166
REDESAIN PERPUS TAKAAAN PROVI NSI SULAW ESI UTARA
(HIBRIDASI PROGRAM)
Alvonco Salaila1
Surijadi Supardjo2, Michael M. Rengkung3 ABSTRAK
Masalah utama yang dihadapi bangsa kita, khususnya dalam bidang pendidikan, di era globalisasi adalah rendahnya tingkat kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan pengembangan minat ba ca dan kebiasaan m embaca. Perpustakaan m empunyai tanggung jawab yang besar terhadap peningkatan tersebut, hal ini dilatari oleh peran dan fungsi perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat baca masyarakat untuk m eningkatkan kualitas sumber daya manusia pada umumn ya. Sedangkan saat ini, keberadaan fasilitas Perpustakaan Daerah di Manado masih belum memadai, maka perlu dihadirkannya suatu image yang baru bagi Perpustakaan Provinsi Sulawesi Utara, tidak hanya bersifat edukatif dengan fasilitas yang memadai, tapi juga harus bersifat rekreatif serta menghibur.
Tema Hibridasi Program dipakai s ebagai acuan dan strategi peran cangan. Diharapkan dengan hadirnya Hibridasi Program sebagai tema perancangan yang mana menghadirkan fungsi baru yaitu perpustakaan digital, akan mampu m enciptakan perpustakaan yang modern, mampu m enghadirkan kemudahan bagi pengunjung s erta mampu marik minat baca masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya.
Kata kunci : Hibridasi Program, Perpustakaan Provinsi Sulut, Redesain Perpustakaan I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia merupakan salah satu permasalahan yang sekarang dihadapi Indonesia. Di t engah lajunya perkembangan ilmu pengetahuan dan t eknologi, dunia pendidikan di Indonesia dinilai masih t erpuruk dan berada di peringkat bawah bila dibandingkan dengan pendidikan di negara t et angga sepert i Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Mengapa di negara kit a perpustakaan tidak banyak dikunjungi oleh masyarakat ? salah sat u penyebabnya adalah fasilit as perpust akaan masih didominasi oleh koleksi buku, bahkan fasilitas ruang baca perpust akaan masih sumpek dan belum memberikan kenyamanan. Sedangkan di negara-negara yang konsist en dalam peningkat an kualit as pendidikan, perpust akaannya sudah dilengkapi dengan berbagai fasilit as, sehingga di negara-negara t ersebut perpustakaan t idak lagi dianggap sebagai t empat penyimpanan buku saja t etapi sudah menjadi sebuah inst it usi yang mult ifungsi.
Mengingat budaya baca masyarakat manado masih t erbilang kecil dan anggapan masyarakat yang menilai bahwa perpust akaan ini t idak menarik lagi karena keterbatasan fasilit as yang dimiliki, maka perlu dihadirkannya suat u image yang baru bagi P erpustakaan Provinsi di Manado, t idak hanya bersifat edukat if dengan fasilitas yang memadai, t api juga harus bersifat rekreat if serta menghibur.
1.2 Maksud dan Tujuan
a. Merencanakan tata ruang pada perpustakaan yang mampu meningkatkan minat baca masyarakat b. Merencanakan pola pelayanan perpustakaan yang yang tidak hanya bersifat edukasi tapi juga
rekreat if
c. Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan fasilitas perpustakaan yang moderen sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini
d. Menampilkan bentuk tipologi bangunan yang lebih baik dari bangunan sebelumnya e. Menyajikan tipologi bangunan budaya daerah yang modern
1 Mahasiswa PS S1 Arsitektur UNSRAT 2
Staf Dosen Pengajar PS S1 Arsitektur UNSRAT
3
167
II. METO DE DAN STRA TEGI P ERANC ANGAN
Metode P erangan menggunakan “Execut e Image - Present - T est cycle”. Dimana perancang menghadirkan gagasan awal argument ative, dipresent asikan, dan diuji, jika belum menemukan hasil yang maksimal, maka dilakukan feedback dan begitu set erusnya hingga menghasilkan keput usan final yang dianggap sebagai solusi terbaik.
III. KAJIAN PERANC ANGAN 3.1 Deskripsi Objek Perancangan
Badan perpustakaan, Arsip dan Dokument asi Provinsi Sula wesi Ut ara mulai dibangun pada t ahun 1986 dan diresmikan pada tahun 1990. Terlet ak di kecamat an T ikala, t epatnya di Jl. TNI No. 1 T ikala, dengan total luas lahan sebesar 3620 m2, sert a memiliki jumlah tot al 3 lant ai yang mana khusus unt uk perpust akaan sendiri hanya difungsikan pada lant ai 2.
3.1.1 Data Pengu njun g Pe rpu stakaan
Dilihat dari data pengunjung per t ahun, maka dapat disimpulkan bahwa minat baca masyarakat Manado mengalami penurunan yang drast is. Dari tahun 2006 hingga 2009 penurunan pert ahunnya mencapai kurang lebih 2500 orang per tahun. Hal lain yang melatarbelakangi penurunan ini yait u lajunya perkembangan ilmu dan t eknologi yang memungkinkan masyarakat cendrung mencari informasi melalui internet dibandingkan harus dat ang unt uk mencari referensi di perpust akaan, disamping karena ket erbat asan koleksi buku, perpust akaan ini juga belum memiliki perpust akaan digit al.
3.2 Kajian Te ma Se cara Te oritis
P ada dasarnya objek perancangan merupakan penggabungan dua fungsi yang berbe da. Fungsi yang konvensional coba digabungkan dengan fungsi yang digit al. P enggabungan dua fungsi ini dilakukan mengingat kondisi P erpust akaan P rovinsi saat ini belum dapat memenuhi kebut uhan masyarakat secara maksimal sesuai dengan perkembangan ilmu penget ahuan dan t eknologi saat ini.
Melihat kondisi perpust akaan yang demikian, Hibridasi P rogram sebagai t ema perancangan digunakan unt uk menggabungkan dua jenis fungsi yang berbeda t adi, agar dapat mencapai prospek dan fisibilit as yang diharapkan.
Gambar: Lokasi dan tampak Gedung Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sulawesi Utara
Gambar: Grafik Pengunjung Perpustakaan per tahun
168 3.2.1 Studi Pendalaman Te matik
Hibridasi di sini berperan sebagai penggabung, penyat u ataupun pencampuran dari perbedaan yang ada pada objek yang nant inya dihadirkan. Baik it u perbedaan mengenai aspek-aspek ket erkait an objek dengan lingkungannya maupun dengan aspek arsit ekt uralnya secara umum. Dalam art ian, bukan hanya pada fungsinya yang berbeda, tet api dengan penggabungan ini juga bisa memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan, budaya dan aspek lain yang berhubungan dengan eksist ensinya.
Jadi pada int inya, Hibridasi Program ini berperan sebagai pemersatu keragaman aspek yang berhubungan dengan eksist ing bangunan it u sendiri.
“Metafora Arsitektur sebagai saluran kreaktifitas pencapain bentuk”
Beranjak dari hibridasi program maka jenis met afora yang akan digunakan pada rancangan ini adalah combined m ethafors, yang merupakan penggabungan ant ara met afora yang nyat a dan met afora yang t idak nyata unt uk mengekspresikan makna Konvensional dan Digit al sert a budaya manado pada bent uk, maupun fasad rancangan.
I.3 An alisis Pe ran cangan
I.3.1 Ke butuhan Ruang dan Besaran Ruang
T abel Rekapitulasi T otal Luas Lantai Gambar: Hibridasi Program Pada Rancang an
169 I.3.2 Sirkulasi Kendaraan dan Pe jalan Kaki
Taanggapan rancangan:
• Jalan masuk site tetap dipertahankan dibagian selat an, hanya saja mengalami perubahan posisi dimana pada sit e ent rance nant inya akan langsung menuju basement unt uk
dapat menampung jumlah
kendaraan yang lebih banyak. • Jalan keluar dari site sebaiknya
dipindahkan karena seperti yang t erlihat pada gambar, site out t idak lagi difungsikan unt uk keluar kendaraan mobil disebabkan akan mengalami kemacetan pada jalan ut ama jika site out ini dipert ahankan.
I.3.3 Ke bisingan
Tanggapan Rancangan:
• Ruang-ruang baca
membut uhkan suasana t enang, maka perlu dit empat kan pada area yang t ingkat bisingnya paling rendah. Jadi penat aan massa nant inya harus sesuai dengan kebut uhan suasana ruang-ruang di dalamnya.
I.3.4 Vege tasi
Tanggapan Rancangan
• Vegetasi dalam t apak akan dipert ahankan mengingat fungsinya maksimal
• Dipakai pohon-pohon peneduh dan palem pada jalur-jalur sirkulasi sebagai pembat as dan pet unjuk arah
Gambar: Analisa Vegetasi Gambar: Analisa Kebisingan
170
IV. KONSEP-KO NSEP DAN HASIL PERANC ANGAN 4.1 Konse p - Konse p Peran can gan
4.1.1 Akse si bilitas dan Si rkulasi Pada Tapak
Terdapat 2 buah pint u utama bagi pengunjung yang t idak menggunakan kendaraan pribadi untuk memudahkan akses langsung ke dalam perpust akaan dan dilet akan t epat mengarah pada jalan ut ama, berada di se belah t imur dan utara. Unt uk pengunjung maupun pengelola yang menggunakan kendaraan pribadi dapat langsung menuju basement, dan didalam basement t elah disediakan lift hingga ke lant ai 4 maupun t angga biasa untuk akses ke main lobby.
Unt uk mencegah kemacet an yang lebih parah maka posisi entrance unt uk kendaraan yang akan menuju ke basement harus diletakan pada posisi paling pojok sit e dengan jarak minimal 40 met er dari tikungan.
4.1.2 Konse p Gu bahan Massa
Konsep bent uk pada umumnya lebih mengacu pada pemanfaat an lahan yang semaksimal mungkin, mengingat kondisi luasan sit e yang t erbat as. Oleh karena it u maka bent uk dasar yang diambil adalah bent uk persegi panjang sesuai dengan benkt ukan sit e sendiri demi memaksimalkan segala pert imbangan.
Gubahan massa yang berasal dari bentuk dasar kot ak t adi kemudian “ dikat egorikan menjadi 2 unsur yang berbeda dan di gabungkan menjadi sat u bagian t api t et ap memperlihat kan unsur aslinya” ini diimplementasikan melalui met afora gabungan. Adapun 2 unsur t ersebut adalahTampilan bangunan klasik (diibaratkan P erpust akaan Konvensional) dan Tampilan bangunan Modern (diibaratkan P erpustakaan Digit al)
Gambar: Aksesbilitas dan Sirkulasi pada T apak
171 4.1.3 Tata Le tak Massa dan Ru ang Luar Fungsi on al
4.1.4 Selu bu ng Bangunan
4.1.5 Konse p Ru ang Dalam Ban gunan
Ruang yang t erbent uk khusus untuk fasilitas perpust akaan diharapkan bisa memberikan kesan yang tidak monot on sepert i perpustakaan sebelumnya. Oleh karena it u maka salah sat u solusi adalah menghadirkan bent uk perabot yang mampu mempengerahui bent uk dasar ruangan. Berikut ini merupakan penjabaran dari konsep ruang dalam yang nant inya akan dihadirkan.
Gambar: Konsep Selubung Bangunan
Gambar: Konsep Interio r
172 4.2 Hasil Pe ran cangan
Hasil penat aan ruang luar, sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan dengan luasan sit e yang t erbatas karena t idak bisa dikembangkan, digunakan semaksimal mungkin unt uk mencapai prospek yang diharapkan.
P enggabungan 2 unsur klasik dan modern yang tet ap mempert ahankan unsur aslinya sangat jelas pada fasad bangunan yang diimplementasikan melalui tema met afora. Diharapkan dengan menggunakan mat erial t ransparan unt uk mengekspos kegiat an baca-membaca di dalam ruangan mampu merangsang minat baca masyarakat Sulawesi Ut ara pada umumnya, Manado khusunya.
Menghadirkan ruang int erior yang t idak monoton, t anpa mengesampingkan kenyamanan. Mampu menampung koleksi kurang lebih 3x lipat dari bangunan sebelumnya, dan t et ap mempert ahankan nilai-nilai budaya berupa material yang diadopsi dari ruang dalam rumah masyarakat Minahasa.
Gambar: Layout & Site Plan
Gambar: Perspektif Bangunan
173 V. PENU TUP
P erpust akaan mempunyai tanggungjawab yang besar t erhadap peningkatan dan pengembangan minat dan kegemaran membaca namun keberadaan fasilit as perpust akaan Daerah di Manado saat ini masih tergolong minim atau belum memadai. Se bagian besar masyarakat terut ama pelajar dan mahasiswa hanya berkunjung ke perpust akaan apabila membut uhkan referensi dan lit erat ur dari t ugas-tugas akademik saja.
Berbekal penjabaran di at as, sert a unt uk merubah anggapan masyarakat yang menilai bahwa perpust akaan ini tidak menarik lagi karena keterbatasan fasilit as yang dimiliki, maka perlu dihadirkannya suat u image yang baru bagi P erpust akaan P rovinsi di Manado, t idak hanya bersifat edukat if dengan fasilit as yang memadai, t api juga harus bersifat rekreat if sert a menghibur.
Redesain P erpust akaan P rovinsi Sula wesi Ut ara dengan tema Hibridasi Program merupakan pekerjaan perancangan yang dirasakan cukup sulit oleh penulis. Hal ini dikarenakan luasan sit e dari objek rancangan t idak dapat diperluas sehingga dalam merancang, diperlukan berbagai macam pert imbangan agar dapat memaksimalkan lahan seefekt if mungkin unt uk mencapai perpust akaan yang ideal.
Tema Hibridasi Program dipakai sebagai acuan dan strat egi perancangan. Diharapkan dengan hadirnya Hibridasi Program sebagai t ema perancangan yang mana menghadirkan fungsi baru yait u perpust akaan digit al, maka diharapkan mampu mencipt akan perpustakaan yang modern, mampu menghadirkan kemudahan bagi pengunjung serta diharapkan mampu marik minat baca masyarakat Sula wesi Ut ara pada umumnya.
VI. DAFTAR PUSTAKA
• Anonymous.2011. Profil PerpustakaanUmum Provinsi & Kabupaten/ Kota Se-Indonesia Wilayah 4. P usat Pengembangan Perpustakaan dan P engkajiaan Minat Baca.
• Anonymous. 2011. Data P engunjung Perpustakaan Daerah. Badan P erpustakaan, Arsip, Dan Dokument asi Sulawesi Utara. Manado
• Anonymous. 2011.Bimbingan Modul Kegiatan 1, 2 dan 3 Desain Arsitektur IV. Fakultas T eknik UNSRAT. Manado.
• Darmono. 2001. Manajem en dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah.Jakarta: Gramedia Widasarana Indonesia
• Hanani, Silfia. 2008. Membangun Minat Baca Melalui Optimalisasi P erpustakaan. ST AIN. Bukit Tinggi. Hal 4-6.
• Juwana, J. S. 2005. Paduan Sistem Bangunan Tinggi. Jakarta: Erlangga. • Neufert, Ernst. 1991. Data Arsitek. Jakarta: Erlangga.
• Prijadi, Rachmat. 2012. Bahan Ajar Mata Kuliah Desain Arsitektur III. Fakultas T eknik UNSRAT. Manado.
• Poerwadarminta, W.J.S. 1994.Kamus Besar Bahasa Indonesia. BalaiP ustaka. Jakarta.
• Puja. 2011. Buku sebagai Gudang Ilmu cuma Slogan. http://sastra-indonesia.com/tag/dudi-herlianto. 12 Maret 2012
• Sumanti, S. 2011. P erancangan Graha Baca di Manado. Skripsi. Tidak Dipublikasikan. Manado: Universitas Sam Rat ulangi
• Sumayku, R. A. 2010. P erpustakaan di Manado. Skripsi. T idak Dipublikasikan. Manado: Universitas Sam Rat ulangi