• Tidak ada hasil yang ditemukan

No Peneliti Topik Penelitian Obyek Penelitian Lokasi Metode Key Finding. 1 Corral Verdugo (2003) 2 Huang et al. (2006) 3 Hurlimann et al.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "No Peneliti Topik Penelitian Obyek Penelitian Lokasi Metode Key Finding. 1 Corral Verdugo (2003) 2 Huang et al. (2006) 3 Hurlimann et al."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

T E S I S

T E S I S

Pe m b im b in g :

Pe m b im b in g :

Dr. Maria Anityasari, ST, ME

Dr. Maria Anityasari, ST, ME

Nani Kurniati, ST, MT

Nani Kurniati, ST, MT

O l e h :

O l e h :

Theresia Liris Windyaningrum

Theresia Liris Windyaningrum

2508 201 008

2508 201 008

ŠReuse (Anityasari & Kaebernick, 2008) : proses mengambil kembali produk  yang telah digunakan, kemudian disortir, dilepas rakit, dibersihkan, lalu diuji  kembali dan dinilai kualitas dan keandalannya. Jika komponen lepas rakit  perlu diperbarui, maka diperlukan aktivitas remanufacturing. Tetapi jika  kualitas dan keandalan komponen masih dapat ‘diterima’ atau dapat  digunakan kembali sesuai fungsinya, maka bisa dirakit kembali menjadi  produk baru.  ŠKonsep reuse : ‘As Good As New’

Consumer acceptance terhadap produk reuse

Consumer acceptance

Produk reuse

Kajian penelitian 

terdahulu

Gap penelitian 

No Peneliti Topik  Penelitian Obyek  Penelitian

Lokasi Metode Key Finding 1 Corral‐ Verdugo  (2003) Reuse &  recycling  behaviors Individuals  living Mexico  Utara

Survey Reuse  dilakukan untuk kaca, alumunium, 

surat kabar, pakaian, dan besi. Recycle dilakukan untuk alumunium, surat  kabar, pakaian, kertas, dan kardus. 2 Huang et al.  (2006) Public  environmental  Electrical &  electronic 

China Survey  61% responden memilih barang elektronik  di‐reuse atau di‐recycle daripada disposal,  awareness equipment  users  dan 70‐80% responden bersedia membeli  produk ramah lingkungan  3 Hurlimann et  al. (2008) Recycled water Individuals  living 

Australia  SEM 8 faktor yang berpengaruh terhadap  kesediaan menggunakan recycled water 4 Nnorom  (2009) Electronic  waste recycling Individuals living

Nigeria Regresi 78% responden bersedia membayar  premium untuk ‘green electronics’

Š Masih banyak terkait dengan implementasi recycle

Š Reuse memiliki potensi ekonomis menguntungkan tetapi masih memiliki banyak kendala, salah 

satunya tentang penerimaan konsumen

Š Perlunya penelitian tentang sejauh mana penerimaan konsumen terhadap produk reuse

No Peneliti Topik Penelitian Obyek Penelitian Lokasi Metode Key Finding 1 March et al.  

(2004)

Grey water reuse untuk  toilet flushing

Hotel  Spanyol Case study 23% konsumsi air di  hotel berhasil di‐reuse 2 French  (2008) Reuse program pada  lantai produksi  Production manager,  material control  manager, Water‐base  product line  manager, Water‐base  ‐ Case study Keberhasilan program  yang melibatkan  perusahaan, distributor  dan konsumen sehingga  mengurangi product  Department  supervisor disposal oleh konsumen 3 Amelia et  al. (2009) Automotive component  reuse Automotive  manufacturer

Malaysia  Case study Penggunaan reused 

parts lebih murah  daripada parts baru 4 Matsumoto  (2009) Peluang bisnis reuse oleh Independent Reuse  Business Companies  (IRBCs)

8 perusahaan IRBC  Jepang Interview &   surveys Peluang bisnis reuse oleh IRBC ŠTerkait dengan penggunaan water reuse, komponen reuse maupun peluang bisnis reuse ŠMasih diperlukan banyak dukungan berhubungan dengan penerimaan reuse sebagai alternatif  solusi waste treatment yang berpotensi Permasalahan : konsumen tahu  proses reuse tetapi belum bisa  menerima produk reuse secara  luas Penelitian terdahulu banyak  menggunakan metode survey  atau case study pada

Isu sustainable manufacturing membawa  3 pendekatan yaitu reuse, recycle, dan  remanufacturing Aplikasi lebih banyak pada recycle dan  remanufacturing karena memunculkan  produk baru atau produk dengan  tampilan baru sehingga lebih bisa  diterima konsumen Dalam penelitian terdahulu  tidak dijumpai penelitian  yang langsung terkait dengan  penerimaan konsumen  terhadap produk reuse Kendala implementasi reuse menurut Anityasari (2008) :  • Ketidakpastian kualitas produk  atau case study pada  kelompok obyek tertentu diterima konsumen Matsumoto (2009) menyatakan bahwa  reuse memiliki nilai ekonomis yang lebih  karena tidak banyak membutuhkan  olahan raw material sehingga lebih  menghemat energi dan material Konsep reuse product: ‘As Good As New’ reuse • Rendahnya penerimaan  konsumen terhadap produk  reuse Rencana penelitian : Pemodelan consumer acceptance terhadap  produk reuse dengan pendekatan SEM

(2)

Anityasari &  Kaebernick (2008) Konsep reuse : as  good as new

Penelitian terdahulu : Keberhasilan strategi reuse Penelitian terdahulu :  peluang implementasi  reuse secara lebih luas sangat tergantung pada  penerimaan pasar  terhadap produk reuse Penerimaan pasar dibentuk oleh  penerimaan konsumen, perilaku  dan perspektif konsumen terhadap  produk reuse Demand produk reuse terbentuk Justifikasi kelayakan ekonomi  produk reuse terbentuk

Sejauh mana konsumen menerima produk reuse. Pada 

penelitian ini akan diteliti faktor apa saja yang 

mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap produk 

reuse dan bagaimana model yang merepresentasikan 

h b

t

f kt

t

b t

Permasalahan

hubungan antar faktor tersebut.  

Menghasilkan model yang menggambarkan hubungan 

consumer acceptance terhadap produk reuse. Dari tujuan 

ini, ingin digali tentang sejauh mana konsumen menerima 

produk reuse melalui model struktural yang dibangun 

berdasarkan variabel‐variabel yang sesuai dengan reuse.  

Tujuan

Topik Penelitian Consumer acceptance terhadap produk reuse Obyek Penelitian Individuals living Metode Structural Equation Modeling (SEM) Tujuan Mengetahui sejauh mana penerimaan konsumen terhadap  produk reuse Ruang Lingkup Menguji 7 faktor dan 8 hipotesis teoritis yang dibangun dalam  model struktural

Kontribusi penelitian  Dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap produk reuse, maka dimungkinkan untuk pihak‐pihak seperti produsen menangkap peluang produksi baru dengan dukungan kebijakan pemerintah dalam hal legalitas bisnis reuse dan upaya edukasi masyarakat bahwa produk reuse layak untuk digunakan

Š

Pengujian hipotesis model teoritis akan dikenakan pada 

pengguna produk elektronik. 

Š

Pengujian hipotesis model teoritis dilakukan terhadap 

responden yang tinggal di kota Madiun, Jawa Timur. 

Kualitas produk  (product quality) Tingkat resiko yang  diterima  (percei ed risk) Kesesuaian harga   (price fairness) Kualitas layanan  (service quality)

Ulaga (2003) dalam Cater (2010) : tingkat kemampuan produsen memenuhi spesifikasi konsumen

Hurlimann et al. (2008) : persepsi konsumen terhadap bahaya atau kemungkinan mengalami Oh (2003) : penilaian

konsumen tentang besar kecilnya harga yang

di ik d k lit

Parasuraman et al. (1991, 1994) : perbandingan antara layanan harapan konsumen dengan layanan yang diterima (perceived risk) Garansi produk   (warranty) Reputasi perusahaan  (company  reputation) Kesediaan membeli  (willingness to buy) kemungkinan mengalami gangguan atau kerugian disesuaikan dengan kualitas

produk

Lutz (1998) : level jaminan

durability (quality) yang

diberikan oleh manufaktur terhadap produk

Logsdon & Wood (2002) : kemampuan perusahaan memenuhi harapan

stakeholder dan

menunjukkan kesesuaian performansi terbaiknya Huang et al. (2006) : kerelaan

konsumen dalam membeli produk yang merupakan hasil dari sikap penerimaan terhadap produk tersebut

Hipotesis 1 Garansi produk reuse berpengaruh positif terhadap kualitas produk reuse Hipotesis 2 Garansi produk reuse berpengaruh negatif terhadap tingkat resiko yang

diterima saat menggunakan produk reuse

Hipotesis 3 Reputasi perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas produk reuse Hipotesis 4 Kualitas produk reuse berpengaruh positif terhadap kesediaan konsumen

membeli produk reuse

Hipotesis 5 Tingkat resiko yang diterima saat menggunakan produk reuse berpengaruh negatif terhadap kesediaan membeli produk reuse Hipotesis 6 Reputasi perusahaan berpengaruh positif terhadap kesediaan membeli

produk reuse

Hipotesis 7 Kesesuaian harga berpengaruh positif terhadap kesediaan membeli produk reuse

Hipotesis 8 Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kesediaan membeli produk reuse

(3)

+ + + Product Quality (K li P d k) Company Reputation (Reputasi Perusahaan) Service Quality (Kualitas Layanan) H3 H6 H8 + + + _ _ (Kualitas Produk) Perceived Risk (Tingkat Resiko yang Diterima) Price Fairness (Kesesuaian harga) Willingness to Buy (Kesediaan Membeli) Product Warranty (Garansi Produk) H1 H2 H4 H5 H7 Variabel

Laten Simbol Indikator Pernyataan

Modifikasi dari Kualitas produk (product quality) Q1 Tidak mudah rusak

Produk reuse yang berkualitas adalah yang tidak mudah rusak Ahn et al. (2004) Q2 Handal Produk reuse yang berkualitas adalah yang bekerja sesuai dengan fungsinya Cater, T., Cater, B. (2010) Kesesuaian

harga (price

P1 Comparability

to new product

Harga produk reuse tidak masalah jika sama dengan produk baru

Konstruk peneliti

Conformity to Harga produk reuse disesuaikan dengan kualitasnya Konstruk (price

fairness) P2 Conformity to

quality

Harga produk reuse disesuaikan dengan kualitasnya Konstruk peneliti Garansi produk (product warranty) W1 Part replacement

Terdapat jaminan pengantian komponen produk reuse jika mengalami kerusakan selama periode garansi

Tsai & Huang (2009) W2 Warranty

period

Lamanya garansi produk reuse sama dengan lamanya garansi produk baru Konstruk peneliti Kualitas layanan (service quality) S1 Responsiveness

Kualitas layanan produk reuse adalah jika produsen maupun penjual tanggap terhadap keinginan dan kebutuhan pengguna

produk reuse Ahn et al.

(2004) S2 Assurance

Kualitas layanan produk reuse adalah jika produsen maupun penjual mampu memberikan layanan seperti yang telah dijanjikan

Variabel

Laten Simbol Indikator Pernyataan

Modifikasi dari

Kualitas

S3 Empathy

Kualitas layanan produk reuse adalah jika produsen maupun penjual membantu mengatasi kesulitan yang dialami pengguna produk reuse

Ahn et al S4 Follow-up service Kualitas layanan produk reuse adalah jika produsen maupun penjual menyediakan layanan purna jual produk reuse layanan (service quality) Ahn et al. (2004) S5 Competence

Kualitas layanan produk reuse adalah jika produsen maupun penjual memiliki kompetensi dan profesionalitas layanan bagi pengguna produk reuse

S6 Availability Kualitas layanan produk reuse adalah jika konsumen mudah mendapatkan produk reuse di pasaran

S7 Maintenance/ser-vice center

Kualitas layanan produk reuse adalah jika tersedia

maintenance/service center dan komponen produk reuse

Tingkat resiko (perceived

risk)

R Financial loss

Menggunakan produk reuse memiliki kemungkinan mengalami kerugian keuangan karena ketidakpastian kualitas produk reuse

Teo & Yeong (2003)

Variabel

Laten Simbol Indikator Pernyataan Modifikasi dari

Reputasi perusahaan

(company

C1 Being

innovative

Perusahaan dengan reputasi yang baik adalah perusahaan yang secara aktif berinovasi pada produknya, termasuk inovasi pada produk reuse

Cretu & Brodie (2007), konstruk

peneliti

C2

Solving consumer

Perusahaan dengan reputasi yang baik adalah perusahaan yang mampu memberikan solusi terhadap komplain Konstruk

peneliti (company

reputation) complain pelanggan produk reuse

peneliti

C3

Consumer well informed

Perusahaan dengan reputasi yang baik adalah perusahaan yang secara berkala menginformasikan perubahan/pengembangan perusahaan

Cretu & Brodie (2007) Kesediaan

membeli (willingness

to buy)

W1 Possibility Kemungkinan saya mempertimbangkan membeli produk

reuse adalah….. Teo & Yu (2005)

W2 Willingness Keinginan saya untuk membeli produk reuse adalah…..

Pernah menggunakan Mengalami kesulitan 49 responden (85,96%) 32 responden (65,31%) Tahu produk Possibility : 3.19 Willingness : 2.91 Possibility : 3.16 Willingness : 2.86 Possibility : 2.85 Willingness : 2.57 Possibility : 3.86 Willingness : 2.91 Responden 57 responden (14,69%) Tidak pernah menggunakan Tidak mengalami kesulitan ( , ) 8 responden (14,04%) 17 responden (34,69%) 331 responden

(85,31%) menggunakanTidak pernah 331 responden (100%) reuse Tidak tahu produk reuse Possibility : 3.41 Willingness : 3.36 Possibility : 3.37 Willingness : 3.26 g 4.263.96 2.51 2.58 3.96 3.98 4.05 4.02 4.00 3.894.18 3.513.86 3.113.49 4.18 3.72 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00

Penilaian Responden yang Tahu Produk Reuse  terhadap Setiap Indikator

Q1 Q2 P1 P2 W1 W2 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 R C1 C2 C3 4.14 3.95 2.843.22 3.98 4.03 4.09 4.05 4.03 3.95 4.08 3.55 4.08 2.96 3.854.18 3.53 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50 Q1 Q2 P1 P2 W1 W2 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 R C1 C2 C3

Grafik Penilaian Responden Tidak Tahu terhadap Indikator

(4)

4.293.98 2.45 2.53 4.04 4.04 4.08 4.02 4.00 3.904.18 3.553.86 3.103.51 4.22 3.80 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 Penilaian Responden yang Tahu & Pernah Pakai Produk Reuse  terhadap Indikator Q1 Q2 P1 P2 W1 W2 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 R C1 C2 C3 4.133.88 2.88 2.88 3.50 3.633.88 4.00 4.00 3.88 4.13 3.25 3.88 3.133.38 3.88 3.25 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50 Q1 Q2 P1 P2 W1 W2 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 R C1 C2 C3 Penilaian Responden yang Tahu & Tidak Pernah Pakai terhadap

Indikator 4.26 3.89 2.072.44 4.15 4.11 4.07 4.11 4.07 3.784.15 3.413.783.52 3.19 4.30 3.81 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 Penilaian Responden yang Mengalami Kesulitan terhadap  Indikator Q1 Q2 P1 P2 W1 W2 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 R C1 C2 C3 4.324.09 2.912.64 3.91 3.95 4.09 3.91 3.91 4.054.233.733.95 2.59 3.914.143.77 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 Q1 Q2 P1 P2 W1 W2 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 R C1 C2 C3 Penilaian Responden yang Tidak Mengalami Kesulitan  terhadap Indikator

Goodness of fit Index Cut-off

value Hasil

Model Keterangan

χ2– Chi Square 0 305.20 Kurang baik

P-value ≥ 0 05 0 0000 Kurang baik

≥≥≥

P-value ≥ 0,05 0.0000 Kurang baik

Root Mean Square Error of

Approximation (RMSEA) <0.05 0.054 Cukup Baik

Goodness of Fit Index (GFI) >0,9 0.92 Baik

Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) >0,9 0.90 Baik

Non-Normed Fit Index (NNFI) >0,9 0.67 Kurang baik

Comparative Fit Index (CFI) >0,8 0.72 Cukup baik

Relative Fit Index (RFI) >0.1 0.52 Baik

Hubungan Standarized

Solution t-value Keterangan Hipotesis

Garansi produk reuse berpengaruh

positif terhadap kualitas produk reuse 0.07 1.21 Signifikan Terima H1 Garansi produk reuse berpengaruh

Garansi produk reuse berpengaruh negatif terhadap tingkat resiko yang diterima saat menggunakan produk reuse.

0.50 0.03 signifikanTidak Tolak H2

Reputasi perusahaan berpengaruh

positif terhadap kualitas produk reuse. -0.08 -1.20 Tidak Signifikan Tolak H3 Kualitas produk reuse berpengaruh

positif terhadap kesediaan konsumen membeli produk reuse tersebut.

(5)

Hubungan Standarized

Solution t-value Keterangan Hipotesis

Tingkat resiko yang diterima dari produk reuse berpengaruh negatif terhadap kesediaan membeli produk reuse.

-0.23 -3.56 Signifikan Terima H5 Reputasi perusahaan berpengaruh positif

terhadap kesediaan membeli produk reuse.

0.11 1.76 Signifikan Terima H6 Kesesuaian harga berpengaruh positif

terhadap kesediaan membeli produk reuse.

2.31 0.14 Signifikan Terima H7 Kualitas layanan berpengaruh positif

terhadap kesediaan membeli produk reuse. 0.13 1.77 Signifikan Terima H8 Š

Indikator yang lebih dipilih konsumen sebagai variabel yang 

mempengaruhi kesediaannya membeli produk reuse (nilai t‐

value/konstruk) :

a.

Tidak mudah rusak

b.

Conformity to quality

c.

Part replacement

p

d.

Ketersediaan maintenance/service center

e.

Pertimbangan kemungkinan mengalami financial loss

f.

Being innovative pada produk reuse

Š Hasil pengujian hipotesis :

ƒ Garansi produk reuse tidak berpengaruh terhadap tingkat resiko yang 

diterima saat menggunakan produk reuse. ƒ Reputasi perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas produk reuse. Š Possibility to buy : a. Tahu : 3.19 Æ cukup mempertimbangkan b. Tidak tahu : 3.14 Æ cukup mempertimbangkan c. Pernah menggunakan : 3.16 Æ cukup mempertimbangkan d. Tidak pernah menggunakan : 3.37 Æ cukup mempertimbangkan e. Mengalami kesulitan : 2.85 Æ tidak mempertimbangkan f. Tidak mengalami kesulitan : 3.86 Æ cukup mempertimbangkan  Š Willingness to buy : a. Tahu : 2.91 Æ kurang ingin membeli b. Tidak tahu : 3.36 Æ cukup ingin membeli c. Pernah menggunakan : 2.86 Æ kurang ingin membeli  d. Tidak pernah menggunakan : 3.26 Æ cukup ingin membeli e. Mengalami kesulitan : 2.57 Æ kurang ingin membeli f. Tidak mengalami kesulitan : 2.91 Æ kurang ingin membeli 

Š

Kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini :

1.

Penelitian ini memodelkan hubungan antara variabel yang

berpengaruh terhadap kesediaan konsumen menerima produk

reuse.

2.

Dari hasil pengolahan, didapatkan bahwa produk reuse yang tidak

mudah rusak, memiliki kualitas yang memadai lebih dipentingkan

,

y g

p

g

oleh responden.

3.

Demikian pula responden berharap adanya kebijakan penggantian

komponen, tersedianya service center, dan inovasi pada produk

reuse sehingga meminimasi financial loss.

4.

Garansi produk reuse tidak berpengaruh terhadap tingkat resiko

yang diterima saat menggunakan produk reuse

5.

Reputasi perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas produk 

reuse.

Justifikasi ekonomi Inovasi produk reuse Legalitas bisnis reuse

Demand produk reuse

Penerimaan konsumen Penerimaan konsumen tentang produk reuse

Pemahaman produk reuse Penelitian ini Strategi mengedukasi konsumen tentang manfaat/keuntungan produk reuse

(6)

Š

Penelitian menggunakan pendekatan Stuctural Equation 

Modeling (SEM) dengan bantuan software LISREL 8.80

Peneliti  Kajian tentang SEM McQuitty  (2004) SEM banyak digunakan karena memampukan peneliti untuk menguji  serangkaian hipotesis yang terkait dengan hubungan diantara kombinasi  variabel laten dan variabel manifes Marino et al.  (2008) SEM memungkinkan peneliti untuk menguji hubungan antara variabel yang  kompleks baik recursive (berulang) maupun non‐recursive (tidak berulang)  untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan model Liping et al.  (2009) SEM banyak digunakan untuk mengkaji hubungan yang terkait dengan  tingkah laku Nusair & Hua  (2010) Melakukan penelitian perbandingan antara SEM dengan multiple regression,  menyimpulkan bahwa SEM merupakan metode yang paling sesuai untuk  penelitian yang memiliki banyak konstruk, dimana masing‐masing konstruk  dipresentasikan oleh beberapa variabel terukur dan konstruk ini dibedakan  berdasarkan pada exogenous atau endogenous + Š

Shimizu & Kano (2008) : SEM banyak diaplikasikan pada penelitian 

sosial seperti psikologi, sosiologi, econometric, behavioral.

Peneliti  Penelitian dengan pendekatan SEM

Teo & Yeong  Meneliti tentang faktor yang mempengaruhi proses keputusan konsumen  (2003) dalam pasar digital Cheng et al.  (2006) Meneliti tentang penerimaan konsumen terhadap internet sebagai salah  satu saluran distribusi Bayard & Jolly (2007) Penelitian yang terkait dengan kesadaran dan sikap kaum petani  terhadap degradasi lingkungan yang ditinjau dari faktor kelemahan,  kekuatan, keuntungan dan hambatan dalam menghadapi degradasi  lingkungan Hurlimann et  al. (2008) Meneliti tentang faktor‐faktor yang mempengaruhi penerimaan  konsumen dalam penggunaan recycled water + + + + + Kualitas Produk η1 Kualitas Produk η1 Reputasi Perusahaan ξ2 Reputasi Perusahaan ξ2 Kualitas Layanan ξ3 Kualitas Layanan ξ3 C1 C2 S2 S3 S4 S5 B1 W1 Q2 Q1 λ11 λ21 λ12 λ22 λ13 λ23 λ33 λ43 γ33 γ12 γ11 β31 γ32 ε1 δ1 ε1 δ1 δ2 δ3 δ1 δ2 δ4 ε2 S6 S7 S1 λ53 δ5 δ6 δ7 λ63 λ73 C3 λ32 δ3 γ34 + _ _

Tingkat Resiko yang Diterima η2 Tingkat Resiko yang Diterima

η2 Kesesuaian hargaKesesuaian hargaξ4ξ4 Kesediaan Membeli η3 Kesediaan Membeli η3 Garansi Produk ξ1 Garansi Produk ξ1 B1 B2 P1 P2 R1 W1 W2 λ12 λ14 λ24 λ13 λ23 λ11 λ21 δ1 δ2 γ21 β32 ε1 ε2 ε1 δ1 δ2

Produk reuse yang digunakan

Kesulitan yang dialami TelevisiGambar buram

Layar kurang tajam

Warna kurang tajamSuara kurang stabil PonselMacet (heng)

Loading lama

Sering mati (off) dengan sendirinya Monitor PCLayar tiba-tiba redup

Layar kurang tajamy g j ACKurang terasa dingin

Sulit mencari sparepart Kipas anginBaling-baling tidak

berputarDinamo mudah panas

Warna kurang tajamSuara kurang stabil

KulkasFrezer kurang dingin PrinterHead tidak tahan lama

Set-up margin tidak sama

Pakaian

-Ban vulkanisir Kadang selip Kardus, Koran -Keset kain perca

-Laten   Indikator  T‐value Keterangan

Product quality Tidak mudah rusak 25.56 Berpengaruh signifikan

Handal  4.36 Berpengaruh signifikan

Price fairness Comparability to new product 13.99 Berpengaruh signifikan Conformity to quality 23.98 Berpengaruh signifikan

Product warranty Part replacement 24.25 Berpengaruh signifikan

Warranty period 5.49 Berpengaruh signifikan

Service quality Responsiveness 2.27 Berpengaruh signifikan

Assurance 3.83 Berpengaruh signifikan Empathy 7.48 Berpengaruh signifikan Follow‐up service 7.53 Berpengaruh signifikan Competence 6.26 Berpengaruh signifikan Availability  5.32 Berpengaruh signifikan Maintenance/service center 7.79 Berpengaruh signifikan

Perceived risk Financial loss 22.48 Berpengaruh signifikan

Company reputation Being innovative 43.16 Berpengaruh signifikan Solving consumer complain 2.25 Berpengaruh signifikan Consumer well informed 2.98 Berpengaruh signifikan

Willingness to buy Possibility  14.29 Berpengaruh signifikan

Willingness  23.98 Berpengaruh signifikan

Laten   Indikator  CR Cut‐off  Keterangan Product quality Tidak mudah rusak 0.5632 0.5<CR<0.7 Reliabel

Handal 

Price fairness Comparability to new product 0.7832 CR>0.7 Sangat reliabel Conformity to quality

Product warranty Part replacement 0.5887 0.5<CR<0.7 Reliabel  Warranty period

Service quality Responsiveness 0.5243 0.5<CR<0.7 Reliabel

Assurance Empathy Follow‐up service Competence Availability  Maintenance/service center

Perceived risk Financial loss 0.8100 CR>0.7 Sangat reliabel

Company reputation Being innovative 0.3993 0.3<CR,0.5 Cukup reliabel  Solving consumer complain

Consumer well informed

Willingness to buy Possibility  0.7922 CR>0.7 Sangat reliabel

Gambar

Grafik Penilaian Responden Tidak Tahu terhadap Indikator

Referensi

Dokumen terkait

Titik tertinggi dari grafik sebuah fungsi memiliki nilai maksimum (absolut) dari fungsi... 0.2 Pada titik minimum, nilai peubah terikat terkecil

Karakter yang memiliki koefisien keragaman yang luas dan heritabilitas tinggi adalah ASI, bobot kering tongkol, bobot kering biji, jumlah biji/tongkol, bobot tongkol/plot

memiliki banyak sekali contoh budidaya tananaman keras (karet, sagu) pada ekosistem lahan gambut dalam yang telah berlangsung selama puluhan tahun dengan tata kelola air menggunakan

Pada lokasi piksel gelap tersebut ditentukan nilai reflektansi minimum pada band 4 (near infrared, yang cenderung diserap secara sempurna oleh perairan), kemudian nilai

Hipotesis terbagi menjadi dua jenis yaitu hipotesis nol Ho yang menyatakan tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y, dan hipotesis alternatif Ha yang menunjukkan

Conficker adalah sebuah spesies unik baru dari worm yang dapat mengupdate dirinya, Varian pertama dari conficker, ditemukan pada awal November 2008, tersebar melalui internet

Pesisir laut juga merupakan tempat akumulasi berbagai jenis logam berat yang berasal dari kegiatan di daratan maupun di laut sehingga pesisir laut merupakan tempat yang

Alat pada sistem akuisisi data suhu, dan kelembaban ini menggunakan sensor suhu DHT11 yang mampu membaca suhu dan kelembaban sekaligus.. Data yang diterima oleh DHT11 dan