79
Daftar Pustaka
American Lung Association (2007), Air Quality, www.lungusa.org, Januari 2008. Antaruddin (2003), Pengaruh Debu Padi pada Faal Paru Pekerja Kilang Padi Yang Merokok dan Tidak Merokok, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara.
BSW (2000), Sistem Pernafasan Manusia, www.e-smartschool.com, Agustus 2007.
CEPA (2001), A Guide to Health Risk Assessment, www.oehha.ca.gov, Desember 2007.
Cepiar, (2007), Proses Pembuatan Cetakan Pasir, cepiar.wordpress.com, Mei 2008.
Chaerani, I. (2003), Evaluasi Budaya K3 pada Divisi Tempa dan Cor di PT. X, Tugas Akhir Program Sarjana, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.
Dirgawati, M. (2007), Hubungan dan Analisis Resiko Kualitas Udara Ambient Terhadap Mortalitas dan Morbiditas di Kawasan Pemukiman, Industri dan Padat Lalu Lintas Kota Bandung, Tesis Program Pasca Sarjana, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung. Graham, R.L. (2007), Crystalline Silica - A Serious Health Hazard, www.doli.virginia.gov.pdf, Agustus 2007.
Gratt, K. B. (1996), Air Toxic Risk Assessment and Management, Van nostrand Renhold.
Hallenbeck, William H. (1993), Quantitative Risk Assessment for Environmental and Occupational Health. Lewis Pub, Tokyo.
Koo, J.W., C.K. Chung, C.Y. Park, S.H. Lee, K.S. Lee, Y.M. Roh, H.W. Yim, (2000), The Effect of Silica Dust on Ventilatory Function of Foundry Workers, Department of Preventive Medicine, College of Medicine, The Catholic University of Korea, Journal of Occupational Health, 42, 251–257.
Labaik, G., (2008), Kajian Terhadap Bentonit di Kabupaten Tasikmalaya dan Kemungkinannya Dijadikan Bahan Pembersih Minyak Sawit (CPO), www.dim.esdm.go.id, Mei 2008.
Lawrence, M. (1987), Pulmonary Physiology in Clinical Practice the Essentials for Patient Cave and Evaluation, The C.V. Mosby Company, Toronto.
80
Medicastore (2004), Apotik on Line dan Media Informasi Obat-Penyakit, www.medicastore.com, Januari 2008
NIOSH (2002), Health Effects of Occupational Exposure to Respirable Crystalline Silica, Department of Health and Human Services, Cincinnati.
Olishifski, Julian B dan Frank E McElroy (1971), Fundamental of Industrial Hygiene. National Safety Council, Chicago.
OSHA, (2008), Chapter 8 Sampling Dust in the Work Environment, www.osha.gov, Mei, 2008.
Pudjiastuti, W. (2002), Debu Sebagai Bahan Pencemar yang Membahayakan Kesehatan Kerja, www.depkes.go.id, Juni 2007.
Pringadi, B., (1992), Pengaruh Debu Semen Terhadap Penurunan FEV1.0 pada Masyarakat Yang Tinggal di Sekitar Pabrik Indocement Tunggal Prakarsa, Tugas Akhir Program Sarjana, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.
Ruppel, G. (2008), AARC Clinical Practice Guideline Static Lung Volumes: 2001 Revision and Update, www.rcjournal.com, Mei 2008.
Scintag (1999), Basic of X-Ray Diffraction, www.scintag.com, Desember 2007. Setiadji, S., B. Nur, B. Gunawan (1981), Uji Faal Paru, Cermin Dunia Kedokteran, 4, 7-11.
Sheehy J.W.(2006), In-Depth Survey Report of a Demonstration and Evaluation of Roofing Tile Saws and Cutters Controlling Respirable and Crystalline Silica Dust, U.S. Department of Health and Human Services, Ohio.
Smith, B. (2007), Energy and The Human Body Activities Respiratory System and High Altitude, www.byronsmith.html, Desember 2007.
Soemirat, Juli (2000), Bahan Kuliah Analisis Risiko, Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung. Soemirat, Juli (2005), Epidemiologi Lingkungan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Soemirat, Juli (2006), Diktat Higiene Industri, Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.
Spirexpert (2007), Spirometri and Lung Function Testing, www.spirexpert.com, November 2007.
81
UIC (2007), The Circulatory, Respiratory, and Digestive Systems, www.uic.edu.htm, Juli 2007.
USEPA, (1989), Risk Assessment Guidance for Superfund, Volume I, Human Health Evaluation Manual (Part A) Interim Final. Office of Emergency and Remedial Response, EPA/540/1-89/002. United States Environmental Protection Agency.
Wadjdi, F., (2008), Jenis-Jenis Sampling, www.geocities.com, Juni 2008. Wight G.D., (1994), Fundamental of Air Sampling, Lewis Publishers, Florida, 189 Yunus, F. (1997), Dampak Debu Industri Pada Paru Pekerja dan Pengendaliannya,
Cermin Dunia Kedokteran, 115, 45-51.
Yunus, F. (1996), Dampak Debu Besi Baja terhadap Kelainan Faal Paru dan Foto Toraks Pekerja pada Bengkel Pisau di BTK Bandung, Indonesia, Majalah Kedokteran Indonesia, 53 , 5-16.
Yunus, F. (1993), Uji Faal Paru Penyakit Paru Obstruktif, Cermin Dunia Kedokteran, 84, 19-22.
LAMPIRAN A
KUESIONER
LAMPIRAN B
DATA PENELITIAN
LAMPIRAN C
LAMPIRAN D
PERHITUNGAN
LAMPIRAN E
LAMPIRAN F
LAMPIRAN G
LAMPIRAN H
KUESIONER
I. Data Umum Responden
Nama : ... Jenis Kelamin : L / P *
Berat / Tinggi Badan : ...(Kg)/...(cm)
Usia : ...(tahun) Bangsa / Suku : .../...
Alamat : ...
... Bekerja di Bagian : ...
Pendidikan Terakhir (Tamat) : ...
II. Perilaku Responden
1. Apakah Saudara merokok : Ya Tidak
• Jika ya, berapa banyak Saudara merokok dalam 1 hari : Kurang dari 6 batang
6-12 batang
Jumlah lain, (sebutkan)...
2. Apakah Saudara suka minum susu : Ya Tidak 3. Apakah anda suka berolah-raga : Ya Tidak
• Jika ya, berapa kali anda berolah raga dalam sebulan...(kali) 4. Berapa kali biasanya Saudara makan dalam 1 hari :
1 kali 3 kali
2 kali Lebih dari 3 kali
5. Apakah Saudara menggunakan masker selama bekerja : Ya Tidak
• Jika ya, apakah Saudara selalu memakai masker pada saat bekerja : Selalu Sesekali
Saat-saat tertentu jika, (sebutkan)...
III. Atribut Responden
1. Sudah berapa lama Saudara bekerja di perusahaan ini :
... tahun... bulan 2. Apakah sebelumnya anda pernah bekerja di perusahaan lain :
Ya Tidak
• Jika ya, jenis pekerjaan apa yang anda lakukan... • Berapa lama anda bekerja di tempat tersebut... 3. Berapa jauh jarak antara rumah dan tempat kerja Saudara
Kurang dari 5 Km Lebih dari 10 Km
5-10 Km
4. Bagaimana Saudara pergi ke tempat kerja :
Jalan Kaki Naik Sepeda Motor
Naik Angkutan Umum Naik Mobil
Naik Sepeda
5 Apakah selama Saudara bekerja pernah mengalami keluhan kesehatan : Ya Tidak
• Jika ya, apa keluhannya : Sesak
Batuk
Gangguan pernapasan lainnya, sebutkan... • Apakah sekarang Saudara masih mengalami keluhan tersebut
Ya Tidak
---
Ket : Beri tanda silang pada jawaban yang sesuai * Coret yang tidak perlu
”
Terima Kasih Atas Partisipasi Saudara Dalam
Penelitian Ini
”
I. Data Pribadi Pekerja Bagian Olah Pasir No. Kode Pekerja Usia (Th) Tinggi Bdn (cm) Berat Bdn (Kg) Lama Kerja (Th) Merokok Btg/hr Olah Raga/bln T. Ruang (Kelvin) T. Badan (Kelvin) P. Baromerik (mmHg) Brt Debu (μg) FEV1.0 BTPS (liter) Bekerja Bagian 1 O1 30 164 53 7 >12 0 304 309,8 638,04 2857 3,02 Olah Pasir 2 O2 23 166 55 4 6─12 5 304 309,6 638,04 3254 3,65 Olah Pasir 3 O3 25 163 46 4 <6 0 304 309,8 638,04 3052 2,76 Olah Pasir 4 O4 43 162 67 19 <6 1 304 309,7 638,04 2683 3,31 Olah Pasir
II. Data Pribadi Pekerja Bagian Cetak Pasir
No. Pekerja Kode Usia (Th)
Tinggi Bdn (cm) Berat Bdn (Kg) Lama Kerja (Th) Merokok Btg/hr Olah Raga/bln T. Ruang (Kelvin) T. Badan (Kelvin) P. Baromerik (mmHg) Brt Debu (μg) FEV1.0 BTPS (liter) Bekerja Bagian 1 C1 25 173 54 4 6─12 4 304 309,6 638,04 2769 3,28 Cetak Pasir 2 C2 27 172 59 5 0 4 304 309 638,04 2192 3,64 Cetak Pasir 3 C3 28 170 54 7 <6 4 305 308,4 638,55 2135 3,43 Cetak Pasir 4 C4 27 170 51 7 6─12 4 305 309,4 638,55 2525 2,88 Cetak Pasir 5 C5 33 170 53 7 6─12 2 303 310 639,31 1823 3,51 Cetak Pasir 6 C6 40 170 54 15 6─12 1 303 309,4 639,31 2021 2,67 Cetak Pasir 7 C7 53 162 60 20 >12 0 303 308,9 639,31 1758 2,91 Cetak Pasir 8 C8 54 163 61 29 >12 0 303 308,1 639,31 1986 1,86 Cetak Pasir 9 C9 45 172 54 18 >12 0 303 310 638,81 1192 4,00 Cetak Pasir 10 C10 40 170 63 16 6─12 8 303 310 638,81 1536 3,43 Cetak Pasir 11 C11 32 175 65 7 6─12 4 305 309,3 638,55 98 3,63 Crane B-1
III. Data Pribadi Pekerja Bagian Disamatic Line No. Kode Pekerja Usia (Th) Tinggi Bdn (cm) Berat Bdn (Kg) Lama Kerja (Th) Merokok Btg/hr Olah Raga/bln T. Ruang (Kelvin) T. Badan (Kelvin) P. Baromerik (mmHg) Brt Debu (μg) FEV1.0 BTPS (liter) Bekerja di Bagian 1 D1 35 165 63 14 >12 8 302 308,6 639,82 341 3,51 Disamatic line 2 D2 28 167 52 7 6─12 4 301 309,3 639,82 354 3,42 Disamatic line 3 D3 28 163 70 7 6─12 4 303 310 640,58 402 3,26 Disamatic line 4 D4 36 167 74 16 0 3 304 308,9 639,82 287 3,88 Disamatic line 5 D5 24 172 67 7 0 4 303 309,7 640,58 316 3,74 Disamatic line 6 D6 44 172 67 23 0 4 303 309,3 640,58 289 2,98 Disamatic line
IV. Data Pribadi Pekerja Bagian Furan Line No. Kode Pekerja Usia (Th) Tinggi Bdn (cm) Berat Bdn (Kg) Lama Kerja (Th) Merokok Btg/hr Olah Raga/bln T. Ruang (Kelvin) T. Badan (Kelvin) P. Baromerik (mmHg) Brt Debu (μg) FEV1.0 BTPS (liter) Bekerja di Bagian 1 F1 23 164 48 4 0 4 302 309,7 638,3 1572 2,12 Furan line 2 F2 31 170 60 7 6─12 4 304 308,7 640,58 950 3,66 Furan line 3 F3 34 169 55 8 >12 0 302 309,6 638,3 1052 3,45 Furan line 4 F4 22 158 62 2 <6 4 301 310,4 639,82 425 3,10 Furan line 5 F5 22 167 52 3 0 0 304 308,6 640,58 530 3,09 Furan line 6 F6 27 162 44 6 6─12 1 302 309,8 638,3 138 3,18 Furan line 7 F7 26 163 52 5 6─12 0 302 310 638,3 381 3,43 Furan line 8 F8 29 165 58 7 <6 0 301 309,8 639,57 106 4,26 Furan line 9 F9 42 167 72 18 0 2 301 309,1 639,82 254 3,00 Furan line B-2
V. Data Pribadi Pekerja Bagian Perkakas Tempa No. Kode Pekerja Usia (Th) Tinggi Bdn (cm) Berat Bdn (Kg) Lama Kerja (Th) Merokok Btg/hr Olah Raga/bln T. Ruang (Kelvin) T. Badan (Kelvin) P. Baromerik (mmHg) Brt Debu (μg) FEV1.0 BTPS (liter) Bekerja di Bagian 1 K1 26 167 55 6 6─12 1 304 309,5 639,06 28 4,65 Perkakas 2 K2 26 165 56 1 0 3 304 308,8 639,06 30 3,53 Perkakas 3 K3 29 173 80 6 0 4 304 308,1 639,06 47 4,13 Perkakas 4 K4 25 163 60 3 6─12 2 304 310 645,16 16 3,91 Perkakas 5 K5 26 162 61 6 <6 4 304 309,6 645,16 34 3,88 Perkakas 6 K6 26 168 64 6 0 4 304 308,8 645,16 36 4,00 Perkakas 7 K7 24 167 57 6 0 20 304 309,9 645,16 22 4,81 Perkakas 8 K8 30 166 50 6 >12 0 305 309,4 639,82 43 3,92 Perkakas 9 K9 27 163 52 7 <6 4 304 309,7 639,82 31 4,18 Perkakas 10 K10 28 165 68 6 >12 2 304 309,5 639,82 18 4,80 PPC 11 K11 23 169 64 5 0 0 304 310 639,57 32 3,44 PPC 12 K12 36 166 73 18 >12 0 305 310,1 638,55 39 3,65 Perkakas 13 K13 40 163 45 17 >12 1 301 309,6 639,82 42 3,63 Perkakas 14 K14 40 162 68 15 6─12 0 304 309 639,06 36 3,23 PPC 15 K15 47 170 69 20 0 4 304 310,1 639,06 28 3,55 PPC 16 K16 42 170 72 17 6─12 4 304 309,4 639,06 21 4,36 PPC 17 K17 43 155 70 18 0 1 304 309,8 638,55 41 3,11 PPC 18 K18 54 170 70 30 6─12 1 304 309,8 638,3 39 2,83 PPC 19 K19 44 168 74 20 6─12 2 304 309,9 638,3 37 3,25 PPC 20 K20 28 166 60 6 <6 0 303 309,6 638,3 34 3,50 Perkakas 21 K21 40 165 76 13 <6 4 303 307,7 639,06 40 4,27 Mutu 22 K22 39 165 61 19 >12 1 304 310,5 638,81 35 3,01 Mutu 23 K23 40 162 59 17 6─12 0 304 307,4 638,55 32 2,45 Mutu 24 K24 25 162 50 6 <6 4 303 309,8 638,81 22 3,02 Pemeliharaan 25 K25 25 165 57 1 6─12 4 303 310,2 638,55 33 3,78 Pemeliharaan B-3
V. Data Pribadi Pekerja Bagian Perkakas Tempa (lanjutan) No. Kode Pekerja Usia (Th) Tinggi Bdn (cm) Berat Bdn (Kg) Lama Kerja (Th) Merokok Btg/hr Olah Raga/bln T. Ruang (Kelvin) T. Badan (Kelvin) P. Baromerik (mmHg) Brt Debu (μg) FEV1.0 BTPS (liter) Bekerja di Bagian 26 K26 25 163 58 6 6─12 0 304 310,4 638,81 28 3,72 Pemeliharaan 27 K27 27 161 53 0,25 <6 4 304 310,5 638,81 31 3,42 Pemeliharaan 28 K28 31 160 59 0,25 >12 3 304 310,1 638,81 27 3,07 Pemeliharaan 29 K29 43 165 59 19 >12 1 304 309,6 639,57 35 3,10 Pemeliharaan 30 K30 35 170 60 6 >12 4 304 310,4 638,55 23 4,95 Perkakas
Keterangan : PPC = Production Planning Control
VI. Atribut Pekerja Bagian Olah Pasir
No. Pekerja Kode Kebangsaan Kelamin Jenis Minum Susu Raga/BlnOlah (Kali) Makan/ Hari (Kali) Pemakaian Masker Jarak Rumah-Kantor Cara Pergi ke Kantor Keluhan Kesehatan (Respirasi) Pekerjaan Sebelumnya Pendidikan Terakhir
1 O1 Indonesia Pria Ya 0 3 Saat banyak debu <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
2 O2 Indonesia Pria Ya 5 3 Tidak <5km Motor BatukÆtdk Tidak STM
3 O3 Indonesia Pria Ya 0 3 Sesekali <5km Motor SesakÆmsh Tidak STM
4 O4 Indonesia Pria Ya 1 3 Sesekali <5km Motor BatukÆtdk Tidak STM
VII. Atribut Pekerja Bagian Cetak Pasir
No. Pekerja Kode Kebangsaan Kelamin Jenis Minum Susu
Olah Raga/Bln (Kali) Makan/ Hari (Kali) Pemakaian Masker Jarak Rumah-Kantor Cara Pergi ke Kantor Keluhan Kesehatan (Respirasi) Pekerjaan
Sebelumnya Pendidikan Terakhir
1 C1 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak 5-10km Motor Tdk pernah Tidak STM
2 C2 Indonesia Pria Ya 4 3 Sesekali 5-10km Motor Tdk pernah Tidak STM
3 C3 Indonesia Pria Ya 4 3 Saat banyak debu <5km Motor BatukÆtdk Tidak STM
4 C4 Indonesia Pria Ya 4 3 Sesekali 5-10km Motor Tdk pernah Tidak STM
5 C5 Indonesia Pria Ya 2 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
6 C6 Indonesia Pria Ya 1 3 Sesekali 5-10km Motor BatukÆmsh Tidak STM
7 C7 Indonesia Pria Tidak 0 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
8 C8 Indonesia Pria Ya 0 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
9 C9 Indonesia Pria Ya 0 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
10 C10 Indonesia Pria Ya 8 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
11 C11 Indonesia Pria Ya 4 >3 Saat banyak debu <5km Motor BatukÆtdk Op. msn STM
VIII. Atribut Pekerja Bagian Disamatic Line
No. Pekerja Kode Kebangsaan Kelamin Jenis Minum Susu Raga/BlnOlah (Kali) Makan/ Hari (Kali) Pemakaian Masker Jarak Rumah-Kantor Cara Pergi ke Kantor Keluhan Kesehatan (Respirasi) Pekerjaan
Sebelumnya Pendidikan Terakhir
1 D1 Indonesia Pria Tidak 8 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
2 D2 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak >10km Motor BatukÆtdk Tidak STM
3 D3 Indonesia Pria Ya 4 2 Sesekali <5km Motor Tdk pernah Buruh STM
4 D4 Indonesia Pria Ya 3 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
5 D5 Indonesia Pria Ya 4 >3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
6 D6 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak D1
IX. Atribut Pekerja Bagian Furan Line
No. Pekerja Kode Kebangsaan Kelamin Jenis Minum Susu Raga/BlnOlah (Kali) Makan/ Hari (Kali) Pemakaian Masker Jarak Rumah-Kantor Cara Pergi ke Kantor Keluhan Kesehatan (Respirasi) Pekerjaan Sebelumnya Pendidikan Terakhir
1 F1 Indonesia Pria Ya 4 2 Saat banyak debu <5km Angkot BatukÆtdk Office Boy STM
2 F2 Indonesia Pria Ya 4 3 Sesekali <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
3 F3 Indonesia Pria Ya 0 3 Tidak <5km Sepeda Tdk pernah Tidak STM
4 F4 Indonesia Pria Ya 4 >3 Tidak >10km Angkot Tdk pernah Sales STM
5 F5 Indonesia Pria Ya 0 2 Tidak <5km Angkot Tdk pernah Tidak STM
6 F6 Indonesia Pria Ya 1 3 Saat banyak debu >10km Motor Tdk pernah Op. msn STM
7 F7 Indonesia Pria Ya 0 2 Tidak 5-10km Angkot Tdk pernah Tidak STM
8 F8 Indonesia Pria Ya 0 3 Sesekali >10km Angkot Tdk pernah Tidak STM
9 F9 Indonesia Pria Ya 2 3 Tidak <5km Motor Tdk pernah Tidak STM
X. Atribut Pekerja Bagian Perkakas Tempa
No. Pekerja Kode Kebangsaan Kelamin Jenis Minum Susu Raga/BlnOlah (Kali) Makan/ Hari (Kali) Pemakaian Masker Jarak Rumah-Kantor Cara Pergi ke Kantor Keluhan Kesehatan (Respirasi) Pekerjaan
Sebelumnya Pendidikan Terakhir
1 K1 Indonesia Pria Ya 1 >3 Tidak 5-10km Motor Tidak Tidak STM
2 K2 Indonesia Pria Ya 3 >3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
3 K3 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak <5km Motor Tidak Maintenance STM
4 K4 Indonesia Pria Tidak 2 3 Tidak >10km Motor Tidak Tidak STM
5 K5 Indonesia Pria Ya 4 2 Tidak <5km Motor Tidak Tekstil STM
6 K6 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
7 K7 Indonesia Pria Ya 8 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
8 K8 Indonesia Pria Ya 0 2 Tidak <5km Motor Tidak Tidak D3
9 K9 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak 5-10km Motor Tidak Maintenance STM
10 K10 Indonesia Pria Ya 2 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
11 K11 Indonesia Pria Ya 0 3 Tidak <5km Jalan Tidak Tidak STM
12 K12 Indonesia Pria Ya 0 3 Tidak >10km Motor Tidak Tidak STM
13 K13 Indonesia Pria Ya 1 3 Tidak <5km Motor Tidak Tekstil STM
14 K14 Indonesia Pria Ya 0 3 Tidak 5-10km Motor Tidak Tidak STM
15 K15 Indonesia Pria Ya 4 2 Tidak <5km Motor Tidak Pengembangan Produk S1
16 K16 Indonesia Pria Tidak 4 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
17 K17 Indonesia Pria Ya 1 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
18 K18 Indonesia Pria Ya 1 2 Tidak <5km Motor Tidak Tidak S1
19 K19 Indonesia Pria Ya 2 3 Tidak >10km Angkot Tidak Tidak D3
20 K20 Indonesia Pria Ya 0 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
21 K21 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak D3
22 K22 Indonesia Pria Ya 1 2 Tidak >10km Angkot Tidak Tidak D2
23 K23 Indonesia Pria Tidak 0 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
24 K24 Indonesia Pria Ya 4 2 Tidak >10km Motor Tidak Tidak STM
B-8 No. Pekerja Kode Kebangsaan Kelamin Jenis Minum Susu Raga/BlnOlah
(Kali) Makan/ Hari (Kali) Pemakaian Masker Jarak Rumah-Kantor Cara Pergi ke Kantor Keluhan Kesehatan (Respirasi) Pekerjaan
Sebelumnya Pendidikan Terakhir
25 K25 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak >10km Motor Tidak Tidak STM
26 K26 Indonesia Pria Ya 0 3 Tidak >10km Motor Tidak Tidak STM
27 K27 Indonesia Pria Ya 4 2 Tidak >10km Motor Tidak Tidak STM
28 K28 Indonesia Pria Ya 3 3 Tidak >10km Motor Tidak Tidak STM
29 K29 Indonesia Pria Ya 1 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
30 K30 Indonesia Pria Ya 4 3 Tidak <5km Motor Tidak Tidak STM
XI. Nilai HI Masing-Masing Pekerja Kelompok Terpajan No Kode Pekerja ADD debu silika (mg/kg.hari) Reference Dose (mg/kg.hari) Hazard Quotient Hazard Index Bekerja di bagian 1 O1 0,34563 0,00422701 81,76 81,76 Olah Pasir 2 O2 0,35564 0,00422701 84,13 84,13 Olah Pasir 3 O3 0,42541 0,00422701 100,64 100,64 Olah Pasir 4 O4 0,25676 0,00422701 60,74 60,74 Olah Pasir 5 C1 0,32878 0,00422701 77,78 77,78 Cetak Pasir 6 C2 0,23821 0,00422701 56,35 56,35 Cetak Pasir 7 C3 0,25350 0,00422701 59,97 59,97 Cetak Pasir 8 C4 0,31745 0,00422701 75,09 75,09 Cetak Pasir 9 C5 0,22054 0,00422701 52,17 52,17 Cetak Pasir 10 C6 0,23997 0,00422701 56,76 56,76 Cetak Pasir 11 C7 0,17612 0,00422701 41,66 41,66 Cetak Pasir 12 C8 0,19570 0,00422701 46,29 46,29 Cetak Pasir 13 C9 0,13269 0,00422701 31,39 31,39 Cetak Pasir 14 C10 0,15633 0,00422701 36,98 36,98 Cetak Pasir 15 C11 0,00967 0,00422701 2,28 2,28 Crane 16 F1 0,10685 0,00767906 13,91 13,91 Furan line 17 F2 0,05510 0,00767906 7,17 7,17 Furan line 18 F3 0,06656 0,00767906 8,66 8,66 Furan line 19 F4 0,02385 0,00767906 3,10 3,10 Furan line 20 F5 0,03547 0,00767906 4,61 4,61 Furan line 21 F6 0,01091 0,00767906 1,42 1,42 Furan line 22 F7 0,02550 0,00767906 3,32 3,32 Furan line 23 F8 0,00636 0,00767906 0,82 0,82 Furan line 24 F9 0,01228 0,00767906 1,59 1,59 Furan line 25 D1 0,01884 0,00767906 2,45 2,45 Disamatic line 26 D2 0,02221 0,00767906 2,89 2,89 Disamatic line 27 D3 0,01999 0,00767906 2,60 2,60 Disamatic line 28 D4 0,01265 0,00767906 1,64 1,64 Disamatic line 29 D5 0,01641 0,00767906 2,13 2,13 Disamatic line 30 D6 0,01407 0,00767906 1,83 1,83 Disamatic line Rata-rata 0,13490 0,00595 30,743 30,743 B-9
XII. Nilai HI Masing-Masing Pekerja Kelompok Tidak Terpajan No Pekerja Kode ADD debu silika (mg/kg.hari) Reference Dose (mg/kg.hari) Hazard Quotient Hazard Index Bekerja di bagian 1 K1 0,00226 0,00609393 0,37 0,37 Perkakas 2 K2 0,00238 0,00609393 0,38 0,38 Perkakas 3 K3 0,00260 0,00609393 0,42 0,42 Perkakas 4 K4 0,00118 0,00609393 0,19 0,19 Perkakas 5 K5 0,00247 0,00609393 0,40 0,40 Perkakas 6 K6 0,00249 0,00609393 0,40 0,40 Perkakas 7 K7 0,00171 0,00609393 0,28 0,28 Perkakas 8 K8 0,00381 0,00609393 0,62 0,62 Perkakas 9 K9 0,00264 0,00609393 0,43 0,43 Perkakas 10 K10 0,00117 0,00609393 0,19 0,19 PPC 11 K11 0,00222 0,00609393 0,36 0,36 PPC 12 K12 0,00237 0,00609393 0,38 0,38 Perkakas 13 K13 0,00414 0,00609393 0,67 0,67 Perkakas 14 K14 0,00235 0,00609393 0,38 0,38 PPC 15 K15 0,00180 0,00609393 0,29 0,29 PPC 16 K16 0,00129 0,00609393 0,21 0,21 PPC 17 K17 0,00260 0,00609393 0,42 0,42 PPC 18 K18 0,00247 0,00609393 0,40 0,40 PPC 19 K19 0,00222 0,00609393 0,36 0,36 PPC 20 K20 0,00251 0,00609393 0,41 0,41 Perkakas 21 K21 0,00233 0,00609393 0,38 0,38 Mutu 22 K22 0,00254 0,00609393 0,41 0,41 Mutu 23 K23 0,00240 0,00609393 0,39 0,39 Mutu 24 K24 0,00195 0,00609393 0,32 0,32 Pemeliharaan 25 K25 0,00257 0,00609393 0,42 0,42 Pemeliharaan 26 K26 0,00214 0,00609393 0,35 0,35 Pemeliharaan 27 K27 0,00259 0,00609393 0,42 0,42 Pemeliharaan 28 K28 0,00203 0,00609393 0,33 0,33 Pemeliharaan 29 K29 0,00263 0,00609393 0,43 0,43 Pemeliharaan 30 K30 0,00170 0,00609393 0,27 0,27 Perkakas Rata-rata 0,00232 0,00609393 0,380 0,380
Keterangan : PPC = Production Planning Control
Catatan (notes):
Hasil pengujian ini hanya berlaku untuk sampel yang diuji(this analysis result is only valid for the tested sample).
C-1
GL-F-PL-13-1.2-02-a
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
BADAN GEOLOGI PUSAT SURVEI GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI (GEOLOGY LABORATORIES)
Jl. Diponegoro No. 57, Bandung, 40122, Indonesia
Telp: (022) 7203205-08, 7273108 Fax: (022) 7202669, 7273108 E-mail: [email protected]
HASIL UJI DIFRAKSI SINAR-X (X-RAY DIFFRACTION ANALYSIS RESULT) Nomer lab. (lab. number) : 154/L/GL/1.2/04/2008 Tanggal (date) : 03 April 2008
Kode sampel (sample code)
: Cor 1 Kode lab. (lab. code) : 201/1.2/0721 Lokasi (location) : - Tanggal diuji (analyzed date) : 03 April 2008 Kedalaman (depth) : - Metode uji (method) : GL-MU-1.2 Pengambil data (data collector)
: Purwo Kawoco dan Ishar Rustami Pemilik
(property)
: Bpk. Kresna Wibawa Program Magister Teknik
Lingkungan, Bidang KKL, ITB Penyelia (analyzer)
: Ir. Sigit Maryanto, M.Si. Pemerian umum (brief description):
Sampel berupa material yang berukuran sangat halus dan menempel di membran khusus. Sampel berwarna abu-abu terang kecoklatan dengan jumlah yang cukup berarti.
Mineral terperi (identified mineral):
Nama mineral (mineral name) % Nama mineral (mineral name) %
Calcite 49.1
Quartz 43.8
Stilbite-Ca 7.1
Parameter pengukuran (measurement parameter): File name E:\X'PERT
DATA\2008\083-kresna wibawa-ITB\15.xrdml
Comment GeolLabs Measurement Date / Time 4/2/2008 2:01:11 PM
Operator Pusat Penelitian Raw Data Origin XRD measurement
(*.XRDML)
Scan Axis Gonio Start Position [°2Th.] 4.0084 End Position [°2Th.] 69.9854 Step Size [°2Th.] 0.0170 Scan Step Time [s] 4.1750 Scan Type Continuous PSD Mode Scanning
PSD Length [°2Th.] 2.13 Offset [°2Th.] 0.0000 Divergence Slit Type Fixed Divergence Slit Size [°] 0.9570 Specimen Length [mm] 10.00 Measurement Temperature [°C] 25.00 Anode Material Cu K-Alpha1 [Å] 1.54060 Generator Settings 30 mA, 40 kV Goniometer Radius [mm] 240.00 Dist. Focus-Diverg. Slit [mm] 91.00 Incident Beam Monochromator No
Spinning No
Ulasan (comment):
Persentase komponen XRD adalah perbandingan secara semi kuantitatif semua komponen yang berupa kristal. Untuk jumlah komponen secara keseluruhan tidak dapat diidentifikasi, dan disarankan untuk diuji SEMguna melihat secara visual.
Rekaman spektrum (spectral record): Terlampir (enclosed)
Kepala Sub Bidang Laboratorium (Chief of Laboratory Subdivision) Ir. Joko Subandrio, M.Si.
Catatan (notes):
Hasil pengujian ini hanya berlaku untuk sampel yang diuji(this analysis result is only valid for the tested sample).
C-2
GL-F-PL-13-1.2-02-a
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
BADAN GEOLOGI PUSAT SURVEI GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI (GEOLOGY LABORATORIES)
Jl. Diponegoro No. 57, Bandung, 40122, Indonesia
Telp: (022) 7203205-08, 7273108 Fax: (022) 7202669, 7273108 E-mail: [email protected]
HASIL UJI DIFRAKSI SINAR-X (X-RAY DIFFRACTION ANALYSIS RESULT) Nomer lab. (lab. number) : 154/L/GL/1.2/04/2008 Tanggal (date) : 03 April 2008
Kode sampel (sample code)
: Perkakas Tempa Kode lab. (lab. code) : 201/1.2/0722 Lokasi (location) : - Tanggal diuji (analyzed date) : 03 April 2008 Kedalaman (depth) : - Metode uji (method) : GL-MU-1.2 Pengambil data (data collector)
: Purwo Kawoco dan Ishar Rustami Pemilik
(property)
: Bpk. Kresna Wibawa Program Magister Teknik
Lingkungan, Bidang KKL, ITB Penyelia (analyzer)
: Ir. Sigit Maryanto, M.Si. Pemerian umum (brief description):
Sampel berupa material yang berukuran sangat halus dan menempel di membran khusus. Sampel berwarna bening hingga putih susu dengan jumlah yang sangat sedikit.
Mineral terperi (identified mineral):
Nama mineral (mineral name) % Nama mineral (mineral name) %
Stilbite 44.2
Quartz low 55.8
Parameter pengukuran (measurement parameter): File name E:\X'PERT
DATA\2008\083-kresna wibawa-ITB\35.xrdml Comment GeolLabs Measurement Date / Time 4/2/2008 2:17:30 PM
Operator Pusat Penelitian Raw Data Origin XRD measurement
(*.XRDML)
Scan Axis Gonio Start Position [°2Th.] 4.0084 End Position [°2Th.] 69.9854 Step Size [°2Th.] 0.0170 Scan Step Time [s] 4.1750 Scan Type Continuous PSD Mode Scanning
PSD Length [°2Th.] 2.13 Offset [°2Th.] 0.0000 Divergence Slit Type Fixed Divergence Slit Size [°] 0.9570 Specimen Length [mm] 10.00 Measurement Temperature [°C] 25.00 Anode Material Cu K-Alpha1 [Å] 1.54060 Generator Settings 30 mA, 40 kV Goniometer Radius [mm] 240.00 Dist. Focus-Diverg. Slit [mm] 91.00 Incident Beam Monochromator No
Spinning No
Ulasan (comment):
Persentase komponen XRD adalah perbandingan secara semi kuantitatif semua komponen yang berupa kristal. Untuk jumlah komponen secara keseluruhan tidak dapat diidentifikasi, dan disarankan untuk diuji SEMguna melihat secara visual.
Rekaman spektrum (spectral record): Terlampir (enclosed)
Kepala Sub Bidang Laboratorium (Chief of Laboratory Subdivision) Ir. Joko Subandrio, M.Si.
Catatan (notes):
Hasil pengujian ini hanya berlaku untuk sampel yang diuji(this analysis result is only valid for the tested sample).
C-3
GL-F-PL-13-1.2-02-a
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
BADAN GEOLOGI PUSAT SURVEI GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI (GEOLOGY LABORATORIES)
Jl. Diponegoro No. 57, Bandung, 40122, Indonesia
Telp: (022) 7203205-08, 7273108 Fax: (022) 7202669, 7273108 E-mail: [email protected]
HASIL UJI DIFRAKSI SINAR-X (X-RAY DIFFRACTION ANALYSIS RESULT) Nomer lab. (lab. number) : 154/L/GL/1.2/04/2008 Tanggal (date) : 03 April 2008
Kode sampel (sample code)
: Cor 2 Kode lab. (lab. code) : 201/1.2/0723 Lokasi (location) : - Tanggal diuji (analyzed date) : 03 April 2008 Kedalaman (depth) : - Metode uji (method) : GL-MU-1.2 Pengambil data (data collector)
: Purwo Kawoco dan Ishar Rustami Pemilik
(property)
: Bpk. Kresna Wibawa Program Magister Teknik
Lingkungan, Bidang KKL, ITB Penyelia (analyzer)
: Ir. Sigit Maryanto, M.Si. Pemerian umum (brief description):
Sampel berupa material yang berukuran sangat halus dan menempel di membran khusus. Sampel berwarna bening hingga putih susu dengan jumlah yang sangat sedikit.
Mineral terperi (identified mineral):
Nama mineral (mineral name) % Nama mineral (mineral name) %
Quartz 80.7
Clinoptilolite 19.3 Parameter pengukuran (measurement parameter): File name E:\X'PERT
DATA\2008\083-kresna wibawa-ITB\52.xrdml Comment GeolLabs Measurement Date / Time 4/2/2008 2:13:55 PM
Operator Pusat Penelitian Raw Data Origin XRD measurement
(*.XRDML)
Scan Axis Gonio Start Position [°2Th.] 4.0084 End Position [°2Th.] 69.9854 Step Size [°2Th.] 0.0170 Scan Step Time [s] 4.1750 Scan Type Continuous PSD Mode Scanning
PSD Length [°2Th.] 2.13 Offset [°2Th.] 0.0000 Divergence Slit Type Fixed Divergence Slit Size [°] 0.9570 Specimen Length [mm] 10.00 Measurement Temperature [°C] 25.00 Anode Material Cu K-Alpha1 [Å] 1.54060 Generator Settings 30 mA, 40 kV Goniometer Radius [mm] 240.00 Dist. Focus-Diverg. Slit [mm] 91.00 Incident Beam Monochromator No
Spinning No
Ulasan (comment):
Persentase komponen XRD adalah perbandingan secara semi kuantitatif semua komponen yang berupa kristal. Untuk jumlah komponen secara keseluruhan tidak dapat diidentifikasi, dan disarankan untuk diuji SEMguna melihat secara visual.
Rekaman spektrum (spectral record): Terlampir (enclosed)
Kepala Sub Bidang Laboratorium (Chief of Laboratory Subdivision)
Ir. Joko Subandrio, M.Si. NIP. 100010823.
Catatan (notes):
Hasil pengujian ini hanya berlaku untuk sampel yang diuji(this analysis result is only valid for the tested sample).
C-4 P osition [°2Theta] 10 20 30 40 50 60 C ounts 0 100 400 9. 679 [ °]; 9. 130 53 [ Å] ; S til bi te -C a 20. 730 [ °] ; 4. 281 44 [ Å] ; Q ua rt z; S til bi te -C a 23. 003 [ °] ; 3. 863 13 [ Å] ; C al ci te ; S til bi te -C a 26. 543 [ °] ; 3. 35 552 [Å ]; Q ua rt z; S til bi te -C a 29. 350 [ °] ; 3. 04065 [Å ]; C al ci te ; S til bi te -C a 31. 26 3 [°] ; 2. 85876 [Å ]; C al ci te ; S til bi te -C a 39. 318 [ °] ; 2. 289 70 [ Å] ; C al ci te ; Q ua rt z; S til bi te -C a 43 .205 [°]; 2. 09 226 [ Å]; C al ci te ; S til bi te -C a 47 .394 [°]; 1. 91 663 [ Å]; C al ci te ; S til bi te -C a 48 .584 [°]; 1. 87 243 [ Å]; C al ci te ; S til bi te -C a 15
Visible Ref. Code Score Compound Name Displacement [°2Th.]
Scale Factor Chemical Formula * 01-072-1937 37 Calcite 0.000 0.951 Ca C O3
* 01-083-0539 23 Quartz 0.000 0.850 Si O2
Catatan (notes):
Hasil pengujian ini hanya berlaku untuk sampel yang diuji(this analysis result is only valid for the tested sample).
C-5 Position [°2Theta] 10 20 30 40 50 60 Counts 0 100 400 16. 854 [ °] ; 5. 25 614 [Å ]; S til bi te 19. 135 [ °] ; 4. 63 456 [Å ]; S til bi te 22 .3 28 [ °] ; 3. 97849 [Å ]; S til bi te 27 .0 14 [ °] ; 3. 29799 [Å ]; Q ua rt z l ow 60. 609 [ °] ; 1. 52657 [ Å ]; Q ua rt z lo w 35
Visible Ref. Code Score Compound Name Displacement [°2Th.]
Scale Factor Chemical Formula * 00-003-0269 5 Stilbite 0.000 0.140 ( Na2 , Ca ) Al2 Si6 O16 !6 H2 O * 01-070-2536 10 Quartz low 0.000 0.177 Si O2
Catatan (notes):
Hasil pengujian ini hanya berlaku untuk sampel yang diuji(this analysis result is only valid for the tested sample).
C-6 Position [°2Theta] 10 20 30 40 50 60 Counts 0 100 400 12 .190 [°] ; 7. 25463 [Å ] 22. 61 1 [ °] ; 3. 9293 4 [ Å ]; C lin op til ol ite 26 .664 [ °] ; 3. 34 054 [ Å] ; Q ua rt z; C lin op til ol ite 30. 22 6 [ °] ; 2. 9544 6 [ Å ]; C lin op til ol ite 52 .535 [°] ; 1. 74055 [Å ] 65 .471 [ °] ; 1. 42 448 [ Å] ; Q ua rt z 66 .672 [ °] ; 1. 40 169 [ Å] ; Q ua rt z 52
Visible Ref. Code Score Compound Name Displacement [°2Th.]
Scale Factor Chemical Formula * 01-085-0798 9 Quartz 0.000 0.566 Si O2
I. Perhitungan ANOVA Untuk Berbagai Variabel dengan Menggunakan Microsoft Excel
1. Usia Summary
Groups Count Sum Average Variance
Terpajan 30 976 32,53333 79,49885057
Kontrol 30 994 33,13333 71,29195402
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 5,4 1 5,4 0,071622 0,789938 4,006873 Within Groups 4372,93333 58 75,3954 Total 4378,33333 59 2. Tinggi Badan Summary
Groups Count Sum Average Variance
Terpajan 30 5013 167,1 17,40345
Kontrol 30 4956 165,2 13,82069
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 54,15 1 54,15 3,4684 0,06761 4,00687 Within Groups 905,5 58 15,6120 Total 959,65 59 3. Berat Badan Summary
Groups Count Sum Average Variance
Terpajan 30 1745 58,16667 58,62644
Kontrol 30 1860 62 72,13793
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 220,41667 1 220,4167 3,371204 0,071473 4,006873
Within Groups 3792,1667 58 65,38218
Total 4012,5833 59
4. Lama Kerja Summary
Groups Count Sum Average Variance
Terpajan 30 303 10,1 47,19655172
Kontrol 30 306,5 10,21666667 57,95574713
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 0,204166667 1 0,204166 0,003883 0,950525 4,006873 Within Groups 3049,416667 58 52,57614 Total 3049,620833 59 5. Merokok Summary
Groups Count Sum Average Variance
Terpajan 30 47 1,566667 1,150575
Kontrol 30 48 1,6 1,282759
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 0,016667 1 0,016667 0,013699 0,907232 4,006873 Within Groups 70,56667 58 1,216667 Total 70,58333 59 6. FEV1.0 Summary
Groups Count Sum Average Variance
Terpajan 30 98,06304 3,268768 0,25582
Kontrol 30 111,1743 3,705809 0,391423
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 2,865076 1 2,865076 8,853179 0,00426 4,006873
Within Groups 18,77003 58 0,323621
Total 21,6351 59
II. Perhitungan Debu Respirabel Pada Pekerja
Perhitungan debu respirabel di breathing zone pekerja dilakukan menggunakan
persamaan sebagai berikut (Wight, 1994): Ms
V Cs = Keterangan:
Cs = Konsentrasi partikulat tersuspensi (μg/m3) Ms = Massa yang terkumpul (μg)
V = Volume Udara (m3) Contoh perhitungan:
Jika hasil sampling debu pada filter yang dipasang pada pekerja menunjukkan berat 2857 μg dengan volume udara yang dihisap personal sampling pump selama
8 jam kerja yaitu 1,2 m3, maka konsentrasi debu yang terhirup adalah: 2857 μg
1,2 mCs = 3 = 2,38 μg/m3
III. Perhitungan ADD (Average Daily Dose)
Perhitungan ADD dilakukan dengan menggunakan persamaan 4.2 (USEPA, 1989), yaitu:
ADD (mg/kg.hari) = CA x IR x ET x EF x ED
BW x AT
CA = Konsentrasi Kontaminan di Udara (mg/m3) IR = Rata-rata Inhalasi (m3/jam)
ET = Waktu Pajanan (jam/hari) EF = Frekuensi Pajanan (hari/tahun) ED = Durasi Pajanan (tahun)
BW = Berat Badan (kg)
AT = Waktu Rata-rata (ED x 365 hari/tahun)
Berdasarkan persamaan tersebut, konsentrasi debu total (mg/m3) diperoleh dari banyaknya debu (mg) yang didapatkan secara gravimetrik. Nilai konsentrasi debu silika (CA) didapatkan dari hasil kali persentase SiO2 dengan total debu.
Nilai Inhalation Rate (IR) untuk setiap aktivitas seseorang berbeda-beda. Hasil
pengukuran dengan menggunakan kalorimeter menunjukkan bahwa aktivitas pekerja yang terdapat di kedua kelompok terpajan ataupun tidak terpajan tergolong kerja ringan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata pengukuran kalorimeter pada pekerja di bagian Cor 1 dan Cor 2 yaitu 683,7 kalori, sedangkan pekerja Perkakas tempa yaitu 672,5 kalori. Hubungan antara nilai IR orang dewasa dengan berbagai aktivitas kerja dapat dilihat pada Tabel di bawah ini
Tabel Nilai Intake Udara Bagi Orang Dewasadalam Liter/Menit
(Hallenbeck, 1993) Usia Jenis Kelamin Istirahat Kerja Ringan Kerja Keras
Kerja Max, Selama Latihan Berat
Pria 7,5 29 43 111
Dewasa
( >16 tahun) Wanita 6 19 25 90
Nilai EF, ET, ED, BW dan AT disesuaikan dengan hasil pengukuran langsung dan pengamatan terhadap pekerja.
Contoh perhitungan ADD :
Jika terdapat seorang pekerja pria dewasa dengan data sebagai berikut:
• Aktivitas ringan
• Konsentrasi debu silika 1,92 mg/m3
• Bekerja 8 jam sehari, 250 hari/tahun
• Sudah bekerja di tempat tersebut selama 7 tahun
• Berat badan 53 kg Maka:
1,92mg/m3 x 1,74m3/jam x 8jam/hari x 250hari/thn x 7thn = 0,345 mg/kg.hari 53 kg x (7 thn x 365 hari/thn)
IV. Perhitungan RfD (Reference dose) atau NAB
NAB silika dapat dihitung berdasarkan persamaan 2.2 (NIOSH, 2002), yaitu: 10
le PEL (mg/m3) =
Respirab
2 + % SiO2
NAB silika sangat tergantung dari persentase silika bebas dalam debu. Jika suatu sampel debu mempunyai persentase silika bebas 80,7 %, maka:
NAB silika bebas = 10 / 2+80,7 = 0,120 mg/m3
Sedangkan jika terdapat cristobalite dan tridymite, maka persamaan yang
digunakan adalah setengah kali Persamaan 2.2 (NIOSH, 2002).
V. Perhitungan Konversi ATPS ke BTPS
Konversi ATPS ke BTPS dilakukan menggunakan persamaan 2.4:
P1V1 P2V2
T2 =
T1
(1) = Kondisi ATPS
P1 = Tekanan barometrik - Tekanan uap air pada temperatur ambien (mmHg) (Tekanan barometrik) - (Tekanan uap air pada Tabel 2.3)
V1 = Volume gas yang tercatat pada spirometer (L) T1 = Temperatur ruangan saat pengukuran (oK)
(2) = Kondisi BTPS
P2 = Tekanan barometrik - Tekanan uap air pada temperatur tubuh (mmHg) (Tekanan barometrik) - (Tekanan uap air pada Tabel 2.3)
V2 = Volume gas pada kondisi BTPS (L) T2 = Temperatur tubuh (oK)
Jika diketahui hasil pengukuran spirometer terhadap seorang pekerja dengan data sebagai berikut: Suhu tubuh 310 oKelvin, Tek. Barometrik 638,04 mmHg, suhu ruangan 304,2 oKelvin, dan volume udara pada spirometer 2,6 liter, maka:
•P1 = (638,04 - 33,7)mmHg = 604,34 mmHg •V1 = 2,9 liter •T1 = 304,2 oKelvin •T2 = 310 oKelvin •P2 = (638,04 - 46,56)mmHg = 591,48 mmHg 604,34 mmHg x 2,9 liter x 310 oKelvin 304,2 V2 = oKelvin x 591,48 mmHg = 3,02 liter
VI. Perhitungan Risiko Relatif
Contoh perhitungan risiko relatif untuk matrik 2x2 adalah sebagai berikut:
Tabel 5.20 Matrik 2x2 Kelompok Pekerja terhadap Nilai FEV1.0
Terpajan Tidak Terpajan
Nilai FEV1.0 < 3,7 liter 26 16
Nilai FEV1.0 ≥ 3,7 liter 4 14
Perhitungan Risiko Relatif (RR) dari Tabel 5.20 adalah sebagai berikut: 26/(26+4)
16/(16+14) RR =
= 1,62
Sedangkan contoh perhitungan RR dari matrik bertingkat dapat adalah sebagai berikut:
Tabel 5.21 Risiko Relatif Pekerja Shake Out dan Non-Shake Out terhadap
Nilai FEV1.0 Aktivitas Kerja Nilai FEV1.0 < 3,7 liter Nilai FEV1.0 ≥ 3,7 liter Risiko Relatif Kontrol (Perkakas tempa) 16 14 Non-shake out
(Cor 1 dan Cor 2) 7 4 1,18
Shake out otomatis
(Disamatic dan Furan line Cor 1) 5 0 1,88 Shake out manual
(Pembongkaran cetakan Cor 2) 14 0 1,88
7/(7+4)__ 16/(16+14) 16/(16+14) RR Non-Shake out =
= 1,18
Untuk aktivitas yang lain, dapat digunakan cara yang sama (membandingkan antara kelompok terpajan dengan kelompok tidak terpajan).
I. Prosedur Pengujian FEV1.0 (Dirgawati, 2007)
1. Jelaskan pengujian yang akan di lakukan. 2. Persiapkan subjek sampel, meliputi:
a. Tanyakan mengenai kondisi kesehatan subjek, pengobatan yang dilakukan, dan lain sebagainya.
b. Ukur berat dan tinggi badan tanpa sepatu. 3. Cuci tangan.
4. Instruksikan dan peragakan pengujian kepada subjek, mencakup: a. Posisi tubuh yang benar dengan kepala tegak ke depan. b. Teknik bernapas dengan cepat dan lengkap.
c. Posisi mouthpiece.
d. Mengeluarkan napas sekuat-kuatnya. 5. Lakukan pengujian:
a. Cek apakah posisi tubuh subjek sudah benar. b. Letakan penjepit hidung.
c. Ambil napas dalam-dalam dan dengan cepat, tahan selama kurang dari 1 detik pada TLC (Total Lung Capacity).
d. Tempatkan mouthpiece di dalam mulut.
e. Keluarkan napas sekuat-kuatnya sampai tidak ada lagi udara yang dapat dikeluarkan sambil tetap menjaga postur tubuh tetap berada dalam kondisi tegak.
f. Ulangi instruksi seperlunya, latih dengan penuh kesabaran.
g. Ulangi pengujian sekurang-kurangnya 3 kali; umumnya tidak boleh lebih dari 8 kali.
h. Cek uji repeatability dan lakukan kembali pengujian seperlunya.
II. Pengukuran Debu Secara Gravimetrik
Pengukuran debu secara gravimetrik dilakukan dengan menggunakan neraca analitik. Sebelum dilakukan penimbangan filter kosong maupun filter yang sudah berisi sampel partikulat udara, disimpan di ruangan yang terkontrol suhu dan kelembaban udara mnimal 24 jam. Suhu ruangan ideal untuk dilakukan penimbangan filter yaitu pada kondisi 20° ± 1°C dan kelembaban relatif 50 ± 5% (Sheehy, 2006).
Penimbangan dilakukan sebanyak 3 kali untuk filter kosong dan filter yang telah berisi debu. Berat debu diperoleh dengan cara mengurangi rata-rata berat akhir filter dengan rata-rata berat awal filter.
I. Prosedur Penggunaan Hi Flow Personal Sampler
1. Baterai dari masing-masing personal sampling pump harus diisi dengan aturan yang berlaku.
2. Personal sampling pump yang akan digunakan dikalibrasi terlebih dahulu
untuk memastikan kecepatan hisap pompa pada kecepatan 2,5 liter/menit. 3. Filter yang telah dipersiapkan dimasukkan ke dalam holder dengan
menggunakan pinset bersih kemudian dihubungkan dengan menggunaan
cyclone dan dihubungkan dengan pompa menggunakan selang.
4. Personal sampling pump dipasang sesuai dengan petunjuk pada
masing-masing responden dan dinyalakan selama 8 jam.
5. Kecepatan hisap pompa diperiksa selama pemakaian, indikator kecepatan pompa terdapat pada flow rate ball yang tertera pada personal sampling
pump.
6. Setelah selesai sampling, alat dimatikan, holder dibuka, filter diambil dengan menggunakan pinset dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup yang berisi silica gel.
7. Sampel kemudian dibawa ke ruang khusus, dan diperlakukan sama seperti ketika sebelum digunakan untuk sampling untuk kemudian ditimbang.
II. Prosedur Penggunaan Spirometer dalam Mengukur FEV1.0
1. Panaskan alat selama 20 menit sebelum digunakan. 2. Pasang mouthpiece di tempat transducer.
3. Masukan data subjek yang akan diukur kualitasnya, yaitu:
• Jenis kelamin
• Umur
• Tinggi badan
• Mode FVC (Forced Vital Capacity)
4. Tekan tombol start/stop 1 kali sehingga tampil warna merah pada tombol. 5. Pada layar akan muncul perintah expire fully, lalu tarik napas sedalam dan
sekuat mungkin dan keluarkan udara tadi dengan sekuat dan secepat mungkin melalui mulut (tidak melalui hidung) sampai udara betul-betul habis.
6. Tekan tombol start/stop satu kali sampai nyala merah tadi hilang, lalu tekan tombol data/curve sehingga muncul tampilan yang menunjukkan angka FEV1.0, FVC, % FVC. tekan tombol print sehingga muncul data dan grafik
hasil pengukuran.
III. Prosedur Penggunaan Neraca Analitik Mettler Toledo
1. Atur level indikator agar masuk ke dalam lingkaran dengan menggunakan kedua kaki bagian belakang neraca ke arah yang sesuai.
2. Pastikan neraca tidak berbeban, kemudian kabel daya dihubungkan dengan sumber tegangan 220V.
3. Neraca dinyalakan dengan menekan tombol on/off (dalam waktu singkat), maka pada layar monitor akan muncul 0.0000 g/mg, dan neraca dibiarkan hingga stabil.
4. Lakukan kalibrasi internal dengan menekan tombol adjust int, dimana kalibrasi akan dilakukan secara otomatis oleh neraca, dengan menggunakan massa internal dalam neraca (built in calibration weight). Keadaan ini ditunggu beberapa saat hingga muncul pemberitahuan bahwa kalibrasi sudah selesai.
5. Penutup kaca neraca dibuka menggunakan tangan untuk menggerakkan handel penutup kaca neraca, atau dengan menyentuh tombol panah pada neraca.
6. Setelah proses kalibrasi selesai dilakukan, letakan sampel di wadah tabung lalu tutup dengan penutup kaca neraca.
7. Keadaan ini ditunggu beberapa saat, sampai lingkaran kecil di sebelah kiri layar menghilang. Bila tanda lingkaran telah hilang, tampilan angka yang tertera merupakan berat hasil penimbangan yang telah stabil.
8. Jika telah selesai, matikan neraca dengan menekan tombol on/off. Tombol tersebut ditekan hingga kemunculan kata off di tampilan layar akan menghilang.
G-1
Gambar Struktur Organisasi PT. X
ANAK PERUSAHAAN UNIT PENGEMBANGAN KENDARAAN FUNGSI KHUSUS DIVISI REKAYASA INDUSTRI DIVISI MESIN INDUSTRI DAN JASA DIVISI TEMPA DAN COR DIVISI SENJATA DIVISI MUNISI DEPUTI DIREKTUR BIDANG KEUANGAN DEPUTI DIREKTUR BIDANG ADMINISTRASI DEPUTI DIREKTUR BIDANG PEMASARAN DEPUTI DIREKTUR BIDANG PEMASARAN & PENJUALAN DEPUTI DIREKTUR BIDANG PENELITIAN & PENGEMBANGAN DEPUTI DIREKTUR BIDANG PENGEMBANGAN SUMBER DAYA DEPUTI DIREKTUR BIDANG PENGEMBANGAN USAHA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN KEUANGAN DIREKTUR PRODUK KOMERSIAL DIREKTUR PRODUK MILITER SEKRETARIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN SEKRETARIAN PERUSAHAAN PUSAT PENGAMANAN SATUAN PENGAWAS INTERN DIREKTUR UTAMA
H-1
Gambar personal sampling pump Gambar spirometer yang yang digunakan selama penelitian digunakan selama penelitian
Neraca analitis yang digunakan untuk menimbang filter
Gambar filter berisi debu respirabel yang didapatkan dari pekerja di gedung Cor 1, Cor 2 dan Perkakas tempa
Cor1 Cor 2 Perkakas tempa
H-2
Gambar filter yang mengandung debu silika yang berasal dari pekerja di Cor 2
Perkiraan kristalin silika