• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. BAB 1 Pendahuluan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. BAB 1 Pendahuluan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

BAB 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Toko buku di Indonesia semakin bersaing dan berkembang. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya perusahaan yang bergerak di bidang media massa seperti Gunung Agung, Kharisma, Imanuel dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa usaha di bidang buku terkait ilmu pengetahuan, informasi dan multimedia merupakan salah satu industri yang menjanjikan. Oleh karena itu setiap perusahaan harus memiliki keunggulan kompetitif agar dapat sustain dan growth.

Industri ritel ilmu pengetahuan, informasi dan multimedia (toko buku) di Indonesia mengalami masalah sejak tahun 90-an sampai dengan tahun 2007. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menunjukkan bahwa jumlah toko buku yang gulung tikar mencapai 2.802 dari tahun 90-an sampai 2007. Anggota Tim Evaluasi Persaingan Usaha Perbukuan KPPU Sukarmi mengungkapkan, berdasarkan data KPPU yang diperoleh dari Gabungan Asosiasi Toko Buku Indonesia (GATBI) di tahun 2007 jumlah toko buku yang tertinggal hanya 1.830 (antikorupsi.org). Berkurangnya jumlah toko buku disebabkan oleh minimnya insentif pemerintah terhadap industri perbukuan, terutama buku pelajaran. Harga buku pelajaran di toko buku relatif mahal sehingga kurang diminati konsumen. Di sisi lain terjadi persaingan usaha yang tidak sehat di antara para penerbit dalam mendistribusikan buku.

Pada tahun 2008, di mana perkembangan teknologi semakin pesat dan munculnya era digital yang menjadi salah satu faktor penting bagi setiap perusahaan penyedia buku. Semakin berkembangnya teknologi ini, buku konvensional menjadi tidak diminati, sehingga terjadi perubahaan perilaku konsumen yang hanya membaca buku secara online. Namun di sisi lain, perubahan era ini memiliki dampak positif yaitu mendukung gerakan ramah lingkungan. Hal inilah yang membuat setiap perusahaan yang bergerak di usaha buku mulai memperhatikan pasar online dan mulai bergerak mengikuti perubahan jaman menjadi digital.

(2)

PT. Gramedia Asri Media yang merupakan anak dari perusahaan Kompas Gramedia yang menyediakan jaringan toko buku dengan nama Toko Buku Gramedia di beberapa kota di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 2 Februari 1970 oleh P.K. Ojong yang juga merupakan pendiri dari KKG dengan diawali dari satu toko buku kecil berukuran 25m² di Jalan Gajah Mada daerah Jakarta Barat dan sampai tahun 2002 telah berkembang menjadi lebih dari 50 toko yang tersebar di berbagai kota utama di seluruh Indonesia. Selain menyediakan buku, Toko Buku Gramedia juga menyediakan berbagai produk lain seperti alat tulis, perlengkapan kantor, alat olahraga, dll. Perusahaan ini bekerja sama dengan penerbit-penerbit buku baik dalam maupun luar negeri. Dari kelompok usahanya sendiri, pemasok ke Toko Buku Gramedia antara lain adalah Gramedia Pustaka Utama, Elex Media Komputindo, Gramedia Widya Sarana, Bhuana Ilmu Populer, dan Gramedia Majalah, sementara dari luar negeri misalnya Prentice Hall, McGraw Hill, Addison Wesley, dan lain-lain.

Visi PT. Gramedia Asri Media adalah “Menjadi perusahaan yang terbesar, terbaik, terpadu melalui usaha berbasis pengetahuan yang menciptakan masyarakat terdidik, tercerahkan, menghargai kebhinekaan dan adil sejahtera”. Sedangkan misi PT. Gramedia Asri Media adalah “Berperan aktif di dalam upaya mencerahkan kehidupan bangsa dengan menjadi jaringan ritel terbesar, tersebar dan terpadu di bidang ilmu pengetahuan, informasi dan multimedia di Asia Tenggara serta mengembangkan bisnis ritel lainnya melalui penyediaan produk yang berorientasi pasar, layanan unggul, inovatif dan perilaku bisnis yang bersih”. Selain itu, PT. Gramedia Asri Media juga memiliki tujuan yaitu “Transformasi menuju perusahaan kelas dunia”. Yosef Adityo, Strategy Management TB Gramedia, menjelaskan bahwa bisnis penjualan buku dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami perlambatan pertumbuhan. Jika sebelumnya pertumbuhan penjualan buku mencapai double digit per tahun, sejak 2009 pertumbuhannya hanya satu digit. Terakhir pertumbuhan penjualan buku tertinggi tahun 2008, sekitar 30%. Dilansir dari web student.telkomuniversity.ac.id dalam artikel berjudul “Strategi Gramedia Untuk Mengurangi Kerugian Akibat Penurunan Penjualan Buku, data Gramedia pada bulan Januari hingga Oktober 2013 sejumlah 29.046.390 buku terjual dan mengalami peningkatan hingga mencapai angka 34.855.668 pada akhir tahun 2013. Kemudian data penjualan buku pada tahun 2014 periode Januari hingga

(3)

Oktober sebesar 28.616.740 dan pada akhir tahun mencapai angka 34.488.986. Berdasarkan data – data tersebut terjadi penurunan penjualan buku pada tahun 2013 dan 2014 ini. Dari angka penjualan tersebut bukan berarti Gramedia mengalami kerugian. Pendapatan Gramedia meningkat sebanyak 20% namun pendapatan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga. Kenaikan biaya produksi dan pemasaran yang menyebabkan harga buku meningkat. Selain itu, pada Toko Buku Gramedia juga terjadi penurunan dan kenaikan pada penjualan item. Pada tahun 2012 penjualan non-book mencapai angka 53% dan buku pada angka 47%. Kemudian pada tahun 2013 terjadi peningkatan penjualan pada non-book yang mencapai angka 56% dan penurunan pada penjualan buku. Penurunan tersebut terus terjadi hingga tahun 2014 yang hanya dapat menjual buku sebanyak 43%.

Beberapa toko buku lainnya dan bermunculannya toko buku baru turut memperketat persaingan dalam industri toko buku seperti Toko Buku Gunung Agung dan Kharisma. PT. Toko Gunung Agung Tbk atau yang lebih dikenal dengan Toko Gunung Agung yang sudah didirikan sejak tahun 1953 oleh Tjio Wie Tay dan sudah dianggap sebagai pioneer toko buku karena keberadaannya yang lebih dahulu dibandingkan dengan Gramedia. Toko Gunung Agung telah menjadi perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dan merupakan satu-satunya toko buku dan alat tulis di Indonesia yang sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Saat ini, Toko Gunung Agung telah memiliki 30 cabang di kota besar Jawa & Bali dengan luas area penjualan 28.000 meter persegi; 20 cabang di antaranya berada di Jakarta dan sekitarnya. Selain itu juga Toko Buku Kharisma juga telah memiliki cabang di Indonesia. Toko Buku Kharisma telah berdiri sejak 1996 dan menjual perlengkapan alat tulis seperti Gramedia. Kharisma telah memiliki 55 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk mencapai visi, misi, tujuan dan menghadapi persaingan yang sangat ketat di industri toko buku di Indonesia, maka PT. Gramedia Asri Media membutuhkan strategi bisnis yang tepat agar dapat meningkatkan daya saing. Toko Buku Gramedia saat ini memiliki beberapa keunggulan seperti kelengkapan produk, kualitas produk, frekuensi pemberian diskon, lokasi yang strategis, dan jumlah outlet yang mencapai 98 outlet di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu Toko Buku Gramedia memiliki citra merek (brand image) dan reputasi yang

(4)

sangat baik yang dibuktikan dengan gelar Top Brand Award 2010 yang berhasil dipertahankan. Acara yang diselenggarakan oleh Majalah Marketing dan Frontier Consulting Group menobatkan Toko Buku Gramedia sebagai toko buku paling dikenal oleh publik. Meskipun saat ini Gramedia sudah sangat dikenal oleh banyak orang namun tidak menutup kemungkinan para pesaing akan terus memperkuat strategi untuk dapat bersaing dengan Gramedia agar menjadi yang paling unggul. Dari latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk menganalisa dan memberikan rekomendasi strategi yang tepat demi memperkuat daya saing PT. Gramedia Asri Media. Oleh karena itu penulis mengambil judul “Analisis

Formulasi Strategi Bisnis Pada PT. Gramedia Asri Media”.

1.2 Identifikasi Masalah

Peneliti disini mengambil masalah nyata yang sedang terjadi di PT. Gramedia Asri Media, yaitu meningkatkan daya saing dalam hal mempertahankan bisnis karena adanya persaingan ketat antar kompetitor di industri yang sama.

Berikut adalah identifikasi masalah yang dijabarkan oleh peneliti :

1. Bagaimana kondisi faktor internal PT. Gramedia Asri Media saat ini ? 2. Bagaimana kondisi faktor eksternal PT. Gramedia Asri Media saat ini? 3. Apa strategi bisnis yang tepat untuk diterapkan PT. Gramedia Asri Media

agar dapat bersaing dengan kompetitor?

1.2.1 Ruang Lingkup Penelitian

Agar penelitian tetap terfokus terhadap tujuan yang telah ditentukan, maka ruang lingkup penelitian dibatasi pada bagian GORB (Group of Retail Business) di PT. Gramedia Asri Media. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan kesimpulan serta saran yang akan meningkatkan daya saing. Implementasi sepenuhnya diserahkan kepada pihak PT. Gramedia Asri Media.

(5)

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian:

1. Untuk menganalisis kondisi faktor internal PT. Gramedia Asri Media saat ini 2. Untuk menganalisis kondisi faktor eksternal PT. Gramedia Asri Media saat ini. 3. Untuk merumuskan strategi bisnis pada PT. Gramedia Asri Media yang tepat

agar mampu menciptakan pengembangan bisnis usaha dan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain.

1.4 Manfaat penelitian

Bagi Perusahaan:

• Dapat mengevaluasi faktor internal dan faktor eksternal PT. Gramedia Asri Media.

• Untuk menjadi referensi bagi perusahaan dalam memilih strategi yang paling efektif dan efisien.

Bagi Penulis:

• Menambah pengetahuan dan wawasan kepada penulis mengenai persaingan bisnis terutama dalam industri toko buku.

• Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai strategi bisnis dan memberikan solusi yang tepat terhadap masalah yang mungkin muncul dalam dunia kerja di masa yang akan datang.

Bagi Pembaca:

• Menjadi refrensi pembaca dalam mengambil keputusan atau penelitian berikutnya.

(6)

1.5 Sistematika Penulisan

Penelitian ini terdiri dari lima bab yang dapat dirinci sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan : terdiri dari latar belakang, identifikasi masalah, tujuan dan manfaat penelitian, sistematika penulisan, dan state of art.

Bab II Landasan Teori: terdiri dari teori yang berhubungan dengan variabel yang diteliti.

Bab III Metodologi Penelitian : terdiri dari objek penelitian, metode penelitian, desain penelitian, operasionaisasi variabel, sumber dan teknik penentuan data, teknik pengumpulan datal, metode analisis, dantahap input data.

Bab IV Hasil dan Pembahasan : terdiri dari hasil pengolahan data berupa data dan gambar serta hasil untuk menjawab tujuan penelitian.

Bab V Simpulan dan Saran : terdiri dari kesimpulan dari hasil penelitian serta saran yang diberikan untuk perusahaan dan penelitian selanjutnya.

1.6 State of Art

Tabel 1.1 State of Art

Nama Pengarang

Judul Jurnal

Tahun Hasil penelitian

Hartiwi Prabowo, Pona Nurhanka, Sri Budi Utami Nur Hasanah Evaluasi dan Rekomendasi Strategi Bisnis pada Divisi LPP-TVRI 2010 Mendapatkan keputusan strategi yang terbaik: strategi pengembangan produk Engkos Achmad Kuncoro Analisis Perumusan Strategi 2010 Mendapatkan keputusan

(7)

Bisnis Pada PT Samudra Nusantara Logistindo strategi yang terbaik: strategi pengembangan pasar Maryam Saghaei, Leila Fazayeli, Mohammad Reza Shojaee Strategic Planning For A Lubricant Manufacturing Company 2012 Mendapatkan keputusan strategi yang terbaik: market development, participation in exhibitions and collaboration with department of environment Robert Arasa Peter K’Obonyo The Relationship Between Strategic Planning and Firm Performance 2012 Mendapatkan kesimpulan bahwa strategic planning mengarahkan perusahaan agar lebih efektif dalam memilih strategi serta adanya hubungan antara strategic

(8)

planning dengan kondisi performa perusahaan. S.N.Kasim,S.N. Sirajuddin, Irmayani Strategi Pengembangan Usaha Sapi Perah di Kabupaten Enrekang 2011 Mendapatkan keputusan strategi yang terbaik: meningkatkan populasi sapi perah

Gambar

Tabel 1.1 State of Art

Referensi

Dokumen terkait

Firdaus Solihin (UNIJOYO) 2009 supplier_type type brand item_name item_key country province_or_state city street location_key Snowflake Schema year quarter month day_of_week

Penggunaan kabel pada gedung tidak begitu Penggunaan kabel pada gedung tidak begitu cepat karena pada saat itu belum ada cepat karena pada saat itu belum

Hasil uji Anova Oneway menyimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan variasi suhu reagen terhadap kadar glukosa darah plasma NaF, dan dari hasil uji LSD atau uji

Dokumentasi ini dilakukan berdasarkan pemahaman bahwa ekspresi budaya (folklore) dan pengetahuan tradisional tidak memerlukan pendaftaran karena hal tersebut adalah sudah menjadi

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, rumusan masalah dari penelitian Pengaruh Substitusi Abu Sekam Padi Tanpa Treatment terhadap Semen pada

Para calon imam yang memiliki perbedaan latar belakang justru menjadi unsur penting terjadinya persahabatan di antara mereka karena persahabatan justru terjadi di antara mereka

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan sains dalam berbagai disiplin ilmu pada masa dinasti Umayyah Andalusia menjadi salah satu pemantik kemajuan peradaban

A seorang mahasiswa WNI yang sedang menuntut ilmu di Jepang telah dibunuh oleh B seorang warga negara Jepang. Untuk menghindarkan diri dari kemungkinan dituntut