• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III AKUNTABILITAS KINERJA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BKD KABUPATEN GRESIK 16

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas diartikan sebagai kemampuan untuk menjawab segala mandat yang diberikan kepada pengemban amanat melalui media. Sedangkan

kinerja dapat diartikan sebagai prestasi kerja pengemban amanat atas pelaksanaan tugas dan fungsi. Akuntabilitas adalah kewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Sedangkan Kinerja Instansi Pemerintah diartikan sebagai gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran atau tujuan Instansi Pemerintah sebagai penjabaran dari visi, misi dan strategi Instansi Pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Oleh karena itu Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik sangat berkepentingan menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja sebagai potret keinginan yang kuat dari Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kinerja organisasi.

3.1 PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA

Pengukuran Capaian Kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi, misi dan strategi instansi pemerintah. Proses ini dimaksudkan untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran.

Pengukuran capaian kinerja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2015 digunakan untuk mengetahui keberhasilan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik dalam melaksanakan program dan kegiatan selama 1 (satu) tahun anggaran. Indikator kinerja yang digunakan

(2)

BKD KABUPATEN GRESIK 17 adalah indikator kinerja sasaran, yang dirumuskan dalam Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2011-2015.

Capaian indikator kinerja sasaran pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik merupakan tingkat pencapaian target dari indikator kinerja sasaran yang dicapai pada Tahun 2015, diukur dengan membandingkan nilai indikator kinerja sasaran antara realisasi dengan target, yang ditampilkan dalam bentuk persentase (%). Hasil pengukuran kinerja sasaran pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik diuraikan sebagai berikut (sebagaimana termuat dalam Lampiran 4. Formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran) :

1. Sasaran “Meningkatnya Pelayanan Administrasi Perkantoran” dengan indikator :

a. Tersedianya peralatan kantor yang memadahi dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

b. Tersedianya sarana dan prasarana kantor yang representatif

dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

c. Meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) BKD dengan target 81,5%, terealisasi 74,51%, persentase capaian kinerja 91,42%.

2. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Perencanaan Program dan Kualitas Pelaporan Kinerja SKPD” dengan indikator :

a. Ketersediaan dokumen perencanaan kerja dan anggaran SKPD (Dokumen Rencana Strategis, Rencana Kerja, Rencana Kinerja Tahunan, Penetapan Kinerja, serta Dokumen RKA/DPA/DPPA)

dengan target 100%, terealisasi 80%, persentase capaian kinerja 80%.

b. Ketersediaan dokumen evaluasi dan pelaporan kinerja SKPD (Dokumen LAKIP, Dokumen LKPJ, Monev Program dan Kegiatan) dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

3. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Pengelolaan dan Pelaporan SKPD” dengan indikator :

(3)

BKD KABUPATEN GRESIK 18 a. Terserapnya keuangan SKPD sesuai rencana yang ditetapkan

dengan target 100%, terealisasi 84,8%, persentase capaian kinerja 84,8%.

b. Tersusunya dokumen pelaporan atas pengelolaan keuangan SKPD dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

c. Jumlah dokumen laporan keuangan SKPD yang dapat tersusun tepat waktu dengan target 3 laporan, terealisasi 3 laporan, persentase capaian kinerja 100%.

4. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil” dengan indikator :

a. Terpenuhinya jumlah formasi yang dibutuhkan dalam seleksi penerimaan CPNS dengan target 100%, terealisasi 0% capaian kinerja 0%.

b. Persentase jumlah pegawai dengan kebutuhan organisasi

dengan target 100%, terealisasi 77,91%, persentase capaian kinerja 77,91%

5. Sasaran “Meningkatnya Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai” dengan indikator :

c. Persentase PNS yang disiplin dengan target 100%, terealisasi 99,9%, persentase capaian kinerja 99,9%.

d. Jumlah PNS yang diberi penghargaan dengan target 1.000 orang, terealisasi 689 orang, persentase capaian kinerja 68,9%.

6. Sasaran “Meningkatnya Sistem Pembinaan Karier PNS secara Obyektuf dan Transparan” dengan indikator :

a. Persentase jumlah jabatan struktural yang terisi dengan target 100%, terealisasi 89,82%, persentase capaian kinerja 89,82%. b. Persentase Pejabat Struktural yang telah sesuai dengan

pendidikan formal dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

c. Persentase Pejabat Struktural yang telah memenuhi persyaratan kepangkatan dengan target 100% dengan realisasi 100% capaian kinerja 100%.

(4)

BKD KABUPATEN GRESIK 19 7. Sasaran “Terdistribusinya Pegawai sesuai dengan Formasi dan

Kebutuhan masing-masing SKPD” dengan indikator :

a. Persentase jumlah jabatan fungsional yang terisi dengan target 100%, terealisasi 88%, persentase capaian kinerja 88%.

b. Rasio Pejabat Fungsional yang telah sesuai dengan pendidikan formal dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

c. Persentase Jabatan Non Struktural yang terisi dengan target 100%, terealisasi 74%, persentase capaian kinerja 74%.

d. Rasio Pejabat Non Struktural yang telah sesuai dengan pendidikan formal dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

8. Sasaran “Meningkatnya Pelayanan Administrasi Kepegawaian” dengan indikator :

a. Jumlah SK Kenaikan Pangkat yang telah selesai tepat waktu

dengan target 2.000 SK, terealisasi 1.302 SK, persentase capaian kinerja 65,1%.

b. Jumlah SK Pensiun yang telah selesai tepat waktu dengan target 150 orang, terealisasi 178 orang, persentase capaian kinerja 118%. c. Jumlah SK Gaji Berkala yang telah selesai tepat waktu dengan

target 1.000 SK, terealisasi 4.225 SK, persentase capaian kinerja 422,5%.

9. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Diklat Pra Jabatan dan Diklat Kepemimpinan” dengan indikator :

a. Persentase Pejabat Struktural yang telah mengikuti diklat Kepemimpinan Sesuai dengan jenjangnya dengan target 100%, terealisasi 71%, persentase capaian kinerja 71%.

b. Jumlah CPNS yang mengikuti Pra Jabatan dengan target 300 orang, terealisasi 19 orang, persentase capaian kinerja 6%.

10. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional” dengan indikator :

(5)

BKD KABUPATEN GRESIK 20 a. Jumlah diklat kepemimpinan, diklat teknis, dan diklat fungsional yang dilaksanakan dengan target 6 diklat, terealisasi 5 diklat capaian kinerja 83,33%.

b. Jumlah pegawai yang dikirim untuk mengikuti diklat fungsional, workshop, sosialisasi dan lokakarya dengan target 80 orang, terealisasi 75 orang, persentase capaian kinerja 93,75%.

c. Persentase kebutuhan pejabat pengadaan barang dan jasa yang bersertifikat dengan target 100%, terealisasi 180%, persentase capaian kinerja 180%.

11. Sasaran “Meningkatnya Pengelolaan Dokumentasi dan Data Kepegawaian” dengan indikator :

a. Jumlah data pegawai yang telah diarsip ke dalam dosir dengan target 11.856 pegawai, terealisasi 9.583 pegawai, persentase capaian kinerja 80,8 %.

b. Jumlah pegawai yang telah divalidasi dengan target 11.856 pegawai, terealisasi 9.583 pegawai, persentase capaian kinerja 80,8%.

12. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)” dengan indikator :

a. Tersedianya sistem informasi kepegawaian dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

b. Tersedianya website BKD yang up to date dengan target 100%, terealisasi 100%, persentase capaian kinerja 100%.

3.2 ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Analisa capaian kinerja diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan kinerja yang pada akhirnya dapat disimpulkan adanya masalah kinerja sebagai bahan pengambilan keputusan manajemen untuk meningkatkan kinerja melalui alokasi, distribusi dan regulasi. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang didalamnya terdapat beberapa sub pelaksana baik setingkat bidang maupun sub bidang sebagai pelaksana program dan kegiatan maka segala pencapaian komponen

(6)

BKD KABUPATEN GRESIK 21 Rencana Strategis tidak dapat dilepaskan dengan tugas dan fungsi masing-masing sub pelaksana program dan kegiatan sesuai dengan tingkat kewenangan yang diberikan. Secara garis besar berbagai pencapaian kinerja yang telah dicapai Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik pada Tahun 2014 dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Sasaran “Meningkatnya Pelayanan Administrasi Perkantoran” dengan indikator capaian sebagai berikut :

a. Untuk memenuhi target kinerja tersedianya peralatan kantor yang memadahi guna meningkatkan pelayanan di bidang kepegawaian, pada Tahun 2015 telah dilaksanakan pengadaan Alat Tulis Kantor dan Bahan Cetakan, serta penyediaan jasa kurir untuk proses surat menyurat. Sehingga target yang ditetapkan dapat terpenuhi 100%; b. Ketersediaan sarana dan prasarana kantor yang represantatif guna

mendukung pelayanan yang berkualitas secara bertahap perlu dilakukan secara terus-menerus. Pada Tahun 2015 target pada indikator ini telah terpenuhi 100% yaitu dengan pengadaan beberapa peralatan dan perlengkapan kantor diantaranya 5 unit filling kabinet, 2 unit mesin lemari arsip, 1 unit lemari arsip, 1 unit vacuum cleaner, 6 unit komputer PC, 1 unit komputer Notebook, 6 unit printer, 1 unit Megaphone TOA, 1 unit paket gorden, 1 unit Kamera Digital Pocket, 1 paket CCTV,dan 1 unit Portable Wirreles, penyediaan jasa service bagi peralatan dan perlengkapan yang kondisinya kurang baik, serta penyediaan fasilitas kelistrikan yang menunjang atas beroperasinya seluruh perangkat elektronik.

