• Tidak ada hasil yang ditemukan

OLEH : NATAN HENRI SOPLANTILA NRP.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "OLEH : NATAN HENRI SOPLANTILA NRP."

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

SIDANG TUGAS AKHIR

Analisa Pengaruh Tekanan Hidrostatik pada Material

Komposit dengan Ratio Perbandingan 60 % Carbon

Fibre – 40% Epoxy yang Dipadukan dengan Metal

Liner pada Bagian Hull AUV ITS 01b

OLEH :

NATAN HENRI SOPLANTILA

NRP. 2106100053

Dosen Pembimbing :

(2)

Pendahuluan

MISI BAWAH AIR

•SEABED MAPPING

•DEEPWATER PIPELINE INSPECTION

•LONG RANGE BORDER PATROL

•RECOVERY

(3)

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

UNDERWATER VEHICLE

TAK BERAWAK (UNMANNED)

ROV AUV

BERAWAK(MANNED)

(4)

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

• ROV : TETHERED

(5)

PENDAHULUAN

BAGIAN ( SECTION ) AUV

NOSE

HULL

(6)

PENDAHULUAN

RUMUSAN MASALAH

• Mengetahui bagaimana respon material Hull AUV

saat terkena tekanan hidrostatik air laut pada

kedalaman 50, 75, dan 100 meter.

TUJUAN PENELITIAN

• Menganalisa respon material hull AUV saat terkena

tekanan hidrostatik air laut pada variasi kedalaman

50, 75 dan 100 meter melalui simulasi dengan

menggunakan perangkat lunak Ansys 14.0.

(7)

PENDAHULUAN : BATASAN MASALAH

 Temperatur air laut dirata-ratakan konstan pada 22

o

Celcius

 kecepatan arus laut konstan pada 1, 5 knot ( 2,78 km/jam )

 Kecepatan AUV konstan pada 4 knot (7,2 km/jam).

 Properties material komposit (carbon fibre T700 24k -

Bhispenol A type epoxy) adalah orthotropic.

 Properties material metal liner yaitu stainless steel 304 adalah

isotropic.

 Ikatan interface antara metal liner dan carbon fibre-epoxy

dianggap kuat.

 Gaya yang bekerja pada hull AUV adalah gaya luar akibat

tekanan hidrostatik air laut.

 Material dianggap sudah jadi dan proses manufaktur dianggap

baik.

(8)

DASAR TEORI

STUDI PUSTAKA

Penelitian mengenai aplikasi hybrid Composit E-Glass/Epoxy dipadukan

dengan Metal Lliner untuk aplikasi pressure Hull AUV (Khairul Izman

(9)

DASAR TEORI

STUDI PUSTAKA

Chul-Jin Moon, In-Hoon Kim, Bae-Hyeon Choi, Jin-Hwe Kweon,

Jin-Ho Choi (2009)

(10)

HYBRID MATERIALS

Metode Perancangan: M1+ M2+ SHAPE + SCALE

Langkah – langkah perancangan

DASAR TEORI

(11)

DASAR TEORI

• KOMPOSIT : GABUNGAN DUA ATAU LEBIH KOMPONEN YANG BERBEDA DALAM SKALA MAKRO YANG DIGABUNGKAN SECARA MEKANIK, SEHINGGA MEMILIKI KARAKTER YANG MERUPAKAN GABUNGAN KARAKTER DARI KOMPONEN PEMBENTUKNYA.

KOMPONEN PENYUSUN

Reinforcement

• Penguat dan Penahan

Matriks

• Pembuat bentuk • Penyangga

• Pengikat antar komponen reinforcement

JENIS KOMPOSIT

FIBROUS

LAMINATED

(12)

DASAR TEORI

TEGANGAN PADA FIBRE-REINFORCED MATERIAL

TEGANGAN YANG BEKERJA PADA ARAH SUMBU X

(13)

GAYA-GAYA YANG BEKERJA PADA HULL AUV

DASAR TEORI

(14)

DASAR TEORI

• GAYA-GAYA YANG BEKERJA PADA HULL AUV

(15)

DASAR TEORI

• Carbon Fibre

Mechanical Properties

• Tensile strength : 700 ksi = 4826 MPa • Elongation : 2,10 %

• Density : 1,80 g/cm3 = 1800 kg/m3

• Young’s modulus : 230 Gpa • Poisson ratio : 0,28

• Shear modulus : 4,4 Gpa • Shear strength : 124 Mpa

EPOXY

Mechanical Properties

Poisson’s ratio

: 0,25

Young’s modulus

: 3,5 GPa

Shear modulus

: 1,4 Gpa

Tensile strength, yield

: 45 Mpa.

Stainless Steel 304 Mechanical Properties

Tensile strength : 505 MPa Elongation : 70,0 % Density : 8030 kg/m3 Young’s modulus : 193-200 GPa Poisson’s ratio : 0,3

(16)

METODOLOGI

: FLOWCHART PENELITIAN

YA

A

ANALISA HASIL SIMULASI

KESIMPULAN

SELESAI STUDI LITERATUR DAN PENGUMPULAN

DATA-DATA YANG DIBUTUHKAN PEMODELAN AUV

PENERAPAN TEKANAN BERDASARKAN VARIASI KEDALAMAN

VERIFIKASI HASIL SIMULASI, DENGAN JURNAL ACUAN DAN PERHITUHAN MANUAL ( KRITERIA TSAI WU),HASIL SESUAI? MULAI A TIDAK PLOTTING HASIL SIMULASI

(17)

METODOLOGI :

FLOWCHART PEMBUATAN SIMULASI

MULAI PREFERENCE PREPROCESSOR : 1.ELEMENT TYPE 2.MATERIAL PROPERTIES 3.SECTION 4.MODELLING 5.MESHING SOLUTION :

1.DEFINE BOUNDARY CONDITION 2. DEFINE LOADS

3.SOLVE

A B

GENERAL POST PROCESSOR A

VERIFIKASI HASIL SIMULASI DENGAN JURNAL ACUAN DAN

PERHITUNGAN MANUAL,HASIL SESUAI?

ANALISA HASIL SIMULASI KESIMPULAN

SELESAI

B

TIDAK

(18)

Data Hasil Percobaan

Tegangan maksimum yang bekerja pada silinder Hybrid Composite : 58, 7 MPa

Tegangan maksimum yang bekerja pada silinder Stainless Steel 304 : 95,7 MPa

(19)

Tegangan maksimum yang bekerja pada silinder Hybrid Composite : 85,3 MPa

Tegangan maksimum yang bekerja pada silinder Stainless Steel 304 : 139 MPa

(20)

Kedalaman 100 Meter (Tekanan 2,11 MPa)

Tegangan maksimum yang bekerja pada silinder Hybrid Composite : 112 MPa

Tegangan maksimum yang bekerja pada silinder Stainless Steel 304 : 183 MPa

(21)

Kedalaman 50 Meter (Tekanan 1,10 MPa)

Regangan maksimum yang terjadi pada silinder Hybrid Composite : 8,12 x 10-4

Regangan maksimum yang terjadi pada silinder Stainless Steel : 4,79 x 10-4

(22)

Kedalaman 75 Meter (Tekanan 1,61 MPa)

Regangan maksimum yang terjadi pada silinder Hybrid Composite : 1,181 x 10-3

Regangan maksimum yang terjadi pada silinder Stainless Steel : 6,94 x 10-4

(23)

Kedalaman 100 Meter (Tekanan 2,11 MPa)

Regangan maksimum yang terjadi pada silinder Hybrid Composite : 1,55 x 10-3

Regangan maksimum yang terjadi pada silinder Stainless Steel : 9,14 x 10-4

(24)

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 50 75 100 teg ang an ( MP a) kedalaman (meter)

Grafik tegangan vs kedalaman yang Bekerja pada silinder Hybrid Composite

(25)

0 0,0004 0,0008 0,0012 0,0016 0,002 50 75 100 R eg ang an Kedalaman (meter)

Grafik regangan vs kedalaman yang Terjadi pada silinder Hybrid Composite

(26)

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 50 75 100 Teg ang an ( MP a) Kedalaman (meter)

Grafik Tegangan yang bekerja pada Hybrid Composite vs Stainless Steel 304

stainless steel 304 hybrid composite

(27)

0 0,0002 0,0004 0,0006 0,0008 0,001 0,0012 0,0014 0,0016 0,0018 50 75 100 R eg ang an Kedalaman (meter)

Grafik regangan maksimum yang terjadi pada Hybrid Composite vs Stainless Steel 304

stainless steel 304 hybrid composite

(28)

Pembahasan

Tegangan yang bekerja pada hybrid composite lebih kecil dari tegangan yang bekerja pada stainless steel untuk semua variasi kedalaman, menunjukkan bahwa penambahan material composite dengan ratio perbandingan 60 % carbon

fibre – 40% Epoxy dapat mengurangi tegangan yang terjadi pada silinder.

Pengurangan tegangan yang terjadi pada setiap variasi kedalaman :

Regangan yang terjadi pada stainless steel memiliki bentuk yang hampir sama dengan deformasi akibat tegangan yang bekerja, hal ini disebabkan stainless steel merupakan material isotropic.

Kedalaman Tegangan pada

Hybrid Composite (MPa) Tegangan pada Stainless Steel (MPa) Pengurangan tegangan (%) 50 meter 58,7 95,7 38,66 75 meter 85,3 139 38,63 100 meter 112 183 38,8

(29)

Nilai Tsai Wu Failure Criteria

Kedalaman Perhitungan Manual Perangkat Lunak Selisih 50 meter -10794114,74 0,041726 10794114,781726 75 meter -22840735,66 0,060733 22840735,720733 100 meter -39315826,79 0,075588 39315826,865588

Analisa kegagalan

1. Kriteria kegagalan Tsai Wu

Hasil analisa kegagalan Tsai Wu :

2. Analisa Kegagalan Von Misses untuk material Stainless Steel

Hasil analisa kegagalan Von misses :

Nilai Tegangan Von Misses (MPa) Perangkat Lunak Perhitungan Manual Selisih Kedalaman 50 meter 95,7 93,5 2,2 Kedalaman 75 meter 139 136,7 2,3 Kedalaman 100 meter 183 178,2 4,8

(30)

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil setelah dilakukan analisa

adalah sebagai berikut.

• Penambahan Carbon Fibre – Epoxy dapat mengurangi tegangan

yang bekerja pada silinder stainless steel.

• Nilai persentase penurunan tegangan tertinggi terjadi pada variasi

kedalaman 100 meter yaitu yaitu 38,8 %, sedangkan nilai

persentase penurunan tegangan terrendah pada variasi kedalaman

75 meter yaitu 38,63 %.

• Hasil perhitungan kriteria kegagalan Tsai Wu memberikan informasi

bahwa material hybrid composite tidak mengalami kegagalan untuk

semua variasi kedalaman.

• Hasil perhitungan kriteria kegagalan Von Misses memberikan

informasi bahwa material stainlees steel AISI 304 tidak mengalami

kegagalan untuk semua variasi kedalaman karena nilai tegangan

yang bekerja masih berada di bawah nilai yield strength dari

material.

(31)

SARAN

Saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya adalah

sebagai berikut.

• Penelitian secara eksperimen perlu dilakukan agar didapatkan

hasil yang lebih akurat.

• Analisa numerik dengan perangkat lunak lain perlu dilakukan

agar didapat nilai pembanding untuk hasil simulasi yang lebih

akurat.

(32)

Gambar

Grafik tegangan vs kedalaman yang Bekerja pada silinder Hybrid  Composite
Grafik regangan vs kedalaman yang Terjadi pada silinder Hybrid  Composite
Grafik regangan maksimum yang terjadi pada Hybrid  Composite vs Stainless Steel 304

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabel dan peta visualisasi perubahan area blasting block yang terbentuk dapat disimpulkan pada tanggal 2 Juli 2015 terdapat 34 area blasting block

Karena diduga permasalahan yang terjadi yaitu pada atribut Chicken Katsu Kedai Kencur Dari keterangan di atas, maka penulis menarik hipotesis: Jika Chicken Katsu

Hasil penelitian menunjukan pemberian beberapa konsentrasi pupuk cair Golden Harvest pada taraf 2.5 ml memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman,

Kromosom Y mengandung gen yang sangat penting dalam proses diferensiasi gonad, yaitu gen SRY, sebaliknya jika kromosom seks embrio tersebut tidak memiliki kromosom Y,

sistematis, efisien dan tahan lama. Gagasan yang diungkapkan melalu teks sindenan ,wangsalan merupaskan sa- lah satu cara mengekspresikan diri dalam mengahadapai realitas

Enzim papain adalah enzim yang terdapat pada getah pepaya merupakan jenis enzim proteolitik yaitu enzim yang mengkatalisa reaksi pemecahan rantai polipeptida pada

Salah satu bahan ajar yang sering digunakan oleh guru adalah lembar kerja siswa (LKS), LKS merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah dalam

Sub Pokok Bahasan dan Rincian Materi Proses Pembelajaran / Kegiatan Mahasiswa Tugas dan Evaluasi Media dan Buku Sumber 7 1 Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian mutu