Keuntungan Membuat Studi Kelayakan Proyek atau
Project Feasibility Study.
Studi kelayakan adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bahwa suatu proyek menguntungkan untuk dilaksanakan. Studi kelayakan dilakukan sebelum proyek dijalankan. Studi kelayakan ini menganalisa seluruh bidang yang berkaitan dengan proyek, seperti AMDAL, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain.
Dengan adanya studi kelayakan proyek ini, para stake holder dapat mengetahui apakah suatu proyek memberikan keuntungan atau tidak.
Studi Kelayakan proyek juga bertujuan untuk mengetahui apakah proyek tersebut
menguntungkan untuk para stake holder. Secara umum stake holder yang dalam suatu proyek properti adalah sebagai berikut:
Investor, pertimbangan investor bersedia berinvestasi di proyek salah satunya adalah keuntungan yang akan diperoleh dari proyek. Umumnya investor berinvestasi dengan cara mengambil bagian saham pada perusahaan pengelola. Nantinya investor memperoleh keuntungan proporsional sesuai dengan besarnya bagian saham yang diambil. Ada juga model investor yang menanamkan uangnya tanpa ikut ambil saham dalam perusahaan, metoda ini dilakukan dengan perjanjian investasi, yang tertuang di dalam surat perjanjian yang memuat hak dan kewajiban masing-masing, yaitu pengelola dan investor.
Kreditor, kreditor adalah pihak yang memberikan uang dalam suatu proyek dengan perjanjian pengembalian uangnya dengan cara tertentu. Berbeda dengan investor, kreditor tidak mendapatkan keuntungan usaha. Kreditor hanya mendapatkan pengembalian uangnya ditambah dengan bunga yang disepakati dalam jangka waktu tertentu. Pada umumnya
kreditor ini dari lembaga keuangan perbankan atau non bank baik dari dalam negeri atau dari luar negeri.
Pemerintah, dalam skala tertentu pertimbangan pemerintah terhadap pelaksanaan suatu proyek adalah besarnya pengaruh proyek terhadap perekonomian nasional. Pemerintah tidak mengharapkan keuntungan seperti investor atau kreditor. Pemerintah menginginkan proyek sedapat mungkin membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan memberikan pemasukan kepada negara dalam bentuk pajak-pajak.
Aspek-aspek yang Dianalisa dalam Studi Kelayakan Proyek
Menganalisa Aspek Pasar pada sebuah Studi Kelayakan Proyek Properti
Aspek pasar adalah inti dari penyusunan Studi Kelayakan Proyek, karena permintan pasar terhadap produk merupakan dasar untuk menyediakan produk. Oleh karena itu studi mengenai Aspek Pasar bertujuan untuk mengetahui besarnya permintaan terhadap produk yang akan disediakan dan menempatkan produk yang akan dipasarkan pada posisi yang menguntungkan sehingga proyek bisa dijalankan.
Aspek pasar yang dianalisa meliputi permintaan pasar terhadap produk yang akan disediakan, analisa tingkat persaingan dan strategi pesaing dalam memasarkan produknya, sehingga bisa dirancang produk dan metode pemasaran yang bisa memenangkan persaingan.
Hal yang tak kalah pentingnya adalah analisa mengenai pangsa pasar yang akan diperoleh dengan mempertimbangkan tingkat permintaan, penawaran dan program pemasaran yang akan diterapkan.
Untuk melakukan penelitian mengenai Aspek Pasar perlu dilakukan studi secara informal dan formal. Penelitian secara informal bisa dilakukan dengan melakukan tes pasar di rencana lokasi proyek. Tes pasar dilakukan dengan menyebar brosur atau membuat spanduk yang mengiklankan produk kita. Dari spanduk dan brosur yang disebar dapat diketahui respon pasar terhadap produk yang akan ditawarkan.
Analisa Permintaan Pasar Terhadap Perumahan di Lokasi yang akan Dibangun Proyek
Besarnya permintaan perumahan di lokasi yang akan dibangun proyek dapat diketahui dengan melakukan penelitian. Penelitian bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan konsultan property.
Memperkirakan Permintaan Perumahan di Masa yang Akan Datang
Perkiraan terhadap permintaan pasar di masa yang akan datang dapat dilakukan dengan melihat dan mempelajari kondisi permintaan pasar hari ini. Khusus di bidang property kondisi makro ekonomi sangat mempegaruhi pasar, jika kondisi makro ekonomi baik maka akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Penelitian Pasar
Penelitian formal dilakukan dengan mencari data-data penjualan produk sejenis sesuai dengan pangsa pasar yang dituju. Data-data tersebut bisa diperoleh dari laporan perusahaan sejenis, laporan pemerintah, asosiasi seperti Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi
Penelitian Aspek Pasar juga bertujuan untuk mengetahui karakteristik permintaan pasar saat ini. Karakteristik pasar meliputi pangsa pasar, besarnya permintaan riil saat ini terhadap produk yang akan disediakan.
Perencanaan Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang dirancang harus meliputi semua faktor yang berhubungan dengan produk, seperti kondisi pasar pada saat ini, analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treaty) atau analisa mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, strategi promosi, strategi perolehan laba dan pengendalian.
Strategi pemasaran diperlukan untuk mengetahui cara yang paling cocok untuk memasarkan produk kita. Strategi pemasaran yang tepat menjamin kesuksesan proyek sesuai dengan timeline proyek yang sudah disusun.
Strategi pemasaran pada dasarnya tergantung pada segmentasi pasar yang dituju. Produk yang dirancang untuk kalangan orang-orang kaya seharusnya berbeda cara pemasarannya dengan produk yang dirancang untuk kalangan menengah ke bawah.
Produk untuk kalangan menengah ke atas biasanya dilakukan dengan mengadakan pameran di mal-mal di pusat kota, mengikuti pameran property skala besar dan diikuti dengan
penyebaran brosur eksklusif. Bisa juga dengan undangan gathering di hotel berbintang untuk kalangan tertentu, mengadakan press release dan acara yang dapat mengumpulkan massa dari segmen pasar yang dituju.
Pemasaran dengan metode ini tidak efektif jika dilakukan untuk produk untuk kalangan menengah ke bawah, terutama karena besarnya biaya yang dibutuhkan untuk metode pemasaran tersebut.
Secara singkat dapat dibuat bahwa penelitian mengenai Aspek Pasar menyangkut hal-hal sebagai berikut:
Pasar potensial
Segmentasi pasar
Analisa pesaingMenganalisa Aspek Teknis pada Studi Kelayakan Proyek
Properti
Aspek Teknis dalam studi kelayakan proyek adalah analisa mengenai dapat tidaknya proyek dilaksanakan secara teknis. Analisa tersebut mengenai hal-hal sebagai berikut:
Analisa Kelayakan Lokasi Analisa Legalitas Lahan
2. Surat Keputusan Pengesahaan Badan Hukum (SK PT) 3. Ijin-ijin yang Dimiliki oleh Perusahaan Pengelola 4. Perencanaan Proyek
5. Perencanaan Arsitektur
Perencanaan Konstruksi Dokumen Kerja
Metode Pematangan Lahan
Pembangunan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) Pembangunan Konstruksi Utama
Menganalisa Aspek Finansial pada Studi Kelayakan
Proyek Properti
Analisa mengenai Aspek Finansial adalah analisa mengenai rencana keuangan keuangan proyek, sehingga dapat menggambarkan proyeksi keuntungan proyek dan pengembalian investasi.
