Dharma Perguruan Tinggi