• Tidak ada hasil yang ditemukan

MRI SEBAGAI MODALITAS PILIHAN PADA KASUS ENDOMETRIOSIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MRI SEBAGAI MODALITAS PILIHAN PADA KASUS ENDOMETRIOSIS"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

KSM Radiologi dan Tim Endometriosis RSUP Fatmawati Jakarta Di Presentasikan Pada :

Simposium dan Workshop HIFERI Cabang Bandung Sabtu, 2 Desember 2017

dr. Refni Muslim, Sp.Rad(K) dr.M.Luky Satria ,SP.OG (K)

dr.Bonita,Sp.PA (K) dr.Roofi Yunar, SpB-KBD

dr. Hudaya, SpU (K)

MRI SEBAGAI

MODALITAS PILIHAN

(2)

Definisi

Endometriosis adalah penyakit ginekologik kronik berupa

tumbuhnya jaringan endometrium diluar kavum uteri.

Deep pelvic infiltrating endometriosis adalah penetrasi

lesi endometriosis pada ruang retro peritoneal atau dinding organ pelvis dengan kedalaman sekurangnya

5 mm.

Adenomyosis adalah sel patologis dari glandular

endometrium dan sel chorion pada permukaan

endometrium-myometrium, dengan ukuran lebih dari

(3)

Epidemiologi

• 5 - 15% dari wanita usia subur.

• 20- 48% wanita infertilitas didapatkan endometriosis. • Rata-rata terdiagnosa pada usia 25–29 tahun.

• 70% dari wanita dewasa muda dengan keluhan nyeri pelvis kronik yang tidak respon terhadap terapi

hormonal atau pemberian NSAID

(4)

Etiologi dan Patogenesis

Etiologi dan patogenesis endometriosis

Belum jelas

Multifaktor :

3 teori histogenesis :

Teori metastasis banyak digunakan

Teori metaplastik

(5)

Metastasis a. Retrograde menstruation. b. Lymphatic spread c. Hematogenous spread Metaplastic d. Coelomic metaplasia Induksi Kombinasi

(6)

Lokasi lesi endometriosis

Luciana Pardini Chamié et al, Findings of Pelvic Endometriosis at Transvaginal US, MR Imaging, and Laparoscopy RadioGraphics 2011; 31:E77–E10

Tepi reguler ovarium

(7)

JUNCTIONAL ZONE

Junctional zone: area antara tepi luar

endometrium dan tepi dalam myometrium.

Tebal >12mm

diagnosis adenomyosis.

(8)
(9)

ADENOMYOSIS

Sel glandula endometrium ektopik pada interface

endometrium dan myometrium dengan ukuran > 2,5 mm. • Terjadi reaksi hipertrofik sel otot polos, mengelilingi

glandular yang ektopik secara diffuse maupun fokal.

Disertai Mikrokistik 2-7 mm patognomonik

adenomyosis ditemukan pada 50% kasus insufficient

spatial resolution MRI.

Adenomyoma : konsolidasi fokal dari adenomyotic gland

dalam myometrium Batas tegas disertai lesi kistik >

1cm lebih jarang Kistik adenomyoma perdarahan

(10)

Modalitas Pencitraan

Diagnosis dan ekstensi deep pelvic endometriosis sulit dilakukan secara pemeriksaan fisik dan eksplorasi

laparoskopi tidak dapat memprediksi ekstensi lesi, yang berada di subperitoneal pelvis dan kemungkinan adanya adhesi.

(11)

Sonografi Transvaginal

• Pemeriksaan pertama untuk diagnosis endometriosis dan mudah diaplikasikan.

Endometrioma : Low-level internal echoes dan

echogenic wall foci spesifik .

Untuk deep pelvic endometriosis dapat juga identifikasi lesi pada dinding rektum dan ruang

retroserviks, tetapi tingkat akurasi sangat bervariasi tergantung dari lokasi dan operator dependent.

(12)

Endometrioma ovarium

Diffuse, Low level internal echo , endometrioma memberikan tampilan seperti lesi solid.

(13)

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Kelebihan :

• Noninvasif , Resolusi tinggi, Multiplanar • Karakteristik jaringan lunak baik.

• Non radiasi pengion

• Tidak memakai kontras yodium.

• Hasil pencitraan MR sangat penting untuk ketepatan diagnosis dan terapi yang adekuat :

• Derajat penyakit.

• Identifikasi ekstensi lesi ke subperitoneal • Penyakit penyakit lain yang berhubungan.

(14)

Protokol MRI

Prosedur dan persiapan pasien

• MRI 1,5 Tesla.

• Pasien tidak sedang menstruasi.

• Puasa 6 jam sebelum pemeriksaan.

• Menahan BAK 1 jam sebelum pemeriksaan : • Mendapatkan sudut yang tepat dari antefleksi uterus. • Pergeseran usus halus ke superior.

• oral laksatif (5 mg bisacodyl ), ada yang menganjurkan • Makan makanan rendah serat sehari sebelum dan pada

hari pemeriksaan.

