• Tidak ada hasil yang ditemukan

Slide LSE 07 ETIKA TA 2015 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Slide LSE 07 ETIKA TA 2015 2016"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Etiket Multikultural (Internasional)

Mengapa dibutuhkan etiket multikultural?

Untuk kepentingan diri pribadi:

1.

Berperilaku dengan tepat dalam menghadapi

berbagai situasi lintas budaya.

2.

Memahami dan mencoba menghormati

keberagaman budaya.

3.

Mempelajari apa yang boleh dan tidak boleh

dilakukan dalam lingkup bisnis, interaksi

sosial, agama dan hal lainnya yang mungkin

bisa membuat kita mempermalukan diri

(2)

Etiket multikultural dalam menghadapi Masyarakat

Ekonomi ASEAN (MEA)

Apa itu Masyarakat Ekonomi Asean?

Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean

sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan

Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang.

Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta

bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi

asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat

dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan

dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya

memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa

dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia

(3)

Bagaimana itu mempengaruhi Anda?

Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya

membuka arus perdagangan barang atau

jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja

profesional, seperti dokter, pengacara,

akuntan, dan lainnya

"Sehingga pada intinya, MEA akan lebih

membuka peluang tenaga kerja asing

untuk mengisi berbagai jabatan serta

profesi di Indonesia yang tertutup atau

(4)

Apakah tenaga kerja Indonesia bisa

bersaing dengan negara Asia

Tenggara lain?

Mahasiswa harus menyadari bahwa

sebelum memasuki dunia persaingan

besar-besaran sudah terjadi baik diantara

anak bangsa dan antar bangsa-bangsa di

(5)

Apa keuntungan MEA bagi negara-negara Asia

Tenggara?

Riset terbaru dari Organisasi Perburuhan Dunia atau

ILO menyebutkan pembukaan pasar tenaga kerja

mendatangkan manfaat yang besar.

Selain dapat menciptakan jutaan lapangan kerja

baru, skema ini juga dapat meningkatkan

kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia

Tenggara.

Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa

permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41%

atau sekitar 14 juta.

Sementara permintaan akan tenaga kerja kelas

menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara

(6)

Etiket multikultural dan masyarakat Sosio-kultural ASEAN

4. The primary goal of the ASCC is to contribute to

realising an ASEAN Community that is people-centred

and socially responsible with a view to achieving

enduring solidarity and unity among the nations and

peoples of ASEAN by forging a common identity and

building a caring and sharing society which is inclusive

and harmonious where the well-being, livelihood, and

welfare of the peoples are enhanced.

5. The ASCC will address the region’s aspiration to lift

the quality of life of its peoples through cooperative

activities that are people-oriented and environmentally

friendly geared towards the promotion of sustainable

development. The ASCC shall contribute to building a

strong foundation for greater understanding, good

(7)

The ASCC is characterised by a culture of regional resilience, adherence to agreed principles, spirit of cooperation, collective responsibility, to promote human and social development,

respect for fundamental freedoms, gender equality, the promotion and protection of human rights

and the promotion of social justice.

7. The ASCC shall respect the different cultures, languages, and religions of the peoples of

ASEAN emphasise their common values in the spirit of unity in diversity and adapt them to present

realities, opportunities and challenges.

8. The ASCC will also focus on the social dimension of Narrowing the Development Gap

(NDG) towards bridging the development gap among Member States.

9. Based on the above, the ASCC envisages the following characteristics: (a) Human Development; (b) Social Welfare and Protection; (c) Social Justice and Rights; (d) Ensuring

Environmental Sustainability (e) Building the ASEAN Identity; and (f ) Narrowing the Development

Referensi

Dokumen terkait

Indonesia termasuk salah satu negara dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) yang akan bergulir mulai akhir tahun 2015 ini2. Pembentukan

Wangke (2015) menjelaskan bahwa untuk membantu integrasi ekonomi ASEAN dibuat blueprint AEC yang memuat empat pilar utama, yaitu (1) ASEAN sebagai pasar tunggal

MEA adalah kue bisnis, setiap negara anggota ASEAN bersama- sama berusaha (kerjasama) untuk menjadikan negara ASEAN sebagai pasar tunggal yang mampu bersaing dengan pasar

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015 merupakan babak baru persaingan perdagangan dan jasa di lingkungan negara-negara Asean. Indonesia sebagai

Bukan hanya itu saja, berhubungan dengan Negara Indonesia yang akan menghadapi pasar bebas di Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Mulai diberlakukannya ekonomi pasar bebas dalam konteks MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Pasifik) pada tahun 2003 lalu telah memperluas kesempatan kerja yang dapat