BUKU
Ahmadi, A. 1999. Psikologi Sosial. Rineka Cipta. Jakarta.
Amal, S.H. 1990. “ Sosialisasi dalam Keluarga” dalam Ihromi, T.O. “Para Ibu yang Berperan Tunggal dan yang Berperan Ganda.” FE. UI. Jakarta.
Anastasia, A. 1999. Psychological Testing 7th edition. Prentice Hall. Canada. Arliss, 1999. Gender Communication. Mc.Graw. Hill Inc. Indiana University. USA.
Balson, M. 1999. Becoming Better Parents Edisi ke-4. Terjemahan Sr. Alberta. Grasindo. Jakarta
Bandura, A. 1995. Social Learning Theory. Prentice-Hall. New Jersey.
Beebe S.A., Beebe S.J., and Redmond, M.V., 1999. Interpersonal Communication Relating To Others. Allyn and Bacon. USA.
Brigham, J.C. 1991. Social Psychology, 2nd. Harper Collins. New York.
Brofenbrenner, U.1979. The Ecology of Human Development. Harvard University Press. Cambridge.
Cangara, H. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Chairani, N dan Nurachmi, W. 2003. Biarkan Anak Bicara. Republika. Jakarta. Cherlin, A.J. 2002. Public and Private Families : An Introduction. Mc. Graw-Hill. New York
Chilman, S.C. 1988. Troubled Relationships : Families in Trouble Series. Sage Publications, California.
Clemes, H dan Bean, R. 2001. Melatih Anak Bertanggung Jawab. Terjemahan Anton Adiwiyoto. Mitra Utama. Jakarta.
DeVito, J. A. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Terjemahan Agus Maulana. Profesional Books. Jakarta.
Effendy, O.U. 1996. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Citra Aditya Bakti. Bandung.
Effendy, O.U. 2000. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya. Bandung.
91
Fisher, B.A. 1986. Teori-teori Komunikasi. Terjemahan Soejono Trimo. Remadja Karya. Bandung.
Frankl, V.E. 1972. Man’s Search For Meaning : An Introduction to Logotherapy. Beacon Press. Boston.
Gordon, M. 1978. The American Family. Past, Present and Future. Random House.
New York.
Gottman, J dan DeClaire, J. 1998. Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional. Terjemahan T. Hermaya. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Gunarsa, S.D. 1990. Dasar dan Teori Perkembangan Anak. BPK Gunung Mulia. Jakarta.
Hasbullah. 1999. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Hurlock, E.B. 1991. Perkembangan Anak. Terjemahan M. Tjandrasa dan M.
Zarkasih. Erlangga. Jakarta.
Ihromi, T.O. 1999. Bunga Rampai Sosiologi. Obor Indonesia. Jakarta.
Jenkins, W.K. 1995. “Communication In Families” In Day, R.D., Gilbert, K.R. dan Settles, B.H. “Research and Theory in Family Science. Cole. California. USA.
Karyadi, L.D. 1987. Ilmu Kehidupan Keluarga. Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Kincaid, D.L. dan Schramm W. 1987. Asas-asas Komunikasi Antar Manusia. LP3ES. Jakarta.
Lie, A dan Prasasti, S. 2004. 101 Cara Membina Kemandirian dan Tanggung Jawab Anak. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Marsuki. 1983. Metode Riset. FE – UII. Yogyakarta.
Mc Cleland, D. 1984. Motives, Personality and Society. Praeger. New York Millar, F.E. dan Roger, L.E. 1976. “ A Relational approach to Interpersonal
Communication.” In Miller, G.R. “ Explorations In Interpersonal Communication.” Sage Publications. Beverly Hills. London
Moleong, L.J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya. Bandung Morton, T.L., Alexander, J.F., dan Altman, I. 1976. “Communication and
Relationship Definition.” In Miller, G.R. “ Explorations In Interpersonal Communication.” Sage Publications. Beverly Hills. London.
Moss, S. dan Tubbs, S.L. 2001. Human Communication : Prinsip-Prinsip Dasar. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Mulyana, D. 1999. Dimensi- Dimensi Komunikasi. Alumni. Bandung
Mulyana, D. 2001. Pengantar Ilmu Komunikasi. Remaja Rosdakarya. Bandung Mussen, P.H., Conger, J.J., Kagan, J. dan Huston, A.C. 1989. Perkembangan dan
Kepribadian Anak. Terjemahan F.X. Widianto G. Dan Gayatri A. Arcan. Jakarta.
Nasution, S. 2003. Metode Research. Bumi Aksara. Jakarta.
Nock, S.L. 1987. Sociology of The Family. Prentice Hall. New Jersey.
Rakhmat, Jalaluddin. 2001. Psikologi Komunikasi. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Rogers, E.M. dan Kincaid, D.L. 1981. Communication Network toward a New Paradigm for Research. Free Press. New York.
Rutter, M. 1984. Maternal Deprivation. Second Edition. Penguin Book. New York.
Saxton, L. 1987. The Individual, Marriage dan The Family, Edisi 7. Wadsworth Belmont. California.
Sereno, KK dan Bodaken, EM. 1975. Trans-Per Understanding Human Communication. Houghton Mifflin. Boston. USA
Stewart dan Koch. 1983. Children Development Thought Adolescence. John Wiley & Sons. Canada.
Sudjana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Agensindo. Bandung
Suleeman, E. 1990. “Komunikasi dalam Keluarga.” dalam Ihromi, T.O. “Para Ibu yang Berperan Tunggal dan yang Berperan Ganda.” FE. UI. Jakarta.
Vembrianto, S.T. 1993. Sosiologi Pendidikan. Gramedia. Jakarta.
Wood, J.T. 2004. Communication Theories In Action. Thomson Wadsworth. Belmont. California. USA.
JURNAL/BULETIN
Andulhak, I dan Anwas, OM. 2004. Model Konvergensi dalam Komunikasi Pembelajaran. J. Teknodik 14 : 57 - 60
93
Dhamayanti, L.S. 2006. Kemandirian Anak Usia 2,5 – 4 Tahun Ditinjau dari Tipe Keluarga dan Tipe Pra Sekolah. J. Sosiosains. 19 : 42-52
Dimmick, J. 1976. Family Communication and TV Program Choice. J. Journalism Quarterly 3 : 720
Komar, M. 1998. Hubungan Antara Prestasi Belajar, Motivasi dan Kemandirian Santri : Sebuah Survey di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan. J. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Persada. 1 : 30-45
Lukman, Muhammad. 2000. Kemandirian Anak Asuh di Panti Asuhan Yatim Islam
Ditinjau dari Konsep Diri dan Kompetensi Interpersonal. J. Psikologika.10 :
57-74
Mianda N, Eriya. 2002. Peran Ibu Sebagai Single Parent. J. Interaksi. 01 : 45-50 Olsen, N.J. 1974. Family Structure and Socialization Patterns in Taiwan. J.
American Journal of Sociology. 6 : 1395 - 1417
Sheinkof, K.G. 1973. Family Communication Patterns and Anticipatory Socialization. J. Journalism Quarterly 4 : 26-27
Tarmudji, T. 2002. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Agresivitas Remaja. J. Pendidikan dan Kebudayaan 037 : 504-520
LAPORAN
BPS. 2001. Statistik Sosial Ekonomi 2001. Biro Pusat Statistik. Jakarta.
Djunanah.1999. Pengaruh Sikap Penerimaan Orang Tua dan Kemandirian Siswa SMU UII Yogyakarta. Laporan Penelitian (tidak diterbitkan).Lembaga
Penelitian Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.
Wahab, S.A. 1980. Pengasuhan Anak pada Masyarakat Kota di Kota Malang . Laporan Penelitian (tidak diterbitkan). Universitas Brawijaya. Malang.
Suyoto. 1982. Pola Asuhan Anak-anak Remaja Pada Berbagai Kelas Sosial di DaerahYogyakarta. Laporan Penelitian (tidak diterbitkan). FIP – IKIP Yogyakarta
INTERNET
Mutadin, Zainun. 2002. Kemandirian Sebagai Kebutuhan Psikologis Pada Remaja. http:// www. e-psikologi.com/remaja/250602.htm Diakses 20-11-2005
Gunadi, Paul. 2005. Yang Tak Tergantikan. http://www.telaga.org/artikel.php? Diakses 10-2-2006
SKRIPSI/TESIS/DISERTASI
Abhari, N. 1998. Beberapa Aspek Pengasuhan Anak Pada Keluarga Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Jabar. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Joewono. 2002. Parenting pada Ibu yang Bekerja Sebagai Profesional dengan Anak Usia 8-10 tahun. Tesis. Universitas Indonesia. Jakarta.
Kandoli, LN. 2000. Pola Pengasuhan Anak dan Penanaman Konsep Gender dalam Hubungannya dengan Tumbuh Kembang Anak pada Keluarga Etnik Jawa dan Minahasa. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Rahmah. 2004. Pengaruh Disiplin dan Lamanya Menetap di Pondok Pesantren Terhadap Kognisi Sosial dan Kemandirian Remaja. Tesis. Universitas
Gadjah Mada. Yogyakarta.
Ramdhani, M. 2006. Proses Belajar dan Tingkat Kecakapan Hidup Remaja Pengrajin Sandal Desa Cikaret Kecamatan Bogor Selatan. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Satoto. 1990. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang.
Wijaya, H. 1986. Hubungan Antara Asuhan Anak dan Ketergantungan Kemandirian. Disertasi. Universitas Padjajaran. Bandung.
SURAT KABAR/MAJALAH
Kompas. 2005. “Menjadi Orang Tua Tunggal.” HU. Kompas. 9 Januari 2005. (internet). http://www.kompas.co.id. Diakses 9-10-2005.
Kedaulatan Rakyat. 2006. “Peningkatan Angka Perceraian di DIY.” HU. Kedaulatan Rakyat, 30 Januari 2006. (internet).
http://www.kedaulatan-rakyat.com/article.php?sid=42538. Diakses12-2-2006
Lampiran 1 :
Alasan Cerai di Pengadilan Agama Kota Yogyakarta Tahun 2001-2005
Sumber : Pengadilan Agama Kota Yogyakarta, 2005
MORAL
MENINGGALKAN KEWAJIBAN
TERUS MENERUS
BERSELISIH
POLIGAMI TIDAK PENGA- DIHUKUM CACAT GANGGUAN TIDAK MURTAD ZINA
JUMLAH
TAHUN KRISIS TIDAK CEMBURU KAWIN EKONOMI TANGGUNG NIAYAAN BIOLOGIS PIHAK KE-3 HARMONIS
AKHLAK SEHAT PAKSA JAWAB
2001 13 - 1 3 6 107 4 2 2 45 117 4 - 304 2002 10 - - 1 1 135 - - 2 18 116 5 1 290 2003 17 - - - 5 107 - 1 5 35 91 5 - 266 2004 15 1 - 3 5 108 2 - - 26 144 4 1 309 2005 - - - - - 168 - - - - 165 3 4 340
96
Lampiran 2 :
Responden Orang Tua Tunggal yang Diwawancarai
Responden Usia (tahun)
Sanak (orang)
Pendidikan Pekerjaan Pola
Komunikasi Tingkat Kemandirian Anak O1 48 2 S1 Karyawan swasta
Transaksi Cukup mandiri
O2 40 3 SMU Wiraswasta Transaksi Sangat mandiri
O3 36 1 S1 PNS Interaksi Cukup mandiri
O4 35 2 S1 Karyawan
swasta
Interaksi Cukup mandiri
O5 34 2 SMU Wiraswasta Linier Cukup mandiri
O6 39 1 SMU Pemandu
wisata
Linier Cukup mandiri
O7 41 2 SD Buruh Linier Sangat mandiri
O8 42 2 S1 Wiraswasta Transaksi Cukup mandiri
O9 40 2 S1 Wiraswasta Interaksi Cukup mandiri
Lampiran 3 :
Karakteristik Laki-laki yang Bercerai di Pengadilan Agama Kota Yogyakarta Tahun 2001-2005 Karakteristik Laki-laki Bercerai Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 A.Usia (tahun) a. < 25 b. 25-35 c. 36-46 d. 47-57 e. 58-68 f. >68 23 150 154 44 4 6 13 163 128 61 5 2 36 165 124 22 5 - 24 118 120 38 8 1 19 179 166 38 10 1 Jumlah 381 372 352 309 413 B. Pendidikan a. Tidak sekolah b. SD c. SMP d. SMU/SMK e. D1 f. D2 g. D3 h. S1 j. S2 2 50 40 226 1 1 19 41 1 1 41 47 189 2 1 36 55 - 2 40 60 182 2 3 14 48 1 3 34 55 151 - 2 20 41 3 2 50 53 210 3 3 34 52 6 Jumlah 381 372 352 309 413 C. Pekerjaan a. Karyawan swasta b. Wiraswasta c. PNS d. ABRI e. Pensiunan e. Buruh f. Seniman g. Guru h. Dosen i. Dokter j. Sopir k. Satpam l. Mahasiswa m. Petani l. Tidak Bekerja 159 78 11 1 11 36 - 3 2 - 14 - 4 - 62 144 95 10 3 5 36 1 2 3 1 15 2 10 3 42 124 90 16 3 5 27 2 3 1 1 13 2 7 3 55 104 58 13 2 3 26 1 - 2 - 14 4 5 2 75 146 95 10 4 7 28 2 - - - 7 3 16 2 93 Jumlah 381 372 352 309 413
98
Lampiran 4 :
Karakteristik Perempuan yang Bercerai di Pengadilan Agama Kota Yogyakarta, Tahun 2001-2005 Karakteristik Perempuan Bercerai Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 A.Usia (tahun) a. < 25 b. 25-35 c. 36-46 d. 47-57 e. 58-68 f. >68 40 194 125 18 2 2 39 175 129 27 2 - 55 170 112 13 2 - 46 144 95 24 - - 43 197 148 22 3 - Jumlah 381 372 352 309 413 B. Pendidikan a. Tidak sekolah b. SD c. SMP d. SMU/SMK e. D1 f. D2 g. D3 h. S1 i . S2 3 58 82 188 2 2 20 26 - 1 31 80 178 1 4 25 51 1 3 31 73 183 3 3 17 38 1 3 27 62 145 2 3 18 46 3 6 32 66 216 3 4 34 50 2 Jumlah 381 372 352 309 413 C. Pekerjaan a. Karyawan swasta b. Wiraswasta c. PNS d. Buruh e. Pembantu f. Guru g. Dosen h.. Dokter i. Petani j. Seniman k. Pelajar/Mahasiswa l. Ibu Rumah Tangga
143 72 13 20 2 3 3 - 1 1 14 109 131 98 14 15 1 6 4 - 1 1 5 96 130 91 10 15 1 2 5 - - 1 8 89 98 77 22 15 6 2 1 1 - 2 2 83 158 111 17 13 - 1 2 1 - 1 3 106 Jumlah 381 372 352 309 413
Lampiran 5 :
Karakteristik Anak dan Hak Asuh Anak
Karakteristik Anak yang Diasuh Ibu
Karakteristik Anak Tahun
2001 2002 2003 2004 2005 A. Usia (tahun) a. < 5 b. 5-10 c. 11-15 e. > 15 38 33 14 2 33 27 5 1 42 48 20 2 39 50 27 4 53 49 9 1 Jumlah 88 66 112 120 112 B. Jenis Kelamin a. Laki-laki b. Perempuan 38 50 33 33 70 42 72 48 70 42 Jumlah 88 66 112 120 112
Sumber : Pengadilan Agama Yogyakarta, 2005
Karakteristik Anak yang Diasuh Bapak
Karakteristik Anak Tahun
2001 2002 2003 2004 2005 A. Usia (tahun) a. < 5 b. 5-10 c. 11-15 e. > 15 1 3 2 - - 2 1 - 4 4 4 1 3 5 1 1 3 3 - - Jumlah 6 3 13 10 6 B. Jenis Kelamin a. Laki-laki b. Perempuan 4 2 - 3 3 10 5 5 3 3 Jumlah 6 3 13 10 6
Sumber : Pengadilan Agama Yogyakarta, 2005
Karakteristik Anak yang Boleh Memilih Hak Asuh
Karakteristik Anak Tahun
2001 2002 2003 2004 2005 A. Usia (tahun) a. 5 - 10 b. 11-15 c. > 15 - 4 - - 1 - - 2 5 - - 2 1 4 6 Jumlah 4 1 7 2 11 B. Jenis Kelamin a. Laki-laki b. Perempuan - 4 1 - 2 5 1 1 5 6 Jumlah 4 1 7 2 11
100
Lampiran 6 :
Karakteristik Responden Orang Tua Tunggal, Yogyakarta, 2006
Karakteristik Orang Tua Tunggal Jumlah
(Orang) Persentase (%) A. Usia (tahun) a. 30 - 35 10 40 b. 36 - 46 11 44 c. 47 - 57 4 16
B. Jumlah Anak (orang)
a. 1 12 48 b. 2 10 40 c. 3 2 8 d. > 3 1 4 C. Pendidikan a. SD 3 12 b. SMP 1 4 c. SMU 10 40 d. D1 1 4 e. D3 2 8 f. S1 7 28 g. S2 1 4 D. Pekerjaan a. Karyawan swasta 10 44 b. Wiraswasta 8 32 c. PNS 4 16 d. Buruh 3 12 E. Pendapatan (Rupiah) a. < 1 juta 13 52 b. 1 - 2 juta 10 40 c. > 2 juta 2 8
F. Lama Waktu Bekerja Sehari
a. < 8 jam 6 24
b. 8 - 10 jam 17 68
c. > 10 jam 2 8
G. Lamanya Penggunaan Media Seminggu
a. 1 - 3 jam 7 28
b. 3 - 5 jam 5 20
c. 5 - 7 jam 6 24
d. > 7 jam 7 28
H. Lamanya Melakukan Kegiatan Sosial Seminggu
a. Tidak ada 10 40
b. 2 - 4 jam 13 52
Lampiran 7 :
Karakteristik Responden Anak dari Orang Tua Tunggal, Yogyakarta, 2006
Karakteristik Anak Jumlah Persentase
(25) (%) A. Jenis Kelamin a. Laki- laki 9 36 b. Perempuan 16 64 B. Usia (tahun) a. 7 - 9 9 36 b. 10 - 12 16 64 C. Jumlah saudara a. Tidak ada 10 40 b. 1 9 36 c. 2 4 16 d. > 2 2 8 D. Status Sekolah a. Negeri 13 52 b. Swasta 12 48
E. Lama Penggunaan Media Seminggu (Jam) a. 1-3 jam 1 4 b. 3-5 jam 2 8 c. 5-7 jam 3 12 d. > 7 jam 19 76