• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tim/ Panitia PNPM Mandiri Desa Suka Makmur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tim/ Panitia PNPM Mandiri Desa Suka Makmur"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PERTANYAAN UNTUK WAWANCARA

Kepala Desa

1. Bagaimana pemahaman bapak tentang PNPM Mandiri ? 2. Tahun berapa PNPM Mandiri di desa ini mulai dilaksanakan ? 3. Apa saja jenis PNPM Mandiri di desa ini ?

4. Kenapa PNPM Mandiri perkotan yang berjalan di desa ini ?

5. Sebagai kepala desa, apakah tugas bapak pada PNPM Mandiri di desa ini ? 6. Siapa saja pelaku- pelaku PNPM Mandiri di desa ini ?

7. Apakah dalam proses perencanaan masyarakat dilibatkan secara aktif ? 8. Bagaimana Partisipasi Masyarakat dalam PNPM Mandiri di desa ini ? (

Bentuk dan siapa yang berpartisipasi )

9. Jika partisipasi masyarakat tinggi, factor apa yang menyebabkan sehingga masyarakat banyak yang ikut berpartisipasi ?

10. Bagaimana tanggapan bapak mengenai PNPM Mandiri di bidang pembangunan fisik yang telah berjalan ?

11. Menurut Bapak, apa yang menjadi kendala/ masalah yang timbul dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini ?

12. Apa saja upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat ?

13. Bagaimana harapan Bapak terhadap PNPM Mandiri di desa ini ?

Tim/ Panitia PNPM Mandiri Desa Suka Makmur

1. Bagaimana pemahaman Bapak tentang PNPM Mandiri ? 2. Apa saja jenis PNPM Mandiri yang dilaksanakan di desa ini ? 3. Bagaimana PNPM Mandiri memberdayakan masyarakat ? 4. Siapa saja pelaku- pelaku dalam PNPM Mandiri di desa ini ?

5. Apakah dalam proses perencanaan masyarakat ikut dilibatkan secara aktif ?

(2)

6. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini

7. Menurut Bapak, Faktor apa saja yang mempengaruhi Partisipas masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini ?

8. Langkah apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam menggerakkan partisipasi?

9. Bagaimana proses penentuan pembangunan yang akan dilakukan ?

10. Apakah ada kerja sama dengan lembaga lain dalam pelaksanaan PNPM mandiri di desa ini ?

11. Masalah- masalah apa saja yang timbul dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini ?

12. Apa harapan bapak selaku Ketua BKM terhadap pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini?

Penanggung Jawab Oprasional Kegiatan ( PJOK)

1. Bagaimana pendapat bapak mengenai PNPM Mandirir Pedesaan? 2. Apa yang menjadi tujuan dari PNPM Mandiri Pedesaan?

3. Apa yang menjadi tugas bapak selaku Penanggung Jawab Oprasional Kegiatan ( PJOK) dalam PNPM Mandiri ?

4. Apa saja jenis kegiatan PNPM Mandiri yang dilakukan di desa ini ? 5. Siapa saja pelaku- pelaku dalam PNPM Mandiri di desa ini ?

6. Menurut bapak, bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini ?

7. Upaya apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat ?

8. Apakah hambatan/ masalah yang timbul dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini ?

9. Apa harapan bapak selaku PJOK terhadap pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini ?

(3)

Masyarakat Desa

1. Bagaimana pemahaman Bapak/ Ibu mengenai PNPM Mandiri di desa ini ? 2. Apakah bapak/ibu mengetahui apa saja jenis PNPM Mandiri pedesaan

yang dilaksanakan di desa ini?

3. Darimana sumber dana pelaksanaan PNPM Mandiri ini diperoleh ?

4. Menurut Bapak/Ibu apakah dana yang tersedia sudah mencukupi untuk melaksanakan program ini secara maksimal?

5. Menurut bapak/ibu, apa manfaat dari pembangunan fisik desa ?

6. Apakah dalam mentapkan kegiatan atau membuat keputusan dari PNPM Mandiri, Bapak/Ibu turut dilibatkan?

7. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program PNPM Mandiri Perdesaan ini?

8. Bagaimana proses pembentukan pelaku-pelaku PNPM Mandiri di desa/kelurahan?

9. Bagaimana bentuk partisipasi Bapak/ Ibu dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini ?

10. Dalam kegiatan apa saja Bapak/Ibu dilibatkan dalam pelaksanaan program ini ?

11. Apakah Bapak/ Ibu menerima upah/ imbalan dalam pelaksanaan PNPM Mandiri perdesaaan ini ?

12. Faktor apa yang membuat Bapak/ Ibu ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini ?

13. Menurut Anda, apakah sumber daya yang ada baik SDM maupun SDA cukup mendukung terlaksananya program PNPM-MP di kelurahan ini? 14. Apakah fasilitas yang ada pada pelaku-pelaku PNPM-MP di

desa/kelurahan cukup memadai untuk menjalankan progam tersebut? 15. Apakah Bapak/Ibu ikut serta dalam pelatihan-pelatihan yang ada di PNPM

Mandiri di desa ini?

16. Pernahkah pihak pemerintah desa/ kecamatan terjun langusung untuk melihat perkembangan pembangunan fisik PNPM Mandiri di desa ini ? 17. Apakah pemerintah pernah menggerakkan anda untuk berpartisipasi dalam

(4)

18. Bagaimana sosialisasi

19. Pernahkah pihak pemerintah desa/ kecamatan terjun langusung untuk melihat perkembangan pembangunan fisik PNPM Mandiri di desa ini ? 20. Apakah pemerintah pernah menggerakkan anda untuk berpartisipasi dalam

program PNPM Mandiri di desa ini ?

21. Bagaimana sosialisasi yang dilakukan pemerintah mengenai pelaksanaan PNPM Mandiri ini ?

22. Menurut Bapak/ Ibu, apa saja kendala atau hambatan-hambatan dalam melaksanakan kegiatan ini dan bagaimana cara mengatasi kendala-kendala tersebut?

23. Apakah menurut Bapak/Ibu kegiatan ini sudah memberi perubahan yang positif bagi masyarakat atau mungkin sebaliknya?

24. Seteleh program ini dijalankan, apa harapan Bapak/Ibu dalam pelaksanaan program PNPM-MP ini?

(5)

SKRIP WAWANCARA

A. Pemahaman Informan Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan

Untuk mengetahui bagaimana pemahaman masayrakat Desa Suka Makmur terhadap PNPM Mandiri Perkotaan, maka penulis melakukan wawancara dengan informan kunci yang terdiri dari Kepala Desa, Ketua BKM Makmur Mandiri, Sekretaris BKM Makmur Mandiri, Penanggung Jawab Oprasioanl Kegiatan, dan Fasilitator Kelurahan. Penulis melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan mengenai pemahaman informan terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan. Berikut ini adalah hasil wawancara penulis dengan informan yang telah ditetapkan sebelumnya mengenai PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang :

“… PNPM Mandiri merupakan program dari pemerintah pusat yang programnya meliputi program dibidang sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dapat mengatasi masalah kemiskinan” ( Wawancara dengan Bapak Ketua BKM , Bapak Syawaluddin S.pd, 23 Desember 2013 )

Hal yang sama juga dikatakan oleh Bapak Penanggung Jawab Oprasional Kegiatan , beliau mengatakan bahwa :

“… PNPM Mandiri adalah kepanjangan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang memiliki tujuan dan sasaran pengentasan kemiskinan. Dimana PNPM Perkotaan yang berjalan di desa ini yaitu “Tri daya” meliputi PNPM Mandiri Fisik, ekonomi dan sosial ” ( Wawancara dengan Penanggung Jawab Oprasional Kegiatan (PJOK), Bapak Syahril S.sos, 24 Desember 2013)

Berikutnya penulis melakukan wawancara dengan Bapak Kepala Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua. Beliau mengatakan bahwa:

“… PNPM Mandiri itu memberdayakan masyarakat desa untuk membangun desa tersebut melalui bantuan dari pemerintah. PNPM Mandiri di desa ini . Kalau di kita kebetulan PNPM Perkotaan ada bidang

(6)

sosial, ada ekonomi, ada lansia, ada pendidikan, kemudian beasiswa ditahap tidak berlanjut. Yang lanjut sekarang itu infrastruktur dan ekonomi.” ( Wawancara dengan Kepala Desa, Darwin Effendi Siregar, BA pada tanggal 2 Januari 2014)

Dengan mengajukan pertanyaan yang sama, lebih jelas lagi di katakan oleh Fasilitaror Kelurahan dan juga Sekretaris BKM Makmur Mandiri . Mereka mengatakan bahwa:

“… PNPM Mandiri dasarnya yaitu dari P2KP yaitu program penaggulangan kemiskinan, dimana pada zamannya Bapak SBY berubah nama menjadi PNPM Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan dan Perkotaan. PNPM Mandiri menangani “Tri Daya” yaitu bidang infrastruktur, bidang sosial dan bidang ekonomi bergulir yang menitikberatkan pada gotong- royong dan musyawarah mufakat. PNPM Mandiri memiliki tujuan untuk mengentaskan kemiskinan, membuat masyarakat mandiri dan sejahtera”( Wawancara dengan Fasilitator Kelurahan, Bapak Hari Supriyadi ST, pada tanggal 26 Januari 2014)

“… PNPM Mandiri adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri, dimana program ini meliputi dibidang sosial, lingkungan dan ekonomi yang memiliki dampak sangat luar biasa secara merata terhadap pembangunan di Desa Suka Makmur. PNPM Mandiri yaitu program yang bagus karena membantu masyarakat miskin, miskin bukan berarti dilihat dari segi fisiknya saja.” (Wawancara dengan Sekretaris BKM Suka Makmur, Bapak Eko Pepsiyandi S.pd pada tanggal 18 Januari 2014) .

Selain melakukan wawancara dengan informan kunci, penulis juga melakukan wawancara dengan masyarakat Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua yang menjadi informan utama dalam penelitian ini. Dengan mengajukan pertanyaan yang sama dengan masyarakat terkait pemahaman masyarakat mengenai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Berikut kutipan hasil wawancara dengan masyarakat:

(7)

“… PNPM Mandiri merupakan program yang positif yang diberikan oleh pemerintah pusat, dimana masyarakat ikut diberdayakan sehingga dapat mengatasi masalah kemiskinan di desa dan memiliki tujuan yang bagus untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhannya ” (Wawancara dengan masyarakat, Ibu Nuraini, pada tanggal 21 Desember 2013)

“… PNPM mandiri merupakan program yang sangat bagus memberikan dana bantuan dari pemerintah untuk masyarakat serta memberdayakan masyarakat . Jenis kegiatan PNPM di desa ini setahu saya hanya pembangunan infrastruktur.” (Wawancara dengan Masyarakat, Bapak Suwarjono SE pada tanggal 28 Januari 2014)

