• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Pada Desember 2015, Kota Ternate mengalami Inflasi sebesar 1,53 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 127,83. Sedangkan Nasional mengalami Inflasi sebesar 0,96 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 122,99. Dari 82 kota IHK, semuanya mengalamiinflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke 2,87 persen, Kota Kupang 2,67 persen, dan Kota Tual 2,37 persen. Sedangkan terendah terjadi di Kota Cirebon 0,27 persen, Kota Jember 0,39 persen dan Kota Dumai 0,39 persen.

Inflasi Kota Ternate Desember 2015, menurut kelompok pengeluaran adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 6,64 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,11 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,22 persen; kelompok sandang 0,06 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga -0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen.

Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 4,52 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 4,52 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 3,35 persen dan 3,35 persen.

 Menurut inflasi tahun kalender, semua kota mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 8,58 persen, Kota Tanjung 6,69 persen, dan Kota Balik Papan 6,26 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami inflasi terendah yaitu, Kota Meulaboh 0,58 persen, Kota Padang 0,85 persen, Kota Tanjung Pandan 0,88 persen.

 Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 8,58 persen, Kota Tanjung 6,69 persen, Kota Balik Papan 6,26 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh 0,58 persen, Kota Padang 0,85 persen dan Kota Tanjung Pandan 0,88 persen.

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Desember 2015 tercatat semua kota mengalami Inflasi, dimana Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke 2,87 persen, Kota Tual 2,37 persen, dan Kota Manokwari 2,02 persen. Sedangkan kota mengalami Inflasi terendah yaitu Kota Watampone 0,47 persen, Kota Kendari 0,51 persen dan Kota Palopo 0,55 persen.

No. 01/01/82/Th.XV, 04 Januari 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

(2)

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate, bulan Desember 2015 terjadi inflasi 1,53 persen, atau terjadi kenaikan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 125,90 pada November 2015, menjadi 127,83 pada Desember 2015. Tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi year on year yaitu masing-masing sebesar 4,52 persen dan 4,52 persen.

Pada Desember 2015, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, satu kelompok stabil dan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 6,64 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,11 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,22 persen; kelompok sandang 0,06 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga -0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2015 antara lain: beberapa jenis ikan (selar, tongkol, ekor kuning asap, malalugis, bubara, bawal, cakalang, kembung biji nangka, ekor kuning, cakalang asap, kakap merah, lolosi, cumi-cumi) dan jeruk nipis, tomat sayur, telur ayam ras, wortel, baju kaos berkerah, tarif listrik, air kemasan, tarif angkutan udara.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: buncis, kol putih, cabai merah, sawi putih, terong panjang, semangka, labu siam, jeruk, gula merah, rebung, bayam, daun melinjo, emas perhiasan, laptop, dan tempat tidur.

Gambar 1.

Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), November 2015 – Desember 2015 0.02 0.13 0.21 0.01 -0.43 0.00 0.00 -0.10 1.53 6.64 0.11 0.22 0.06 0.00 -0.04 0.16 -1.00 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

(3)

Tabel 1.

IHK dan Inflasi Kota Ternate Desember 2015, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran IHK Oktober 2015 IHK November 2015 IHK Desember 2015 Inflasi Desember 2015 1) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Year on Year3) UMUM 125.87 125.90 127,83 1,53 4,52 4,52 1 Bahan Makanan 122.36 122.52 130,65 6,64 11,72 11,72

2 Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 123.82 124.08 124,22 0,11 4,69 4,69 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas &

Bahan Bakar 124.54 124.55 124,83 0,22 2,80 2,80

4 Sandang 143.97 143.35 143,44 0,06 12,63 12,63

5 Kesehatan 125.42 125.42 125,42 0,00 1,30 1,30

6 Pendidikan, Rekreasi &

Olahraga 124.37 124.37 124,32 -0,04 4,00 4,00

7 Transpor, Komunikasi & Jasa

Keuangan 130.7 130.57 130,78 0,16 -2,90 -2,90

1) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 3) Persentase perubahan IHK bulan Desember2015 terhadap IHK bulan Desember 2014

Pada Desember 2015, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan 1,41 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen; kelompok sandang 0,00 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,03 persen.

Tabel 2.

Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate, Bulan Desember 2015(2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran Desember

2015

UMUM 1,53

1 Bahan Makanan 1,41

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,02 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,08

4 Sandang 0,00

5 Kesehatan 0,00

6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,00 7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,03

(4)

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional Desember 2014 – Desember 2015

IHK DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Desember 2015 mengalami inflasi 6,64 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 122,52 pada November 2015, menjadi 130,65 pada Desember 2015.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, delapan subkelompok mengalami inflasi, dua subkelompok stabil dan satu subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu, subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya 0,01 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 0,04 persen; subkelompok ikan segar 24,02; subkelompok ikan diawetkan 10,22 persen; subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 2,47 persen; subkelompok sayur-sayuran 2,88 persen; subkelompok bumbu-bumbuan 0,49 persen; serta subkelompok lemak dan minyak 0,58 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,41 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; beberapa jenis ikan (selar, tongkol, ekor kuning asap, malalugis, bubara, bawal, cakalang, kembung, biji nangka, ekor kuning, cakalang asap, kakap merah), dan wortel, jeruk nipis, tomat sayur. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; buncis, kol putih, cabai merah, sawi putih, terong panjang, semangka, labu siam, jeruk, gula merah, rebung, bayam, daun melinjo, susu bubuk, pisang, apel, dan daging sapi.

Des-14 Jan-15 Feb-15 Mar-15 Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15

Agust-15 Sep-15 Okt-15 Nop-15 Des-15

Ternate 3.11 -0.55 -0.83 0.35 0.62 0.65 0.89 0.90 1.56 -1.58 0.91 0.02 1.53 Nasional 2.46 -0.24 -0.36 0.17 0.36 0.50 0.54 0.93 0.39 -0.05 -0.08 0.21 0.96 -2.00 -1.00 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00

(5)

Tabel 3.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, Desember 2015 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,83 1,53 4,52 4,52

I. Bahan Makanan 130,65 6,64 11,72 11,72

a. Padi-padian, umbi- umbian, dan Hasilnya 121,01 0,01 7,47 7,47

b. Daging dan hasil-hasilnya 136,32 0,04 -2,96 -2,96

c. Ikan Segar 147,38 24,02 18,63 18,63

d. Ikan Diawetkan 141,69 10,22 41,96 41,96

e. Telur, Susu, dan hasil-hasilnya 130,45 2,47 4,88 4,88

f. Sayur-sayuran 114,84 2,88 38,83 38,83

g. Kacang-kacangan 128,99 0,00 2,80 2,80

h. Buah-buahan 173,71 -2,00 4,27 4,27

i. Bumbu-bumbuan 112,17 0,49 -3,23 -3,23

j. Lemak dan Minyak 103,33 0,58 1,13 1,13

k. Bahan Makanan lainnya 126,75 0,00 7,22 7,22

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Desember 2015 mengalami inflasi 0,11 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,08 pada November 2015, menjadi 124,22 pada Desember 2015.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 0,11 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,37 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,00 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain: coklat batang, pizza, air kemasan, kacang kulit.

(6)

Tabel 4.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,

Desember 2015 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,83 1,53 4,52 4,52

II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 124,22 0,11 4,69 4,69

a. Makanan Jadi 124,36 0,11 3,33 3,33

b. Minuman yang Tidak Beralkohol 109,86 0,37 8,48 8,48

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol, 131,10 0,00 4,72 4,72

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Desember 2015 mengalami inflasi 0,22 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,55 pada November 2015, menjadi 124,83 pada Desember 2015.

Tabel 5.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,

Desember 2015 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,83 1,53 4,52 4,52

III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 124,83 0,22 2,80 2,80

a. Biaya Tempat Tinggal 124,70 0,14 2,31 2,31

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 121,83 1,13 3,08 3,08

c. Perlengkapan Rumah Tangga 133,30 -0,40 8,47 8,47

d. Penyelenggaran Rumah Tangga 125,30 -0,02 3,71 3,71

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 0,14 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 1,13 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga -0,40 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumah tangga -0,02 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; paku, papa, cat kayu/cat besi, tarif listrik, batu,

(7)

keramik. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain; sabun detergen bubuk/cair, besi beton, kayu balokan, tempat tidur.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Desember 2015 mengalami inflasi 0,06 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 143,35 pada November 2015, menjadi 143,44 persen pada Desember 2015.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok sandang laki-laki 0,57 persen; subkelompok sandang wanita 0,00 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,00 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain -0,96 persen.

Tabel 6.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, Desember 2015 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 127,83 1,53 4,52 4,52 IV. Sandang 143,44 0,06 12,63 12,63 a. Sandang Laki-laki 141,03 0,57 10,30 10,30 b. Sandang Wanita 152,61 0,00 19,85 19,85 c. Sandang Anak-anak 150,85 0,00 11,05 11,05

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 120,73 -0,96 8,81 8,81

Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,00 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu baju kaos berkerah dan sandal kulit. Komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu perhiasan emas.

5. K e s e h a t a n

(8)

Tabel 7.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, Desember 2015 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 127,83 1,53 4,52 4,52 V. Kesehatan 125,42 0,00 1,30 1,30 a. Jasa Kesehatan 104,52 0,00 0,59 0,59 b. Obat-obatan 120,63 0,00 1,73 1,73

c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 1,38 1,38

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 128,21 0,00 1,37 1,37 6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Desember 2015 mengalami deflasi sebesar -0,04 persen. Atau terjadi penurunan indeks dari 124,37 pada November 2015 menjadi 124,32 pada Desember 2015.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa pendidikan 0,00 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,00 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan -0,39 persen; serta subkelompok rekreasi 0,00 persen; dan olahraga 0,00 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,00 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu laptop/notebook. Sedangkan komoditas yang lain relatif stabil.

Tabel 8.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,

Desember 2015 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,83 1,53 4,52 4,52

VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 124,32 -0,04 4,00 4,00

a. Jasa Pendidikan 127,50 0,00 7,19 7,19

b. Kursus-kursus / Pelatihan 111,76 0,00 3,91 3,91

c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 100,80 -0,39 -1,66 -1,66

d. Rekreasi 126,06 0,00 -0,79 -0,79

(9)

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Desember 2015 mengalami inflasi 0,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 130,57 pada November 2015, menjadi 130,78 pada Desember 2015.

Tabel 9.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,

Desember 2015 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,83 1,53 4,52 4,52

VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 130,78 0,16 -2,90 -2,90

a. Transpor 150,67 0,23 -3,34 -3,34

b. Komunikasi dan Pengiriman 92,72 0,00 -2,33 -2,33

c. Sarana dan Penunjang Transpor 122,91 0,00 1,54 1,54

d. Jasa Keuangan 122,76 0,00 0,00 0,00

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor 0,23 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,00 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,00 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,00 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu tarif angkutan udara, dan mobil. Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga yaitu bensin.

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI INDONESIA

Pada Desember 2015, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 1,53 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 127,83. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,96 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 122,99. Dari 82 kota IHK, kesemuanya mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke 2,87 persen, Kota Kupang 2,67 persen, dan Kota Tual 2,37 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Cirebon 0,27 persen, Kota Jember 0,39 persen dan Kota Dumai 0,39 persen.

Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 4,52 persendan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 4,52 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu

(10)

masing-Menurut inflasi tahun kalender, semua kota mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 8,58 persen, Kota Tanjung 6,69 persen, dan Kota Balikpapan 6,26 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Meulaboh 0,58 persen, Padang 0,85 persen, dan Tanjung Pandan 0,88 persen.

Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 8,58 persen, Kota Tanjung 6,69 persen, dan Kota Balikpapan 6,26 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Meulaboh 0,58 persen, Padang 0,85 persen, dan Tanjung Pandan 0,88 persen.

Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Desember 2015 tercatat semua kota mengalami Inflasi dimana Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke 2,87 persen, Kota Tual 2,37 persen dan Kota Manokwari 2,02 persen. Sedangkan kota mengalami Inflasi terendah yaitu Kota Watampone 0,47 persen, Kota Kendari 0,51 persen, dan Kota Palopo 0,55 persen.

Tabel 10.

Perbandingan IHK dan Inflasi Desember 2015

Kota-kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100)

Tahun Kalender Year on Year Tahun Kalender Year on Year

IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%)

1 MANADO 125,20 1,74 5,56 5,56 11 MAMUJU 122,78 1,70 5,07 5,07 2 PALU 125,22 1,96 4,17 4,17 12 AMBON 121,85 0,62 5,92 5,92 3 BULUKUMBA 128,34 1,30 2,17 2,17 13 TUAL 136,09 2,37 8,58 8,58 4 WATAMPONE 118,49 0,47 0,97 0,97 14 TERNATE 127,83 1,53 4,52 4,52 5 MAKASSAR 122,54 0,70 5,18 5,18 15 MANOKWARI 115,70 2,02 2,77 2,77 6 PARE-PARE 119,57 0,74 1,58 1,58 16 SORONG 123,20 0,88 6,17 6,17 7 PALOPO 120,48 0,55 3,38 3,38 17 MERAUKE 131,04 2,87 5,76 5,76 8 KENDARI 118,06 0,51 1,64 1,64 18 JAYAPURA 123,55 1,45 2,79 2,79 9 BAU-BAU 126,70 1,22 3,95 3,95 10 GORONTALO 120,22 1,89 4,30 4,30 3,35 3,35

KOTA Bulan ke-n 2015 KOTA Bulan ke-n 2015

(11)

Tabel 11.

Inflasi Desember 2015, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 MERAUKE 2,87 29 BAU-BAU 1,22 57 DEPOK 0,84

2 KUPANG 2,67 30 BANDAR

LAMPUNG 1,17 58 CILACAP 0,8

3 TUAL 2,37 31 SERANG 1,13 59 BANYUWANGI 0,8

4 SIBOLGA 2,12 32 PALEMBANG 1,12 60 BENGKULU 0,79

5 MANOKWARI 2,02 33 SEMARANG 1,04 61 KEDIRI 0,79

6 PALU 1,96 34 MAUMERE 1,03 62 BANDUNG 0,78

7 GORONTALO 1,89 35 BATAM 0,99 63 TEMBILAHAN 0,77

8 BUKITTINGGI 1,8 36 SURAKARTA 0,99 64 SUMENEP 0,77

9 PADANG 1,79 37 CILEGON 0,99 65 BOGOR 0,76

10 PEMATANG

SIANTAR 1,78 38 TARAKAN 0,97 66 BALIKPAPAN 0,76

11 MANADO 1,74 39 YOGYAKARTA 0,96 67 PARE-PARE 0,74

12 MAMUJU 1,7 40 TANGERANG 0,96 68 DKI JAKARTA 0,72

13 PANGKAL PINANG 1,56 41 PONTIANAK 0,96 69 MAKASSAR 0,7

14 SINGARAJA 1,54 42 DENPASAR 0,95 70 TASIKMALAYA 0,65

15 TERNATE 1,53 43 TEGAL 0,94 71 AMBON 0,62

16 JAYAPURA 1,45 44 SURABAYA 0,94 72 MADIUN 0,59

17 PADANGSIDIMPUAN 1,43 45 MATARAM 0,94 73 PALOPO 0,55

18 BUNGO 1,43 46 PURWOKERTO 0,93 74 BANDA ACEH 0,54

19 LUBUKLINGGAU 1,41 47 KUDUS 0,93 75 SUKABUMI 0,51

20 MEDAN 1,37 48 JAMBI 0,91 76 KENDARI 0,51

21 SAMPIT 1,34 49 BEKASI 0,91 77 MEULABOH 0,49

22 SINGKAWANG 1,32 50 MALANG 0,89 78 WATAMPONE 0,47

23 LHOKSEUMAWE 1,31 51 TANJUNG 0,89 79 PROBOLINGGO 0,41

24 SAMARINDA 1,3 52 PALANGKARAYA 0,88 80 DUMAI 0,39

25 BULUKUMBA 1,3 53 SORONG 0,88 81 JEMBER 0,39

26 BANJARMASIN 1,27 54 METRO 0,87 82 CIREBON 0,27

27 PEKANBARU 1,24 55 BIMA 0,87

28 TANJUNG PANDAN 1,23 56 TANJUNG

(12)

Tabel 12.

Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 TUAL 8,58 29 BANDUNG 3,93 57 SUMENEP 2,62

2 TANJUNG 6,69 30 MAUMERE 3,89 58 SEMARANG 2,56

3 BALIKPAPAN 6,26 31 TASIKMALAYA 3,53 59 SURAKARTA 2,56

4 SORONG 6,17 32 LUBUKLINGGAU 3,47 60 PURWOKERTO 2,52

5 PONTIANAK 6,17 33 SURABAYA 3,43 61 TANJUNG PINANG 2,46

6 AMBON 5,92 34 TARAKAN 3,42 62 LHOKSEUMAWE 2,44

7 MERAUKE 5,76 35 PALOPO 3,38 63 JEMBER 2,31

8 SAMPIT 5,72 36 PEMATANG

SIANTAR 3,36 64 BEKASI 2,22

9 MANADO 5,56 37 SIBOLGA 3,34 65 SUKABUMI 2,20

10 MAKASSAR 5,18 38 MALANG 3,32 66 BULUKUMBA 2,17

11 MAMUJU 5,07 39 MEDAN 3,32 67 BANYUWANGI 2,15

12 KUPANG 5,07 40 DKI JAKARTA 3,30 68 PROBOLINGGO 2,11

13 BANJARMASIN 5,03 41 KUDUS 3,28 69 TEMBILAHAN 2,06

14 BATAM 4,73 42 MATARAM 3,25 70 DEPOK 1,87

15 SERANG 4,67 43 BENGKULU 3,25 71 KEDIRI 1,71

16 PANGKAL PINANG 4,66 44 YOGYAKARTA 3,09 72 PADANGSIDIMPUAN 1,66

17 BANDAR LAMPUNG 4,65 45 PALEMBANG 3,05 73 KENDARI 1,64

18 TERNATE 4,52 46 SINGARAJA 2,97 74 PARE-PARE 1,58

19 GORONTALO 4,30 47 BUKITTINGGI 2,79 75 CIREBON 1,56

20 TANGERANG 4,28 48 JAYAPURA 2,79 76 JAMBI 1,37

21 SAMARINDA 4,24 49 MANOKWARI 2,77 77 BUNGO 1,29

22 PALANGKARAYA 4,20 50 MADIUN 2,75 78 BANDA ACEH 1,27

23 PALU 4,17 51 PEKANBARU 2,71 79 WATAMPONE 0,97

24 BIMA 4,11 52 BOGOR 2,70 80 TANJUNG PANDAN 0,88

25 SINGKAWANG 4,00 53 DENPASAR 2,70 81 PADANG 0,85

26 TEGAL 3,95 54 METRO 2,67 82 MEULABOH 0,58

27 BAU-BAU 3,95 55 DUMAI 2,63

(13)

Tabel 13.

Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 TUAL 8,58 29 BANDUNG 3,93 57 SUMENEP 2,62

2 TANJUNG 6,69 30 MAUMERE 3,89 58 SEMARANG 2,56

3 BALIKPAPAN 6,26 31 TASIKMALAYA 3,53 59 SURAKARTA 2,56

4 SORONG 6,17 32 LUBUKLINGGAU 3,47 60 PURWOKERTO 2,52

5 PONTIANAK 6,17 33 SURABAYA 3,43 61 TANJUNG PINANG 2,46

6 AMBON 5,92 34 TARAKAN 3,42 62 LHOKSEUMAWE 2,44

7 MERAUKE 5,76 35 PALOPO 3,38 63 JEMBER 2,31

8 SAMPIT 5,72 36 PEMATANG

SIANTAR 3,36 64 BEKASI 2,22

9 MANADO 5,56 37 SIBOLGA 3,34 65 SUKABUMI 2,20

10 MAKASSAR 5,18 38 MALANG 3,32 66 BULUKUMBA 2,17

11 MAMUJU 5,07 39 MEDAN 3,32 67 BANYUWANGI 2,15

12 KUPANG 5,07 40 DKI JAKARTA 3,30 68 PROBOLINGGO 2,11

13 BANJARMASIN 5,03 41 KUDUS 3,28 69 TEMBILAHAN 2,06

14 BATAM 4,73 42 MATARAM 3,25 70 DEPOK 1,87

15 SERANG 4,67 43 BENGKULU 3,25 71 KEDIRI 1,71

16 PANGKAL PINANG 4,66 44 YOGYAKARTA 3,09 72 PADANGSIDIMPUAN 1,66

17 BANDAR LAMPUNG 4,65 45 PALEMBANG 3,05 73 KENDARI 1,64

18 TERNATE 4,52 46 SINGARAJA 2,97 74 PARE-PARE 1,58

19 GORONTALO 4,30 47 BUKITTINGGI 2,79 75 CIREBON 1,56

20 TANGERANG 4,28 48 JAYAPURA 2,79 76 JAMBI 1,37

21 SAMARINDA 4,24 49 MANOKWARI 2,77 77 BUNGO 1,29

22 PALANGKARAYA 4,20 50 MADIUN 2,75 78 BANDA ACEH 1,27

23 PALU 4,17 51 PEKANBARU 2,71 79 WATAMPONE 0,97

24 BIMA 4,11 52 BOGOR 2,70 80 TANJUNG PANDAN 0,88

25 SINGKAWANG 4,00 53 DENPASAR 2,70 81 PADANG 0,85

26 TEGAL 3,95 54 METRO 2,67 82 MEULABOH 0,58

27 BAU-BAU 3,95 55 DUMAI 2,63

Referensi

Dokumen terkait

Metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu

Sesuai dengan karakter spa sebagai objek penyusunan buku yang hangat dan bersahabat, gaya bahasa yang akan digunakan baik dalam penulisan judul buku, judul bab maupun penulisan

Setiawan (2011) dalam Wulansari (2013: 3) dengan memberikan pinjaman dalam bentuk micro credit merupakan salah satu upaya dalam mengatasi kemiskinan, hal ini

 Melaksanakan administrasi aktiva tetap dan penyusutan.  Mereview harga pokok dan proyek-proyek di Galangan maupun Cabang.  Monitoring, menyiapkan dan melaporakan

Sedangkan pada Game Edukasi Siaga Bencana Gempa Bumi terdapat video animasi yang berisikan tentang tindakan yang harus dilakukan ketika pra bencana gempa bumi, saat

Berdasarkan hal diatas perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh Abdominal Stretching Exercise Terhadap Penurunan Kadar Prostaglandin pada dismenore primer, sehingga

Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara dan juga sekaligus sebagai Dosen Penasehat Akademik Penulis yang telah banyak

Menurut American Society of Hyrpertension (ASH) hipertensi adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif sebagai akibat dari kondisi lain