DAFTAR PUSTAKA
Bambang, A.M. 1988. Mengelola Itik. Cetakan Pertama. Kanisius. Jakarta Baglaicca, M., M. Marzoni., G. Pact., and C. Petrocelli. 1995 . “Effect of
warming treatments during duck egg storage on incubation performance”.
Proceedings 10th European Symposium on Waterfowl. World's Poultry
Science Association, Halle (Saale) Germany, pp. 299-302
Blakely, J. dan D.H. Bade. 1998. Ilmu Peternakan. Edisi Keempat. Terjemahan: Bambang Srigandono. Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta
Bogenfurst, F. 1995. “The current state of incubation in waterfowl” .
Proceedings 10th European Symposium on Waterfowl. World's Poultry
Science Association, Halle (Saale) Germany, pp. 241-256
Brahmantiyo, B. dan L. Prasetyo. 2002. “Pengaruh bangsa itik alabio dan
mojosari terhadap performan reproduksi”. Prosiding Lokakarya Unggas Air.
Bogor, 6−7 Agustus 2001. hlm. 73−78
Buhr, R.J. and J.L. Wilson. 1991. “Incubation relative humidity effect on allantoic fluid volume and hatchability”. Poultry Sci. Poscal 70 (Suplement 1) 1-188
Card, L.E. and M.C. Nesheim. 1972. Poultry Production.1 1th Ed. Lea and Febriger, Philadelphia
Christensen, V.L. 2001. “Factors associated with early embryonic mortality”.
World’s Poultry Sci Journal, Vol. 57:359-372
Daulay, A.H., Soehady, A., dan Agus, S. 2008. “Pengaruh umur dan frekuensi pemutaran terhadap daya teta dan mortalitas telur ayam arab (Gallus
turcicus)”. Jurnal Agribisnis Peternakan Vol. 1, No 4
Direktorat Jendral Peternakan. 2001. Buku Statistik Peternakan. Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan, Departemen Pertanian RI, Jakarta
Fasenko, G.M., R.T. Hardin., and F.E. Robinson. 1992. “Relationship of hen age and egg sequence position with fertility, hatchability, viability and pre incubation embryonic development in broiler breeders”. Poultry Sci.
71:1374-1384
Gunawan, H. 2001. “Pengaruh Bobot Telur terhadap Daya Tetas serta Hubungan Antara Bobot Telur dan Bobot Tetas Itik Mojosari”. Skripsi. Fakultas
Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Gvaryahu, G., B. Robinzon., A. Meltzer., M. Perek., and N. Snapir. 1984. “Artificial insemination and natural mating in the rossbreeding of the
muscovy drakes and the pekin ducks”. Poultry Sci, 1984, 63 (2) :pp 386-387
Hardjosworo, P.S., D. Sugandi., dan D.J. Samosir. 1980. “Pengaruh Perbedaan Kadar Protein Dalam Ransum Terhadap Pertumbuhan dan Kemampuan Berproduksi Itik Yang Dipelihara Secara Terkurung”. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Hasan, S.M., A.A Siam., M.E. Mady., and A.L. Cartwright. 2005. “Physiology, endocrinology, and reproduction: egg storage period and weight effect on hatchability”. J. Poultry Sci. 84: 1908-1912
Hermawan, A. 2000. “Pengaruh bobot dan indeks telur terhadap jenis kelamin anak ayam kampung pada saat menetas”. Karya Ilmiah. Fakultas
Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Indarwati, A. 1991. “Pengaruh Posisi Letak Telur Itik Tegal Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang Terhadap Daya Tetas dan Mortalitas Embrio”. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor Jassim, E.W., M. Grossman., W.J. Koops., and R. Luykx. 1996. “Multiphasic
analysis of embrionic mortality in chickens”. Poultry Sci. 75:464-471 Jayasamudra, D.J dan B. Cahyono. 2005. Pembibitan Itik . Penebar Swadaya.
Jakarta
Kaharudin, D. 1989. “Pengaruh Bobot Telur Tetas terhadap Bobot Tetas, Daya Tetas, Pertambahan Berat Badan dan Angka Kematian Sampai Umur 4 Minggu Pada Puyuh Telur (Coturnix-coturnix japonica)”. Laporan
Karnama, I.K. 1996. “Studi Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Daya Tetas Telur Itik Bali Pada Penetasan Tradisional Dengan Gaban”. Tesis. Program Studi Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Kortlang, C.F.H.F. 1985 . The Incubation of Duck Egg. In : Duck Production Science and World Practice . Farrell, D.J . and Stapleton, p. (ed) . University of New England, pp . 168-177
Koswara, S. 1997. “Teknik pengawetan telur segar”. Poultry Indonesia 113: 18-19
Kurtini, T. 1988. “Pengaruh Bentuk dan Warna Kulit Telur Terhadap Daya Tetas dan Sex Ratio Itik Tegal.” Tesis. Fakultas Pascasarjana, Universitas
Padjadjaran. Bandung
Kusmidi, L. 2000. “Produktivitas Itik Manila (Cairina moschata) di Tiga Desa Yang Berbeda Topografinya di Kabupaten Cianjur”. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Lasmini, A., R. Abdelsamie., dan N.M. Parwati. 1992. “Pengaruh cara penetasan terhadap daya tetas telur itik tegal dan alabio.” Prosiding
Pengolahan dan Komunikasi Hasil-hasil Penelitian. Unggas dan Aneka
Ternak. Balai Penelitian Ternak, Ciawi. Bogor
Listiowati, E. dan K. Roospitasari. 1995. Puyuh, Tata Laksana Budidaya Secara
Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta
Lundy, H. 1969 . A Review of the Effect of Temperature, Humidity, turning and gasseous environment in the incubator on the hatchability of the hen's eggs.
In The Fertility and Hatchability of Hen's Egg. (Eds.). Carter, T.C . and
Freeman, B.M. Edinburg: pp 143-176
Lyons, J.J. 1998. Small Flock Series : Incubation of Poultry. Agricultural publications G*353-New january 15. University of Missouri.
http://muexetension.missouri.edu/xplor/agguides/poultry/908353.htm. [3 September 2002]
Mayes, F.J. and M.A. Takeballi. 1984. “Storage of the eggs of the fowl. (Gallus domesticus) Before Incubation : A Review”. World's Poultry Science
Meijerhof, R. 1992. “Pre-incubation holding of hatching eggs”. World's Poultry
Science Journal 48 (1) : 57 - 68
North, M.O. and D.D. Bell. 1990. Commercial chicken Production Manual. 4 th Ed. Avi Publishing Company. Connecticut
Oluyemi, J.A. and F.A. Roberts. 1980. Poultry Production in Warm Wet
Climates. Macmillan Tropical Agriculture, Horticulture and Aplied Ecology
Series. The Macmillan Press Ltd. London and Basingstoke
Paimin, F.B. 2003. Membuat dan Mengelola Mesin Tetas. Cetakan keenam belas. Penebar Swadaya. Jakarta
Peebles, E.D and J. Brake. 1985. “Relationship of egg shell porosity of stage of embrionic development in broiler breeders”. Poult. Sci. 64(12): 2388 Purba, T.K. 1981. Pendidikan Ketrampilan Penetasan. Karya UNI Press.
Jakarta
Purna, K.I. 1999. “Aspek Genetik Kelenturan Fenotipik Produksi dan Kualitas Telur Itik Lokal Sebagai Respon Terhadap Perubahan Aflatoksin Dalam Ransum”. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor Rahn, H., C.V. Paganelli., and A.R. Amos. 1987. Pores and gas exchange of
avian eggs: A review. The journal of experimental zoology suplement 1: 165-172
Ranto dan M. Sitanggang. 2007. Panduan Lengkap Beternak Itik. Agromedia Pustaka. Jakarta
Rasyaf, M. 1998. Pengelolaan Penetasan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta Riyanto, A. 2002. Sukses Menetaskan Telur Ayam. Cetakan ketiga. Agromedia
Pustaka. Jakarta
Rohaeni, E.S., A. Subhan., dan A.R. Setioko. 2005. “Usaha penetasan itik alabio sistem sekam yang dimodifikasi di sentra pembibitan Kabupaten Hulu Sungai Utara”. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan
Romanoff , A.L. and A.J. Romanoff. 1963. The Avian egg 2nd Ed. John Wiley and Sons, Inc. New York
Rose. 1997. Principles of Poultry Science. Cab. International, United Kingdom Rusandih. 2001. “Susut Tetas dan Jenis Kelamin Itik Mojosari Berdasarkan
Klasifikasi Bobot dan Nisbah Kelamin”. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Samosir, D.J. 1983. Ilmu Ternak Unggas. Gramedia. Jakarta
Sarengat, W. 1989. “Inventarisasi nama-nama jenis berdasarkan warna pada itik lokal di daerah Magelang dan Tegal”. Prosiding seminar nasional tentang
unggas lokal. Universitas Diponegoro. Semarang
Setiadi, P., A. Lasmini., A.R. Setioko., dan P. Sinurat. 1992. “Pengujian metode penetasan telur tik tegal di pedesaan”. Prosiding Pengolahan dan
Komunikasi Hasil-hasil Penelitian. Unggas dan Aneka Ternak. Balai
Penelitian Ternak, Ciawi
Setioko, A.R. 1992. “Teknik penetasan telur itik.” Makalah Temu Tugas dalam
Aplikasi Teknologi Bidang Peternakan. Pusat Perpustakaan Pertanian dan
Komunikasi Penelitian. Badan Litbang Pertanian. hlm. 142−152
Setioko, A.R., A. Syamsudin., M. Rangkuti., H. Budiman., A. dan Gunawan. 1994. “Budidaya ternak itik.” Publikasi Teknis. Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian . Badan Litbang Pertanian
Setioko, A.R. dan E.S. Rohaeni. 2002. “Pemberian bahan pakan lokal terhadap produktivitas itik alabio”. Prosiding Lokakarya Unggas Air. Bogor, 6−7 Agustus 2001. hlm. 129−138
Shanawany, M.M. 1987. “ Hatching weight in relation to egg weight in domestic birds”. World’s Poultry Sci. Journal. 43 (2): 107-114
Simanjuntak, L. 2002. Tiktok Unggas Pedaging Hasil Persilangan Itik dan
Entok. Agromedia Pustaka. Jakarta
Srigandono, B. 1996. Kamus Istilah Peternakan. Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta
. 1998. Ilmu Unggas Air. Cetakan ketiga. Gajah Mada University Press. Yogyakarta
Steel, R.G.D dan J.H. Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika. Edisi kedua. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Suarez, M.E., H.R. Wilson., B.N. Mcpherson., F.B. Mather., and C.J. Wilcox. 1996. “Low temperature effect on embrionic development and hatch time”.
Poultry Sci. 75: 1321-1331
Sudaryani, T. H, dan Santoso. 1994. Pembibitan Ayam Ras. Penebar Swadaya. Jakarta
. 2001. Pemeliharaan Ayam Ras Petelur Di
Kandang Baterai. Cetakan Kelima. Penebar Swadaya. Jakarta
Sudaryani, T. 2003. Kualitas Telur. PT. Penebar Swadaya. Jakarta Suharno, B dan K. Amri. 2003. Beternak Itik Secara Intensif. Cetakan
kedelapan. Penebar Swadaya. Jakarta
Suprijatna, E., U. Atmomarsono., dan R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak
Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta
Tai, C. 1985. Duck breeding and artificial insemination in Taiwan. In : Duck Production Science and World Practice . Farrell, D. J . and Stapleton, p. (ed). University of New England, pp . 193-203
Tona, K., F. Barnelis., B. De Ketelaere., V. Bruggeman., and E. Decuypere. 2002. “Education and Production: Effect of induce molting on albumen quality, hatchability, and chick body wieght from broiler breeders”.
J. Poultry Sci. 81:327-332
Tullet, S. G. And F.G. Burton. 1982. “Factor affecting the weight and water status of chick and hatch”. British Poult.Sci. 32: 361-369
Wahyuni, S. 1989. “Pengaruh Imbangan Asam Amino Dengan Energi Metabolis Dalam Ransum Terhadap Performa Itik Mojosari”. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor
Weis, J., C. Hrncarl., G. Pall., B. Baranskal., J. Bujko., and L. Malikova. 2011. “Effect of the egg size on egg loses and hatchability of the muscovy duck”.
Whendrato, I. dan M. Madya. 1998. Beternak Itik Tegal secara Populer. Eka Offset. Semarang
Wibowo, B., E.T. Antawidjaja., E. Basuno., I.A.K. Bintang., dan S. Iskandar. 1995. “Pengaruh suplementasi pada dedak dengan dan tanpa pemisahan DOD secara dini terhadap produktivitas entok di pedesaan”. Prosiding Seminar Peternakan dan Forum Peternakan Ternak Unggas dan Aneka
Ternak. Kumpulan Hasil-hasil Penelitian APBN 1994/1995. Balai Penelitian
Ternak. Ciawi
Windyarti, S.S. 1998. Beternak Itik Tanpa Air. Penebar Swadaya. Jakarta Yuwanta, T. 1983. Beberapa Metoda Praktis Penetasan Telur. Fakultas
Peternakan, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta