BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Setelah memahami dan melihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah memahami dan melihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Maka, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Tempo memandang media online bukan lagi sebagai saingan namun lebih sebagai media baru yang nantinya akan bisa berkembang lebih jauh dan lebih luas lagi. Tempo sebagai sebuah perusahaan media cetak nasional, lebih realistis dalam menghadapi perkembangan dunia teknologi dan telah mempersiapkan Tempo.co sebagai bagian dari perkembangan dunia.

1.2 Saran

Tempo sebagai salah satu koran nasional terbesar, merupakan menjadi koran yang referensi sumber bacaan terpercaya bagi masyarakat Indonesia. Tempo harus mampu selalu menjaga kualitas dari isi (konten berita), kredibilitas narasumber dan keaktualan sebuah fakta. Maka Tempo harus menginovasi dirinya untuk terus berkembang dan bersinergi dengan bentuk media lainnya yang seiring dengan perkembangan zaman juga kebutuhan publik sebagai pembacanya. Hal ini dilakukan guna proses pencapaian visi dan misi Tempo.

(2)

Setelah melakukan penelitian di Tempo, ada beberapa hal yang ingin disampaikan penulis sebagai bahan masukan dan perbaikan kepada Tempo, yaitu :

1. Konten atau berita yang menyasar kalangan muda hendaknya diberikan ruang yang cukup untuk para pembaca anak muda dapat dengan mudah menjangkau gaya pemberitaan Tempo yang justru dikenal sejak masa terbentuknya sebagai media yang serius, untuk kalangan tua dan penuh dengan bahasa perpolitikan. Hal ini dimaksudkan karena generasianak muda sebagai penerus generasi tua yangdulunya pelanggan setia Tempo dalam bentuk koran dan majalah (cetak), kini anak muda menjadi penerus generasi pembaca Tempo dengan bentuk lain yang lebih digital dan mudah diakses.

2. Sinergi antara produk yang telah ada atau akan terbentuk di kemudian harinya diharapkan dapat berjalan seiringan dan berkembang maju demi terwujudnya visi dan misi perusahaan Tempo Inti Media, Tbk.

(3)

Draft Wawancara

Bapak Daru Priyambodo

1. Bagaimana strategi manajemen Koran Tempo menuju konvergensi media?

2. Faktor apa sajakah yang mendorong dalam melakukan trasformasi menuju konvergensi media?

3. Apa sajakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam

menjalankan trasnformasi menuju konvergensi media?

4. Bagaimana dengan transformasi? Perubahan apa saja yang sudah dialami Koran Tempo?

5. Konsep model konvergensi media seperti apa yang sudah diterapkan Tempo?

6. Apakah dengan hadirnya Tempo.co mempengaruhi pola konsumen

segmentasi pembaca Koran Tempo?

7. Hal apa yang membedakan Koran Tempo dengan Tempo.co selain karena bentuknya (cetak & online)?

8. Bagaimana dengan pengaruh konvergensi media itu sendiri untuk kemajuan Koran Tempo?

(4)

Bapak Burhan Sholihin

1. Bagaimana strategi manajemen dari Tempo.co menuju konvergensi media?

2. Faktor apa saja yang mendorong dalam melakukan transformasi menuju konvergensi media?

3. Apa sajakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam

menjalankan transformasi menuju konvergensi media?

4. Sejak kapan adanya tempo interaktif? Sejarah awalnya Tempo sudah memulai dunia online?

5. Online masih berjalan, dan setelah mendapat izin terbit kembali Majalah, alasan utama apa untuk menerbitkan Koran?

(5)

Hasil Wawancara

Narasumber : Daru Priyambodo

Jabatan : Redaktur Senior Koran Tempo

Waktu : Selasa,27 Desember 2016 pukul 17.00 WIB

1. Bagaimana strategi manajemen Koran Tempo menuju konvergensi media?

Dari manajemen itu kan ada macam-macam ya, pertama alokasi SDM, yang kedua dari sisi marketing, paling tidak ada dua itu kan. yang pertama alokasi SDM itu, kalau Koran Tempo ini sebetulnya dia menempatkan dirinya sebagai outlet, outlet pemberitaan. Reporternya adanya di superdesk, reporternya adanya di kompartemen yang lebih banyak mengurusi Teco (Tempo.co). Dari sisi alokasi SDM lebih banyak SDM nya kita mengandalkan teman-teman dari superdesk dan teman-teman dari kompartemen. Beritanya juga banyak mengandalkan dari Teco (Tempo.co) gitu. Kalau dari sisi marketing, marketingnya sama, jadi sekarang ini tim pemasarannya itu adalah tim pemasaran yang mengandalkan pada digabung pemasaran digital dengan pemasaran koran cetak. Sehingga nantinya mereka menjadi satu tim yang tidak terpisah. Dengan cara itu pemasarannya bisa lebih efektif.

(6)

2. Faktor apa sajakah yang mendorong dalam melakukan trasformasi menuju konvergensi media?

Faktor utama adalah iklim industri yang sudah berubah, iklim industrinya berubah yah karena tuntutan pembaca juga berubah. Jadi pembaca sekarang ini kan mereka bukan pembaca yang zaman dulu mau menunggu Koran kemudian membacanya karena kan informasi banyak sekali, tidak hanya dari Koran mereka sudah mendapatkan informasi dari media social dari tv dari apa.. radio dari twitter dan sebagainya. Itu yang menyebabkan kita harus mengubah strategi, perubahannya ya itu tadi menyesuaikan dengan kebutuhannya. Mereka membutuhkan berita apa? Kalau berita yang cepat itu sudah dipenuhi oleh online. Koran dia menempatkan diri sebagai media yang member penjelasan atas peristiwa apa yang terjadi. Jadi kalau ada demo, bahwa yang demo ada sekian orang, bergerak dari sini kesini itu online. Tapi apa yang ada dibalik demo itu itu koran yang memberitakan. Jadi pembedaan antara produk Koran dengan produk yang lain.

3. Apa sajakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan trasnformasi menuju konvergensi media?

Penghambat dulu ya.. penghambat pertama itu adalah sekarang ini kan orang itu ingin mendapatkan berita dengan cepat dan mereka tidak mau keluar cost jadi enggak mau bayar. Mereka berpikir ngapain kita beli Koran kalau misalnya sudah dapat beritanya dari online yang free. Nah ini menghambat

(7)

karena pada akhirnya minat untuk membeli Koran itu menurun. Kalau yang mendukung sekarang sumber berita banyak sekali tidak lagi kaya dulu harus menunggu lama sekarang cepat sekali.

4. Bagaimana dengan transformasi? Perubahan apa saja yang sudah dialami Koran Tempo?

Ya memang yang kita alami itu adalah membuat produk koran yang laku itu tidak mudah, walaupun dulu Tempo terkenal majalah, kan setelah dibredel dia terbit cepat laku gitu yah, tapi untuk Koran tidak semudah saudaranya majalah. Koran Tempo muncul ketika persaingan sudah begitu ketat sehingga tidak bisa lagi kita merajai pasaran seperti halnya kakaknya merajai pasaran majalah. Itu- itu yang dialami. Ya dengan sendirinya itu membuat banyak konsekuensi ya konsekuensinya itu adalah mendapatkan keuntungan dari penjualan Koran itu sulit sekali, bisa tapi sulit. Dan biaya untuk membuat Koran mahal daripada biaya membuat majalah, karena setiap hari terbit setiap hari dicetak. Sehingga yang dialami apa, ya ini yang dialami bagaimana kita harus berjuang untuk bisa masuk di pasaran pembaca yang membutuhkan koran.

5. Konsep model konvergensi media seperti apa yang sudah diterapkan Tempo?

(8)

Banyak kalau perubahan strategi yang namanya konsep tidak ada konsep bakunya. Seluruh media yang ada di dunia tidak ada konsep baku, karena mereka masih mencari modelnya. Perubahan macam-macam, kita mencoba untuk model langganan yang apa namanya, Koran Koran ini versi digitalnya sama persis dengan versi cetak dengan, tapi kan engga ada Nilai lebihnya, maka kita ubah. Jadi digitalnya lebih lengkap lebih update, ada videonya, ada multimedianya. Nah itu semua diharapkan bisa memberikan nilai lebih, tapi lagi-lagi kendalanya macam-macam. Pertama orang masih enggan berlangganan membayar. Kedua soal bandwith itu juga jadi masalah. Multimedia membutuhkan kecepatan yang memadai, sementara infrastruktur di dalam maupun diluar itu belum mensupport. Ketiga hambatan biaya memang mahal, tidak mudah dan murah untuk membangun sebuah infrastruktur digital yang kuat itu.

6. Apakah dengan hadirnya Tempo.co mempengaruhi pola konsumen segmentasi pembaca Koran Tempo?

Ada itu tadi saya bilang, karena sebagian Koran sebagian berita itu sudah ada di Tempo.co sebagian besar, orang merasa tidak perlu lagi membaca koran, toh sudah ada di Tempo.co. Nah itu menyebabkan Koran harus pinter-pinter mengatur agar ada membedakannya dengan Tempo.co. Jadi bagaimana hambatannya ya karena kita harus mencari yang berbeda dariTempo.co.

(9)

7. Hal apa yang membedakan Koran Tempo dengan Tempo.co selain

karena bentuknya (cetak & online)?

Ya, perbedaannya tentu sesuai dengan karakter medianya yah. Kalau yang Tempo.co ini dia breaking news, berita harus cepat berita harus ada updatenya, sehingga berita yang ada di Tempo.coitu adalah berita peristiwa-peristiwa yang terjadi. Di Koran dia posisinya dia masih ada updatenya tapi lebih dalam, lebih dalam dari berita Tempo.co. Jadi misalnya ada pesawat jatuh di Tempo.co itu isinya adalah pesawatnya jatuh dimana, korbannya ada berapa, pilotnya siapa, dan siapa saja yang jadi penumpang namanya, dst, itu Tempo.co. Kalau Koran akan melihat lebih dalam lagi selain yang tadi, selain yang di Tempo.co juga dilihat kecelakaannya ini terjadi karena faktor manusia atau faktor pesawatnya, apakah karena faktor alam. Kalau majalah lebih dalam lagi, artinya majalah ini melihat apakah benar kecelakaan ini melihat semata-mata atau sebetulnya ada sesuatu dibaliknya, itu yang majalah.

8. Bagaimana dengan pengaruh konvergensi media itu sendiri untuk

kemajuan Koran Tempo?

Pengaruhnya banyak, efisiensi ada yah karena dengan adanya konvergensi kita tidak lagi terpisah-pisah yah antara produk yang online ya dan cetak gitu kan jadi satu jadi efisiensi itu ada. Pengaruh yang lainnya itu ada para editor itu harus belajar masuk betul-betul ke dunia digital. Pola pikirnya itu harus

(10)

berita untuk online, bagaimana menyajikan berita untuk Koran itu harus ada dibenaknya. Pengaruh dari sisi itu dari keterampilan editornya ya kompetensi editornya. Dari sisi pemasaran juga gitu jadi sisi pemasaranya memang harus betul-betul kita itu mampu menawarkan kepada pembaca apa sih nilai lebih koran digital dibanding Tempo.co. Infrastruktur harus disiapkan itu pengaruhnya juga pada sisi penganggaran. Karena infrastruktur digital juga harus ada. Budaya kerja itu kaitannya dengan kompetensi ya jadi misalnya orang harus betul-betul mengupdate peristiwa, harus betul-betul dari waktu ke waktu memonitor sebuah peristiwa.

(11)

Hasil Wawancara

Narasumber : Burhan Solihin

Jabatan : Pemimpin Redaksi Tempo.co

Waktu : Jumat, 20 Januari 2017 pukul 13.30 WIB

1. Bagaimana strategi manajemen dari Tempo.co menuju konvergensi media?

Jadi kan diawal sejak kita membangun Tempo.co, Koran Tempo dan majalah Tempo apa namanya sudah mengarah pada era konvergensi media. Dirimu mungkin tahu apa istilahnya ini engga Newsroom 2.0, Newsroom 3.0. Ya sebenernya secara konsep mesti cari tahu dulu. Jadi ini Newsroom versi 1.0. Katakanlah ini Pemred, Redpel, terus nah begitu dia ini SR, ini reporter kan gitu kan ini majalah maka ini KT (Koran Tempo) maka in akan pisah-pisah gitu. Jadi ini adahubungannya mungkin diterapkan secara saklek dipake oleh Liputan 6, Kompas misalnya dulu yah mungkin sekarang sudah berubah Kompas.com dengan Kompas cetak kan beda. Misalnya ini KT ini Teco (Tempo.co) ini Newroom 1.0. Karena kan online berkembang ada segala macam. Nah ini bisa juga dikatakanlah KT, bisa juga dikatakanlah TV kan gitu kan, kalau di tempat lain kan di TV. Di Newsroom 2.0 itu dia sudah

(12)

gitu kan ini juga sama seperti ini. Intinya bahwa dia mulai tidak hanya melayani satu outlet, ini bisa melayani kesini, ini yang dilakukan Tempo Koran, Tempo Majalah dan tempo online. Jadi reporternya bisa nah itu, kemudian juga di level SR ini juga sama kan gitu kan, SR ini menyumbang kesini nyumbang situ nyumbang situ, seperti itu. Nanti Newsroom 3.0 nya lebih advent lagi kan gitu kan ininya menyatu yang paling bawah ini sudah menyatu tidak terpisah-pisah. Makanya ini basic terorinya gitu, kita ini kan masih ada di 2.0 gitu ini. Ini membuat karena ya tuntutannya orangnya menjadi efisien apa segala macem. Ini Kn dikembangin sejak tahun 2010 kalau ga salah, Cuma memang belum sempurna jalan tapi kan sudah dirintis. Jadi misalnya orang yang di KT maka pekerjaannya itu 80% mengerjakan KT 20% itu harus mengerjakan kompartemen lain. Demikian juga orang disini, jadi kalau dari penilaian pun sudah kta desain, kalau dia jago di satu bidang aja ga akan bisa dapat nilai A kan gitu mempengaruhi, di redaksi cetak seperti itu, foto juga sudah kita rancang, kanuntuk video kegunaannya masih hanya di online saja jadi gitu.

Jadi ini keuntungannya satu seperti yang sudah dibilang itu kan efisiensi dari sisi SDM, yang kedua ya misalnya lebih membuat semua channel atau outlet-outlet ini mendapatkan berita yang bagus tidak hanya berita Teco atau majalah aja tapi berita bagus di majalah bisa disharing ke Teco, bisa bagus di Koran. Dan bisa dibayangkan kalau ada 1 menteri harus didatengin oleh 3 reporter dari Tempo, saya dari KT, saya dari majlaah, saya dari online, seperti itu. Itu

(13)

kan koordinasinya kurang bagus kan gitu. Nah Teco salah satu pionir, makanya kita sudah bikin intranet sampai kesitu.

2. Faktor apa saja yang mendorong dalam melakukan transformasi menuju konvergensi media?

Ya yang pertama itu kan eranya berubah, kan gitu kan eranya sudah berubah orang tidak hanya mengkonsumsi dari media-media konvensional seperti majalah cetak, Koran cetak, tapi orang konsumsi lewat handphone, gadget dan misalnya laptop, dan itu membuat pola konsumsinya juga berubah. Dulu orang bangun pagi ngopi sambil baca Koran atau sambil sarapan, nah sekarang kan orang bangun pagi dengan membuka sosmed, melihat berita online dan segala macam. Nah itu kan menjadi itu sesuatu yang sesuatu yang harus diantisipasikan kan jadi publisher atau media harus juga mengantisipasi, gimana berita-berita majalah bisa dibaca di online atau mobile, video-videonya bisa masuk ke Koran online atau segala macem kaya gitu kira-kira gitu.

Karena itu kita siapin dari sisi Newsroomnya, nah nanti kita siapin platform majalahnyasudah kita siapin misalnya majalah cetak ya sudah kita siapin untuk versi majalah cetak, versi digitalnya ada versi digital ada versi app bisa di tablet. Saya kasih contoh nih, demikian juga di Koran juga sama kan gitu. Ini masih ada satu lagi, karena pengguna kita itu masih sangat transisi tradisional mereka masih menggunakan pdf, jadi ini kita bikin. Nah kalau

(14)

3. Apa sajakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan transformasi menuju konvergensi media?

Pendukung dan penghambat itu banyak, salah satunya adalah culture kan gitu, tidak semua orang siap dengan culture baru. Orang di lapangan harus siap mengupload 3 media nah itu, tentu itu bisa dijembatani dengan kita melakukan sosialisasi, dengan sosialisasi mereka paham dunia sudah berubah cara mengkonsumsi berita ga bisa seperti itu, majalah orang majalah harus cepat juga updatenya.

4. Sejak kapan adanya tempo interaktif? Sejarah awalnya Tempo sudah memulai dunia online?

Oke, jadi kita di tahun Sembilan, jadi kan kita pertama, majalah dibredel tahun 1994 kan gitu kan, sekitar 1995an kita menerbitkan Tempo Interaktif, jadi jita salah satu pionir dari portal berita. Tempo Interaktif dulu menjadi rujukan bahkan menjadi bahan pergerakan demonstrasi untuk memprotes Pak Harto. Ketika 98 Pak Harto kan jatuh, rezim Soeharto jatuh izin majalah terbit kembali ya, izin majalah terbit, nah fokus Tempo kemudia terbelah menjadi lebih fokus ke majalah, Tempo Interaktifnya ada cuman tidak sehebat sefokus dulu, kemudian ini berganti lagi kemudian tahun 2001 terbit Koran kan sehingga fokusnya berganti lagi sampai baru sekitar tahun 2008 kita benahin ada tim yang lebih serius, mungkin salah satunya ya Pak Elik, saya juga ada programmer bang Radja, nah itu kita benah-benahin lagi, kita mulai fokus mulai merekrut AE sendiri. Dan di tahun 2010 berubah menjadi Tempo.co

(15)

karena namanya lebih pendek lebih singkat. Nah sekarang perjalanannya 2016 unic visitor artinya pengunjung tunggal .

5. Online masih berjalan, dan setelah mendapat izin terbit kembali Majalah, alasan utama apa untuk menerbitkan Koran?

Karena gini, kebutuhan juga karena waktu itu belum banyak segment Koran yang melayani khusus untuk politik. Sebenernya Koran match dengan kebutuhan masyarakat. Kita melihat ada pasar jadi ya Koran itu masyarakat urban atau perkotaan, muda dan mereka progresif. Dulu Komps kan ga berani halaman warna kan, mereka hanya foto hitam putih - hitam putih sampai kita Koran Tempo itu adalah Koran pertama yang halamannya warna gitu. Awalnya kita gede, jadi kita progresif karena mempelopori Koran warna, kita yang mempelopori infografis, kita yang mempelopori Koran kecil. Jadi karena itu kita itu urban, muda, progresif.

6. Bagaimana strategi Tempo.co dalam menarik minat pembacanya?

Ya samakan tetep kekuatan kita di berita-berita dalam, investigatif, politik terutama Koran kita kan kesitu dan independent.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :