• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan Pada Klien Pre Dan Post Operasi Sistem Pernafasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Asuhan Keperawatan Pada Klien Pre Dan Post Operasi Sistem Pernafasan"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN PRE D

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN PRE D AN POST OPERASI SISTEM PERNAFASANAN POST OPERASI SISTEM PERNAFASAN A.

A. KONSEP PENYAKITKONSEP PENYAKIT 1.

1. PENGERTIANPENGERTIAN

Gangguan pada sistem pernapasan adalah terganggunya pengangkutan O

Gangguan pada sistem pernapasan adalah terganggunya pengangkutan O22 ke sel - selke sel - sel atau jaringan tubuh; disebut

atau jaringan tubuh; disebut asfiksi asfiksi . Asfiksi ada bermacam-macam misalnya terisinya. Asfiksi ada bermacam-macam misalnya terisinya alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau Pneumokokus yang alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau Pneumokokus yang menyebabkan penyakit pn

menyebabkan penyakit pneumonia. Keracunan asaeumonia. Keracunan asam sianida, m sianida, debu, batu bara debu, batu bara dan racundan racun lain dapat pula menyebabkan terganggunya pengikatan O

lain dapat pula menyebabkan terganggunya pengikatan O22 oleh hemoglobin dalamoleh hemoglobin dalam pembuluh darah, karena daya afinitas hemoglobin juga lebih besar terhadap racun pembuluh darah, karena daya afinitas hemoglobin juga lebih besar terhadap racun dibanding terhadap O

dibanding terhadap O22. Asfiksi dapat pula disebabkan karena penyumbatan saluran. Asfiksi dapat pula disebabkan karena penyumbatan saluran pernapasan oleh kelenjar limfa, misalnya polip, amandel, dan adenoid. Gangguan pernapasan oleh kelenjar limfa, misalnya polip, amandel, dan adenoid. Gangguan pernapasan yang sering terjadi adalah emfisema berupa penyakit yang terjadi karena pernapasan yang sering terjadi adalah emfisema berupa penyakit yang terjadi karena susunan dan fungsi alveolus yang abnormal.

susunan dan fungsi alveolus yang abnormal. (http://repository.usu.ac.id)(http://repository.usu.ac.id)

2.

2. ETIOLOGIETIOLOGI( Penyebab Terjadinya Gangguan Pernapasan )( Penyebab Terjadinya Gangguan Pernapasan ) Penyebab utama penyakit pernapasan, yaitu:

Penyebab utama penyakit pernapasan, yaitu: a)

a) Mikroorganisme patogen yang mampu bertahan terhadap fagositosis;Mikroorganisme patogen yang mampu bertahan terhadap fagositosis; b)

b) Partikel - partikel mineral yang menyebabkan kerusakan atau kematian makrofagPartikel - partikel mineral yang menyebabkan kerusakan atau kematian makrofag yang menelann

yang menelannya, sehinya, sehingga menghagga menghambat pembmbat pembersihan dan ersihan dan merangsang merangsang reaksireaksi  jaringan;

 jaringan; c)

c) Partikel - partikel organik yang merespons imun;Partikel - partikel organik yang merespons imun; d)

d) Kelebihan beban sistem akibat paparan terus - menerus terhadap debu berkadarKelebihan beban sistem akibat paparan terus - menerus terhadap debu berkadar tinggi yang menumpuk disekitar

tinggi yang menumpuk disekitar saluran napas terminal.saluran napas terminal.

Sedangkan faktor lain yang menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan adalah Sedangkan faktor lain yang menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan adalah kebiasaan merokok, keturunan, perokok pasif, polusi udara dan riwayat infeksi pernapasan kebiasaan merokok, keturunan, perokok pasif, polusi udara dan riwayat infeksi pernapasan sewaktu kecil.

sewaktu kecil. (http://repository.usu.ac.id)(http://repository.usu.ac.id)

3.

3. PATOFISIOLOGIPATOFISIOLOGI HIPOKSIA

HIPOKSIAdandanHIPOKSEMIAHIPOKSEMIA

Hipoksia merupakan suatu mekanisme utama yang terjadi pada penyakit paru

Hipoksia merupakan suatu mekanisme utama yang terjadi pada penyakit paru – – paruparu akibat adanya penurunan suplai oksigen. Hipoksia itu sendiri berarti kurangnya ( hipo ) akibat adanya penurunan suplai oksigen. Hipoksia itu sendiri berarti kurangnya ( hipo )

(2)

oksigen dalam jaringan, sedangkan hipoksemia merupakan ke

oksigen dalam jaringan, sedangkan hipoksemia merupakan ke kurangan oksigen pada tingkatkurangan oksigen pada tingkat darah / arteri ( heme

darah / arteri ( heme ). (Irman Somantri, 2009, hlm.17)). (Irman Somantri, 2009, hlm.17) Jenis hipoksia adalah sebagai berikut :

Jenis hipoksia adalah sebagai berikut : a)

a) Hipoksia HipoksikHipoksia Hipoksik

Hipoksia jenis ini muncul akibat kurangnya suplai oksigen ataupun kadar oksigen Hipoksia jenis ini muncul akibat kurangnya suplai oksigen ataupun kadar oksigen yang ada di lingkungan ( tekanan parsial arteri [ PaO

yang ada di lingkungan ( tekanan parsial arteri [ PaO22 ] rendah ). Biasanya] rendah ). Biasanya merupakan masalah individu normal pada dataran tinggi, dimana kadar PO

merupakan masalah individu normal pada dataran tinggi, dimana kadar PO22 sangatsangat rendah sehingga orang yang berada pada tempat tersebut akan merasa kesulitan rendah sehingga orang yang berada pada tempat tersebut akan merasa kesulitan menarik nafas dan ini merupakan komplikasi dari pneumonia, dapat pula terjadi menarik nafas dan ini merupakan komplikasi dari pneumonia, dapat pula terjadi pada tempat dimana banyak sekali orang dalam satu ruangan dengan ventilasi yang pada tempat dimana banyak sekali orang dalam satu ruangan dengan ventilasi yang kurang. (Irman Somantri, 2009, hlm.18)

kurang. (Irman Somantri, 2009, hlm.18)

Penyebab Hipoksia Hipoksik antara lain adalah : Penyebab Hipoksia Hipoksik antara lain adalah :

1)

1) Penurunan POPenurunan PO22udara inspirasi ( ketinggian, kekurangan oksigen );udara inspirasi ( ketinggian, kekurangan oksigen ); 2)

2) Hipoventilasi;Hipoventilasi; 3)

3) Gangguan difusi alveolar kapiler;Gangguan difusi alveolar kapiler; 4)

4) Rasio ventilasiRasio ventilasi – –perfusi abnormal atau gangguan ventilasiperfusi abnormal atau gangguan ventilasi – –perfusi.perfusi.

b)

b) Hipoksia AnemikHipoksia Anemik

Terjadi akibat tekanan parsial oksigen arteri ( PaO

Terjadi akibat tekanan parsial oksigen arteri ( PaO22 ) normal tetapi jumlah) normal tetapi jumlah hemoglobin yang tersedia untuk mengangkut oksigen berubah. Sering muncul pada hemoglobin yang tersedia untuk mengangkut oksigen berubah. Sering muncul pada kondisi anemia berat, gagal ginjal kronik, dan lain

kondisi anemia berat, gagal ginjal kronik, dan lain – –lain. Klien dengan anemia dapatlain. Klien dengan anemia dapat sangat mengalami kesulitan sewaktu melakukan aktivitas sebab kemampuan yang sangat mengalami kesulitan sewaktu melakukan aktivitas sebab kemampuan yang terbatas untuk meningkatkan pengangkutan oksigen ke jaringan yang aktif. (Irman terbatas untuk meningkatkan pengangkutan oksigen ke jaringan yang aktif. (Irman Somantri, 2009, hlm.18)

Somantri, 2009, hlm.18)

c)

c) Hipoksia Stagnan / iskemikHipoksia Stagnan / iskemik

Hipoksia terjadi akibat adanya penurunan

Hipoksia terjadi akibat adanya penurunan stroke volumestroke volume dandan cardiac output cardiac output yangyang mengakibatkan penurunan konsumsi oksigen oleh jaringan. Kondisi ini terjadi ketika mengakibatkan penurunan konsumsi oksigen oleh jaringan. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke jaringan sangat lambat, sehingga oksigen yang adekuat tidak dapat aliran darah ke jaringan sangat lambat, sehingga oksigen yang adekuat tidak dapat dikirim ke jaringan walaupun PO

dikirim ke jaringan walaupun PO22 dan konsentrasi hemoglobin normal. Kondisi inidan konsentrasi hemoglobin normal. Kondisi ini sering terjadi pada kondisi gagal jantung. (Irman Somantri, 2009,

(3)

d)

d) Hipoksia histotoksikHipoksia histotoksik

Jenis ini terjadi akibat adanya zat racun yang masuk bersama dengan udara yang Jenis ini terjadi akibat adanya zat racun yang masuk bersama dengan udara yang dihirup. Hipoksia ini disebabkan karena penghambatan proses oksidasi jaringan. dihirup. Hipoksia ini disebabkan karena penghambatan proses oksidasi jaringan. Sering timbul pada area tambang atau pada kondisi polusi dan kasus yang paling Sering timbul pada area tambang atau pada kondisi polusi dan kasus yang paling berat adalah keracunan sianida. (Irman Somantri, 2009, hlm.18)

berat adalah keracunan sianida. (Irman Somantri, 2009, hlm.18)

HIPERKAPNEA HIPERKAPNEA

Secara harfiah hiperkapnea adalah berlebihnya ( hiper ) karbon dioksida dalam jaringan. Secara harfiah hiperkapnea adalah berlebihnya ( hiper ) karbon dioksida dalam jaringan. Mekanisme penting yang mendasari terjadinya hiperkapnia adalah ventilasi alveolar yang Mekanisme penting yang mendasari terjadinya hiperkapnia adalah ventilasi alveolar yang inadekuat untuk jumlah CO

inadekuat untuk jumlah CO22 yang diproduksi atau dengan kata lain timbulnya retensi COyang diproduksi atau dengan kata lain timbulnya retensi CO22 didi dalam jaringan. (Irman Somantri, 2009, hlm.19)

dalam jaringan. (Irman Somantri, 2009, hlm.19)

Faktor yang mendasari hal tersebut terjadi adalah sebagai berikut. Faktor yang mendasari hal tersebut terjadi adalah sebagai berikut.

1)

1) Produksi COProduksi CO22yang meningkat.yang meningkat. 2)

2) Dorongan ventilasi menurun ( klien tidak mau bernafas ).Dorongan ventilasi menurun ( klien tidak mau bernafas ). 3)

3) Malfungsi pompa respirasi atau resistensi saluran nafas yang meningkat , sehinggaMalfungsi pompa respirasi atau resistensi saluran nafas yang meningkat , sehingga menyulitkan klien mempertahankan ventilasi adekuat ( klien tidak dapat bernafas ). menyulitkan klien mempertahankan ventilasi adekuat ( klien tidak dapat bernafas ). 4)

4) Inefisiensi pertukaran gas ( ketidakcocokkan rasio ventilasiInefisiensi pertukaran gas ( ketidakcocokkan rasio ventilasi – –perfusi atau ruang rugiperfusi atau ruang rugi atau

(4)

4.

4. PATHWAYPATHWAY( Pohon Masalah )( Pohon Masalah )

Sumber : scr

Sumber : scribd.com/patofisiologiibd.com/patofisiologi

Hipoventilasi Hipoventilasi Hipokapnia Hipokapnia Hipoksemia Hipoksemia Gangguan

Gangguan pada pada Sistem Sistem Pernafasan Pernafasan Gangguan Gangguan pada pada Sistem Sistem KardiovaskulerKardiovaskuler

Paru - Paru Paru - Paru Penekanan Pusat Penekanan Pusat Pernafasan Pernafasan Pembuluh Darah Pembuluh Darah

Gas Darah Arteri Abnormal Gas Darah Arteri Abnormal

pH Menurun pH Menurun ( Alkalosis ( Alkalosis Respiratorik ) Respiratorik ) Asidosis Asidosis Metabolik Metabolik Ventilasi tidak adekuat

Ventilasi tidak adekuat

Gangguan Sistem Oksigenasi Gangguan Sistem Oksigenasi

(5)

5.

5. TANDA DAN GEJALATANDA DAN GEJALA

Tanda klinis klien hipoksia (Arif Muttaqin, 2008 ) Tanda klinis klien hipoksia (Arif Muttaqin, 2008 )

Hipoksia dapat terjadi secara akut atau kronik. Gejala awal dari hipoksia adalah Hipoksia dapat terjadi secara akut atau kronik. Gejala awal dari hipoksia adalah peningkatan denyut nadi, peningkatan jumlah dan kedalaman nafas, dan diikuti pe

peningkatan denyut nadi, peningkatan jumlah dan kedalaman nafas, dan diikuti pe ningkatanningkatan tekanan darah sistolik. Gejala lanjutan hipoksia mencakup penurunan denyut nadi dan tekanan darah sistolik. Gejala lanjutan hipoksia mencakup penurunan denyut nadi dan penurunan tekanan darah sistolik, dispnea, batuk, hemoptisis, serta kemungkinan sianosis penurunan tekanan darah sistolik, dispnea, batuk, hemoptisis, serta kemungkinan sianosis dapat timbul.

dapat timbul.

Gejala lain pada hipoksia akut adalah

Gejala lain pada hipoksia akut adalah nausenause,, vomitingvomiting, oliguria, dan mungkin anuria., oliguria, dan mungkin anuria. Hipoksia dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala, Hipoksia dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala, apatis ( penurunan kesadaran ),

apatis ( penurunan kesadaran ), dizzinesdizzines, iritabilitas, dan kehilangan memori. Korteks, iritabilitas, dan kehilangan memori. Korteks serebral hanya dapat menoleransi terjadinya hipoksia selama 3

serebral hanya dapat menoleransi terjadinya hipoksia selama 3 – – 5 5 menit. menit. Pada Pada kondisikondisi lanjut, pada jari klien biasanya timbul

lanjut, pada jari klien biasanya timbul clubbing finger clubbing finger . Terjadinya. Terjadinya clubbing finger clubbing finger disebabkandisebabkan oleh terhambatnya pengangkutan oksigen dan suplai darah arteri ke jari yang ditandai oleh terhambatnya pengangkutan oksigen dan suplai darah arteri ke jari yang ditandai dengan pembengkakan pada dasar jari menjadi dan meningkatnya ukuran ujung jari, sudut dengan pembengkakan pada dasar jari menjadi dan meningkatnya ukuran ujung jari, sudut antara jari, dan dasar jari yang lebih dar

antara jari, dan dasar jari yang lebih dar i 160°.i 160°.

Gambar 1 :

Gambar 1 :Clubbing Finger Clubbing Finger 

Sumber : healthcentral.com Sumber : healthcentral.com

(6)

Tanda - Tanda dan Gejala Gangguan Pernapasan Tanda - Tanda dan Gejala Gangguan Pernapasan

Yang termasuk tanda dan gejala gangguan pernapasan adalah batuk, sputum ( dahak ), Yang termasuk tanda dan gejala gangguan pernapasan adalah batuk, sputum ( dahak ), dispnea, nyeri dada.

dispnea, nyeri dada. (http://repository.usu.ac.id)(http://repository.usu.ac.id)

a)

a) BatukBatuk

Batuk merupakan gejala paling umum dari penyakit pernapasan. Rangsangan yang biasanya Batuk merupakan gejala paling umum dari penyakit pernapasan. Rangsangan yang biasanya menimbulkan batuk adalah rangsangan mekanik, kimia dan peradangan. Inhalasi debu, asap menimbulkan batuk adalah rangsangan mekanik, kimia dan peradangan. Inhalasi debu, asap dan benda asing kecil sering merupakan penyebab paling sering dari batuk.

dan benda asing kecil sering merupakan penyebab paling sering dari batuk. b)

b) Sputum ( dahak )Sputum ( dahak )

Orang dewasa membentuk sputum sekitar 100 ml dalam saluran napas setiap hari, Orang dewasa membentuk sputum sekitar 100 ml dalam saluran napas setiap hari, sedangkan dalam keadaan saluran napas terganggu biasanya sputum yang dihasilkan sedangkan dalam keadaan saluran napas terganggu biasanya sputum yang dihasilkan melebihi 100 ml per hari.

melebihi 100 ml per hari. c)

c) HemoptisisHemoptisis

Istilah yang digunakan untuk menyatakan batuk darah atau sputum berdarah. Istilah yang digunakan untuk menyatakan batuk darah atau sputum berdarah.

d)

d) DispneaDispnea

Dispnea sering juga disebut dengan sesak napas, perasaan sulit bernapas dan merupakan Dispnea sering juga disebut dengan sesak napas, perasaan sulit bernapas dan merupakan gejala utama penyakit kardiovaskuler.

gejala utama penyakit kardiovaskuler. e)

e) Nyeri dadaNyeri dada

Nyeri dada terjadi dari berbagai penyebab, tetapi yang paling khas dari penyakit paru - paru Nyeri dada terjadi dari berbagai penyebab, tetapi yang paling khas dari penyakit paru - paru adalah akibat radang pleura.

adalah akibat radang pleura.

6.

6. KLASIFIKASIKLASIFIKASI( Arif Muttaqin, 2008 )( Arif Muttaqin, 2008 ) a)

a) Klien dengan infeksi dan inflamasi sistem pernafasan :Klien dengan infeksi dan inflamasi sistem pernafasan : 1.

1. Tuberkolusis ParuTuberkolusis Paru 2.

2. PneumoniaPneumonia 3.

3. Abses paruAbses paru 4.

4. BronkhitisBronkhitis b)

b) Klien dengan gangguan pleura :Klien dengan gangguan pleura : 1.

1. Efusi pleuraEfusi pleura 2. 2. PneumothoraksPneumothoraks 3. 3. EmpiemaEmpiema 4. 4. HematothoraksHematothoraks

(7)

c)

c) Klien dengan gangguan jalan nafas :Klien dengan gangguan jalan nafas : 1.

1. Penyakit Paru Obstruktif MenahunPenyakit Paru Obstruktif Menahun 2.

2. EmfisemaEmfisema 3.

3. Asma BronkhialAsma Bronkhial 4.

4. Status AsmatikusStatus Asmatikus 5.

5. BronkhiektasisBronkhiektasis d)

d) Klien dengan keganasan sistem pernafasan :Klien dengan keganasan sistem pernafasan : 1.

1. Karsinoma BronkhogenikKarsinoma Bronkhogenik 2.

2. Karsinoma MediastinumKarsinoma Mediastinum e)

e) Klien dengan gangguan pernafasan :Klien dengan gangguan pernafasan : 1.

1. Gagal NafasGagal Nafas 2.

2. Adult Respiratory Distress SyndromeAdult Respiratory Distress Syndrome 3.

3. Penyakit JantungPenyakit Jantung – –Paru ( Kor Pulmonal )Paru ( Kor Pulmonal ) 4.

4. Embolisme ParuEmbolisme Paru

7.

7. FAKTORFAKTOR

 –

 –

FAKTORFAKTOR

Faktor yang mempengaruhi respirasi (Irman Somantri, 2009,

Faktor yang mempengaruhi respirasi (Irman Somantri, 2009, hlm.16 - 17)hlm.16 - 17) 1.

1. Efek Ketinggian (Efek Ketinggian ( Altitude Altitude))

Pada tempat yang tinggi biasanya tekanan parsial oksigen ( PO2 ) turun, darah Pada tempat yang tinggi biasanya tekanan parsial oksigen ( PO2 ) turun, darah dalam arteri di bawah tekanan parsial oksigen arteri ( PaO2 ), sehingga terjadi dalam arteri di bawah tekanan parsial oksigen arteri ( PaO2 ), sehingga terjadi peningkatan laju dan ke dalaman respiratori.

peningkatan laju dan ke dalaman respiratori.

2.

2. LingkunganLingkungan

Pada lingkungan yang panas terjadi dilatasi ( pelebaran ) pembuluh darah Pada lingkungan yang panas terjadi dilatasi ( pelebaran ) pembuluh darah perifer, hal ini mengakibatkan darah mengalir ke kulit sehingga akan meningkatkan perifer, hal ini mengakibatkan darah mengalir ke kulit sehingga akan meningkatkan  jumlah kehilangan panas dari permukaan tubu

 jumlah kehilangan panas dari permukaan tubuh.h.

3.

3. EmosiEmosi

Kerja dari jantung dipengaruhi oleh pusat tertinggi dari serebrum melalui Kerja dari jantung dipengaruhi oleh pusat tertinggi dari serebrum melalui hipotalamus, dimana terdapat pusat stimulasi jantung ( cardioinhibitory dan hipotalamus, dimana terdapat pusat stimulasi jantung ( cardioinhibitory dan cardioaccelerator ) di medula. Jarak motorik dari pusat tersebut dibawa oleh impuls cardioaccelerator ) di medula. Jarak motorik dari pusat tersebut dibawa oleh impuls kepada neuron simpatis dan parasimpatis, y

(8)

4.

4. Aktivitas dan IstirahatAktivitas dan Istirahat

Latihan / kegiatan akan meningkatkan laju respirasi dan menyebabkan Latihan / kegiatan akan meningkatkan laju respirasi dan menyebabkan peningkatan suplai serta kebutuhan oksigen

peningkatan suplai serta kebutuhan oksigen dalam tubuh.dalam tubuh.

5.

5. KesehatanKesehatan

Pada seseorang yang sehat, sistem kardiovaskuler dan pernafasan secara Pada seseorang yang sehat, sistem kardiovaskuler dan pernafasan secara normal menyediakan oksigen bagi kebutuhan tubuh. Pada penyakit sistem normal menyediakan oksigen bagi kebutuhan tubuh. Pada penyakit sistem kardiovaskuler, hal ini sering kali berdampak terhadap pengangkutan oksigen ke sel kardiovaskuler, hal ini sering kali berdampak terhadap pengangkutan oksigen ke sel tubuh, sedamgkan penyakit sistem pernafasan dapat memengaruhi oksigenasi dalam tubuh, sedamgkan penyakit sistem pernafasan dapat memengaruhi oksigenasi dalam darah. Pada kedua kasus tadi,

darah. Pada kedua kasus tadi, hipoksemia dapat timbul.hipoksemia dapat timbul.

6.

6. Gaya HidupGaya Hidup

Klien yang merokok atau terpapar polusi udara akan dapat mengindikasikan Klien yang merokok atau terpapar polusi udara akan dapat mengindikasikan adanya gangguan paru

adanya gangguan paru – –paru.paru.

8.

8. PEMERIKSAAN PENUNJANGPEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi penyakit paru dapat Pemeriksaan diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi penyakit paru dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu sebagai berikut. (Irman Somantri, 2009, hlm.21) diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu sebagai berikut. (Irman Somantri, 2009, hlm.21) 1.

1. Metode morfologis : radiologi, bronkoskopi, dan pemeriksaan Metode morfologis : radiologi, bronkoskopi, dan pemeriksaan biopsi sputum ( dahak ).biopsi sputum ( dahak ). 2.

2. Metode fisiologis : pengukuran gas darah dan tesMetode fisiologis : pengukuran gas darah dan tes – –tes fungsi ventilasi.tes fungsi ventilasi.

Metode Morfologis Metode Morfologis

1)

1) RadiologiRadiologi

Toraks merupakan tempat yang ideal untuk pemeriksaan radiologi. Parenkim Toraks merupakan tempat yang ideal untuk pemeriksaan radiologi. Parenkim paru yang berisi udara memberikan resistensi yang kecil terhadap jalannya sinar X, paru yang berisi udara memberikan resistensi yang kecil terhadap jalannya sinar X, karena itu parenkim menghasilkan bayangan yang sangat bersinar - sinar. Jaringan karena itu parenkim menghasilkan bayangan yang sangat bersinar - sinar. Jaringan lunak dinding dada, jantung dan pembuluh - pembuluh darah besar serta diafragma lunak dinding dada, jantung dan pembuluh - pembuluh darah besar serta diafragma lebih sukar ditembus sinar X dibandingkan parenkim paru sehingga bagian ini akan lebih sukar ditembus sinar X dibandingkan parenkim paru sehingga bagian ini akan tampak lebih padat pada radiogram. Struktur toraks yang bertulang ( termasuk iga, tampak lebih padat pada radiogram. Struktur toraks yang bertulang ( termasuk iga, sternum dan vertebra ) lebih sulit lagi ditembus, sehingga bayangannya lebih padat sternum dan vertebra ) lebih sulit lagi ditembus, sehingga bayangannya lebih padat lagi.

(9)

Gambar 2 : Chest X

Gambar 2 : Chest X -Ray ; Sumber : meddean.luc.edu-Ray ; Sumber : meddean.luc.edu

2)

2) BronkoskopiBronkoskopi

Merupakan suatu teknik yang memungkinkan visualisasi langsung trakea dan Merupakan suatu teknik yang memungkinkan visualisasi langsung trakea dan cabang - cabang utamanya. Cara ini paling sering digunakan untuk memastikan cabang - cabang utamanya. Cara ini paling sering digunakan untuk memastikan diagnosis karsinoma bronkogenik, tetapi dapat juga digunakan untuk mengangkat diagnosis karsinoma bronkogenik, tetapi dapat juga digunakan untuk mengangkat benda asing.

benda asing.

Gambar 3 : Bronchoscope ; Sumber :

(10)

3)

3) Pemeriksaan BiopsiPemeriksaan Biopsi

Contoh jaringan yang dapat digunakan untuk pemeriksaan biopsi adalah Contoh jaringan yang dapat digunakan untuk pemeriksaan biopsi adalah  jaringan

 jaringan yang yang diperoleh diperoleh dari dari saluran saluran pernafasan pernafasan bagian bagian atas atas dan dan bawah bawah dengandengan menggunakan teknik endoskopi yang memakai laringoskop atau bronkoskop. menggunakan teknik endoskopi yang memakai laringoskop atau bronkoskop. Manfaat utama biopsi paru

Manfaat utama biopsi paru – –paru terutama berkaitan dengan penyakit paruparu terutama berkaitan dengan penyakit paru – –paruparu difus yang tidak dapat

difus yang tidak dapat didiagnosis dengan cara lain.didiagnosis dengan cara lain.

4)

4) Pemeriksaan sputumPemeriksaan sputum

Penting dilakukan untuk mendiagnosis etiologi berbagai penyakit pernafasan. Penting dilakukan untuk mendiagnosis etiologi berbagai penyakit pernafasan. Pemeriksaan mikroskopik dapat menjelaskan organisme penyebab pada berbagai Pemeriksaan mikroskopik dapat menjelaskan organisme penyebab pada berbagai pneumonia bakterial, tuberkulosis, serta berbagai jenis infeksi jamur. Pemeriksaan pneumonia bakterial, tuberkulosis, serta berbagai jenis infeksi jamur. Pemeriksaan sitologi eksfoliatif pada sputum dapat membantu dalam mendiagnosis karsinoma sitologi eksfoliatif pada sputum dapat membantu dalam mendiagnosis karsinoma paru. Waktu

paru. Waktu terbaik untuk terbaik untuk pengumpulan sputupengumpulan sputum adalah m adalah setelah bangun setelah bangun tidur,tidur, karena sekresi abnormal bronkus cenderung untuk berkumpul pada waktu tidur. karena sekresi abnormal bronkus cenderung untuk berkumpul pada waktu tidur.

Metode Fisiologis Metode Fisiologis

1)

1) Analisa Gas DarahAnalisa Gas Darah

Pemeriksaan gas darah dan PH digunakan sebagai pegangan dalam penanganan Pemeriksaan gas darah dan PH digunakan sebagai pegangan dalam penanganan pasien - pasien penyakit berat yang akut dan menahun. Pemeriksaan gas darah pasien - pasien penyakit berat yang akut dan menahun. Pemeriksaan gas darah dipakai untuk menilai keseimbangan asam basa dalam tubuh, kadar oksigenasi dipakai untuk menilai keseimbangan asam basa dalam tubuh, kadar oksigenasi dalam darah, kadar karbondioksida dalam darah. Pemeriksaan analisa gas darah dalam darah, kadar karbondioksida dalam darah. Pemeriksaan analisa gas darah

dikenal juga dengan nama pemeriksaan “ ASTRUP ”, yaitu suatu pemeriksaan gas dikenal juga dengan nama pemeriksaan “ ASTRUP ”, yaitu suatu pemeriksaan gas

darah yang dilakukan melalui darah arteri. Lokasi pengambilan darah yaitu: Arteri darah yang dilakukan melalui darah arteri. Lokasi pengambilan darah yaitu: Arteri radialis, Arteri bra

radialis, Arteri brachialis, dan chialis, dan Arteri Femoralis.Arteri Femoralis. Tes

Tes Rentang Rentang Normal Normal DewasaDewasa PaO PaO22 8080 – –100 mmHg100 mmHg PaCO PaCO22 3535 – –45 mmHg45 mmHg pH pH 7,357,35 – –7,457,45 HCO

HCO33 2121 – –28 mEq/L28 mEq/L SaO

SaO22 95% - 100%95% - 100%

Sumber : Perry dan Potter, 2001 Sumber : Perry dan Potter, 2001

(11)

2)

2) Tes Fungsi ParuTes Fungsi Paru

Frekuensi pernapasan orang dewasa normal berkisar 12 - 16 kali permenit yang Frekuensi pernapasan orang dewasa normal berkisar 12 - 16 kali permenit yang mengangkut kurang lebih 5 liter udara masuk dan keluar paru. Volume yang lebih mengangkut kurang lebih 5 liter udara masuk dan keluar paru. Volume yang lebih rendah dari kisaran normal seringkali menunjukkan malfungsi sistem paru. Volume rendah dari kisaran normal seringkali menunjukkan malfungsi sistem paru. Volume dan kapasitas paru diukur dengan alat berupa

dan kapasitas paru diukur dengan alat berupa spirometer spirometer atau spirometri, sedangatau spirometri, sedang hasil rekamannya disebut dengan

hasil rekamannya disebut denganspirogramspirogram.. (www.duniaalatkedokteran.com)(www.duniaalatkedokteran.com) Udara yang keluar dan masuk saluran pernapasan saat inspirasi dan ekspirasi Udara yang keluar dan masuk saluran pernapasan saat inspirasi dan ekspirasi sebanyak 500 ml disebut dengan

sebanyak 500 ml disebut denganvolume tidal volume tidal , sedang volume tidal pada tiap orang, sedang volume tidal pada tiap orang sangat bervariasi tergantung pada saat pengukurannya. Rata-rata orang dewasa sangat bervariasi tergantung pada saat pengukurannya. Rata-rata orang dewasa 70% (350 ml) dari volume tidal secara nyata dapat masuk sampai ke bronkiolus, 70% (350 ml) dari volume tidal secara nyata dapat masuk sampai ke bronkiolus, duktus alveolus, kantong alveoli dan alveoli yang aktif dalam proses pertukaran gas. duktus alveolus, kantong alveoli dan alveoli yang aktif dalam proses pertukaran gas. Sedang sisanya seban

Sedang sisanya sebanyak 30% ( 150 yak 30% ( 150 ml ) menetap ml ) menetap di ruang rugi di ruang rugi ((anatomic dead anatomic dead  spac e

spac e).).

Volume total udara yang ditukarkan dalam satu menit disebut dengan

Volume total udara yang ditukarkan dalam satu menit disebut dengan minuteminute volume of respiration

volume of respiration ( MVR ) atau juga biasa disebut( MVR ) atau juga biasa disebut menit ventilasi menit ventilasi . MVR ini. MVR ini didapatkan dari hasil kali antara volume tidal dan frekuensi pernapasan normal didapatkan dari hasil kali antara volume tidal dan frekuensi pernapasan normal permenit. Rata - rata MVR dari 500 ml volume tidal sebanyak 12 kali pernapasan permenit. Rata - rata MVR dari 500 ml volume tidal sebanyak 12 kali pernapasan permenit adalah 6000 ml / menit.

permenit adalah 6000 ml / menit.

Volume pernapasan yang melebihi volume tidal 500 ml dapat diperoleh dengan Volume pernapasan yang melebihi volume tidal 500 ml dapat diperoleh dengan mengambil nafas lebih dalam lagi. Penambahan udara ini biasa disebut volume mengambil nafas lebih dalam lagi. Penambahan udara ini biasa disebut volume cadangan inspirasi (

cadangan inspirasi ( Inspiratory reserve volumeInspiratory reserve volume ) sebesar 3100 ml dari volume tidal) sebesar 3100 ml dari volume tidal sebelumnya, sehingga volume tidal totalnya sebesar 3600 ml.

sebelumnya, sehingga volume tidal totalnya sebesar 3600 ml.

Meskipun paru dalam keadaan kosong setelah fase ekspirasi maksimal, akan Meskipun paru dalam keadaan kosong setelah fase ekspirasi maksimal, akan tetapi sesungguhnya paru - paru masih memiliki udara sisa yang disebut dengan tetapi sesungguhnya paru - paru masih memiliki udara sisa yang disebut dengan volume residu yang mempertahankan paru - paru dari keadaan kollaps, besarnya volume residu yang mempertahankan paru - paru dari keadaan kollaps, besarnya volume residu sekitar 1200 ml.

volume residu sekitar 1200 ml.

9.

9. PENGOBATANPENGOBATAN

Agen farmakologi untuk penyakit saluran pernafasan ( Irman Somantri, 2009, hlm. 33 Agen farmakologi untuk penyakit saluran pernafasan ( Irman Somantri, 2009, hlm. 33 )) 1)

(12)

Biasanya Ampicillin dan Tetracycline dapat digunakan untuk mengobati infeksi Biasanya Ampicillin dan Tetracycline dapat digunakan untuk mengobati infeksi paru. Meskipun begitu penyebab yang sering pada infeksi saluran pernafasan adalah paru. Meskipun begitu penyebab yang sering pada infeksi saluran pernafasan adalah virus. Pengobatan untuk infeksi virus bersifat

virus. Pengobatan untuk infeksi virus bersifat simptomatik.simptomatik.

2)

2) BronkodilatorBronkodilator

Bekerja langsung pada otot bronkus untuk mengurangi bronkospasme. Biasanya Bekerja langsung pada otot bronkus untuk mengurangi bronkospasme. Biasanya dibedakan menjadi dua grup yaitu sebagai berikut.

dibedakan menjadi dua grup yaitu sebagai berikut.

 ΒΒ-adrenergik, seperti Albuterol ( Ventolin ).-adrenergik, seperti Albuterol ( Ventolin ). 

 Theophyline, seperti Aminophyline.Theophyline, seperti Aminophyline.

Efek samping yang biasa terjadi adalah peningkatan denyut jantung (

Efek samping yang biasa terjadi adalah peningkatan denyut jantung ( heart heart  rate

rate), palpitasi,), palpitasi, nervousnessnervousness, tremor, mual (, tremor, mual (nauseanausea) dan anoreksia.) dan anoreksia.

3)

3) Adrenal Glukokortikoid ( Prednison )Adrenal Glukokortikoid ( Prednison )

Digunakan untuk mengurangi inflamasi, dengan cara mempertebal dinding Digunakan untuk mengurangi inflamasi, dengan cara mempertebal dinding bronkial dan menurunkan ukuran dari lumen

bronkial dan menurunkan ukuran dari lumen bronkial.bronkial.

4)

4) Antitusif Antitusif 

Berfungsi untuk menghambat refleks batuk pada pusat batuk. Seperti Benzinatate Berfungsi untuk menghambat refleks batuk pada pusat batuk. Seperti Benzinatate ( Tessalon ), Codein Phosphate, Dextrometorphan Hydrobromida ( Robitusin DM ), dan ( Tessalon ), Codein Phosphate, Dextrometorphan Hydrobromida ( Robitusin DM ), dan Hydrocodone Bitartrate ( Hycodan ).

Hydrocodone Bitartrate ( Hycodan ).

5)

5) MukolitikMukolitik

Membantu mengencerkan sekresi pulmonal agar dapat diekspektorasikan. Obat ini Membantu mengencerkan sekresi pulmonal agar dapat diekspektorasikan. Obat ini diberikan kepada klien dengan sekresi mukus yang abnormal, kental pada penyakit akut diberikan kepada klien dengan sekresi mukus yang abnormal, kental pada penyakit akut dan kronis seperti pneumonia, brokitis, tuberkulosis serta kistik fibrosis. Acetilcystein ( dan kronis seperti pneumonia, brokitis, tuberkulosis serta kistik fibrosis. Acetilcystein ( Mucomyst ) berbentuk aerosol dapat digunakan untuk mengurangi kekentalan dari Mucomyst ) berbentuk aerosol dapat digunakan untuk mengurangi kekentalan dari sekresi.

sekresi.

6)

6) AntialergenikAntialergenik

Cromolyn Sodium ( Intal ) merupakan antialergen yang khusus untuk klien dengan asma. Cromolyn Sodium ( Intal ) merupakan antialergen yang khusus untuk klien dengan asma. Obat ini mampu menstabilkan mast sel serta menghambat pelepasan mediator tipe I Obat ini mampu menstabilkan mast sel serta menghambat pelepasan mediator tipe I dari reaksi alergi ( histamin dan

(13)

7)

7) Vasokonstriktor dan DekongestanVasokonstriktor dan Dekongestan

Pengobatan ini diberikan dengan beberapa cara, yaitu topikal, parenteral, dan oral. Pengobatan ini diberikan dengan beberapa cara, yaitu topikal, parenteral, dan oral. Contoh dekongestan adalah Ephedrine Sulfate

Contoh dekongestan adalah Ephedrine Sulfate dan Phenylephrine Hydrochloride.dan Phenylephrine Hydrochloride.

10.

10. PENATALAKSANAAN MEDISPENATALAKSANAAN MEDIS 1)

1) Terapi Oksigen ( Irman Somantri, 2009 )Terapi Oksigen ( Irman Somantri, 2009 )

Oksigen tambahan diberikan untuk beberapa klien yang mengalami hipoksemia. Jika Oksigen tambahan diberikan untuk beberapa klien yang mengalami hipoksemia. Jika hipoksemia teratasi, maka hipoksia akan dapat dicegah.

hipoksemia teratasi, maka hipoksia akan dapat dicegah.

Terdapat tiga indikasi utama untuk pemberian oksigen yaitu sebagai berikut : Terdapat tiga indikasi utama untuk pemberian oksigen yaitu sebagai berikut :

a)

a) MenurunnyaMenurunnyaarterial blood oxygenarterial blood oxygen.. b)

b) Meningkatnya kerja nafas.Meningkatnya kerja nafas. c)

c) Kebutuhan untuk menurunkan kerja mKebutuhan untuk menurunkan kerja m iokardial.iokardial. 2)

2) Fisioterapi DadaFisioterapi Dada

Terdiri atas postural drainase, perkusi dada, dan vibrasi dada. Biasanya ketiga metode Terdiri atas postural drainase, perkusi dada, dan vibrasi dada. Biasanya ketiga metode ini digunakan pada posisi yang berbeda diikuti dengan nafas dalam dan batuk.

ini digunakan pada posisi yang berbeda diikuti dengan nafas dalam dan batuk. 3)

3) Inhalasi NebulizerInhalasi Nebulizer

Alat bantu pernapasan yang dapat digunakan sebagai terapi untuk mengencerkan dahak Alat bantu pernapasan yang dapat digunakan sebagai terapi untuk mengencerkan dahak dengan pengasapan ( terapi uap ).

dengan pengasapan ( terapi uap ). 4)

4) Pemberian pengobatan sesuai indikasi.Pemberian pengobatan sesuai indikasi. 5)

5) Dukungan Nutrisi sesuai kebutuhan.Dukungan Nutrisi sesuai kebutuhan.

11.

11. KOMPLIKASIKOMPLIKASI

Meskipun secara umum terapi oksigen ini aman digunakan, tetapi terdapat beberapa Meskipun secara umum terapi oksigen ini aman digunakan, tetapi terdapat beberapa komplikasi yang dapat timbul akibat dari pemberian oksigen tambahan seperti berikut ini. komplikasi yang dapat timbul akibat dari pemberian oksigen tambahan seperti berikut ini. (Irman Somantri, 2009)

(Irman Somantri, 2009) a)

a) OxygenOxygen

– 

– 

induced induced HypoventilaHypoventilationtion.. b)

b) Oxygen Toxicity Oxygen Toxicity .. c)

c) Atelektasis.Atelektasis. d)

(14)

B.

B. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN PRE DAN PASUHAN KEPERAWATAN KLIEN PRE DAN P OST OPERASI SISTEM PERNAFASANOST OPERASI SISTEM PERNAFASAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN PRE OPERASI

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN PRE OPERASI 1.

1. Pengertian Pre OperasiPengertian Pre Operasi Preoperasi

Preoperasi merupakan merupakan tahapan tahapan dalam dalam proses proses pembedahan pembedahan yang yang dimulai dimulai prabedahprabedah ( preoperatif ), bedah ( intraoperatif ), pascaoperatif ( postoperatif ).Prabedah merupakan masa ( preoperatif ), bedah ( intraoperatif ), pascaoperatif ( postoperatif ).Prabedah merupakan masa sebelum dilakukannya tindakan pembedahan dimulai sejak ditentukannya persiapan pembedahan dan sebelum dilakukannya tindakan pembedahan dimulai sejak ditentukannya persiapan pembedahan dan berakhir sampai pasien di meja bedah. Intra bedah merupakan masa pembedahan yang dimulai sejak berakhir sampai pasien di meja bedah. Intra bedah merupakan masa pembedahan yang dimulai sejak ditransfer kemeja bedah dan berakhir sampai pasien dibawa ke ruang pemulihan. Pasca bedah ditransfer kemeja bedah dan berakhir sampai pasien dibawa ke ruang pemulihan. Pasca bedah merupakan masa setelah dilakukan pembedahan yang dimulai sejak pasien memasuki ruang dan merupakan masa setelah dilakukan pembedahan yang dimulai sejak pasien memasuki ruang dan berakhir sampai evaluasi selanjutnya. (scribd.com)

berakhir sampai evaluasi selanjutnya. (scribd.com)

2.

2. Pengkajian psikososialPengkajian psikososial

Dengan mengumpulkan riwayat kesehatan secara cermat, perawat menemukan kekhawatiran Dengan mengumpulkan riwayat kesehatan secara cermat, perawat menemukan kekhawatiran pasien yang

pasien yang dapat menjadi beban dapat menjadi beban langsung selama langsung selama pengalaman pembedahan. Tidak pengalaman pembedahan. Tidak diragukan lagidiragukan lagi pasien yang

pasien yang mengalami mengalami pembedahan ini pembedahan ini dilingkupi oleh dilingkupi oleh kecemasan, tekecemasan, termasuk ketakutan rmasuk ketakutan akanakan ketidaktahuan dan lain sebagainya. Akibatnya, perawat harus memberikan dorongan untuk ketidaktahuan dan lain sebagainya. Akibatnya, perawat harus memberikan dorongan untuk pe

pengngungungkakapanpan, , dadan n harharus us memendendengangarkrkanan, , mememamahamhami, i, dadan n memembmbererikikan i an i n n f f o o r r m m a a s s i y a i y a n n g m e g m e m m b b a a n n t t u m e u m e nn y in g k I r k a n

y in g k I r k a n k e k h a w a t I r a n tersebut.k e k h a w a t I r a n tersebut.

Untuk pasien pre operatif berbagai kecemasan yang cukup besar cemas dan takut terhadap Untuk pasien pre operatif berbagai kecemasan yang cukup besar cemas dan takut terhadap anastesia, takut terhadap rasa nyeri dan kematian atau ancamanlain yang dapat menimbulkan ketidak anastesia, takut terhadap rasa nyeri dan kematian atau ancamanlain yang dapat menimbulkan ketidak tenangan dan ansietas berat.Pe r a w a t da pa t melakukan banyak hal untuk menghilangkan kekhawatiran itu tenangan dan ansietas berat.Pe r a w a t da pa t melakukan banyak hal untuk menghilangkan kekhawatiran itu supaya dapat memberikan perasaan te

supaya dapat memberikan perasaan tenang pada pasien apabila memungkinkan. (scribd.com)nang pada pasien apabila memungkinkan. (scribd.com)

3.

3. Pengkajian fisik umumPengkajian fisik umum

Sebelum pengobatan dimulai, riwayat kesehatan dikumpulkan dan pemeriksaan fisik dilakukan, Sebelum pengobatan dimulai, riwayat kesehatan dikumpulkan dan pemeriksaan fisik dilakukan, selama pemeriksaan fisik tersebut, tanda-tanda vital di catat dan data dasar ditegakan untuk selama pemeriksaan fisik tersebut, tanda-tanda vital di catat dan data dasar ditegakan untuk pembandingan dimasa yang

pembandingan dimasa yang datang, datang, pemeriksaan diagnostik pemeriksaan diagnostik dilakukan seperti dilakukan seperti Analisis Gas Analisis Gas DarahDarah ( AGD ), pemeriksaan rontgen, endoskopi, biopsi jaringan, dan pemeriksaan feses dan urin, perawat ( AGD ), pemeriksaan rontgen, endoskopi, biopsi jaringan, dan pemeriksaan feses dan urin, perawat berada dalam posisi untuk membantu pasien memahami perlunya pemeriksaan diagnostic adalah suatu berada dalam posisi untuk membantu pasien memahami perlunya pemeriksaan diagnostic adalah suatu kesempatan selama

(15)

de

deccububititusus, , ededemema, a, atatau au bubunynyinafas inafas yanyang ab g ab n o r n o r m a lm a l, ya, yang lng lebiebih jah jauh muh mengenggamgambarbarkan kan k o n k o n d i d i s i s i k e s k e s e l u e l u r u h r u h aa n pasien. (scribd.com)

n pasien. (scribd.com)

Berbagai persiapan fisik yang harus dilakukan terhadap pasien sebelum operasi antara lain : Berbagai persiapan fisik yang harus dilakukan terhadap pasien sebelum operasi antara lain : (nurseducation.com)

(nurseducation.com)

1)

1) Status kesehatan fisik secara umumStatus kesehatan fisik secara umum

Sebelum dilakukan pembedahan, penting dilakukan pemeriksaan status kesehatan secara Sebelum dilakukan pembedahan, penting dilakukan pemeriksaan status kesehatan secara umum, meliputi identitas klien, riwayat penyakit seperti kesehatan masa lalu, riwayat kesehatan umum, meliputi identitas klien, riwayat penyakit seperti kesehatan masa lalu, riwayat kesehatan keluarga, pemeriksaan fisik lengkap, antara lain status hemodinamika, status kardiovaskuler, status keluarga, pemeriksaan fisik lengkap, antara lain status hemodinamika, status kardiovaskuler, status pernafasan, fungsi ginjal dan hepatik, fungsi endokrin, fungsi imunologi, dan lain - lain. Selain itu pasien pernafasan, fungsi ginjal dan hepatik, fungsi endokrin, fungsi imunologi, dan lain - lain. Selain itu pasien harus istirahat yang cukup, karena dengan istirahat dan tidur yang cukup pasien tidak akan mengalami harus istirahat yang cukup, karena dengan istirahat dan tidur yang cukup pasien tidak akan mengalami stres fisik, tubuh lebih rileks sehingga bagi pasien yang memiliki riwayat hipertensi, tekanan darahnya stres fisik, tubuh lebih rileks sehingga bagi pasien yang memiliki riwayat hipertensi, tekanan darahnya dapat stabil dan bagi pasien wanita tidak akan memicu terjadinya haid lebih awal.

dapat stabil dan bagi pasien wanita tidak akan memicu terjadinya haid lebih awal.

2)

2) Status NutrisiStatus Nutrisi

Kebutuhan nutrisi ditentukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan, lipat kulit trisep, Kebutuhan nutrisi ditentukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan, lipat kulit trisep, lingkar lengan atas, kadar protein darah ( albumin dan globulin ) dan keseimbangan nitrogen. Segala lingkar lengan atas, kadar protein darah ( albumin dan globulin ) dan keseimbangan nitrogen. Segala bentuk defisiensi nutrisi harus di koreksi sebelum pembedahan untuk memberikan protein yang cukup bentuk defisiensi nutrisi harus di koreksi sebelum pembedahan untuk memberikan protein yang cukup untuk perbaikan jaringan. Kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan pasien mengalami berbagai untuk perbaikan jaringan. Kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan pasien mengalami berbagai komplikasi pasca operasi dan mengakibatkan pasien menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit. komplikasi pasca operasi dan mengakibatkan pasien menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi pasca operasi, dehisiensi ( terlepasnya jahitan Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi pasca operasi, dehisiensi ( terlepasnya jahitan sehingga luka tidak bisa menyatu ), demam dan penyembuhan luka yang lama. Pada kondisi yang serius sehingga luka tidak bisa menyatu ), demam dan penyembuhan luka yang lama. Pada kondisi yang serius pasien dapat mengalami sepsis yang bisa mengakibatkan kematian.

pasien dapat mengalami sepsis yang bisa mengakibatkan kematian.

3)

3) Keseimbangan cairan dan elektrolitKeseimbangan cairan dan elektrolit

Balance cairan perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan input dan output cairan. Demikaian Balance cairan perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan input dan output cairan. Demikaian  juga

 juga kadar kadar elektrolit elektrolit serum serum harus harus berada berada dalam dalam rentang rentang normal. normal. Kadar Kadar elektrolit elektrolit yang yang biasanyabiasanya dilakuakan pemeriksaan diantaranya dalah kadar natrium serum ( normal : 135 -145 mmol/l ), kadar dilakuakan pemeriksaan diantaranya dalah kadar natrium serum ( normal : 135 -145 mmol/l ), kadar kalium serum ( normal : 3,5 - 5 mmol/l ) dan kadar kreatinin serum ( 0,70 - 1,50 mg/dl ). Keseimbangan kalium serum ( normal : 3,5 - 5 mmol/l ) dan kadar kreatinin serum ( 0,70 - 1,50 mg/dl ). Keseimbangan cairan dan elektrolit terkait erat dengan fungsi ginjal. Dimana ginjal berfungsi mengatur mekanisme cairan dan elektrolit terkait erat dengan fungsi ginjal. Dimana ginjal berfungsi mengatur mekanisme asam basa dan ekskresi metabolit obat - obatan anastesi. Jika fungsi ginjal baik maka operasi dapat asam basa dan ekskresi metabolit obat - obatan anastesi. Jika fungsi ginjal baik maka operasi dapat

(16)

dilakukan dengan baik. Namun jika ginjal mengalami gangguan seperti oliguri / anuria, insufisiensi renal dilakukan dengan baik. Namun jika ginjal mengalami gangguan seperti oliguri / anuria, insufisiensi renal akut, nefritis akut maka operasi harus ditunda menunggu perbaikan fungsi ginjal. Kecuali pada akut, nefritis akut maka operasi harus ditunda menunggu perbaikan fungsi ginjal. Kecuali pada kasus-kasus yang mengancam jiwa.

kasus yang mengancam jiwa.

4)

4) Kebersihan lambung dan kolonKebersihan lambung dan kolon

Lambung dan kolon harus di bersihkan terlebih dahulu. Intervensi keperawatan yang bisa Lambung dan kolon harus di bersihkan terlebih dahulu. Intervensi keperawatan yang bisa diberikan diantaranya adalah pasien dipuasakan dan dilakukan tindakan pengosongan lambung dan diberikan diantaranya adalah pasien dipuasakan dan dilakukan tindakan pengosongan lambung dan kolon dengan tindakan enema / lavement. Lamanya puasa berkisar antara 7 sampai 8 jam ( biasanya kolon dengan tindakan enema / lavement. Lamanya puasa berkisar antara 7 sampai 8 jam ( biasanya puasa dilakukan mulai pukul 24.00 WIB ). Tujuan dari pengosongan lambung dan kolon adalah untuk puasa dilakukan mulai pukul 24.00 WIB ). Tujuan dari pengosongan lambung dan kolon adalah untuk menghindari aspirasi ( masuknya cairan lambung ke paru-paru ) dan menghindari kontaminasi feses ke menghindari aspirasi ( masuknya cairan lambung ke paru-paru ) dan menghindari kontaminasi feses ke area pembedahan sehingga menghindarkan terjadinya infeksi pasca pembedahan. Khusus pada pasien area pembedahan sehingga menghindarkan terjadinya infeksi pasca pembedahan. Khusus pada pasien yang menbutuhkan operasi CITO ( segera ), seperti pada pasien kecelakaan lalu lintas. Maka yang menbutuhkan operasi CITO ( segera ), seperti pada pasien kecelakaan lalu lintas. Maka pengosongan lambung dapat dilakukan dengan cara pemasangan NGT ( naso gastric tube ).

pengosongan lambung dapat dilakukan dengan cara pemasangan NGT ( naso gastric tube ).

5)

5) Pencukuran daerah operasiPencukuran daerah operasi

Pencukuran pada daerah operasi ditujukan untuk menghindari terjadinya infeksi pada daerah Pencukuran pada daerah operasi ditujukan untuk menghindari terjadinya infeksi pada daerah yang dilakukan pembedahan karena rambut yang tidak dicukur dapat menjadi tempat bersembunyi yang dilakukan pembedahan karena rambut yang tidak dicukur dapat menjadi tempat bersembunyi kuman dan juga mengganggu / menghambat proses penyembuhan dan perawatan luka. Meskipun kuman dan juga mengganggu / menghambat proses penyembuhan dan perawatan luka. Meskipun demikian ada beberapa kondisi tertentu yang tidak memerlukan pencukuran sebelum operasi, misalnya demikian ada beberapa kondisi tertentu yang tidak memerlukan pencukuran sebelum operasi, misalnya pada pasien luka incisi pada lengan. Tindakan pencukuran ( scheren ) harus dilakukan dengan hati - hati pada pasien luka incisi pada lengan. Tindakan pencukuran ( scheren ) harus dilakukan dengan hati - hati  jangan

 jangan sampai sampai menimbulkan luka menimbulkan luka pada pada daerah daerah yang yang dicukur. dicukur. Sering Sering kali kali pasien pasien di di berikan berikan kesempatankesempatan untuk mencukur sendiri agar pasien merasa lebih nyaman.

untuk mencukur sendiri agar pasien merasa lebih nyaman.

Daerah yang dilakukan pencukuran tergantung pada jenis operasi dan daerah yang akan Daerah yang dilakukan pencukuran tergantung pada jenis operasi dan daerah yang akan dioperasi. Biasanya daerah sekitar alat kelamin ( pubis ) dilakukan pencukuran jika yang dilakukan dioperasi. Biasanya daerah sekitar alat kelamin ( pubis ) dilakukan pencukuran jika yang dilakukan operasi pada daerah sekitar perut dan paha. Misalnya : apendiktomi, herniotomi, uretrolithiasis, operasi operasi pada daerah sekitar perut dan paha. Misalnya : apendiktomi, herniotomi, uretrolithiasis, operasi pemasangan plate pada fraktur femur, hemmoroidektomi. Selain terkait daerah pembedahan, pemasangan plate pada fraktur femur, hemmoroidektomi. Selain terkait daerah pembedahan, pencukuran pada lengan juga

pencukuran pada lengan juga dilakukan pada pemasangan infus sebelum pembedahan.dilakukan pada pemasangan infus sebelum pembedahan.

6)

6) Personal HyginePersonal Hygine

Kebersihan tubuh pasien sangat penting untuk persiapan operasi

Kebersihan tubuh pasien sangat penting untuk persiapan operasi karena tubuh yang kotor dapatkarena tubuh yang kotor dapat merupakan sumber kuman dan dapat mengakibatkan infeksi pada daerah yang dioperasi. Pada pasien merupakan sumber kuman dan dapat mengakibatkan infeksi pada daerah yang dioperasi. Pada pasien yang kondisi fisiknya kuat diajurkan untuk mandi sendiri dan membersihkan daerah operasi dengan yang kondisi fisiknya kuat diajurkan untuk mandi sendiri dan membersihkan daerah operasi dengan

(17)

lebih seksama. Sebaliknya jika pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan personal hygiene secara lebih seksama. Sebaliknya jika pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan personal hygiene secara mandiri maka perawat akan memeberikan bantuan pemenuhan kebutuhan personal hygiene.

mandiri maka perawat akan memeberikan bantuan pemenuhan kebutuhan personal hygiene.

7)

7) Pengosongan kandung kemihPengosongan kandung kemih

Pengosongan kandung kemih dilakukan dengan melakukan pemasangan kateter. Selain untuk Pengosongan kandung kemih dilakukan dengan melakukan pemasangan kateter. Selain untuk pengongan isi bladder tindakan kateterisasi juga diperluka untuk mengobservasi balance cairan.

pengongan isi bladder tindakan kateterisasi juga diperluka untuk mengobservasi balance cairan.

8)

8) Latihan Pra OperasiLatihan Pra Operasi

Berbagai latihan sangat diperlukan pada pasien sebelum operasi, hal ini sangat penting sebagai Berbagai latihan sangat diperlukan pada pasien sebelum operasi, hal ini sangat penting sebagai persiapan pasien dalam menghadapi kondisi pasca operasi, seperti : nyeri daerah operasi, batuk dan persiapan pasien dalam menghadapi kondisi pasca operasi, seperti : nyeri daerah operasi, batuk dan banyak lendir pada tenggorokan.

banyak lendir pada tenggorokan.

Latihan yang diberikan pada pasien sebelum operasi antara lain : Latihan yang diberikan pada pasien sebelum operasi antara lain : a)

a) Latihan Nafas DalamLatihan Nafas Dalam

Latihan nafas dalam sangat bermanfaat bagi pasien untuk mengurangi nyeri setelah operasi dan Latihan nafas dalam sangat bermanfaat bagi pasien untuk mengurangi nyeri setelah operasi dan dapat membantu pasien relaksasi sehingga pasien lebih mampu beradaptasi dengan nyeri dan dapat dapat membantu pasien relaksasi sehingga pasien lebih mampu beradaptasi dengan nyeri dan dapat meningkatkan kualitas tidur. Selain itu teknik ini juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan oksigenasi meningkatkan kualitas tidur. Selain itu teknik ini juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan oksigenasi darah setelah anastesi umum. Dengan melakukan latihan tarik nafas dalam secara efektif dan benar darah setelah anastesi umum. Dengan melakukan latihan tarik nafas dalam secara efektif dan benar maka pasien dapat segera mempraktekkan hal ini segera setelah operasi sesuai dengan kondisi dan maka pasien dapat segera mempraktekkan hal ini segera setelah operasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Latihan nafas dalam dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

kebutuhan pasien. Latihan nafas dalam dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

 Pasien tidur dengan posisi duduk atau setengah duduk (semifowler) dengan lututPasien tidur dengan posisi duduk atau setengah duduk (semifowler) dengan lutut

ditekuk dan perut tidak boleh tegang. ditekuk dan perut tidak boleh tegang.

 Letakkan tangan diatas perutLetakkan tangan diatas perut 

 Hirup udara sebanyak-banyaknya dengan menggunakan hidung dalam kondisi mulutHirup udara sebanyak-banyaknya dengan menggunakan hidung dalam kondisi mulut

tertutup rapat. tertutup rapat.

 Tahan nafas beberapa saat (3-5 detik) kemudian secara perlahan-lahan, udaraTahan nafas beberapa saat (3-5 detik) kemudian secara perlahan-lahan, udara

dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui mulut. dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui mulut.

 Lakukan hal ini berulang kali (15 kali).Lakukan hal ini berulang kali (15 kali). 

(18)

b)

b) Latihan Batuk Efektif Latihan Batuk Efektif 

Latihan batuk efektif juga sangat diperlukan bagi klien terutama klien yang mengalami operasi Latihan batuk efektif juga sangat diperlukan bagi klien terutama klien yang mengalami operasi dengan anstesi general. Karena pasien akan mengalami pemasangan alat bantu nafas selama dalam dengan anstesi general. Karena pasien akan mengalami pemasangan alat bantu nafas selama dalam kondisi teranstesi. Sehingga ketika sadar pasien akan mengalami rasa tidak nyaman pada tenggorokan. kondisi teranstesi. Sehingga ketika sadar pasien akan mengalami rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Dengan terasa banyak lendir kental di tenggorokan. Latihan batuk efektif sangat bermanfaat bagi pasien Dengan terasa banyak lendir kental di tenggorokan. Latihan batuk efektif sangat bermanfaat bagi pasien setalah operasi untuk mengeluarkan lendir atau sekret tersebut. Pasien dapat dilatih melakukan teknik setalah operasi untuk mengeluarkan lendir atau sekret tersebut. Pasien dapat dilatih melakukan teknik batuk efektif dengan cara :

batuk efektif dengan cara :

 Pasien condong ke depan dari posisi semifowler, jalinkan jari - jari tangan dan letakkanPasien condong ke depan dari posisi semifowler, jalinkan jari - jari tangan dan letakkan

melintang diatas incisi sebagai bebat ketika batuk. melintang diatas incisi sebagai bebat ketika batuk.

 Kemudian pasien nafas dalam seperti cara nafas dalam ( 3-5 kKemudian pasien nafas dalam seperti cara nafas dalam ( 3-5 k ali )ali ) 

 Segera lakukan batuk spontan, pastikan rongga pernafasan terbuka dan tidak hanyaSegera lakukan batuk spontan, pastikan rongga pernafasan terbuka dan tidak hanya

batuk dengan mengadalkan kekuatan tenggorokan saja karena bisa terjadi luka pada batuk dengan mengadalkan kekuatan tenggorokan saja karena bisa terjadi luka pada tenggorokan. Hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan, namun tidak berbahaya tenggorokan. Hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan, namun tidak berbahaya terhadap incisi.

terhadap incisi.

 Ulangi lagi sesuai kebutuhan.Ulangi lagi sesuai kebutuhan. 

 Jika selama batuk daerah operasi terasa nyeri, pasien bisa menambahkan denganJika selama batuk daerah operasi terasa nyeri, pasien bisa menambahkan dengan

menggunakan bantal kecil atau gulungan handuk yang lembut untuk menahan daerah menggunakan bantal kecil atau gulungan handuk yang lembut untuk menahan daerah operasi dengan hati-hati sehingga dapat mengurangi guncangan tubuh saat batuk. operasi dengan hati-hati sehingga dapat mengurangi guncangan tubuh saat batuk.

c)

c) Latihan Gerak SendiLatihan Gerak Sendi

Latihan gerak sendi merupakan hal sangat penting bagi pasien sehingga setelah operasi, pasien Latihan gerak sendi merupakan hal sangat penting bagi pasien sehingga setelah operasi, pasien dapat segera melakukan berbagai pergerakan yang diperlukan untuk mempercepat proses dapat segera melakukan berbagai pergerakan yang diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan. Pasien/keluarga pasien seringkali mempunyai pandangan yang keliru tentang penyembuhan. Pasien/keluarga pasien seringkali mempunyai pandangan yang keliru tentang pergerakan pasien setalah operasi. Banyak pasien yang tidak berani menggerakkan tubuh karena takut pergerakan pasien setalah operasi. Banyak pasien yang tidak berani menggerakkan tubuh karena takut  jahitan operasi sobek atau

 jahitan operasi sobek atau takut luka operasinya lama sembuh. Pandangan seperti takut luka operasinya lama sembuh. Pandangan seperti ini jelas keliru karenaini jelas keliru karena  justru

 justru jika jika pasien pasien selesai selesai operasi operasi dan dan segera segera bergerak bergerak maka maka pasien pasien akan akan lebih lebih cepat cepat merangsang merangsang usususus (peristaltik usus) sehingga pasien akan lebih cepat kentut / flatus. Keuntungan lain adalah (peristaltik usus) sehingga pasien akan lebih cepat kentut / flatus. Keuntungan lain adalah menghindarkan penumpukan lendir pada saluran pernafasan dan terhindar dari kontraktur sendi dan menghindarkan penumpukan lendir pada saluran pernafasan dan terhindar dari kontraktur sendi dan terjadinya dekubitus. Tujuan lainnya adalah memperlancar sirkulasi untuk mencegah stasis vena dan terjadinya dekubitus. Tujuan lainnya adalah memperlancar sirkulasi untuk mencegah stasis vena dan menunjang fungsi pernafasan optimal. Intervensi ditujukan pada perubahan posisi tubuh dan juga Range menunjang fungsi pernafasan optimal. Intervensi ditujukan pada perubahan posisi tubuh dan juga Range of Motion (ROM). Latihan perpindahan posisi dan ROM ini pada awalnya dilakukan secara pasif namun of Motion (ROM). Latihan perpindahan posisi dan ROM ini pada awalnya dilakukan secara pasif namun

(19)

kemudian seiring dengan bertambahnya kekuatan tonus otot maka pasien diminta melakukan secara kemudian seiring dengan bertambahnya kekuatan tonus otot maka pasien diminta melakukan secara mandiri.

mandiri.

4.

4. Persiapan PenunjangPersiapan Penunjang

Persiapan penunjang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tindakan Persiapan penunjang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tindakan pembedahan. Tanpa adanya hasil pemeriksaan penunjang, maka dokter bedah tidak meungkin bisa pembedahan. Tanpa adanya hasil pemeriksaan penunjang, maka dokter bedah tidak meungkin bisa menentukan tindakan operasi yang harus dilakukan pada pasien. Pemeriksaan penunjang yang menentukan tindakan operasi yang harus dilakukan pada pasien. Pemeriksaan penunjang yang dimaksud adalah berbagai pemeriksaan radiologi, laboratorium maupun pemeriksaan lain seperti ECG, dimaksud adalah berbagai pemeriksaan radiologi, laboratorium maupun pemeriksaan lain seperti ECG, dan lain-lain.

dan lain-lain.

Sebelum dokter mengambil keputusan untuk melakukan operasi pada pasien, dokter melakukan Sebelum dokter mengambil keputusan untuk melakukan operasi pada pasien, dokter melakukan berbagai pemeriksaan terkait dengan keluhan penyakit pasien sehingga dokter bisa menyimpulkan berbagai pemeriksaan terkait dengan keluhan penyakit pasien sehingga dokter bisa menyimpulkan penyakit yang diderita pasien. Setelah dokter bedah memutuskan untuk dilakukan operasi maka dokter penyakit yang diderita pasien. Setelah dokter bedah memutuskan untuk dilakukan operasi maka dokter anstesi berperan untuk menentukan apakan kondisi pasien layak menjalani operasi. Untuk itu dokter anstesi berperan untuk menentukan apakan kondisi pasien layak menjalani operasi. Untuk itu dokter anastesi juga memerlukan berbagai macam pemrikasaan laboratorium terutama pemeriksaan masa anastesi juga memerlukan berbagai macam pemrikasaan laboratorium terutama pemeriksaan masa perdarahan ( bledding time ) dan masa pembekuan ( clotting time ) darah pasien, elektrolit serum, perdarahan ( bledding time ) dan masa pembekuan ( clotting time ) darah pasien, elektrolit serum, Hemoglobin, protein darah, dan hasil pemeriksaan radiologi berupa foto thoraks dan EKG.

Hemoglobin, protein darah, dan hasil pemeriksaan radiologi berupa foto thoraks dan EKG.

5.

5. Pemeriksaan Status AnastesiPemeriksaan Status Anastesi

Pemeriksaaan status fisik untuk dilakukan pembiuasan dilakukan untuk keselamatan selama Pemeriksaaan status fisik untuk dilakukan pembiuasan dilakukan untuk keselamatan selama pembedahan. Sebelum dilakukan anastesi demi kepentingan pembedahan, pasien akan mengalami pembedahan. Sebelum dilakukan anastesi demi kepentingan pembedahan, pasien akan mengalami pemeriksaan status fisik yang diperlukan untuk menilai sejauh mana resiko pembiusan terhadap diri pemeriksaan status fisik yang diperlukan untuk menilai sejauh mana resiko pembiusan terhadap diri pasien. Pemeriksaan yang biasa digunakan adalah pemeriksaan dengan menggunakan metode ASA ( pasien. Pemeriksaan yang biasa digunakan adalah pemeriksaan dengan menggunakan metode ASA ( American Society of Anasthesiologist ). Pemeriksaan ini dilakukan karena obat dan teknik anastesi pada American Society of Anasthesiologist ). Pemeriksaan ini dilakukan karena obat dan teknik anastesi pada umumnya akan mengganggu fungsi pernafasan, peredaran darah dan sistem saraf. Berikut adalah tabel umumnya akan mengganggu fungsi pernafasan, peredaran darah dan sistem saraf. Berikut adalah tabel pemeriksaan ASA.

pemeriksaan ASA.

6.

6. Persiapan Mental / PsikisPersiapan Mental / Psikis

Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses persiapan operasi Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak siap atau labil dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiknya. Tindakan karena mental pasien yang tidak siap atau labil dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiknya. Tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada integeritas seseorang yang dapat pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada integeritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis (Barbara C. Long). Contoh perubahan fisiologis membangkitkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis (Barbara C. Long). Contoh perubahan fisiologis yang muncul akibat kecemasan dan ketakutan antara lain :Pasien dengan riwayat hipertensi jika yang muncul akibat kecemasan dan ketakutan antara lain :Pasien dengan riwayat hipertensi jika

(20)

mengalami kecemasan sebelum operasi dapat mengakibatkan pasien sulit tidur dan tekanan darahnya mengalami kecemasan sebelum operasi dapat mengakibatkan pasien sulit tidur dan tekanan darahnya akan meningkat sehingga operasi bisa dibatalkan. Pasien wanita yang terlalu cemas menghadapi operasi akan meningkat sehingga operasi bisa dibatalkan. Pasien wanita yang terlalu cemas menghadapi operasi dapat mengalami menstruasi lebih cepat dari biasanya, sehingga operasi terpaksa harus ditunda. Setiap dapat mengalami menstruasi lebih cepat dari biasanya, sehingga operasi terpaksa harus ditunda. Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda dalam menghadapi pengalaman operasi sehingga akan orang mempunyai pandangan yang berbeda dalam menghadapi pengalaman operasi sehingga akan memberikan respon yang berbeda pula, akan tetapi sesungguhnya perasaan takut dan cemas selalu memberikan respon yang berbeda pula, akan tetapi sesungguhnya perasaan takut dan cemas selalu dialami setiap orang dalam m

dialami setiap orang dalam menghadapi pembedahan.enghadapi pembedahan.

Berbagai alasan yang dapat menyebabkan ketakutan/kecemasan pasien dalam menghadapi Berbagai alasan yang dapat menyebabkan ketakutan/kecemasan pasien dalam menghadapi pembedahan antara lain :

pembedahan antara lain :

 Takut nyeri setelah pembedahan.Takut nyeri setelah pembedahan. 

 Takut terjadi perubahan fisik, menjadi buruk rupa dan tidak berfungsi normal ( bodyTakut terjadi perubahan fisik, menjadi buruk rupa dan tidak berfungsi normal ( body

image ). image ).

 Takut keganasan ( bila diagnosa yang ditegakkan belum pasti ).Takut keganasan ( bila diagnosa yang ditegakkan belum pasti ). 

 Takut / cemas mengalami kondisi yang sama dengan orang lain yang mempunyaiTakut / cemas mengalami kondisi yang sama dengan orang lain yang mempunyai

penyakit yang sama. penyakit yang sama.

 Takut / ngeri menghadapi ruang operasi, peralatan pembedahan dan petugas.Takut / ngeri menghadapi ruang operasi, peralatan pembedahan dan petugas. 

 Takut mati saat dibius / tidak sadar lagi.Takut mati saat dibius / tidak sadar lagi. 

 Takut operasi gagal.Takut operasi gagal.

Ketakutan dan kecemasan yang mungkin dialami pasien dapat dideteksi dengan adanya Ketakutan dan kecemasan yang mungkin dialami pasien dapat dideteksi dengan adanya perubahan - perubahan fisik seperti : meningkatnya frekuensi nadi dan pernafasan, gerakan - gerakan perubahan - perubahan fisik seperti : meningkatnya frekuensi nadi dan pernafasan, gerakan - gerakan tangan yang tidak terkontrol, telapak tangan yang lembab, gelisah, menayakan pertanyaan yang sama tangan yang tidak terkontrol, telapak tangan yang lembab, gelisah, menayakan pertanyaan yang sama berulang kali, sulit tidur, sering berkemih. Perawat perlu mengkaji mekanisme koping yang biasa berulang kali, sulit tidur, sering berkemih. Perawat perlu mengkaji mekanisme koping yang biasa digunakan oleh pasien dalam menghadapi stres. Disamping itu perawat perlu mengkaji hal - hal yang digunakan oleh pasien dalam menghadapi stres. Disamping itu perawat perlu mengkaji hal - hal yang bisa digunakan untuk membantu pasien dalam menghadapi masalah ketakutan dan kecemasan ini, bisa digunakan untuk membantu pasien dalam menghadapi masalah ketakutan dan kecemasan ini, seperti adanya orang terdekat, tingkat perkembangan pasien, faktor pendukung / support system. seperti adanya orang terdekat, tingkat perkembangan pasien, faktor pendukung / support system. Untuk mengurangi / mengatasi kecemasan pasien, perawat dapat menanyakan hal - hal yang terkait Untuk mengurangi / mengatasi kecemasan pasien, perawat dapat menanyakan hal - hal yang terkait dengan persiapan operasi, antara lain :

dengan persiapan operasi, antara lain : 1)

1) Pengalaman operasi sebelumnyaPengalaman operasi sebelumnya

Persepsi pasien dan keluarga tentang tujuan / alasan tindakan operasi Persepsi pasien dan keluarga tentang tujuan / alasan tindakan operasi Pengetahuan pasien dan keluarga tentang persiapan operasi baik fisik maupun penunjang. Pengetahuan pasien dan keluarga tentang persiapan operasi baik fisik maupun penunjang. 2)

2) Pengetahuan pasien dan keluarga tentang situasi / kondisi kamar operasi dan petugasPengetahuan pasien dan keluarga tentang situasi / kondisi kamar operasi dan petugas kamar operasi.

(21)

Pengetahuan pasien dan keluarga tentang prosedur ( pre, intra, post operasi ) Pengetahuan pasien dan keluarga tentang prosedur ( pre, intra, post operasi ) Pengetahuan tentang latihan - latihan yang harus dilakukan sebelum operasi dan harus Pengetahuan tentang latihan - latihan yang harus dilakukan sebelum operasi dan harus dijalankan setalah operasi, seperti : latihan nafas dalam, batuk efektif, ROM, dll. Persiapan dijalankan setalah operasi, seperti : latihan nafas dalam, batuk efektif, ROM, dll. Persiapan mental yang kurang memadai dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pasien dan mental yang kurang memadai dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pasien dan keluarganya. Sehingga tidak jarang pasien menolak operasi yang sebelumnya telah disetujui keluarganya. Sehingga tidak jarang pasien menolak operasi yang sebelumnya telah disetujui dan biasanya pasien pulang tanpa operasi dan beberapa hari kemudian datang lagi ke dan biasanya pasien pulang tanpa operasi dan beberapa hari kemudian datang lagi ke rumah sakit setalah merasa sudah siap dan hal ini berarti telah menunda operasi yang rumah sakit setalah merasa sudah siap dan hal ini berarti telah menunda operasi yang mestinya sudah dilakukan beberapa hari / minggu yang lalu. Oleh karena itu persiapan mestinya sudah dilakukan beberapa hari / minggu yang lalu. Oleh karena itu persiapan mental pasien menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dan didukung oleh keluarga / mental pasien menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dan didukung oleh keluarga / orang terdekat pasien.Persiapan mental dapat dilakukan dengan bantuan keluarga dan orang terdekat pasien.Persiapan mental dapat dilakukan dengan bantuan keluarga dan perawat. Kehadiran dan keterlibatan keluarga sangat mendukung persiapan mental pasien. perawat. Kehadiran dan keterlibatan keluarga sangat mendukung persiapan mental pasien. Keluarga hanya perlu mendampingi pasien sebelum operasi, memberikan doa dan dukungan Keluarga hanya perlu mendampingi pasien sebelum operasi, memberikan doa dan dukungan pasien dengan kata-kata yang menenangkan hati pasien dan meneguhkan keputusan pasien pasien dengan kata-kata yang menenangkan hati pasien dan meneguhkan keputusan pasien untuk menjalani operasi.

untuk menjalani operasi.

Peranan perawat dalam memberikan dukungan mental dapat dilakukan dengan berbagai cara: Peranan perawat dalam memberikan dukungan mental dapat dilakukan dengan berbagai cara:

1)

1) Membantu pasien mengetahui tentang tindakan-tindakan yang dialami pasien sebelum operasi,Membantu pasien mengetahui tentang tindakan-tindakan yang dialami pasien sebelum operasi, memberikan informasi pada pasien tentang waktu operasi, hal-hal yang akan dialami oleh memberikan informasi pada pasien tentang waktu operasi, hal-hal yang akan dialami oleh pasien selama proses operasi, menunjukkan tempat kamar operasi, dll.

pasien selama proses operasi, menunjukkan tempat kamar operasi, dll. 2)

2) Dengan mengetahui berbagai informasi selama operasi maka diharapkan pasien mejadi lebihDengan mengetahui berbagai informasi selama operasi maka diharapkan pasien mejadi lebih siap menghadapi operasi, meskipun demikian ada keluarga yang tidak menghendaki pasien siap menghadapi operasi, meskipun demikian ada keluarga yang tidak menghendaki pasien mengetahui tentang berbagai hal yang terkait dengan operasi yang

mengetahui tentang berbagai hal yang terkait dengan operasi yang akan dialami pasien.akan dialami pasien. 3)

3) Memberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum setiap tindakan persiapan operasi sesuaiMemberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum setiap tindakan persiapan operasi sesuai dengan tingkat perkembangan. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas. Misalnya: jika pasien dengan tingkat perkembangan. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas. Misalnya: jika pasien harus puasa, perawat akan menjelaskan kapan mulai puasa dan samapai kapan, manfaatnya harus puasa, perawat akan menjelaskan kapan mulai puasa dan samapai kapan, manfaatnya untuk apa, dan jika diambil darahnya, pasien perlu diberikan penjelasan tujuan dari pemeriksaan untuk apa, dan jika diambil darahnya, pasien perlu diberikan penjelasan tujuan dari pemeriksaan darah yang dilakukan, dll. Diharapkan dengan pemberian informasi yang lengkap, kecemasan darah yang dilakukan, dll. Diharapkan dengan pemberian informasi yang lengkap, kecemasan yang dialami oleh pasien akan dapat

yang dialami oleh pasien akan dapat diturunkan dan mempersiapkan mental pasien dengan baikditurunkan dan mempersiapkan mental pasien dengan baik 4)

4) Memberi kesempatan pada pasien dan keluarganya untuk menanyakan tentang segala prosedurMemberi kesempatan pada pasien dan keluarganya untuk menanyakan tentang segala prosedur yang ada. Dan memberi kesempatan pada pasien dan keluarga untuk berdoa bersama-sama yang ada. Dan memberi kesempatan pada pasien dan keluarga untuk berdoa bersama-sama sebelum pasien di antar ke kamar operasi.

sebelum pasien di antar ke kamar operasi. 5)

5) Mengoreksi pengertian yang saah tentang tindakan pembedahan dan hal-hal lain karenaMengoreksi pengertian yang saah tentang tindakan pembedahan dan hal-hal lain karena pengertian yang salah akan m

Gambar

Gambar 2 : Chest X -Ray ; Sumber : meddean.luc.edu -Ray ; Sumber : meddean.luc.edu

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil gangguan sensori penglihatan berkurang, klien sudah tidak cemas, nyeri dirasakan berkurang dari

Diagnosa yang muncul dari hasil pengkajian dan analisa data muncul empat diagnosa yaitu nyeri akut berhubungan dengan insisi sekunder pada pembedahan, resiko

Kesimpulan : Pada asuhan keperawatan dengan kasus operasi katarak sangat perlu untuk dilakukan pemberian informasi tentang perawatan setelah dilakukan operasi. Hal ini

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil gangguan sensori penglihatan berkurang, klien sudah tidak cemas, nyeri dirasakan berkurang

Terapi profilatik dapat digunakan pada pasien yang mengalami trauma, atau setelah dilakukan pembedahan untuk menurunkan resiko terjadinya infeksi... Mendengarkan

Kurangnya pengetahuan tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan berhubungan dengan kurangnya informasi yang akurat pada klien ditandai

Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi ke status kesehatan yang lebih

Keluaran urin dan drainase dari selang yang dipasang pada saat.. pembedahan dipantau dalam hal jumlah, warna,