• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh komponen daya tarik wisata terhadap minat kunjung kembali wisatawan di Maluku Tenggara Studi pada Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh komponen daya tarik wisata terhadap minat kunjung kembali wisatawan di Maluku Tenggara Studi pada Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara"

Copied!
229
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PENGARUH KOMPONEN DAYA TARIK WISATA TERHADAP MINAT KUNJUNG KEMBALI WISATAWAN DI MALUKU TENGGARA Studi pada Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. Skripsi. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen. Oleh: Maria March Yamco NIM : 152214010. PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PENGARUH KOMPONEN DAYA TARIK WISATA TERHADAP MINAT KUNJUNG KEMBALI WISATAWAN DI MALUKU TENGGARA Studi pada Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. Skripsi. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen. Oleh: Maria March Yamco NIM : 152214010. PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019. i.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO DAN PERSEMBAHAN “Segala perkara dapat Kutanggung di dalam Dia yang memberi Kekuatan Kepadaku” -Filipi 4:13“ Tidak semua proses akan tanpa halangan, tidak semua jalan akan gampang untuk ditempuh, tapi percayalah tujuanmu di depan akan seindah angan-anganmu” -Putri Marino“ Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” -Filipi 4:6-7-. Skripsi ini saya persembahkan kepada  Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria  Kedua orang tuaku (Silvester Yamco dan Marselina LetLet)  Kakak-Kakakku (Eligius Ken Harvey Yamco dan Yunita Elisabeth Yamco)  Adik-adikku (Irene Yuliana Yamco dan Valentino Petrus Yamco). iv.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, rahmat, dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh komponen daya tarik wisata terhadap minat kunjung kembali wisatawan di Maluku Tenggara”. Studi pada Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan Skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma. 3. Bapak Drs.Rubiyatno, M.M., selaku dosen pembimbing I, yang senantiasa meluangkan waktunya, mengarahkan, dan memberikan dukungan kepada penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan dengan baik. 4. Ibu Lucia Kurniawati, S.Pd., M.S.M., selaku dosen pembimbing II, yang telah meluangkan waktu, mengarahkan, membimbing, memotivasi penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih sempurna. 5. Bapak Ferrynela Purbo Laksono, M.M, selaku dosen pembimbing akademik, yang senantiasa membimbing dan mengarahkan penulis selama. vii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. berada di bangku kuliah. 6. Segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 7. Papa dan Mama yang selalu memberikan kasih sayang, nasehat, dukungan doa, serta semangat yang luar biasa hingga tahap ini. 8. Kedua kakak dan kedua adikku, Eligius Ken Harvey Yamco, Yunita Elisabeth Yamco, Irene Yuliana Yamco dan Valentino Petrus Yamco, yang menjadi motivasi bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 9. Ketiga keponakanku, Jadden, Doveny, dan Bagas yang senantiasa memberikan semangat, dan menghibur penulis dalam penyusunan skripsi ini. 10. Ricky Patrick Selamat, sebagai kakak, sahabat, teman curhat, dan orang yang terkasih bagi penulis, yang senantiasa memberikan support, nasehat, saran, dan dengan sabar mendampingi penulis dari SMA hingga pada tahap ini. 11. Sahabat tersayang, Julinda Sari Syam, Jhuwita Sari, Catarina Mariana, Vionelda Prima Nahak, Petronela Peny de Ornay, Wonike Feronika Kossay, Marsella Zonggonau, dan Sri Retno Laonde, yang sudah seperti saudara kandung bagi penulis, yang senantiasa menghibur, mendukung, dan menyemangati penulis dalam suka dan duka hingga ke tahap ini. 12. Sahabat dari SMA, Vio, Lany, Wonike, Sella, Febe, Christy, Yola, Alvin, Clara, Retno, Vroni, dan Janet, yang senantiasa menghibur, memberikan nasehat, dukungan, serta semangat bagi penulis.. viii.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 13. Kakak ipar, Nyoman Bagiarsa, adek Andre Let-Let, dan bundaku sayang Vivi Yusi Mura Iriyanti Farneubun yang senantiasa memberikan dukungan, dan semangat bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 14. Sahabat di kampus, Wiwinda Rosari, Desi, Yovan, Herman, Ama, Yovita, Dysa, yang selalu menghibur, memberikan semangat serta dukungan selama proses perkuliahan hingga tahap ini. 15. Teman semasa kuliah khususnya kelas A dan teman-teman kelas seminar proposal dan skripsi. 16. Sari, Mariana, dan Irene, yang sudah menjadi sahabat bagi penulis yang menjadi bagian dari masa-masa kuliah di Jogja. 17. Kakak Ayen, kakak James, Joni, Marius, Anis, kakak Sam, dan Aleka, yang senantiasa memotivasi, menghibur, mengarahkan, dan memberikan dukungan kepada penulis dari masa SMA hingga tahap ini. 18. Om Peter Rahawarin yang senantiasa membantu, mengarahkan, serta memotivasi penulis saat berada di Tual, Maluku Tenggara. 19. Nene Bong, opa Bun, om Meki, mama Deby, om Gopal, mama Meri, dan Nona, yang senantiasa mendoakan, menyemangati, memotivasi, dan memberikan dukungan kepada penulis hingga tahap ini. 20. Semua Wisatawan pada Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang yang telah meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner dan membantu penulis dalam proses penulisan skripsi. 21. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak mampu saya sebut satu per satu.. ix.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSUTUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS................................ v HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI ......................................................... vi HALAMAN KATA PENGANTAR ..................................................................... vii HALAMAN DAFTAR ISI .................................................................................... xi HALAMAN DAFTAR TABEL ......................................................................... xiiii HALAMAN DAFTAR GAMBAR ....................................................................... xv HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN .................................................................. xvi ABSTRAK .......................................................................................................... xvii ABSTRACT ....................................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 A. Latar belakang masalah ................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 8 C. Pembatasan Masalah .................................................................................... 8 D. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 8 E. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................. 10 A. Landasan Teori ........................................................................................... 10 1.. Pengertian Pariwisata ............................................................................. 10. 2.. Daya tarik pariwisata .............................................................................. 14. 3.. Minat Berkunjung................................................................................... 20. B. Penelitian Sebelumnya ............................................................................... 25 C. Kerangka Konseptual Penelitian ................................................................ 28 D. Hipotesis..................................................................................................... 28 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 32 A. Jenis Penelitian........................................................................................... 32 B. Waktu dan Lokasi Penelitian ..................................................................... 33 C. Variabel Penelitian ..................................................................................... 33 D. Populasi dan Sampel .................................................................................. 40 xi.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. E. Unit Analisis .............................................................................................. 41 F.. Teknik Pengambilan Sampel ..................................................................... 42. G. Sumber Data ............................................................................................... 43 H. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 43 I.. Teknik Pengujian Instrumen ...................................................................... 44. J.. Teknik Analisis Data .................................................................................. 46. BAB IV GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN ............................... 58 A. Gambaran umum Pantai Ngurbloat............................................................ 58 B. Goa Hawang ............................................................................................... 62 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ........................................... 65 A. Proses Penelitian ........................................................................................ 65 B. Uji Instrumen ............................................................................................. 66 C. Analisis Data .............................................................................................. 77 BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN ....................... 120 A. Kesimpulan .............................................................................................. 120 B. Saran......................................................................................................... 121 C. Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 126 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 127 LAMPIRAN ....................................................................................................... 130. xii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL. Tabel I.1. Jumlah Wisatawan…………………………………………………….. 5 Tabel III.1. Definisi Operasional Variabel……………………………………….37 Tabel III.2. Tabel Skala Data…………………………………………...………..49 Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Variabel Attraction di Pantai Ngurbloat ............... 67 Tabel V.2 Hasil Uji Validitas Variabel Amenities di Pantai Ngurbloat ................ 68 Tabel V.3 Hasil Uji Validitas Variabel Accessibilities di Pantai Ngurbloat ......... 68 Tabel V.4 Hasil Uji Validitas Variabel Ancillary Service di Pantai Ngurbloat .... 69 Tabel V.5 Hasil Uji Validitas Variabel Minat Kunjung di Pantai Ngurbloat ....... 70 Tabel V.6 Hasil Uji Validitas Variabel Attraction di Goa Hawang...................... 70 Tabel V.7 Hasil Uji Validitas Variabel Amenities di Goa Hawang ...................... 71 Tabel V.8 Hasil Uji Validitas Variabel Accessibilities di Goa Hawang ............... 72 Tabel V.9 Hasil Uji Validitas Variabel Ancillary Service di Goa Hawang .......... 72 Tabel V.10 Hasil Uji Validitas Variabel Minat Kunjung di Goa Hawang ........... 73 Tabel V.11 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pantai Ngurbloat .............................. 74 Tabel V.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Goa Hawang .................................... 75 Tabel V.13 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ....................... 77 Tabel V.14 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ...................................... 78 Tabel V.15 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan ............................. 79 Tabel V.16 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Per Bulan .......... 80 Tabel V.17 Karakteristik Responden Berdasarkan Asal Wisatawan .................... 81 Tabel V.18 Skala data Attraction .......................................................................... 82 Tabel V.19 Deskripsi Variabel Attraction di Pantai Ngurbloat ............................ 82 Tabel V.20 Deskripsi Variabel Attraction di Goa Hawang .................................. 83 Tabel V.21 Tabel skala data Amenities ................................................................. 84 Tabel V.22 Deskripsi Variabel Amenities di Pantai Ngurbloat ............................ 84 Tabel V.23 Deskripsi Variabel Amenities di Goa Hawang ................................... 85 Tabel V.24 Tabel skala data Accessibilities .......................................................... 87 Tabel V.25 Deskripsi Variabel Accessibilities di Pantai Ngurbloat ..................... 87 Tabel V.26 Deskripsi Variabel Accessibilities di Goa Hawang............................ 88. xiii.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel V.27 Tabel skala data Ancillary Service ..................................................... 89 Tabel V.28 Deskripsi Variabel Ancillary Service di Pantai Ngurbloat................. 89 Tabel V.29 Deskripsi Variabel Ancillary Service di Goa Hawang ....................... 90 Tabel V.30 Skala Data Minat Kunjung Kembali .................................................. 91 Tabel V.31 Deskripsi Variabel Minat Kunjung Kembali di Pantai Ngurbloat ..... 91 Tabel V.32 Deskripsi Variabel Minat Kunjung Kembali di Goa Hawang ........... 92 Tabel V.33 Hasil Uji Normalitas Pada Penelitian di Pantai Ngurbloat ............... 93 Tabel V.34 Hasil Uji Multikolinearitas Pada Penelitian di Pantai Ngurbloat ...... 94 Tabel V.35 Hasil Uji Heteroskedastisitas Pada Penelitian di Pantai Ngurbloat ... 96 Tabel V.36 Analisis Regresi Linear berganda di Pantai Ngurbloat ...................... 96 Tabel V.37 Hasil uji F di Pantai Ngurbloat .......................................................... 98 Tabel V.38 Hasil Uji t di Pantai Ngurbloat ........................................................... 99 Tabel V.39 Hasil Koefisien Determinasi di Pantai Ngurbloat ............................ 103 Tabel V.40 Hasil Uji Normalitas Pada Penelitian di Goa Hawang ................... 105 Tabel V.41 Hasil Uji Multikolinearitas Pada Penelitian di Goa Hawang ........... 106 Tabel V.42 Hasil Uji Heteroskedastisitas Pada Penelitian di Goa Hawang ...... 107 Tabel V.43 Analisis Regresi Linear berganda di Goa Hawang .......................... 108 Tabel V.44 Hasil Uji F di Goa Hawang .............................................................. 110 Tabel V.45 Hasil Uji t di Goa Hawang ............................................................... 111 Tabel V.46 Hasil Koefisien Determinasi di Goa Hawang .................................. 115. xiv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR. Gambar II.1 Kerangka Konseptual Peneliti……………………………….……. 29 Gambar IV.1 Pantai Ngurbloat ............................................................................. 60 Gambar IV.2 Dokumentasi Festifal Meti Kei ....................................................... 60 Gambar IV.3 Fasilitas yang ada di Pantai Ngurbloat............................................ 61 Gambar IV.4 Fasilitas yang ada di Pantai Ngurbloat............................................ 61 Gambar IV.5 Fasilitas Goa Hawang ..................................................................... 63 Gambar IV.6 Fasilitas Goa Hawang ..................................................................... 63 Gambar IV.7 Dokumentasi Fasilitas Goa Hawang ............................................... 64 Gambar IV.8 Gazebo di Goa Hawang .................................................................. 64. xv.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN. LAMPIRAN 1 Lembar Kuesioner ...................................................................... 130 LAMPIRAN 2 Tabulasi data responden ............................................................. 143 LAMPIRAN 3 Hasil uji data validitas dan reliabilitas ...................................... 160 LAMPIRAN 4 Hasil olah data ............................................................................ 173 LAMPIRAN 5 Hasil dokumentasi penelitian ..................................................... 180. xvi.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK PENGARUH KOMPONEN DAYA TARIK WISATA TERHADAP MINAT KUNJUNG KEMBALI WISATAWAN DI MALUKU TENGGARA Studi pada Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara Maria March Yamco Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 2019 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: 1) Attraction berpengaruh terhadap minat kunjung kembali, 2) Amenities berpengaruh terhadap minat kunjung kembali, 3) Accessibilities berpengaruh terhadap minat kunjung kembali, 4) Ancillary Service berpengaruh terhadap minat kunjung kembali Populasi dalam penelitian ini adalah semua wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang Kabupaten Maluku Tenggara. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability, data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 260 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda,uji F dan uji T menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Attraction berpengaruh dalam merangsang minat kunjung kembali pada wisatawan yang ada di Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang 2) Amenities berpengaruh dalam merangsang minat kunjung kembali wisatawan di Pantai Ngurbloat dan sedangkan di Goa Hawang tidak Berpengaruh, 3) Accessibilities berpengaruh dalam merangsang minat kunjung kembali pada wisatawan yang ada di Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang , 4) Ancillary Service tidak berpengaruh dalam merangsang minat kunjung kembali pada wisatawan yang ada di Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang . Kata Kunci : Attraction, Amenities, Accessibilities, Ancillary Service, dan minat kunjung kembali. xvii.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT THE INFLUENCE OF THE TOURIST ATTRACTION COMPONENT TO THE INTEREST TO REVISIT SOUTHEAST MALUKU A Study at Ngurbloat beach and Hawang Cave on Kei Island, Southeast Maluku Regency Maria March Yamco Sanata Dharma University Yogyakarta, 2019 This research aims to determine whether: 1) Attraction influences the interest to revisit, 2) Amenities influences interest to revisit, 3) Accessibilities influences the interest to revisit., 4) Ancillary Service influences the interest to revisit. The population in this study were all tourists visiting Ngurbloat Beach and Hawang Cave, Southeast Maluku Regency. The sampling technique that have been used in this research is the non probability sampling technique, the data was obtained by using a questionnaire. The sample that have been used in this research amounted to 260 respondents. Data analysis techniques that have been used in this research are the multiple linear regression, the F test and the T test, using the IBM SPSS Statistics 22 application. The results showed that: 1) Attraction influenced the interest of visitors to revisit both Ngurbloat Beach and Hawang Cave 2 ) Amenities influenced the interest of visitors to revisit Ngurbloat Beach meanwhile amenities had no influence to interest of visitors to revisit Hawang Cave, 3) Accessibilities influenced the the interest of visitors to revisit both Ngurbloat Beach and Hawang Cave, 4) Ancilarry Service had no influence to interest of visitors to revisit Ngurbloat Beach and Hawang Cave.. Key Words : Attraction, Amenities, Accessibilities, Ancillary Service, and The Interest of Revisiting. xviii.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. A.. Latar belakang masalah Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang cukup menjanjikan. bagi suatu daerah maupun negara. Di mana dengan adanya pengembangan sektor pariwisata maka dapat memberikan pendapatan untuk daerah maupun pendapatan untuk masyarakat. Bahkan dunia pun sudah mengakui bahwa sektor pariwisata ini bisa menyumbangkan devisa bagi negaranya. Devisa tersebut dihasilkan dari adanya pendapatan di daya tarik wisata yang berasal dari kegiatan wisatawan di tempat tesebut. Oleh karena itu, setiap daya tarik wisata harus memiliki daya tarik wisata tersendiri sehingga wisatawan pun mau untuk berkunjung ke tempat tersebut. Pada masa sekarang ini, tidak dapat dipungkiri mengenai daya tarik wisata demikian mempengaruhi dunia pariwisata, terutama pada destinasi wisata yang ditawarkan. pada. masyarakat. luas.. Suatu. produk. wisata. memerlukan. pengembangan yang tepat sasaran agar tercipta suatu destinasi wisata yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai destinasi wisata yang mampu memuaskan selera wisata para wisatawan, baik secara domestik maupun mancanegara.. 1.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Maluku adalah daerah kepulauan di bagian timur Indonesia yang kaya akan rempah-rempah serta hasil laut yang berlimpah. Kepulauan Maluku terkenal dengan beraneka ragam kesenian, budaya dan keindahan wisata alam yang hingga kini menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Potensi kepariwisataan yang begitu menjanjikan terutama bagi wisatawan untuk saatnya datang berkunjung menyaksikan keindahan alam meliputi : Ketersediaan daya tarik bawah laut sesuai dengan karakteristik wilayah Maluku sebagai daerah kepulauan. Beberapa dari daya tarik wisata terkenal di Maluku antara lain Taman Laut Manusela Wisata ini dapat dinikmati di Pulau Tiga, Manusela Beach, Pulau Banda, Pantai Pasir Panjang di Tual Maluku Tenggara dan Pantai Natsepa di Ambon Saat ini Pulau Ambon dan Pulau Banda sebagai destinasi yang paling siap dipasarkan karena telah didukung 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai. Akses menuju Pulau Banda dapat dipenuhi melalui moda transportasi sea plane sehingga mudah mendarat di manapun. Begitu juga masalah amenitas dipenuhi dengan hotel terapung maupun penginapan karavan yang dapat berpindah tempat (nomadic tourism).(http://industri.bisnis.com) Kabupaten Maluku Tenggara juga memiliki potensi alam yang banyak menawarkan keanekaragaman daya tarik wisata, baik bersifat alam (bahari, pantai, air, hutan) maupun budaya (–) yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata yang layak diperhitungkan untuk dikunjungi karena keindahan alamnya yang mempesona. Kabupaten Maluku Tenggara yang lebih dikenal dengan Kepulauan.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Kei sering disebut “Fantastic sand”. Jenis pariwisata yang ditawarkan oleh Kabupaten Maluku Tenggara saat ini yaitu pariwisata alam dan pariwisata kuliner. Pariwisata alam Kabupaten Maluku. Tenggara terdiri dari Pantai Ngurbloat, Pantai Ngursadanan, Pantai. Daftel, Pantai Ngurtavur, Pulau Bair, Mata Air Nen Masil, Pemandian Evu, Bukit Masbat, Pantai Ohoidertawun, Goa Hawang, Pulau Kapal, Esa Budaya Ely, Taman ziarah MGR, Johanes Aerts, MSC. Pulau Tanimbar Kei. Wisata alam di Kabupaten Maluku memiliki keunikannya tersendiri yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Wisata alam yang memiliki keunikan dan paling menarik wisatawan adalah Pantai Ngurbloat. Pulau Bair, dan Goa Hawang . Keunikan Pantai Ngurbloat terletak pada panjang pantai yang mencapai 3 km dan memiliki pasir yang sangat halus dan lembut seperti tepung, bahkan telah diakui oleh National Geographic sebagai pantai dengan pasir terlembut di Asia. Selain itu yang menjadi daya tarik wisatawan juga adalah Festival Meti Kei. Festival ini merupakan Program Wisata tahunan Pemda Maluku Tenggara, dan telah masuk dalam kalender pariwisata Nasional. Festival Meti Kei telah meraih penghargaan Kategori Daya tarik wisata. unik terpopuler. Tahun 2018 oleh. Kementrian Parawisata RI. Meti Kei itu sendiri adalah fenomena Alam air laut surut terbesar dan terpanjang dan dapat dimungkinkan menjadi air laut surut terpanjang di Dunia. Goa Hawang juga memiliki keunikannya sendiri. Keunikannya terletak.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. pada cerita misteri tentang pria dan 2 ekor anjingnya yang berburu babi hutan dan dikutuk menjadi Batu di dalam Goa Hawang . Hawang jika diartikan dalam bahasa indonesia artinya adalah arwah. Selain itu di dalam Goa Hawang terdapat kolam alami dengan air yang berwarna biru dan sangat jernih, keindahan Goa Hawang pun dilengkapi dengan terbentuknya batuan stalagmit serta stalaktit baik di muka maupun di dalam goa. Wisata alam dengan keindahan dan keunikan yang berbeda-beda inilah yang terus menarik para wisatawan untuk berwisata di wisata alam yang ada di Kepulauan Maluku Tenggara. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke seluruh destinasi wisata yang ada di Kepulauan Maluku Tenggara menurut Dinas Pariwisata Maluku Tenggara dari tahun 2014 hingga 2017 sebesar 229.869 wisatawan baik mancanegara maupun nusantara. Sedangkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata Pantai Ngurbloat, dan Goa Hawang , adalah sebagai berikut : Tabel I.1 Jumlah wisatawan yang berkunjung pada Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang tahun 2014-2017. Jumlah kunjungan wisatawan Tahun. Pantai Ngurbloat. Goa Hawang. Wisman. Wisnus. Wisman. Wisnus. 2014. 181. 26.981. 105. 6.017. 2015. 312. 29.424. 141. 8.691.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Jumlah kunjungan wisatawan Tahun. Pantai Ngurbloat. Goa Hawang. Wisman. Wisnus. Wisman. Wisnus. 2016. 517. 37.597. 169. 11.814. 2015. 579. 43.128. 294. 14.623. (sumber : Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2019) Keterangan : Wisman = Wisatawan Mancanegara Wisnus = Wisatawan Nusantara. Peningkatan kunjungan Wisatawan dapat dicapai apabila suatu destinasi wisata menyadari pentingnya peran pengaruh daya tarik wisata dalam hal Attraction, Accessibilities, Amenities, Ancillary Service Menurut Cooper, et al. 1993 ( dalam Suwena, 2010 ) Attraction ( Daya Tarik ) merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daya tarik wisata untuk dilihat, ditonton, dinikmati yang layak “dijual’ ke pasar wisata. Atraksi sering ditafsirkan dalam 2 (dua) komponen, yakni sebagai objek wisata (tourist object) dan sebagai atraksi wisata (tourist Attraction). Pengembangan atraksi wisata, hal mendasar yang diperhatikan adalah tema dasar pengembangan. Tema pengembangan merupakan salah satu unsur pokok sebagai titik tolak dalam pengembangan pariwisata baik dalam skala lokal maupun regional. Penentuan tema dasar pengembangan pariwisata didasarkan.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. pada sumberdaya pariwisata yang dimiliki oleh masing-masing wilayah Accessibilities ( Aksesibilitas ) merupakan sarana dan prasarana yang menyebabkan wisatawan dapat berkunjung ke sebuah daya tarik wisata. Aksesibilitas adalah kemudahan untuk mencapai daya tarik wisata (lokasi atau objek wisata), meliput ketersediaan moda transportasi menuju objek dan daya tarik atau kawasan wisata, kualitas jalan menuju objek / kawasan tersebut, kemudahan pencapaian daya tarik wisata melalui kemudahan membaca ramburambu petunjuk atau arah menuju lokasi daya tarik wisata . Aksesibilitas merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan pariwisata, dukungan aksesibilitas yang baik akan semakin menekan waktu tempuh wisatawan menuju ke daya tarik wisata yang dituju. Hal ini sangat berpengaruh terhadap wisatawan serta penilaian/presepsi wisatawan terhadap daya tarik wisata yang dituju. Amenities ( Fasilitas penunjang kegiatan pariwisata ) merupakan komponen penting dalam dalam industri pariwisata. Fasilitas. penunjang. pariwisata merupakan salah satu produk pariwisata atau yang dikenal dengan istilah Amenities adalah segala sesuatu yang dapat dijual sebagai komoditas pariwisata. Amenities atau fasilitas utama pada daya tarik wisata prasyarat utama bagi peningkatan. kunjungan wisatawan pada suatu. menjadi attra .. Terkait konteks itu terdapat tiga jenis fasilitas yang menjadi kebutuhan dasar wisatawan yang mengunjungi daya tarik wisata. yakni tempat menginap. (lodging), makan dan minum (food and beverage) dan pelayanan terhadap keinginan industries).. wisatawan terkait dengan cinderamata atau souvenir (support.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Ancillary Service (Pihak Terkait Pengembangan Daya tarik wisata ) Pengembangan pariwisata khususnya daya tarik wisata selain ditentukan oleh komponen yang telah dijelaskan sebelumnya baik Attraction, Accessibilities, dan Amenities, tidak kalah pentingnya adalah peranan Kelembagaan (Stakeholders) dan Sumberdaya manusia dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi salah satu daya tarik. wisata.. Lembaga pengelola wisata. khususnya daya tarik wisata yang ada hendaknya memiliki kompetensi untuk mengembangkan potensi wisata di Daya tarik wisata , baik dari sisi peningkatan atraksi ataupun kemampuan pengembangan pasar. Minat berkunjung kembali wisatawan biasanya muncul karena adanya persepsi positif terhadap daya tarik wisata. Kata minat berasal dari Bahasa Inggris yaitu interest, yang memiliki makna dorongan untuk bertingkah laku secara terarah terhadap objek kegiatan atau pengalaman tertentu, sehingga minat kunjung kembali menurut Nuraeni 2014 (dalam Suryani 2018: 28) adalah dorongan seseorang untuk melakukan kegiatan berkunjung kembali ke tujuan yang pernah didatangi. Menurut Rahayu (2015: 71) daya tarik wisata, aksesibilitas, dan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat wisatawan berkunjung kembali. Menurut (Suryani 2018) promosi dan kualitas pelayanan secara bersamasama berpengaruh terhadap minat kunjung kembali. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik dan ingin melakukan penelitian yang berjudul “ Pengaruh komponen daya tarik wisata terhadap minat kunjung kembali wisatawan di Maluku Tenggara’’.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. B.. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang peneliti mengidentifikasi masalah : 1. Apakah Attraction (Daya Tarik) berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan ? 2. Apakah Amenities (Fasilitas) berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan ? 3. Apakah Accessibilities (Aksesibilitas) berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan ? 4. Apakah Ancilarry Service (Pelayanan Tambahan) berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan ?. C.. Pembatasan Masalah Berdasarkan rumusan masalah yang telah dituliskan di atas peneliti. membuat. batasan. masalah. agar. terfokus. dan. tidak. menyimpang adalah daya tarik pariwisata melalui Attraction, Accessibilities, Amenities, dan Ancillary Service yang diambil dari persepsi para wisatawan yang berada di lokasi Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang D.. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.. Untuk mengetahui pengaruh Attraction (Daya Tarik) terhadap.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. minat kunjung kembali wisatawan 2.. Untuk mengetahui pengaruh. Amenities (Fasilitas). terhadap. minat kunjung kembali wisatawan 3.. Untuk mengetahui pengaruh. Accessibilities (Aksesibilitas). terhadap minat kunjung kembali wisatawan 4.. Untuk mengetahui pengaruh. Ancillary Service (Pelayanan. Tambahan) terhadap minat kunjung kembali wisatawan E.. Manfaat Penelitian a. Bagi Peneliti Lain Penelitian. ini. diharapkan. dapat. menjadi. referensi. pembuatan jurnal dan menambah wawasan tentang daya tarik pariwisata di Maluku Tenggara untuk meningkatkan minat kunjung kembali wisatawan b. Bagi Masyarakat Penelitian. ini. diharapkan. dapat. bermanfaat. untuk. menambah wawasan masyarakat tentang pariwisata dan elemenelemen pariwisata untuk meningkatkan kunjungan pariwisata c. Bagi Universitas Penelitian. ini. diharapkan. dapat. bermanfaat. untuk. menambah wawasan dan referensi karya tulis tugas akhir terutama dalam. bidang. yang. sama.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Landasan Teori 1. Pengertian Pariwisata Menurut WTO (1999), yang dimaksud dengan pariwisata adalah kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya. Sedangkan menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, dilakukan. oleh. pariwisata. adalah. kegiatan. perjalanan. seseorang. atau. sekelompok. orang. yang dengan. mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Sedangkan orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dari kunjungannya itu disebut wisatawan (Utama, 2017:103). Menurut Yoeti (dalam Utama, 2017:1) syarat suatu perjalanan pariwisata adalah sebagai berikut : a. Perjalanan dilakukan dari suatu tempat ke tempat yang lain, di luar tempat kediaman orang tersebut biasa tinggal. b. Tujuan perjalanan semata-mata untuk bersenang-senang dan 10.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. tidak mencari nafkah di tempat atau negara yang dikunjungi. c. Semata-mata sebagai konsumen di tempat yang dikunjungi. Menurut Wahab (dalam Utama, 2017:2) pariwisata mengandung tiga unsur, yaitu : a) Manusia, yakni unsur insani sebagai pelaku kegiatan pariwisata. b) Tempat, yakni unsur fisik yang sebenarnya tercakup oleh kegiatan itu sendiri. c) Waktu, yakni unsur tempo yang dihabiskan dalam perjalanan tersebut dan selama berdiam di tempat tujuan. Menurut Pendit (dalam Utama, 2017:145), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis pariwisata tersebut adalah sebagai berikut: a. Wisata Budaya Yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan cara mengadakan kunjungan atau peninjauan ke tempat lain untuk mengetahui keadaan rakyat di suatu wilayah, mengetahui kebiasaan atau adat istiadat, cara hidup, serta mempelajari budaya dan keseniannya..

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. b. Wisata Maritim atau Bahari Jenis wisata ini sering dikaitkan dengan kegiatan olahraga air, seperti. memancing,. berlayar,. menyelam,. berselancar,. mendayung, melihat taman laut di bawah permukaan air. Biasanya rekreasi perairan banyak dilakukan di negara maritim. c. Wisata Cagar Alam Untuk jenis wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan ke tempat-tempat alam, seperti taman lindung, hutan daerah pengunungan, dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang-undang. d. Wisata MICE MICE diartikan sebagai suatu kegiatan kepariwisataan yang aktivitasnya merupakan perpaduan antara leisure (waktu luang) dan business yang melibatkan sekelompok orang secara. bersama-sama.. meetings,. incentive. Rangkaian travels. kegiatannya. conventions,. berupa. conventions,. congresses, dan exhibition. 1) Meetings Menurut Kesrul (dalam Utama, 2017:149), meeting ialah suatu pertemuan atau persidangan yang diselenggarakan.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. oleh kelompok orang yang bergabung dalam asosiasi, perkumpulan,. atau. perserikatan. dengan. tujuan. mengembangkan profesionalisme, peningkatan sumber daya manusia, menggalang kerja sama anggota dan pengurus, menyebarluaskan informasi terbaru, publikasi, dan hubungan kemasyarakatan. 2) Incentive Menurut Utama (2017:149), incentive merupakan suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan. konvensi. yang. membahas. perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan. 3) Conference Konferensi adalah suatu pertemuan yang diselenggarakan terutama mengenai bentuk-bentuk tertata karena, adat atau. kebiasaan. berdasarkan. mufakat. umum,. dua. perjanjian internasional mengenai topik tawanan perang dan sebagainya. 4) Exhibition Exhibition adalah sebuah pertemuan yang dihadiri.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. sekelompok orang dalam suatu ruangan pameran, dimana produsen dan pembeli terdapat di dalamnya 2. Daya tarik pariwisata Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 (dalam Utama, 2017:142) daya tarik wisata bisa dijelaskan sebagai segala sesuatu yang mempunyai keunikan, kemudahan, dan nilai yang berwujud keanekaragaman, kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan para wisatawan. Menurut Direktoral Jendral Pemerintahan (dalam Asri, 2018) daya tarik dibagi menjadi tiga macam, yaitu : a. Daya Tarik Wisata Alam Berbagai bentukan alam dalam keadaan alami maupun setelah ada budi daya yang memiliki daya tarik fisik dan keindahan, dapat berpotensi digunakan sebagai landasan awal untuk menyusun berbagai konsep kepariwisataan. Potensi wisata alam dapat dibagi menjadi empat kawasan, yaitu : 1) Flora dan Fauna. 2) Keunikan dan kekhasan ekosistem, misalnya ekosistem pantai dan ekosistem hutan bakau. 3) Gejala alam, misalnya kawah gunung, sumber air panas, air terjun, dan danau..

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. 4) Budidaya sumber daya alam, misalnya sawah, perkebunan, perternakan, dan usaha perikanan. b. Daya Tarik Wisata Sosial Budaya Daya. tarik. wisata. sosial. budaya. dapat. dimanfaatkan. dan. dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata meliputi museum, peninggalan sejarah, upacara adat, seni pertunjukan, dan kerajinan. c. Daya Tarik Wisata Minat Khusus Daya tarik wisata minat khusus merupakan jenis wisata yang baru dikembangkan di Indonesia. Wisata ini lebih diutamakan pada wisatawan yang mempunyai motivasi khusus dalam berwisata. Dengan demikian, biasanya para wisatawan harus memiliki keahlian, misalnya berburu, mendaki gunung, arung jeram, tujuan pengobatan, agrowisata, ekowisata, dan lain-lain. Daya tarik daerah untuk tujuan wisata akan mampu menarik wisatawan untuk mengunjunginya jika memenuhi syarat-syarat untuk pengembangan daerahnya. Menurut Maryani (dalam Utama, 2017:144) beberapa syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut : 1. Daya Tarik yang Dapat Disaksikan (What to See) Hal ini mengisyaratkan bahwa pada daerah harus ada sesuatu yang menjadi daya tarik wisata, atau suatu daerah mestinya mempunyai daya tarik yang khusus dan atraksi budaya yang bisa.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. dijadikan sebagai hiburan bagi wisatawan. Apa yang disaksikan dapat terdiri dari pemandangan alam, kegiatan, kesenian, dan atraksi budaya. 2.. Aktivitas Wisata yang Dapat Dilakukan (What to Do) Hal ini mengisyaratkan bahwa di tempat wisata dapat menyaksikan sesuatu yang menarik, wisatawan juga disediakan fasilitas rekreasi yang bisa membuat para wisatawan betah untuk tinggal lebih lama ditempat tujuan wisata.. 3.. Sesuatu yang Dapat Dibeli (What to Buy) Hal ini mengisyaratkan bahwa tempat tujuan wisata mestinya menyediakan beberapa fasilitas penunjang untuk berbelanja terutama barang souvenir dan kerajinan warga sekitar yang bisa berfungsi sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tempat asal wisatawan.. 4. Alat Transportasi (What to Arrive) Di dalamnya termasuk bagaimana kita mengunjungi daya tarik wisata tersebut, kendaraan apa yang digunakan dan berapa lama wisatawan tiba ke tempat tujuan wisata yang akan dituju. 5. Penginapan (Where to Stay) Wisatawan memerlukan tempat tinggal sementara untuk.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. mereka berlibur. Oleh karena itu, daya tarik wisata perlu mempersiapkan penginapan. Menurut Cooper, et al, 1993 (dalam Suwena, 2010) mengemukakan bahwa terdapat empat komponen yang harus dimiliki oleh sebuah daya tarik wisata sehingga kebutuhan dan pelayanan di daya tarik wisata dapat dipenuhi dengan baik. komponen tersebut adalah sebagai berikut : 1) Attraction ( Daya Tarik ) Atraksi wisata atau yang lebih dikenal dengan daya tarik wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daya tarik wisata untuk dilihat, ditonton, dinikmati yang layak “dijual’ ke pasar wisata. Atraksi sering ditafsirkan dalam 2 (dua) komponen, yakni sebagai objek. wisata (tourist object) dan. sebagai atraksi wisata (tourist Attraction). Pengembangan atraksi wisata,. hal. mendasar. yang diperhatikan. adalah. tema. dasar. pengembangan. Tema pengembangan merupakan salah satu unsur pokok sebagai titik tolak dalam pengembangan pariwisata baik dalam skala lokal maupun regional. Penentuan tema dasar pengembangan pariwisata didasarkan pada sumberdaya pariwisata yang dimiliki oleh masing-masing wilayah. Menurut Medlik, 1980 ( dalam Utama 2017:105) Attraction (daya tarik) merupakan daya tarik wisata (selanjutnya disebut DTW) untuk menarik wisatawan pasti memiliki.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. daya tarik, baik daya tarik berupa alam maupun masyarakat dan budayanya. Setiap destinasi wisata memiliki daya tarik yang berbedabeda sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Di bawah ini adalah jenis daya tarik wisata yang biasanya ditampilkan di destinasi pariwisata: (Suryadana dan Oktavia, 2015: 48) 1) Daya tarik wisata alam (natural tourist Attractions), yaitu segala bentuk daya tarik yang dimiliki oleh alam, misalnya: laut,pantai, gunung, danau, lembah, bukit, air terjun, ngarai, sungai, hutan. 2) Daya tarik wisata buatan manusia (man-made tourist attractons, meliputi: Daya tarik wisata budaya (cultural tourist Attractions), misalnya: tarian, wayang, upacara adat, lagu, upacara ritual dan daya tarik wisata yang merupakan hasil karya cipta, misalnya: bangunan seni, seni pahat, ukir, lukis.. 2) Accessibilities ( Aksesibilitas ) Accessibilities/Aksesibilitas. merupakan. sarana. dan. prasarana yang menyebabkan wisatawan dapat berkunjung ke sebuah daya tarik wisata. Aksesibilitas adalah kemudahan untuk mencapai daya tarik wisata (lokasi atau objek wisata), meliput ketersediaan moda tranportasi menuju objek dan daya tarik atau kawasan wisata, kualitas jalan menuju objek / kawasan tersebut, kemudahan pencapaian daya tarik wisata melalui kemudahan membaca ramburambu petunjuk atau arah menuju lokasi daya tarik wisata ..

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. Aksesibilitas. merupakan. salah. satu. faktor. penting. dalam. pengembangan pariwisata. Dukungan aksesibilitas yang baik akan semakin menekan waktu tempuh wisatawan menuju ke daya tarik wisata yang dituju. Hal ini sangat berpengaruh terhadap wisatawan serta penilaian/presepsi wisatawan terhadap daya tarik wisata yang dituju. Menurut Medlik, 1980 (dalam Utama 2017:105) Accessibilities dimaksudkan agar wisatawan domestik dan mancanegara dapat dengan mudah dalam pencapaian tujuan ketempat wisata. 3) Amenities ( Fasilitas ) Fasilitas. penunjang. kegiatan. pariwisata. merupakan. komponen penting dalam dalam industri pariwisata. Fasilitas penunjang pariwisata merupakan salah satu produk pariwisata atau yang dikenal dengan istilah Amenities adalah segala sesuatu yang dapat dijual sebagai komoditas pariwisata. Amenities atau fasilitas utama pada daya tarik wisata. menjadi prasyarat utama bagi. peningkatan kunjungan wisatawan pada suatu daya tarik wisata . Terkait konteks itu terdapat tiga jenis fasilitas yang menjadi kebutuhan dasar wisatawan yang mengunjungi daya tarik wisata yakni tempat menginap. (lodging), makan dan minum (food and beverage) dan. pelayanan terhadap keinginan wisatawan terkait dengan cinderamata atau souvenir (support industries)..

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. 4) Ancillary Service ( Pelayanan Tambahan ) Pengembangan pariwisata khususnya daya tarik wisata selain ditentukan oleh komponen yang telah dijelaskan sebelumnya baik Attraction, Accessibilities, dan Amenities, tidak kalah pentingnya adalah peranan. Kelembagaan (Stakeholders) dan sumberdaya. manusia dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi salah satu daya tarik wisata. Lembaga pengelola wisata khususnya daya tarik wisata. yang ada hendaknya memiliki. kompetensi untuk mengembangkan potensi wisata di daya tarik wisata ,. baik. dari. sisi. peningkatan. atraksi. ataupun. kemampuan. pengembangan pasar. Menurut Medlik, 1980 ( dalam Utama 2017:105) adanya lembaga pariwisata wisatawan akan semakin sering mengunjungi dan mencari DTW apabila di daerah tersebut wisatawan dapat merasakan keamanan ( protection of tourism ) dan terlindungi. 3. Minat Berkunjung Kata minat berasal dari bahasa Inggris yaitu interest, yang memiliki makna dorongan untuk bertingkah laku secara terarah terhadap objek kegiatan atau pengalaman tertentu, sehingga minat kunjung kembali menurut Nuraeni 2014 (dalam Suryani 2018: 28) adalah dorongan seseorang untuk melakukan kegiatan berkunjung kembali ke tujuan yang pernah didatangi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat kunjung kembali yaitu :.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. a. Kualitas Pelayanan: kesan kualitas pelayanan yang diterima oleh wisatawan akan mempengaruhi perilaku wisatawan yang datang.. Semakin. memuaskan. kualitas. pelayanan. yang. diberikan oleh penyedia jasa, maka semakin besar minat kunjung kembali. b. Citra Destinasi: penghargaan yang diperoleh daya tarik wisata karena keunggulan-keunggulan yang dimiliki daya tarik wisata dapat mempengaruhi minat kunjung kembali. Semakin baik citra destinasi maka semakin besar minat kunjung ulang. c.. Daya Tarik Wisata: hal-hal yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu daya tarik wisata mempegaruhi minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Semakin bagus daya tarik suatu daya tarik wisata, maka semakin besar minat kunjung kembali.. d.. Promosi: berfungsi untuk menciptakan image atau kesan tentang apa yang diiklankan. Semakin bagus promosi yang dilakukan maka akan menarik wisatawan untuk berkunjung kembali.. Menurut Rahayu (2015: 71) Daya tarik wisata, aksesibilitas, dan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat wisatawan berkunjung kembali. Menurut Suryani 2018 promosi dan kualitas pelayanan secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat kunjung.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. kembali. Menurut Assael yang dikutip oleh Tifane (dalam Deksono, 2017:25) mendefinisikan minat beli sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Sedangkan Kinnear dan Taylor (dalam Deksono, 2017:25) menyatakan bahwa minat beli adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. Menurut Ferdinand (dalam Deksono, 2017:25) minat beli dapat diidentifikasikan melalui indikator-indikator sebagai berikut : a. Minat transaksional : kecenderungan seseorang untuk membeli produk. b. Minat. referensial. :. kecenderungan. seseorangan. untuk. mereferensikan produk kepada orang lain. c. Minat preferensial : minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi itu hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya. Menurut Kotler (2007), ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi minat seseorang untuk melakukan pembelian ulang, psikologis, pribadi dan sosial. Masing-masing faktor tersebut terdiri dari unsur-unsur yang lebih kecil yang membentuk satu kesatuan tentang.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. bagaimana manusia berperilaku dalam kehidupan ekonominya. a). Faktor Psikologis. 1.. Motivasi. Seseorang mempunyai banyak kebutuhan pada waktu tertentu. Beberapa kebutuhan bersifat biogenis, yaitu muncul dari tekanan biologis seperti lapar, haus, mengantuk dan hal lain yang bersifat psikogenis, yaitu muncul dari tekanan psikologis seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan, atau rasa memiliki, sebagian besar kebutuhan psikogenis tidak cukup kuat untuk memotivasi orang agar bertindak dengan segera suatu kebutuhan akan menjadi motif jika dia didorong sampai mencapai tingkat intensitas yang memadai. 2.. Persepsi. Seseorang yang termotivasi siap untuk bertindak dan dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi tertentu. Persepsi merupakan proses bagaimana. seseorang. memilih,. mengorganisasikan,. dan. menginterpretasikan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama. 3.. Pembelajaran. Pembelajaran meliputi perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman..

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. 4.. Keyakinan dan Sikap. Melalui bertindak dan belajar, orang mendapatkan keyakinan dan sikap. Hal ini kemudian mempengaruhi perilaku pembelian mereka. b). Faktor Pribadi. 1.. Usia. Orang membeli barang dan jasa yang berbeda sepanjang hidupnya, selera orang terhadap suatu barang juga berhungan dengan usianya. 2.. Pekerjaan. Suatu pemahaman atas tipe-tipe pekerjaan memberikan pandangan ke dalam kebutuhan para konsumen. Pergantian pekerjaan menyebabkan perubahan-perubahan perilaku pembelanjaan. 3.. Keadaan Ekonomi. Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi seseorang. 4.. Gaya Hidup. Keunikan dimana suatu kelompok tertentu membedakan dirinya dari orang lain melibatkan suatu melibatkan suatu pemahaman atas pengaruh-pengaruh kelas sosia, referensi, dan kebudayaan terhadap perilaku pembelian mereka. 5.. Kepribadian dan Konsep Diri.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. Kepribadian merupakan karakteristik psikologis yang berbeda dari seseorang yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungannya. c). Faktor Sosial. 1.. Kelompok Acuan. Kelompok yang berpengaruh langsung atau tidak langsung dalam pembentukan perilaku dan gaya hidup yang dipilih seseorang. 2.. Keluarga. Keluarga dianggap sebagai salah satu kelompok yang paling berpengaruh dari semua kelompok acuan yang ada karena perilaku terhadap toko dan produk dikembangkan dalam rumah tangga. 3.. Peran dan Status. Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya dalam keluarga, organisasi, dll. Posisi dan status. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang.. B.. Penelitian Sebelumnya Penelitian sebelumnya berasal dari beberapa penelitian, sebagai berikut : 1) Penelitian berjudul. “ Analisis Kepuasan Wisatawan Mancanegara. terhadap Kualitas Pelayanan Pariwisata “ ( Studi kasus pada Pantai.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. Ngurbloat Maluku Tenggara ). Yang ditulis oleh Yessy Wirajaya pada tahun 2013 dengan tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis kepuasaan wisatawan mancanegara terhadap kualitas pelayanaan pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Ngurbloat dengan jumlah sampel 4 responden. teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Milles and Huberman. Kesimpulan, ditemukan bahwa kebanyakan wisatawan termotivasi untuk mengunjungi kabupaten Maluku Tenggara setelah mendapat informasi dari situs internet yang dituliskan oleh wisatawan lain yang telah berkunjung sebelumnya. Sebagian besar wisatawan mancanegara sangat menyukai keindahan alam yang masih alami dan tenang dikabupaten Maluku Tenggara. Hasil penelitian. ini juga menjelaskan perbaikan terhadap lima dimensi. kualitas pelayanan. 2) Penelitian berjudul “ Kualitas Daya Tarik Wisata, Kepuasan, dan Niat Kunjung Kembali Wisatawan Mancanegara di Jawa Tengah “ oleh Basiya R dan Hasan Abdul Rozak dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas daya tarik wisata, kepuasan dan niat kunjungan kembali wisatawan mancanegara di Jawa Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wisatawan mancanegara yang melakukan perjalanan wisata di tempat tujuan di Jawa Tengah dengan jumlah sampel 126 responden, teknik pengumpulan sampel yaitu purposive.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. acidental sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuisoner, dan teknik analisis pengumpulan data yaitu analisis deskriptif dan teknik analisis jalur model regresi berganda. Kesimpulan, kepuasan wisatawan mancanegara berpengaruh positif terhadap niat kunjungan kembali wisatawan mancanegara. Peningkatan kepuasan wisatawan mancanegara akan meningkatkan niat kunjungan kembali wisatawan mancanegara di destinasi Jawa Tengah. 3) Penelitian berjudul “ Persepsi dan Motivasi Wisatawan yang Berkunjung ke Daya Tarik Wisata Jembong di Kabupaten Buleleng “ oleh Martina Minnie Anggela, dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui persepsi dan motivasi wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata jembong. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wisatawan yang melakukan perjalanan wisata di Jembong dengan jumlah sampel sebanyak 225 responden, teknik pengumpulan sampel yaitu accidental sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuisoner, dan teknik analisis pengumpulan data yaitu analisis deskriptif. kuantitatif. .. kesimpulan motivasi pendorong dan penarik yang mendapat nilai tertinggi adalah mengenai keindahan alam sesuai dengan persepsi wisatawan dengan nilai tertinggi adalah kesegaran udara dan keindahan alam di daya tarik wisata Jembong. Setelah mencermati hasil penelitian terdahulu maka dapat diidentifikasi perbedaaan dan keaslian penelitian yang akan dilakukan, yaitu :.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. 1. Objek penelitian yaitu persepsi wisatawan mengenai daya tarik wisata melalui empat komponen yaitu Attraction, amenities, Accessibilities, dan Ancillary Service, persepsi wisatawan mengenai minat kunjung 2. Subjek penelitian yang diambil oleh peneliti yaitu wisatawan yang datang berkunjung ke Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang 3. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen ialah Attraction, amenities, Accessibilities, dan Ancillary Service, sedangkan variabel dependen ialah minat kunjung wisatawan 4. Lokasi penelitian yang digunakan berbeda dengan peneliti terdahulu, yaitu di 2 daya tarik wisata Ngurbloat dan Goa Hawang Kabupaten. yang meliputi Pantai. yang berada di Kepulaun Kei,. Maluku. Tenggara..

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. C. Kerangka Konseptual Penelitian. H1. Attraction (X1) Aminities (X2). H2. Accesibility (X3). H3. Ancillary Service (X4). Minat Kunjung kembali (Y). H4. H5 Gambar II.1. Kerangka Konseptual Penelitian Keterangan : Pengaruh secara parsial Pengaruh secara simultan D.. Hipotesis Hubungan antara variabel adalah : 1. Pengaruh Attraction terhadap minat kunjung kembali wisatawan Menurut Cooper, et al. 1993 ( dalam Suwena, 2010) Attraction atau atraksi adalah objek atau daya tarik wisata yang dimiliki oleh suatu.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. lokasi. Atraksi yang menarik kedatangan wisatawan ada tiga yaitu potensi alam, wisata budaya dan wisata buatan. Ketika atraksi di daya tarik wisata atau daya tarik wisata itu menarik mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata buatan maka dapat meningkatkan minat kunjung wisatawan. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : : Attraction berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan 2. Pengaruh amenities terhadap minat kunjung kembali wisatawan Menurut Cooper, et al. 1993 ( dalam Suwena, 2010) Amenities atau fasilitas merupakan fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan pariwisata di daya tarik wisata seperti akomodasi atau usaha penginapan, restoran atau usaha makanan dan minuman serta fasilitas umum seperti toilet, toko oleh-oleh dan lainnya. Apabila seseorang melakukan kunjungan wisata ke suatu daerah wisata, selain daya tarik mereka juga menilai fasilitas yang ada disana, jika fasilitas yang memadai maka berpengaruh terhadap minat kunjungan kembali. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: : Amenities berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan 3. Pengaruh Accessibilities terhadap minat kunjung kembali wisatawan.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. Menurut Cooper, et al.1993 ( dalam Suwena, 2010) Accessibilities merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan pariwisata. Dukungan Accessibilities yang baik akan semakin menekan waktu tempuh wisatawan menuju ke daya tarik wisata berpengaruh. terhadap wisatawan. yang dituju. Hal ini sangat. serta penilaian/presepsi wisatawan. terhadap daya tarik wisata yang dituju. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : : Accessibilities berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan 4. Pengaruh ancillary sevice terhadap minat kunjung kembali wisatawan Menurut Cooper,et al.1993 (dalam Suwena, 2010) Ancillary Service atau pelayanan tambahan merupakan pelayanan yang menunjang kegiatan pariwisata seperti adanya kelompok sadar wisata atau lembaga swasta untuk mengelola pengembangan wisata di suatu daya tarik wisata, adanya TIC (Tourist Information Center) yang memberikan informasi kepada wisatawan baik berupa brosur, buku, peta dan lain sebagainya serta adanya pemandu wisata yang kompeten di bidangnya dan menguasai daya tarik wisata dimana dia bekerja. Berdasarkan hal ini, maka hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut : : Ancillary Service berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. 5. Pengaruh daya tarik pariwisata Attraction,amenities Accessibilities, Ancillary Service terhadap minat kunjung kembali wisatawan Daya tarik daya tarik wisata menjadi salah satu alasan utama para wisatawan ingin berkunjung karena, keindahan suatu daya tarik wisata memberikan kepuasan bagi wisatawan yang ingin berwisata untuk tujuan rekreasi dan menikmati perjalanannya. Menurut, Riantika 2016 (dalam Asri, 2018) semakin menarik suatu daya tarik wisata maka semakin tinggi ketertarikan wisatawan untuk berkunjung. Berdasarkan kesimpulan di atas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. : Daya tarik pariwisata Attraction,amenities Accessibilities, Ancillary Service berpengaruh terhadap minat kunjung kembali wisatawan..

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan pilihan cara-cara sistematik yang akan ditempuh oleh peneliti untuk menyelesaikan masalah (masalahmasalah) yang dikemukakan dalam penelitian. Dalam metode penelitian ini dikemukakan. hal-hal. berikut:. jenis. penelitian,waktu. dan. lokasi. penelitian,variable penelitian, populasi dan sampel, unit analisis, teknik pengambilan sampel, sumber data, teknik pengumpulan data, teknik pengujian instrumen, dan teknik analisis data. A.. Jenis Penelitian Menurut Syofian Siregar (2013:3) jenis metode penelitian dapat. diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu penelitian menurut tujuan, penelitian menurut metode, penelitian menurut tingkat eksplanasi, dan penelitian menurut jenis datanya. Penulis menggunakan penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungannya bisa bersifat simetris, kausal atau interaktif. Pada penelitian saat ini penulis menggunakan penelitian asosiatif dengan hubungan yang bersifat kausal untuk mengetahui mengenai pengaruh Attraction, Amenities, Accessibilities dan Ancillary Service terhadap minat kunjung wisatawan.. 32.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. B.. Waktu dan Lokasi Penelitian Waktu pada bagian ini dikemukakan dan dijelaskan waktu yang. menunjukkan kapan (bulan dan tahun) dilakukannya penelitian, sedangkan lokasi menunjukkan tempat dilaksanakannya penelitian. 1. Waktu Penelitian Waktu yang digunakan penulis dalam penelitian ini pada bulan Januari tahun 2019. 2. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan penulis dalam penelitian ini, yaitu Pantai Ngurbloat (Pantai Pasir Panjang) yang beralamat di Jalan Ngurbloat, Tual, Maluku Tenggara, Maluku , Goa Hawang yang beralamat di Jalan Hoat Sorbay, Letvuan, Maluku Tenggara, Maluku, C.. Variabel Penelitian Menurut Echdar (2017:211) variabel penelitian pada dasarnya adalah. segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, yang kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Variabel penelitian dapat diketahui dari rumusan masalah penelitian. Hal-hal yang perlu dikemukakan pada bagian ini antara lain meliputi : 1. Identifikasi dan definisi variabel.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. A. Identifikasi Penelitian Pada bagian ini dikemukakan variabel setiap masalah yang dilanjutkan dengan pernyataan apakah masing-masing masalah memiliki variabel tunggal, dependen-independen, moderator, latent, dan terukur, intervening yang dipilih untuk setiap variabel. Penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan variabel dependen dan independen variabel. a. Variabel Dependen Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang keberadaannya dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Echadar, 2017:217). Pada penelitian ini yang merupakan variabel dependennya adalah minat kunjung wisatawan (Y). b. Variabel Independen Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab atau mengubah atau mempengaruhi variabel lain (Siregar, 2013:10). Pada penelitian ini yang merupakan variabel independen adalah: Attraction ( X1 ), Amenities ( X2 ), Accessibilities ( X3 ) Ancillary Service ( X4 ) 2. Definisi Variabel Definisi variabel merupakan suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan memberi arti atau menspesifikasikan kegiatan atau membenarkan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. variabel tersebut. Definisi variabel dalam penelitian ini meliputi : a. Daya Tarik (Attraction) Attraction atau atraksi merupakan salah satu unsur yang membentuk dan menentukan suatu daerah menjadi destinasi pariwisata. b. Aksesibilitas (Accessibilities) Accesbilities atau aksessibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi. c. Fasilitas (Amenities) Amenities atau amenitas adalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. d. Kelembagaan (Ancillary Service) Ancillary atau kelembagaan merupakan ketersediaan sebuah organisasi atau orang yang mengelola atau mengurus destinasi tersebut.. e. Minat Kunjung kembali Minat kunjung kembali adalah dorongan seseorang untuk melakukan kegiatan berkunjung kembali ke tempat destinasi yang pernah didatangi..

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. Tabel III.1 Definisi Operasional Variabel Variabel Attraction. Definisi. Indikator. Skala. (Attraction), Keindahan alam merupakan salah satu unsur yang membentuk dan menentukan Kesegaran udara suatu daerah menjadi destinasi Kebersihan pariwisata. Setiap destinasi wisata Lingkungan memiliki daya tarik yang berbeda- Wisata. Likert. Daya. Tarik. beda sesuai dengan kemampuan Keunikan atau potensi yang dimiliki. Wisata (Suryadana dan Oktavia, 2015: 48). Amenities. adalah Ketersediaan kamar mandi segala fasilitas pendukung yang dan kamar di bisa memenuhi kebutuhan dan ganti daerah wisata keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Fasilitas dan Tersedianya fasilitas lahan pelayanan wisata (amenities) parkir mulai dari kebutuhan sejak Tersedianya berangkat dari tempat tinggal fasilitas tempat wisatawan, selama berada di sampah destinasi pariwisata dan kembali Tersedianya ke tempat semula. (Suryadana dan fasilitas gazebo atau Oktavia, 2015: 49). bale sebagai tempat istirahat di daya tarik wisata Fasilitas. (Amenities),. Likert.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. Variabel. Definisi. Indikator Tersedianya tempat makan dan minum di daya tarik wisata. Skala. Likert. Tersedianya toko cinderamata di daya tarik wisata Accessibilities. Ancillary Service. (Accessibilities), adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi. Aksesibilitas yang berarti kemudahan yang tersedia untuk mencapai destinasi wisata, yang terkadang diabaikan oleh wisatawan dalam merencanakan perjalanan wisata, sehingga secara umum dapat memengaruhi budget perjalanan tersebut. (Suryadana dan Oktavia, 2015: 49).. Kemudahan akses menuju tempat daya tarik wisata. Ancillary Service atau pelayanan tambahan merupakan pelayanan yang menunjang kegiatan pariwisata. Cooper, et, al 1993 (dalam Suwena, 2010). Tersedianya brosur wisata. Adanya papan penunjuk untuk memudahaka n wisatawan menuju daya tarik wisata. Sebagai media promosi di daya tarik wisata. Likert. Likert.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. Variabel. Definisi. Indikator. Skala. Adanya pusat informasi wisatawan di daya tarik wisata. Adanya peta yang menunjukan lokasi daya tarik wisata Minat Kunjung Kembali. Minat kunjung kembali adalah Minat untuk berkunjung dorongan seseorang untuk kembali melakukan kegiatan berkunjung Merekomenkembali ke tujuan yang pernah dasikan daya didatangi. tarik wisata kepada Nuraeni 2014 (dalam Suryani keluarga dan 2018: 28). orang terdekat. Likert. Destinasi wisata memiliki reputasi yang baik. 2. Skala pengukuran variabel Pada bagian ini dijelaskan skala pengukuran setiap variabel yang diteliti. Menurut Echdar (2017:226) pengukuran variabel dalam kerangka konseptual adalah sebuah bagian yang utuh dari penelitian dan sebuah aspek yang penting dari desain penelitian. Pengukuran ini penting untuk memperoleh hasil atas apa.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. yang hendak diteliti atau diuji. Selain itu, untuk mengukur hipotesis yang beragam pada objek penelitian. Berbagai skala penelitian dapat digunakan untuk mengukur setiap variabel, antara lain skala likert, skala Guttman, Semantic Diferensial, Rating Scale, dan Thurstone Scale. Pada penelitian ini, penulis menggunakan Skala Likert untuk mengukur variabelnya. Menurut Echdar (2017:228), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, yang kemudian indikator variabel tersebut dijadikan sebagai titik tolak, untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist atau pilihan ganda. Pada penelitian yang dilakukan penulis saat ini akan menggunakan skala likert yang di modifikasi dengan menghilangkan alternatif jawaban netral untuk menghindari kecenderungan responden memilih jawaban tengah (netral). dan dalam bentuk checklist dengan jawaban setiap instrumen, sebagai berikut : a. Sangat Tidak Setuju. = skor 1. b. Tidak Setuju. = skor 2. d. Setuju. = skor 3.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. e. Sangat Setuju. D.. = skor 4. Populasi dan Sampel Pada bagian ini dikemukakan pengertian populasi dan sampel.. a. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Menurut Echdar (2017:261) populasi diartikan sebagai kumpulan objek penelitian, dari mana data akan diperoleh atau dikumpulkan. Populasi dalam penelitian dapat berupa orang (individu atau kelompok, komunitas, atau masyarakat) maupun benda. Menurut Echdar (2017:262) populasi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu populasi teoritis yang batasannya telah ditetapkan secara kualitatif dan populasi yang tersedia secara kuantitatif bisa dinyatakan dengan tegas dan tepat. Pada penelitian ini penulis menggunakan populasi teoritis, yaitu wisatawan yang datang berkunjung ke Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang b. Sampel Menurut Echdar (2017:264) sampel merupakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam penelitian ini jumlah populasi tidak diketahui, maka dalam menentukan sampel menggunakan rumus sebagai berikut.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. :. 96,04 responden dibulatkan menjadi 260 responden Keterangan : n = sampel e = besarnya rentang waktu atau rentang interval (0,1) p.q = ukuran penyebaran populasi (0,25) (0.05) = 1,96 ( dari tabel Z ) Sampel yang digunakan menjadi 260 responden karena penelitian di lakukan di 2 lokasi yaitu Pantai Ngurbloat dan Goa Hawang dengan masing-masing lokasi terdapat 130 responden. E.. Unit Analisis Pada sub bab ini dikemukakan unit analisis yang ditentukan peneliti. Unit analisis dalam penelitian adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian. Dalam pengertian yang lain unit analisis diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan fokus/ komponen yang diteliti. Unit analisis suatu penelitian dapat berupa individu, kelompok, organisasi, benda, wilayah, dan waktu tertentu sesuai dengan fokus permasalahan..

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. Unit analisis merupakan orang atau jabatan yang memiliki data penelitian atau yang akan diamati perilakunya dalam rangka penelitian. Unit analisis dalam penelitian ini adalah wisatawan yang datang berkunjung, dan Dinas Pariwisata. F.. Teknik Pengambilan Sampel Pada sub bab ini dijelaskan teknik pengambilan sampel (sampling technique ) yang digunakan, yaitu probability/random ( probabilitas/acak ) atau non probability/ non random ( tidak probabilitas/tidak acak ). Apapun teknik pengambilan sampelnya, teknik tersebut harus mampu menjamin. bahwa. sampel. yang. diperoleh. mampu. mewakili. (representativeness) populasi. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengambilan sampel berupa nonprobability sampling berdasarkan metode insidental sampling. Menurut Sugiyono (2014:156) Incidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Dalam pengambilan sampel, peneliti terjun langsung ke Pantai Ngurbloat, dan Goa Hawang yang menjadi lokasi penelitian, kemudian peneliti membagi kuesioner kepada responden yang ditemui di lokasi-lokasi tersebut..

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. G.. Sumber Data Pada bagian ini dijelaskan dari mana data yang diperlukan diperoleh, yaitu langung dari subyek yang diteliti atau dari pihak lain. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. a.. Data Primer Data primer merupakan informasi yang diperoleh langsung dari. sumbernya. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengisian kuesioner oleh responden, yaitu, wisatawan yang datang berkunjung ke Pantai Pasir Panjang, dan Goa Hawang . b.. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung,. berupa keterangan yang berkaitan dengan penelitian. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari buku-buku referensi, jurnal ilmiah, dan data yang diperoleh dari internet. H.. Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini dikemukakan berbagai teknik pengumpulan data yang relevan dengan penelitian yang akan dilaksanakan. Menurut Echdar (2017:17) pengumpulan data adalah suatu proses pengumpulan data primer dan sekunder. Dalam suatu penelitian pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting karena data yang dikumpulkan.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44. akan digunakan untuk pemecahan masalah yang sedang diteliti atau untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Metode pengumpulan data yang umumnya digunakan dalam suatu penelitian, yaitu wawancara, kuesioner, dan observasi. Pada penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan informasi yang memungkinkan peneliti mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa individu atau kelompok. Pada penelitian ini kuesioner digunakan untuk mengetahui persepsi wisatawan mengenai Attraction, accessibilities, amenities, Ancillary Service. Sedangkan, wawancara adalah proses memperoleh data dengan melakukan tanya jawab tentang Attraction, accessibilities, amenities, Ancillary Service. I.. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas Menurut Echdar (2017:310) validitas menunjukkan sejauh mana alat. ukur mampu untuk mengukur apa yang ingin diukur. Dengan demikian, validitas berhubungan dengan ketetapan alat ukur untuk melakukan tugasnya mencapai sasarannya. Validitas berhubungan dengan kenyataan dan tujuan dari pengukuran itu sendiri. Pengukuran dikatakan valid jika mengukur tujuannya dengan nyata atau benar. Alat pengukuran yang tidak valid adalah yang memberikan hasil ukuran menyimpang dari tujuannya. pengukuran ini disebut dengan kesalahan (error) atau varian.. Penyimpangan.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. Rumus yang akan digunakan adalah Product Moment : ( √(. ). (∑ ) ). )( (. ) (. ) ). Keterangan : r = Koefisien korelasi Ʃxy = Jumlah hasil perkalian x dan y Ʃx = Jumlah nilai variabel Ʃy = Jumlah nilai variabel y Ʃx² = Jumlah pangkat dua nilai variabel x Ʃy² = jumlah pangkat dua nilai variabel y n = Banyaknya sampel kriteria uji validitas adalah : ≥. a. Jika. , dengan taraf keyakinan 95%, maka. pertanyaan tersebut dikatakan valid. b. Jika. <. , dengan taraf keyakinan 95%, maka pertanyaan. tersebut dikatakan tidak valid. 2. Uji Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan akurasi dan ketepatan dari pengukurnya. Reliabilitasi berhubungan dengan akurasi dan konsistensi dari pengukur. Suatu.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46. pengukur dapat dikatakan reliable (dapat diandalkan) jika dapat dipercaya. Supaya dapat dipercaya, maka hasil dari pengukuran harus akurat dan konsisten. Dikatakan konsisten jika beberapa pengukuran terhadap objek yang sama diperoleh hasil yang tidak berbeda (Echdar, 2017:311). Untuk itu peneliti menggunakan alat bantu program SPSS for windows. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (a). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai a > 0,60. Rumus yang digunakan dalam perhitungan sebagai berikut :. (. ). Keterangan : A = Koefisien reliabilitas K = Jumlah item reliabilitas r = Rata-rata korelasi antar item 1 = bilangan konstanta a. Reliabilitas uji coba ≥ 0,60 berarti hasil uji coba memiliki reliabilitas yang baik b. Reliabilitas uji coba < 0,60 berarti hasil uji coba memiliki reliabilitas yang kurang baik. J.. Teknik Analisis Data 1) Melakukan analisis deskriptif Langkah-langkah menganalisis deskriptif akan dijelaskan secara.

Gambar

Gambar II.1. Kerangka Konseptual Penelitian  Keterangan :
Tabel III.1
Tabel III.2   Tabel skala data
Gambar IV.1 Pantai Ngurbloat
+5

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pada tahap perencanaan masyarakat terlibat dalam memberikan ide untuk mengembangkan potensi objek daya tarik di desa yang memiliki nilai daya tarik bagi wisatawan

wisatawan khususnya di Pantai Balekambang atau dapat meneliti dengan topik yang sama dengan kajian yang lebih mendalam lagi mengenai daya tarik wisata, fasilitas layanan,

Hasil penelitian dari tingkat persepsi wisatawan terhadap Daya Tarik Wisata Goa Lawa di Kabupaten Purbalingga dari 8 pernyataan di dalam kuesioner adalah responden

Kesimpulan utama dari Studi Ini Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Pasir Panjang (Ngurbloat) Ohoi Ngilngof Kecamatan Manyeuw Kabupaten Maluku Tenggara melalui kajian

Tingkat kepuasan wisatawan tentang daya tarik wisata ditinjau indikator Jasa pendukung pariwisata yang diklasifikasikan melalui skor pencapaian responden dapat dilihat

tetap saja menarik daya berkunjung ke Parangtritis. Tetapi jauhnya kios dari pantai menjadi faktor penghambat daya tarik wisatawan berkunjung ke Parangtritis, yakni

Kabupaten Pacitan mempunyai banyak potensi dan daya tarik wisata seperti Goa Gong, Goa Tabuhan, Pantai Teleng Ria, Pantai Srau, Pantai Klayar, Pemandian Air

ABSTRAK PENGARUH PELAKSANAAN TRADISI “SIMAH LAUT” DI PANTAI UJUNG PANDARAN TERHADAP MINAT KUNJUNG ULANG WISATAWAN Studi kasus pada Wisatawan yang Pernah Menyaksikan Tradisi