ANGGARAN DASAR PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK

42 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN

1. Perseroan terbatas ini bernama

(selanjutnya dalam anggaran dasar cukup disingkat dengan “ berkedudukan di Jakarta Pusat.

2. Perseroan dapat membuka cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di

maupun di luar wilayah Negara Republik Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris.

JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN

Perseroan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas dan dimulai pada tanggal 23 12-1982 (dua puluh tiga Desember seribu Sembilan ratus delapan pulu

MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA

1. Maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha

2. Untuk mencapai maksud dan tujuan yang dimaksud ayat 1 pasal ini Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:

a. Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan cara: - Sewa pembiayaan (Finance Lease);

- Jual dan Sewa Balik (Sale and Leaseback);

- Anjak Piutang dengan pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);

- Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran; - Pembiayaan Proyek;

- Pembiayaan Infrastruktur, dan/atau - Pembiayaan lain setelah terlebih

b. Pembiayaan Modal Kerja yang dilakukan dengan bentuk: - Jual dan Sewa Balik (Sale and Leaseback);

- Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

Perseroan terbatas ini bernama “PT WAHANA OTTOMITRA MULTRIARTHA, Tbk.”

(selanjutnya dalam anggaran dasar cukup disingkat dengan “ di Jakarta Pusat.

Perseroan dapat membuka cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di

maupun di luar wilayah Negara Republik Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris.

JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Pasal 2

Perseroan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas dan dimulai pada tanggal 23 1982 (dua puluh tiga Desember seribu Sembilan ratus delapan puluh dua)

MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA Pasal 3

Maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang Perusahaan Pembiayaan Untuk mencapai maksud dan tujuan yang dimaksud ayat 1 pasal ini Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:

Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan cara: Sewa pembiayaan (Finance Lease);

dan Sewa Balik (Sale and Leaseback);

Anjak Piutang dengan pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran;

royek;

Pembiayaan Infrastruktur, dan/atau

Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK Pembiayaan Modal Kerja yang dilakukan dengan bentuk:

Jual dan Sewa Balik (Sale and Leaseback);

Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With

“PT WAHANA OTTOMITRA MULTRIARTHA, Tbk.”

(selanjutnya dalam anggaran dasar cukup disingkat dengan “Perseroan”), Perseroan dapat membuka cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah Negara Republik Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh

Perseroan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas dan dimulai pada tanggal 23-dua).

dalam bidang Perusahaan Pembiayaan. Untuk mencapai maksud dan tujuan yang dimaksud ayat 1 pasal ini Perseroan dapat

Anjak Piutang dengan pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring With

dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.

(2)

- Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang Without Recourse);

- Fasilitas Modal Usaha; dan/atau

- Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK. c. Pembiayaan Multiguna; yang dilakukan dengan bentuk:

- Sewa Pembiayaan (Finance Lease);

- Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran; dan/atau - Pembiayaan lain s

d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan OJK. e. Menyediakan Pembiayaan dan/atau melakukan kegi

syariah, sesuai dengan ketent

Dewan Syariah Nasional yang berlaku sebagai berikut:

a) Pembiayaan jual beli yang dilakukan dengan menggunakan akad: - Murabahah;

- Salam; dan/atau - Istishna’.

b) Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan menggunakan akad: - Mudharabah;

- Musyarakah;

- Mudharabah Musytarakah; dan/atau - Musyarakah Mutanagishoh

c) Pembiayaan jasa yang dilakukan dengan menggunakan akad: - Ijarah;

- Ijarah Muntahiyah Bittamlik; - Hawalah atau

- Wakalah atau Wakalah bil Ujrah; - Kafalah atau Kafalah bil Ujrah; - Ju’alah; dan/atau

- Qardh

3. Selain kegiatan usaha sebagaiman

melaksanakan kegiatan usaha penunjang lainnya sebagai berikut: - Sewa operasi (operating lease);

- Kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan perundang disektor jasa keuangan; dan/atau

- Mengusahakan

usaha-dengan maksud tersebut di atas yang pelaks

Undang-Undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang Without Recourse);

Fasilitas Modal Usaha; dan/atau

Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK. Pembiayaan Multiguna; yang dilakukan dengan bentuk:

iayaan (Finance Lease);

Pembelian dengan Pembayaran Secara Angsuran; dan/atau

Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari OJK Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan OJK.

Menyediakan Pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh OJK, Pemerintah dan/atau Dewan Syariah Nasional yang berlaku sebagai berikut:

Pembiayaan jual beli yang dilakukan dengan menggunakan akad: Salam; dan/atau

Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan menggunakan akad:

Mudharabah Musytarakah; dan/atau Musyarakah Mutanagishoh

Pembiayaan jasa yang dilakukan dengan menggunakan akad: Ijarah Muntahiyah Bittamlik;

Hawalah atau Hawalah bil Ujrah; Wakalah atau Wakalah bil Ujrah;

atau Kafalah bil Ujrah; Ju’alah; dan/atau

ain kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang lainnya sebagai berikut:

perasi (operating lease);

Kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan perundang disektor jasa keuangan; dan/atau

-usaha lain yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan maksud tersebut di atas yang pelaksanaannya tidak bertentangan dengan

Undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang (Factoring

Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.

etelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari OJK. atan usaha berdasarkan prinsip

merintah dan/atau Pembiayaan jual beli yang dilakukan dengan menggunakan akad:

Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan menggunakan akad:

imaksud dalam ayat 2 di atas, Perseroan dapat

Kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan perundang-undangan usaha lain yang berhubungan langsung maupun tidak langsung anaannya tidak bertentangan dengan

(3)

1. Modal dasar Perseroan ini ditetapkan sebesar Rp.500.000.000.000,00 (lima ratus miliar rupiah) terbagi atas 5.000.000.000 (lima miliar) saham,

dengan nilai nominal Rp.100,00 (seratus rupiah).

2. Dari modal dasar tersebut, telah ditempatkan dan disetor penuh dengan uang tunai kepada Perseroan sejumlah 3.481.481.480 (tiga miliar empat ratus depan puluh satu juta empat ratus delapan

nilai nominal seluruhnya sebesar Rp.

delapan miliar seratus empat puluh delapan juta seratus empat puluh delapan ribu rupiah) oleh masing-masing pemegang sa

saham yang disebutkan pada bagian sebelum akhir akta ini.

3. a. Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas (Efek Bersifat Ekuitas adalah Saham atau Efek yang dapat ditukar dengan Saham atau Efek ya mengandung hak untuk memperoleh Saham antara lain Obligasi Konversi dan Waran) yang dilakukan dengan pemesanan, maka hal tersebut wajib dilakukan

memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham yang namanya terdaftar dalam Dafta

ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham yang menyetujui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah Saham yang telah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama pe

masing- masing pada tanggal tersebut.

b.Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu harus dapat dialihkan dan diperdagangkan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal nomor : IX.D.1 tentang Hak Memesan Efek

c. Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut di atas harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, dengan syarat

Anggaran Dasar ini dan peraturan perundang

peraturan perundangan di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat saham saham Perseroan dicatatkan.

d.Sehubungan dengan keputusan mengenai pengeluaran Efek bersifat Ekuitas terse Direkai diwajibkan untuk mengumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berpedaran nasional sesuai dengan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal.

e.Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan

pemegang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu harus dialokasikan kepada semua pemegang saham yang memesan tambahan Efek Bersifat Ekuitas, dengan ketentuan apabila jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang dipesan melebihi jumlah efek Bersifat Ekuitas yang akan dikelurkan, Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil tersebut wajib

MODAL Pasal 4

Modal dasar Perseroan ini ditetapkan sebesar Rp.500.000.000.000,00 (lima ratus miliar rupiah) terbagi atas 5.000.000.000 (lima miliar) saham, masing

dengan nilai nominal Rp.100,00 (seratus rupiah).

Dari modal dasar tersebut, telah ditempatkan dan disetor penuh dengan uang tunai kepada Perseroan sejumlah 3.481.481.480 (tiga miliar empat ratus depan puluh satu juta empat ratus delapan puluh satu ribu empat ratus delapan puluh) saham, dengan nominal seluruhnya sebesar Rp.348.148.148.000,00 (tiga ratus empat puluh delapan miliar seratus empat puluh delapan juta seratus empat puluh delapan ribu masing pemegang saham dengan rincian serta nilai nominal saham yang disebutkan pada bagian sebelum akhir akta ini.

Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas (Efek Bersifat adalah Saham atau Efek yang dapat ditukar dengan Saham atau Efek ya mengandung hak untuk memperoleh Saham antara lain Obligasi Konversi dan Waran) yang dilakukan dengan pemesanan, maka hal tersebut wajib dilakukan

memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham yang menyetujui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah Saham yang telah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama pe

masing pada tanggal tersebut.

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu harus dapat dialihkan dan diperdagangkan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal nomor : IX.D.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut di atas harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, dengan syarat-syarat dan jangka waktu sesuai dengan ketentuan dalam asar ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan perundangan di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat saham saham Perseroan dicatatkan.

Sehubungan dengan keputusan mengenai pengeluaran Efek bersifat Ekuitas terse Direkai diwajibkan untuk mengumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berpedaran nasional sesuai dengan peraturan perundangan di bidang Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dan tidak diambil o pemegang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu harus dialokasikan kepada semua pemegang saham yang memesan tambahan Efek Bersifat Ekuitas, dengan ketentuan apabila jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang dipesan melebihi jumlah efek Bersifat elurkan, Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil tersebut wajib Modal dasar Perseroan ini ditetapkan sebesar Rp.500.000.000.000,00 (lima ratus masing-masing saham Dari modal dasar tersebut, telah ditempatkan dan disetor penuh dengan uang tunai kepada Perseroan sejumlah 3.481.481.480 (tiga miliar empat ratus depan puluh satu puluh satu ribu empat ratus delapan puluh) saham, dengan 348.148.148.000,00 (tiga ratus empat puluh delapan miliar seratus empat puluh delapan juta seratus empat puluh delapan ribu ham dengan rincian serta nilai nominal Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas (Efek Bersifat

adalah Saham atau Efek yang dapat ditukar dengan Saham atau Efek yang mengandung hak untuk memperoleh Saham antara lain Obligasi Konversi dan Waran) yang dilakukan dengan pemesanan, maka hal tersebut wajib dilakukan dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham yang roan pada tanggal yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham yang menyetujui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah Saham yang telah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama pemegang saham Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu harus dapat dialihkan dan diperdagangkan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut di atas harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham syarat dan jangka waktu sesuai dengan ketentuan dalam undangan yang berlaku, termasuk peraturan perundangan di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat Sehubungan dengan keputusan mengenai pengeluaran Efek bersifat Ekuitas tersebut Direkai diwajibkan untuk mengumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berpedaran nasional sesuai dengan peraturan perundangan di bidang oleh Perseroan dan tidak diambil oleh pemegang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu harus dialokasikan kepada semua pemegang saham yang memesan tambahan Efek Bersifat Ekuitas, dengan ketentuan apabila jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang dipesan melebihi jumlah efek Bersifat elurkan, Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil tersebut wajib

(4)

dialokasikan sebanding dengan jumlah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang dilaksanakan oleh masing

Bersifat Ekuitas, satu dan lain dengan mem

undangan yang berlaku, termasuk peraturan di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat di mana saham

f. Dalam hal masih terdapat sisa Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham sebagaimana dima

tersebut wajib dialokasikan kepada pihak tertentu yang tidak bertinda pembeli siaga dengan harga dan syarat

oleh peraturan perundangan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

g. Tanpa mengurangi ketentuan lain yang tertuang dalam anggaran dasar ini, Perseroan dapat mengeluarkan Efek Bersifat Ekuitas tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), baik dalam rangka memperbai

selain untuk memperbaiki posisi keuangan Perseroan, sesuai Otoritas Jasa Keuangan

Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.

h.Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dapat menyimpang dari ketentuan seperti tersebut dalam pasal 4 ayat 3 huruf a sampai dengan huruf g tersebut diatas, apa

berlaku di bidang Pasar Modal dan peraturan Bursa Efek di tempat dimana saham saham Perseroan dicatatkan mengizinkan

4. Pelaksanaan pengeluaran saham, yang masih dalam

yang dapat ditukar dengan saham atau Efek yang mengandung hak untuk memperoleh saham, dapat dilakukan oleh Direksi berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang semula telah menyetujui pengeluaran Efek tersebut, dengan mengindahkan peraturan

peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan perundangan di bidang Pasar Modal serta peraturan

Perseroan dicatatkan.

5. Dalam hal modal ditingkatkan, maka setia

harus disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham, dengan mengindahkan ketentuan dalam Anggaran Dasar ini dan dengan ti

perundangan yang berlaku bagi Perseroan 6. Setiap pemegang saham menu

kepada semua keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham serta kepada ketentuan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

7. Perseroan dapat membeli kembali saham dengan 10% (sepuluh persen) dari juml

jumlah lain apabila peraturan perundangan yang berlaku bagi Perseroan menentukan lain.

dialokasikan sebanding dengan jumlah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang memesan tambahan Efek Bersifat Ekuitas, satu dan lain dengan memperhatikan peraturan perundang undangan yang berlaku, termasuk peraturan di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

Dalam hal masih terdapat sisa Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham sebagaimana dimaksud huruf e di atas, maka Efek

tersebut wajib dialokasikan kepada pihak tertentu yang tidak bertinda

pembeli siaga dengan harga dan syarat-syarat yang sama, kecuali ditentukan lain erundangan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

Tanpa mengurangi ketentuan lain yang tertuang dalam anggaran dasar ini, Perseroan dapat mengeluarkan Efek Bersifat Ekuitas tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), baik dalam rangka memperbaiki posisi keuangan maupun

uk memperbaiki posisi keuangan Perseroan, sesuai dengan Peratur Otoritas Jasa Keuangan Nomor 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan keputusan Dewan Komisaris dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dapat menyimpang dari ketentuan seperti tersebut dalam pasal 4 ayat 3 huruf a sampai dengan huruf g tersebut diatas, apabila ketentuan peraturan perundangan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan peraturan Bursa Efek di tempat dimana saham saham Perseroan dicatatkan mengizinkannya.

Pelaksanaan pengeluaran saham, yang masih dalam simpanan untuk pemegang Efek ar dengan saham atau Efek yang mengandung hak untuk memperoleh saham, dapat dilakukan oleh Direksi berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang semula telah menyetujui pengeluaran Efek tersebut, dengan mengindahkan peraturan-peraturan yang termuat dalam Anggaran Dasar ini dan undangan yang berlaku, termasuk peraturan perundangan di ng Pasar Modal serta peraturan Bursa efek di tempat dimana saham

Dalam hal modal ditingkatkan, maka setiap penempatan saham-saham lebih lanjut harus disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham, dengan mengindahkan ketentuan dalam Anggaran Dasar ini dan dengan tidak mengurangi ketentuan peratu perundangan yang berlaku bagi Perseroan.

Setiap pemegang saham menurut hukum harus tunduk kepada Anggaran Dasar ini dan kepada semua keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham serta kepada ketentuan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

Perseroan dapat membeli kembali saham-saham yang telah dibayar penuh sampai n 10% (sepuluh persen) dari jumlah saham yang telah ditempatkan atau dalam jumlah lain apabila peraturan perundangan yang berlaku bagi Perseroan menentukan dialokasikan sebanding dengan jumlah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang masing pemegang saham yang memesan tambahan Efek perhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan di bidang Pasar Modal serta peraturan Dalam hal masih terdapat sisa Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil bagian oleh ksud huruf e di atas, maka Efek Bersifat Ekuitas tersebut wajib dialokasikan kepada pihak tertentu yang tidak bertindak sebagai syarat yang sama, kecuali ditentukan lain Tanpa mengurangi ketentuan lain yang tertuang dalam anggaran dasar ini, Perseroan dapat mengeluarkan Efek Bersifat Ekuitas tanpa memberikan Hak Memesan Efek ki posisi keuangan maupun dengan Peraturan omor 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan keputusan Dewan Komisaris dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dapat menyimpang dari ketentuan seperti tersebut dalam pasal 4 ayat 3 huruf a sampai bila ketentuan peraturan perundangan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan peraturan Bursa Efek di tempat dimana

saham-mpanan untuk pemegang Efek ar dengan saham atau Efek yang mengandung hak untuk memperoleh saham, dapat dilakukan oleh Direksi berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang semula telah menyetujui pengeluaran Efek tersebut, dengan yang termuat dalam Anggaran Dasar ini dan undangan yang berlaku, termasuk peraturan perundangan di rsa efek di tempat dimana saham-saham saham lebih lanjut harus disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham, dengan mengindahkan ketentuan ak mengurangi ketentuan peraturan rut hukum harus tunduk kepada Anggaran Dasar ini dan kepada semua keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham serta kepada ketentuan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

dibayar penuh sampai ah saham yang telah ditempatkan atau dalam jumlah lain apabila peraturan perundangan yang berlaku bagi Perseroan menentukan

(5)

Pembelian kembali saham tersebut tidak boleh mengurangi modal dasar

sedangkan saham-saham yang dibeli kembali tidak dihitung dalam menentukan kuorum dalam Rapat Umum Pemegang Saham dan saham

hak untuk mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

1. Semua saham yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah saham atas nama pemiliknya sebagaimana terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan.

2. Perseroan hanya mengakui seorang atau satu badan hukum sebagai pemilik dari satu saham, yaitu orang atau badan hukum yang namanya

yang bersangkutan dalam Daftar Pemegang Saham.

3. Apabila saham karena sebab apapun menjadi milik beberapa orang, maka mereka yang memiliki bersama-sama itu diwajibkan untuk menunjuk secara tertulis seorang di antara mereka atau seorang lain sebagai kuasa mereka bersama dan hanya nama dari yang diberi kuasa atau yang ditunjuk itu saja yang dimasukkan dalam Daftar Pemegang Saham dan harus dianggap sebagai pemegang saham dari saham yang bersangkutan serta berhak mempergunakan hak

4. Selama ketentuan dalam ayat 3 di atas belum dilaksanakan, maka para pemegang saham tersebut tidak berhak mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham, sedangkan pembayaran dividen untuk saham itu ditangg

5. Pemilik dari satu saham atau lebih dengan sendirinya menurut hukum harus tunduk kepada Anggaran Dasar dan kepada semua keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham serta pera

6. Untuk Saham Perseroan yang tercatat pada Bursa Efek berlaku peratu undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

1. Perseroan mengeluarkan surat saham

2. Apabila dikeluarkan surat saham, maka untuk setiap saham diberi sehelai surat saham. 3. Surat koletif saham dapat dikeluarkan sebagai bukti pemilik

saham yang dimiliki oleh seorang pemegang saham. 4. Pada surat saham sekurangnya harus dicantumkan :

a. Nama dan alamat pemegang saham; b. Nomor dan surat saham;

c. Tanggal pengeluaran sur

Pembelian kembali saham tersebut tidak boleh mengurangi modal dasar

saham yang dibeli kembali tidak dihitung dalam menentukan kuorum dalam Rapat Umum Pemegang Saham dan saham-saham tersebut tidak memberikan hak untuk mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

SAHAM Pasal 5

yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah saham atas nama pemiliknya sebagaimana terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan.

Perseroan hanya mengakui seorang atau satu badan hukum sebagai pemilik dari satu saham, yaitu orang atau badan hukum yang namanya tercatat sebagai pemilik saham yang bersangkutan dalam Daftar Pemegang Saham.

Apabila saham karena sebab apapun menjadi milik beberapa orang, maka mereka yang sama itu diwajibkan untuk menunjuk secara tertulis seorang di u seorang lain sebagai kuasa mereka bersama dan hanya nama dari yang diberi kuasa atau yang ditunjuk itu saja yang dimasukkan dalam Daftar Pemegang Saham dan harus dianggap sebagai pemegang saham dari saham yang bersangkutan serta berhak mempergunakan hak yang diberikan oleh hukum atas saham tersebut. Selama ketentuan dalam ayat 3 di atas belum dilaksanakan, maka para pemegang saham tersebut tidak berhak mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham, sedangkan pembayaran dividen untuk saham itu ditangguhkan.

Pemilik dari satu saham atau lebih dengan sendirinya menurut hukum harus tunduk kepada Anggaran Dasar dan kepada semua keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan perundang-undangan yang berlaku

Perseroan yang tercatat pada Bursa Efek berlaku peratu undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

SURAT SAHAM Pasal 6

Perseroan mengeluarkan surat saham.

Apabila dikeluarkan surat saham, maka untuk setiap saham diberi sehelai surat saham. urat koletif saham dapat dikeluarkan sebagai bukti pemilikan 2 (dua) atau lebih saham yang dimiliki oleh seorang pemegang saham.

Pada surat saham sekurangnya harus dicantumkan : Nama dan alamat pemegang saham;

Nomor dan surat saham;

Tanggal pengeluaran surat saham;

Pembelian kembali saham tersebut tidak boleh mengurangi modal dasar Perseroan, saham yang dibeli kembali tidak dihitung dalam menentukan kuorum saham tersebut tidak memberikan

yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah saham atas nama pemiliknya Perseroan hanya mengakui seorang atau satu badan hukum sebagai pemilik dari satu tercatat sebagai pemilik saham Apabila saham karena sebab apapun menjadi milik beberapa orang, maka mereka yang sama itu diwajibkan untuk menunjuk secara tertulis seorang di u seorang lain sebagai kuasa mereka bersama dan hanya nama dari yang diberi kuasa atau yang ditunjuk itu saja yang dimasukkan dalam Daftar Pemegang Saham dan harus dianggap sebagai pemegang saham dari saham yang bersangkutan

yang diberikan oleh hukum atas saham tersebut. Selama ketentuan dalam ayat 3 di atas belum dilaksanakan, maka para pemegang saham tersebut tidak berhak mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Pemilik dari satu saham atau lebih dengan sendirinya menurut hukum harus tunduk kepada Anggaran Dasar dan kepada semua keputusan yang diambil dengan sah dalam

undangan yang berlaku. Perseroan yang tercatat pada Bursa Efek berlaku peraturan

perundang-Apabila dikeluarkan surat saham, maka untuk setiap saham diberi sehelai surat saham. 2 (dua) atau lebih

(6)

d. Nilai nominal saham;

e. Tanda pengenal sebagaimana akan ditentukan oleh Direksi; 5. Pada surat kolektif saham sekurangnya harus dicantumkan :

a. Nama dan alamat pemegang saham; b. Nomor surat kolektif saham;

c. Tanggal pengeluaran surat kolektif saham; d. Nilai nominal saham;

e. Jumlah saham;

f. Nomor surat urut saham yang bersangkutan;

g. Tanda pengenal sebagaimana akan ditentukan oleh Direksi; 6. Setiap surat saham dan/atau surat kolektip saham dan/

waran dan/atau efek lainnya yang dapat diko

diberi nomor urut dan harus dibubuhi tanggal pengeluaran serta memuat dari Presiden Direktur bersama

Direktur atau Presiden Komisaris berhalangan oleh kare

mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka salah seorang Direktur yang ditunjuk oleh Rapat Direksi dan seorang Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat Dewan Komisaris (tanpa membatasi bahwa tanda tangan tersebut dapat

langsung) pada surat saham

dan/atau waran dan/atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham, dengan mengindahkan peraturan perundang

perundangan di bidang Pasar Modal.

7. Untuk saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau pada Bank Kustodian (khusus dalam rangka kontrak investasi kolektif), diterbitkan dalam bentuk konfirmasi tertulis yang ditandatang

Direksi.

8. Konfirmasi tertulis yang dikeluarkan Direksi untuk saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif sekurangnya harus mencantumkan:

a. Nama dan alamat Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian yang melaksanakan Penitipan Kolektif

b. Tanggal pengeluaran konfirmasi tertulis;

c. Jumlah saham yang tercakup dalam konfirmasi tertulis;

d. Jumlah nilai nominal saham yang tercakup dalam konfirmasi tertulis;

e. Ketentuan bahwa setiap saham dalam Penitipan Kolektif dengan klasifikasi y sama, adalah sepadan dan dapat dipertukarkan antara satu dengan yang lain; f. Persyaratan yang ditetapkan oleh Direksi untuk pengubahan konfirmasi tertulis.

;

Tanda pengenal sebagaimana akan ditentukan oleh Direksi; Pada surat kolektif saham sekurangnya harus dicantumkan :

Nama dan alamat pemegang saham; Nomor surat kolektif saham;

Tanggal pengeluaran surat kolektif saham; nominal saham;

Nomor surat urut saham yang bersangkutan;

Tanda pengenal sebagaimana akan ditentukan oleh Direksi;

n/atau surat kolektip saham dan/atau obligasi konversi

efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham harus dicetak dan diberi nomor urut dan harus dibubuhi tanggal pengeluaran serta memuat

dari Presiden Direktur bersama-sama dengan Presiden Komisaris, apabila Presiden Direktur atau Presiden Komisaris berhalangan oleh karena sebab apapun juga, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka salah seorang Direktur yang ditunjuk oleh Rapat Direksi dan seorang Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat Dewan Komisaris (tanpa membatasi bahwa tanda tangan tersebut dapat

langsung) pada surat saham dan/atau surat kolektip saham dan/atau obligasi konversi dan/atau waran dan/atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham, dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan

gan di bidang Pasar Modal.

Untuk saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau pada Bank Kustodian (khusus dalam rangka kontrak investasi kolektif), diterbitkan dalam bentuk konfirmasi tertulis yang ditandatang

Konfirmasi tertulis yang dikeluarkan Direksi untuk saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif sekurangnya harus mencantumkan:

Nama dan alamat Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian yang melaksanakan Penitipan Kolektif yang bersangkutan;

Tanggal pengeluaran konfirmasi tertulis;

Jumlah saham yang tercakup dalam konfirmasi tertulis;

Jumlah nilai nominal saham yang tercakup dalam konfirmasi tertulis;

Ketentuan bahwa setiap saham dalam Penitipan Kolektif dengan klasifikasi y sama, adalah sepadan dan dapat dipertukarkan antara satu dengan yang lain; Persyaratan yang ditetapkan oleh Direksi untuk pengubahan konfirmasi tertulis.

atau obligasi konversi dan/atau nversi menjadi saham harus dicetak dan diberi nomor urut dan harus dibubuhi tanggal pengeluaran serta memuat tanda tangan sama dengan Presiden Komisaris, apabila Presiden na sebab apapun juga, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka salah seorang Direktur yang ditunjuk oleh Rapat Direksi dan seorang Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat Dewan Komisaris (tanpa membatasi bahwa tanda tangan tersebut dapat dicetak dan/atau surat kolektip saham dan/atau obligasi konversi dan/atau waran dan/atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham, dengan undangan yang berlaku, termasuk peraturan Untuk saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau pada Bank Kustodian (khusus dalam rangka kontrak investasi kolektif), diterbitkan dalam bentuk konfirmasi tertulis yang ditandatangani oleh Konfirmasi tertulis yang dikeluarkan Direksi untuk saham yang termasuk dalam Nama dan alamat Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian

Jumlah nilai nominal saham yang tercakup dalam konfirmasi tertulis;

Ketentuan bahwa setiap saham dalam Penitipan Kolektif dengan klasifikasi yang sama, adalah sepadan dan dapat dipertukarkan antara satu dengan yang lain; Persyaratan yang ditetapkan oleh Direksi untuk pengubahan konfirmasi tertulis.

(7)

1. Dalam hal surat saham rusak, penggantian surat saham tersebut dapa perseroan menerima bukti cukup bahwa:

a. Surat saham tersebut rusak;

b. Pihak yang mengajukan permohonan tertulis penggantian saham adalah pemilik surat saham tersebut; dan

Asli surat saham yang rusak tersebut waji surat saham baru yang nomornya sama d

Asli Surat saham yang rusak tersebut wajib dimusnahkan setelah diberikan surat saham pengganti;

2. Dalam hal surat saham hilang, penggantian surat sah Perseroan menerima bukti yang cukup bahwa :

a. Surat saham tersebut hilang;

b. Pihak yang mengajukan permohonan penggantian surat saham adalah pemilik surat saham tersebut; dan

c. Pihak yang mengajukan permohonan penggantian surat s jaminan yang dipandang cukup oleh Direksi.

3. Biaya untuk pengeluaran surat saham pengganti itu harus ditanggung oleh pemilik surat saham yang bersangkutan.

4. Direksi dalam Rapat Direksi harus membuat Berita Acara Rapat mengenai surat saham pengganti dalam hal surat saham rusak dan/atau surat saham hilang dengan menyebutkan alasannya. Surat

dalam Rapat Direksi, hal mana harus dicatat dalam Berita Acara Rapat tersebut. 5. Pengeluaran surat saham

tempat di mana saham

belas) hari kalender sebelum pengeluaran surat saham pengganti dengan memperhatikan peraturan Bursa Efek di tempat dimana sa

dicatatkan.

6. Pengeluaran surat saham pengganti untuk suatu surat saham menurut pasal ini, mengakibatkan surat saham aslinya menjadi batal dan tidak berlaku lagi, yang berlaku terhadap Perseroan adalah surat saham pengganti.

7. Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengenai pengeluaran surat saham pengganti juga berlaku untuk pengeluaran surat kolektif saham pengganti atau

Ekuitas.

PENGGANTI SURAT SAHAM Pasal 7

Dalam hal surat saham rusak, penggantian surat saham tersebut dapa perseroan menerima bukti cukup bahwa:

Surat saham tersebut rusak;

Pihak yang mengajukan permohonan tertulis penggantian saham adalah pemilik surat saham tersebut; dan

Asli surat saham yang rusak tersebut wajib dikembalikan dan dapat ditukar dengan surat saham baru yang nomornya sama dengan nomor surat saham aslinya.

Asli Surat saham yang rusak tersebut wajib dimusnahkan setelah diberikan surat Dalam hal surat saham hilang, penggantian surat saham tersebut dapat dilakukan jika Perseroan menerima bukti yang cukup bahwa :

Surat saham tersebut hilang;

Pihak yang mengajukan permohonan penggantian surat saham adalah pemilik surat Pihak yang mengajukan permohonan penggantian surat saham memberikan

ipandang cukup oleh Direksi.

Biaya untuk pengeluaran surat saham pengganti itu harus ditanggung oleh pemilik surat saham yang bersangkutan.

Direksi dalam Rapat Direksi harus membuat Berita Acara Rapat mengenai surat saham ganti dalam hal surat saham rusak dan/atau surat saham hilang dengan menyebutkan alasannya. Surat saham asli yang rusak itu dimusnahkan oleh Direksi dalam Rapat Direksi, hal mana harus dicatat dalam Berita Acara Rapat tersebut.

Pengeluaran surat saham pengganti yang hilang wajib diumumkan di Bursa Efek di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum pengeluaran surat saham pengganti dengan memperhatikan peraturan Bursa Efek di tempat dimana saham-saham Perseroan Pengeluaran surat saham pengganti untuk suatu surat saham menurut pasal ini, mengakibatkan surat saham aslinya menjadi batal dan tidak berlaku lagi, yang berlaku terhadap Perseroan adalah surat saham pengganti.

entuan tersebut di atas mengenai pengeluaran surat saham pengganti juga berlaku untuk pengeluaran surat kolektif saham pengganti atau

Dalam hal surat saham rusak, penggantian surat saham tersebut dapat dilakukan jika

Pihak yang mengajukan permohonan tertulis penggantian saham adalah pemilik dikembalikan dan dapat ditukar dengan engan nomor surat saham aslinya.

Asli Surat saham yang rusak tersebut wajib dimusnahkan setelah diberikan surat am tersebut dapat dilakukan jika

Pihak yang mengajukan permohonan penggantian surat saham adalah pemilik surat aham memberikan Biaya untuk pengeluaran surat saham pengganti itu harus ditanggung oleh pemilik Direksi dalam Rapat Direksi harus membuat Berita Acara Rapat mengenai surat saham ganti dalam hal surat saham rusak dan/atau surat saham hilang dengan nahkan oleh Direksi dalam Rapat Direksi, hal mana harus dicatat dalam Berita Acara Rapat tersebut.

pengganti yang hilang wajib diumumkan di Bursa Efek di kurangnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum pengeluaran surat saham pengganti dengan saham Perseroan Pengeluaran surat saham pengganti untuk suatu surat saham menurut pasal ini, mengakibatkan surat saham aslinya menjadi batal dan tidak berlaku lagi, yang berlaku entuan tersebut di atas mengenai pengeluaran surat saham pengganti juga berlaku untuk pengeluaran surat kolektif saham pengganti atau Efek Bersifat

(8)

1. Perseroan mengadakan dan menyimpan Daftar Pemegang Saham dan Daftar

ditempat kedudukan Perseroan, yang dilakukan oleh Perseroan sendiri atau Biro Administrasi Efek atau badan lain yang ditunjuk oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

2. Dalam Daftar Pemegang Saham itu dicatat: a. Nama dan alamat setia

Penyelesaiaan atau pihak lain yang ditunjukan oleh pemegang rekening Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian;

b. Jumlah, nomor dan tanggal perolehan dan (jika ada) klasifikasi surat dan/atau surat kolektif saham

c. Jumlah yang disetor atas setiap saham; d. Nama dan alamat dari perseorangan

atas saham dan tangg

e. Keterangan penyetoran saham dalam bentuk lain selain f. Setiap perubahan kepemilikan saham; dan

g. Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi dan/atau diharuskan oleh ketentuan perundangan yang berlaku.

3. Dalam Daftar Khusus dicatat keterangan mengenai kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan Komisaris serta istri/suami dan anak

pada perseroan lain, tanggal saham itu diperoleh serta setiap perubahan kepemilikan saham tersebut.

4. Setiap perubahan alamat pemegang saham yang mananya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham wajib diberitahukan kepada Direksi atau kuasanya yang sah (Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Direksi) secara tertulis untuk diatur dalam Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus. Selama pemberitahuan demikian belum diterima dengan baik, maka semua s

pemberitahuan untuk Rapat Umum Pemegang Saham

terakhir tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, demikian kecuali apabila ditentukan lain dalam Anggaran Dasar ini.

5. Pencatatan dan/atau perubahan pada Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus harus diberi tanggal dan ditandatangani oleh seorang anggota Direksi yang ditunjuk oleh Rapat Direksi dan seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat Dewan Komisaris atau ole

ditunjuk oleh Direksi).

6. Direksi berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus sebaik-baiknya.

7. Direksi menyediakan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus di Kantor

Pemegang Saham atau wakilnya yang sah dapat meminta agar Daftar Pemegang Saham

DAFTAR PEMEGANG SAHAM Pasal 8

Perseroan mengadakan dan menyimpan Daftar Pemegang Saham dan Daftar

ditempat kedudukan Perseroan, yang dilakukan oleh Perseroan sendiri atau Biro Administrasi Efek atau badan lain yang ditunjuk oleh Perseroan dengan memperhatikan Dalam Daftar Pemegang Saham itu dicatat:

Nama dan alamat setiap pemegang saham atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaiaan atau pihak lain yang ditunjukan oleh pemegang rekening

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian;

Jumlah, nomor dan tanggal perolehan dan (jika ada) klasifikasi surat dan/atau yang dimiliki para pemegang saham;

Jumlah yang disetor atas setiap saham;

Nama dan alamat dari perseorangan atau badan hukum yang mempunyai hak gadai atas saham dan tanggal perolehan hak gadai tersebut;

Keterangan penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang; Setiap perubahan kepemilikan saham; dan

Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi dan/atau diharuskan oleh ketentuan perundangan yang berlaku.

Dalam Daftar Khusus dicatat keterangan mengenai kepemilikan saham anggota Direksi serta istri/suami dan anak-anaknya dalam Perseroan dan pada perseroan lain, tanggal saham itu diperoleh serta setiap perubahan kepemilikan Setiap perubahan alamat pemegang saham yang mananya tercatat dalam Daftar wajib diberitahukan kepada Direksi atau kuasanya yang sah (Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Direksi) secara tertulis untuk diatur dalam Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus. Selama pemberitahuan demikian belum diterima dengan baik, maka semua surat kepada Pemegang Saham atau pemanggilan dan pemberitahuan untuk Rapat Umum Pemegang Saham akan dikirimkan ke alamat yang terakhir tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, demikian kecuali apabila

dalam Anggaran Dasar ini.

atan dan/atau perubahan pada Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus harus diberi tanggal dan ditandatangani oleh seorang anggota Direksi yang ditunjuk oleh Rapat Direksi dan seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat Dewan Komisaris atau oleh kuasa mereka yang sah (Biro Administrasi Efek yang Direksi berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara Daftar Pemegang Saham dan

baiknya.

Direksi menyediakan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus di Kantor

Pemegang Saham atau wakilnya yang sah dapat meminta agar Daftar Pemegang Saham Perseroan mengadakan dan menyimpan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus ditempat kedudukan Perseroan, yang dilakukan oleh Perseroan sendiri atau Biro Administrasi Efek atau badan lain yang ditunjuk oleh Perseroan dengan memperhatikan

pemegang saham atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaiaan atau pihak lain yang ditunjukan oleh pemegang rekening pada Jumlah, nomor dan tanggal perolehan dan (jika ada) klasifikasi surat dan/atau

mempunyai hak gadai

Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi dan/atau diharuskan oleh Dalam Daftar Khusus dicatat keterangan mengenai kepemilikan saham anggota Direksi anaknya dalam Perseroan dan/atau pada perseroan lain, tanggal saham itu diperoleh serta setiap perubahan kepemilikan Setiap perubahan alamat pemegang saham yang mananya tercatat dalam Daftar wajib diberitahukan kepada Direksi atau kuasanya yang sah (Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Direksi) secara tertulis untuk diatur dalam Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus. Selama pemberitahuan demikian belum diterima atau pemanggilan dan akan dikirimkan ke alamat yang terakhir tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, demikian kecuali apabila atan dan/atau perubahan pada Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus harus diberi tanggal dan ditandatangani oleh seorang anggota Direksi yang ditunjuk oleh Rapat Direksi dan seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat h kuasa mereka yang sah (Biro Administrasi Efek yang Direksi berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara Daftar Pemegang Saham dan Direksi menyediakan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus di Kantor Perseroan. Pemegang Saham atau wakilnya yang sah dapat meminta agar Daftar Pemegang Saham

(9)

dan/atau Daftar Khusus yang berkenaan dengan diri pemegang saham yang bersangkutan diperlihatkan kepadanya pada waktu jam kerja Perseroan di tempat kedudukan Perseroan.

Orang-orang yang namanya dicatat dalam Daftar Pemegang Saham

pemegang saham pemegang saham yang sah dari Perseroan dan berhak untuk melakukan semua hak yang diberikan kepada seorang pemegang saham berdasarkan undang-undang, peraturan per

8. Pendaftaran nama lebih dari 1 (satu) orang untuk 1 (satu) saham atau pemindahan hak dari 1 (satu) saham kepada lebih dari 1 (satu) orang tidak diperkenankan, karenanya dalam hal pemilikan bersama atas 1

mengangkat dan diantara mereka seor

saham itu dan yang harus dianggap sebagai pemegang saham tersebut, yang namanya harus dicatat sebagai pemegang saham dalam Daftar Pemegang Saham yang bersangkutan. Selama penunjukan tersebut belum terlaksana, m

saham tersebut ditunda sampai ada penunjukkan

memperlakukan pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan sebagai satu satunya pemegang yang sah atas saham tersebut.

9. Setiap pendaftaran atau

termasuk pencatatan mengenai suatu penjuala gadai, cessie yang menyangkut saham kepentingan- kepentingan

Dasar Perseroan dan untuk saham

mengurangi ketentuan pada Bursa Efek di mana saham

izin dari pihak yang berwenang berdasarkan peraturan perundang berlaku.

10. Atas permintaan pemegang saham yang bersangkutan atau penerima gadai, suatu gadai saham harus dicatat dalam Daftar Pemegang Saham dengan cara yang akan ditentukan oleh Direksi berdasarkan bukti yang memuaskan yang dapat diterima oleh Direksi mengenai gadai saham yang bersangkutan

oleh Perseroan sebagaimana diisyaratkan dalam Pasal 1153 Kitab Undang Hukum Perdata hanya a

Daftar Pemegang Saham. 11. Ketentuan mengenai Pen

a. Nama dan alamat setiap pemegang saham atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau pihak lain

Penyimpanan dan Penyelesaian;

b. Jumlah, nomor dan tanggal perolehan dan (jika ada) klasifikasi surat dan/atau surat kolektif saham yang dimiliki para pemegang saham;

c. Jumlah yang disetor atas setiap saham;

d. Nama dan alamat dari perseorangan atau badan hukum yang mempunyai hak gadai atas saham dan tanggal perolehan hak gadai tersebut.

e. Keterangan penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang;

dan/atau Daftar Khusus yang berkenaan dengan diri pemegang saham yang bersangkutan diperlihatkan kepadanya pada waktu jam kerja Perseroan di tempat orang yang namanya dicatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan adalah pemegang saham pemegang saham yang sah dari Perseroan dan berhak untuk melakukan semua hak yang diberikan kepada seorang pemegang saham berdasarkan

peraturan perundang-undangan lain serta Anggaran Dasar Perseroan Pendaftaran nama lebih dari 1 (satu) orang untuk 1 (satu) saham atau pemindahan hak dari 1 (satu) saham kepada lebih dari 1 (satu) orang tidak diperkenankan, karenanya dalam hal pemilikan bersama atas 1 (satu) saham, para pemilik bersama harus diantara mereka seorang yang akan mewakili mereka dalam pemilikan saham itu dan yang harus dianggap sebagai pemegang saham tersebut, yang namanya harus dicatat sebagai pemegang saham dalam Daftar Pemegang Saham yang bersangkutan. Selama penunjukan tersebut belum terlaksana, maka hak

saham tersebut ditunda sampai ada penunjukkan dan Perseroan

memperlakukan pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan sebagai satu satunya pemegang yang sah atas saham tersebut.

Setiap pendaftaran atau pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham dan daftar Khusus tan mengenai suatu penjualan, pemindah tanganan, pengagunan, gadai, cessie yang menyangkut saham-saham Perseroan atau hak

kepentingan atas saham-saham harus dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan untuk saham-saham yang dijual kepada masyarakat dengan tidak mengurangi ketentuan pada Bursa Efek di mana saham-saham tersebut dicatatkan dan izin dari pihak yang berwenang berdasarkan peraturan perundang

Atas permintaan pemegang saham yang bersangkutan atau penerima gadai, suatu gadai saham harus dicatat dalam Daftar Pemegang Saham dengan cara yang akan ditentukan oleh Direksi berdasarkan bukti yang memuaskan yang dapat diterima oleh Direksi mengenai gadai saham yang bersangkutan. Pengakuan mengenai gadai saham oleh Perseroan sebagaimana diisyaratkan dalam Pasal 1153 Kitab Undang

akan terbukti dari pencatatan mengenai gadai itu di dalam .

Ketentuan mengenai Penitipan Kolektif sekurang-kurangnya memuat hal

Nama dan alamat setiap pemegang saham atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau pihak lain yang ditunjuk oleh pemegang rekening

Penyimpanan dan Penyelesaian;

h, nomor dan tanggal perolehan dan (jika ada) klasifikasi surat dan/atau surat kolektif saham yang dimiliki para pemegang saham;

Jumlah yang disetor atas setiap saham;

Nama dan alamat dari perseorangan atau badan hukum yang mempunyai hak gadai an tanggal perolehan hak gadai tersebut.

Keterangan penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang;

dan/atau Daftar Khusus yang berkenaan dengan diri pemegang saham yang bersangkutan diperlihatkan kepadanya pada waktu jam kerja Perseroan di tempat Perseroan adalah pemegang saham pemegang saham yang sah dari Perseroan dan berhak untuk melakukan semua hak yang diberikan kepada seorang pemegang saham berdasarkan

undangan lain serta Anggaran Dasar Perseroan. Pendaftaran nama lebih dari 1 (satu) orang untuk 1 (satu) saham atau pemindahan hak dari 1 (satu) saham kepada lebih dari 1 (satu) orang tidak diperkenankan, karenanya (satu) saham, para pemilik bersama harus ang yang akan mewakili mereka dalam pemilikan saham itu dan yang harus dianggap sebagai pemegang saham tersebut, yang namanya harus dicatat sebagai pemegang saham dalam Daftar Pemegang Saham yang aka hak-hak atas dan Perseroan berhak memperlakukan pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan sebagai satu satunya pemegang yang sah atas saham tersebut.

pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham dan daftar Khusus n, pemindah tanganan, pengagunan, saham Perseroan atau hak-hak atau akukan sesuai dengan Anggaran saham yang dijual kepada masyarakat dengan tidak saham tersebut dicatatkan dan izin dari pihak yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang Atas permintaan pemegang saham yang bersangkutan atau penerima gadai, suatu gadai saham harus dicatat dalam Daftar Pemegang Saham dengan cara yang akan ditentukan oleh Direksi berdasarkan bukti yang memuaskan yang dapat diterima oleh Pengakuan mengenai gadai saham oleh Perseroan sebagaimana diisyaratkan dalam Pasal 1153 Kitab Undang-undang dari pencatatan mengenai gadai itu di dalam

kurangnya memuat hal-hal:

Nama dan alamat setiap pemegang saham atau Lembaga Penyimpanan dan yang ditunjuk oleh pemegang rekening pada Lembaga h, nomor dan tanggal perolehan dan (jika ada) klasifikasi surat dan/atau

(10)

f. Setiap perubahan kepemilikan saham; dan

g. Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi dan/atau diharuskan oleh ketentuan perundangan yang berlaku

12.Ketentuan mengenai Penitipan Kolektif tunduk pada pera

bidang Pasar Modal dan ketentuan Bursa Efek di wilayah Republik Indonesia di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan

1. Saham Perseroan dalam

Penyelesaian harus dicatat dalam Daftar Pemegang Saham atas nama Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian untuk kepentingan pemegang rekening pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang bersangkutan

2. Saham Perseroan dalam Penitipan

yang dicatat dalam rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dicatat atas nama Bank Kust

pemegang rekening pada Bank

3. Apabila saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian merupakan bagian dari portofolio Efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan

Perseroan akan mencatatkan saham tersebut

atas nama Bank Kustodian untuk kepentingan pemilik Unit Penyertaan dari Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif tersebut.

4. Perseroan wajib menerbi

dan Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 tersebut di atas atau Bank Kustodian sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 di atas sebagai tanda bukt

dalam Daftar Pemegang Saham 5. Perseroan wajib memutasi

nama Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian (untuk Reksa Dana berbentuk kontrak investasi

menjadi atas nama Pihak yang ditunjuk oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian dimaksud. Permohonan mutasi disampaikan oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian kepada Perseroan atau Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh

6. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank Kustodian atau Perusahaan Efek wajib menerbitkan nota pencatatan konfirmasi kepada pemegang rekening sebagai tanda bukti pencatatan dalam rekening Efek.

7. Dalam Penitipan Kolektif setiap saham dari jenis diterbitkan Perseroan adalah sepadan dan dap yang lain.

Setiap perubahan kepemilikan saham; dan

Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi dan/atau diharuskan oleh ketentuan perundangan yang berlaku.

tentuan mengenai Penitipan Kolektif tunduk pada peraturan perundang

bidang Pasar Modal dan ketentuan Bursa Efek di wilayah Republik Indonesia di tempat saham Perseroan dicatatkan.

PENITIPAN KOLEKTIF Pasal 9

Saham Perseroan dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian harus dicatat dalam Daftar Pemegang Saham atas nama Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian untuk kepentingan pemegang rekening pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang bersangkutan;

seroan dalam Penitipan Kolektif pada bank Kustodian atau Perusahaan Efek yang dicatat dalam rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dicatat atas nama Bank Kustodian atau Perusahaan Efek dimaksud untuk kepentingan pemegang rekening pada Bank Kustodian atau Perusahaan Efek tersebut;

Apabila saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian merupakan bagian dari Efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, maka catatkan saham tersebut dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama Bank Kustodian untuk kepentingan pemilik Unit Penyertaan dari Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif tersebut.

Perseroan wajib menerbitkan sertifikat atau konfirmasi kepada Lembaga Penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 tersebut di atas atau Bank Kustodian sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 di atas sebagai tanda bukt

ang Saham Perseroan.

Perseroan wajib memutasikan saham dalam Penitipan Kolektif yang terdaftar atas nama Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian (untuk Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif) dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan as nama Pihak yang ditunjuk oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian dimaksud. Permohonan mutasi disampaikan oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian kepada Perseroan atau Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan.

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank Kustodian atau Perusahaan Efek wajib menerbitkan nota pencatatan konfirmasi kepada pemegang rekening sebagai tanda bukti pencatatan dalam rekening Efek.

Dalam Penitipan Kolektif setiap saham dari jenis dan klasifikasi yang sama yang diterbitkan Perseroan adalah sepadan dan dapat dipertukarkan antara satu dengan Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi dan/atau diharuskan oleh an perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan ketentuan Bursa Efek di wilayah Republik Indonesia di tempat

Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian harus dicatat dalam Daftar Pemegang Saham atas nama Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian untuk kepentingan pemegang rekening pada Lembaga Kolektif pada bank Kustodian atau Perusahaan Efek yang dicatat dalam rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian odian atau Perusahaan Efek dimaksud untuk kepentingan

n atau Perusahaan Efek tersebut;

Apabila saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian merupakan bagian dari Efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dan Penyelesaian, maka dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama Bank Kustodian untuk kepentingan pemilik Unit Penyertaan dari Reksa Dana tkan sertifikat atau konfirmasi kepada Lembaga Penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 tersebut di atas atau Bank Kustodian sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 di atas sebagai tanda bukti pencatatan saham dalam Penitipan Kolektif yang terdaftar atas nama Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian (untuk Reksa Dana kolektif) dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan as nama Pihak yang ditunjuk oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian dimaksud. Permohonan mutasi disampaikan oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian kepada Perseroan atau Biro Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank Kustodian atau Perusahaan Efek wajib menerbitkan nota pencatatan konfirmasi kepada pemegang rekening sebagai tanda dan klasifikasi yang sama yang t dipertukarkan antara satu dengan

(11)

8. Perseroan wajib menolak pencatatan saham ke dalam Penitipan Kolektif apabila surat saham tersebut hilang atau musnah, kecuali Pihak ya

dapat memberikan bukti da

benar sebagai pemegang saham dan surat saham tersebut benar musnah.

9. Perseroan wajib menolak pencatatan saham ke dalam Penitipan Kolek

tersebut dijaminkan, diletakkan dalam sita jaminan berdasarkan penetapan pengadilan atau disita untuk pemerik

10.Pemegang rekening Efek yang Efeknya tercatat dalam P mengeluarkan suara dalam Rapat

yang dimilikinya pada rekening tersebut.

11.Pemegang rekening Efek yang berhak mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham adalah pihak yang namanya tercatat sebagai pemegang rekening efek pada Bank Kustod

sebelum pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham.

12.Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib menyampaikan daftar pemegang rekening Efek beserta jumlah saham perseroan yang dimiliki oleh masing

rekening tersebut kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang selanjutnya diserahkan kepada Perseroan selambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum panggilan Rapat Umum Pemegang Saham dilakukan.

13.Manajer Investasi berhak hadir dan mengeluarkan suara dal

Saham atas saham Perseroan yang termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian yang merupakan bagian dari portofolio

investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dengan ketentuan bahwa Bank Kustodian tersebut wajib menyampaikan nama Manajer Investasi tersebut selambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal Rapat Umu

14.Perseroan wajib menyerahkan dividen, saham bonus atau

dengan pemilikan saham kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atas

dalam Penitipan kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang bersangkutan dan seterusnya Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian tersebut menyerahkan dividen, saham bonus atau hak

Perusahaan Efek untuk selanjutnya diteruskan kepada pemegang rekening pada Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek tersebut.

15.Perseroan wajib menyerahkan dividen, saham bonus atau

dengan pemilikan saham Perseroan kepada Bank Kustodian atas saham Perseroan dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian yang merupakan bagian dari portofolio efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk d Penitipan Kolektif pada Lembaga

16.Batas waktu penentuan pemegang rekening Efek yang berhak untuk memperoleh dividen, saham bonus atau hak

Penitipan Kolektif ditentukan

Perseroan wajib menolak pencatatan saham ke dalam Penitipan Kolektif apabila surat saham tersebut hilang atau musnah, kecuali Pihak yang meminta mutasi dimaksud dapat memberikan bukti dan/atau jaminan yang cukup bahwa Pihak tersebut benar benar sebagai pemegang saham dan surat saham tersebut benar-benar hilang atau Perseroan wajib menolak pencatatan saham ke dalam Penitipan Kolektif apabila saham tersebut dijaminkan, diletakkan dalam sita jaminan berdasarkan penetapan

dilan atau disita untuk pemeriksaan perkara pidana.

Pemegang rekening Efek yang Efeknya tercatat dalam Penitipan Kolektif berhak uarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya pada rekening tersebut.

Pemegang rekening Efek yang berhak mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham adalah pihak yang namanya tercatat sebagai pemegang rekening efek pada Bank Kustodian atau Perusahaan Efek selambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham.

Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib menyampaikan daftar pemegang rekening Efek beserta jumlah saham perseroan yang dimiliki oleh masing-masing peme rekening tersebut kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang selanjutnya diserahkan kepada Perseroan selambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum panggilan Rapat Umum Pemegang Saham dilakukan.

Manajer Investasi berhak hadir dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umu

Saham atas saham Perseroan yang termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian yang merupakan bagian dari portofolio Efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dengan ketentuan bahwa Bank Kustodian tersebut wajib menyampaikan nama Manajer Investasi tersebut selambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal Rapat Umum Pemegang Saham.

Perseroan wajib menyerahkan dividen, saham bonus atau hak-hak lain sehubungan dengan pemilikan saham kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atas

dalam Penitipan kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang bersangkutan dan seterusnya Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian tersebut ahkan dividen, saham bonus atau hak-hak lain kepada Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek untuk selanjutnya diteruskan kepada pemegang rekening pada Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek tersebut.

Perseroan wajib menyerahkan dividen, saham bonus atau hak-hak lain sehubungan dengan pemilikan saham Perseroan kepada Bank Kustodian atas saham Perseroan dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian yang merupakan bagian dari portofolio

Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk d Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian; dan

Batas waktu penentuan pemegang rekening Efek yang berhak untuk memperoleh dividen, saham bonus atau hak-hak lainnya sehubungan dengan pemilik saham dalam Penitipan Kolektif ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan ketentuan Perseroan wajib menolak pencatatan saham ke dalam Penitipan Kolektif apabila surat ng meminta mutasi dimaksud /atau jaminan yang cukup bahwa Pihak tersebut

benar-benar hilang atau tif apabila saham tersebut dijaminkan, diletakkan dalam sita jaminan berdasarkan penetapan enitipan Kolektif berhak Umum Pemegang Saham sesuai dengan jumlah saham Pemegang rekening Efek yang berhak mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham adalah pihak yang namanya tercatat sebagai pemegang rekening ian atau Perusahaan Efek selambatnya 1 (satu) hari kerja Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib menyampaikan daftar pemegang rekening masing pemegang rekening tersebut kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang selanjutnya diserahkan kepada Perseroan selambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum panggilan Rapat am Rapat Umum Pemegang Saham atas saham Perseroan yang termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Bank Efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dengan ketentuan bahwa Bank Kustodian tersebut wajib menyampaikan nama Manajer Investasi tersebut selambatnya 1 (satu) hari kerja hak lain sehubungan dengan pemilikan saham kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atas saham dalam Penitipan kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang bersangkutan dan seterusnya Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian tersebut hak lain kepada Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek untuk selanjutnya diteruskan kepada pemegang rekening pada Bank hak lain sehubungan dengan pemilikan saham Perseroan kepada Bank Kustodian atas saham Perseroan dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian yang merupakan bagian dari portofolio Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Batas waktu penentuan pemegang rekening Efek yang berhak untuk memperoleh hak lainnya sehubungan dengan pemilik saham dalam Pemegang Saham dengan ketentuan

(12)

bahwa Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib menyerahkan daftar pemegang rekening Efek beserta jumlah saham Perseroan yang dimiliki oleh masing

pemegang rekening Efek tersebut kepada Lembaga P untuk selanjutnya diserahkan kepada Perseroan selambat kerja setelah tanggal yang menjadi dasar penentuan pemeg untuk memperoleh dividen, saham bonus atau hak

17.Direksi Perseroan dapat menunjuk dan member

Efek untuk melaksanakan pencatatan saham dalam Daftar Pemegang Saham. Setiap pendaftaran atau pencatatan dalam daftar pemegang

pencatatan mengenai suatu penjua yang menyangkut saham

dasar ini dan peraturan perundang

PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM

1. Dalam hal terjadi perubahan pemilikan suatu

terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan harus tetap dianggap sebagai pemegang saham sampai nama pemegang saham yang baru telah dimasukkan dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, dengan mengindahkan peraturan perundan undangan yang berlaku.

2. Pemindahan hak atas saham harus berdasarkan suatu dokumen

ditandatangani oleh yang memindahkan dan yang menerima pemindahan atau wakil mereka yang sah yang cukup membuktikan pemindahan tersebut menurut pendapat Direksi tanpa mengurangi ketentuan dalam anggaran dasar ini.

3. Dokumen pemindahan hak sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini harus berbentuk sebagaimana ditentukan dan atau yang dapat diterima oleh Direksi dan salinannya disampaikan kepada Direksi, dengan ket

saham yang tercatat pada Bursa Efek Efek harus memenuhi peraturan perundang undangan yang berlaku di bidang pasar modal serta peraturan Bursa Efek di Indonesia di tempat dimana saham Perseroan dicatatkan.

4. Pemindahan hak atas saham yang tercatat dalam rekening pada Penitipan Kolektif dicatat sebagai mutasi antar rekening, ataupun sebagai mutasi dari suatu rekening dalam Penitipan Kolektif ke atas nama individu pemegang saham yang bukan pemegang rekening dalam Penitipa

pemindahan hak oleh Direksi sebagaimana dimaksud ayat 5 pasal 9 di atas.

5. Pemindahan hak atas saham hanya diperbolehkan apabila semua ketentuan dalam Anggaran Dasar telah terpenuhi.

6. Pemindahan hak itu dicatat b

bersangkutan maupun pada surat sahamnya, catatan itu harus ditandatangani oleh bahwa Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib menyerahkan daftar pemegang rekening Efek beserta jumlah saham Perseroan yang dimiliki oleh masing

pemegang rekening Efek tersebut kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian untuk selanjutnya diserahkan kepada Perseroan selambat-lambatnya 1 (satu) hari yang menjadi dasar penentuan pemegang saham yang berhak peroleh dividen, saham bonus atau hak-hak lainnya.

dapat menunjuk dan memberi wewenang kepada Biro Administrasi Efek untuk melaksanakan pencatatan saham dalam Daftar Pemegang Saham.

Setiap pendaftaran atau pencatatan dalam daftar pemegang saham termasuk nai suatu penjualan, pemindahtanganan, pengagunan, gadai, cessie, yang menyangkut saham-saham Perseroan harus dilakukan sesuai dengan anggaran dasar ini dan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM Pasal 10

Dalam hal terjadi perubahan pemilikan suatu saham, pemilik semula yang telah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan harus tetap dianggap sebagai pemegang saham sampai nama pemegang saham yang baru telah dimasukkan dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, dengan mengindahkan peraturan perundan Pemindahan hak atas saham harus berdasarkan suatu dokumen pemindahan hak yang ditandatangani oleh yang memindahkan dan yang menerima pemindahan atau wakil mereka yang sah yang cukup membuktikan pemindahan tersebut menurut pendapat Direksi tanpa mengurangi ketentuan dalam anggaran dasar ini.

Dokumen pemindahan hak sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini harus berbentuk sebagaimana ditentukan dan atau yang dapat diterima oleh Direksi dan salinannya disampaikan kepada Direksi, dengan ketentuan bahwa dokumen pemindahan hak atas saham yang tercatat pada Bursa Efek Efek harus memenuhi peraturan perundang

laku di bidang pasar modal serta peraturan Bursa Efek di Indonesia di tempat dimana saham Perseroan dicatatkan.

hak atas saham yang tercatat dalam rekening pada Penitipan Kolektif dicatat sebagai mutasi antar rekening, ataupun sebagai mutasi dari suatu rekening dalam Penitipan Kolektif ke atas nama individu pemegang saham yang bukan pemegang rekening dalam Penitipan Kolektif dengan melaksanakan pencatatan atas pemindahan hak oleh Direksi sebagaimana dimaksud ayat 5 pasal 9 di atas.

Pemindahan hak atas saham hanya diperbolehkan apabila semua ketentuan dalam Anggaran Dasar telah terpenuhi.

Pemindahan hak itu dicatat baik Dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan yang bersangkutan maupun pada surat sahamnya, catatan itu harus ditandatangani oleh bahwa Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib menyerahkan daftar pemegang rekening Efek beserta jumlah saham Perseroan yang dimiliki oleh masing-masing nan dan Penyelesaian lambatnya 1 (satu) hari ang saham yang berhak wewenang kepada Biro Administrasi Efek untuk melaksanakan pencatatan saham dalam Daftar Pemegang Saham.

saham termasuk , pengagunan, gadai, cessie, saham Perseroan harus dilakukan sesuai dengan anggaran

saham, pemilik semula yang telah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan harus tetap dianggap sebagai pemegang saham sampai nama pemegang saham yang baru telah dimasukkan dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, dengan mengindahkan peraturan

perundang-pemindahan hak yang ditandatangani oleh yang memindahkan dan yang menerima pemindahan atau wakil mereka yang sah yang cukup membuktikan pemindahan tersebut menurut pendapat Dokumen pemindahan hak sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini harus berbentuk sebagaimana ditentukan dan atau yang dapat diterima oleh Direksi dan salinannya entuan bahwa dokumen pemindahan hak atas saham yang tercatat pada Bursa Efek Efek harus memenuhi peraturan

perundang-laku di bidang pasar modal serta peraturan Bursa Efek di Indonesia hak atas saham yang tercatat dalam rekening pada Penitipan Kolektif dicatat sebagai mutasi antar rekening, ataupun sebagai mutasi dari suatu rekening dalam Penitipan Kolektif ke atas nama individu pemegang saham yang bukan n Kolektif dengan melaksanakan pencatatan atas pemindahan hak oleh Direksi sebagaimana dimaksud ayat 5 pasal 9 di atas.

Pemindahan hak atas saham hanya diperbolehkan apabila semua ketentuan dalam aik Dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan yang bersangkutan maupun pada surat sahamnya, catatan itu harus ditandatangani oleh

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :