• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN MAKRO EKONOMI TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI KASUS PERUSAHAAN INDEKS KOMPAS 100) PERIODE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN MAKRO EKONOMI TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI KASUS PERUSAHAAN INDEKS KOMPAS 100) PERIODE"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH KINERJA

KEUANGAN DAN MAKRO EKONOMI

TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI

KASUS PERUSAHAAN INDEKS KOMPAS

100) PERIODE 2011-2013

Irfan Egi Febrianto (1401126871)

Author, Binus University, Jakarta, Indonesia

Kartika Dewi S.E.,A.K. M.B.A

Advisor, Binus University, Jakarta, Indonesia

ABSTRAK

Tujuan penelitian ialah untuk meneliti secara empiris pengaruh variabel-variabel

kinerja keuangan perusahaan

current ratio, return on assets

dan

debt equity ratio

,

serta variable makroekonomi suku bunga terhadap harga saham perusahaan yang

masuk kedalam indeks kompas 100. Data yang digunakan dalam penelitian ini

merupakan data

time series

3 tahun periode penelitian, pemilihan sample dengan

purposive sampling

ditemukan perusahaan yang masuk kriteria berjumlah 42

perusahaan selama periode 2010-2013. Metode analisis yang digunakan pada

penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa

hanya variable

return on asset

dan

Current Ratio

berpengaruh terhadap harga saham,

sedangkan variable

debt equity ratio

dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan

terhadap harga saham. Sementara secara simultan semua variable berpengaruh

terhadap harga saham.

Kata kunci :

Current Ratio, Return On Asset, Debt Equity Ratio

, Suku Bunga dan

Harga Saham.

(2)

PENDAHULUAN

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia dari tahun ke tahun, persaingan dalam dunia bisnis semakin tinggi. Dalam menunjang persaingan tersebut, orang melakukan kegiatan investasi dengan tujuan dasarnya untuk mengahasilkan sejumlah uang, karena indikator dalam menunjang pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah investasi. Tujuan dari investasi sendiri adalah keuntungan yang diharapkan (profit yang maksimum)

Saham adalah bentuk investasi yang paling populer dan diminati investor, karena tingkat keuntungannya yang tinggi dan dengan risiko yang tinggi pula. Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan, jika harga saham suatu perusahaan selalu naik, maka investor bisa menilai bahwa peruasahaan berhasil dalam mengelola usahanya dan perusahaan tersebut akan semakin bernilai. Harga saham merupakan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh investor dalam melakukan investasi, karena harga saham menunjukkan prestasi peursahaan. Apabila perusahaan mempunyai prestasi yang semakin baik maka keuntungan yang dapat dihasilkan dari operasi usaha semakin besar. Pada kondisi yang demikian, maka harga saham perusahaan yang bersangkutan cenderung naik. Semakin banyak permintaan terhadap saham suatu emiten maka dapat menaikkan harga saham tersebut. Dengan semakin tinggi harga saham, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut dan sebaliknya. Oleh karena itu, setiap perusahaan yang menerbitkan saham sangat memperhatikan harga sahamnya.

Indeks Kompas 100 adalah indeks harga saham di BEI (Bursa Efek indonesia) yang dikeluarkan oleh BEI bekerja sama dengan harian KOMPAS. Secara resmi diterbitkan pada tanggal 10 agustus 2007. Kompas 100 merupakan indeks yang terdiri dari 100 saham-saham dengan kriteria yaitu yang paling aktif diperdagangkan atau yang berlikuiditas tinggi serta nilai kapitalisasi pasar yang besar, juga merupakan saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik. Saham yang terdaftar dalam indeks kompas 100 akan berubah setiap periodenya bergantung pada tinggi rendahnya perdagangan saham pada emiten-emiten tersebut. Hanya saham yang aktif diperdagangkan saja yang akan masuk dalam indeks Kompas 100. Hal ini berarti indeks Kompas 100 merupakan saham dari emiten yang banyak diminati oleh para investor, oleh sebab itu indeks Kompas 100 dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai aktivitas kinerja perdagangan saham di pasar modal.

Peningkatan maupun penurunan harga saham dipengaruhi faktor internal dan ada pula faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi harga saham adalah seperti kondisi perekonomian, kebijakan pemerintah, inflasi, kurs, suku bunga, kondisi politik, dan lain-lain. sedangkan faktor internal yang mempengaruhi harga saham adalah seperti keputusan manajemen, kebijakan internal perusahaan dan kinerja perusahaan. F-faktor ekonomi makro secara empiris telah terbukti mempunyai pengaruh terhadap perkembangan investasi dibeberapa negara seperti produk domestik bruto, pertumbuhan inflasi, tingkat suku bunga dan nilai tukar.

METODE PENELITIAN

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari data historis Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif time series (runtut waktu) yang bersumber dari data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui informasi yang didapatkan dari buku, dokumen, maupun situs lembaga tertentu.

Sumber data penelitian diperoleh dari :

1. Website resmi IDX dan yahoo finance untuk mendapatkan data laporan keuangan dan harga saham.

2. Literatur – literatur yang terkait dengan penelitian CR,ROA,DER dan suku bunga (jurnal ilmiah, buku, berita, majalah ilmiah dan lain – lain)

(3)

Dalam menentukan jumlah sample perusahaan dalam penelitian ini menggunakan teknik

purposive sampling dimana sampel yang ada dipilih menggunakan kriteria-kriteria tertentu sesuai tujuan penelitian untuk mencapai hasil penelitian yang diinginkan. Berikut kriteria-kriteria yang digunakan dalam penentuan sample :

1. Perusahaan-perusahaan indeks Kompas 100 yang menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit pada periode 2011-2013 di Bursa Efek Indonesia.

2. Perusahaan perbankan/keuangan tidak termasuk dalam kriteria penelitian.

3. Perusahaan yang konsisten selalu masuk dalam indeks Kompas 100 selama periode 2011-2013, karena perusahaan yang pada periode tertentu keluar dari indeks kompas 100 otomatis tidak bisa dijadikan sample penelitian.

4. Perusahaan tidak mengalami kerugian selama periode penelitian. Dilihat dari perolehan laba perusahaan pada laporan keuangan akhir tahun.

Tabel Pemilihan Sample

Kriteria JumlahPerusahaan

Perusahaan dalam Indeks Kompas 100. 100

Perusahaan Perbankan /keuangan. (11)

Perusahaan yang tidak konsisten (keluar dari indeks) selama periode 2011-2013.

(37)

Perusahaan yang mengalami kerugian. (10)

Total Jumlah Sample 42

METODE PENGUJIAN

Untuk memperoleh model analisis persamaan regresi linier berganda yang efisien, serta memperoleh nilai statistik yang dapat menjadi parameter nilai regresi yang baik maka data dalam penelitian ini harus memenuhi uji asumsi klasik sebagai berikut :

a. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Pengujian multikolinieritas dilakukan dengan nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada tidaknya gejala multikolinearitas yaitu dengan melihat nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas yaitu jika nilai Tolerance < 0,10 atau nilai VIF > 10 maka di katakan terjadi multikolinearitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi multikolinearitas.

b. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah model regresi linear berganda ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Untuk data time series autokorelasi sering terjadi, tapi untuk data crossection jarang terjadi karena variable pengganggu satu berbeda dengan yang lain. Jika terjadi korelasi, maka dinilai telah terjadi masalah autokorelasi. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Model regresi yang baik adalah yang bebas dari autokorelasi. Mendeteksi autokorelasi yaitu dengan menggunakan nilai Durbin Watson dibandingkan dengan tabel Durbin Watson (dl dan du). Kriteria jika du < d hitung < 4-du maka tidak terjadi autokorelasi.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat pola gambar scatterplot, yaitu tidak terjadi heteroskedastisitas jika:

1. Titik-titik data menyebar di atas dan dibawah atau disekitar angka 0. 2. Titik-titik data tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja.

3. Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.

(4)

Dalam pengujian hipotesis peneliti menggunakan metode regresi linier berganda dengan uji t dan uji f. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, peneliti melakukan uji normalitas, agar pengujian lebih valid.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Jika asumsi normalitas tidak terpenuhi, maka uji F dan uji t menjadi tidak valid. Diantara uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik nonparametrik Kolmogorov - Smirnov (K-S). Pengambilan keputusan Uji K-S ini dilakukan dengan membuat hipotesis, jika tingkat probabilitas signifikan < 0,05 yang berarti data residual terdistribusi tidak normal. Sebaliknya, jika tingkat probabilitas > 0,05 maka data berdistribusi normal.

Pengujian hipotesis berarti mengetahui suatu anggapan bisa benar atau salah mengenai suatu populasi atau lebih, sehingga untuk mengetahui nya diperlukan pengujian data sample. Dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara pengujian, yaitu :

a. Uji statistik - t

Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Uji statistik t dilakukan untuk menguji seberapa besar pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel dependen, jika nilai signifikansi dari suatu variabel independen < 0.05, maka variabel tersebut berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen, sebaliknya apabila nilai signifikansi dari suatu variabel independen > 0.05, maka variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen.

b. Uji statistic - f

Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Jika nilai signifikansi dari variabel independen < 0.05, maka variabel independen berpengaruh signifikan secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel dependen, sebaliknya apabila nilai signifikansi dari variabel independen > 0.05, maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel dependen.

c. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen yang menunjukkan seberapa besar sumbangan variabel independen terhadap perubahan variabel dependen. Dalam model regresi linier berganda digunakan R-Square karena disesuaikan dengan banyaknya variabel independen yang digunakan dan sebagai indikator untuk mengetahui pengaruhnya di antara variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R-Square dikatakan baik bila nilainya di atas 0,5 karena nilai R-Square berkisar antara 0-. Bila nilai R-Square mendekati 1 maka sebagian besar variabel independen menjelaskan variabel dependen sedangkan jika koefisien determinasi adalah 0 berarti variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

ANALISIS DAN BAHASAN

Pengujian Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F)

Pengujian F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) yaitu Current Asset, Return On Asset, Debt to Equity, Inflasi, Suku Bunga SBI, terhadap variabel dependen yaitu Harga Saham.

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 8531.468 4 2132.867 6.066 .000b Residual 34105.390 97 351.602

Total 42636.858 101 a. Dependent Variable: Stock_Transform

b. Predictors: (Constant), Suku Bunga, Debt Equity Ratio, Current Asset, Return On Asset Sumber: Output SPSS, 2015

(5)

Dari Hasil pengolahan data tersebut, pada tabel menunjukkan nilai uji F adalah sebesar 6.066 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga Ho5 ditolak, yang berarti bahwa variabel Current Ratio, Return On Asset, Debt to Equity, dan Suku Bunga, secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.

4.3.2 Uji Koefisien Regresi secara Parsial (Uji t)

Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 42.524 11.484 3.703 .000 Current Ratio -2.855 1.327 -.221 -2.152 .034 Return On Asset 114.993 28.064 .422 4.098 .008 Debt Equity Ratio -1.869 1.451 -.134 -1.288 .201

Suku Bunga -.772 1.724 -.041 -.448 .655

a. Dependent Variable: Stock_Transform Sumber: Output SPSS, 2015

1. Uji Pengaruh Current Ratio Terhadap Harga Saham. Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Sig/Significance untuk variabel CR sebesar 0.034 < 0.05, sehingga Ho1 ditolak. Hal ini berarti Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

2. Uji pengaruh Return On Asset Terhadap Harga Saham. Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Sig/Significance untuk variable ROA sebesar 0.00082 < 0.05, sehingga berarti Ho2 ditolak. Hal ini diasumsikan bahwa Return On Equity berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

3. Uji Pengaruh Debt Equity Ratio Terhadap Harga Saham. Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Sig/Significance untuk variabel DER adalah sebesar 0.201 > 0.05, sehingga berarti Ho3 diterima. Hal ini diasumsikan bahwa Debt Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

4. Uji Pengaruh Suku Bunga Terhadap Harga Saham. Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Sig/Significance untuk variabel Suku Bunga sebesar 0.655 > 0.05, sehingga berarti Ho4 diterima. Hal ini diasumsikan variable Suku Bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasakan analisis yang dilakukan pada bab sebelumnya, disimpulkan bahwa:

1. Dari analisis yang dilakukan pada bab 4, diketahui bahwa variable bebas untuk Current Ratio (CR) hasil nya secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan nilai signifikan sebesar 0.034. yang artinya lebih kecil dari 0.05. Hal ini kemungkinan dikarenakan investor menyadari bahwa Current Ratio memiliki peran yang penting dalam suatu kinerja keuangan dan menjadikan nya sebagai bahan untuk mendukung keputusannya dalam menginvestasilan modal.

2. Variable bebas kedua Return On Asset (ROA), hasilnya secara parsial ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai Sig/Significance adalah sebesar 0.008. Yang berarti 0.008 < 0.05. Hal ini dikarenakan ROA mengukur seberapa mampu suatu perusahaan menghasilkan keuntungan, perusahaan dengan ROA tinggi artinya perusahaan tersebut memiliki tingkat keuntungan yang tinggi. Artinya perusahaan dalam indeks Kompas 100 ini efektif dalam memanfaatkan Asset, dan mampu menarik investor untuk menanamkan modal, sehingga ROA ini bisa dijadikan sebagai pengukur kinerja keuangan dan bahan untuk keputusan investasi yang kuat.

(6)

3. Variable bebas ketiga Debt Equity Ratio (DER), Dari tabel diatas, hasil nya secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai Sig/Significance sebesar 0.201, yang artinya 0.201 > 0.05.

4. Variable bebas ke 4 adalah Tingkat Suku Bunga. Dari tabel diatas, hasil nya secara parsial suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan Indeks kompas 100, dengan nilai signifikan sebesar 0.655. yang berarti 0.655 > 0.05. sehingga asumsinya tidak ada pengaruh dari suku bunga terhadap harga saham.

5. Hasil dari uji secara simultan/bersama, pada tabel menunjukkan nilai uji F adalah sebesar 7.994 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel independent Current Ratio, Return On Asset, Debt to Equity, dan Suku Bunga, secara simultan mempengaruhi Harga Saham.

Saran

Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian yang ada pada penelitian ini, maka peneliti mengajukan saran antara lain:

1. Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian serupa, jangan hanya membatasi pada perusahaan Indeks Kompas 100. Gunakan indeks-indeks lain atau perusahaan dengan sektor industri yang lain. Selain itu, karena penelitian ini terbatas data yang hanya menggunakan 42 sample perusahaan, disarankan juga untuk menambah jumlah data dan memperpanjang periode penelitian. Dan disarankan pula bagi para peneliti selanjutnya untuk dapat menambahkan variable-variabel rasio keuangan lainnya.

2. Bagi Investor

Untuk investor yang ingin menginvestasikan dananya ke perusahaan yang go public, maka diharapkan penelitian ini dapat dijadikan referensi dan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi. Bisa mempertimbangkan analisa rasio keungan salah satunya Current Ratio dan juga rasio profitabilitas (Return On Asset) dengan tingkat ke akuratan yang tinggi sebagai rasio yang dapat mencerminkan keadaan kinerja suatu perusahaan.

3. Bagi Pihak Perusahaan

Bagi perusahaan, informasi yang diperoleh dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan-keputusan penting dalam kinerja keuangan perusahaan, tujuan nya adalah agar perusahaan mampu meningkatkan kinerja keuangan nya karena kinerja yang baik akan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan.

REFERENSI

Bolek Monica., Wiliński Wojciech. (2012). The Influence of Liquidity on Profitability of Polish Construction Sector Companies. E-Finance, 2012, vol. 8, no 1, diakses Februari 2012.

Darmadji, T., Fakhrudin HM. (2011). Pasar Modal di Indonesia. (edisi 3). Jakarta: Salemba Empat.

Fahmi, Irham. (2014) Manajemen Keuangan Perusahaan Dan Pasar Modal. (Edisi pertama). Jakarta: Mitra Wacana Media.

Farah Dita, Ines (2013). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham. Skripsi Universitas Brawijaya.

I Komang Arta W.Pande., Luh K. Sudjani. (2012). pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham perusahaan sektor food and beverages di bei. Skripsi universitas Udayana Bali.

Ismail. (2010). Manajemen Perbankan Dari Teori Menuju Aplikasi. (edisi pertama). Jakarta: Kencana.

(7)

Meyti et al. (2011). Pengaruh Likuiditas dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Bisnis Manajemen dan Ekonomi, Volume 10, No. 2, diakses Mei 2011.

Putong, I. (2010). Economics Pengantar Mikro dan Makro. (Edisi 4). Jakarta: Mitra Wacana Media.

Susilawati, Christine D. Karya. (2012). Analisis Perbandingan Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan LQ 45.

Jurnal Akuntansi, Volume 4, No.2, diakses November 2012.

Sukirno, S. (2013). Makroekonomi Teori Pengantar. (edisi ketiga). Jakarta: Rajawali Pers. Sujarweni, V.Winata. (2014). SPSS untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Tendelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. (edisi pertama).

Yogyakarta: Kanisius.

Zuliarni, Sri, 2012. Pengaruh Kinerja Ke-uangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Mining and Mining Service di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Aplikasi Bisnis, Volume. 3 No. 1, diakses Oktober 2012.

Diakses oleh web: www.BI.co.id, www.idx.co.id,

www.SahamOk.com,

Finance.yahoo.com.

RIWAYAT PENULIS

Irfan Egi Febrianto lahir di Jakarta 07 Februari 1992. Penulis menamatkan pendidikan S1 Akuntansi di Universitas Bina Nusantara pada tahun 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Adalah penting untuk menentukan apa yang akan anda jual dengan bisnis online anda. Dengan internet anda dapat menjual apa saja, baik menjual barang atau jasa

Bab IV adalah: Penulis dalam bab ini menjelaskan Tentang Analisa Data dari Unsur-unsur Persamaan dan Perbedaan dalam ajaran Awatara dalam Agama Hindu dan Tashawuf Islam dan titik

Penjaringan yang dilakukan pihak pus- kesmas biasanya hanya dilakukan setahun sekali di tahun ajaran baru yaitu pada siswa SD kelas 1, dan tentu upaya penanggulangan kasus obesi-

It's up to you to discover more about compute shader features such as shared memory access for the work items inside a work group or how to use buffers with complex data structures

Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder,

Limbah semi cair yang dihasilkan RSG-GAS adalah resin bekas pakai pada sistem.. purifikasi air kolam reaktor (KBE01), sistem purifikasi kolam penyimpanan bahan

Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara minat baca puisi dan penguasaan gaya bahasa

Sedangkan untuk kultivar Laris pembentukan kalus tertinggi di dapatkan pada perlakuan 0,5 mg/l 2,4D dan 0,5 mg/l kinetin sebesar 4,6 % dan kalus yang