• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Pengertian dan Unsur unsur Ma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pembahasan Pengertian dan Unsur unsur Ma"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Asslamualaikum Wr. Wb.

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha esa dan segala puji syukur hanya bagi-Nya yang telah memberikan petunjuk dan hidayah-Nya dalam penyusunan makalah ini. Tak lupa sholawat pula dan salam kita curahkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW beserta dengan para sahabat yang telah mendahului kita.

Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbing kami Agus Pratomo Andi Widodo S.Pd. M.Pd. Yang telah memberikan tugas makalah ini kepada kami sehingga kami bisa menyusun dan mempelajari tugas Pengertian dan Unsur-unsur Materi Pendidikan ini dengan baik. Meskipun terdapat beberapa hambatan selama pengerjaannnya, kami berhasil menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Tujuan penyusunan makalah ini tidak lain adalah untuk memenuhi tugas Pengantar Pendidikan yang menguraikan materi mengenai Materi Pendidikan serta Unsurnya dan juga demi mempermudah pemahaman kita mengenai Pendidikan menjadi lebih baik, luas dan dimengerti. Khususnya kepada mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat.

Kami berharap dengan makalah ini dapat membantu para pembaca untuk lebih mudah memahami materi Unsur-unsur Materi Pendidikan dan agar pengetahuan tersebut menjadi bermanfaat bagi semua. Tentunya kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kalimat sempurna, oleh sebab itu kami sebagai penulis menerima dengan tangan terbuka kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... 1 DAFTAR ISI... 2

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang... 3 B. Rumusan Masalah... 3 C. Tujuan... 3

BAB II. MATERI

A. Pengertian Pendidikan... 4 B. Unsur-Unsur Materi Pendidikan... 6

BAB III. PEMBAHASAN

A. Pendapat... 10 B. Argumentasi... 11

BAB IV. PENUTUP

A. Kesimpulan... 13 B. Saran... 14

(3)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan yang diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, dan konsep dasar yang melandasinya. Pada makalah ini akan dijelaskan pengertian, hakikat dan unsur-unsur pendidikan.

Semua unsur- unsur dalam pendidikan haruslah saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mengakibatkan suatu proses pembelajaran terpengaruh. Pada saat ini, banyak sekali pendidik yang tidak patuh pada peraturan yang berakibat melemahnya suatu misi untuk mencapai visi secara maksimal.

Apa yang akan terjadi apabila pelajar tidak memahami betapa pentingnya pendidikan bagi diri mereka sendiri? Pemahaman pengenai apa itu pendidikan beserta unsurnya sangatlah penting, oleh karena itu kami harap makalah ini akan membantu para pelajar memahami pentingnya ilmu pendidikan bagi diri mereka sendiri, negara dan bangsa.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan pendidikan? 2. Apa tujuan pendidikan?

3. Apa saja unsur-unsur pendidikan?

C. Tujuan

1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan pendidikan. 2. Menguraikan tujuan pendidikan.

(4)

BAB II terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan secara harfiah berarti usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik, untuk mewujudkan tercapainya perubahan tingkah laku, budi pekerti, keterampilan dan kepintaran, serta intelektual, emosional, dan spiritual.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap atau tata laku individu atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Pengertian pendidikan secara luas, adalah pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan secara sempit, adalah pengajaran yang di selenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal.

Ada pula Definisi Pendidikan menurut para ahli:

1. Plato (filosof Yunani) mengatakan bahwa “Pendidikan adalah membantu perkembangan masing-masing dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang memungkinkan tercapainya kesempurnaan”

2. Aristoteles (filosof Yunani) mengatakan bahwa “Pendidikan adalah menyiapkan akal untuk pengajaran”

3. Ibnu Muqaffa mengatakan bahwa “Pendidikan adalah hal yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman, dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi dan merupakan santaan akal dan rohani”

(5)

Menurut Ki Hajar Dewantara, beliau mengartikan pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa “Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak; dalam pengertian, Taman Siswa tidak boleh dipisah-pisahkan bagian-bagian itu, agar supaya kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik selaras dengan dunianya.“

Dalam pendidikan menuntut terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas, cerdas, beriman, beriptek dan berakhlakul karimah. Sebagai tujuan dari pendidikan, maka perlu pengamatan dari segi aktualisasinya bahwa pendidikan merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan dari sebuah proses pendidikan.

2. Hakikat Pendidikan

Pendidikan merupakan transfer of knowledge, transfer of value dan transfer of culture and transfer of religius ; Pengiriman ilmu pengetahuan, harga diri, budaya dan agama yang semoga diarahkan pada upaya untuk memanusiakan manusia.

Hakikat proses pendidikan ini sebagai upaya untuk mengubah perilaku individu atau kelompok agar memiliki nilai-nilai yang disepakati berdasarkan agama, filsafat, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan.

Menurut pandangan Paula Freire pendidikan adalah proses pengedaran dengan hakikat tujuannya adalah pembebasan. Hakikat pendidikan adalah kemampuan untuk mendidik diri sendiri.

Dalam konteks ajaran Islam hakikat pendidikan adalah mengembalikan nilai-nilai ilahiyah pada manusia (fitrah) dengan bimbingan Alquran dan as-Sunnah (Hadits) sehingga menjadi manusia berakhlakul karimah (insan kamil) Dengan demikian hakikat pendidikan sangat ditentukan oleh nilai-nilai, motivasi dan tujuan dari pendidikan itu sendiri.

Maka hakikat pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Pendidikan merupakan proses interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidik;

(6)

c. Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat; d. Pendidikan berlangsung seumur hidup;

e. Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu.

B. Unsur-Unsur Materi Pendidikan 1. Peserta Didik

Menurut pandangan modern, mereka cenderung menyebut peserta didik sebagai subjek didik, karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Karena peserta didik adalah pribadi yang otonom, jadi ia akan mencari jalan keluar atas permasalahan yang ia temui, agar ia mengembangkan diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik.

Berikut ciri-ciri peserta didik yang perlu dipahami pendidik: a. Individu yang sedang berkembang.

b. Individu yang memerlukan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.

c. Individu yang memiliki psikis dan fisik yang khas. d. Individu yang mandiri

Menurut Samsul Nizar beberapa hakikat peserta didik antara lain:

a. Peserta didik bukan merupakan miniatur orang dewasa, akan tetapi memiliki dunia sendiri.

b. Peserta didik adalah manusia yang memiliki diferensiasi priodesasi perkembangan dan pertumbuhan.

c. Peserta didik adalah manusia yang memiliki kebutuhan, baik yang menyangkut kebutuhan jasmani maupun rohani yang harus dipenuhi. d. Peserta didik adalah manusia yang memiliki perbedaan individual. e. Peserta didik terdiri dari dua unsur utama, yaitu jasmani dan rohani. f. Peserta didik adalah manusia yang memiliki potensi yang dapat

dikembangkan dan berkembang secara dinamis.

2. Pendidik

(7)

Berikut ciri-ciri pendidik yang efektif dan professional: a. Teaching skills (keterampilan mengajar)

Keterampilan mengajar dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu: 1) Pendidik sebagai pembimbing mampu menumbuhkan self-learning

(belajar mandiri) pada diri siswa.

2) Memiliki interaksi yang tinggi dengan seluruh pesrta didik di kelas. 3) Memberikan contoh, pekerjaan yang menantang (challenging

work) dengan tujucan yang jelas (clear objectives).

4) Mangembangkan pembelajaran berbasis kegiatan dan tujuan. 5) Mampu mengelola waktu dengan baik.

6) Memberikan motivasi dan membentuk karakter diri pada siswa.

b. Knowledgeable (berpengetahuan yang luas)

Pendidik harus memiliki pengetahuan dan menguasai materi yang secara memadai, karena pengetahuan merupakan faktor utama dalam membentuk profesionalisme seseorang.

c. Professional attitude (sikap professional)

Seorang pendidik haruslah mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain, serta bisa terus mengembangkan pengetahuan diri sendiri selama itu.

d. Learning equipment (media pembelajaran)

Pada saat belajar, seorang pendidik dituntut mampu memilih, menciptakan dan menggunakan media pembelajaran. Terutama dalam masa sekarang dimana media pembelajaran sangatlah luas dan dapat didapatkan dengan berbagai cara.

e. Technology

Pendidik dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama teknologi yang terus berkembang dari tahun ke tahun karena teknologi sangatlah penting dan dapat membantu pelajaran menjadi lebih bervariasi.

f. Curriculum

(8)

3. Interaksi Edukatif antara Peserta Didik dan Pendidik

Interaksi edukatif sangatlah penting dalam pendidikan karena pada dasarnya interaksi timbal balik antara peserta didik dan pendidik memang dibutuhkan. Pada saat pembelajaran berlangsung atau saat pendidik menerangkan suatu materi pelajaran, diharapkan pada peserta didik untuk mendengarkan dan berperan aktif dalam pelajaran tersebut. Diharapkan bagi guru untuk mampu menerangkan materi pembelajaran dengan bermacam variasi agar para peserta didik tertarik dan tidak merasa bosan.

4. Materi Pendidikan

Dalam sistem pendidikan persekolahan, materi telah dibuat sebagai sarana pencapaian tujuan tertentu. Materi tersebut meliputi materi inti maupun muatan lokal. Materi inti bersifat nasional, karena mengandung unsur pengendalian dan persatuan bangsa. Sedangkan muatan lokal, misinya adalah mengembangkan kekayaan budaya sesuai lingkungan masing-masing.

5. Konteks yang Mempengaruhi Pendidikan

Alat dan Metode dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan.

a. Alat pendidikan : IT (Internet Technology), handphone, dan lain sebagainya.

b. Metode penndidikan dibagi menjadi dua, yaitu:

1) Preventive, yaitu mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pembatasan, larangan, bahkan juga hukuman. 2) Kuratif, yaitu memperbaiki, misalnya memberi nasehat, saran

(9)
(10)

BAB III PEMBAHASAN A. Pendapat

Peserta didik bukan miniatur orang dewasa, akan tetapi memiliki dunia sendiri.” (Hal. 6)

Pendapat Samsul Nizar sangatlah benar, peserta didik tidak harus selalu diatur oleh orang dewasa. Orang dewasa maupun tenaga pendidik bertugas membimbing untuk melakukan pembelajaran. Peserta didik dapat mempelajari kemampuan yang ada dalam dirinya maupun hal yang belum diketahuinya di dunia luar dengan cara mengeksplorasi diri sehingga mendapat pengetahuan yang lebih luas dan mampu memahami apa yang dipelajari dengan lebih cepat.

“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

(Hal. 4)

Kami juga setuju dengan pendapat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dikemukakan bahwasanya pendidikan adalah usaha yang dilakukan untuk mengembangkan potensi diri peserta didik dengan bantuan para pendidik. Peserta didik dapat melakukan usaha tersebut hingga mampu mengangkat potensi dirinya. Minat, bakat, dan karakter peserta didik dapat terasah dengan baik melalui usaha tersebut. Seorang pengajar harus mampu mengembangkan potensi diri peserta didik tersebut. Selain potensi diri, pendidik juga harus memberikan usaha untuk membangun karakter diri.

(11)

Pernyataan berikut sangatlah tepat, interaksi edukatif antara peserta didik dan pendidik sangat dibutuhkan. Seorang pendidik sebaiknya memiliki metode yang bervariasi dan menyenangkan agar peserta didik tidak merasa bosan. Peserta didik harus berperan aktif dalam proses pembelajaran agar tercipta suasana belajar yang kondusif antara masing-masing pihak.

B. Argumentasi

“Menurut pandangan Paula Freire pendidikan adalah proses pengedaran dengan hakikat tujuannya adalah pembebasan.” (Hal. 5)

“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

(Hal. 4)

Pendidikan dihakikatkan dengan pembebasan menurut Paula Freire dan menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pendidikan memiliki arti yang sangat luas. Namun manusia sekarang terpaku dan terkotaki dengan mindset pendidikan itu hanyalah formalitas dalam kehidupan, , nyatanya salah besar. Pola pemikiran semacam itu perlu diperbaiki dengan cara menanamkan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan sejak kecil demi kebaikan diri sendiri dan perkembangan masa depan bangsa.

