FORMULARIUM RS
FORMULARIUM RS
PERTEMU PERTEMUAN IAN IIIII Oleh: Oleh:Meilani Jayanti, M.Farm., Apt. Meilani Jayanti, M.Farm., Apt.
SISTEM SISTEM
FORMULARIUM FORMULARIUM
Metode
Metode yang digunakan stafyang digunakan staf medik di suatu RS. medik di suatu RS. Melalui PFT
Melalui PFT mengevaluasi,mengevaluasi, menilai dan memilih
menilai dan memilih dari dari berbagai zat aktif obat dan berbagai zat aktif obat dan bentuk sediaan terbaik untuk bentuk sediaan terbaik untuk perawatan pasien. perawatan pasien.
Formularium berupa
Formularium berupa dokumendokumen berisiberisi kumpulan produk obat
kumpulan produk obat yang yang dipilih PFT disertai informasi penting
dipilih PFT disertai informasi penting lainnya, yang terus menerus
lainnya, yang terus menerus direvisidirevisi dan merefleksikan keputusan klinik dan merefleksikan keputusan klinik mutakhir
MANFAAT SISTEM FORMULARIUM
Meyakinkan mutu dan
ketepatan penggunaan obat dalam RS
Edukasi staf tentang terapi obat yang rasional
Memberi rasio manfaat- biaya yang tertinggi, bukan hanya
MANFAAT SISTEM FORMULARIUM
• Memudahkan profesional kesehatan
dalam memilih obat yang akan
digunakan untuk perawatan pasien.
• Memuat sejumlah pilihan terapi obat
yang jenisnya dibatasi, sehingga dapat mengetahui dan mengingat obat yang digunakan secara rutin.
• IFRS dapat melakukan pengelolaan obat
secara efektif dan efisien. RS mampu
membeli obat dalam kuantitas dari jenis obat yang lebih efektif.
PEDOMAN TERAPI
• Obat yang tertera dalam Formularium harus sesuai dengan pola penyakit
yang ada di RS.
• Pembuatan Formularium berdasarkan pengkajian pola penyakit, populasi
pasien, gejala dan penyebabnya.
TAHAPAN
• Tahap pertama :
– Pengkajian pola penyakit dan populasi pasien 4
tahun berturut turut
– Data morbiditas
– Kelompok peyakit, jumlah, presentasi tiap tahun.
– Pengelompokan berdasarkan ICD-10
(International Statistical Classification of Disease and Related Health Problem)
• Tahap kedua :
– Penetapan peringkat penyakit terbanyak.
– Tabel berisi sub kelompok penyakit dan jumlah
TAHAPAN
• Tahap ketiga
– Penetapan penyakit, gejala, penyebab dan
golongan farmakologi obat.
– Tabel berisi sub kelompok penyakit dan
jumlah serta presentase pasien dalam tiap sub kelompok penyakit.
• Tahap keempat
– Tabel berisi sub kelompok penyakit dan
golongan farmakalogi obat dan pendukung yang diperlukan untuk tiap penyakit.
TAHAPAN
• Tahap kelima :
– Pemberian nama obat dalam tiap
golongan farmakologi.
– Tabel yang mengandung golongan
farmakologi, sub golongan farmakologi, nama obat dan bahan pendukung yang diperlukan untuk tiap penyakit.
– Tahap pengkajian ini dilakukan bila RS
SISTEM FORMULARIUM
• EVALUASI PENGGUNAAN :
– Pengkajian dari data Pustaka :
• Mengumpulkan naskah ilmiah berkaitan dengan aspek
keamanan, efektivitas dan biaya.
• Menggunakan jurnal : British Medical Journal, New England
Journal of Medicine, Cochrane Review.
• Melakukan telaah ilmiah.
– Pengkajian dengan mengambil data sendiri :
• Proses terus menerus sah secara organisasi, terstruktur,
ditujukan untuk memastikan obat digunakan secara tepat, aman dan bermanfaat.
SISTEM FORMULARIUM
• PENILAIAN
– Obat baru yang diusulkan dilengkapi
dengan informasi kelas terapi, indikasi terapi, bentuk sediaan dan kekuatan,
bioavailabilitas, farmakokinetik, kisaran dosis, efek samping, efek toksik, perhatian khusus, kelebihan dibanding obat lama, uji klinik,
kajian epidemiologi, perbandingan harga, rekomendasi tingkat I EBM (evidence base medicine).
– Tingkatan bukti ilmiah tertinggi untuk indikasi
dan keamanannya, ketersediaan di pasaran, harga dan biaya termurah.
SISTEM FORMULARIUM
• PEMILIHAN OBAT
– Faktor institusional (kelembagaan) :
• sesuai pola penyakit, polpulasi pasien dan
kebijakan RS.
– Faktor obat :
• efektivitas, keamanan, profil farmakokinetik dan
farmakodinamik, ketersediaan obat, fasilitas
penyimpanan, pembuatan, kualitas produk, reaksi obat merugikan dan kemudahan penggunaan, ada ijin edar dari DepKes.
– Faktor biaya :
• biaya sediaan, biaya penyiapan, biaya
SISTEM FORMULARIUM
•
PENGGUNAAN OBAT NON
FORMULARIUM
– Kasus tertentu yang jarang terjadi, misal kelainan hormon pada
anak, penyakit kulit langka.
– Perkembangan terapi yang memerlukan obat baru yang belum
terakomodir.
– Obat yang sangat mahal dan penggunaannya dikendalikan
secara ketat, misal sitostatika baru, antibiotika yang dicadangkan (reserved antibiotics).
– Prosedur dengan formulir yang diusulkan oleh dokter, disetujui
kepala SMF, penilaian usulan oleh KFT baru setelah disetujui disampaikan ke IFRS untuk diadakan.
FORMAT FORMULARIUM
• Sampul luar dengan judul formularium obat, nama RS,
tahun berlaku dan nomor edisi
• Daftar Isi • Sambutan
• Kata pengantar
• SK KFT, SK Pemberlakuan Formularium • Petunjuk penggunaan formularium
• Informasi tentang kebijakan dan prosedur RS tentang
obat
• Monografi obat • Informasi khusus
• Lampiran (formulir, index kelas terapi obat, index nama
FORMAT FORMULARIUM
• Gunakan warna kertas berbeda untuk tiap bagian/seksi formularium
• Menggunakan index pinggir
• Membuat formularium seukuran saku baju pabrik.
• Mencetak tebal atau menggunakan bentuk huruf yang berbeda untuk
PENYUSUNAN FORMULARIUM
• PROSES
– Rekapitulasi usulan obat dari masing2 SMF.
– Mengelompokkan berdasar klas terapi.
– Membahas usulan dalam rapat KFT.
– Rancangan disebarkan ke SMF sbg umpan balik.
– Membahas hasil umpan balik.
– Menetapkan daftar obat yang masuk
formularium.
– Menyusun kebijakan dan pedoman
implementasi.
– Edukasi formularium pada staf, monitoring PFT
ISI FORMULARIUM
• KEBIJAKAN DAN PROSEDUR:
– Masa berlakunya, tatalaksana dalam penulisan
resep, prosedur pelayanan, kebijakan obat generik.
– Prosedur pengusulan obat yang ditambahkan,
dihapuskan.
– SK tentang KFT.
– Kebijakan dan prosedur substitusi generik dan
terapetik, penghentian permintaan otomatis,
permintaan obat lisan, obat yang dibawa pasien ke RS, konsumsi sendiri oleh pasien, penggunaan obat sampel, permintaan obat Cito, standar
waktu, MESO.
DAFTAR OBAT
KLS TRP & KAT FDA NO URUT OBATNAMA GENERIK BENTUK SEDIAAN & KEKUATAN DOSIS & KETERANGAN 1 2 3 4 5 1.1 C 1 Analgetika narkotika Fentanil 0,05 mg/ml, TTS 25 mcg/jam. 50 mcg/jam, inj, patch
INFORMASI KHUSUS
• Tabel ekivalensi dosis dari obat yang sama golongan farmakologinya.
• Cara perhitungan untuk dosis anak. • Daftar racun yang dapat didialisis.
• Cara perhitungan penyesuaian dosis. • Interaksi obat.
• Daftar obat dengan index terapi sempit.
MASA BERLAKU & DISTRIBUSI
• Sesuai kebijakan Rumah Sakit. • Distribusi :
– Unit pelayanan rawat jalan, inap, & darurat. – Instalasi Farmasi dan seluruh satelit fsrmasi. – Pimpinan Rumah Sakit.
– Pusat Pelayanan Informasi Obat.
– Bagian/ SMF/ UPF/ Departemen.
– Anggota Staf Medik dan Apoteker. – Perpustakaan.
– Bagian Pengadaan. Dll yang dianggap
EVALUASI KEPATUHAN
• Kepatuhan Penulisan Resep sesuai
Formularium.
– Jumlah obat sesuai formularium x 100% – Jumlah total sesuai formularium
• Kepatuhan Pengadaan sesuai Formularium.
– Jumlah produk diadakan sesuai formularium x
100%
– Jumlah total produk obat sesuai formularium
• Dibuat standart kepatuhan yang di tetapkan
RS.
PENYEBAB KETIDAKPATUHAN
• Sistem formularium tidak berjalan dengan baik. • Tidak ada surat keputusan pimpinan RS.
• Tidak ada sosialisasi formularium oleh KFT kepada
staf medik.
• Tidak adanya supervisi secara reguler. • PFT tidak berfungsi dengan baik.
• Formularium tidak pernah direvisi.
• Apoteker IFRS tidak berperan sebagai mana
mestinya.
• Tidak adanya mekanisme penghargaan dan
hukuman
PEMUTAKHIRAN FORMULARIUM
• Proses pemutakhiran akan berjalan bila sistem formularium sudah
dilaksanakan dengan baik.
• Pengkajian Penggunaan obat : pengkajian dari efek terapi dari beberapa kelas terapi obat tiap tahun.
• Penambahan dan Penghapusan Obat dari Formularium.
PRIORITAS OBAT DI KAJI
• Obat berpotensi tinggi menimbulkan efek samping yang serius (ESO belum banyak dilaporkan)
• Obat yang diduga banyak digunakan secara tidak rasional (antibiotika)
• Obat mahal seperti sitostatika • Obat yang dievaluasi bisa
dimasukkan, dikeluarkan atau
TAHAP PENGKAJIAN
• Penetapan obat atau kelas terapi obat.
• Pengumpulan data : retrospektif, konkuren, prospektif. – Demografi pasien, karakteristik pasien, sejarah pengobatan. – Indikasi penggunaan obat.
– Sejarah penggunaan obat.
– Obat obat yang digunakan sekarang.
– Adanya efek samping obat, interaksi obat.
PENAMBAHAN DAN PENGHAPUSAN OBAT
• Permohonan harus diajukan secara resmi melalui SMF kepada
KFT.
• Permohonan yang diajukan memuat informasi :
– Mekanisme farmakologi obat dan indikasi yang diajukan.
– Alasan mengapa obat yang diajukan lebih baik dari yang sudah
ada.
– Bukti ilmiah dari pustaka yang mendukung perlunya obat
KRITERIA PENGHAPUSAN
• Obat tidak beredar lagi dipasaran. • Obat tidak ada yang menggunakan
lagi.
• Sudah ada obat baru yang lebih cost
effective.
• Obat setelah dievaluasi memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan