N0
FUNGSI PENILAIAN
KESESUAIAN PERSYARATAN
I SELEKSI
1 Permohonan Pemohon mengisi Formulir Permohonan Sertifikasi Produk dan menyerahkan kelengkapan dokumen administrasi dan mengisi Formulir Permohonan Sertifikasi (F7.2-02), dengan Persyaratan sebagai berikut :
1.1. Persyaratan A. Importir
1. Surat Izin Usaha Peradaganagn (SIUP) 2. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 3. Angka Pengenal Importir (API)
4. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) 5. Importir Terdaftar (IT)
6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 7. Dokumen Impor berupa packing list
8. Copy surat registrasi kepada Dirjen Basis Industri Manufaktur.
9. Surat jaminan tidak mengedarkan mainan selama proses SPPT SNI
10. HKI
B. Produsen dalam negeri 1. Izin usaha Industri (IUI) 2. Tanda Daftar Industri (TDI) 3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
4. Datar lot produksi mainan yang akan disertifikasi 5. Copy surat registrasi kepada Dirjen Basis Industri Manufaktur
6. Surat jaminan tidak mengedarkan mainan pada saat proses pengujian SPPT SNI.
7. HKI
2. Tipe Sertifikasi Permohonan Tipe I/B, sesuai Peraturan Direktur Jenderal Basis Industri
Manufaktur No. 02/BIM/PER/I/2014, tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberlakuan dan Pengawasan Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan Secara Wajib
3 Metode/Cara pengambilan
contoh
Ø Sesuai Juknis Peraturan Direktur Jenderal Basis Industri
Manufaktur No. 02/BIM/PER/I/2014.
Ø Contoh uji untuk produk dalam negeri diambil di pabrik
dalam lot/batch yang mewakili hasil produksi selama 6 bulan.
Ø Contoh uji untuk produk impor merupakan produk
yang akan diekspor pada setiap pengapalan (shipment) dan selama stock masih ada dipasar dari produk tersebut.
4 Petugas Pengambil Contoh
(PPC)
Ø Menguasai Cara Pengambilan Contoh (Berdasarkan
surat tugas dari LSPro PSPI) yang tercantum didalam Format Surat Tugas (F6.4-01).
keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis;
2. SNI ISO 8124-2:2010, Keamanan Mainan – Bagian 2:
Sifat Mudah terbakar;
3. SNI ISO 8124-3:2010, Keamanan Mainan – Bagian 3:
Migrasi unsur tertentu;
4. SNI IEC 62115:2011, Mainan elektrik – Keamanan;
5. EN 71-5, Ftalat;
6. SNI 7617:2010, Persyaratan zat warna azo dan
formaldehida
6 Jumlah contoh uji Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Basis Industri
Manufaktur No. 02/BIM/PER/I/2014:. 1. Baby walker
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke laboratorium uji, 3 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer) Jika Pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan
penambahan dua contoh uji (satu contoh uji diserahkan ke lab uji, satu contoh uji disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importIr)
2. Sepeda roda tiga, skuter, mobil berpedal dan mainan beroda semacam itu, kereta boneka
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian elektrik dilakukan, maka dibutuhkan penambahan 6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importer).
- Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan penambahan dua contoh uji ( satu contoh diserahkan ke lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importer)
3. Boneka, dikenakan pakaian atau tidak bagian dan aksesorisnya
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan penambahan dua contoh uji (satu contoh uji diserahkan ke lab uji, satu contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
4. Kereta Elektrik termasuk rel, tanda dan aksesoris lainnya
14 (empat belas) contoh uji (7 contoh uji diserahkan ke lab uji, 7 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
dan model rekreasi semacam itu, dapat digerakkan atau tidak
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian elektrik dilakukan, maka dibutuhkan penambahan 6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importer).
- Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan penambahan dua contoh uji ( satu contoh diserahkan ke lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importir)
6. Perangkat konstruksi dan Mainan konstruksional lainnya dari bahan selain plastic
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian elektrik dilakukan, maka dibutuhkan
penambahan 6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importir).
7. Stuffed toy menyerupai binatang atau selain Manusia
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan
penambahan dua contoh uji ( satu contoh diserahkan ke lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importir). 8. Puzzle dari segala jenis
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer).
- Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan penambahan dua contoh uji ( satu contoh diserahkan ke lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importir)
9. Blok atau potongan angka, huruf atau
binatang, perangkat penyusun kata, perangkat penyusun dan pengucap kata, toy printing set, counting frame mainan (abaci), mesin jahit mainan, mesin tik mainan
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian elektrik dilakukan, maka dibutuhkan penambahan 6 contoh uji ( 3 contoh diserahkan ke lab uji, 3 contoh disimpan sebagai arsip oleh produsen/importir) - Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan
penambahan dua contoh uji ( satu contoh diserahkan ke lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importir)
10. Tali Lompat
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan penambahan dua contoh uji ( satu contoh diserahkan ke lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importir) 11. Kelereng
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
12. Mainan lainnya selain sebagaimana yang disebut pada angka 7.11 sampai dengan 7.12 terbuat dari semua jenis material baik dioperasikan secara elektrik ataupun tidak :
12.1. Balon, pelampung renang untuk anak atau mainan lainnya yang ditiup/dipompan, yang terbuta dari karet dan/atau plastik
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3 contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan penambahan dua contoh uji ( satu contoh diserahkan ke lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh
produsen/importir)
12.2. Senapan/pistol mainan
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan penambahan dua contoh uji ( satu contoh diserahkan ke
lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh produsen/importir)
12.3. Mainan lainnya
6 contoh uji (3 contoh uji diserahkan ke lab uji, 3contoh uji disimpan sebagai arsip oleh produsen/importer)
- Jika pengujian elektrik dilakukan, maka dibutuhkan penambahan 6 contoh uji ( 3 contoh diserahkan ke lab uji, 3 contoh disimpan sebagai arsip oleh produsen/importir) - Jika pengujian ftalat dilakukan, maka dibutuhkan penambahan dua contoh uji ( satu contoh
diserahkan ke lab uji, satu contoh disimpan sebagai arsip oleh produsen/importir)
Contoh uji untuk mainan yang diimpor dengan jumlah kurang dari jumlah 2 buah/piece/unit, importer wajib melengkapi persyaratan yang diminta oleh
12.4 Ketentuan family produk
Suatu mainan termasuk dalam satu family produk jika memenuhi kesamaan dalam kriteria sebagai berikut : 1) Merek;
2) HS Code; 3) Kategori Usia; - Dibawah 3 tahun (0+); -Diatas 3 tahun (3+);
4) Fungsi utama (elektrik atau mekanik); 5) Bahan baku utama; dan
6) Parameter uji.
Tahapan-tahapan pengambilan contoh untuk :
1. Produk dalam negeri/impor yang memiliki lebih
dari 1 (satu) family produk dilakaukan pengelompokkan dengan ketentuan :
a. Pengelompokkan mainan berdasarkan family
produk
b. Pengambilan contoh uji :
- Contoh uji untuk produk dalam negeri diambil
dari lot/batch yang mewakili hasil produksi selama 6 (enam) bulan.
- Contoh uji produk impor merupakan produk
yang diekspor pada setiap pengapalan (shipment)
c. Contoh uji diambil berdasarkan family produk
d. Jumlah contoh uji sesuai dengan ketentuan
diatas
2. Produk dengan satu family produk
a). Pengambilan contoh uji
- contoh uji produk dalam negeri diambil dari
lot/batch yang mewakili hasil produksi selama 6 (enam) bulan
- Contoh uji produk impor merupakan produk
yang diekspor pada setiap pengapalan (shipment)
b). Dalam hal jumlah mainan yang
diproduksi/impor > 5.000, dengan mengikuti metode sampling atau Random Statistikal;
ditentukan dengan berdasarkan kebutuhan
pengujian seaui dengan ketentuan diatas
7 Laboratorium uji yang
digunakan
Laboratorium uji independen yang telah akreditasi KAN dan ditunjuk oleh pemerintah (Kementerian Perindustrian) serta memiliki Surat Perjanjian Kerjasama dengan LSPro PSPI
II DETERMINASI
1 Pelaksanaan Pengambilan
Contoh
Pengambilan contoh dilakukan oleh PPC sesuai Format Deskripsi Pekerjaan LSPro PSPI (F5.1-01) dan sesuai Juknis Peraturan Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur No. 02/BIM/PER/I/2014 yang dilengkapi dengan :
Ø Surat tugas pengambilan contoh (F6.4-01)
Ø Sampling Plan (F7.4-03)
Ø Label Contoh Uji (F7.4-04)
Ø Berita Acara Pengambilan Contoh (F7.4-05)
2 Pengujian Contoh Uji Metode pengujian mengacu kepada :
1. ISO 8124-1:2010, Keamanan Mainan – Bagian 1: Aspek
keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis;
2. SNI ISO 8124-2:2010, Keamanan Mainan – Bagian 2:
Sifat Mudah terbakar;
3. SNI ISO 8124-3:2010, Keamanan Mainan – Bagian 3:
Migrasi unsur tertentu;
4. SNI IEC 62115:2011, Mainan elektrik – Keamanan;
5. EN 71-5, Ftalat;
6. SNI 7617:2010, Persyaratan zat warna azo dan
formaldehida Catatan :
- Apabila dalam uji ulang salah satu syarat mutu tidak
terpenuhi maka kelompok tersebut dinyatakan tidak lulus, kemudian dilakukan uji ulang untuk parameter yang gagal tersebut.
- Apabila masih gagal, akan dilakukan sampling ulang
(begitu seterusnya sebanyak-banyaknya 3x pengulangan).
3 Laporan Hasil Uji Mencantumkan sekurang-kurangnya, yaitu :
1. No BAPC 2. Nama Merek
3. Negara asal mainan anak
4. Nama dan alamat produsen/Importir 5. Nama laboratorium penguji
6. Hasil uji
III KAJI ULANG DAN PENETAPAN
1 Evaluasi terhadap laporan,Berita
Acara Pengambilan Contoh dan
Laporan Hasil Uji (LHU)
dilakukan oleh Reviewer
Reviewer dalam melakukan evaluasi mengacu pada Panduan Mutu SNI ISO/IEC 17065 Klausul 7.4 Evaluasi dan Prosedur 7.5 Prosedur Pelaksanaan tinjauan evaluasi, keputusan sertifikasi dan direktori produk yang disertifikasi.
2 Keputusan Sertifikasi dan
Penerbitan Sertifikat SPPT SNI Sesuai Prosedur 7.5 LSPro PSPI
IV LISENSI TANDA SNI
1 Penandaan Penandaan diatur dalam Petunjuk Teknis Peraturan
Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur No. 02/BIM/PER/I/2014.
1. Perusahaan wajib mencantumkan tanda SNI
2. Tanda dengan bentuk gambar adalah sebagai berikut:
No. SNI
Kode Lembaga Sertifikasi Produk
3. Penandaan SNI berbentuk bujur sangkar dengan
ukuran minimal (7 x 7) mm, didalamnya tercetak Nomor SNI dan kode LSPro.
4. Apabila penandaan tidak memungkinkan pada
produk,, penandaan SNI dapat dicetak pada kertas label atau kemasan kecil.
5. Penandaan SNI dilakukan dengan menggunakan
stiker permanen (tidak mudah lepas), diembos, dijahit, dicetak atau cara lain yang sesuai dengan jenis marterian dari produk.
6. Tanda SNI berhologram dicetak sebanyak sejumlah
produk yang disertifikasi dalam SPPT SNI.
7. Penandaan dapat dilakukan digudang
produksi/gudang importir di Indonesia sebelum produk dipasarkan.