• Tidak ada hasil yang ditemukan

Resistensi OPT terhadap Pestisida

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Resistensi OPT terhadap Pestisida"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Resistensi OPT

(2)
(3)
(4)

Untuk menghindari dampak negatif pestisida maka

dalam penggunaannya harus didasarkan pada

prinsip-prinsip :

1. Pestisida digunakan bila populasi atau tingkat kerusakan telah mencapai ambang ekonomi.

2. Menggunakan pestisida yang berspektrum sempit, mempunyai selektivitas tinggi dan sesuai dengan anjuran atau rekomendasi.

3. Memilih jenis pestisida yang residunya pendek dan mudah terdekomposisi oleh faktor lingkungan.

4. Menggunakan pestisida pada saat hama berada pada titik terlemahnya.

5. Pestisida digunakan sebagai alternatif terakhir bila pengendalian lain sudah tidak efektif & efisien.

(5)

Penamaan Pestisida

Pestisida ditandai dengan 3 cara penamaan :

1. Nama umum : nama yang diusulkan oleh organisasi

profesi, seperti ESA (

Economic Science Association)

dan disetujui oleh lembaga Internasional seperti IOS

(

Industrial Organization Society)

.

2. Nama dagang : ditetapkan oleh produsen atau

formulator insektisida.

3. Nama kimia : nama yang digunakan oleh ahli kimia

dalam menjelaskan suatu senyawa kimia sesuai

(6)

Contoh penamaan pestisida :

Suatu insektisida yang digunakan untuk

pengendalian penggerek batang padi di

Indonesia.

Nama umum : karbofuran

Nama dagang : Furadan, Currater, Indofur,

Dharmafur, dll.

Nama kimia

: 2,3-dihidro 2,2,-dimetil-7-benzoil

metilkarbamat

* Rumus bangun :

(7)

Formulasi Insektisida

• Bahan aktif insektisida : bahan penyusun terpenting. • Bahan aktif teknis : bahan aktif murni + bahan antara • Formulasi insektisida yang dipasarkan :

bahan aktif teknis + bahan penguat (sinergis) & bahan pembantu (ajuvan).

• Bahan tambahan yang tidak bersifat insektisida disebut

inert ingredient yang bersifat insektisidal disebut active ingredient.

• Sinergis : bahan yang tidak beracun namun bila

dicampurkan insektisida bisa memperkuat toksisitas.

• Ajuvan : solvent, diluent, stiker, surfaktan, deodoran,

(8)

Active ingredient

+

Inert ingredient

= Formulasi

Macam-Macam Formulasi Insektisida :

1. Emulsifiable Concentrate (EC) 2. Wettable Powders (WP) 3. Flowable Powder (F) 4. Suspension Concentrate (SC) 5. Soluble Powder (SP) 6. Solutions (S) 7. Dust (D) 8. Granules (G) 9. Aerosol (A) 10. Poisonous Baits (B) 11. Slow-release Formulations (SR)

(9)

Formulasi terlarut dalam air

• Sejauh ini produk yang terbanyak adalah formulasi yang

dicampur air dan diaplikasikan sebagai semprotan.

• Formulasi terlarut dalam air termasuk : • EC (Emulsifiable concentrate)

• WP (Wettable powder)

• SL (Soluble /liquid concentrate) • SP (Soluble powder)

• Formulasi lebih baru, formulasi non-powder dengan

pengurangan atau tanpa pelarut yang berbahaya dan lebih stabil, antara lain :

• SC (Suspension concentrate) • CS (Capsule suspensions)

(10)

Formulasi Pestisida yang lain :

Granules (GR) dan dusts (DP), lebih rendah resikonya,

kemudian ada yang digantikan oleh microgranules (MG pada petani padi di Jepang).

• Formulasi-formulasi khusus sesuai untuk penyemprotan

ULV (ultra low volume), fogging, fumigasi, dll.

• Sangat jarang pestisida dijual sebagai material teknis (TC –

kebanyakan Al, tetapi juga mengandung sejumlah kecil material non aktif, dalam proses pembuatan di pabrik (Malathion)

• Bentuk khusus transfer dosis pestisida yang efisien adalah

seedtreatment dan formulasi2 khusus telah dikembangkan untuk tujuan ini.

• Sejumlah formulasi umpan pestisida ditujukan untuk

pengendalian hama rodentia, dll.

• Pengelompokkan utama formulasi pestisida dapat

(11)
(12)

Beberapa formulasi insektisida

EC

WP

(13)
(14)
(15)
(16)
(17)

Syarat Pestisida Ideal

1. Toksisitas oral yang rendah

2. Toksisitas dermal yang rendah

3. Tidak persisten

4. Tidak meninggalkan residu

5. Tidak berakumulasi

6. Efektif terhadap organisme sasaran

7. Mempunyai spektrum sempit

(18)

8. Tidak mematikan organisme bukan sasaran

9. Non fitotoksis

10. Tidak menimbulkan resistensi jasad sasaran

11. Mudah didapat dan murah

12. Tidak mudah terbakar

13. Dapat disimpan lama

14. Tidak merusak alat

(19)

TOKSISITAS INSEKTISIDA

1. Toksisitas terhadap serangga

a. Racun syaraf : Berpengaruh terhadap sistem syaraf terutama mengganggu transmisi synaptic yang

normal, seperti penghambatan enzim

asetilkolinesterase, misalnya insektisida OP & Karbamat.

b. Racun otot : Mengacaukan membran otot yang mudah terangsang, misalnya insektisida botanik Ryania

c. Racun fisik : Menghalangi secara fisik proses

metabolisme serangga, misalnya insektisida yang mengandung minyak yang menutupi lubang-lubang spirakel trachea.

(20)

2. Toksisitas terhadap manusia

• Berdasarkan cara masuk dalam tubuh :

a. Toksisitas oral (melalui mulut) b. Toksisitas dermal (melalui kulit)

c. Toksisitas subcutaneous (diinjeksikan di bawah kulit) d. Toksisitas intramuscular (diinjeksikan ke jaringan

otot)

e. Toksisitas inhalasi (melalui pernafasan)

• Berdasarkan gejala keracunan :

a. Keracunan akut : akibat terkena dosis tunggal insektisida b. Keracunan kronik : terkena racun dalam jangka waktu

(21)

Beberapa bentuk keracunan kronik :

1. Karsinogenik (pembentukan jaringan kanker)

2. Mutagenik (kerusakan genetik untuk generasi yang akan datang)

3. Teratogenik (kelahiran anak cacat dari ibu yang keracunan)

(22)
(23)

Kategori Tingkat Bahaya (WHO)

Kategori LD50 Oral

(mg/kg) LD50 Dermal (mg/kg) Tanda KataPeringatan

I Sangat Berbahaya

(Toksisitas Tinggi) < 50 mg/kg < 200 mg/kg RacunBerbahaya II Moderat Beracun

(Toksisitas Moderat) 50-500 mg/kg 200-2000 mg/kg Peringatan III Sedikit Beracun

(Toksisitas Rendah) 501-5000 mg/kg 2001-20.000 mg/kg Hati-hati IV Toksisitas Sangat

(24)

Resistensi Serangga terhadap Insektisida

• Serangga resisten adalah setiap populasi dalam satu

spesies yang biasanya peka terhadap suatu

insektisida tertentu yang kemudian di suatu daerah menjadi tidak dapat lagi dikendalikan oleh insektisida tersebut.

• Sifat resistensi dikendalikan oleh faktor genetik,

sehingga fenomena resistensi bukanlah sesuatu yang dapat kembali (irreversible).

(25)

Mekanisme Resistensi

Gen resisten mendominasi

POPULASI RESISTEN

SELEKSI ALAM

Gen resisten bertahan Gen peka mati terbunuh

POPULASI

(26)

Metode sederhana untuk mendeteksi

resistensi serangga hama

Membandingkan nilai LD50 suatu insektisida

populasi serangga di suatu tempat, dengan LD50

populasi serangga sesama spesies yang kita

anggap baku (serangga yang peka).

Kita peroleh

RF

(

Resistance Factor

) :

menunjukkan berapa besar tingkat resistensi

suatu serangga pada satu daerah terhadap

insektisida tertentu

LD50 serangga uji

RF =

(27)

Toksisitas beberapa pestisida terhadap

ikan dan invertebrata

(28)

Penyebab resistensi suatu serangga

terhadap suatu jenis insektisida

1. Peningkatan detoksikasi insektisida karena bekerjanya enzim-enzim tertentu.

2. Penurunan kepekaan tempat sasaran insektisida pada tubuh serangga.

3. Penurunan laju penetrasi insektisida melalui kulit atau integumen.

Evolusi sifat resisten dipengaruhi oleh : 1. Genetik

2. Biologi (perilaku, mobilitas, jumlah keturunan,dll.) 3. Operasional (sifat insektisida, cara aplikasi, dll.)

(29)

RESURJENSI HAMA :

Peristiwa peningkatan populasi hama sasaran yang mencolok sehingga jauh melampaui AE segera setelah diadakan tindakan pengendalian dengan pestisida

tertentu.

LETUSAN HAMA SEKUNDER :

Berubahnya status hama potensial yang semula bukan hama sasaran menjadi hama yang penting.

Resurjensi & letusan hama sekunder > karena

terbunuhnya MA hama sasaran atau MA hama sekunder, contoh : serangan wereng coklat (1970)

(30)

Pengendalian Hama Terpadu

• Dalam konsep PHT dikenal 4 unsur dasar dan 6 komponen

penyusun PHT.

• Unsur dasar PHT :

1. Pengendalian alami

2. Metode pengambilan sampel 3. Aras ekonomi

4. Biologi dan ekologi serangga

• Komponen PHT :

1. Pengendalian kultur teknis 2. Pengendalian hayati

3. Pengendalian kimiawi

4. Pengendalian dengan varietas tahan 5. Pengendalian fisik & mekanik

(31)

TUGAS

Tulislah dalam kertas folio bergaris dengan

tulisan tangan, suatu kasus dampak negatif

dari pestisida. Tulis juga daftar pustaka

sumber tulisan saudara.

Kumpulkan pada tatap muka y.a.d.

Selamat belajar !

(32)

SELESAI

Any Questions?

Referensi

Dokumen terkait

Namun diketahu bahwa terdapat mahasiswi Universitas Padjadjaran yang telah mengemban tanggung jawab lain selain sebagai mahasiswi, yaitu menjadi seorang istri karena telah

Pada dasarnya kedelapan informan yang ada merupakan orang-orang yang supel dan memiliki pergaulan yang luas. Ditambah dengan modal yang mereka miliki yakni

Ikustaldi honen bitartez Euskal Herriak bizi izan duen eskolaratzean gehiago murgildu nahi duenari aztarnak azaltzen dizkio.. Aztarna horietan gure historiaren azken

Kombinasi antara faktor kekuatan dan peluang (SO) yaitu pengembangan kawasan pola integrasi sapi potong dengan padi dan jagung mendapat prioritas pertama atau strategi yang

Diagram blok top_module (yang menggambarkan port masukan dan keluaran) untuk semua fungsi/desain sama , sehingga bisa disalin untuk menghemat waktu praktikum. Perilaku tiap

Ulama lain mendefinisikan al-jarh wa al Ta'dil dengan: &#34; Ilmu yang membahas tentang para perawi hadis dari segi yang dapat menunjukan keadaan mereka, baik yang dapat

o Mendapatkan masukan dan rekomendasi pada proses seleksi personel dengan metode yang tepat dan cepat. o Perusahaan bisa menerapkan metode pada penelitian ini untuk mengatasi