Luciana Pardini Chamié et al, Findings of Pelvic Endometriosis at Transvaginal US, MR Imaging, and Laparoscopy RadioGraphics 2011; 31:E77–E10

(15)

• 10 mg butylescopolamine injeksi IV untuk mengurangi peristaltik usus, bila tidak ada kontra indikasi.

• 50 - 60 ml gel ultrasonografi vagina untuk distensi forniks vagina.

• Gel atau saline rektum tidak selalu diperlukan.

dilakukan bila pasien ada simptom yang berhubungan

dengan keterlibatan rektum, seperti konstipasi,

hematoskezia atau nyeri saat BAB.

• Intra Vena Gadolinium chelate : tidak diperlukan, kalau pasien murni endometriosis.

(16)

• T1WI , untuk melihat adanya lesi hiperintens yang menunjukkan adanya komponen perdarahan.

• T1WI FAT SUPPRESSI- sensitif untuk deteksi fokus perdarahan ( bloody foci )

• T2WI fast spin-echo images untuk evaluasi lesi

fibrotik, terutama yang melibatkan ligamentum pelvis, ruang retroserviks, atau ressesus perivesical.

• Kombinasi sekuens T1WI dan T2WI, untuk diagnosis

endometrioma, evaluasi shading effect yang spesifik untuk lesi.

• MRI urografi dengan sekuens coronal T2WI Pada kasus

(17)

Protap Endometriosis MRI Pelvis

di RSUP Fatmawati

• T1 WI aksial Dark Fluid Inversion Recovery + T1 WI biasa • T2 WI aksial, koronal oblik (long axis & short axis), Sagital • T1 WI Fat Suppressed Fast Spin Echo aksial dan sagital • T1 WI Post kontras IV (bila diperlukan) aksial dan

sagital

Sebelum Pemeriksaan

• Dimasukan gel USG ke dalam vagina ± 50 cc

(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)

Kompartemen anterior

Buli dan urethra

Kompartemen media

Organ genitalia

interna, yaitu vagina,uterus, tuba dan

ovarium.

Kompartemen posterior

rektosigmoid dan

jaringan disekitarnya.

Anatomi pelvis dan perineum wanita

dibagi atas:

(24)

Anatomi normal kompartemen anterior .

(a) Sagittal T2-weighted MR image menunjukan vesika urinaria (*), ruang prevesika (garis putih), vesicouterine pouch (garis merah), dan septum vesikovaginal (garis kuning).

(b) Menunjukan prevesical recess (hitam *), vesicouterine pouch (putih *), lemak prevesika (panah hitam), dan septum vesikovaginal (panah putih).

Coutinho A,etal. MR Imaging in Deep Pelvic Endometriosis: A Pictorial Essay. RadioGraphics 2011; 31:549–567

(25)

Anatomi normal kompartemen posterior. Parasagittal (a) and midsagittal (b) T2-weighted MR images memperlihatkan Perineal (panah putih pada a), septum rectovagina (* pada a, garis merah pada b), dan rectovaginal pouch (panah hitam pada a, garis putih pada b).

Coutinho A,etal. MR Imaging in Deep Pelvic Endometriosis: A Pictorial Essay. RadioGraphics 2011; 31:549–567

(26)

Anatomi normal pelvis wanita.

(a, b) Axial (a) and sagittal (b) T2-weighted MR images memperlihatkan ligamentum sakrouterina (panah a), rectovaginal pouch (* b), dan area retroserviks (outlined in b).

(c) coronal obliq : ureters (panah), ligamentum sakrouterina (kepala panah), ligamentum kardinal dan

parametrium (hitam *), dan round ligaments (putih *).

Coutinho A,etal. MR Imaging in Deep Pelvic Endometriosis: A Pictorial Essay. RadioGraphics 2011; 31:549–567

a

b

(27)
(28)

Novellas s, et al. MRI Characteristics of the Uterine Junctional Zone: From Normal to the Diagnosis of Adenomyosis. AJR 2011; 196:1206–1213

Kompartemen media : Adenomyosis Uterus dengan mikrokistik

(29)
(30)
(31)
(32)

Novellas s, et al. MRI Characteristics of the Uterine Junctional Zone: From Normal to the Diagnosis of Adenomyosis. AJR 2011; 196:1206– 1213

(33)

Adenomyosis

Uterus Difus

(34)
(35)
(36)
(37)

KISTA

ENDOMETRIOSIS OVARIUM

(38)

KISTA ENDOMETRIOSIS OVARIUM

(ENDOMETRIOMA)

(39)

Adhesi adenomyosis subserosa

dan kista endometriosis kanan

(40)
(41)
(42)
(43)

DIE FORNIKS POSTERIOR VAGINA DAN

MELUAS KE DINDING ANTERIOR REKTUM

(44)

DIE KOMPARTEMEN POSTERIOR

DINDING ANTERIOR REKTUM

(45)

ADENOMYOSIS DENGAN INFILTRASI

KE DINDING ANTERIOR REKTUM

(46)
(47)

Fokal adenomyosis korpus posterior uterus yang menginfiltrasi fat prerektal dan menempel pada dinding anterior rektum

(48)
(49)

Kelenjar dan stroma endometrium diantara jaringan submukosa rektum. Terlihat epitel endometrium di tepi kelenjar endometrium

(50)

2 Nodul DIE

pada

(51)
(52)

DIE Ligamentum sacrouterina

kanan dengan mikrokistik

(53)
(54)

mikrokistik DIE DIE DIE DIE DIE

Kompartemen anterior

Vesico uterin pouch

(55)
(56)

Wanita 37 tahun dengan keluhan disuria kronik dengan riwayat histerektomi.

