• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ada tujuh gangguan pencernaan fungsional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ada tujuh gangguan pencernaan fungsional"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

ada tujuh gangguan pencernaan fungsional yang dapat dialami anak sejak usia bayi dan perlu diwaspadai oleh orangtua, yakni:

1. Regurgitasi (refluks atau gumoh). “Dapat terjadi beberapa kali per hari pada bayi usia 1-2 bulan. Masih dapat dikatakan normal jika berat badan bayi naik. Namun jika gumoh disertai berat badan tidak naik, muntah, sering batuk, asma, dan infeksi paru, segera bawa ke dokter.” 2. Sindroma Menguyah. “Bayi yang mulai makan atau mendapatkan MPASI pada usia 6 bulan, biasa mengalami sindrom mengunyah, lantaran sistem pencernaannya belum sempurna benar. 3. Sindroma Muntah Berulang. “Akibat gerakan usus yang terganggu (mutilisasi) atau akibat fungsi usus yang belum sempurna pada bayi.”

4. Kolik. “Sangat mengganggu kenyamanan saluran penceranaan. Waspadai jika bayi terus menangis selama 3 jam tanpa henti setiap hari dan berlangsung tiga kali seminggu dalam tiga bulan. Segera bawa ke dokter.”

5. Diare Fungsional. “BAB cair lebih dari tiga kali dalam sehari yang dapat diakibatkan oleh saluran cerna yang belum sempurna.”

6. Dyschesia. “Sakit perut yang mirip dengan ingin BAB, tetapi bukan BAB. Biasanya terjadi 10 menit sebelum betul-betul BAB.

7. Sembelit Fungsional. “Dalam waktu satu minggu BAB kurang dari dua kali, disertai perut kembung, mual, dan muntah.”

Meski ukuran kepala tak ada pengaruhnya dengan kecerdasan bayi tetapi ukuran lingkar kepala berkaitan dengan volume otak. Volume normal otak bayi baru lahir adalah 350 gram. Bila diameter kepala bayi sekitar 30 cm, maka volume otaknya bisa kurang dari itu. Tetapi bukan berarti bila volumenya banyak anak jadi cerdas. Begitu juga perbedaan bentuk kepala, tak ada kaitan sama sekali denga kecerdasan dan volume otak.

Perkembangan Normal ukuran lingkar kepala bayi

Pada bayi baru lahir (0 bulan) : ukuran lingkar kepala normal adalah 34 – 35 cm.

Pada bayi usia 0 – 3 bulan : akan terjadi penambahan ukuran lingkar kepala sebesar 2 cm per bulannya

Pada bayi usia 4 – 6 bulan : akan bertambah 1 cm per bulannya

Pada bayi usia 6 – 12 bulan : ukuran lingkar kepala akan bertambah 0,5 cm per bulan

Pada bayi usia 12 – 24 bulan (1 – 2 tahun) : ukuran lingkar kepala akan bertambah 2 cm per tahun

Mikrosefali dan Makrosefali

Gangguan ukuran kepala dikatakan tidak normal bila besar lukuran lingkar kepala bayi kurang atau lebih dari 2 Standard Deviasi sesuai usia menurut skala Nelhaus. Jika ukuran lingkar kepala bayi lebih kecil dengan perbedaan sebesar 2 standar deviasi dari ukuran normal, maka disebut kelainan mikrosefali. Namun, bila ukuran lingkaran kepala si bayi lebih besar daripada ukuran normalnya, disebut makrosefali.

Mikrosefali atau gangguan pertumbuhan lingkar kepala yang kurang sesuai normal sering disebabkan gangguan saat dalam kandungan bisa karena infeksi kehamilan seperti infeksi TORCH (toksoplasma, rubella, sitomegalo virus, dan herpes), kelainan kromosom atau kelainan genetik. Penyebab lainnya karena gangguan secara keseluruhan, pertumbuhan fisik bayi kecil maka kepalanya juga kecil. Hal ini biasanya disebabkan karena faktor genetik atau asupan gizi ibu ke bayi kurang.

Kelainan mikrosefali bisa mempengaruhi kemampuan otak bayi. Kalau perkembangan otak nggak sempurna, maka kemampuan berpengaruh pada kemampuan intelegensi, kemampuan motorik, kemampuan emosi, sosial, dan sebagainya.

Bila ukuran lingkaran kepala si bayi lebih besar daripada 2 standar ukuran normal dikatakan kelainan makrosefali. Sebenarnya hanya sebagian kecil kasus makrosefali yang termasuk normal. Sebagian besar kasus makrosefali disebabkan karena hidrosefalus, yaitu kepala besar karena cairan di dalam otaknya berlebihan. Bila dicurigai kelainan makrosefali harus pula dilakukan pemeriksaan penuinjang lainnya karena kita tidak bisa menduga kelainan struktur di dalam otaknya. Untuk mengetahui kelainan hidrosefalus dan ganguan lainnya dapat dilakukan pemeriksaan USG atau CT-scan.

(2)

atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital. Penyebab Hidrosefalus terbagi dua, yakni Kongenital; disebapkan ganguan perkembangan janin dalam rahim misalnya Malformasi Arnold Chiari atau infeksi intrauterine. Gejala yang dapat ditemui pada seorang anak dengan hidrosefalus tergantung penyebabnya serta umur penderita. Bila penyebabnya kelainan bawaan, gejalanya didapati saat belum lahir atau pada masa bayi. Bila gejala timbul saat bayi di kandungan kadang-kadang sudah meninggal di kandungan. Bila dilihat secara anatomis Hidrosefalus dibagi 2, yaitu hidrosefalus non-komunikans

(tersumbat) dan hidrosefalus komunikans. Hidrosefalus non-komunikans disebabkan kelainan bawaan, tumor, dan infeksi.Kondisi itu terjadi karena ada penyumbatan di tempat tertentu di dalam otak, di jalan sempit yang dilalui cairan otak waktu mengalir keluar dari rongga ventrikel otak.

Hidrosefalus komunikans disebabkan kelainan bawaan atau didapat, misalnya setelah sakit radang selaput otak (meningitis) atau perdarahan di bawah selaput otak. kelainan yang terjadi adalah penyerapan cairan otak yang tak memadai di tempat penyerapannya (rongga

subarahnoid). Produksi cairan otak yang berlebihan dapat disebabkan karena tumor, meski jarang. Beberapa infeksi di dalam kandungan juga dapat menyebabkan terjadinya hidrosefalus. Biasanya infeksi ini terjadi pada kehamilan muda sampai trimester kedua.

RIWAYAT / ANAMNESA RESPONS ANAK TERHADAP RANGSANG SUARA Informasi dari orang tua dengan tuntunan anamnesa yang cermat mengenai respons anak terhadap rangsang suara dilingkungan sehari-hari dirumah dan kemampuan vokalisasi dan cara pengucapan kata-kata anak sangat membantu menilai masalah gangguan pendengaran dan perkembangan bicara-bahasa pada anak 3,5,6

· Kecurigaan orang tua akan masalah gangguan pendengaran pada anaknya. Kalau ada

kecurigaan, dalam kondisi dan situasi yang bagaimana . Apakah anak ada respons terhadap suara tertentu saja ,tetapi tidak ada respons terhadap suara yang lain. Bagaimana kekerasan suaranya ? Bagaimana kondisi dan situasi saat pengamatan berlangsung. Sepi / ramai. Apakah dibantu input visual atau organ sensorik yang lain

· Usia 0-4 bulan : Apakah bayi kaget kalau mendengar suara yang sangat keras ? Apakah bayi yang sedang tidur terbangun kalau mendengar suara keras ?

· Usia 4-7 bulan : usia 4 bulan apakah anak mulai mampu menoleh kearah datangnya suara diluar lapangan pandang mata ? Apakah anak mulai mengoceh di usia 5-7 bulan Sebelum usia 7 bulan apakah anak mampu menoleh langsung ke arah sumber suara diluar lapangan pandang mata ? · Usia 7-9 bulan. Apakah anak mampu mengeluarkan suara dengan nada yang naik –turun atau monoton saja ?