c. Untuk memenuhi target meningkatnya Indeks kepuasan masyarakat khususnya dalam pelayanan di bidang kepegawaian, pada Tahun 2015 telah disiapkan bahan bacaan untuk ruang tamu BKD serta pengadaan jasa kebersihan guna meningkatnya kenyamaan tamu BKD, disamping itu pula disusun dokumen sistem dan prosedur pelayanan kepegawaian daerah guna lebih mensosialisasikan tentang persyaratan pelayanan kepegawaian dan guna memudahkan stakeholder di dalam memperoleh pelayanan kepegawaian. Pada pada Tahun 2015 ini pula telah dilakukan survey

(7)

BKD KABUPATEN GRESIK 22 untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kepegawaian, Indeks Kepuasan Masyarakat yang ditargetkan sebesar 81,5 terealisasi sebesar 74,51 (belum memenuhi target). Angka ini menunjukkan bahwa beberapa simpul layanan yang ada pada Badan Kepegawaian Daerah perlu diperbaiki lagi di waktu-waktu yang akan datang.

2. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Perencanaan Program dan Kualitas Pelaporan Kinerja SKPD” dengan indikatorcapaian sebagai berikut : a. Sesuai dengan target yang telah ditetapkan, pada tahun ini telah

disusun dokumen-dokumen anggaran diantaranya adalah Dokumen Rencana Kerja (RENJA) Tahun 2016, Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) Tahun 2015, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2015, Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Tahun 2015, Rencana Kinerja (RK) Tahun 2015, dan dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2015. Pada tahun 2015 juga direncanakan disusun dokumen rencana strategis Badan Kepegawaian Daerah Tahun 2016-2021, akan tetapi dikarenakan adanya penundaan jadwal pelaksanaan pemilukada sehingga RPJMD disusun pada Tahun 2016 maka dokumen Rencana Strategis pun nantinya disusun pada tahun 2016.

b. Pada tahun ini juga telah ditetapkan target penyusunan 3 dokumen evaluasi dan pelaporan kinerja SKPD. Dokumen tersebut dapat disusun dengan baik yaitu Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2014, Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2014, serta Laporan monitoring dan evaluasi kinerja APBD Tahun 2014.

3. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Pengelolaan dan Pelaporan Keuangan SKPD” dengan indikator capaian sebagai berikut :

a. Kinerja penyerapan keuangan APBD ditargetkan sebesar 100% dapat terserap sebesar 84,8%, hal ini disebabkan adanya efisiensi anggaran pada beberapa kegiatan, adanya sisa anggaran dari kontrak serta adanya 2 kegiatan yang tidak dilaksanakan yaitu

(8)

BKD KABUPATEN GRESIK 23 kegiatan Penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Seleksi Penerimaan Calon PNS;

b. Target lain yang ditetapkan yaitu tersusunnya 3 dokumen pelaporan atas pengelolaan keuangan SKPD. Target ini telah dapat dicapai dengan tersusunnya 3 dokumen laporan pengelolaan keuangan SKPD yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang untuk saat ini terangkum dalam Dokumen Laporan Keuangan SKPD, serta buku-buku laporan keuangan yang lain.

c. Dari target yang telah ditetapkan, 3 dokumen laporan keuangan SKPD berhasil di susun tepat waktu yaitu dokumen Laporan Keuangan SKPD yang meliputi Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

4. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil” dengan indikator capaian sebagai berikut :

a. Target pada indikator terpenuhinya jumlah formasi yang dibutuhkan dalam seleksi penerimaan CPNS yang ditetapkan 100% tidak dapat dipenuhi dikarenakan adanya Moratorium (penghentian) perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama 5 tahun kedepan oleh Kemenpan dan RB, rencana tersebut dilakukan karena biaya belanja pegawai semakin membengkak dan membuat APBN dan APBD kewalahan. Akan tetapi pada Tahun 2015 Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik telah melaksanakan Fasilitasi penyelenggaraan penerimaan Calon Praja IPDN telah dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober s/d 5 Desember 2015. Mengingat tahapan seleksi yang begitu ketat, dari jumlah pelamar sebanyak 30 orang, untuk Tahun 2015 hanya 2 orang yang bisa diterima menjadi Calon Praja IPDN.

b. Sedangkan untuk indikator Persentase Jumlah Pegawai Dengan Kebutuhan Organisasi telah ditetapkan Target sebesar 100% namun hanya terealiasi 77,9%, Hal ini berdasarkan hasil kegiatan Analisis Kebutuhan PNS telah ditetapkan kebutuhan

(9)

BKD KABUPATEN GRESIK 24 PNS pada organisasi Pemerintah Kabupaten Gresik sejumlah 12.300 Orang, sedangkan untuk kondisi saat ini jumlahnya hanya 9.583 Orang.

5. Sasaran “Meningkatnya Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai” dengan indikator keberhasilan sebagai berikut :

a. Target indikator persentase PNS yang disiplin mencapai 99,9% dari 100% yang ditetapkan. Berbagai upaya untuk meningkatkan disiplin kerja dan performa PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik telah dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah diantaranya adalah :

 Melaksanakan kegiatan Pengambilan Sumpah atau Janji PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik sebanyak 332 orang pada tanggal 2 Desember 2015 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik;

 Pengadaan ID Card (Keplek) untuk seluruh pejabat struktural dan non struktural sejumlah 1.140 buah;

 Pengadaan mesin check clock untuk daftar hadir PNS sejumlah 8 unit yang didistribusikan ke UPT Dispendik Kecamatan Wringinanom, UPT Dispendik Kecamatan Driyorejo, UPT Dispendik Kecamatan Banjeng, UPT Dispendik Kecamatan Balong Panggang, UPT Dispendik Kecamatan Kedamean, UPT Dispendik Kecamatan Ujung Pangkah, UPT Dispendik Kecamatan Panceng, UPT Dispendik Kecamatan Panceng dan UPT Dispendik Kecamatan Duduk Sampean;

 Pembinaan disiplin PNS secara rutin ke beberapa SKPD;

 Sosialisasi Peraturan Kepegawaian yang dilaksanakan pada 27 Mei 2015 di P. Bawean dan 27 Nopember 2015 di Kantor Bupati Gresik;

 Sosialisasi pelaporan pajak-pajak pribadi yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2015, yang mana bertujuan untuk meningkatkan ketaatan terhadap pembayaran pajak dan pelaporannya.

(10)

BKD KABUPATEN GRESIK 25 b. Sebagai upaya pemberian reward kepada PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik yang telah bekerja dengan penuh disiplin dan berkinerja secara terus-menerus, pada Tahun 2015 telah ditetapkan target 1.000 orang. Berdasarkan usulan dari Kepala SKPD terhadap PNS untuk mendapatkan penghargaan Satya Lancana Karya Satya kepada PNS sejumlah 689 orang yang terbagi dalam 2 tahap, dan dari jumlah usulan tersebut ternyata seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia dengan rincian :

 Penghargaan Satya Lancana Karya Satya Sepuluh Tahun sebanyak 158 orang;

 Penghargaan Satya Lancana Karya Satya Duapuluh Tahun sebanyak 280 orang;

 Penghargaan Satya Lancana Karya Satya Tigapuluh Tahun sebanyak 251 orang;

Selain pemberian penghargaan diatas Badan Kepegawaian Daerah juga telah memberikan kesempatan kepada 19 orang PNS yang berprestasi untuk melanjutkan tugas belajar baik S1 dan S2 ke berbagai Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia.

Badan Kepegawaian Daerah juga telah mengadakan Bimbingan Teknis kepada 180 orang PNS yang akan memasuki purna tugas, agar setelah pensiun memiliki kesiapan mental dan juga meiliki ketrampilan dalam berwiraswasta (berbisnis).

6. Sasaran “Meningkatnya Sistem Pembinaan Karier PNS secara Obyektuf dan Transparan” dengan indikator keberhasilan sebagai berikut :

a. Dalam rangka untuk mengisi formasi jabatan struktural yang telah ditetapkan, Badan Kepegawaian Daerah secara bertahap telah melaksanakan pengisian di beberapa pos jabatan struktural yang kosong baik karena adanya pejabat yang memasuki masa pensiun maupun karena adanya lembaga / organisasi yang baru dibentuk. Dari target yang telah ditetapkan sebesar 100% terealisasi 89,82%,

(11)

BKD KABUPATEN GRESIK 26 sehingga masih terdapat formasi jabatan struktural yang belum terisi sejumlah 107 jabatan atau 10,18%. Pengisian jabatan struktural pada Tahun 2015 telah dilaksanakan sebanyak 2 kali dengan jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 196 orang dengan rincian :

 Pada tanggal 6 Februari 2015 jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 1 orang, yang terdiri atas hanya dari pejabat eselon II;

 Pada tanggal 26 Maret 2015 jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 195 orang, yang terdiri dari eselon II sebanyak 2 orang, eselon III sebanyak 28 orang, eselon IV sebanyak 108 orang dan pejabat fungsional sebanyakl 57 orang.

b. Target 100% terhadap pejabat struktural yang telah sesuai dengan pendidikan pada tahun ini masih belum dapat dicapai, namun secara bertahap penempatan pejabat struktural berdasarkan kompetensi pendidikan akan mendapat prioritas di masa-masa mendatang. c. Untuk memenuhi target persentase pejabat struktural yang telah

memenuhi persyaratan kepangkatan sebesar 100%, Badan Kepegawaian Daerah telah penyusunan Daftar Urut Kepangkatan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik Tahun 2015, sebagai salah satu bahan pertimbangan Baperjakat untuk pengangkatan jabatan struktural. Dan juga telah dilaksanakan Ujian Dinas Tingkat I dan Tingkat II guna memenuhi persyaratan kenaikan pangkat dengan peserta sejumlah 76 orang dengan tingkat kelulusan peserta 77,63 % atau sebanyak 59 Orang dinyatakan lulus ujian dinas.

7. Sasaran “Terdistribusinya Pegawai sesuai dengan Formasi dan Kebutuhan masing-masing SKPD” dengan indikator capaian sebagai berikut :

a. Target persentase jabatan fungsional yang terisi sebesar 100%, tidak dapat dipenuhi sepenuhnya. Dari kebutuhan yang mencapai 7.858 orang, sampai dengan akhir Tahun 2015 jumlah pejabat fungsional khusus hanya sejumlah 6.122 orang atau sejumlah 88% dari target. Guna menunjang peran Pejabat Fungsional Khusus yang ada pada Pemerintah Kabupaten Gresik, Badan Kepegawaian

(12)

BKD KABUPATEN GRESIK 27 Daerah menyelenggarakan Sosialisasi Jabatan Fungsional Analis Kepegawaian, Pranata Komputer dan Arsiparis yang pada Tahun 2015 dilaksanakan pada tanggal 27 s/d 30 Oktober 2015 di Ruang Mandhala Bhakti Praja.

b. Sedangkan untuk target rasio pejabat fungsional yang telah sesuai dengan pendidikan formal yang sebesar 100%, ditetapkan bahwa target tersebut telah terpenuhi sepenuhnya. Mengingat ketatnya aturan-aturan terkait jenjang jabatan dan kepangkatan dalam jabatan fungsional.

c. Target persentase jabatan non struktural yang terisi yang ditetapkan sebesar 100%, dengan kondisi jumlah jabatan non struktural yang ada sampai dengan akhir tahun 2015 yang sebesar 2.516 orang dari jumlah kebutuhan sejumlah 3.390 orang maka ditetapkan ketercapaian target indikator ini hanya sebesar 74%.

d. Untuk indikator rasio pejabat non struktural yang telah sesuai dengan pendidikan dari target yang ditetapkan 100 %, bisa disampaiakn bahwa target tersebut dapat dipenuhi dikarenakan di dalam penempatan PNS Badan Kepegawaian Daerah sangat memprioritaskan faktor pendidikan. Dengan harapan pelaksanaan tugas dan fungsi ketika ada kesesuaian antara tupoksi dan pendidikan nantinya bisa berjalan dengan baik, cepat dan tepat. 8. Sasaran “Meningkatnya Pelayanan Administrasi Kepegawaian”

dengan indikator keberhasilan sebagai berikut :

a. Target jumlah SK kenaikan pangkat yang selesai tepat waktu sejumlah 2.000 terealisasi 1.302 atau tercapai 93,8% sehingga kurang 6,2% dari target yang ditetapkan;

b. Jumlah SK Pensiun yang selesai tepat waktu dengan target 150, tercapai 178 atau tercapai 167,66%.

c. Jumlah SK Gaji Berkala yang selesai tepat waktu dengan target 1.000 terealisasi 4.225 atau 620%.

9. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Diklat Pra Jabatan dan Diklat Kepemimpinan” dengan indikator keberhasilan sebagai berikut :

(13)

BKD KABUPATEN GRESIK 28 c. Sebagaimana target yang ditetapkan dalam penetapan kinerja 2015, dari jumlah pejabat yang telah dilantik sebanyak 945 Orang yang telah mengikuti diklat kepemimpinan baik tingkat II, III maupun IV semestinya sebanyak 945 Orang pula. Akan tetapi sampai dengan akhir tahun 2015 hanya terdapat 671 orang atau 71% pejabat yang sudah mengikuti diklat kepemimpinan sesuai jenjangnya. Dengan adanya perubahan kebijakan Pemerintah Pusat terkait penyelenggaraan Diklatpim, maka pada Tahun 2015 Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan PMI Jawa Timur Cabang Gresik guna menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV secara mandiri. Akan tetapi karena keterbatasan sarana dan prasana, maka peserta Diklatpim IV pada Tahun 2015 hanya 30 Orang sedangkan pengiriman peserta diklatpim III ke Badan Diklat Provinsi Jawa Timur sebanyak 21 Orang pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Adapun secara rinci sebagai berikut :

 Untuk Diklat Kepemimpinan Tingkat III telah dikirimkan sebanyak 21 Orang selama periode 27 Mei s/d 4 Desember 2015 dengan rincian PNS Golongan III sebanyak 8 Orang dan Golongan IV sebanyak 13 Orang, dari jumlah peserta tersebut seluruhnya dinyatakan lulus 100%;

 Sedangkan untuk Diklat Kepemimpinan Tingkat IV telah dilaksanakan pada tanggal 21 April s/d 14 Agustus 2015 bagi Pejabat Struktural eselon IV sejumlah 30 Orang bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PMI Jawa Timur Cabang Gresik dengan rincian PNS Golongan III sebanyak 27 Orang dan Golongan IV sebanyak 3 Orang, dari jumlah peserta tersebut seluruhnya dinyatakan lulus 100%.

d. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik bekerjasama dengan Badan Diklat Propinsi Jawa Timur telah melaksanakan Diklat Pra Jabatan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil sebanyak 19 orang yang bersumber dari Dokter Formasi Khusus dengan tingkat kelulusan

(14)

BKD KABUPATEN GRESIK 29 sebesar 100%. Adapun dengan Target diklat pra jabatan yang telah ditetapkan sejumlah 300 orang dapat tercapai.

10. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional” dengan indikator keberhasilan sebagai berikut :

a. Jumlah Diklat Kepemimpinan, Diklat Teknis dan Diklat Fungsional yang dilaksanakan dengan target 6 jenis diklat, dapat direalisasikan 5 jenis diklat atau terealisasi 66,67% diantaranya adalah :

 Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Penyuluh Pertanian pada tanggal 25 s/d 29 Mei 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang bertempat di Ruang Mandhala Bhakti Praja Kabupaten Gresik;

 Pendidikan dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Berbasis Akrual pada tanggal 5 s/d 13 Mei 2015 di Ruang Mandhala Bhakti Praja Kabupaten Gresik; dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang berasal dari Pejabat Pengelola Keuangan pada setiap SKPD;

 Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada tanggal 28 Juli s/d 4 Agustus 2015 di Ruang Mandhala Bhakti Praja Kabupaten Gresik dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang terdiri atas Kasi Ekonomi di kantor kecamatan dan kelurahan;

 Pelaksanaan Pembinaan Organisasi, Tata Kerja dan Pengembangan Kinerja Aparatur (On The Job Training) pada tanggal 12 s/d 13 Mei 2015 dengan peserta sebanyak 322 orang yang merupakan CPNS Formasi Tahun 2014;

 Pelaksanaan Workshop Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai yang dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 18 Februari 2015 dengan peserta sebanyak 200 orang.

b. Jumlah PNS yang dikirim untuk mengikuti Diklat Fungsional, Workshop, Sosialisasi dan Lokakarya dengan target 80 orang terealisasi 75 orang atau 93,75%. Jumlah tersebut dilaksanakan dalam 2 kegiatan yakni pengiriman 69 Orang PNS untuk mengikuti Diklat Fungsional, Sosialisasi, Workshop, Seminar dan Lokakarya

(15)

BKD KABUPATEN GRESIK 30 dan pengiriman 6 orang PNS untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan bagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada tanggal 6 April s/d 20 Juni 2015 di Pusdiklat Reskrim POLRI Kabupaten Bogor.

c. Adapun kebutuhan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa yang bersertifikat dengan target 100% terealisasi 180%. Perlu kami informasikan bahwa target Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa yang bersertipikat sampai dengan akhir Tahun 2015 sejumlah 210 orang, namun pada akhir Tahun 2015 telah tercapai 379 orang, sehingga ada kelebihan target sebanyak 80%, hal ini karena adanya kebijakan-kebijakan dari Pemerintah Daerah guna meningkatkan PNS yang bersertifikat ahli pengadaan. Tahun 2015 bimbingan teknis dan ujian sertifikasi pengadaan barang/jasa pemerintah dilaksanakan dari tanggal 2 s/d 6 Maret 2015 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik dengan jumlah peserta 80 orang, sedangkan yang lulus sebanyak 24 orang.

11. Sasaran “Meningkatnya Pengelolaan Dokumentasi dan Data Kepegawaian” dengan indikator keberhasilan sebagai berikut :

a. Jumlah data PNS yang telah diarsip kedalam dosir dengan target 9.384 orang terealisasi sejumlah 9.583 orang atau terealisasi sejumlah 104%;

b. jumlah PNS yang telah divalidasi dengan target 11.732 orang terealisasi sejumlah 9.583 orang atau 83,41%. Perlu diketahui kondisi jumlah PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik sampai dengan saat sejumlah 9.583 orang artinya bahwa validasi data PNS sebetulnya telah selesai 100%. Target validasi sebesar 11.583 orang tersebut diasumsikan bahwa sejak tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Gresik akan merekrut pegawai dari jalur umum sejumlah 600 orang per tahun sesuai dengan formasi pegawai yang dibutuhkan.

12. Sasaran “Meningkatnya Kualitas Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)” dengan indikator capaian keinerja sebagaiberikut :

(16)

BKD KABUPATEN GRESIK 31 a. Target tersedianya Sistem Informasi Kepegawaian telah tercapai 100% dalam hal in Badan Kepegawaian Daerah telah memiliki Sistem Informasi Kepegawaian yang handal dengan semakin meningkatnya informasi atau data PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik yang telah divalidasi ke dalam Sistem Informasi Kepegawaian;

b. Target tersedianya website BKD yang up to date telah tercapai 100%, dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah telah memiliki website yang memadahi guna menginformasikan semua jenis layanan dan semua informasi yang terkait dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik.

3.3 AKUNTABILITAS KINERJA KEUANGAN

Keberhasilan capaian indikator kinerja organisasi, tidak terlepas dari dukungan dana yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik, yang termuat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), yang selanjutnya diubah dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2015.

Analisis akuntabilitas keuangan disajikan dengan membandingkan antara alokasi dan realisasi anggaran, yang ditampilkan dalam persentase realisasi. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik pada awal Tahun Anggaran 2015 mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 11.472.561.600,00

terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 3.295.266.525,00 dan Belanja Langsung sebesar Rp. 8.177.295.075,00.

Sedangkan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Tahun 2015 menjadi sebesar Rp. 11.490.274.454,00 atau naik sebesar Rp. 17.712.854,00 (0,15%). Perubahan anggaran tersebut disebabkan Anggaran Belanja Tidak Langsung terdapat pengurangan anggaran sebesar Rp. 17.287.146,00 atau (0,52%) dan penambahan Anggaran untuk Belanja Langsung sebesar Rp. 35.000.000,00 atau (2,14%),

(17)

BKD KABUPATEN GRESIK 32 Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik setelah Perubahan APBD untuk Belanja Tidak Langsung menjadi sebesaar Rp. 3.277.979.379,00 dan Belanja Langsung sebesar Rp. 8.212.295.075,00.

Adapun realisasi penyerapan untuk Belanja Tidak Langsung sebesar

Rp. 3.254.076.919,00 atau 99,27% dan Belanja Langsung sebesar Rp.

6.961.352.385,00 atau 84,8%, sehingga untuk Belanja Tidak Langsung terdapat silpa sebesar Rp. 23.902.460,00 atau 0,23% dan Belanja Langsung sebesar Rp 1.250.942.690,00 atau 15,2%

Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebelum perubahan dan setelah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2015 terdapat pada tabel 3.1.

NO URAIAN SEBELUM PERUBAHAN SETELAH PERUBAHAN BERTAMBAH/ BERKURANG % 1 Belanja Daerah 11.472.561.600 11.490.274.454 17.712.854 0,15 2 Belanja Tidak Langsung 3.295.266.525 3.277.979.379 (17.287.146) (0,52) 3 Belanja Pegawai 3.295.266.525 3.277.979.379 (17.287.146) (0,52) 4 Belanja Langsung 8.177.295.075 8.212.295.075 35.000.000 0,43 5 Belanja Pegawai 1.807.590.000 1.819.421.000 11.831.000 0,65 6 Belanja Barang dan

Jasa

6.101.205.075 6.049.324.075 (51.881.000) (0,85) 7 Belanja Modal 268.500.000 343.550.000 75.050.000 27,95

Sedangkan rincian realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setelah adanya Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2015 terdapat pada tabel 3.2.

