• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zona Hambat Bakteri e

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Zona Hambat Bakteri e"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Kompetensi :

Kompetensi : mahasiswa mengetahui cara kerja pengujian oligodinamik dan zat antimikrobamahasiswa mengetahui cara kerja pengujian oligodinamik dan zat antimikroba a. Pengertian dan jenis disinfektan

a. Pengertian dan jenis disinfektan  b. Cara kerja pengujian disinfektan  b. Cara kerja pengujian disinfektan

Ø Pengujian zat disinfektan dengan kertas cakram Ø Pengujian zat disinfektan dengan kertas cakram Ø Pengujian pengaruh daya oligodinamik 

Ø Pengujian pengaruh daya oligodinamik  c. Pengertian Antibiotik 

c. Pengertian Antibiotik 

Ø Cara kerja pengujian antibiotik dengan metode Kirby-Bauer  Ø Cara kerja pengujian antibiotik dengan metode Kirby-Bauer  Pengertian dan Jenis Disinfektan

Pengertian dan Jenis Disinfektan Zat antimikroba adalah senyawa

Zat antimikroba adalah senyawa yang dapat membunuh atau menghambat pertuyang dapat membunuh atau menghambat pertu mbuhmbuhanan mikroorganisme

mikroorganisme. Zat . Zat antimikroba dapat bersifat antimikroba dapat bersifat membmembunuh mikroorganisme (unuh mikroorganisme (microbicidal microbicidal )) atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (

atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (microbiostaticmicrobiostatic)). Disinfektan yaitu suatu. Disinfektan yaitu suatu senyawa kimia yang dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme pada permukaan benda senyawa kimia yang dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme pada permukaan benda mati seperti meja, lantai dan pisau b

mati seperti meja, lantai dan pisau b edahedah. . Adapun antiseptik adalah senyawa kimia yangAdapun antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan tubuh, misalnya kulit. digunakan untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan tubuh, misalnya kulit. Efisiensi dan efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh

Efisiensi dan efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:beberapa faktor yaitu: § Konsentrasi § Konsentrasi § Waktu terpapar  § Waktu terpapar  § Jenis mikroba § Jenis mikroba

§ Kondisi lingkungan: temperatur, pH dan jenis tempat hidup § Kondisi lingkungan: temperatur, pH dan jenis tempat hidup Pengujian zat disinfektan dengan kertas cakram

Pengujian zat disinfektan dengan kertas cakram Cara kerja :

Cara kerja : · Inokulasikan E.

· Inokulasikan E. colicoli dandan Bacillus Bacillussp. Pada NA cawan sengansp. Pada NA cawan sengan streak  streak kontinyu.kontinyu. · Kertas cakram steril dicelupkan ke dalam larutan disinfektan (alkohol 70%,

· Kertas cakram steril dicelupkan ke dalam larutan disinfektan (alkohol 70%, LysoI  LysoI 5%,5%,  betadin, dan hipoklorit 5%

 betadin, dan hipoklorit 5%)). Setelah diangkat, sisa tetes larutan yang berlebihan pada kertas. Setelah diangkat, sisa tetes larutan yang berlebihan pada kertas cakram diulaskan pada dinding wadah karena dikhawatirkan larutan akan meluas di

cakram diulaskan pada dinding wadah karena dikhawatirkan larutan akan meluas di  permukaan agar jika larutan terlalu banyak.

 permukaan agar jika larutan terlalu banyak.

· Kertas cakram diletakkan dipermukaan agar dengan pinset. T

· Kertas cakram diletakkan dipermukaan agar dengan pinset. T ekan dengekan dengan pinset san pinset supayaupaya kertas cakram benar-benar menempel pada agar.

kertas cakram benar-benar menempel pada agar. · Inkubasi selama 48 jam pada 37

· Inkubasi selama 48 jam pada 37 00C.C.

· Zona hambat yang terbentuk diukur diameternya, bandingkan daya kerja berbagai · Zona hambat yang terbentuk diukur diameternya, bandingkan daya kerja berbagai disinfektan.

disinfektan.

Pengujian pengaruh daya oligodinamik  Pengujian pengaruh daya oligodinamik 

Logam-logam berat seperti Hg, Cu, Ag dan Pb bersifat racun terhadap sel meskipun hanya Logam-logam berat seperti Hg, Cu, Ag dan Pb bersifat racun terhadap sel meskipun hanya

(2)

dalam kadar rendah. Logam mengalami ionisasi dan ion-ion tersebut bereaksi dengan bagian dalam kadar rendah. Logam mengalami ionisasi dan ion-ion tersebut bereaksi dengan bagian sulfihidril pada protein sel sehingga menyebabkan denaturasi. Daya hambat atau mematikan sulfihidril pada protein sel sehingga menyebabkan denaturasi. Daya hambat atau mematikan dari logam dengan konsentrasi yang rendah disebut daya oligodinamik.

dari logam dengan konsentrasi yang rendah disebut daya oligodinamik. Cara Kerja :

Cara Kerja : · Inokulasikan E.

· Inokulasikan E.colicoli dandan Bacillus Bacillus sp. pada cawan NA dengan streak kontinyusp. pada cawan NA dengan streak kontinyu · Letakan koin tembaga dan seng ke dalam cawan dengan pinset

· Letakan koin tembaga dan seng ke dalam cawan dengan pinset · Inkubasi 37

· Inkubasi 3700C selama 48 jamC selama 48 jam

· Hitung zona hambat yang terbentuk dengan mengukur diameter daerah yang jernih atau · Hitung zona hambat yang terbentuk dengan mengukur diameter daerah yang jernih atau tidak ada p

tidak ada pertumbertumbuhanuhan

Pengertian dan Jenis Antibiotik  Pengertian dan Jenis Antibiotik 

Antibiotik adalah bahan yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau sintetis yang dalam Antibiotik adalah bahan yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau sintetis yang dalam  jumlah kecil mampu menekan menghambat atau membunuh mikroorganisme lainnya.  jumlah kecil mampu menekan menghambat atau membunuh mikroorganisme lainnya.