"Professional attitude (sikap professional), Seorang pendidik haruslah mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain, serta bisa terus

mengembangkan pengetahuan diri sendiri selama itu.” (Hal. 7)

(12)
(13)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Pendidikan adalah yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan, baik bagi diri sendiri, orang lain, bangsa dan negara. Pendidikan tidak bisa dipisahkan dari unsur-unsur pendidikan, apabila ada bagian yang dipisahkan kemungkinan hasil pendidikan tidak akan maksimal.

Perlu diketahui pula bahwa peserta didik adalah individual yang berbeda, masing-masing memiliki bakat dan potensi yang beragam sehingga pendidik sebaiknya bersabar apabila ada peserta didik yang gagal dalam satu bidang karena kemungkinan peserta didik tersebut memiliki kemampuan dibidang lain.

Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Ilmu pengetahuan merupakan bagian esensial yang penting demi kebaikan bangsa dan diri sendiri. Namun demikian, hasil optimal tidak akan bisa didapatkan tanpa kerja sama antara Pendidik dan Peserta didik dalam menuntut ilmu yang bermangfaat

Berdasarkan hasil pembahasan kami dari berbagai sumber, jawaban dari rumusan masalah makalah berikut adalah:

1. Pendidikan adalah proses interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan serta membentuk pribadi diri yang berlangsung dalam segala lingkungan yang ditentukan oleh nilai-nilai, motivasi dan tujuan dari pendidikan itu sendiri.

2. Pendidikan bertujuan sebagai upaya untuk mengubah perilaku individu atau kelompok agar memiliki nilai-nilai yang disepakati berdasarkan agama, filsafat, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan.

(14)

B. Saran

1. Pendidik sebaiknya berusaha menjadi teladan yang baik dan mendidik dengan cara yang benar agar dapat menghasilkan peserta didik yang berkualitas.

2. Pendidik, baik itu merupakan orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat sebaiknya menanamkan betapa pentingnya mencari ilmu pengetahuan yang baik demi perkembangan bangsa dan negara;

3. Peserta didik juga diharapkan mampu menanamkan dalam diri masing-masing betapa pentingnya pendidikan itu untuk kebaikan diri sendiri agar bisa mengetahui apa yang salah dan benar dalam kehidupan mereka. 4. Peran pendidik dan peserta didik didalam pendidikan sama pentingnya,

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Murtiadi, Adi. 2014. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2003)

Ramli Muhammad.Tarbiyah Islamiyah, Volume 5, Nomor 1, (Januari-Juni 2015)

Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam: Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis. (Jakarta: Ciputat Pers, 2002)

Afiburhanuddin, “Pengertian dan Unsur-unsur Pendidikan” https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/11/21/pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan-4/amp/ (diakses tanggal 25 September 2017)

Sdf, “Unsur-unsur Pendidikan” www.artikelind.com/unsur-unsur-pendidikan/# (diakses tanggal 26 September 2017)

Dika-Kimia, “Unsur-Unsur Pendidikan”

Referensi

Dokumen terkait

Diharapkan guru bimbingan konseling lebih mengembangkan program bimbingan dan konseling pribadi dalam hal meningkatkan harga diri siswa khususnya pada aspek interaksi

Jalur Pendidikan Polri adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan Polri  yang sesuai dengan

(2008) mengemukakan GIL memiliki kelebihan yaitu dapat mendorong peserta didik membentuk dan mengembangkan self concept pada diri peserta didik, sehingga memperkuat

Roestiyah (2008) mengemukakan GIL memiliki kelebihan yaitu dapat mendorong peserta didik membentuk dan mengembangkan self concept pada diri peserta didik, sehingga

Sekolah menjadi lembaga pendidikan sebagai media berbenah diri dan membentuk nalar berpikir yang kuat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta untuk membentuk Karakter

Roestiyah (2008) mengemukakan GIL memiliki kelebihan yaitu dapat mendorong peserta didik membentuk dan mengembangkan self concept pada diri peserta didik, sehingga

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi guru dalam mengembangkan karakter peserta didik untuk membentuk watak serta perilaku sebagai pribadi yang baik di lingkungan

Adapun manfaat praktis antara lain; 1 Bagi peneliti, dapat menambah wawasan dan ilmu bagi peneliti dan dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan potensi diri sebagai calon pendidik yang