NO URAIAN SETELAH PERUBAHAN REALISASI LEBIH / (KURANG) % Tabel. 3.1

Rincian Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun 2015 Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik

Tabel. 3.2

Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun 2015 Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik

(18)

BKD KABUPATEN GRESIK 33 1 Belanja Daerah 11.490.274.454 10.215.429.304 (1.274.845.150) (11,09) 2 Belanja Tidak Langsung 3.277.979.379 3.254.076.919 (23.902.460) (0,73) 3 Belanja Pegawai 3.277.979.379 3.254.076.919 (23.902.460) (0,73) 4 Belanja Langsung 8.212.295.075 6.961.352.385 (1.250.942.690) (15,23) 5 Belanja Pegawai 1.819.421.000 1.588.458.000 (230.963.000) (12,69) 6 Belanja Barang dan

Jasa

6.049.324.075 5.029.344.385 (1.019.979.690) (16,86) 7 Belanja Modal 343.550.000 343.550.000 0 0,00

Adapun rincian anggaran dan realisasinya Belanja Langsung berdasarkan sasaran yang ingin dicapai Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2015 adalah sebagaimana tabel 3.3. berikut ini :

No. Sasaran Target Realisasi Sisa %

(Rp.) Rp. Rp 1 Meningkatnya Pelayanan Administrasi Perkantoran 662.124.975 818.008.582 (155.883.607) 123,5 2 Meningkatnya kualitas perencanaan program dan kualitas pelaporan kinerja SKPD 78.000.000 51.129.000 26.871.000 65,6 3 Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan SKPD 68.510.700 68.345.700 165.000 99,8 4 Meningkatnya Kualitas Rekrutmen CPNS 1.206.451.000 541.402.768 665.048.232 44,9

5 Meningkatnya Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai

1.198.063.150 1.342.587.950 (144.524.800) 112,1 6 Meningkatnya Sistem

Pembinaan Karier PNS secara Obyektif dan Transparan

113.903.400 71.620.400 42.283.000 62,9

7 Terdistribusinya Pegawai sesuai dengan Formasi dan Kebutuhan masing-masing SKPD 348.203.050 339.537.350 8.665.700 97,5 8 Meningkatnya Pelayanan Administrasi Kepegawaian 403.772.300 443.662.000 (39.889.700) 109,9 9 Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Diklat Prajabatan dan Diklat Kepemimpinan

2.058.784.300 1.504.307.050 554.477.250 73,1 Tabel. 3.3

Target dan realisasi Belanja Langsung APBD Tahun 2015 Per Sasaran pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik

(19)

BKD KABUPATEN GRESIK 34 10 Meningkatnya Kualitas

Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Diklat Fungsional

1.597.894.800 1.320.502.880 277.391.920 82,6

11 Meningkatnya

Pengelolaan Dokumentasi dan Data Kepegawaian

124.881.600 118.039.000 6.842.600 94,5 12 Meningkatnya Kualitas Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) 351.705.800 342.209.705 Rp9.496.095 97,3 Jumlah 8.212.295.075 6.961.352.385 1.250.942.690 84,8

Realisasi Belanja Langsung sebesar 84,8% atau di bawah anggaran yang

disediakan mencerminkan adanya efisiensi penggunaan anggaran oleh Badan

Referensi

Dokumen terkait

20 menit Ceramah Laptop dan LCD 1-10 INTI ƒ Mendeskripsikan konsep PPC ƒ Mendeskripsikan konsep P3K: pengertian, penyebab, pola pendekatan (tujuan, sasaran,

Faktor ekonomi yang sangat berpenga- ruh dan menentukan di dalam berubahnya pemanfaatan di kawasan By Pass Kota Ken- darai. dapat dikemukakan tiga hal pokok

Dengan melakukan penyelidikan secara empiris mengenai QWL diharapkan menemukan QWL yang sesuai dengan kebutuhan karyawan dapat memberikan sumbangan efektif bagi peningkatan

1) Bahwa Teradu II adalah Ketua merangkap Anggota Bawaslu Kabupaten Merauke yang merupakan satu bagian dan tidak terpisahkan dengan 4 (empat) anggota Bawaslu Kabupaten Merauke

Bahan Berbahaya yang Disetujuhi untuk Penggunaan (Peraturan Pemerintah No.7 4 tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Lampiran 1).

Uji parameter model regresi linier bertu- juan untuk mengetahui variabel prediktor mana yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel respon dan juga untuk menge-

Diduga bahwa solusi atau faktor terbesar yang mempengaruhi keputusan penggunaan moda angkutan darat kereta api Ciremai Ekspres adalah penerapan 4 alat dari bauran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Leverage dan Dividend Payout Ratio terhadap Harga saham pada perusahaan manufaktur