• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perspective teori yang melatar belakangi Pendidikan Tunagrahita

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perspective teori yang melatar belakangi Pendidikan Tunagrahita"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

By Mumpuniarti

Prinsip dasar perkembangan

awal

(2)

A theoretical overview

1.Preformationist perspective

Assumed that the human organism is preformed before birth; it proposed that foundation elements of human behavior are intact from the beginning and do not develop or change from a qualitative standpoint during life.

2.Predeterministic perspective

Primary roles of determining growth patterns were viewed as innate or internally regulated. (biology,genetic).

(3)

Teori Nativisme vs empirisme implikasi pandangan bagi pendidikan tunagrahita

Perkembangan anak sepenuhnya

ditentukan oleh pembawaan atau bakat yang telah dibawa sejak lahir. Mendidik tunagrahita hanya mampu dioptimalkan sesuai potensinya dan terbatas, tanpa ada harapan untuk sedikit peningkatan.

Empirisme berpendapat bahwa

(4)

Behaviorisme dan implikasinya bagi

pendidikan tunagrahita

Berakar dari realisme dan positivisme.

Prinsip-prinsip behaviorisme: (a) manusia itu merupakan perkembangan tingkat tinggi dari binatang, dan ia belajar sama caranya dengan binatang. (b) pendidikan adalah proses rekayasa perilaku, dan ini tergantung pada lingkungan. (c) peran guru adalah menciptakan lingkungan belajar yang efektif.

(5)

Teori konvergensi (

interactional

Perspective)

Aliran ini berpendapat bahwa

perkembangan anak ditentukan oleh

pembawaan maupun lingkungan secara bersama-sama.

Current positions concerning the evolution

(6)

Teori humanisme

(7)

Prinsip Pendidikan bagi Tunagrahita

1. Optimalisasi perkembangan

2. Konteks dalam kehidupan sehari-hari 3. Fungsional

4. Menghargai potensi yang minimal atau unik 5. Pendekatan analisis tugas dan tingkah laku

nyata/obserable

6. kasih sayang

7. Menerima dan menghargai segala kemajuan

(8)

TERIMA KASIH

LANJUTKAN KAJIAN TIAP

TAHAPAN

PERKEMBANGAN

LANJUTKAN KAJIAN TIAP

TAHAPAN

Referensi

Dokumen terkait

kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia,

Pembelajaran lebih berpusat pada guru ( teacher centered ), siswa tidak dilibatkan secara aktif. Sementara siswa menganggap pelajaran PKn itu sulit, membosankan dan

Melalui model pembelajaran ini siswa diajak untuk bisa menemukan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dalam

adalah terletak pada kemampuan siswa dalam proses belajar mengajar secara aktif, begitu pula keaktifan dari seorang guru untuk mampu memberikan materi pelajaran

Banyak siswa yang secara aktif mengutarakan pendapatnya, sehingga terlihat gairah belajar siswa yang meningkat dengan adanya penyajian materi pelajaran melalui proyektor, selain

Jadi melalui penggunaan metode kooperatif tentunya dapat mempermudah siswa pada waktu memahami materi pelajaran dan juga dapat membantu siswa untuk mengembangkan

Implementasi pendidikan humanis pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP N 1 Tulung Kabupaten Klatenguru PAI menerapkan melalui beberapa kegiatanya itu

Jadi, implementasi model pembelajaran aktif active learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Religiositas siswa kelas X di SMA Katolik Santo Paulus Jember Tahun Pelajaran 2016/2017 adalah