• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN ALAT UKUR SUMBER AC/DC SECARA OTOMATIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN ALAT UKUR SUMBER AC/DC SECARA OTOMATIS"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN ALAT UKUR SUMBER AC/DC SECARA OTOMATIS

Edi Putra Harahap1*, Ir. Arnita, M.T.1, Mirza Zoni, S.T, M.T.1

1

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta E-mail: [email protected]

Abstract

Automatic control of the measurement system is the feedback control system with a reference input or output in the desired change can be constant or slowly over time. Advances in science and technology over time evolving rapidly, especially in the field of automatic control, which previously were using the manual. Then it must have a very noticeable flaws both in terms of measurement or in terms of reading the value that has been measured. With the rapid advancement of mobile digital era as it is today, especially in the field of automated technology, the disadvantages are that there should be minimized. So in this study designed a source measure AC / DC automatically to anticipate that no error occurs when the measure. In addition, automatic measuring instrument is supported by advances in technology which uses ATmega328P-PU microcontroller, ACS712 current sensor-05B, AD736, LM7805, LM7815, LM7915, 16x2 LCD and other components. Tests using the gauge source AC / DC has been designed automatically generate more digital measurement results compared with the manual gauge readings using scala. Here is the percentage of fault of each parameter were tested, namely: Percentage frequency error of 5.15% auto gauges, voltage error percentage 1.67% automatic gauges, flow gauges percentage error of 3.64% automated. Key words : alat ukur otomatis, ACS712-05B, AD736, Voltage To Frequency

Pendahuluan

Pada era digital seperti sekarang ini telah banyak dilakukan penerapan teknologi sistem

otomatis. Hal ini dilakukan untuk

meningkatkan kinerja sistem sebelumnya yang masih bersifat manual. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju, membuat manusia untuk selalu berusaha mengembangkan dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk kemudahan dalam berbagai hal. Salah satu contoh adalah perubahan alat ukur dari sistem manual menjadi sistem otomatis. Perancangan alat ukur otomatis ini mempunyai kelebihan dibanding dengan alat ukur manual.

Diantaranya adalah mempunyai keakuratan dan ketelitian yang lebih tinggi, mempunyai kesalahan dalam pembacaan yang kecil, lebih cepat dalam pembacaannya dan mengantisipasi supaya tidak terjadi kesalahan pada saat pengukuran. Berdasarkan hal tersebut maka dirancang suatu alat ukur sumber AC/DC secara otomatis yang mempunyai jangkauan

pengukuran yang lebar. Aplikasi pada

penelitian ini digunakan pada pengukuran frekuensi, arus, tegangan dan daya pada motor DC, lampu dan tahanan. Dalam perancangan alat ukur otomatis tersebut, dilakukan dengan memanfaatkan mikrokontroler

(2)

2

PU sebagai pengendali utama karena

mempunyai beberapa keunggulan. Sedangkan untuk pembacaannya ditampilkan dalam LCD dengan sistem pembagi.

Metodologi

Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini penulis melakukan identifikasi masalah, pengumpulan bahan dan materi dari berbagai sumber serta diskusi. Dalam perancangan secara perangkat keras, dipelajari rangkaian dari blok diagram alat, sedangkan pada perancangan secara perangkat lunak akan dipelajari mengenai bahasa pemograman untuk alat yang dirancang.

1. Identifikasi masalah

Penulis mengidentifikasi kesalahan

pengolahan data secara manual untuk dapat diperbaiki melalui pengaksesan sistem secara digital yang meliputi keakuratan dan kecepatan pengambilan data.

2. Studi literatur dan pengumpulan data

Penulis mempelajari prinsip kerja

mikrokontroler ATmega328P-PU, sensor arus ACS712-05B, IC AD736, cara pengoperasian

dan pemograman mikrokontroler dengan

bahasa pemograman Bascom AVR versi

1.12.0.0 serta teori-teori pendukung

perancangan. 3. Bimbingan

Bimbingan dengan pembimbing skripsi dan sumber lain yang memiliki pemahaman

lebih mengenai alat ukur sumber AC/DC secara otomatis.