Antibiotik memiliki spektrum aktivitas a

Antibiotik memiliki spektrum aktivitas antibiosis yang beragam.ntibiosis yang beragam.

Antibiotik dikelompokkan berdasarkan gugus aktifnya, misal antibiotik 

Antibiotik dikelompokkan berdasarkan gugus aktifnya, misal antibiotik macrolide,,macrolide

antimikroba peptida. Adapun penamaannya biasanya berdasarkan gugus kimiawinya ataupun antimikroba peptida. Adapun penamaannya biasanya berdasarkan gugus kimiawinya ataupun mikroorganism

mikroorganisma a produseprodusernya, rnya, misalnya:misalnya: Mekanisme kerja antibiotik antara lain : Mekanisme kerja antibiotik antara lain : · Menghambat dsintesis dinding sel · Menghambat dsintesis dinding sel · Merusak permeabilitas membran sel. · Merusak permeabilitas membran sel. · M

· Menghenghambat sintesis RNA ambat sintesis RNA (proses transkripsi(proses transkripsi)) · M

· Menghenghambat sintesis protein (prambat sintesis protein (proses translasioses translasi)).. · M

· Menghenghambat replikasi DNA.ambat replikasi DNA. Prosedur difusi-kertas cakram-agar

Prosedur difusi-kertas cakram-agar yang distandardisasikan (metode Kirby-Bauer yang distandardisasikan (metode Kirby-Bauer )) merupakan cara untuk

merupakan cara untuk menenmenentukan sensitivitas antibiotik untuk bakteri. Stukan sensitivitas antibiotik untuk bakteri. S ensitivitas suatuensitivitas suatu  bakteri terhadap antibiotik ditentukan oleh diameter zona hambat yang terbentuk. Semakin  bakteri terhadap antibiotik ditentukan oleh diameter zona hambat yang terbentuk. Semakin  besar diameternya maka

 besar diameternya maka semakin terhambat semakin terhambat pertumbuhpertumbuhannya, sehingga annya, sehingga dipediperlukan standar rlukan standar  acuan untuk menentukan apakah bakteri itu resisten atau peka terhadap suatu antibiotik. acuan untuk menentukan apakah bakteri itu resisten atau peka terhadap suatu antibiotik. Faktor yang mempengaruhi metode Kirby-Bauer :

Faktor yang mempengaruhi metode Kirby-Bauer : - Konsentrasi mikroba uji

- Konsentrasi mikroba uji

- Konsentrasi antibiotik yang terdapat dalam cakram - Konsentrasi antibiotik yang terdapat dalam cakram - Jenis antibiotik.

(3)

- pH medium. - pH medium.

Cara kerja pengujian antibiotik dengan metode Kirby-Bauer : Cara kerja pengujian antibiotik dengan metode Kirby-Bauer :

· Celupkan

· Celupkancotton bud cotton bud ((cotton swabcotton swab))dalam biakan bakteridalam biakan bakteri kemudian tekan kapas ke sisi tabung agar air tiris

kemudian tekan kapas ke sisi tabung agar air tiris

· Ulaskan pada seluruh permukaan cawan Mueller-Hinton · Ulaskan pada seluruh permukaan cawan Mueller-Hinton Agar secara merata

Agar secara merata

· Biarkan cawan selama 5 menit · Biarkan cawan selama 5 menit

· Kertas cakram dicelupkan dalam larutan antibiotik  · Kertas cakram dicelupkan dalam larutan antibiotik  dengan konsentrasi tertentu.

dengan konsentrasi tertentu.

· Angkat, biarkan sejenak agar tiris, selanjutnya letakkan · Angkat, biarkan sejenak agar tiris, selanjutnya letakkan kertas cakram pada permukaan agar.

kertas cakram pada permukaan agar.

· Kertas cakram ditekan menggunakan pinset supaya · Kertas cakram ditekan menggunakan pinset supaya menempel sempurna di permukaan agar.

menempel sempurna di permukaan agar. · Inkubasi pada suhu 37

· Inkubasi pada suhu 37 00C selama 24-48 jam.C selama 24-48 jam.

· Ukur diameter zona hambat (mm

· Ukur diameter zona hambat (mm))kemudian bandingkan dengan tabel. sensitivitaskemudian bandingkan dengan tabel. sensitivitas

antibiotik. antibiotik.

Tabel Penentuan Sensitivitas Antibiotik (diameter zona hambat dalam mm

Tabel Penentuan Sensitivitas Antibiotik (diameter zona hambat dalam mm))

Cara menginterpretasikan : Cara menginterpretasikan :

Ukur diameter zona hambat (zona jernih

Ukur diameter zona hambat (zona jernih))

Misal didapatkan zona hambat suatu bakteri berdiameter 26 mm untuk 

Misal didapatkan zona hambat suatu bakteri berdiameter 26 mm untuk  Eryhtromycin. Eryhtromycin.

Maka interpretasinya adalah bakteri tersebut peka terhadap antibiotik 

Maka interpretasinya adalah bakteri tersebut peka terhadap antibiotik  Eryhtromycin. Eryhtromycin.

 Resistent 

(4)

 Intermediate

 Intermediate : medium: medium Susceptible

Susceptible: peka: peka http://ekmo

http://ekmon-saurus.blogspot.cn-saurus.blogspot.com/2008/11/bab-8-om/2008/11/bab-8-daya-kerja-antimikrobadaya-kerja-antimikroba-dan.html-dan.html I. PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang

Antibiotika merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang Antibiotika merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain (Pelczar dan Chan, 2005

menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain (Pelczar dan Chan, 2005)). Antibiotika juga. Antibiotika juga dapat didefinisikan sebagai zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroba yang mempunyai dapat didefinisikan sebagai zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroba yang mempunyai khasiat antimikrobial (Entjang, 2003

khasiat antimikrobial (Entjang, 2003)). Pada a. Pada awalnya, istilah yang digunakan adalahwalnya, istilah yang digunakan adalah antibiosis, yang berarti substansi yang dapat menghambat pertumbuhan organisme hidup antibiosis, yang berarti substansi yang dapat menghambat pertumbuhan organisme hidup yang lain, berasal dari mikroorganisme. Namun pada perkembangannya, antibiosis disebut yang lain, berasal dari mikroorganisme. Namun pada perkembangannya, antibiosis disebut sebagai antibiotik (Pratiwi, 2008

sebagai antibiotik (Pratiwi, 2008)).. Antibiotika yang ideal

Antibiotika yang ideal harus memenuhi syarat-syarat antara lain harus memenuhi syarat-syarat antara lain mempmempunyai kemampuanunyai kemampuan untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang luas (broad spectrum untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang luas (broad spectrum antibiotic

antibiotic)), tidak menimbulkan pengaruh samping (side effect, tidak menimbulkan pengaruh samping (side effect)) yang buruk pada host, tidak yang buruk pada host, tidak  menimbulkan terjadinya resistensi dari mikroorganisme patogen serta

menimbulkan terjadinya resistensi dari mikroorganisme patogen serta konsenkonsentrasi antibiotik trasi antibiotik  dalam jaringan harus mencapai taraf cukup tinggi sehingga mampu menghambat atau

dalam jaringan harus mencapai taraf cukup tinggi sehingga mampu menghambat atau mematikan penyebab infeksi (Pelczar dan Chan, 2005

mematikan penyebab infeksi (Pelczar dan Chan, 2005))..

Aplikasi antibiotik tidak hanya untuk kemoterapi. Beberapa aplikasi antibiotik lainnya adalah Aplikasi antibiotik tidak hanya untuk kemoterapi. Beberapa aplikasi antibiotik lainnya adalah antibiotik antitumor (agen sitostatik 

antibiotik antitumor (agen sitostatik ))contohnya mitramisin, motocimin C dancontohnya mitramisin, motocimin C dan neokarzinostatin

neokarzinostatin, antibiotik , antibiotik untuk patologi tanaman contohnya polioksin sebagai fungisidauntuk patologi tanaman contohnya polioksin sebagai fungisida dan tetranaktin sebagai insektisida, antibiotik sebagai bahan tambahan makanan bertujuan dan tetranaktin sebagai insektisida, antibiotik sebagai bahan tambahan makanan bertujuan untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme yang dapat merusak produk makanan, untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme yang dapat merusak produk makanan, contohnya piramisin sebagai fungisida, tilosin untuk spora Bacillus dan klortetrasiklin untuk  contohnya piramisin sebagai fungisida, tilosin untuk spora Bacillus dan klortetrasiklin untuk  menjaga kesegaran daging, antibiotik dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan

menjaga kesegaran daging, antibiotik dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan contohnya mikamisin

contohnya mikamisin, t, tilosin dan tiopeptin (Pratiwi, 2008ilosin dan tiopeptin (Pratiwi, 2008))..

Uji potensi antibiotika dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode kertas saring (Kirby Uji potensi antibiotika dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode kertas saring (Kirby and Bauer 

and Bauer )) dan metode d`Aubert. Metode d`Aubert adalah metode untuk memeriksa kadar dan metode d`Aubert. Metode d`Aubert adalah metode untuk memeriksa kadar  antibiotika sebagai pengawet makanan (Ramona

antibiotika sebagai pengawet makanan (Ramona dkkdkk., 2007., 2007)).. 1.2 Tujuan

1.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam assei mikrobiologi. 1. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam assei mikrobiologi. 2. Untuk mengetahui pengaruh perbedaan

2. Untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi antibiotika terhadap efektivitas kerjakonsentrasi antibiotika terhadap efektivitas kerja antibiotika dan jenis-jenis antibiotika

antibiotika dan jenis-jenis antibiotika yang digunakan.yang digunakan. II. MATERI DAN METODE

II. MATERI DAN METODE Pada praktikum assei

Pada praktikum assei mikrobiologi ini digunakan enam jenis antibiotika, mikrobiologi ini digunakan enam jenis antibiotika, yaitu Eritromycin,yaitu Eritromycin, Amoxicilin, Bactoprim, Tetracycline, Chloramphenico

Amoxicilin, Bactoprim, Tetracycline, Chloramphenicol dan l dan Amphicilin. Metode assei yangAmphicilin. Metode assei yang digunakan adalah metode kertas saring (Kirby and Bauer 

digunakan adalah metode kertas saring (Kirby and Bauer )). Langkah pertama medium NA. Langkah pertama medium NA tegak dicairkan dalam penangas air kemudian didinginkan sampai suhu 40oC. Kemudian tegak dicairkan dalam penangas air kemudian didinginkan sampai suhu 40oC. Kemudian disiapkan dua buah cawan petri steril yang di bagian bawahnya telah dibagi menjadi empat disiapkan dua buah cawan petri steril yang di bagian bawahnya telah dibagi menjadi empat  bagian dan diberi label kontrol, 100 ppm, 1.000 ppm dan 10.000 ppm. 1 ml suspensi bakteri  bagian dan diberi label kontrol, 100 ppm, 1.000 ppm dan 10.000 ppm. 1 ml suspensi bakteri

