BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan satu kata yang sudah tidak asing lagi, bukan hanya bagi

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan satu kata yang sudah tidak asing lagi, bukan hanya bagi kalangan orang-orang yang secara langsung berkecimpung di dunia pendidikan saja akan tetapi bagi masyarakat awam pula. Pendidikan termasuk salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, setiap manusia memerlukan pendidikan karena pendidikan pulalah yang menjadi salah satu faktor yang dapat membedakan manusia dari makhluk lainnya. Berkaitan dengan hal ini, U Tirtarahardja, dan La Sulo, (2005:1) menyatakan bahwa “Sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Potensi kemanusiaan merupakan benih kemungkinan untuk menjadi manusia.” Dan menurut Sudjana (Ujang, 2006:82) ‘Pendidikan merupakan suatu upaya manusia untuk memanusiakan manusia’. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat essensial bagi kehidupan manusia.

Pendidikan terdiri dari dua jenis yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal. Dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan, tepatnya pada pasal 1 dinyatakan bahwa Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal mempunyai tanggung jawab untuk mendidik siswa. Untuk itu sekolah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sebagai realisasi tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

(2)

Dalam rangka peningkatan pendidikan di zaman sekarang ini, seorang guru sebagai pendidik, pembimbing, pengajar dan pelatih yang membantu untuk mencapai tujuan pendidikan di tuntut untuk lebih terampil mempergunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar. Usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan. Oleh karena itu pendidikan merupankan hal yang paling penting dalam menata kehidupan manusia baik secara kelompok maupun berbangsa, sehingga pendidikan dijadikan wadah sentralisasi dalam menciptakan keharmonisan antara bangsa Slavin (1995) dalam Leko, (2009).

Dalam dunia modern, khususnya dalam rangka persaingan globalisasi yang semakin ketat memerlukan suatu kelompok masyarakat yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang bermutu, maka pendidikan merupakan aset yang dominan untuk menghasilkan pendidikan yang sangat bermutu.

Tujuan pendidikan pada dasarnya untuk membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, serta kemelaratan. Dengan pendidikan itu pula mampu meningkatkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang RI N0. 2O Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( SISDIKNAS) yang berbunyi sebagai berikut: Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklat mulia, berilmu, sehat, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan di atas juga dapat mencapai apabila pelaksanaan pengajaran yang berpedoman pada kebijaksanaan yang telah di terapkan dan salah satu factor penentunya

(3)

adalah terletak pada kemampuan siswa dalam proses belajar mengajar secara aktif, begitu pula keaktifan dari seorang guru untuk mampu memberikan materi pelajaran serta memilih metode yang tepat sehingga proses belajar mengajar itu berlangsung dengan baik. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, maka di perlukan kualitas pendidikan yang memadai dan mampu bersaing di era globalisasi. Oleh karena itu, dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pemerintah harus memperhatikan aspek-aspek yang berpengaruh secara langsung terhadap pendidikan. Salah satu aspek yang perlu di perhatikan adalah proses belajar mengajar yang di laksanakan antara guru dengan siswa. Dimana guru sangat vital peranannya dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Karena keberhasilan proses belajar mengajar tergantung pada guru, bagaimana dalam membawakan materi belajar.

Maka dari itu, peneliti mencoba menggunakan metode yang belum pernah di gunakan oleh para guru yang masih mengajar di SMP Dharma Bakti Ruteng. Pendekatan yang biasa dibawa oleh para guru di SMP Dharma Bakti Ruteng adalah masih menggunakan pendekatan yang lama yaitu sebagai berikut, pendekatan: ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab, dan peneliti berharap dengan adanya pendekatan jigsaw ini bisa membawa dampak yang positif bagi siswa di SMP Dharma Bakti Ruteng terutama dalam meningkatkan hasil belajar biologi pada siswa kelas VIII di SMP Dharma Bakti Ruteng.

Atas dasar inilah peneliti mengangkat masalah ini sebagai suatu masalah yang sangat serius untuk teliti sehingga peneliti akan mencoba mengatasi masalah ini menggunakan pendekatan jigsaw agar tidak bosan atau tidak jenuh dalam proses belajar mengajar.

(4)

Alasan peneliti memilih kelas VIII SMP Dharma Bakti Ruteng adalah peneliti ingin lebih mengarahkan mereka menuju yang lebih baik mengingat perkembangan dunia sekarang bahwa pendidikan itu masih nomor satu dan yang intinya harus memiliki potensi sehingga memiliki banyak wawasan. Dan peneliti ingin menuju yang lebih baik lagi dari model pemmbelajaran mereka sebelumnya setelah mereka beranjak dari SMP dan mungkin mereka masih ada pembawaan terutama dalam hal proses belajar mereka masih minim. Perlu kita menyadari bahwa betapa pentingnya itu ilmu pengetahuan untuk masa kini maupun untuk masa yang akan datang telebih khususnya pelajaran Biologi, Maka berbagai cara yang dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar seperti pemilihan metode mengajar yang tepat dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun salah satu metode yang di gunakan adalah dengan menggunakan Pendekatan jigsaw terhadap hasil belajar siswa. Dimana siswa lebih menekankan untuk menjadi pembaca yang aktif dan dengan kemampuan yang sudah dimiliki oleh siswa sehingga siswa mampu mengembang potensi dalam dirinya

Siswa sekarang kurang mampu memecahkan masalah yang di hadapi, khsusnya dalam proses belajar menganjar sehingga peneliti termotisvasi untuk mengadakan peneliti dengan judul. “ Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Pendekatan Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIIB Materi Pokok Sistem Pernapasan Pada Manusia Di SMP Darma Bakti Ruteng kabupaten manggarai Tahun Ajaran 2013/2014’ B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Pendekatan Jigsaw

(5)

untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII pada Materi Pokok Sistem Pernapasan Pada Manusia Di SMP Dharma Bakti Ruteng kabupaten manggarai Tahun Ajaran 2013/2014?

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif pendekatan jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VIIIB pada materi pokok sistem pernapasan pada manusia di SMP Dharma Bakti Ruteng Kabupaten Manggarai Tahun Ajaran 2013/2014

D. Manfaat penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Bagi Siswa

a. Meningkatkan peran aktif siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran

b. Melatih agar siswa dapat menerima perbedaan pendapat dalam menyelesaikan suatu masalah

2. Bagi Guru

a. Mendapatkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi Sistem Pernapasan Pada manusia.

b. Membantu pencapaian tujuan kurikulum yang seimbang dalam aspek akademik, kepribadian dan sosial.

(6)

Memberikan sumbangan bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa.

4. Bagi peneliti

Dapat secara langsung mempelajari model pembelajaran kooperatif pendekatan Jigsaw baik secara teori maupun praktek.

E. Penjelasan Istilah

1. Model pembelajaran adalah suatu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.

2. Model pembelajaran Kooperatif adalah model pembelajaran yang ditandai dengan adanya tuntutan kerjasama siswa dan saling ketergantungan

3. Pendekatan Jigsaw merupakan salah satu pendekatan pembelajaran kooperatif yang menekankan pada siswa dibagi berkelompok dengan jumlah 4-6 anggota tiap kelompok dan pembagian harus heterogen.

4. Hasil belajar siswa adalah hasil yang dicapai seorang siswa setelah melakukan proses dan dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari test yang di laksanakan. Hasil belajar merupakan perubahan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :