• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM AGRONOMI TUNTUTAN AGRO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM AGRONOMI TUNTUTAN AGRO"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS UAS AGRONOMI

TANTANGAN UTAMA AGRONOMI SAAT INI

Disusun oleh : Dwi Ardan Kusnadi

17.05.006 BTP DIV A

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN

POLITEKNIK LPP YOGYAKARTA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta Karunia-Nya kepada penulis berhasil menyelesaikan Tugas UAS Agronomi Ini yang Alhamdulillah pada waktunya yang berjudul “Tantangan Utama Agronomi Saat ini“.

Laporan ini beriisikan tentang informasi Bagaimana menghasilkan pangan dengan jumlah yang cukup sedangkan populasi manusia terus meningkat, bagaimana menghasilkan pangan yang tinggi dengan menggunakan air lebih efisien, bagaiaman menghasilkan produk pertanian yang amanbagi konsumen, bagaimana menghasilkan produk pertanian tanpa menurunkan potensi sumberdaya lahan dan lingkungan, dan bagaiman produksi pangan dapat menyejahterakan petani. Diharapkan laporan praktikum ini dapat memberikan informasi dan manfaar kepada pembaca Tugas UAS Agronomi Tantangan Utama Agronomi Saat ini.

Penulis menyadari bahwa Tugas UAS ini masih jauh dari kata sempurna , oleh karena itu kritik dan saran dari pengoreksi (dosen pembingbing) yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan Tugas UAS Agronomi ini.

(3)

PENDAHULUAN

Tantangan utama saat agronomi saat ini perubahan gaya hidup dan cara pandang terhadap pangan masyarakat Indonesia pada masa yang akan datang akan berubah. Kecenderungan karakter konsumen yang akan terjadi pada masa depan dan sudah mulai dapat dirasakan saat ini antara lain adalah tuntutan konsumen terhadap keamanan, nilai gizi, cita rasa, dan ketersediaan pangan akan meningkat pesat. Pada masa depan akan semakin banyak orang yang makan di luar rumah, dan semakin banyak makanan instan di rumah. Keamanan dan mutu pangan akan menjadi isue penting, walaupun mungkin ketahanan pangan masih menjadi isue yang tidak kalah penting. Di Indonesia, pasar modern (hypermarket, supermarket, minimarket) akan tumbuh dengan laju pertumbuhan yang sangat tinggi. Walaupun jumlah supermarket chain besar berkurang, tetapi yang bertahan makin besar, sehingga keseimbangan kekuatan bergesar dari produsen/petani ke perusahaan multinasional. Kondisi ini akan menyebabkan adanya kompetisi antara produk pangan domestik dengan produk impor (yang sering kali lebih berkualitas dengan harga yang lebih murah). Tuntutan konsumen terhadap produk pertanian pada masa depan akan semakin meningkat, yang mau tidak mau, akan mempengaruhi kecenderungan manajemen produksi tanamanan. Tuntutan konsumen tersebut antara lain adalah:

1. Produk pertanian harus benar-benar aman, bebas dari cemaran, racun, pestisida, & mikroba berbahaya bagi kesehatan. Aturan mengenai batas maksimum residu (MRL = maximum reside limit) pestisida akan semakin ketat, sehingga akan mempengaruhi pengelolaan dalam perlindungan tanaman. Produk pangan juga harus bebas dari kandungan zat berbahaya, termasuk logam berat dan racun. Keracunan sianida dari singkong, Hg dari ikan, Pb dari kangkung dan sebagainya tidak akan terjadi lagi. Produk juga harus bebas dari berbagai cemaran. Bahan pengawet dan pewarna yang tidak diperuntukkan untuk pangan, seperti formalin, tidak akan digunakan sama sekali

(4)

perlu mulai segera dilakukan. Pengetahuan indigenous mengenai manfaat produk pangan perlu dibuktikan secara ilmiah dan diketahui apa fitokimia yang terkandung di dalamnya. 3. Produk pangan juga harus mempunyai mutu tinggi, tidak sekedar enak. Mutu adalah segala hal yang menunjukkan keistimewaan atau derajad keunggulan sesuatu produk. Mutu atau kualitas juga dapat dipahami sebagai kecocokan suatu produk dengan tujuan dari produksi. Dengan demikian, mutu merupakan gabungan dari sifat-sifat atau ciri-ciri yang memberikan nilai kepada setiap komoditas yang terkait dengan maksud penggunaan komoditas tersebut

4. Produk pertanian harus diproduksi dengan cara yang tidak menurunkan mutu lingkungan. Tuntutan terhadap kelestarian lingkungan akan semakin ketat, padahal pada saat yang sama tekanan populasi terhadap sumberdaya lahan semakin kuat. Karena itu peneliti Indonesia perlu mengembangkan teknologi pertanian yang dapat menjamin produksi pangan yang memenuhi tututan konsumen namun tetap dapat menjaga kelestarian lingkungan, mencegah pencemaran tanah dan air, mencegah erosi dan hal-hal lain yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan.

5. Produk pertanian juga harus diproduksi dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan petani dan pekerja.

6. Mempunyai traceability. Cara produksi pangan harus dapat dirunut dari pasar sampai kebun. Data-data harus transparan dan jujur. Karena itu catatan aktivitas di kebun dan rantai pasar harus menajdi perhatian.

7. Produk pangan harus tersedia dalam waktu yang tepat. Selain persyaratan di atas, produk pertanian harus tersedia dan tepat waktu. Untuk produk pangan tertentu kontinyuitas penyediaan menjadi faktor yang sangat penting.

8. Harga jual produk pertanian harus kompetitif. Untuk itu efisiensi dalam produksi, dalam delivery harus dilakukan. Harus dikembangkan supply chain management (SCM) yang berkeadilan dan berorientasi pada nilai produk.

Berdasarkan tuntutan konsumen, masalah yang dihadapi dan kondisi pertanian dan lingkungan pertanian di Indonesia, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pertanian Indonesia. Tantangan ini harus dijawab oleh para ilmuwan pertanian. Tantangan tersebut meliputi:

(5)

b. Bagaimana meningkatkan produktivitas tanaman dengan semakin menurunya luas lahan areal pertanian?

c. Bagaimana menghasilkan pangan yang tinggi dengan menggunakan air yang lebih efisien

d. Bagaimana menghasilkan produk pertanian yang aman bagi konsumen?

e. Bagaiman menghasilkan produk pertanian tanpa menurunkan potensi sumberdaya dan lingkungan?

f. Bagaimana produksi pangan dapat mensejahterakan petani? Jawaban

a. Pangan biasanya identik dengan bahan makanan yang merupakan kebutuhan tersier. Pangan dihasilkan dari tanaman pertanianyang dibudidayakan untuk menghasilkan produk makanan pokok atau makanan tertentu seperti padi, jagung, gandum, kacang, tebu yang diolah menjadi bahan jadi siap makan seperti nasi, nasi bekatul, roti, bubur kacang, gula dan sebagainya.

Tuntutan zaman modern yang semakin mendesak, populasi manusia semakin meningkat yang berdampak pengurangan lahan pertanian dan sumberdaya alam atau manusia semakin tinggi, serta pemanasan global yang berdampak pada kondisi lingkungan lahan pertanian bahkan ekosistem alam di Bumi. Menjawab semua kebutuhan itu para petani diharuskan kreatif dengan memanfaatkan pertanian organikyang didukung oleh kerjasama dengan berbagai pihak, mekanis alat pertanian modern yang disubsidi pemerintah bahkan digratiskan, sumber daya alam(topografi, iklim, tanah), menggunakan pranata mangsa, pemilihan bibit unggul, manajemen lahan/pengolahan tanah, pemupukan yang tepat dan bahkan pengolahan pasca panen. Semua itu harus didukung dengan manajemen manusia (disiplin) yang lebih baik seperti didalam dunia perkebunan.

b. Dalam menyikapi masalah sempitnya lahan pertanian, pemerintah melancarkan upaya ekstensifikasi dan intesifikasi lahan.

(6)

Intentifikasi pertanian adalah salah satu usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara pertanian yang sudah adaIntentifikasi lahan menjadi upaya yang harus dilakukan untuk menjaga produksi pertanian. Intensifikasi pertanian dengan program Panca Usaha Tani, yag kemudian dilanjutkan dengan program Sapta Usaha Tani.

Program Panca Usaha Tani adalah mencakup kegiatan seagai berikut: Pemilihan Bibit Unggul

Bibit yang unggul adalah bibit yang berkualitas dihasilkan dari proses genetic, sortasi, dan grading yang panjang hingga menghasilkan bibit yang berkualitas baik dan tahan akan hama dan penyakit

Pengolahan Tanah yang Baik

Kondisi tanah atau tanah yang baik adalah tana yang menyediakan berbagain macam unsur hara yang diperlukan tanaman. Selain itu, tanah harus mengandung zat organik dan anorganik, serta udara (sirkulasi udara dalam tanah).

Dalam melakukan pengolahan tanah yang optimal dalam Usaha SaptaTani ala membajak tanah sedalam 30 cm secara merata, hal ini dilukakan supaya tanah memiliki rongga-rongga yang cukup untuk menyimpan udara. Pemberian pupuk organic juga membantu menumbuhkan mikroorganisme tanah yang membantu dekomposisi mineral dan zat organik tanah

Pemupukan yang Tepat

Pemupukan bertujuan untuk menghilangkan unsur-unsur yang meruksak dari proses pemanenan, volatisasi (kecenderungan suatu zat cair untuk menguap pada tekakanan), pencucian dan sebagainya.

Pemupukan Harus menggunakan prinsip 5T yaitu : Tepat Jenis

Pengendalian hama penyakit ada 2 cara, yaitu

Pengendalian manual/mekanis dengan cara sanitasi, mengatur kebersihan atau menggunkan ekosistem alami (predator alami dalam rantai makanan). Pengendalian ini dilakukan jika hama dan penyakit tidak terlalau banyak.

Pengendalian Kimiawi deengan cara penggunaan prestisida, herbisida, fungisida, inteksida sesuai dosis yang dianjurkan.

(7)

Pengairan atau irigasi atau manajemen air yang baik dibutuhkan dalam menghadapi kebeutuhan air pada musim kemarau dan musim hujan demi kelancaran usaha tani. Kegiatan ini melakukan seperti irigasi udara, irigas udara didalam tanah, irirgasi tamak dan irirgasi pompa. Model penerapan sapta usaha tani kebutuhanair disesuaikan sesuai daerah masing-masing.

Pascapanen

Kegiatan panen, seperti melakukan sortir, grading, pengeringan, pendinginan, pembersihan, penyimpanan, hingga pengemasan. Hal itu bertujuan untuk mengatasi hasil pertanian yang cepat ruksak dan menyesuaikan standar pasar yang berimplikasi pada harga.

Hasil Pemasaran Pertanian

Pemasaran hasil pertanian merupakan hal yang vital karena petani juga mencari keuntungan ekonomi, bukan sekedar mencukupi kebutuhan. Pemerintah seharusnya membantu pemasaran hasil pertanian agar harga murah dari petani, sampai tangan konsumen mahal, yang membuat tengkulak yang untung besar. Pada beberapa daerah menggunakan konsep Stasiun Terminal Agribisnis (STA) ataupun pasar lelang yang disesuaikan harga kondisi disesuaikan.

c. Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi. Produktivitas dan hasil dapat disesuaikan dengan teknologi yang tepat. Praktik pertanian yang baik, praktek penanganan yang baik, dan cara pembuatan yang bik, menjadi salah satu pilar dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Untuk mendukung hal-hal yang diperlukan saran dan prasaranayang memadai, antara lain adalah: peta perwilayahan komoditas, sumber air yang mencukupi, jalan usaha tani yang menguntungkan penyortirn hasil pertanian, perusahaan pembibitan yang professional, laboratorium tanah, stasiun meteorology yang dapat memberikan informasi cuaa yang dapat diandalkan (BMKG), klinik tanaman, laboratorium pengendali kualitas dan sarana pasca panen dan gudang yang memadai.

(8)

datar dan irirgasi curah (sprinkler irrigation) untuk daerah berkecapatan tidak terlalau tinggi dan lebih efisien karena lebih laju penyiraman sama dengan laju infiltrasi.

d. Pertanian berkelanjutan. Pada masa orde baru diadakan program Revolusi Hijau yang berdampak positif dan juga negatif, salah satunya efek pencemaran lingkungan, prestisida berlebihan dan residu pupuk kimia yang berdampak pada tanah kurang subur/mikoroorganime tidak tumbuh pada tanah. Dengan tungtutan zaman dan perkembangan teknologi pertanian maka lahirlah pertanian organik. Pertanian organik membutuhkan waktu yang lama, perwatan dan perlakuan khusus dan penanganan hama serta pemupukan menggunakan alam(pupuk organic) atau ekosistem (predator). Hal itu berdampak pada produk di Pasaran mahal. Maka ada pertanian semi organic dengan mengurangi pupuk kimia dan mengusahakan pengananan hama menggunakan ekosistem alami(predator) serta pengolahan/pengolahan produk pasca panen sedikit bahan kimia. Sehingga produk yang sampai ke konsumen tidak terlalu mahal dibandingkan pure 100% pertanian organk namaun sedimkit mahal diatashasil pertanian konvesional. e. Pengeleloaan Lingkungan Hidup yang produktif dan Lestari. Pengelolaan

Lingkumgam Hidup yang produktif dan lestari diarahkan untuk terpeliharanya daya dukung lingkungan dengan produktivitas yang tinggi secara berkelanjutan, keanekaragaman hayati serta keseimbangan interaksi antara semua unsur dan factor lingkungan. Pengelolaan lingkungan yang produktif dan lestari dilaksanakan melalui upaya peberdayaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat, reklamasi lahan , perluasan areal pertsnisn dan pengadaan lahan pertanian pangan abadi.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

23 PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII. Adi

Linda Campbell dalam penelitiannya tentang pendidikan guru Sekolah Dasar dan pendidikan guru Sekolah Menengah untuk belajar bagaimana menggunakan tujuh jenis inteligensi dalam setiap

saja tidak cukup, kalau perubahan itu tidak mampu menghargai budaya bangsa yang luhur yang harus dipelihara, disamping metode berpikir tradisional yang sukar diubah. 4)

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas mengenai tanggung jawab keperdataan dari pihak PT KAI atas kecelakaan yang terjadi saat mengangkut penumpang

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas semua rahmat dan anugerah yang diberikan, sehingga laporan untuk mata kuliah ARS3588 Tugas Akhir Arsitektur dengan

Karena adanya kelainan genetic yang mendasari suatu mutasi titik, pada DNA mitokondria. Gejalanya bias berupa penglihatan kabur dan sebuah skotoma sentral yang tampak pada satu

PENGARUH KREDIT, SURAT - SURAT BERHARGA, PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN , DAN PENYERTAAN MODAL PADA LEMBAGA KEUANGAN NON BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM YANG

Dan karena proses biologi yang esensial dan konvensional yang dilakukan dan dikembangkan oleh petani tidak dapat dilindungi oleh paten, tidak hanya karena tidak memenuhi