gram positif (Staphylococcus aureus

gram positif (Staphylococcus aureus))dan bakteri gram negatif (Escherichia colidan bakteri gram negatif (Escherichia coli))dipipetdipipet menggunakan pipet ukur dan dimasukkan ke dalam cawan petri steril tadi. Medium NA yang menggunakan pipet ukur dan dimasukkan ke dalam cawan petri steril tadi. Medium NA yang  bersuhu 40oC dituangkan pada masing-masing cawan petri yang telah berisi suspensi bakteri,  bersuhu 40oC dituangkan pada masing-masing cawan petri yang telah berisi suspensi bakteri, digoyangkan agar merata dan dibiarkan membeku. Cakram kertas saring kemudian direndam digoyangkan agar merata dan dibiarkan membeku. Cakram kertas saring kemudian direndam dengan larutan antibiotika konsentrasi 0 ppm, 100 ppm, 1.000 ppm dan 10.000 ppm. Cakram dengan larutan antibiotika konsentrasi 0 ppm, 100 ppm, 1.000 ppm dan 10.000 ppm. Cakram

(5)

yang telah direndam dalam larutan antibiotika diletakkan

yang telah direndam dalam larutan antibiotika diletakkan masing-mmasing-masing pada permukaanasing pada permukaan medium yang telah beku sesuai dengan konsentrasinya dan diinkubasi pada suhu 37oC medium yang telah beku sesuai dengan konsentrasinya dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. Selanjutnya diamati dan diukur sebanyak tiga kali daerah hambatan (zona selama 24 jam. Selanjutnya diamati dan diukur sebanyak tiga kali daerah hambatan (zona  bening disekitar cakram kertas saring

 bening disekitar cakram kertas saring))yang terjadi.yang terjadi. III. HASIL DAN PEMBAHASAN

III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Pengamatan

3.1 Hasil Pengamatan Tabel Hasil P

Tabel Hasil P engengamatan Assei amatan Assei MikrobiologMikrobiologii Jenis

Jenis Antibiotik

Antibiotik BakBakteri teri KonsentrasiKonsentrasi 100ppm 1.000 ppm 10.000 ppm Kontrol 100ppm 1.000 ppm 10.000 ppm Kontrol Eritro Eritromycin mycin E E 1,67 1,67 1,78 1,78 1,82 1,82 00 S S 0 0 0,83 0,83 0,93 0,93 00 Amoxicil Amoxicilin in E E 0 0 0 0 1,57 1,57 00 S S 0 0 1,37 1,37 5,07 5,07 00 S S 0 0 1,73 1,73 2,03 2,03 00 Tetra Tetracycline cycline E E 0 0 0 0 1,35 1,35 00 S S 2,1 2,1 2,87 2,87 4,27 4,27 00 Chlora Chloramphenicol mphenicol E E 0 0 1,56 1,56 2,4 2,4 00 S S 1,23 1,23 1,3 1,3 2,8 2,8 00 Amphicil Amphicilin in E E 0 0 0 0 0 0 00 S S 0 0 2,33 2,33 4,00 4,00 00

Keterangan: E = Escherichia coli Keterangan: E = Escherichia coli S = Staphylococcus aureus

S = Staphylococcus aureus 3.2 Pembahasan

3.2 Pembahasan

Pada praktikum kali ini dilakukan pengujian

Pada praktikum kali ini dilakukan pengujian keefektifan suatu antibiotik terhadapkeefektifan suatu antibiotik terhadap mikroorganisme dengan menggunakan metode kertas saring (Kirby and Bauer 

mikroorganisme dengan menggunakan metode kertas saring (Kirby and Bauer )). Antibiotik . Antibiotik  yang digunakan adalah Eritromycin, Amoxicilin, Bactoprim, T

yang digunakan adalah Eritromycin, Amoxicilin, Bactoprim, T etracyclineetracycline, , ChloramphenicolChloramphenicol dan Amphicillin. Konsentrasi antibiotik

dan Amphicillin. Konsentrasi antibiotik dibuat berbeda-beda dengan tujuan untuk mengetahuidibuat berbeda-beda dengan tujuan untuk mengetahui  pengaruh konsentrasi terhadap daya kerja dari a

 pengaruh konsentrasi terhadap daya kerja dari a ntibiotik. Konsentrasi antibiotik yangntibiotik. Konsentrasi antibiotik yang digunakan adalah 0 ppm, 100 ppm, 1.000 ppm dan 10.000 ppm. Pada konsentrasi 0 ppm digunakan adalah 0 ppm, 100 ppm, 1.000 ppm dan 10.000 ppm. Pada konsentrasi 0 ppm digunakan sebagai kontrol karena cakram

digunakan sebagai kontrol karena cakram kertas saring tidak mengandung antibiotik.kertas saring tidak mengandung antibiotik.

Semakin rendah konsentrasi antibiotik yang digunakan maka semakin kecil zona bening yang Semakin rendah konsentrasi antibiotik yang digunakan maka semakin kecil zona bening yang akan terbentuk dan semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka zona bening yang

akan terbentuk dan semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka zona bening yang terbentuk semakin besar (Dwidjoseputro, 2003

terbentuk semakin besar (Dwidjoseputro, 2003)). Bakteri yang . Bakteri yang digunakan adalah Escherichiadigunakan adalah Escherichia coli (gram negatif 

coli (gram negatif )) dan Staphylococcus aureus (gram positif dan Staphylococcus aureus (gram positif ))..

Uji potensi antibiotik pertama dilakukan pada antibiotik Eritromycin. Setelah diinkubasi Uji potensi antibiotik pertama dilakukan pada antibiotik Eritromycin. Setelah diinkubasi selama 24 jam, nilai diameter zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, selama 24 jam, nilai diameter zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm dari bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm, 1,67 1.000 ppm serta 10.000 ppm dari bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm, 1,67 mm, 1,78 mm dan 1,82 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut mm, 1,78 mm dan 1,82 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 0 mm (kontrol

adalah 0 mm (kontrol)), 0 mm (100 ppm, 0 mm (100 ppm)), 0,83 mm dan 0,93 mm. Berdasarkan data yang, 0,83 mm dan 0,93 mm. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatan telah sesuai dengan pustaka yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatan telah sesuai dengan pustaka yang menyebutkan bahwa semakin tinggi konsentrasi antibiotika maka semakin besar zona bening menyebutkan bahwa semakin tinggi konsentrasi antibiotika maka semakin besar zona bening yang dihasilkan (Dwidjoseputro, 2003

yang dihasilkan (Dwidjoseputro, 2003)). Dari data tersebut juga terlihat bahwa bakteri. Dari data tersebut juga terlihat bahwa bakteri Staphylococcus aureus lebih resisten daripada bakteri Escherichia coli terhadap antibiotik  Staphylococcus aureus lebih resisten daripada bakteri Escherichia coli terhadap antibiotik  Eritromycin karena zona hambatnya lebih kecil. Hasil pengamatan ini tidak sesuai dengan Eritromycin karena zona hambatnya lebih kecil. Hasil pengamatan ini tidak sesuai dengan  pustaka yang menyebutkan bahwa Eritro

 pustaka yang menyebutkan bahwa Eritro mycin bekerja bakteriostatik terhadap terutamamycin bekerja bakteriostatik terhadap terutama  bakteri gram positif, sehingga seharusnya bakteri Escherichia

(6)

terhadap Eritromycin. Hal ini

terhadap Eritromycin. Hal ini dapat disebabkan terjadinya resistensi yang lebih kuatdapat disebabkan terjadinya resistensi yang lebih kuat dilakukan oleh bakteri St

dilakukan oleh bakteri Staphylococcus aureus terhadap Eritromycinaphylococcus aureus terhadap Eritromycin. R. Resistensi merupakanesistensi merupakan salah satu usaha dari mikroorganisme untuk mengembangkan toleransi terhadap keadaan salah satu usaha dari mikroorganisme untuk mengembangkan toleransi terhadap keadaan lingkungan yang baru (Pelczar dan Chan, 2005

lingkungan yang baru (Pelczar dan Chan, 2005)). Mekanisme kerja . Mekanisme kerja dari antibiotik Eritromycindari antibiotik Eritromycin yakni melalui pengikatan reversibel pada ribosom kuman, sehingga sintesa proteinnya

yakni melalui pengikatan reversibel pada ribosom kuman, sehingga sintesa proteinnya dihambat (Tjay dan Rahardja, 2008

dihambat (Tjay dan Rahardja, 2008))..

Pada pengujian potensi antibiotik Amoxicilin, didapatkan hasil pengamatan nilai diameter  Pada pengujian potensi antibiotik Amoxicilin, didapatkan hasil pengamatan nilai diameter  zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm dari bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm (kontrol

dari bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm (kontrol)), 0 mm (100 ppm, 0 mm (100 ppm)), 0 mm, 0 mm (1.000 ppm

(1.000 ppm))dan 1,57 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turutdan 1,57 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 0 mm (kontrol

adalah 0 mm (kontrol)), 0 mm (100 ppm, 0 mm (100 ppm)), 1,37 mm dan 5,07 mm. Berdasarkan data yang, 1,37 mm dan 5,07 mm. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatan telah sesuai dengan pustaka yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatan telah sesuai dengan pustaka yang menyebutkan bahwa semakin tinggi konsentrasi antibiotika maka semakin besar zona bening menyebutkan bahwa semakin tinggi konsentrasi antibiotika maka semakin besar zona bening yang dihasilkan (Dwidjoseputro, 2003

yang dihasilkan (Dwidjoseputro, 2003)) dan Amoxicilin yang merupakan turunan daridan Amoxicilin yang merupakan turunan dari  penisilin adalah antibiotika yang memiliki aktivitas kuat terhadap bakteri gram positif   penisilin adalah antibiotika yang memiliki aktivitas kuat terhadap bakteri gram positif 

(Pratiwi, 2008

(Pratiwi, 2008)). Mekanisme kerja dari Amoxicilin adalah menghambat sintesis dinding sel. Mekanisme kerja dari Amoxicilin adalah menghambat sintesis dinding sel dengan cara mencegah ikatan silang peptidoglikan pada tahap akhir sintesis dinding sel dengan cara mencegah ikatan silang peptidoglikan pada tahap akhir sintesis dinding sel sehingga protein pengikat penisilin (penicillin

sehingga protein pengikat penisilin (penicillin binding proteinbinding protein))terhambat. Protein initerhambat. Protein ini merupakan enzim dalam membran plasma sel bakteri yang secara normal terlibat dala merupakan enzim dalam membran plasma sel bakteri yang secara normal terlibat dala mm  penambahan asam amino yang berikatan silang dengan peptidoglikan dinding sel bakteri dan  penambahan asam amino yang berikatan silang dengan peptidoglikan dinding sel bakteri dan mengeblok aktivitas enzim transpeptidase yang membungkus ikatan silang polimer-polimer  mengeblok aktivitas enzim transpeptidase yang membungkus ikatan silang polimer-polimer  gula panjang yang membentuk dinding sel bakteri sehingga dinding sel menjadi rapuh dan gula panjang yang membentuk dinding sel bakteri sehingga dinding sel menjadi rapuh dan mudah lisis (Pratiwi, 2008

mudah lisis (Pratiwi, 2008))..

Pengamatan hasil uji potensi pada antibiotik Bactoprim mendapatkan hasil nilai diameter  Pengamatan hasil uji potensi pada antibiotik Bactoprim mendapatkan hasil nilai diameter  zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm dari bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm (kontrol

dari bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm (kontrol)), 0 mm (100 ppm, 0 mm (100 ppm)), 0 mm, 0 mm (1.000 ppm

(1.000 ppm))dan 1,33 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turutdan 1,33 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 0 mm (kontrol

adalah 0 mm (kontrol)), 0 mm (100 ppm, 0 mm (100 ppm)), 1,73 mm dan 2,03 mm. Data yang didapatkan telah, 1,73 mm dan 2,03 mm. Data yang didapatkan telah sesuai dengan pustaka karena konsentrasi yang semakin tinggi menyebabkan penambahan sesuai dengan pustaka karena konsentrasi yang semakin tinggi menyebabkan penambahan diameter dari zona hambatan (Dwidjoseputro, 2003

diameter dari zona hambatan (Dwidjoseputro, 2003)). Bactoprim adalah salah satu contoh. Bactoprim adalah salah satu contoh antibiotik yang masuk ke dalam golongan sulfonamide (sulfa drug

antibiotik yang masuk ke dalam golongan sulfonamide (sulfa drug)). Sulfa drug merupakan. Sulfa drug merupakan antimetabolit, yaitu substansi yang secara

antimetabolit, yaitu substansi yang secara kompetitif menghambat metabolit mikroorganismekompetitif menghambat metabolit mikroorganisme karena memiliki struktur yang mirip dengan substrat normal bagi enzim metabolisme.

karena memiliki struktur yang mirip dengan substrat normal bagi enzim metabolisme. Struktur yang diserupai oleh sulfa drug adalah struktur dari PABA (Para Amino Benzoic Struktur yang diserupai oleh sulfa drug adalah struktur dari PABA (Para Amino Benzoic Acid

Acid))yang merupakan substrat untuk reaksi enzimatik sistesis asam folat. Asam folatyang merupakan substrat untuk reaksi enzimatik sistesis asam folat. Asam folat merupakan vitamin bagi mikroorganisme karena berfungsi sebagai koenzim bagi sintesis merupakan vitamin bagi mikroorganisme karena berfungsi sebagai koenzim bagi sintesis  purin dan pirimidin. Bila Bactoprim yang merupakan sulfa drug berikatan dengan enzim yang  purin dan pirimidin. Bila Bactoprim yang merupakan sulfa drug berikatan dengan enzim yang

seharusnya berikatan dengan PABA, maka tidak akan terbentuk produk berupa asam folat seharusnya berikatan dengan PABA, maka tidak akan terbentuk produk berupa asam folat sehingga metabolisme dari bakteri akan terhambat dan sel bakteri mengalami keracunan sehingga metabolisme dari bakteri akan terhambat dan sel bakteri mengalami keracunan (Pratiwi, 2008

(Pratiwi, 2008))..

Pada pengujian potensi antibiotik Tetracycline didapatkan hasil pengamatan nilai diameter  Pada pengujian potensi antibiotik Tetracycline didapatkan hasil pengamatan nilai diameter  zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm dari bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm (kontrol

dari bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm (kontrol)), 0 mm (100 ppm, 0 mm (100 ppm)), 0 mm, 0 mm (1.000 ppm

(1.000 ppm))dan 1,35 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turutdan 1,35 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 0 mm, 2,1 mm, 2,87 mm dan 4,27 mm. Data nilai diameter zona hambatan rata-rata adalah 0 mm, 2,1 mm, 2,87 mm dan 4,27 mm. Data nilai diameter zona hambatan rata-rata  pada berbagai konsentrasi telah sesuai dengan pustaka karena telah menunjukkan bahwa  pada berbagai konsentrasi telah sesuai dengan pustaka karena telah menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi antibiotika maka semakin besar zona bening yang dihasilkan semakin tinggi konsentrasi antibiotika maka semakin besar zona bening yang dihasilkan (Dwidjoseputro

(Dwidjoseputro, , 20032003)). Dari hasil pengamatan juga dapat disimpulkan bahwa bakteri. Dari hasil pengamatan juga dapat disimpulkan bahwa bakteri

Escherichia coli lebih resisten daripada bakteri Staphylococcus aureus karena memiliki nilai Escherichia coli lebih resisten daripada bakteri Staphylococcus aureus karena memiliki nilai diameter zona hambatan lebih kecil. Tetracycline merupakan antibiotik berspektrum luas diameter zona hambatan lebih kecil. Tetracycline merupakan antibiotik berspektrum luas

(7)

yang diproduksi oleh bakteri genus Str

yang diproduksi oleh bakteri genus Str eptomyces (Pratiwi, 2008eptomyces (Pratiwi, 2008)). Antibiotik ini bersifat. Antibiotik ini bersifat  bakteriostatik terhadap berbagai bakteri gram positif dan gram negatif. Tetracycline memiliki  bakteriostatik terhadap berbagai bakteri gram positif dan gram negatif. Tetracycline memiliki

spektrum luas sebab dapat bekerja aktif pada bakteri coccus, basil maupun bentuk spiral. spektrum luas sebab dapat bekerja aktif pada bakteri coccus, basil maupun bentuk spiral. Tetracycline memasuki mikroorganisme melalui difusi pasif dan sebagian melalui suatu Tetracycline memasuki mikroorganisme melalui difusi pasif dan sebagian melalui suatu  proses transport aktif yang bergantung pada energi (Katzung, 2004

 proses transport aktif yang bergantung pada energi (Katzung, 2004)). Mekanisme kerja dari. Mekanisme kerja dari Tetracycline adalah menghambat sintesis protein bakteri dengan cara berikatan pada bagian Tetracycline adalah menghambat sintesis protein bakteri dengan cara berikatan pada bagian 16S ribosom subunit 30S, sehingga mencegah aminoasil-tRNA terikat pada situs A (situs 16S ribosom subunit 30S, sehingga mencegah aminoasil-tRNA terikat pada situs A (situs aktif 

aktif ))pada ribosom. Ikatan ini secara alami bersifat reversibel (Pratiwi, 2008pada ribosom. Ikatan ini secara alami bersifat reversibel (Pratiwi, 2008)).. Pada pengujian potensi antibiotik kelima,

Pada pengujian potensi antibiotik kelima, digunakan antibiotik Chloramphenicodigunakan antibiotik Chloramphenicol. Setelahl. Setelah diinkubasi selama 24 jam dan dilakukan pengamatan, didapatkan hasil nilai diameter zona diinkubasi selama 24 jam dan dilakukan pengamatan, didapatkan hasil nilai diameter zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm dari hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm dari  bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm (kontrol

 bakteri Escherichia coli berturut-turut adalah 0 mm (kontrol)), 0 mm (100 ppm, 0 mm (100 ppm)), 1,56 mm dan, 1,56 mm dan 2,4 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 0 mm, 1,23 2,4 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 0 mm, 1,23 mm, 1,3 mm dan 2,8 mm. Data yang diperoleh telah sesuai dengan pustaka yang

mm, 1,3 mm dan 2,8 mm. Data yang diperoleh telah sesuai dengan pustaka yang

menyebutkan bahwa semakin besar konsentrasi antibiotik yang digunakan maka semakin menyebutkan bahwa semakin besar konsentrasi antibiotik yang digunakan maka semakin  besar zona bening (hambatan

 besar zona bening (hambatan)) yang dihasilkan (Dwidjoseputro, 2003yang dihasilkan (Dwidjoseputro, 2003)). . ChloramphenicoChloramphenicoll sama seperti Tetracycline adalah antibiotik yang memiliki spektrum luas karena bisa bersifat sama seperti Tetracycline adalah antibiotik yang memiliki spektrum luas karena bisa bersifat  bakteriostatik terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Dilihat dari tabel pengamatan,  bakteriostatik terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Dilihat dari tabel pengamatan, terlihat bahwa antibiotik chloramphenicol adalah antibiotik yang dapat menghasilkan zona terlihat bahwa antibiotik chloramphenicol adalah antibiotik yang dapat menghasilkan zona  bening paling luas pada perlakuan Escherichia coli dibandingkan antibiotik lainnya. Hal ini  bening paling luas pada perlakuan Escherichia coli dibandingkan antibiotik lainnya. Hal ini

menunjukkan bahwa antibiotik chloramphenicol kerjanya lebih baik

menunjukkan bahwa antibiotik chloramphenicol kerjanya lebih baik daripada Tetracyclinedaripada Tetracycline atau antibiotik lainnya karena bakteri Escherichia coli belum mengalami resistensi terhadap atau antibiotik lainnya karena bakteri Escherichia coli belum mengalami resistensi terhadap Chloramphenico

Chloramphenicol. l. ChloramphenChloramphenicol icol merupakan antibiotik dengan struktur sederhanamerupakan antibiotik dengan struktur sederhana sehingga mudah dibuat secara sintetik daripada mengisolasinya dari Streptomyces. sehingga mudah dibuat secara sintetik daripada mengisolasinya dari Streptomyces. Ukurannya relatif kecil sehingga mudah berdifusi ke dalam tubuh. Efek negatif  Ukurannya relatif kecil sehingga mudah berdifusi ke dalam tubuh. Efek negatif 

chloramphenicol adalah dapat menekan pembentukan sel darah merah. Mekanisme kerja dari chloramphenicol adalah dapat menekan pembentukan sel darah merah. Mekanisme kerja dari antibiotik ini adalah dengan cara bereaksi pada subunit 50S ribosom dan menghalangi

antibiotik ini adalah dengan cara bereaksi pada subunit 50S ribosom dan menghalangi aktivitas enzim peptidil transferase. Enzim ini berfungsi untuk membentuk ikatan peptida aktivitas enzim peptidil transferase. Enzim ini berfungsi untuk membentuk ikatan peptida antara asam amino baru yang masih melekat pada tRNA dengan asam amino terakhir yang antara asam amino baru yang masih melekat pada tRNA dengan asam amino terakhir yang sedang berkembang. Sebagai akibatnya, sintesis protein bakteri a

sedang berkembang. Sebagai akibatnya, sintesis protein bakteri a kan terhenti seketikakan terhenti seketika (Pratiwi, 2008

(Pratiwi, 2008))..

Uji potensi antibiotika t

Uji potensi antibiotika t erakhir dilakukan dengan menggunakan antibiotik Amphicilin.erakhir dilakukan dengan menggunakan antibiotik Amphicilin. Setelah diinkubasi selama 24 jam dan dilakukan pengukuran maka didapatkan data nilai Setelah diinkubasi selama 24 jam dan dilakukan pengukuran maka didapatkan data nilai diameter zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta diameter zona hambatan rata-rata pada kontrol dan konsentrasi 100 ppm, 1.000 ppm serta 10.000 ppm dari bakteri Escherichia coli berturut-turut semua adalah 0 mm, sedangkan pada 10.000 ppm dari bakteri Escherichia coli berturut-turut semua adalah 0 mm, sedangkan pada  bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 0 mm (kontrol

 bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 0 mm (kontrol)), 0 mm (100 ppm, 0 mm (100 ppm)), 2,33, 2,33 mm dan 4,00 mm. Data nilai diameter zona hambatan yang didapatkan telah sesuai dengan mm dan 4,00 mm. Data nilai diameter zona hambatan yang didapatkan telah sesuai dengan  pustaka karena konsentrasi yang semakin tinggi menyebabkan penambahan diameter dari  pustaka karena konsentrasi yang semakin tinggi menyebabkan penambahan diameter dari

zona hambatan (D

zona hambatan (Dwidjoseputrowidjoseputro, , 20032003)). Dari data pengamatan yang diperoleh dapat terlihat. Dari data pengamatan yang diperoleh dapat terlihat  jelas bahwa antibiotik Amphicilin hanya bekerja pada bakteri Staphylococcus aureus dan  jelas bahwa antibiotik Amphicilin hanya bekerja pada bakteri Staphylococcus aureus dan

tidak dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri Escherichia coli, sebab dari keempat tidak dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri Escherichia coli, sebab dari keempat konsentrasi antibiotik Amphicilin yang digunakan, tidak ada satupun yang dapat membunuh konsentrasi antibiotik Amphicilin yang digunakan, tidak ada satupun yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri ini, artinya bakteri Escherichia coli resisten terhadap atau menghambat pertumbuhan bakteri ini, artinya bakteri Escherichia coli resisten terhadap antibiotik Amphicilin. Hal ini telah sesuai dengan pustaka karena Amphicilin yang

antibiotik Amphicilin. Hal ini telah sesuai dengan pustaka karena Amphicilin yang

merupakan turunan dari Penisilin hanya memiliki aktivitas yang kuat terhadap bakteri gram merupakan turunan dari Penisilin hanya memiliki aktivitas yang kuat terhadap bakteri gram  positif (Pratiwi, 2008

 positif (Pratiwi, 2008)). Mekanisme kerja . Mekanisme kerja dari Amphicilin sama seperti pada Amoxicilin yaitudari Amphicilin sama seperti pada Amoxicilin yaitu menghambat sintesis dinding sel sehingga dinding sel bakteri menjadi rapuh dan lisis

menghambat sintesis dinding sel sehingga dinding sel bakteri menjadi rapuh dan lisis (Pratiwi, 2008

(Pratiwi, 2008)).. IV. KESIMPULAN IV. KESIMPULAN

(8)

1. Metode yang dapat digunakan dalam assei mikrobiologi antara lain metode kertas saring 1. Metode yang dapat digunakan dalam assei mikrobiologi antara lain metode kertas saring (Kirby dan Bauer 

(Kirby dan Bauer )) dan metode d`Aubert.dan metode d`Aubert.

2. Pengaruh konsentrasi antibiotika terhadap pertumbuhan bakteri adalah

2. Pengaruh konsentrasi antibiotika terhadap pertumbuhan bakteri adalah semakin besar semakin besar  konsentrasi dari antibiotika maka kemampuan antibiotika untuk menghambat atau bahkan konsentrasi dari antibiotika maka kemampuan antibiotika untuk menghambat atau bahkan membunuh bakteri akam semakin besar yang terlihat dari semakin besarnya diameter zona membunuh bakteri akam semakin besar yang terlihat dari semakin besarnya diameter zona hambatan (zona bening

hambatan (zona bening)). Jenis antibiotika Chloramphenicol pada konsentrasi 10.000 ppm. Jenis antibiotika Chloramphenicol pada konsentrasi 10.000 ppm memiliki zona bening rata-rata paling besar pada perlakuan Escherichia coli, sedangkan pada memiliki zona bening rata-rata paling besar pada perlakuan Escherichia coli, sedangkan pada Staphylococcus aureus jenis antibiotik yang

Staphylococcus aureus jenis antibiotik yang menghasimenghasilkan zona bening tlkan zona bening t erbesar adalaherbesar adalah Amoxicilin dengan konsentrasi 10.000 ppm.

Amoxicilin dengan konsentrasi 10.000 ppm. DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA http://anggy

Gambar

Tabel Penentuan Sensitivitas Antibiotik (diameter zona hambat dalam mm Tabel Penentuan Sensitivitas Antibiotik (diameter zona hambat dalam mm ))
Tabel Hasil P eng engamatan Assei  amatan Assei Mikrobiolog Mikrobiologii Jenis

Referensi

Dokumen terkait

Pengambilan data dilakukan dengan mengukur zona bening berbagai konsentrasi ekstrak daun peti cina (Leucaena leucocephala) pada media Nutrient Agar oleh koloni bakteri

Tabel 2 menunjukkan rata-rata diameter zona hambat fraksi etil asetat pada tiga kali pengulangan didapatkan bahwa konsentrasi 100%, 80 %, 60 % fraksi n -heksan dengan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi ekstrak daun dan buah asam jawa (Tamarindus indica) terhadap diameter zona

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25% dengan rata-rata diameter zona hambat 19,43 mm sudah menunjukkan respon hambatan pertumbuhan yang kuat

Gambar 4 Grafik rata-rata diameter zona halo (mm) dengan berbagai konsentrasi (ppm) logam Hg.. Pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa resistensi tertinggi terhadap

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25% dengan rata-rata diameter zona hambat 19,43 mm sudah menunjukkan respon hambatan pertumbuhan yang kuat

Hasil menunjukkan bahwa ekstrak air daun kecapi memperlihatkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 100 % dengan rata – rata diameter 22,3 mm, dan zona hambat terkecil pada

Rata-rata zona hambatan yang terkecil yaitu pada formula I dan zona hambatan yang terbesar Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun katuk maka semakin besar pula zona