“… PNPM Mandiri merupakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang merupakan program pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat desa di seluruh Indonesia.” (wawancara dengan masyarakat , Bapak Deddy pada tanggal 28 Januari 2014)

“… PNPM Mandiri merupakan program yang sangat bagus, karena merupakan program yang sangat membantu masyarakat. Tujuan dari PNPM Mandiri yaitu untuk melancarkan dan memperbaiki pembangunan. Yang tadinya jalan buruk menjadi bagus, yag tadinya sering banjir jadi tidak pernah banjir Jenis kegiatan PNPM ada 3 bidang yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan dan dananya berasal dari pemerintah” ( Wawancara dengan Masyarakat, Bapak Kelana Jaya,pada tanggal 21 Januari 2014)

“… PNPM Mandiri merupakan program bagus dari pemerintah karena masyarakat sangat terbantu dan mempunyai tujuan untuk memberantas kemiskinan di desa dan untuk membantu masyarakat di Indonesia. ”

(8)

(Wawancara dengan Masyarakat , Bapak Tobang Batu Bara pada tanggal 21 Januari 2014)

“… PNPM Mandiri yaitu program dari pemerintah untuk pembangunan yang diberikan kepada masyarakat.” (Wawancara dengan masyarakat, Bapak Ramli pada tanggal 28 Januari 2014)

“… Setau Bapak PNPM Mandiri merupakan program pemerintah yang memberikan dana yang disalurkan kepada masyarakat untuk pembangunan desa-desa tertinggal.”

( Wawancara dengan masyarakat, Bapak Wagimun pada tanggal 28 Januari 2014)

“ … PNPM ini ya program dari pemerintah untuk bangun-bangun jalan saja” (Wawancara dengan masyarakat, Bapak Adi pada tanggal 25 Januari 2014)

” …PNPM Mandiri ini ya program dari pemerintah untuk masyarakat, membuat masyarakat menjadi saling kerja sama dengan gotong royong untuk membangun desa.” (Wawancara dengan masyarakat, Ibu Fitriani pada tanggal 11 Januari 2014)

B. Manfaat Pembangunan Infrastruktur melalui PNPM Mandiri Perkotaan

Dalam penelitian, penulis juga ingin mengetahui manfaat pembangunan infrastruktur yang dirasakan masyarakat Desa Suka Makmur. Oleh karena itu, peneliti melakukan wawancara dengan masyarakat yang menjadi informan. Penulis melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan mengenai manfaat dari pembangunan infrastruktur melalui PNPM Mandiri Perkotaan. Berikut adalah kutipan hasil wawancara peneliti dengan masyarakat:

“ Menurut saya alhamdulillah bagus ya,kalau ada PNPM Mandiri di desa masyarakat sangat terbantu karena program-program PNPM itu kan

(9)

banyak ada sosial, ada ekonomi, ya terutama infrastruktur ya. Alhamdulillah syukur sekali, karena disini pembangunan sudah hampir 90% dengan adanya PNPM.” (wawancara dengan Masyarakat, Bapak Darman Purba pada tanggal 11 Januari 2014)

“… Pembangunan infrastruktur memilik banyak sekali manfaat. Salah satunya memudahkan akses.” (Wawancara dengan masyarakat, bapak Kelana Jaya pada tanggal 21 Januari 2014)

“… Manfaatnya banyak yaitu pembangunan terlaksana, jalan tidak becek, paret tidak tersumbat.” (Wawancara dengan Bapak Suwarno pada tanggal 28 Januari 2014)

Sama halnya dengan yang dikatakan oleh bapak Deddy bahwa pembangunan infrastruktur memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Beliau mengatakan bahwa:

“… Ya sangat bermanfaat karena dengan adanya PNPM Mandiri ini sangat besar dirasakan masyarakat. Masyarakat bisa merasakan khususnya yang awalnya jalan disini rusak dengan adanya PNPM Mandiri ini sekarang kita bisa menikmati jalan sudah dibatako lumayan dari pada sebelumnya.” ( Wawancara dengan Bapak Deddy pada tanggal 28 Januari 2014)

Selain itu pembangunan infrastruktur melalui PNPM Mandiri juga merupakan kegiatan yang dapat memberdayakan masyarakat. Ibu Hikmah mengatakan bahwa :

“… Dengan adanya kegiatan lingkungan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur melalui pembangunan fisik di desa, karena masyarakat sendiri yang sesuai kebutuhan masyarakat sendiri sehingga timbul kerja sama antar masyarakat melalui gotong- royong” (Wawancara dengan masyarakat, Ibu Hikmah pada tanggal 20 Januari 2014)

(10)

C. Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua.

Untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam perencanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua, maka peneliti melakukan wawancara dengan informan yang telah ditetapkan sebelumnya. Penulis mewawancarai informan dengan mengajukan pertanyaan mengenai partisipasi masayrakat dalam perencanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur. Berikut adalah hasil kutipan wawancara mengenai partisipasi masyaarakat dalam perencanaan pada PNPM Mandiri Pekotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua:

Informan utama yang peneliti wawancarai yaitu Bapak Ketua BKM , beliau mengatakan bahwa:

“… Perencanaan PNPM Mandiri di desa ini yaitu rembug warga, pemilihan BKM ditingkat dusun, kecamatan, dan desa serta musyawarah desa itu memang selalu melibatkan peran serta masyarakat. Kalau dalam perencanaan pembangunan yang akan dilakukan diusulkan serta dirembukkan kepada masyarakat.”( Wawancara dengan Bapak Ketua BKM , Bapak Syawaluddin S.P.d, 23 Desember 2013)

Dengan mengajukan pertanyaan yang sama, hal yang sama juga disampaikan oleh Sekertaris BKM Suka Makmur. Beliau mengatakan :

“… Setiap rapat di kantor desa ada perwakilan KSM yang diundang, tiap rapat dan pelatihan diikutkan relawan BKM, Unit Penanggung Jawab, dan KSM yang terdiri dari anggota masyarakat dan juga kepala desa” (Wawancara dengan Sekretaris BKM, Bapak Eko Pepsiyandi S.pd pada tanggal 18 Januari 2014

Hal yang lebih jelas dikatakan oleh Fasilitator kelurahan, bahwa sebelum pelaksanaan PNPM Mandiri maka diadakanlah musyawarah dalam rangka pembangunan infrastruktur dengan difasilitasi oleh Faskel. Beliau mengatakan bahwa:

“… Dalam rapat itu ada pada MP2K yaitu Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Kegiatan, yaitu dengan mengumpulkan warga , bisa di kantor desa, dan di rumah warga untuk membicarakan kegiatan yang

(11)

akan dilaksanakan supaya jangan sampai salah dalam melakukan kegiatannya tersebut.” (wawancara dengan Fasilitator Kelurahan, Bapak Hari Supriyadi pada tanggal 26 Januari 2014)

Lain halnya dengan yang dikatakan oleh Penanggung Jawab Operasional Kegiatan, beliau mengatakan bahwa :

“…KSM kan hanya pelaksana lapangan , BKM dengan perangkat desa lah yang bermusyawarah.”(Wawancara dengan PJOK, Bapak Syahril S.sos, pada tanggal 24 Desember 2013)

Berikutnya peneliti menanyakan hal yang sama kepada beberapa masyarakat. Berikut kutipan wawancaranya :

”… Kalau dalam rapat dengan BKM, ya hanya perwakilan masyarakat saja yang datang, paling satu atau dua orang saja, tapi kalau musyawarah di dusun banyak masyarakat yang ikut serta untuk merembukkan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di lingkungan mereka.” ( Wawancara dengan Masyarakat, Ibu Nuraini pada tanggal 21 Desember 2013)

“ … Dalam musyawarah kalau masyarakat di daerah kami ini dilibatkan semua, hanya ada juga tidak datang , yang pro juga karena dimintai dana-dana itu tadi jadi ada yang tidak mau dan ada yang mau, jadi yang mau ikut saja yang kami gerakkan” (Wawancara dengan Masyarakat, yaitu Bapak Ramli pada tanggal 28 Januari 2014)

“… Ya dilibatkan waktu rapat pertama, tapi untuk menghitungnya itu mereka semua. Pada saat proses perencanaan kita memohon juga untuk dilakukannya pembangunan.” (Wawancara dengan Bapak Wagimun, 28 Januari 2014)

Lain halnya dengan yang dikatakan oleh Bapak Tobang Batu bara, dalam musyawarah tidak ikut dilibatkan. Beliau mengatakan bahwa:

“ … Dalam rapat saya tidak ikut serta, hanya orang- orang ini saja sebagai BKM yang rapat.” ( Wawancara dengan Bapak Tobang Batu Bara, pada tangga 21 Januari 2014)

(12)

D. Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua

Untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam perencanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua, maka peneliti melakukan wawancara dengan informan yang telah ditetapkan sebelumnya. Penulis mewawancarai informan dengan mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana partisipasi masayarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan pada pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua.

Berikut beberapa hasil wawancara dalam hal partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur :

1. Bapak Kepala Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua mengatakan bahwa: “Partisipasi untuk Desa Suka Makmur Tahun pertama sampai tahun ketiga sangat positif, tahun 2013 sampai saat ini agak menurun, karena PNPM mandiri ini kan yang sangat diharapkan adalah swadaya masyarakat, namun karena masing-masing banyak pekerja mengharapkan hari liburnya saja agak sulit. Kalau dari masyarakat swadayanya yaitu tenaga, pembebasan lahan maksudnya yang sebelumnya gangnya kecil tanahnya masyarakat mau diberikan.”( Wawancara dengan Bapak Darwin Effendi Siregar, BA, pada tanggal 2 Januari 2014)

2. Koordinator BKM Makmur Mandiri mengatakan bahwa partisipasi yang diberikan masyarakat yaitu :

“ Dalam bentuk pikiran yaitu kalau ada Musyawarah masyarakat memang selalu diikutkan namanya pemberdayaan masyarakat. Kalau dalam bentuk dana ataupun bentuk materi diberikan pada waktu kegiatan gotong royong serta dalam bentuk swadaya dari masyarakat misalnya sumbangan, makanan, dan tenaga dari masyarakat untuk melaksanakan PNPM Mandiri.” ( Wawancara dengan Bapak Syawaluddin S.pd pada tanggal 23 Desember 2013)

3. Sekretaris BKM Suka Makmur mengatakan bahwa partisipasi yang diberikan masyarakat yaitu :

(13)

“ Partisipasi yang diberikan masyarakat yaitu dalam bentuk swadaya. Pertama, dalam bentuk tenaga yaitu dalam pengerjaan kegiatan masyarakat semua yang mengerjakan. Kedua, dalam bentuk material, yaitu memberikan makanan dan minuman untuk masyarakat yang memberikan tenaganya dalam pelaksanaan kegiatan. Ketiga, Pikiran yaitu masyarakat, relawan, BKM, KSM masyarakat ikut dalam rapat PNPM di desa.” ( Wawancara dengan Sekretaris BKM Suka Makmur, Eko Pepsiyandi S.pd pada tanggal 18 Januari 2014)

4. Penanggung Jawab Oprasional Kegiatan mengatakan bahwa partisipasi yang diberikan masyarakat yaitu :

”Partisipasi masyarakat di desa ini menggembirakan, karena istilahnya kegiatan ini dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat karena yang merencanakan masyarakat. Jadi partisipasinya disitu bisa dia berbentuk tenaga, ada juga yang sumbangan dan juga masyarakat bisa berswadaya.” ( Wawancara dengan Penanggung Jawab Oprasional Kegiatan , Bapak Syahril S.sos, 24 Desember 2013)

5. Fasilitator Kelurahan (Faskel) PNPM Mandiri perkotaan di Desa Suka Makmur yang mempunyai peran untuk memfasilitasi serta mendampingi masyarakat dan BKM serta Unit Penanggung Jawab Kegiatan mengatakan bahwa partisipasi yang diberikan masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri yaitu :

“Partisipasi dalam PNPM Mandiri tidak dibatasi bentuk dan jumlahnya. Partisipasi yang diberikan yaitu dalam bentuk swadaya. Pertama, dalam bentuk tenaga. Kedua dalam bentuk material yaitu bisa berupa pasir, kerikil, dana ,atau semen. Ketiga dalam bentuk sumbangan uang untuk menambah dana dari pelaksanaan tersebut, seperti misalnya seseorang tidak mampu ikut bergotong royong karena kesibukan. Keempat, berbentuk makanan dan minuman. Kelima, dalam bentuk pikiran yaitu tercantum dalam MP2K yaitu Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Kegiatan dengan mengumpulkan warga di kantor desa dan dirumah .(Wawancara dengan Fasilitator Kelurahan, Hari Supriyadi ST pada tanggal 26 Januari 2014)

(14)

6. Masyarakat desa Suka Makmur di Desa Suka Makmur mengatakan bahwa partisipasi yang mereka berikan yaitu :

“ Partisipasi yang diberikan masyarakat yaitu dalam bentuk tenaga, yaitu gotong royong serta ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan. Kemudian dalam bentuk material, yaitu menyediakan makanan dan minuman untuk masyarakat. Ketiga, pikiran yaitu ikut serta dalam rembuk desa. Pada pelaksanaan ini oh kami tidak menerima upah malah ngasi lagi ya makan dan minuman tadi. Kegiatan yang banyak dilakukan di Desa ini lebih banyak pembangunan fisik. Kami tidak menerima upah dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini, justru malah memberi.” (Wawancara dengan Masyarakat dusun, Bapak Kelana Jaya pada tanggal 21 Januari 2014)

“ Partisipasi yang diberikan masyarakat pada pelaksanaan PNPM yaitu dalam bentuk swadaya . Pertama, dalam bentuk pikiran yaitu ikut serta dalam kegiatan rapat PNPM di desa karena diundang oleh BKM untuk menghadiri rapat. Kedua, ada juga masyarakat yang memberikan kontribusinya dalam bentuk dana, karena tidak memiliki waktu untuk memberikan kontribusinya dalam bentuk tenaga. Ketiga, memberikan sumbangan yaitu berupa makanan dan minuman. Keempat, dalam bentuk tenaga yaitu banyak masyarakat yang memberikan kontribusinya dalam pelaksanaan gotong- royong dan ikut mengerjakan kegiatan pembangunan di desa . (Wawancara dengan Masyarakat, Ibu Nuraini pada tanggal 21 Desember 2013

“ Partisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri perkotaan dibidang fisik ini yaitu dalam bentuk tenaga berupa gotong royong, dan juga dalam bentuk sumbangan makanan dan minuman. Namun ada juga masyarakat yang memberikan bantuan dana karena tidak ikut bergotong- royong. Dalam bentuk pikiran tidak ada karena masyarakat tidak ikut serta dalam rapat dan juga tidak ikut serta dalam pelatihan-pelatihan PNPM Mandiri di desa ini. Masyarakat tidak menerima upah dalam pelaksanaan PNPM

(15)

Mandiri, justru masyarakat sangat bersyukur karena masyarakat sangat terbantu dengan adanya program PNPM Mandiri Perkotaan di desa ini.” (wawancara dengan Masyarakat, Bapak Tobang Batu bara, pada tanggal 21 Januari 2014)

“Partisipasi kita disini ya semua bersama-sama bergotong royong dan membantu untuk terlaksananya PNPM Mandiri ini terlebih kan ini kebutuhan kita, selain dari PNPM kami disini juga ada swadaya masyarakat dalam bentuk konsumsi dan juga dana”. (Wawancara dengan Masyarakat, bapak Deddy Sudirno, pada tanggal 28 Januari 2014)

“ Partisipasi yang kami berikan yaitu bergotong royong dalam pengerjaan, penggalangan dana untuk mengatasi kurangnya dana, memberikan makanan dan minuman untuk masyarakat yang bergotong royong serta bermusyawarah baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun dalam mengatasi masalah kurangnya dana. “( Wawancara dengan masyarakat, Bapak Suwarjono SE, pada tanggal 28 Januari 2014) Akan tetapi lain halnya dengan yang disampaikan Bapak Wagimun, masyarakat di lingkungannya tidak memberikan partisipasi secara langsung. Beliau mengatakan bahwa:

“Partisipasi saya bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan program PNPM Mandiri di desa ini. Pembangunan infrastruktur dikerjakan dengan menggunakan tukang dengan alasan di lingkungan tersebut hanya ada empat kepala keluarga yang masyarakatnya sibuk bekerja. Akan tetapi masyarakat di lingkungan ini hanya memberikan partisipasinya dalam bentuk pikiran yaitu berupa saran - saran yang diperlukan dalam pelaksanaan dan juga swadaya masyarakat berupa dana.” (Wawancara dengan Masyarakat, Bapak Wagimun pada tanggal 28 Januari 2013).

(16)

E. Alasan Masyarakat Berpartisipasi dan Tidak Berpartisipasi dalam

Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua

Selain melihat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri perkotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua, penulis juga tertarik untuk melihat alasan- alasan masyarakat untuk berpartisipasi dan tidak berpartisipasi. Untuk itu penulis melakukan wawancara kepada informan dengan mengajukan pertanyaan mengenai alasan yang membuat masyarakat ikut berpartisipasi dan tidak berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur. Berikut adalah beberapa kutipan hasil wawancara dengan informan :

“… Partisipasi masyarakat ditahun ini menurun karena kesibukan masyarakat masing-masing, dan jumlah budget dari PNPM Mandiri di tahun ini hanya sedikit, dari 200 juta, 300 juta dan turun dari 75 juta. Jadikan banyak yang tidak tertampung.Disamping itu kan juga butuh perawatan, sementara dari PNPM belum ada dana perawatan pembangunan. ” ( Wawancara dengan Kepala Desa, Bapak Darwin Effendi Siregar, BA pada tanggal 2 Januari 2014)

Hal yang sama peneliti tanyakan kepada Fasilitator kelurahan yang memfasilitasi BKM dan KSM selama pelaksanaan pemabangunan infrastruktur berjalan. Beliau mengatakan bahwa:

“… Masyarakat mau berpartisipasi karena mereka peduli terhadap lingkungannya, jadi kalau masyarakat tidak peduli ikut bergotong royong aja mereka tidak mau, jadi alasannya karena tingkat kesadaran masyarakat tinggi.” ( Wawancara dengan Faskel, Bapak Hari Supriyadi 26 Januari 2014)

“… Masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini karena dusun mereka terbangun, terbangunnya prasarana dan akses bagi masyarakat sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk memberikan kontribusinya dalam pelaksanaan PNPM

(17)

Mandiri di desa ini." ( Wawancara dengan Sekretaris BKM, Bapak Eko Pepsiyandi pada tanggal 18 Januari 2014)

Kemudian peneliti juga menanyakan hal yang sama kepada beberapa masyarakat, berikut kutipan wawancara dari masyarakat :

“…Saya ikut memberikan kontribusi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di desa ini karena ini sudah merupakan kewajiban saya sebagai masyarakat , karena program ini merupakan program yang bagus yang telah diberikan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.” ( Wawancara dengan masyarakat, Ibu Nuraini pada tanggal 21 Desember 2013)

“… Alasan masyarakat ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri perdesaan di lingkungan ini karena untuk membantu masyarakat agar pembangunan berjalan baik dan lancar. “(Wawancara dengan Masyarakat, Bapak Kelana Jaya pada tanggal 21 Januari 2014)

“… Alasan saya berpartisipasi karena untuk membangun gang kami sendiri, dan juga agar masyarakat kedepannya terbantu karena dengan adanya PNPM Mandiri ini jalan tidak rusak lagi” ( Wawancara dengan masyarakat, Bapak Tobang Batu Bara pada tanggal 21 Januari 2014)

Lain halnya dengan yang dikatakan masyarakat selaku sebagai Ketua KSM masyarakat tidak ikut berpartisipasi secara langsung. Berikut Kutipan wawancara Bapak Wagimun :

“… Alasan masyarakat tidak mau berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri di lingkungan kami karena jumlah kepala keluarga di lingkungan kami hanya berjumlah empat kepala keluarga sehingga tidak memungkinkan untuk mereka bergotong royong, mereka sibuk dengan

(18)

urusan sendiri ada yang bekerja dan sebagainya sehingga pelaksanaan PNPM Mandiri di lingkungan kami menggunakan tukang. ” ( Wawancara dengan masyarakat , Bapak Wagimun pada tanggal 28 Januari 2014)

“… Partisipasi ditahun ini menurun karena kesibukan masyarakat masing-masing, dan jumlah budget dari PNPM Mandiri di tahun ini hanya sedikit, jadikan banyak yang tidak tertampung.” ( Wawancara dengan Kepala Desa, Bapak Darwin Effendi Siregar, BA pada tanggal 2 Januari 2014)

F. Mekanisme Turunnya Anggaran dari Pemerintah kepada mayarakat

Data ini diperoleh dari lapangan untuk mengetahui mekanisme turunnya anggaran dari Pemerintah kepada masyarakat. Data ini diperoleh dari beberapa informan kunci dan beberapa masyarakat. Untuk lebih mengetahui secara jelasnya, maka peneliti pertama sekali melakukan wawancara dengan beberapa informan kunci. Berikut adalah hasil wawancara dari temuan dilapangan :

“ Sumber dana PNPM Mandiri Perkotaan ada dua yaitu dari dana APBN dan

APBD. Kemudian dana ini dicairkan kepada BKM, setelah dana turun kepada

BKM kemudian melakukan pemanggilan kepada KSM yang sudah dibentuk untuk

serah terima dana menggunakan kuitansi” ( Wawancara dengan Failitator

Kelurahan, Bapak Hari Supriyadi pada tanggal 26 Januari 2014)

Berikutnya, peneliti menanyakan hal yang sama kepada Sekretaris BKM, beliau menjelaskan lebih rinci mengenai mekanisme turunnya anggaran dari pemerintah kepada masyarakat. Belia mengatakan bahwa :

“Anggaran PNPM Mandiri perkotaan di desa ini bersumber dari APBN dan

APBD. APBN biasanya digunakan untuk lingkungan, dan APBD untuk sosial.

Dana tersebut turun ke rekening BKM, dari rekening BKM turun ke Sekretaris

(19)

KSM. Sistemnya tidak 100% langsung diberikan kepada masyarakat, ada cara

pemngambilannya. Pertama diambil 90% yaitu dua kali pengambilan 60% dan

30% dalam tiga hari dan setelah pengerjaan sudah mencapai 90% , sisa 10%

diberikan kepada masyarakat. (Wawancara Sekretaris BKM Suka Makmur,

Bapak Eko Pepsiyandi pada tanggal 18 Januari 2014)

Sama halnya dengan masyarakat juga mengemukakan pendapatnya mengenai mekanisme turunnya anggaran yaitu sebagai berikut :

“Setau saya sumber dana PNPM Mandiri di desa ini yaitu dananya dari APBD, dan APBN dan turun ke rekening BKM, kemudian dari BKM di

salurkan kepada KSM. Jumlah besar dananya ditentukan oleh pembangunan

di tiap-tiap daerah dan sudah dirembukkan oleh masyarakat.” ( Wawancara

dengan Masyarakat, Bapak Kelana Jaya pada tanggal 21 Januari 2014).

Sama halnya dengan yang dikatakan masyarakat, Bapak Wagimun. Beliau mengatakan bahwa:

“… Untuk pengambilan dananya saja mesti harus terbagi tiga. Kita diberikan

30%, terus 60% dan 10%.” (Wawancara dengan Bapak Wagimun, pada anggal

21 Januari 2014)

G. Usaha yang Dilakukan agar Tercipta Keterlibatan Masyarakat dalam Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur

Dari beberapa hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, ada beberapa usaha yang dilakukan untuk dapat meminimalisir hambatan tersebut, antara lain dengan cara :

(20)

“… Pertama, salah satunya kita mengundang masyarakat dengan melakukan

sosialisasi bahwasanya di desa ini ada PNPM Mandiri, setelah itu kita

menjelaskan program apa saja yang ada di PNPM ini, biasanya masyarakat

yang paling condrong yaitu dana bergulirnya untuk masyarakat ekonomi lemah, kalau infrastruktur itu sifatnya umum dapat dinikmati semua masyarakat.”(

Wawancara dengan Fasilitator Kelurahan, 26 Januari 2014)

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa bahwa usaha yang dilakukan untuk menciptakan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur yaitu melalui sosialisasi. Beliau mengatakan bahwa:

“ … Yaitu dengan cara sosialisasi dalam bentuk himbauan dengan bantuan

kepala RT, dan tokoh-tokoh masyarakat mengenai manfaat dari pada PNPM

Mandiri Perkotaan ini dan keterbatasan belakangan ini, melalui pertemuan-pertemuan pada perwiritan di desa.” (Wawancara dengan Kepala Desa, Bapak

Darwin Effendi Siregar, BA pada tanggal 2 Januari 2014)

Sekretaris BKM juga mengatakan hal yang sama. Beliau mengatakan bahwa:

“.. BKM mensosialisasikan ini kepada seluruh masyarakat memalui perwiritan dan dalam rapat.” (Wawancara dengan Sekretaris BKM, Bapak Eko Pepsiyandi pada tanggal 18 Januari 2014)

H. Masalah dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur

Adapun yang diperoleh dari hasil temuan lapangan mengenai masalah dan hambatan dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua adalah :

“… Salah satu di tahun 2013 itu ada satu kegiatan di Dusun VII Desa Makmur

(21)

diadakan kegiatan fisik rabat beton disitu, tapi setelah uang itu sudah dicairkan

oleh BKM, dan KSM sudah dibentuk. Akan tetapi masyarakat komplen sendiri,

karena timbul rasa tidak percaya dan saling curiga antar anggota KSM, akhirnya pembangunan gang sei deli dialihkan ke gang lain” ( Wawancara

dengan PJOK, Bapak Syahril S.sos pada tanggal 24 Desember 2013)

“… Masalah dan hambatan yang timbul yaitu sulitnya untuk mengubah cara

berpikir dan sikap serta perilaku masyarakat/ paradigma masyarakat karena

selama ini sudah tertanam cara berpikir masyarakat kita selalu negative, kalau

pun ada program yang positif mereka sering pesimis. Permasalahan yang timbul

untuk kegiatan infrastruktur salah satunya yaitu kegiatan di Sei Deli Dusun VII

setelah proposal dibuat dan dana sudah dicairkan oleh BKM, ternyata timbul

masalah rasa saling curiga antar anggota KSM , dan tidak ada kebersamaan

dari masyarakat dan masyarakat meminta untuk merubah anggota dari KSM

yang sudah dibuat pada saat rembug desa. Hasilnya, kegiatan dialihkan kedusun

lain yang membutuhkan pembangunan.”(Wawancara dengan Fasilitator

Kelurahan, Bapak Hari Supriyadi pada tanggal 26 Januari 2013)

“… Masalah yang timbul dalam PNPM Mandiri ini factor dari masyarakat

sendiri yaitu masalah Dana, masyarakat berpikir bahwa pelaku-pelaku PNPM

Mandiri menerima gaji, padahal kalau orang yang mengetahui dengan benar

pelaku- pelaku PNPM Mandiri merupakan relawan yang tidak menerima gaji

sepersen pun. Kemudian masalah pengambilan dana yang lebih dari tiga hari

tidak boleh, itu menjadi masalah karena masyarakat dan para relawan di PNPM

Mandiri sibuk juga dengan pekerjaan jadi waktunya tidak terkejar. Kemudian

masalah takut dana kurang, dan juga timbulnya konflik antar KSM terhadap

(22)

dialihkan dilingkungan lain.” (wawancara dengan Sekretaris BKM, Bapak Eko

Pepsiyandi S.pd pada tanggal 18 Januari 2014)

Dengan mengajukan pertanyaan yang sama kepada masyarakat, Bapak Kelana Jaya. Beliau mengatakan bahwa :

“… Kendalanya ada juga , yaitu adanya pro dan kontra. Misalnya adalah

masalah kesadaran masyarakat untuk kepentingan umum yaitu susahnya

memperoleh izin pembebasan tanah dari masyarakat pemilik lahan jadi

pembangunan terputus atau tidak jadi dilakukan pembangunan.” ( Wawancara

dengan masyarakat, Bapak Kelana Jaya pada tanggal 21 Januari 2014)

Beberapa masyarakat juga mengatakan bahwa tidak ada kendala dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan yang dilaksanakan di Desa Suka Makmur. Berikut kutipan wawancara dari masyarakat:

“… Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan PNPM di gang kami tidak ada,

hanya saja setelah pelaksanaan selesai turun hujan.” ( Wawancara dengan

Bapak Tobang Batu Bara pada tanggal 21 Januari 2014)

“… Masalah atau hambatan yang timbul dalam pelaksanaan pembangunan fisik

ini tidak ada, karena banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi sehingga

memudahkan pengejaan pembangunan dan juga karena dana sudah mencukupi karena sudah diperkirakan sebelumnya dalam proposal kegiatan.” ( Wawancara

Masyarakat, Ibu Nuraini pada tanggal 21Desemberi 2014)

Lain halnya dengan Bapak Ramli dan Bapak Suwarjono, mereka mengatakan bahwa hambatan yang timbul dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan pada pembangunan infrastruktur adalah kurangnya dana. Mereka mengatakan bahwa:

(23)

“…Hambatannya aku rasa tidak ada, hanya masalah kurangnya dana saja dan masalah lainnya tidak ada” (Wawancara dengan Masyarakat, Bapak Ramli pada

tanggal 28 Januari 2014)

“… Hambatannya dalam pelaksanaan PNPM mandiri yaitu kurangnya Dana

yang tersedia dalam melakukan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan

kualitas pembangunan sehingga masyarakat berusaha untuk mencari tambahan dana untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan”

(Wawancara dengan Masyarakat, Bapak Suwarjono S.E pada tanggal 28 Januari 2014)

Begitu juga dengan yang disampaikan Bapak Wagimun, Beliau mengatakan bahwa hambatan dari pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Suka Makmur terdapat pada proses pencairan dana . Berikut hasil wawancara dengan Bapak Wagimun :

“… Hambatannya yaitu sepertinya orang PNPM ini sama masyarakatnya tidak

sepenuhnya percaya. Karena untuk pengambilan dananya saja mesti harus

terbagi tiga. Kita diberikan 30%, terus 60% dan 10%, itu kan suatu hambatan.

Namanya mau bantu dibantulah jangan digantung-gantung. Waktu pengambilan

uangnya tidak gampang, mesti ditanda tangani ini dan itu. Tidak gampang,

pekerjaan harus siap sesuai dengan waktunya baru bisa ngambil sisa dana 10% tadi.” (Wawancara dengan Bapak Wagimun, pada tanggal 28 Januari 2014)

(24)

DOKUMENTASI

SUASANA RAPAT PNPM MANDIRI DESA SUKA MAKMUR

PEMBANGUNAN DRAINASE DIKERJAKAN OLEH MASYARAKAT

(25)

(26)

PLANG KEGIATAN PNPM MANDIRI PERKORAAN DESA SUKA MAKMUR

PEMBANGUNAN YANG MENGALAMI MASALAH PEMBEBASAN LAHAN

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Ulum (2019), untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, Universitas Nurul Jadid terlebih dahulu melakukan perencanaan yang matang tentang materi yang

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha

Berkaitan dengan pelaksanaan prinsip checks and balances system serta hubungan kewenangan antara Presiden dengan lembaga negara lainnya, antara lain mengenai pemberian grasi,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PAI materi akhlaq terpuji melalui metode pembelajaran active self – assessment pada siswa kelas VII

Pada penelitian ini, kami mengem- bangkan metode sederhana untuk mem- prediksi ukuran partikel dari dari hasil pen- gukuran spektrum UV-Vis dengan perhi- tungan komputasi

KESATU : Membentuk Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru SD dan SMP Tahun 2016, dengan Susunan dan Personalia sebagaimana tersebut dalam Lampiran yang

Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan di SMAS Taman Mulia Sungai Raya, penggunaan metode mengajar guru pada mata pelajaran sosiologi masih

Tujuan penulisan laporan akhir ini adalah membuat sistem informasi e-learning pada SMA Negeri 4 Palembang yang meliputi proses pengolahan data kelas, data mata pelajaran,