(a) Sagittal T2-weighted MR menunjukkan nodul hipointens pada septum vesikovagina (b) Axial fat-suppressed T1-weighted MR : intensitas tinggi, mengindikasikan komponen

protein dan darah endometrioma.

Coutinho A,etal. MR Imaging in Deep Pelvic Endometriosis: A Pictorial Essay. RadioGraphics 2011; 31:549–567

(57)
(58)

DIE BULI

Wanita 22 tahun dengan keluhan nyeri BAK berulang , tanpa hematuria , riwayat sectio

caesaria.

(a) Axial T2-weighted MR : lesi hipointens dengan penebalan dinding fokal irreguler pada

aspek posterolateral kiri buli.

(b) Axial fat-suppressed T1-weighted MR : fokus hiperintens pada dinding komponen

perdarahan yang spesifik untuk membedakan endometriosis dengan Ca buli. Dilakukan sistoskopi dengan hasil endometriosis intrinsik buli.

(59)

DIE buli dengan keterlibatan urethra

Coutinho A,etal. MR Imaging in Deep Pelvic Endometriosis: A Pictorial Essay. RadioGraphics 2011; 31:549–567

c

a b

Sagital T2WI (b) Fat suppressed T1WI, penebalan irreguler pada dinding

anteroinferior buli (panah pada a) yang meluas ke trigonum vesika dan upper urethra dengan bloddy foci (kepala panah pada b).

Axial T2WI (c) Penebalan hipointens yang irreguler pada sisi anterior urethra

(60)
(61)
(62)

Ureter Ureter DIE DIE DIE DIE

DIE

Ureter

(63)

Adenomyosis pada serviks

dan DIE Perineal

(64)
(65)
(66)

Pasien dengan multipel keterlibatan organ :

Adenomyosis uterus, Kista endometriosis ovarium, Hidrosalfing kiri, DIE buli, DIE postero superior

vagina dan dinding anterior rektum DIE BULI

(67)

KISTA ENDOMETRIOSIS KANAN

HIDROSALFING ENDOMETRIOSIS KIRI

Kista Gartner

(68)

DIE PADA POSTEROSUPERIOR FORNIK

VAGINA DAN MENONJOL KE VAGINA

(69)

DIE KE DINDING ANTERIOR REKTUM

KISTA ENDOMETRIOSIS KANAN

(70)

Nodul intramural

(71)
(72)
(73)
(74)

Kesimpulan

Pencitraan pre-operasi yang akurat pada deep pelvic

endometriosis sangat diperlukan untuk mendapatkan terapi

yang adekuat.

• Pemeriksaan fisik dan laparoskopi eksplorasi tidak cukup adekuat untuk evaluasi adhesi ataupun lesi di ruang

subperitoneal.

• Pemeriksaan USG Transvagina, sangat operator dependen. • Pencitraan MRI pelvis dapat mengevaluasi kelainan

endometriosis termasuk perluasan ke jaringan dan organ di rongga pelvis , khususnya DIE pada vagina, rektum, buli,

ligamentum sacrouterina. Pemeriksaan ini sangat membantu operator untuk persiapan pra operatif.

Radiologist haruslah familiar dengan temuan pencitraan MRI

pelvis pada berbagai variasi kasus endometriosis, termasuk kemungkinan ada tranformasi maligna nya.

(75)

TIM ENDOMETRIOSIS RSUP FATMAWATI

Referensi

Dokumen terkait

Perjuangan demi perjuangan telah saya lewati di bangku perkuliahan. Segala upaya sudah saya lakukan sebagai salah satu bentuk pertangungjawaban kepada orang tua yang telah memberi

Social media yang akan dibuat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para kolektor, penjual dan penggemar action figure melalui kegiatan yang sesuai dengan hobi mereka

faktor yang mepengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi  pada bank perkreditan rakyat (bpr ditanjung pinang9 dengan hasil penelitian "ecara parsial dengan

disimpulkan bahwa media pembelajaran Wakuwaku Kanji Kuizu, layak atau dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mempelajari kanji bagi mahasiswa tingkat I

Memperhatikan situasi tersebut maka perlu adanya peningkatan upaya-upaya guna menanggulangi dampak pasaca bencana dalam suatu system yang menyeluruh sehingga dapat

(1) PPK, Panitia Pengadaan/ULP, Penyedia Barang/Jasa, LPSE, Admin Agency dan pihak-pihak yang terkait dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik harus mematuhi

Mahasiswa mampu memahami logika berpikir komputer, memahami prinsip kerja program, mampu menggambarkan logika jalannya program secara tertulis oengan algoritma (pseudo code)

LKS IPA berbasis potensi lokal adalah lembaran yang berisi petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas IPA, baik yang bersifat perorangan maupun