27
BAB 3
OBJEK PENELITIAN
3.1. Objek Penelitian
Objek yang diteliti dalam penyusunan skripsi ini adalah PT BHINEKA CIPTABAHANA PURA yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor. Pemilihan objek penelitian ini dimaksudkan untuk melihat apakah perusahaan telah sesuai dalam menerapkan aturan akuntansi terkait dengan aset tetap sesuai dengan PSAK No.16 (revisi 2011) dalam aktivitas akuntansi meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan.
3.1.1. Sejarah Singkat
PT Bhineka Ciptabahana Pura merupakan perusahaan jasa yang bergerak pada usaha perencanaan dan pemborongan bangunan. Perusahaan kontraktor ini didirikan pada tanggal 13 November 1989 oleh para pendirinya Ir. David Surtandi dan Ir. Harry Hendarto dengan akta notaris Lieke Lianadevi Tukgali, SH di Jakarta Nomor 87, kemudian disahkan dengan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 02-3246 HT.01.01. Th.91 tanggal 23 Juli 1991 di Jakarta. Perusahaan ini didirikan dengan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) yang berdomisili di Perkantoran Puri Niaga Blok K 7/3-N Jl. Puri Kencana, Jakarta Barat 11610.
PT Bhineka Ciptabahana Pura telah mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, hal ini dapat dilihat dari peningkatan proyek baik skala kecil maupun skala besar. Perseroan ini mulai mengembangkan sayapnya sebagai kontraktor umum yang melaksanakan berbagai jenis pekerjaan konstruksi seperti pembangunan jalanan, irigasi, gedung perkantoran, pabrik, rumah tinggal, instalasi listrik dan lain-lain. Anggaran dasar perseroan telah beberapa kali diubah, sesuai dengan akta perubahan terakhir Nomor 4 tertanggal 6 Mei 2003, yang diubah berdasarkan akta notaris Jusnita Gunawan, SH Nomor 9, tertanggal 2 September 1997, modal dasar
perusahaan sebesar Rp250.000.000,00 terbagi atas 500 lembar saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp 500.000,00.
PT Bhineka Ciptabahana Pura telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dengan Surat Keputusan Direktorat Jendral Pajak Nomor S-00648/WPJ.05/KP.1203/89. Dalam melaksanakan pemberian jasa konstruksi, perusahaan juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak sebagaimana tersebut pada masing-masing perjanjian dengan membentuk pengelola proyek secara bersama-sama untuk melaksanakan pekerjaan proyek dari pemberi kerja. Hak dan kewajiban masing-masing pihak yang bekerjasama ditentukan sesuai porsi yang ditetapkan dalam perjanjian kerjasama. Setiap aset atau kewajiban yang timbul selama masa operasi dicatat oleh perusahaan dalam pos tersendiri yaitu hutang dan piutang usaha bersama.
3.1.2 Visi, Misi dan Culture Perusahaan Visi
Menjadi perusahaan kontraktor bangunan dengan keunggulan dibidang konstruksi baja yang profesional dan terbaik.
Misi
1. Dalam 5 tahun kedepan PT Bhineka Ciptabahana Pura menjadi Kontraktor bangunan 10 besar di Indonesia dengan unggulan Konstruksi Baja.
2. Memberikan pelayanan yang terbaik dan hasil kerja yang prima dengan bekerja sepenuh hati (with heart), tepat waktu dan menguntungkan (BMW : Biaya, Mutu, Waktu).
3. Membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan sejahtera hingga PT Bhineka Ciptabahana Pura menjadi kelompok pemenang (The Winning Team).
3.1.3. Bidang usaha
PT Bhineka Ciptabahana Pura adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perencanaan lapangan, pemborongan, pelaksanaan pembangunan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan. Sehingga perusahaan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan beraneka ragam sesuai dengan jenis dan sifat pekerjaan konstruksi. Selama 22 tahun perusahaan telah berkarya dan bertumbuh maju dalam bidang jasa konstruksi dengan bidang keahlian seperti:
1. Bangunan industri, pergudangan, perkantoran danbangunan sejenisnya. 2. Fabrikasi konstruksi baja beserta pemasangannya.
3. Jembatan, menara, tangki, pemipaan atau pekerjaan baja lainnya. 4. Konstruksi beton pracetak beserta pemasangannya.
Melalui group usaha PT Gelora Bangun Lestari, perusahaan juga melayani pembangunan gedung bertingkat tinggi seperti hotel, sekolah dan bangunan lainnya. Perusahaan juga memiliki bengkel kerja (Workshop) dengan peralatan yang baik
CULTURE PERUSAHAAN
1. H---> Honest : Jujur
2. E ---> Efisien : Tepat Guna
3. A --> Action : Kerja / Lakukan
4. R ---> Responsibility
: Bertanggung Jawab
5. T ---> Team Work : Kerjasama
Hasil diskusi 1. Jujur 2. Tanggung Jawab 3. Team Work 4. Disiplin 5. Komitmen 6. Positif 7. Pantang menyerah 8. Inovasi 9. Efisien 10. Action
untuk fabrikasi konstruksi baja dan pembuatan beton pracetak sehingga dapat menghasilkan barang yang berkualitas, hemat dan tepat waktu. Seluruh hasil karya pelaksana berkat kerjasama antara seluruh karyawan dan pimpinan dengan mengedepankan kualitas dan profesionalitas serta memegang teguh prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Cakupan kegiatan usaha perusahaan yaitu meliputi :
1. Menjalankan usaha dalam bidang industri dalam arti kata yang seluas-luasnya.
2. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang jasa dalam arti kata yang seluas-luasnya, kecuali jasa dalam bidang hukum, pajak dan keamanan.
3. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang perbengkelan dalam arti kata yang seluas-luasnya.
4. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang konstruksi yang dibagi menjadi : a. Bidang pelaksanaan konstruksi
b. Bidang perencanaan c. Bidang pengawasan
Adapun maksud dan tujuan perseroan ini adalah :
1. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang industri dalam arti kata yang seluas-luasnya;
2. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang jasa dalam arti kata yang seluas-luasnya, kecuali jasa dalam bidang hukum, pajak dan keamanan;
3. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang pengangkutan di darat, baik untuk penumpang maupun untuk barang;
4. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang percetakan, penerbitan dan penjilidan, semuanya dalam arti kata yang seluas-luasnya;
5. Berdagang seumumnya dalam arti kata yang seluas-luasnya, termasuk dagang ekspor, impor, lokal dan interinsulair, baik untuk perhitungan sendiri,
maupun untuk perhitungan orang lain atas dasar komisi, juga bertindak sebagai agen, grosir, leveransir, serta penyalur dari rupa-rupa dagangan; 6. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang pendirian dan pemborongan
pekerjaan pemborongan bangunan, pendirian gedung-gedung, rumah-rumah, jalanan, irigasi, instalasi listrik dan lain-lain pekerjaan pembangunan,
semuanya dalam arti kata yang seluas-luasnya;
7. Menjadi agen, agen tunggal, distributor, perwakilan (resperentative) ataupun leveransir/supplier dari berbagai perusahaan baik didalam maupun diluar negeri untuk bermacam-macam barang;
8. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang konsultan dalam arti kata yang seluas-luasnya, kecuali konsultan dalam bidang hukum dan pajak;
9. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang perbengkelan dalam arti kata seluas-luasnya.
Berikut beberapa hasil konstruksi yang ditangani oleh PT Bhineka Ciptabahana Pura: 1. Hotel Novotel Balikpapan (Tahun 2004)
2. Gedung Sekolah Bina Bangsa 7 Lantai, Jakarta Barat (Tahun 2001) 3. Mall Citra Gran Cibubur (Tahun 2001)
4. Kantor PDAM Bogor (Tahun 2004) 5. Hotel Aston Premiere Plaza (Tahun 2005) 6. Kantor BCA Daan Mogot (2006)
7. Sekolah PAHOA, Gading Serpong (Tahun 2008) 8. Universitas Bunda Mulia Jakarta (Tahun 2007) 9. Sekolah BPK Penabur, Sentul (Tahun 2008)
10. PT Toyota Astra Motor Office, Warehouse & Stock Yard, Cibitung (Tahun 2011)
3.1.3. Produk dan Layanan
PT Bhineka Ciptabahana Pura sebagai perusahaan jasa memberikan layanan sebaik-baiknya untuk para pengguna jasanya. Dalam melaksanakan pemberian jasa konstruksi, perusahaan juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak sebagaimana tersebut pada masing-masing perjanjian dengan membentuk pengelola proyek secara bersama-sama untuk melaksanakan pekerjaan proyek dari pemberi kerja. Hak dan kewajiban masing-masing pihak yang bekerjasama ditentukan sesuai
porsi yang ditetapkan dalam perjanjian kerjasama. Setiap aset atau kewajiban yang timbul selama masa operasi dicatat oleh perusahaan dalam pos tersendiri yaitu hutang dan piutang usaha bersama.
Di bidang usaha jasa konstruksi kegiatan pemasaran baru dapat terlaksana apabila pengguna jasa telah menaruh kepercayaan kepada pelaksana. Hal tersebut berkaitan dengan sifat jasa konstruksi yang menawarkan sesuatu yang belum terwujud dengan suatu harga, kualitas dan waktu penyerahan yang telah ditentukan. Proses produksi dalam bentuk pengerjaan proyek dilaksanakan ditempat pengguna jasa berdasarkan kontrak yang disepakati bersama antara pengguna jasa dan penyedia jasa.
Sebelum sampai kepada proses kontrak secara umum, perusahaan akan melalui tahapan proses sebagai berikut :
a. Perintisan, merupakan pengumpulan informasi mengenai rencana proyek-proyek pembangunan.
b. Prekualifikasi, tahapan penyaringan calon peserta tender.
c. Tender, yaitu proses pengajuan harga penawaran yang disertai dengan kelengkapan sesuai persyaratan yang ditentukan.
3.1.4. Struktur Organisasi/Manajemen/Mekanisme dan Prosedur
Untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien, dibutuhkan suatu wadah untuk melakukan berbagai kegiatan yang kemudian akan dipadukan dan diorganisasikan dalam suatu wadah atau badan yang disebut organisasi. PT Bhineka Ciptabahana Pura sebagai suatu organisasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya harus membentuk suatu struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan kerangka kerja yang menggambarkan hubungan wewenang dan tanggung jawab setiap tingkat yang berada didalam organisasi tersebut untuk melaksanakan kegiatan perusahaan menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi harus dapat menunjang pelaksanaan kebijakan dan strategi usaha yang ditetapkan oleh pimpinan perusahaan untuk mencapai sasaran usaha yang dikehendaki oleh pemegang saham PT Bhineka Ciptabahana Pura. Struktur organisasi jelas dan tegas menunjang pengawasan dan kelancaran aktivitas dalam perusahaan, karena setiap
unit organisasi mengetahui tugas, tanggung jawab dan wewenang yang didelegasikan kepada masing-masing unit serta hubungan antara satu unit dengan unit yang lain.
34 GAMBAR 3.1
STRUKTUR ORGANISASI PT BHINEKA CIPTABAHANA PURA
Komisaris Direktur Utama Direktur
Marketing Direktur Proyek
Direktur Umum
Estim ator
Desain Koor. Proyek
Konstruksi Baja Precast Beton Site Manager Produksi Pemasangan Direktur Keuangan Teknik Q C Pemeliharaa Safety Cost Control Pembelian Logistik M. HRD Keuangan Akuntansi Drafter Surveyo Logistik Produksi Pemasangan
35
Bagi suatu perusahaan, suatu struktur organisasi terutama membantu dalam hal-hal berikut:
a. Memudahkan pengamatan terhadap setiap kegiatan b. Memperlancar kerjasama antar bagian di perusahaan
c. Menjelaskan hubungan kerja antar bagian dalam perusahaan
d. Sebagai pedoman dalam menyusun prosedur-prosedur tertulis tentang aktivitas usaha
e. Menjelaskan tingkatan-tingkatan manajemen dan posisi yang ada di suatu perusahaan
Bila dilihat dari gambar struktur organisasi perusahaan pada gambar 3.1 struktur organisasi yang digunakan PT Bhineka Ciptabahana Pura adalah struktur organisasi yang berbentuk organisasi garis atau lini yaitu dimana terdapat hubungan antara atasan dan bawahan yang terikat secara formal dalam suatu ikatan hierarki yang bekerjasama untuk mencapai tujuan. Dalam organisasi ini arus perintah mengalir dari pimpinan kepada bawahannya sampai pada pelaksana di masing-masing unit dalam perusahaan.
3.1.5 Uraian Tugas
Uraian tugas dan tanggung jawab secara tertulis dapat memungkinkan manajemen menetapkan secara efektif apakah setiap karyawan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik pada setiap bagian dalam struktur organisasi tersebut
1. Komisaris
Komisaris mempunyai kekuasaan tertinggi dalam perusahaan, tugas pokok dan tanggungjawabnya adalah:
a. Merumuskan tujuan dan kebijakan perusahaan secara keseluruhan
b. Memeriksa dan menyetujui rencana program kerja dan anggaran perusahaan secara keseluruhan
c. Mengawasi jalannya kegiatan perusahaan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
2. Direktur utama
Direktur utama membawahi beberapa direktur dan bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan serta bertindak untuk dan atas nama perusahaan. Adapun tugas dan tanggungjawabnya adalah:
a. Membuat keputusan mengenai analisa sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan operasi perusahaan, serta kelangsungan hidup perusahaan
b. Bertindak sebagai penanggungjawab perusahaan serta menentukan kebijakan dan jalannya perusahaan
c. Menjalin hubungan dengan lembaga pemerintahan dan dunia usaha dalam rangka mempererat kerjasama dan pengembangan usaha serta citra perusahaan
d. Memimpin dan mengelola perusahaan di dalam melakukan kegiatan e. Mendelegasikan tugas-tugas dan wewenang kepada Direktur
masing-masing bagian untuk memimpin kegiatan operasional dan administratif perusahaan sesuai dengan tanggungjawab mereka
f. Mengerahkan semua kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
3. Direktur Keuangan
Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan membawahi beberapa bagian seperti :
A. Bagian Akuntansi, dengan tugas sebagai berikut:
a. Membuat dan menyusun laporan keuangan perusahaan b. Mengumpulkan dan mengarsipkan bukti-bukti transaksi c. Menyelenggarakan pembukuan yang tepat dan up to date
d. Melaksanakan proses akuntansi untuk menyiapkan laporan keuangan perusahaan dan memberikan data informasi kepada seluruh bagian sesuai dengan keperluannya
B. Bagian Keuangan, dengan tugas sebagai berikut:
a. Mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan secara efisien b. Mengotorisasi setiap bukti-bukti transaksi
c. Menyusun anggaran tahunan perusahaan untuk diajukan kepada para pemegang saham bersamaan dengan laporan keuangan tahunan untuk mendapatkan pengesahan
d. Menganalisis laporan keuangan
4. Direktur Umum
Dalam melakukan tugasnya bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan membawahi beberapa bagian seperti :
A. Bagian Teknik, dengan tugas sebagai berikut:
a. Memimpin dan mengembangkan disiplin dan kreatifitas bagian teknik yang terdiri dari seksi perencanaan, seksi anggaran dan seksi laboratorium
b. Memelihara, mempertahankan dan mengembangkan strategi kompetisi dan memenangkan tender
c. Melaksanakan perancangan dan perhitungan konstruksi
d. Menyiapkan petunjuk dan informasi yang dibutuhkan kepada bagian lain
e. Menyiapkan data-data tender yang tidak menyalahi persyaratan yang diminta
B. Bagian Penjualan dan Pemasaran, dengan tugas sebagai berikut:
a. Mencari dan mendapatkan proyek yang dapat memberikan order dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan
b. Melakukan koordinasi kegiatan penjualan dan pemasaran
c. Melaksanakan administrasi yang berkaitan dengan proyek dan pemilik proyek
C. Bagian HRD, dengan tugas sebagai berikut:
a. Menyusun, merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi anggaran biaya kegiatan secara efektif dan efisien serta bertanggung jawab terhadap setiap pengeluaran hasil kegiatan
b. Bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengawasan dan
melaksanakan evaluasi terhadap jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.
c. Melaksanakan seleksi, promosi, transfering, demosi terhadap karyawan yang dianggap perlu.
d. Melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan mental, keterampilan dan pengetahuan karyawan sesuain dengan standard perusahaan.
e. Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang berhubungan dengan rekapitulasi absensi karyawan,perhitungan gaji, tunjangan dan bonus.
5. Direktur Marketing
Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan membawahi beberapa bagian seperti :
A. Bagian Estimator, dengan tugas sebagai berikut:
Menerima dokumen/drawing/spec dari atasan, klien atau bagian lain sertamelakukan penghitungan / mengestimasi kebutuhan jumlah, spec dan harga material, scope of work, subkontraktor, man hours untuk keperluan biding (tender) pada Divisi Konstruksi maupun Divisi Fabrikasi.
B. Bagian Design, dengan tugas sebagai berikut:
Bertugas untuk melakukan perancangan pengembangan kawasan sesuai dengan spesifikasi dan batasan-batasan yang telah ditentukan diatas tanah yang dikembangkan dengan menggunakan data-data yang dihasilkan dan telah diolah oleh surveyor. Bagian design juga mempunyai tugas untuk membuat perancangan design rumah sesuai konsep yang diinginkan oleh Developer.
6. Direktur Proyek
Kegiatan proyek dilaksanakan untuk mencapai target kerja yang ditetapkan dalam rencana kerja dan anggaran proyek. Dalam suatu proyek, perusahaan juga membentuk suatu struktur organisasi proyek. Tugas dan tanggungjawab fungsi-fungsi di dalamnya yaitu :
1. Koordinator proyek
Bertanggungjawab atas kelancaran dan keberhasilan proyek yang dikerjakan.
1. Site Manager
Membantu koordinator proyek untuk mengkoordinir para pelaksana proyek dalam pelaksanaan pengerjaan proyek.
Bertugas untuk membantu arsitek / bagian desain untuk merealisasikan hasil rancangan pengembangan kawasan sehingga dapat berfungsi sesuai keinginan semua pihak.
• Surveyor
Meninjau dan meneliti tempat dan segala keperluan yang alam pelaksanaan proyek.
• Logistik
Melaksanakan kegiatan logistik yang berkaitan dengan proyek, Membuat rencana atau program penggunaan peralatan jangka pendek dan jangka panjang, Menyusun program mobilitas peralatan dan koordinasi pelaksanaannya.
2. Konstruksi Baja • Produksi
Mengatur proses produksi baja, apa saja yang dibutuhkan untuk proses produksi.
• Pemasangan
Mengatur proses pemasangan baja pada proyek yang sedang dikerjakan.
• Teknik
Mengatur dan mengendalikan proses pengerjaan proyek yang sedang berlangsung dan menangani bagian teknikal.
• Quality Control
Mengontrol kualitas baja yang dipakai untuk pembangunan proyek.
• Pemeliharaan
Memelihara kualitas baja yang akan digunakan untuk pelaksanaan proyek.
• Safety
Menjaga dan menjamin keamanan pekerja selama proyek berlangsung.
• Logistik
Menunjang kebutuhan logistik dan baja terkait kebutuhan proyek.
3. Precast Beton • Produksi
Memegang kendali atas produksi beton yang akan digunakan untuk pembangunan proyek.
• Pemasangan
Bertanggung jawab atas pemasangan beton dalam pembangunan proyek.