• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

1

No. 01/02/Th.V, 1 Februari 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JANUARI 2017 MENGALAMI INFLASI 0,45

PERSEN

 Pada Januarri 2017 Kota Baubau mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga

Konsumen (IHK) sebesar 129,45. Dari 82 kota IHK, seluruh kota IHK tersebut mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi pada kota Pontianak yakni sebesar 1,82 persen dengan nilai IHK 137,25. Sedangkan tingkat inflasi terendah terjadi pada kota Manokwari yaitu sebesar 0,09 persen dengan besar nilai IHK 122,46.

 Inflasi yang terjadi di kota Baubau tercatat disebabkan karena adanya peningkatan harga yang

ditunjukkan oleh peningkatan hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran kecuali 1 kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan yang mengalami penurunan indeks sebesar 1,74 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami peningkatan indeks antara lain kelompok Bahan Makanan sebesar 0,84persen; kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 1,17 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,96 persen; kelompok Sandang sebesar 0,52 persen; kelompok Kesehatan sebesar 1,22 persen; dan kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga sebesar 0,25 persen.

 Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah Tarif pulsa telepon seluler,

kacang panjang, tarif listrik, selar/tude, pasir, katamba, kangkung, ikan bakar, cumi-cumi, serta layang/benggol

 Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah sawi hijau, kayu

balokan, semen, beras, bawang merah, apel, pisang, tomat sayur, cakalang/sisik, serta angkutan udara

 Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, seluruh kota tersebut mengalami inflasi dengan tingkat inflasi

tertinggi terjadi pada kota Watampone yakni sebesar 1,52 persen sedangkan tingkat inflasi terendah terjadi pada kota Baubau yaitu sebesar 0,45 persen.

 Tingkat inflasi Kota Baubau tahun kalender Januari 2017 sebesar 0,45 persen dan tingkat inflasi tahun

(2)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

2

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 862 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang palling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di kota Baubau pada Januari 2017 terjadi Inflasi sebesar 0,45 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,87 pada Desember 2016 menjadi 129,45 pada Januari 2017. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari) 2017 sebesar 0,45 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Year On Year) yakni tingkat inflasi Januari 2016 hingga Januari 2017 sebesar 0,94 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang cukup signifikan pada hampir seluruh subkelompok pengeluaran kecuali pada subkelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan. Subkelompok yang mengalami peningkatan harga antara lain subkelompok Bahan Makanan sebesar 0,84 persen; subkelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 1,17 persen; subkelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,96 persen; subkelompok Sandang sebesar 0,52 persen; subkelompok Kesehatan sebesar 1,22 persen; serta subkelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0,25 persen. Sedangkan subkelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan justru mengalami penurunan harga yakni sebesar 1,74 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2017antara lain: Tarif pulsa telepon seluler, kacang panjang, tarif listrik, selar/tude, pasir, katamba, kangkung, ikan bakar, cumi-cumi, serta

layang/benggol. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: sawi hijau, kayu balokan,

semen, beras, bawang merah, apel, pisang, tomat sayur, cakalang/sisik, serta angkutan udara.

Andil/sumbangan inflasi dari masing-masing subkelompok pengeluaran pada Januari 2017, yaitu: subkelompok Bahan Makanan sebesar 0,21 persen; subkelompok Makanan Jadi, Rokok dan Tembakau sebesar 0,1385 persen; subkelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,2935 persen; subkelompok Sandang sebesar 0,033 persen; subkelompok Kesehatan sebesar 0,0421 persen; subkelompok Pendidikan,

(3)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

3

Rekreasi, dan Olahraga sebesar 0,0171 persen; dan subkelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar -0,2811 persen.

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Baubau Januari 2017, Tahun Kalender 2017, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran Januari IHK 2016 IHK Desember 2016 IHK Januari 2017 Inflasi Januari 20171) Laju Inflasi Tahun Kalender 20172) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (3) (4) (5) (6) U m u m 128,24 128,87 129,45 0,45 0,45 0,94 1 Bahan Makanan 144,06 142,08 143,27 0,84 0,84 -0,55

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 134,58 141,43 143,09 1,17 1,17 6,32 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 115,49 114,51 115,61 0,96 0,96 0,10

4 Sandang 119,42 120,74 121,37 0,52 0,52 1,63

5 Kesehatan 113,00 119,73 121,19 1,22 1,22 7,25

6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 116,09 122,68 122,99 0,25 0,25 5,94 7 Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 142,73 141,84 139,37 -1,74 -1,74 -2,35

1)

Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya

2)

Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap IHK Desember 2016

3)

Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap IHK Januari 2016

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Baubau (2012=100) Januari 2016 – Januari 2017 80,00 90,00 100,00 110,00 120,00 130,00 140,00 150,00 160,00

Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 May-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 16-Sep Oct-16 Nov-16 Des-16 17-Jan

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan

(4)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

4

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Baubau (2012=100) Januari 2017 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M 0,4531

1. Bahan Makanan 0,21

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,1385

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,2935

4. Sandang 0,033

5. Kesehatan 0,0421

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0171

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan -0,2811

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Baubau (2012=100) Januari 2017 (persen) 0,21 0,1385 0,2935 0,033 0,0421 0,0171 -0,2811 -0,4 -0,3 -0,2 -0,1 0 0,1 0,2 0,3 0,4

1. Bhn. Makanan 2. Makanan Jadi 3. Perumahan 4. Sandang

(5)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

5

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,84 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 142,08 pada Desember 2016 menjadi 143,27 pada Januari 2017.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, pada bulan ini 7 subkelompok diantaranya mengalami inflasi dan 4 subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi antara lain subkelompok Daging dan hasil-hasilnya sebesar 4,82 persen; subkelompok Ikan segar sebesar 1,94 persen; subkelompok Ikan diawetkan sebesar 5,58 persen; subkelompok Telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 1,45 persen; subkelompok Sayur-sayuran sebesar 3,93 persen; subkelompok Lemak dan minyak sebesar 2,02 persen; dan subkelompok Bahan makanan lainnya sebesar 1,62 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu; subkelompok Padi-padian, Umbi-umbian, dan hasilnya sebesar 0,64 persen; subkelompok Kacang-kacangan sebesar 2,33 persen; subkelompok Buah-buahan sebesar 6,50 persen; serta subkelompok Bumbu-bumbuan sebesar 1,92 persen.

Kelompok ini pada Januari 2017 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,21 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: Kacang panjang sebesar 0,2013 persen; Selar/tude sebesar 0,138 persen; Katamba sebesar 0,1079 persen; Kangkung sebesar 0,1016 persen; serta Cumi-cumi sebesar 0,0938 persen. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi antara lain: Cakalang/sisik sebesar 0,253 persen; Tomat Sayur sebesar 0,1647 persen; Pisang sebesar 0,0498 persen; Apel sebesar 0,0462 persen; serta Bawang merah sebesar 0,0442 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 1,17 persen atau terjadi perubahan angka indeks dari 141,43 pada Desember 2016 menjadi 143,09 pada Januari 2017.

Dalam kelompok ini, 2 subkelompok mengalamai inflasi dan 1 subkelompok tidak mengalami perubahan harga yang berarti/stagnan. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok Makanan jadi sebesar 2,00 persen dan subkelompok Minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,77 persen. Sedangkan subkelompok yang tidak mengalami perubahan yang berarti adalah subkelompok Tembakau dan minuman beralkohol.

Kelompok ini pada Januari 2017 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1385 persen. Terdapat 4 komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada subkelompok ini yakni Ikan bakar sebesar 0,0995 persen; Martabak sebesar 0,0195; Kopi manis sebesar 0,0162 persen; dan Gula pasir sebesar 0,0033 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,96 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 114,51 pada Desember 2016 menjadi 115,61 pada Januari 2017.

Seluruh subkelompok yang terdapat pada kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi. Tingkat inflasi yang dialami masing-masing subkelompok yaitu subkelompok Bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 2,39 persen; subkelompok Perlengkapan rumah tangga sebesar 1,84 persen; subkelompok Biaya tempat tinggal sebesar 0,40 persen; dan subkelompok Penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,38 persen.

Pada Januari 2017 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2935 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi antara lain: Tarif listrik sebesar 0,1515 persen; Pasir sebesar 0,117 persen; Kulkas/lemari es sebesar 0,0241 persen; Lemari pakaian sebesar 0,0152 persen; serta

(6)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

6

Cat tembok sebesar 0,0089 persen. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi antara lain: Semen sebesar 0,0235 persen; Kayu balokan sebesar 0,0228 persen; Dispenser sebesar 0,0071; dan Mesin cuci sebesar 0,0015 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,52 persen atau terjadi peningkatan nilai IHK dari 120,74 pada Desember 2016 menjadi 121,37 pada Januari 2017.

Dari 4 subkelompok yang menyusun kelompok ini, 1 subkelompok mengalami deflasi, dan 3 subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi yakni yakni subkelompok Sandang laki-laki sebesar 0,06 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok Sandang anak-anak sebesar 0,79 persen; Subkelompok Sandang wanita sebesar 0,74; dan Subkelompok Barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,63 persen.

Pada Januari 2017 kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,033 persen. Komoditas yang terdapat pada kelompok ini yang dominan menyumbang inflasi antara lain Pakaian bayi sebesar 0,0118 persen; Ongkos jahit sebesar 0,011; dan Pembalut wanita sebesar 0,0098 persen. Komoditas kelompok ini yang memberikan sumbangan deflasi yakni emas perhiasan sebesar -0,0123 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok ini pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 1,22 persen atau terjadi peningkatan nilai IHK dari 119,73 pada Desember 2016 menjadi 121,19 pada Januari 2017.

Seluruh subkelompok pada kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi yakni : Jasa kesehatan sebesar 3,83 persen; Jasa perawatan jasmani sebesar 3,74 persen; Perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,45 persen; serta Obat-obatan sebesar 0,003 persen. Adapun kelompok pengeluaran ini memberikan andil inflasi sebesar 0,0421 persen. Komoditas yang dominasn menyumbang inflasi pada kelompok ini adalah Dokter spesialis sebesar 0,0168 persen; Tarif gunting rambut wanita sebesar 0,0053 persen; Check Up sebesar 0,0047 persen; dan Make Up salon sebesar 0,004 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen atau terdapat peningkatan nilai IHK dari 122,68 pada Desember 2016 menjadi 122,99 pada Januari 2017.

Dari lima subkelompok dalam kelompok ini, 2 subkelompok mengalami inflasi sedangkan 3 subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan yang berarti. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok Perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 1,47 persen dan subkelompok Rekreasi yang mengalami inflasi sebesar 0,10. Sedangkan subkelompok Pendidikan, subkelompok Kursus-sursus/pelatihan, dan subkelompok Olahraga tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Kelompok ini pada Januari 2017memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0171 persen. Komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi antara lain Tas sekolah sebesar 0,015 persen dan Sepeda anak sebesar 0,0021 persen.

7. Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan pada Januari mengalami deflasi sebesar 1,74 persen atau terjadi penurunan angka indeks dari 141,84 pada Desember 2016 menjadi 139,37 pada Januari 2016.

Dari 4 subkelompok yang menyusun kelompok ini, 1 subkelompok mengalami deflasi, 2 subkelompok mengalami inflasi dan 1 subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Subkelompok yang mengalami deflasi adalah subkelompok Transportasi sebesar 6,10 persen. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 14.38 persen dan subkelompok Sarana dan penunjang

(7)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

7

transportasi sebesar 10,46 persen. Sedangkan subkelompok Jasa keuangan tidak mengalami perubahan yang berarti.