4. Perancangan perangkat keras

Penulis melakukan perencanaan dimulai dari perancangan penggunaan sensor-sensor dan komponen yang akan dipakai serta

perancangan kontruksi dan rangkaian

pendukung lainnya. 5. Pembuatan alat

Setelah tahap perencanaan selesai, maka

alat mulai dibuat sesuai dengan hasil

perancangan. Kemudian rangkaian sensor serta rangkaian pendukung lainnya dikoneksikan dengan mikrokontroler. Selanjutnya dibuat bahasa program yang akan di load ke mikrokontroler sehingga didapatkan tampilan hasil pengukuran parameter pada simulasi programnya.

6. Pengujian alat

Pengujian yang dilakukan adalah : 1. Pengujian Power Supply

2. Pengujian mikrokontroler ATmega328 3. Pengujian frekuensi

4. Pengujian arus

5. Dan pengujian tegangan

7. Pengambilan kesimpulan dan penulisan laporan

Pengambilan kesimpulan berdasarkan pada hasil pengujian sistem yang telah dilakukan pada alat yang dibuat.

(3)

3 Hasil dan Pembahasan

Pengujian Frekuensi

Gambar 1.1 dibawah ini adalah

perbandingan antara Audio Frekuensi

Generator dengan Alat Ukur Sumber AC/DC Secara Otomatis.

Audio Frekuensi Generator Perkalian

Fine

Positif Audio frekuensi Generator

Negatif Audio frekuensi Generator

Alat Ukur Digital Selector Switch

Gambar 1.1 Pengujian Frekuensi

Setelah dilakukan pengujian pada gambar 1.1 di atas maka dapat dijelaskan bahwa pada prinsipnya, frekuensi dinyatakan dalam satuan

Hertz (Hz), dimana perhitungan ini

menunjukkan banyaknya terjadinya perubahan naik dan turunnya tegangan (5V-0V) dalam waktu satu detik, jika tegangan naik dan turun sebanyak 100 kali dalam 1 detik maka dalam hal ini frekuensi ditetapkan 100Hz, dengan memanfaatkan prinsip dari frekuensi tersebut maka perhitungan dari frekuensi tersebut dapat dihitung dengan menggunakan fasilitas counter yang ada pada mikrokontroler, dimana fasilitas dari counter tersebut merupakan fasilitas yang digunakan untuk menghitung jumlah naik dan turunnya tegangan dalam satu detik.

Tabel 1.1 Hasil Pengujian Frekuensi Alat Ukur

Otomatis AFG Selisih

Persentase Error (%)

16 Hz 15 Hz 1 6,25

159 Hz 150 Hz 9 5,66

1565 Hz 1500 Hz 65 4,15

Setelah pengujian selesai, maka gambar 1.2 dibawah ini merupakan grafik hasil dari pengujian frekuensi.

Gambar 1.2 Grafik Pengujian Frekuensi

Berdasarkan tabel 1.1 dan gambar 1.2 dapat dijelaskan sebagai berikut : Jika selector switch pada 15 Hz maka pada alat ukur otomatis sumber AC/DC akan menunjukkan hasil tidak jauh dari 15 Hz yang akan mempengaruhinya adalah perkalian pada audio frekuensi generator.

Pengujian Arus

Pengujian Arus Pada Beban Lampu 12Volt Dc

Gambar 1.3 dibawah ini merupakan pengujian arus pada beban lampu 12 Volt Dc.

0 10000 20000 1 2 3 4 F re k uens i Banyak Pengujian

Pengujian Frekuensi

Alat Ukur Digital AFG

(4)

4

Power Supply

Ampermeter Analog Alat Ukur Digital

Lampu 12V DC

Gambar 1.3 Pengujian Arus pada Beban Lampu 12Volt DC

Hasil dari pengujian arus pada beban lampu 12Volt pada tabel 1.2 berikut :

Tabel 1.2 Hasil Pengujian Arus pada Beban Lampu 12Volt DC

No VIN (V) IAnalog (mA) IAlat Ukur Otomatis (mA) Selisih Ampere % Error 1 0 0 0 0 0 2 2 170 182 12 mA 0,59 3 4 190 221 31 mA 1,40 4 6 180 232 52 mA 2,24 5 8 210 241 31 mA 1,28 6 10 210 252 42 mA 1,66 7 12 440 455 15 mA 3,29

Beban lampu diberi sumber tegangan sebesar 12 Volt, kemudian positif dari power supply masuk ke output alat ukur otomatis, kemudian input alat ukur otomatis masuk ke ampermeter. Kemudian dari ampermeter masuk ke beban lampu, Sedangkan ground dari komponen yang di uji dihubungkan dengan ground dari alat ukur otomatis.

Kesimpulan

Dari hasil perancangan alat ukur sumber AC/DC secara otomatis ini maka dapat diambil

beberapa kesimpulan diantaranya adalah

sebagai berikut :

Pengujian dengan menggunakan alat ukur sumber AC/DC secara otomatis yang telah dirancang menghasilkan hasil pengukuran yang lebih digital dibandingkan dengan alat ukur

manual yang pembacaannya dengan

menggunakan skala.

Berikut ini persentase kesalahan dari tiap parameter yang diujikan :

a. Persentase kesalahan frekuensi alat ukur otomatis 5,15 %

b. Persentase kesalahan tegangan alat ukur otomatis 1,67 %

c. Persentase kesalahan arus alat ukur otomatis 3,64 %

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada M. Ali Haromen, S.T dan Hafizh Arrela, S.T yang telah banyak membantu untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Dan untuk teman-teman angkatan 08 semuanya terima kasih atas dukungannya.

Daftar Pustaka

Winoto, Ardi. 2010. Mikrokontroler

AVR ATmega8/16/32/328/8535 dan

Pemogramannya dengan Bahasa Basic pada Win AVR. Penerbit : INFORMATIKA, Bandung.

William, david. Cooper. 1978. Electronic Instrumentation and Measurement Techniques,

(5)

5 Prentice Hall.

Malcom, Plant & Dr. Jan Stuart. 1983. Instrumentation, Olver and Boyd England.

CS. Rangan, Mc Graw Hill, John D,

Ryder, 1985. Instrumentation, Electronic

Fundamental and Application Intregated and Discrete System. Prentice : Hall Inc, New Jersey, 1976.

Douglas V, Hall. 1983. Microprocessor and Digital System, Mc Graw, Hill Book Company.

Gambar

Gambar  1.1  dibawah  ini  adalah  perbandingan  antara  Audio  Frekuensi  Generator  dengan  Alat  Ukur  Sumber  AC/DC  Secara Otomatis
Tabel 1.2 Hasil Pengujian Arus pada  Beban Lampu 12Volt DC

Referensi

Dokumen terkait

5. Pemegang gadai mempunyai hak didahulukan dalam pemenuhan piutangnya jika berhadapan dengan kreditur lainnya, kecuali atas biaya lelang dan biaya pemeliharaan barang

Spektrophotometer memiliki beberapa komponen yaitu sumber cahaya, monochromator (memecah cahaya menjadi gelombang tunggal), sensor (mengkonversi intensitas cahaya

mengimplementasikan kamera OV7670 pada mikrokontroller STM32 berhasil menjadi masukkan dari kontroler logika fuzzy yang membuat keputusan dalam menentukan

2 Maeylani Putri Qarisma SMPN 1 Pilangkenceng 97 Perwakilan 2. 3 Wahyu Shesar Agustin SMPN 1

Mengkomunikasikan Mengorganisasi 5.a. Mengkomunikasikan Menghubungkan 5.b. Memprediksi Menghubungkan 5.c.. Kisi-kisi angket aktivitas belajar secara ringkas dapat dilihat

Pemanfaatan Posyandu Dengan Sistem Pelayanan 5 Meja Oleh Ibu Bayi. dan Balita di wilayah kerja Puskesmas 1

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses kuens dengan air mengalir dan tanpa kuens dengan air tak mengalir terhadap: kekuatan tarik dan nilai

o Pada pasien dengan deformitas gibbus karena infeksi sekunder tuberkulosa yang sudah lama akan tampak tulang vertebra yang mempunyai rasio tinggi lebih besar