FORM : BPHTB 01 LAPORAN INTERN KP PBB ...
KOMPILASI LAPORAN/PEMBERITAHUAN BULANAN BPHTB DARI PPAT/NOTARIS/KA KLN/KA BPN SEKSI PENDATAAN DAN PENILAIAN
PERIODE : No Akta/RL/SKPHB NOP Yang Mengalihkan Hak (selain Pemberian Hak Baru) Yang Menerima
Hak dialihkanOP yang Harga Transaksi
(Rp.000)
Basis Data NJOP Perhitungan
Analisis NJOP Bumi (Rp/m2) No & tgl PPAT/Notaris
/KLN/BPN Nama Alamat Nama Alamat (m2)LT (m2)LB (m2)LT Rp/m2NJOP (m2)LB Rp/m2NJOP
Tanah (9 x 13) Bangunan (10 x 15) Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Total
Kepala Seksi Pendataan & Penilaian ... NIP. ... FORM : BPHTB 02 LAPORAN INTERN KP PBB ...
KOMPILASI HASIL VERIFIKASI SSB LEMBER KE-3 SEKSI PENETAPAN
PERIODE :
No NOP
Yang Menerima Hak Berdasarkan SSB Lembar ke 3 Keterangan
Nama Alamat
Harga Transaksi
(Rp.000)
Bumi Bangunan NJOP
Total (Rp.000) NPOP (Rp.000) NPOPTKP (Rp.000) BPHTB Terutang (Rp.000) Luas (m2) Rp/m2NJOP Luas (m2) Rp/m2NJOP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15
Total
Kepala Seksi Penetapan ... NIP. ...
FORM : BPHTB 03 LAPORAN INTERN KP PBB ...
KOMPILASI HASIL VERIFIKASI SSB LEMBAR KE-2 SEKSI PENERIMAAN DAN PENAGIHAN
PERIODE :
No. N O P
Yang Menerima
Hak Berdasarkan SSB Lembar ke 2 Pembayaran BPHTB
Keterangan Nama Alamat Transaksi Harga
(Rp.000)
Bumi Bangunan NJOP
Total (Rp.000) NPOP (Rp.000) NPOPTKP (Rp.000) BPHTB Terutang (Rp.000) (Rp.000) Tgl Nama Bank Luas
(m2) Rp/m2NJOP Luas(m2) Rp/m2NJOP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
Total
Kepala Seksi Penerimaan & Penagihan ...
NIP. ...
FORM : BPHTB 04 LAPORAN INTERN KP PBB ...
KOMPILASI VERIFIKASI PELAKSANAAN KEWAJIBAN BPHTB SEKSI PENETAPAN PERIODE : No Akta/RL/SKPHB N O P Yang Mengalihkan Hak (selain Pemberian Hak Baru) Yang Menerima Hak Harga Transaksi dari Laporan Bulanan (Rp.000) SSB LB 2 SSB LB 3 Basis Data Hasil Konfirmasi dengan Seksi Terkait Tindak Lanjut STB/SKB KB (Rp) No & tgl PPAT/Notaris
/KLN/BPN Nama Alamat Nama Alamat
Harga Transaksi (Rp.000) NJOP Total (Rp.000) BPHTB Terutang (Rp.000) Harga Transaksi (Rp.000) NJOP Total (Rp.000) BPHTB Terutang (Rp.000) NJOP Total (Rp.000) NPOP- TKP (Rp.000) BPHTB Terutang (Rp.000) Pedanil P2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Total
Kepala Seksi Penetapan ... NIP. ...
DAFTAR PENJAGAAN PENELITIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN BPHTB KP. PBB ... PERIODE : No Akta/RL/SKPHB N O P Yang Mengalihkan Hak (selain Pemberian Hak Baru) Yang Menerima Hak Harga Transaksi dari Laporan Bulanan (Rp.000) SSB LB 2 SSB LB 3 Basis Data Hasil Konfirmasi dengan Seksi Terkait Tindak Lanjut STB/SKB KB (Rp) No & tgl PPAT/Notaris
/KLN/BPN Nama Alamat Nama Alamat
Harga Transaksi (Rp.000) NJOP Total (Rp.000) BPHTB Terutang (Rp.000) Harga Transaksi (Rp.000) NJOP Total (Rp.000) BPHTB Terutang (Rp.000) NJOP Total (Rp.000) NPOP- TKP (Rp.000) BPHTB Terutang (Rp.000) Pedanil P2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Total KPL KP PBB 6.20 Kepala KP PBB ... ... NIP. ... Lampiran 3
DAFTAR PENJAGAAN PENELITIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN BPHTB Periode Triwulan ... Tahun ...
No
Kab/ Kota/ KP.PBB
JUMLAH TRANSAKSI BERDASARKAN HASIL PENELITIAN SSB (x = JUTA RUPIAH) JLH x < 10 10 <x < 20 20 <x < 30 30 <x < 40 40 <x < 50 50 <x < 60 60 <x < 70 70 <x < 80 80 <x < 90 90 <x < 10 0 10 0< x< 20 0 20 0< x< 30 0 30 0< x< 40 0 40 0< x< 50 0 50 0< x< 60 0 60 0< x< 70 0 70 0< x< 80 0 80 0< x< 90 0 90 0< x< 10 00 10 00 <x <2 00 0 20 00 <x <3 00 0 30 00 <x <4 00 0 40 00 <x <5 00 0 50 00 <x <1 00 00 10 00 0< x< 50 00 0 50 00 0< x< 10 00 00 x > 10 00 00 JUMLAH Keterangan :
1) Jumlah pembuatan kolom dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Misalkan dalam satu satuan Kanwil nilai transaksinya kebanyakan kurang dari 1 miliar, maka kolom yang dibuat cukup dengan sampai kolom 900<x<1000, dan ditambah satu kolom untuk menampung nilai transaksi selebihnya (x>1000). Demikian juga untuk kondisi sebaliknya, jika di satu satuan Kanwil, nilai transaksinya kebanyakan lebih dari 100 juta, maka pembuatan kolom dapat dimulai dengan kolom <100, dan dilanjutkan kolom dengan nilai transaksi yang lebih tinggi.
Lampiran 4
CONTOH *)
URAIAN KERJA INSTANSI TERKAIT
DALAM MENUNJANG PENGAWASAN PELAKSANAAN PENGENAAN & PEMBAYARAN BPHTB
a. PPAT/Notaris, KLN, Kantor Pertanahan melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Menyerahkan formulir SSB rangkap 5 yang telah disediakan kepada WP yang hendak membuat akta jual beli, pemenang lelang, atau WP yang mengajukan pendaftaran permohonan hak atas tanah.
2) Dengan berkoordinasi dengan KP PBB, melakukan penelitian keabsahan SSB, melakukan pengecekan jumlah BPHTB yang dibayar sesuai dengan NJOP PBB yang berlaku atau jumlah BPHTB yang seharusnya dibayar, dan jika nilai transaksi lebih besar dari NJOP PBB (bagi PPAT/Notaris) melakukan pengecekan jumlah BPHTB yang dibayar sesuai dengan nilai transaksi.
3) Dalam hal BPHTB yang dibayar oleh Wajib Pajak kurang dari yang seharusnya, maka wajib pajak diharuskan terlebih melunasi BPHTB yang seharusnya terutang.
4) Menyampaikan laporan bulanan pembuatan akta PPAT (untuk PPAT), pembuatan Akta Notaris (Notaris), pembuatan risalah lelang (KLN) disertai foto kopi SSB kepada Kepala KP PBB paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya, dan tembusannya dikirimkan ke Kepala Dinas/Sub Dinas Pendapatan Daerah.
5) Membantu memberikan penjelasan dan sosialisasi BPHTB di wilayah kerjanya
b. Dinas/Sub Dinas Pendapatan Daerah melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Mengadministrasikan laporan bulanan pembuatan akta PPAT/akta Notaris, laporan bulanan pembuatan risalah lelang dari Kantor Lelang dan Laporan tindak lanjut penyelesaian Wajib Pajak yang belum atau kurang bayar BPHTB dari Kantor Pertanahan setempat.
2) Melakukan evaluasi laporan bulanan dari PPAT dan Kantor Lelang serta laporan hasil tindak lanjut penyelesaian dari Kantor Pertanahan setempat.
3) Mengkoordinasikan secara periodik upaya-upaya intensifikasi pengenaan BPHTB.
4) Memberikan penjelasan dan sosialisasi BPHTB di wilayah kerjanya. c. Kantor Pelayanan PBB melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Mengadministrasikan laporan/pemberitahuan bulanan dari PPAT/Notaris, Kantor Pertanahan, Kantor Lelang Negara serta SSB lembar 3 dari Wajib Pajak.
2) Meneliti data SSB lembar 3 dan lembar 2.
3) Mengadministrasikan rekening koran dan SSB lembar ke 2 dari BO V.
4) Mengkonfirmasikan data rekening korang dengan SSB lembar 2.
5) Melaporkan realisasi penerimaan BPHTB kepada Kepala Kanwil DJP.
6) Menerbitkan, mengadministrasikan dan menagih STB, SKBKB, dan SKBKBT yang telah dibayar lunas oleh WP.
7) Membantu WP dalam hal terjadi kesalahan setor BPHTB dan memproses lebih lanjut ke KPKN.
8) Meneliti pemenuhan kewajiban BPHTB berdasarkan SSB, laporan bulanan PPAT, laporan bulanan risalah lelang oleh Kepala Kantor Lelang/Pejabat Lelang serta pemberitahuan bulanan Kantor Pertanahan.
9) Menerbitkan STB, SKBKB dan SKBKBT atas Wajib Pajak yang belum atau kurang bayar BPHTB dan menginformasikan kepada Kantor Pertanahan yang bersangkutan.
10)Memberikan data NJOP dan informasi lain yang diperlukan berkenaan dengan pelaksanaan BPHTB kepada Kantor Pertanahan dan Dipenda serta unit-unit/instansi terkait.
11)Berkoordinasi dengan unit-unit/instansi terkait dalam upaya peningkatan pengawasan pembayaran BPHTB.
12)Memberitahukan kepada Kepala Kantor Pertanahan nama-nama PPAT yang tidak lengkap mengisi laporan dan/atau kurang aktif menyampaikan laporan bulanan pembuatan akta.
13)Memberikan penjelasan dan sosialisasi BPHTB di wilayah kerjanya.
d. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Mengadministrasikan laporan pelaksanaan BPHTB dari KP PBB dan unit-unit/instansi terkait.
2) Menghimpun dan memberitahukan daftar PPAT yang tidak lengkap mengisi laporan dan/atau kurang aktif menyampaikan laporan bulanan PPAT, kepada Kepala Kanwil BPN.
3) Memberikan data NJOP dan informasi lain yang diperlukan dalam pelaksanaan BPHTB kepada Kanwil BPN dan Dipenda.
4) Melakukan pengawasan pelaksanaan pemutakhiran data PBB berdasarkan SSB lembar 3.
5) Melakukan pengawasan penerbitan STB, SKBKB, dan SKBKBT.
6) Memberikan penjelasan dan sosialisasi BPHTB di wilayah kerjanya. e. Bank Persepsi (Bank Tempat Pembayaran) melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Menerima pembayaran BPHTB sesuai jumlah nominal rupiah pada SSB.
2) Memberikan pengesahan/validasi pada setiap lembar SSB.
3) Menyerahkan SSB yang telah diberikan tanda pengesahan/validasi lembar 1, 3, dan 5 kepada Wajib Pajak.
4) Mengadministrasikan penerimaan pembayaran BPHTB dan SSB ke 4.
5) Melimpahkan penerimaan pembayaran BPHTB dengan dilampiri SSB lembar 2 kepada BO V setiap hari Jum'at atau hari kerja berikutnya apabila hari Jum'at libur.
6) Menyampaikan rekening koran mingguan rangkap 2 kepada BO V.
7) Menyusun rekening koran sampai dengan akhir bulan dan menyampaikan kepada KPKN dan BO V.
8) Membantu memberikan penjelasan mengenai BPHTB di wilayah kerjanya. f. Bank Operasional V melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Menerima pelimpahan penerimaan pembayaran BPHTB dan meneliti jumlah nominal SSB Bank Persepsi.
2) Melakukan pembagian hasil penerimaan pembayaran BPHTB kepada rekening Kas Daerah dan rekening Kas Negara setiap hari Rabu dan hari kerja berikutnya apabila hari Rabu libur.
3) Menyampaikan laporan penerimaan SSB lembar ke 2 beserta foto kopi tembusan Nota Kredit kepada KP PBB setiap hari Rabu atau hari kerja berikutnya apabila hari Rabu libur.
4) Menyampaikan Nota Kredit beserta salinan Rekening Koran Mingguan kepada KPKN terkait selambat-lambatnya setiap hari Rabu atau hari berikutnya apabila Rabu libur.
5) Menyusun rekening koran sampai dengan akhir bulan serta menyampaikan ke KP PBB dan KPKN terkait.
*)Contoh ini disusun dan dibuat dengan asumsi adanya Tim Intensifikasi BPHTB yang mendukung pelaksanaan koordinasi & kerjasama dengan instansi terkait. Bagi daerah yang tidak/belum ada Tim Intensifikasi BPHTB, perlu dilakukan penyesuaian seperlunya, tergantung situasi dan kondisi masing-masing.