Analisa mengenai Aspek Finansial terdiri dari:
Jumlah Investasi
Sumber Investasi, diantaranya: Modal dari internal perusahaan, dari investor, dari kreditor
Struktur Permodalan
Rencana Alokasi Dana Pembiayaan Analisa Aliran Kas
Analisa Nilai Waktu, diantaranya: Future Value, Present Value, Rate on Investment (ROI), Internal Rate of Return (IRR)
Harga Pokok Produksi Rencana Rugi Laba
Rencana Jumlah Pendapatan Jumlah Biaya Operasional Jumlah Laba Bersih
Jangka Waktu Pengembalian Investasi
Menganalisa Aspek Manajemen pada Studi Kelayakan
Proyek Properti
Analisa Aspek Manajemen Proyek adalah analisa mengenai pihak-pihak yang
Bentuk badan usaha yang cocok dalam pelaksanaan proyek Bentuk manajemen pengelola proyek
Menetapkan tanggungjawab masing-masing pelaksana Memberikan fasilitas untuk masing-masing pelaksana Struktur organisasi proyek
Struktur kepemilikan proyek
Strategi pengawasan dan pengendalian
Mengnalisa Resiko pada Studi Kelayakan Proyek
Properti
1. Resiko terhadap tidak tercapainya target penjualan dalam waktu yang ditentukan
2. Resiko persaingan dengan kompetitor 3. Resiko kondisi makro ekonomi indonesia 4. Resiko perubahan regulasi pemerintah
Membuat Studi Kelayakan Proyek untuk Memudahkan Perencanaan
Proyek Properti
Dengan adanya Studi Kelayakan Proyek maka perencanaan terhadap proyek menjadi lebih mudah, karena di dalam Laporan Studi Kelayakan Proyek sudah mencakup semua aspek yang mempengaruhi proyek. Seperti perencanaan megenai harga jual dan tema arsitektur yang akan diusung, perencanaan ini bisa dilihat di bagian analisa pesaing yang
menggambarkan harga jual produk pesaing dan tema arsitektur yang ditawarkan.
Contoh:
Di dalam Laporan Studi Keloyakan Proyek sekurangnya mengandung perencanaan proyek, yang meliputi:
1. Berapa jumlah dana yang dibutuhkan. 2. Kapan proyek akan dijalankan. 3. Dimana lokasi proyek akan dibangun. 4. Siapa yang akan melaksanakan. 5. Bagaimana cara melaksanakannya.
6. Berapa besar keuntungan yang akan diperoleh.
7. Bagaimana cara mengawasinya jika terjadi penyimpangan
Penyajian Studi Kelayakan Proyek Properti
Studi Kelayakan Proyek disusun berupa laporan tertulis dengan sistem penulisan yang sistematis dan mudah dipahami. Laporan Studi Kelayakan Proyek harus dapat menarik minat investor, kreditur dan memperoleh ijin dari pemerintah. Oleh karena itu Studi Kelayakan Proyek harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Sifat komunikatif dalam Laporan Studi Kelayakan Proyek diperlukan supaya laporan tersebut memuat kondisi yang sebenarnya dan dapat dipahami secara benar oleh pihak yang
memerlukan. Sifat komunikatif juga untuk menghindari penafsiran yang keliru terhadap isi laporan.
2. Laporan Studi Kelayakan Proyek harus Tertulis
Laporan Studi Kelayakan Proyek dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan proyek nantinya. Dengan adanya laporan tertulis mengenai Studi Kelayakan Proyek ini maka penyimpangan-pentimpangan dalam pelaksanaan proyek dapat diketahui.
3. Laporan Studi Kelayakan Proyek harus Objektif
4. Sifat objektif diperlukan agar Laporan Studi Kelayakan Proyek memuat fakta yang sebenarnya. Jika dari analisa proyek tersebut tidak feasible untuk dilaksanakan maka harus dimuat laporan sesuai hasil analisa. Tidak perlu dipaksakan agar proyek tersebut bisa dilaksanakan. Oleh karena itu Laporan Studi Kelayakan Proyek harus memuat kelebihan dan kekurangan rencana proyek. Laporan Studi Kelayakan Proyek harus Realistis
Sifat realistis diperlukan agar Laporan Studi Kelayakan Proyek bisa dipertanggungjawabkan. Laporan Studi Kelayakan Proyek tidak boleh bersifat bombastis semata-mata untuk