Kelompok ini pada September 2016 memberikan sumbangan terhadap deflasi sebesar 0,2811 persen. Komoditas yang memberikan kontribusi deflasi terbesar yakni angkutan udara sebesar 0,7688 persen. Sedangkan komoditas yang dominan ikut menyumbang inflasi adalah Tarif pulsa ponsel sebesar 0,4252persen dan Biaya perpanjangan STNK sebesar 0,315 persen.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari) 2017 sebesar 0,45 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 0,94 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun, Januari 2017

Inflasi 2017

(1) (2)

1. Januari 0,45

2. (Januari) tahun kalender 0,45

3. Januari terhadap Januari (year on year)

(tahun n) (tahun n-1) 0,94

PERBANDINGAN ANTARKOTA

Pada Januari 2017 dari Dari 82 kota IHK, keseluruhan kota IHK tersebut mengalami inflasi dan tidak terdapat 1 kota IHK pun yang mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada kota Pontianak yakni mengalami inflasi sebesar 1,82 persen dengan nilai IHK sebesar 137,25. Sedangkan kota dengan tingkat inflasi terendah terjadi pada kota Manokwari yaitu sebesar 0,09 persen dengan nilai IHK sebesar 122,46.

Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Pada Januari 2017 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota, semua kota tersebut mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Pangkal Pinang sebesar 1,72 persen dengan nilai IHK sebesar 135,69. Sedangkan inflasi terendah terjadi di kota Bukittinggi yaitu sebesar 0,22 persen dengan nilai IHK sebesar 126,57. (lihat Tabel 4)

(8)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

8

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2017 Kota-Kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2012=100) K O T A Januari 2017 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. PANGKAL PINANG 135.69 1.72 2. TANJUNG PANDAN 136.53 1.71 3. DUMAI 129.65 1.58 4. PEKANBARU 129.82 1.46 5. MEULABOH 127.51 1.34 6. TEMBILAHAN 131.43 1.19 7. PADANGSIDIMPUAN 126.72 1.08 8. BENGKULU 136.36 0.98 9. TANJUNG PINANG 127.23 0.97 10. LUBUKLINGGAU 124.86 0.85 11. BANDAR LAMPUNG 128.38 0.84 12. BUNGO 125.37 0.82 13. PEMATANG SIANTAR 133.02 0.72 14. METRO 135.04 0.72 15. BATAM 127.81 0.67 16. SIBOLGA 133.28 0.58 17. PADANG 134.24 0.57 18. PALEMBANG 125.62 0.53 19. MEDAN 133.44 0.38 20. BANDA ACEH 120.27 0.28 21. LHOKSEUMAWE 125.26 0.26 22. JAMBI 127.53 0.25 23. BUKITTINGGI 126.57 0.22 NASIONAL

(9)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

9

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada Januari 2017 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Jawa yang berjumlah 26 kota, semua kota IHK tersebut mengalami inflasi. Tingkat inflasi tertinggi terjadi di kota Surabaya yaitu sebesar 1,76 persen dengan nilai IHK 127,98 dan inflasi terendah terjadi di kota Bandung yakni sebesar 0,49 persen dengan nilai IHK sebesar 125,89. (lihat Tabel 5).

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2017 Kota-Kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2012=100) K O T A Januari 2017 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. SURABAYA 127.98 1.76 2. CILACAP 129.85 1.60 3. JEMBER 124.35 1.46 4. MALANG 128.18 1.45 5. MADIUN 124.44 1.39 6. KUDUS 132.98 1.36 7. BOGOR 127.76 1.34 8. YOGYAKARTA 124.74 1.24 9. SURAKARTA 123.83 1.16 10. PROBOLINGGO 124.50 1.15 11. SEMARANG 125.97 1.11 12. PURWOKERTO 124.53 1.05 13. DKI JAKARTA 127.52 0.99 14. TEGAL 123.69 0.98 15. CILEGON 132.26 0.97 16. KEDIRI 123.71 0.94 17. DEPOK 125.42 0.86 18. CIREBON 122.18 0.84 19. SUKABUMI 126.10 0.81 20. BEKASI 124.05 0.80 21. SERANG 134.06 0.78 22. TASIKMALAYA 125.30 0.70 23. SUMENEP 123.83 0.67 24. BANYUWANGI 123.31 0.66 25. TANGERANG 134.48 0.65 26. BANDUNG 125.89 0.49 NASIONAL

(10)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

10

Perbandingan Antarkota Wilayah Luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi

Pada Januari 2017 dari kota-kota IHK di wilayah luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi yang berjumlah 22, tidak terdapat kota yang mengalami deflasi atau dengan kata lain seluruh kota IHK tersebut mengalami inflasi. Tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kota Pontianak yaitu dengan tingkat inflasi sebesar 1,82 persen dengan nilai IHK sebesar 137,25. Sedangkan kota dengan tingkat inflasi terendah terjadi pada kota Manokwari yakni sebesar 0,09 dengan nilai IHK sebesar 122,46.(lihat Tabel 6).

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2017

Kota-Kota di Luar Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan Nasional (2012=100) K O T A Januari 2017 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. PONTIANAK 137.25 1.82 2. SINGARAJA 137.52 1.79 3. SINGKAWANG 127.75 1.76 4. MATARAM 126.17 1.51 5. BIMA 130.92 1.40 6. DENPASAR 124.81 1.39 7. BALIKPAPAN 133.00 1.08 8. MERAUKE 133.47 1.02 9. SAMARINDA 130.14 1.02 10. BANJARMASIN 127.47 0.94 11. SAMPIT 128.14 0.91 12. SORONG 127.93 0.86 13. PALANGKARAYA 124.40 0.85 14. KUPANG 130.09 0.79 15. TANJUNG 128.45 0.77 16. TARAKAN 137.54 0.69 17. TERNATE 131.09 0.63 18. MAUMERE 122.35 0.40 19. AMBON 126.20 0.28 20. JAYAPURA 128.81 0.12 21. TUAL 140.27 0.10 22. MANOKWARI 122.46 0.09 Nasional

(11)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

11

Perbandingan Antarkota di Pulau Sulawesi

Pada Januari 2017 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi yang berjumlah 11, tidak terdapat kota yang mengalami deflasi atau dengan kata lain 11 kota IHK tersebut mengalami inflasi. Tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kota Watampone yakni sebesar 1,52 persen dengan nilai IHK sebesar 122,10. Sedangkan tingkat inflasi terendah terjadi pada kota Baubau yaitu sebesar 0,45 persen dengan nilai IHK sebesar 129,45. (lihat Tabel 7).

Tabel 7

Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2017 Kota-Kota di Pulau Sulawesi dengan Nasional

(2012=100) K O T A Januari 2017 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. WATAMPONE 122.10 1.52 2. PALU 128.77 1.32 3. GORONTALO 123.34 1.28 4. MAKASSAR 127.88 1.14 5. MANADO 127.02 1.10 6. BULUKUMBA 131.53 0.99 7. PARE-PARE 123.23 0.93 8. KENDARI 122.75 0.88 9. PALOPO 124.79 0.82 10. MAMUJU 126.26 0.59 11. BAU-BAU 129.45 0.45 NASIONAL

(12)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

12

Tabel 8

IHK Kota Baubau Bulan Januari 2017 (2012=100)

No, Kelompok/Sub kelompok

IHK Januari 2017 % perub thd Desember 2016 Tahun Kalender Y o Y [1] [2] [3] [4] [5] [6] U M U M / T O T A L 129.45 0.45 0.45 0.94 I BAHAN MAKANAN 143.27 0.84 0.84 -0.55

1 Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 120.63 -0.64 -0.64 -3.48 2 Daging dan Hasil-hasilnya 116.97 4.82 4.82 8.87

3 Ikan Segar 145.88 1.94 1.94 -2.06

4 Ikan Diawetkan 107.84 5.58 5.58 -9.38

5 Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 126.50 1.45 1.45 -8.60

6 Sayur-sayuran 194.30 3.93 3.93 18.21

7 Kacang–kacangan 129.66 -2.33 -2.33 -3.10

8 Buah–buahan 141.07 -6.50 -6.50 -0.21

9 Bumbu–bumbuan 162.54 -1.92 -1.92 -14.82

10 Lemak dan Minyak 115.74 2.02 2.02 3.00

11 Bahan Makanan Lainnya 140.73 1.62 1.62 -0.09 II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 143.09 1.17 1.17 6.32

1 Makanan Jadi 160.62 2.00 2.00 10.59

2 Minuman yang Tidak Beralkohol 126.49 0.77 0.77 2.76 3 Tembakau dan Minuman Beralkohol 130.09 0.00 0.00 1.82 III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 115.61 0.96 0.96 0.10 1 Biaya TempatTinggal 107.76 0.40 0.40 -1.63 2 Bahan Bakar, Penerangan dan Air 135.13 2.39 2.39 2.12 3 Perlengkapan Rumahtangga 126.23 1.84 1.84 5.21 4 Penyelenggaraan Rumahtangga 138.57 0.38 0.38 5.09 IV SANDANG 121.37 0.52 0.52 1.63 1 Sandang Laki-laki 117.88 -0.06 -0.06 0.41 2 Sandang Wanita 125.78 0.74 0.74 2.29 3 Sandang Anak-anak 133.77 0.79 0.79 0.25

4 Barang Pribadi dan Sandang Lain 108.34 0.63 0.63 4.17

V KESEHATAN 121.19 1.22 1.22 7.25

1 Jasa Kesehatan 116.98 3.83 3.83 4.72

2 Obat-obatan 124.69 0.03 0.03 2.96

3 Jasa Perawatan Jasmani 140.47 3.74 3.74 4.45 4 Perawatan Jasmani dan Kosmetika 118.55 0.45 0.45 10.17

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 122.99 0.25 0.25 5.94

1 Pendidikan 112.70 0.00 0.00 8.41

2 Kursus-kursus / Pelatihan 151.56 0.00 0.00 2.65 3 Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 106.67 1.47 1.47 0.40

4 Rekreasi 154.51 0.10 0.10 5.74

5 Olahraga 119.00 0.00 0.00 0.03

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 139.37 -1.74 -1.74 -2.35

1 Transpor 146.10 -6.10 -6.10 -8.59

2 Komunikasi Dan Pengiriman 121.70 14.38 14.38 24.18 3 Sarana dan PenunjangTranspor 132.87 10.46 10.46 11.51

(13)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02 Th.V,

13

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BAUBAU

Untuk informasi :

Musdin, S.ST

BPS Kota Baubau

Jl. Murhum No. 52 Kota Baubau 93700

Telp: (0402) 2821277

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efikasi pemberian makanan tambahan biskuit yang diperkaya dengan tepung protein ikan lele Dumbo, isolat protein kedelai

Sehingga saat beban puncak, sering terjadi trip pada MCB ( Miniature Circuit Breaker ) di kWh meter. Ini diakibatkan karena saat semua peralatan rumah tangga yang

Kantor Urusan Agama Kecamatan Ciomas memiliki tujuan yakni melaksanakan sebagian tugas pokok pemerintahan dalam bidang agama, dimana kantor tersebut berhadapan

Hasil observasi aktivitas siswa ini menentukan kepraktisan dari permainan Dart Periodic. Perolehan persentase observasi secara keseluruhan dari empat sikap yang

Game edukasi merupakan salah satu contoh yang dapat menjadi media peraga digital untuk membantu kegiatan sekolah minggu dalam proses belajar dan mengajar.. Game

Desa Umpanga Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali dengan keterlibatan masyarakat Desa Umpanga pada pengukuran kembali areal lokasi transmigrasi, pembukaan

(a) Panel Pemeriksa diberikan 5 minit untuk berbincang tentang prestasi pelajar semasa peperiksaan (long case & short case). (b) Pada akhir perbincangan,

Metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu