• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi dan perekonomian ASEAN saat ini banyak perusahaan asing yang masuk ke Indonesia dan tidak jarang para karyawan memilih perusahaan yang lebih menjanjikan dan memperhatikan kesejahteraan mereka. Sebanyak 66 % pekerja di Indonesia akan berpindah perusahaan dalam waktu 2 tahun bekerja, dibandingkan dengan rata-rata 54 % pekerja di dunia. Pada tahun 2014 The Tower Watson Global Workforce Study melakukan survey kepada 32.000 pekerja, termasuk lebih dari 1.000 pekerja Indonesia dari berbagai level dan demografi, bahwa pandangan karyawan dan dukungan dari atasan merupakan hal terpenting yang memengaruhi perilaku karyawan, loyalitas, dan kinerja mereka.

Karyawan atau pekerja merupakan orang-orang yang berkegiatan demi keberhasilan perusahaan dan melakukan hal sesuai dengan tujuan perusahaan. Berdasarkan KBBI karyawan ialah orang yang bekerja pada suatu lembaga “ kantor, perusahaan, dan sebagainya “ dengan mendapatkan gaji, pegawai, dan pekerjaan. Menurut Hukumonline (2009) karyawan dibagi menjadi dua jenis, yaitu karyawan tetap dan karyawan kontrak. Karyawan tetap ialah karyawan yang sudah mengalami pengangkatan sebagai karyawan perusahaan dan kepadanya diberikan kepastian akan berlangsungan masa kerjanya, sedangkan karyawan kontrak ialah pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha dengan berdasarkan pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Karyawan memiliki peran yang cukup penting bagi perusahaan, jika suatu perusahaan berdiri tanpa adanya sumber daya manusia yang mencukupi dalam hal ini karyawan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam melakukan pengembangan dan peningkatan produktivitas ataupun keuntungan. Pengelolaan sumber daya yang baik dapat memengaruhi pekerjaan karyawan di perusahaan. Maka dari itu, banyak perusahaan yang mulai memperhatikan kesejahteraan dan keberadaan karyawannya di perusahaan dengan berbagai bentuk.

Perhatian perusahaan terhadap karyawannya dapat menimbulkan perasaan memiliki dan tanggung jawab kepada tugas dan hal-hal yang berkaitan dengan

(2)

perusahaan. Dapat dikatakan karyawan tersebut memiliki loyalitas, menurut Hasibuan (2011) loyalitas karyawan merupakan kesetiaan terhadap pekerjaan, jabatan, dan organisasi yang dicerminkan dengan menjaga dan menolong organisasi dalam maupun luar pekerjaan dari pemanfaatan orang yang tidak bertanggungjawab. Loyalitas ialah suatu sikap mental karyawan yang ditujukan kepada keberadaan perusahaan sehingga karyawan akan tetap bertahan dalam perusahaan, tanpa memperdulikan kondisi perusahaan saat itu (Ardana, dkk., 2012:136). Loyalitas karyawan dapat dilihat melalui sikap yang ditampilkan oleh karyawan baik dalam perusahaan atau diluar perusahaan, seperti ketepatan masuk kerja, kesediaan karyawan untuk lembur, karyawan bersedia menjaga etik perusahaan dan nama baik perusahaan, membela perusahaan ketika ada yang menilai negatif.

Berdasarkan data turn over periode 2013-2016 sebanyak 19 orang keluar dari perusahaan (PT Indomobil Trada Nasional Kantor Pusat Jakarta) dengan berbagai alasan, kemudian peniliti melakukan observasi dan wawancara untuk mengetahui apa yang menjadi alasan karyawan tetap bertahan dan memilih untuk keluar dari perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat loyalitas karyawan terhadap perusahaan tersebut. Perilaku karyawan yang ditampilkan selama observasi yaitu banyak karyawan yang datang tepat waktu (didukung dengan data absensi periode 2016), bersedia untuk lembur demi menyelesaikan pekerjaan nya, berusaha menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline, tingkat pelanggaran etik perusahaan yang kecil, dan dalam wawancara salah satu karyawan berkata bahwa “Saya akan menegur orang yang menjelekkan perusahaan saya supaya lebih berintegrity. Jika memang tidak puas dengan perusahaan lebih baik tidak bekerja lagi...” dan karyawan lain mengatakan bahwa “ Saya tidak akan berpindah perusahaan walaupun ditawarkan gaji dan posisi yang lebih baik...”. Hal ini lah yang menjadi pertimbangan peneliti untuk melihat seberapa tinggi tingkat loyalitas karyawan PT Indomobil Trada Nasional Kantor Pusat Jakarta menggunakan teori yang dikemukakan oleh Siswanto (2010), yang menyatakan bahwa loyalitas dapat dilihat melalui aspek taat pad aperaturan, tanggung jawab pada perusahaan, kemauan untuk bekerja sama, rasa memiliki, dan kesukaan terhadap pekerjaan.

Sikap loyalitas ini dapat dipengaruhi oleh peran seorang pemimpin di perusahaan. Komunikasi yang efektif antara atasan - bawahan dan perhatian dari atasan dapat memengaruhi perilaku karyawan. Menurut Fiedler (1967)

(3)

kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan. Setiap pemimpin menerapkan berbagai model atau pola yang berbeda untuk berinteraksi dengan rekan kerja atau bawahannya. Salah satu teori kepemimpinan yang menjelaskan hubungan tersebut, yaitu teori LMX (Leader Member Exchange) yang dikemukakan oleh Graen & Cashman (1975) bahwa hubungan dua arah yang dinamis antara pemimpin dan karyawan, pemimpin akan memperlakukan karyawan secara berbeda sesuai dengan waktu dan kemampuan yang dimiliki oleh atasan tersebut.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Billy Kharisma Nusantara mengenai Pengaruh LMX & Budaya Perusahaan Terhadap Loyalitas Karyawan PT Square Group. Dalam penelitian nya tersebut, didapatkan bahwa rasa saling percaya antara karyawan dengan atasan berjalan dengan baik maka loyalitas akan meningkat sehingga karyawan akan bertahan di perusahaan. Hubungan atasan – bawahan digambarkan dengan tiga indikator yaitu respek, kepercayaan, dan obligasi. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan di PT Indomobil Trada Nasional, komunikasi yang terjalin antara atasan-bawahan kurang berjalan dengan baik, atasan kurang memberikan feedback atas pekerjaan yang sudah dilakukan, dan komunikasi yang terjalin hanya sebatas antara pemimpin dan bawahan saja, hal ini termasuk dalam indikator respek dan kepercayaan dari LMX. Sedangkan, hubungan antar sesama rekan kerja berjalan dengan sangat baik dan saling memberikan dukungan kepada karyawan lain walaupun berbeda divisi atau bagian, hal ini sesuai dengan indikator kepercayaan dan obligasi pada LMX. Salah satu karyawan mengatakan bahwa “ Ia ingin atasan nya lebih akrab dan dalam memberikan gambaran pekerjaan yang jelas serta membantu jika bawahan nya mengalami kesulitan...”. Penulis menjadikan fenomena tersebut sebagai dasar penelitian yang akan dilakukan dengan judul Pengaruh Leader Member Exchange (LMX) dan Lingkungan Kerja terhadap Loyalitas Karyawan PT Indomobil Trada Nasional.

Terdapat faktor lain yang memengaruhi loyalitas karyawan di perusahaan yaitu lingkungan kerja, tempat karyawan bekerja dapat memengaruhi kenyamanan karyawan selama di perusahaan dan karyawan merasa di dukung dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh perusahaan. Menurut Sedarmayanti (2011)lingkungan

(4)

kerja merupakan keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitar orang tersebut bekerja, metode kerjanya, dan pengaturan kerja baik perorangan maupun kelompok. Lingkungan kerja dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan fisik (cahaya, kebisingan, temperatur, tata letak ruang) dan non fisik (hubungan rekan kerja dan atasan). Lingkungan fisik dapat memengaruhi kinerja dan keinginan karyawan untuk bertahan di perusahaan, contohnya perusahaan tidak menyediakan jaringan internet di seluruh komputer / pc dan pencahayaan yang terlalu terang. Berdasarkan hasil observasi yang peniliti lakukan di PT Indomobil Trada Nasional, fasilitas seperti mesin fotocopy, pantry, air conditioner, sirkulasi udara sudah dimiliki dan berjalan dengan baik, setiap lantai bagian dilengkapi dengan security yang menjaga sampai seluruh karyawan pulang, office boy yang selalu mejaga kebersihan secara berkala dalam sehari, dan bentuk ruangan kerja dengan tipe open plan office sehingga memudahkan para karyawan dalam berkomunikasi. Ketersediaan fasilitas yang memadai dapat memengaruhi proses kerja dan dapat menjadi salah satu faktor yang membuat karyawan memilih bekerja di perusahaan lain. Ketersediaan fasilitas kerja dapat membuat karyawan merasa diperhatikan dan karyawan akan bertanggung jawab untuk menjaga dan me-manage nya. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Ray Markey dalam paper – nya yang berjudul The Impact of The Quality of The Work Environment on Employees’ Intention to Quit, bahwa kualitas dari lingkungan kerja menentukan keputusan karyawan untuk tetap bertahan di perusahaan atau tidak dan lingkungan kerja yang baik mengindikasikan tingkat stres yang rendah, perasaan dihargai dan tidak merasa terancam.

Dari hasil wawancara yang penulis lakukan kepada beberapa karyawan PT Indomobil Trada Nasional, salah satu karyawan mengatakan bahwa ia merasa bangga bekerja di perusahaan dan tidak akan berpindah dengan alasan tidak semua perusahaan memberikan ilmu dan pengetahuan seperti saat ini, serta relasi yang lebih kekeluargaan. Walaupun ia memiliki atasan yang jarang berkomunikasi dan sering memberikan insruksi-instruksi yang kurang jelas, ia tetap ingin bertahan di perusahaan. Hal ini juga didukung dengan kondisi lingkungan dan pemberian fasilitas kerja yang memadai dari perusahaan. ia mengaku memiliki teman dekat dan lngkungan pertemanan yang sangat membantunya selama bekerja di perusahaan dan salah satu faktor mengapa ia bertahan di perusahaan.

(5)

Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti ingin melihat loyalitas karyawan di PT Indomobil Trada Nasional (Head Officce) dipengaruhi oleh leader member exchange (LMX), lingkungan kerja, atau kedua nya. Indomobil Trada Nasional merupakan perusahaan retail mobil yang sudah ada sejak tahun 1931 yang semula bernama Nissan Motor Co.LTD kemudian pada akhirnya berubah nama menjadi Indomobil Nissan pada tahun 2015 yang membawahi brand seperti PT. Wahana Wrawan, PT. Indomobil Trada Nasional, PT. Wahana Indo Trada dan brand lainnya. Dengan jumlah cabang dan kerja sama dengan berbagai perusahaan, maka perusahaan membutuhkan banyak karyawan dan memiliki keterampilan. Selama ini perusahaan sudah melakukan berbagai hal untuk membantu mensejahterakan karyawan nya dengan pemberian pelatihan, cuti kerja, dan yang mengutamakan kebersamaan sesama karyawan di perusahaan seperti natal bersama, buka puasa bersama, lingkungan kerja yang nyaman dan bersih. Peneliti ingin melihat apakah terdapat pengaruh antara leader member exchange (LMX) dan lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan di PT Indomobil Trada Nasional.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari penulisan skripsi ini, yaitu

1) Apakah leader member exchange (LMX) dapat memengaruhi loyalitas karyawan di PT Indomobil Trada Nasional Kantor Pusat Jakarta ?

2) Apakah lingkungan kerja dapat memengaruhi loyalitas karyawan di PT Indomobil Trada Nasional Kantor Pusat Jakarta?

3) Apakah leader member exchange (LMX) dan lingkungan kerja dapat memengaruhi loyalitas karyawan di PT Indomobil Trada Nasional Kantor Pusat Jakarta?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pertanyaan penelitian tersebut, tujuan penelitian ini yaitu

1) Ingin mengetahui leader member exchange (LMX) di PT Indomobil Trada Nasional Kantor Pusat Jakarta

(6)

2) Ingin mengetahui kondisi lingkungan kerja di PT Indomobil Trada Nasional Kantor Pusat Jakarta

3) Mengetahui apakah terdapat pengaruh leader member exchange (LMX) dan lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan di PT Indomobil Trada Nasional Kantor Pusat Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

Tentu saja hal ini mendorong penulis untuk meneliti PengaruhTayangan Gossip Girl di Warner TV Terhadap Fashion Style Remaja Putri ( studi kasus SMA Al-Azhar 3, Jakarta ). Alasan

Kemudian bab III Pertimbangan Rational Trump Dalam Pengambilan keputusan Keluar dari TPP Menjelaskan tentang alasan trump mengambil pilihan untuk mundur dari TPP

Selesai itu, telur berada pada masa periode inkubasi (pengeraman). pada periode ini, inkubasi sempurna terjadi pada musim dingin. Selesai setelah itu larva mulai keluar dari

Penelitian ini memilih PT PERTAMINA (PERSERO) Kantor Pusat sebagai objek penelitian dengan subjek penelitiannya yaitu karyawan-karyawan pada divisi Corporate

Alasan peneliti memilih DKI Jakarta sebagai subjek penelitian adalah karena saat ini DKI Jakarta merupakan zona merah dan telah ditetapkan sebagai daerah dengan kasus

Bab ini menjelaskan hasil analisis implementasi Sunset Policy di KPP Pratama Jakarta Tebet periode Januari-September 2008, manfaat-manfaat Sunset Policy yang diperoleh Wajib Pajak,

5 Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur menyebutkan arahan pengembangan sistem pusat permukiman sebagai upaya untuk mendorong pengembangan Pusat Kegiatan

Atas dasar hal-hal tersebut, penulis tertarik meneliti mengenai gambaran kondisi rumah dan sumber kontak pada keluarga penderita TB Paru di Johar Baru, Jakarta Pusat dan tinjauannya