· Usia 9-13 bulan. Apakah anak menoleh bila ada suara dibelakangnya ? Apakah anak mampu menirukan beberapa jenis suara ? Apakah anak sudah mampu mengucapkan suara konsonan seperti ‘beh’, ‘geh’ , ‘deh’, ‘ma’

· Usia 13-24 bulan. Apakah dia mendengar bila namanya dipanggil dari ruangan lain ? Apakah anak memberikan respons dengan bervokalisasi atau bahkan datang kepada anda ? Kata-kata apa saja yang mampu diucapkan ? Apakah kwalitas suara dan cara pengucapannya normal ?

Beberapa gejala pada anak dengan kemungkinan mengalami gangguan pendengaran yang bisa diamati sehari-hari oleh orang tua 7,8,9

· Kurang responsif terhadap suara – suara yang ada disekitarnya : vacuum cleaner, klakson mobil, petir

· Anak kelihatannya kurang perhatian terhadap apa yang terjadi disekitarnya, kecuali yang bisa dinikmati dengan melihat. Anak tidak mudah tertarik dengan pembicaraan atau suara-suara yang ada disekelilingnya

· Cenderung berusaha melihat muka lawan bicara dengan tujuan mencari petunjuk dari gerak bibir dan ekspresi muka guna mendapat informasi tambahan apa yang diucapkan . Anak kurang responsif apabila diajak bicara tanpa diberi kesempatan melihat muka lawan bicara

· Sering minta kata-kata diulang lagi

· Jawaban yang salah dengan pertanyaan atau perintah sederhana · Kesulitan menangkap huruf mati/ konsonan

(3)

tua sering menganggap karena anak ‘cuek’ atau ‘bandel’, hanya memberikan respons kalau anak sedang mau saja

· Kesulitan menangkap pembicaraan didalam ruangan yang ramai. Anak dengan gangguan pendengaran ringan atau sedang masih mampu menangkap pembicaraan dilingkungan yang ribut seperti di kelas atau dirumah dengan suara-suara TV yang cukup mengganggu. Anak dengan pendengaran yang normal mempunyai kemampuan mengatasi kesulitan di lingkungan mendengar yang sulit

Berat (dalam gram) Tinggi (dalam cm)

Standard 80% Standard Standard 80% Standard

Lahir 3.400 2.700 50,5 40,40

1 Bulan 4.300 3.400 55,0 44,00

2 Bulan 5.000 4.000 58,0 46,40

3 Bulan 5.700 4.600 60,0 48,00

4 Bulan 6.300 5.000 60,5 48,40

5 Bulan 6.900 5.500 64,5 51,60

6 Bulan 7.400 5.900 66,0 52,80

7 Bulan 8.000 6.400 67,5 54,00

8 Bulan 8.400 6.700 69,0 55,20

9 Bulan 8.900 7.100 70,5 56,40

10 Bulan 9.300 7.400 72,0 57,60

11 Bulan 9.600 7.700 73,5 58,80

12 Bulan 9.900 7.900 74,5 59,60

1 tahun 3 bulan 10.600 8.500 78,0 62,40

1 tahun 6 bulan 11.300 9.000 81,5 65,20

1 tahun 9 bulan 11.900 9.500 84,5 67,60

2 tahun 0 bulan 12.400 9.900 87,0 69,60

2 tahun 3 bulan 12.900 10.300 89,5 71,60

2 tahun 6 bulan 13.500 10.800 92,0 73,60

2 tahun 9 bulan 14.000 11.200 94,0 75,20

3 tahun 0 bulan 14.500 11.600 96,0 76,80

3 tahun 3 bulan 15.000 12.000 98,0 78,40

3 tahun 6 bulan 15.500 12.400 99,5 79,60

3 tahun 9 bulan 16.000 12.800 101,5 81,20

4 tahun 0 bulan 16.500 13.200 103,5 82,80

4 tahun 3 bulan 17.000 13.600 105,0 84,00

4 tahun 6 bulan 17.400 13.900 107,0 85,60

4 tahun 9 bulan 17.900 14.300 108,0 86,40

5 tahun 0 bulan 18.400 14.700 109,0 87,20

Dari tabel di atas dapat dilihat, misalnya untuk bayi usia 10 bulan, tinggi standarnya adalah 72 cm. Variasinya, ia boleh lebih 2 cm atau kurang 2 cm dari 72, minimal 70 maksimal 74. Setelah diperoleh angka tinggi standar, kita akan lihat berapa berat badan anak standar normalnya, yakni 9,3 kg. Ini adalah berat badan standar ideal.

Contoh lainnya, anak usia 5 bulan memiliki panjang ideal 64 cm. Tetapi mungkin ada yang tinggi badannya cuma 60 cm. Ini masih variasi normal. Dan dengan panjang 60 cm, nilai standar berat badannya berubah menjadi 5,7 kg. Anak yang seumur mungkin variasi panjang badannya berada di 67 cm. Dan untuk panjang 67 cm, berat badan normalnya 7,8 kg.

(4)

. Rumus Berat Badan Bayi

Bayi di sini penulis definisikan sebagai anak yang berumur 1-12 bulan. Jika mengacu pada standar WHO, maka berat badan ideal usia 3 bualn sekitar 5,1 kg sampai 8,0 kg. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan berikut

Rumus Berat badan bayi a. Untuk Usia 1-6 Bulan

Berat Badan Lahir (dalam gram) + (usia x 600 gram) b. untuk usia 7-12 bulan

untuk berat badan bayi usia 7 sampai 12 bulan anda bisa menggunakan 2 alternatif rumus berat badan bayi berikut

1) (USIA/2) + 3 (satuan hasil dalam Kg)

2) Berat Badan Lahir (dalam gram) + (usia x 500 gram) (satuan dalam gram) Contoh :

Bayi Bu neneng usia 4 bulan dan mempunyai berat badan 6000 gram. Ketika lahir bayi Bu neneng mempunyai berat 3900 gram

Berat Badan Ideal = 3900 + (4×600 gram) = 3900 + 2400 = 6300 gram = 6,3 Kg

dengan demikian bayi bu neneng berat badanya masih kurang ideal sehingga perlu diperhatikan lagi konsumsi gizinya.

2. Rumus Berat Badan Balita

Balita di sini penulis definisikan anak usia 1 sampai 5 tahun. Rumus Menghitung Berat Badan Balita

Berat Balita Ideal = 2n +8

2n = usia tahun, usia bulan setelah dikali dua. Untuk lebih memudahkan kita pakai contoh berikut

Contoh Menghitung Berat Badan Ideal Balita I

Bu Samin punya Balita berumur 13 maka berat idealnya adalah

13 bulan = 1 tahun 1 bulan, sehinggga n = 1,1, dan 2n = 2,2 Kemudian kita masukkan dalam rumus diatas

Berat Badan ideal balita bu Samin = 2,2 + 8 = 4,2 + 8 = 12,2 Contoh Menghitung Berat Badan Ideal Balita II

Bu Rahmat punya balita berumur 2 tahun 7 bulan, sehingga 2n = 4 tahun 14 bulan = 5 tahun 2 bulan = 5,2

Referensi

Dokumen terkait

Menurut penulis, Ibu tiri dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai ibu tiri yang baik, dan keberhasilannya sebagai ibu tiri dengan kondisi keluarga yang kompleks

Alat ini memiliki keypad 4x3 matrik yang berfungsi untuk penekanan tombol pada seting waktu atau timer yang akan dikontrol oleh mikrokontroler AT89S51 kemudian

Melalui kegiatan pembelajaran discovery learning, peserta didik dapat berpikir kritis dan kreatif dalam menjelaskan dan menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan dua variabel

Berdasarkan hasil uji analisis regresi (anareg) linier sederhana diperoleh: (a) terdapat pengaruh antara gaya belajar visual terhadap prestasi belajar, dimana Fhitung =

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah triwulan pada Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri dan Bank Syariah Mega Indonesia periode triwulan

SQL Server 7.0 merupakan aplikasi DBMS yang sangat berguna bagi user yang memerlukan informasi dari suatu perusahaan atau departemen tertentu yang terkait dengan aplikasi ini.SQL

*.%. Melalui diskusi peserta didik dapat menganalisis pentingn4a analisa S"#$ dengan perca4a diri Melalui diskusi peserta didik dapat menganalisis pentingn4a analisa S"#$

Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Customer Experience (X) berpengaruh positif terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) karena memiliki nilai probalitas 0,003 (<