• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tematik Kebijakan gabung 18 08 16

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tematik Kebijakan gabung 18 08 16"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

TEMATIK PAKET KEBIJAKAN EKONOMI

DAN PENERIMA MANFAAT

(2)

A. TEMATIK TERKAIT INDUSTRI

No Kebijakan Paket Penerima Manfaat

1 Menghilangkan hambatan regulasi dan birokrasi melalui simplifikasi perizinan, antara lain: (i)

menghilangan rekomendasi, IP, LS, Wajib SNI barang tertentu; (ii) API sebagai identitas importir; (iii)

penegasan penghilangan IUOP bagi kegiatan cut and fill.

PAKET I Gabungan Importir Nasional Seluruh

Indonesia (GINSI), Kamar Dagang Indonesia (KADIN)

2 Kemudahan dan kelancaran mendapatkan bahan baku melalui fasilitas PLB

PAKET I KADIN

3 Reformasi Kawasan Industri dalam rangka

pengembangan dan penyebaran industri khususnya di luar Pulau Jawa.

PAKET I KADIN

4 Fasilitas Inland FTA untuk meningkatkan daya saing industri.

PAKET I KADIN

5 Insentif fiskal untuk sektor angkutan/transportasi: industri galangan kapal.

PAKET II GAIKINDO, KADIN, Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO)

6 Percepatan pelayanan perizinan 3 jam di Kawasan Industri melalui PTSP.

PAKET II GINSI, KADIN

(3)

A. TEMATIK TERKAIT INDUSTRI (lanjutan)

No Kebijakan Paket Penerima Manfaat

7 Penetapan harga gas bumi untuk industri pupuk dan industri tertentu oleh Pemerintah.

PAKET III KADIN, APPI

8 Pengupahan yang adil, sederhana dan terproyeksi. PAKET IV KADIN

9 Penurunan bunga KUR dan perluasan penerima KUR untuk sektor usaha produktif (seperti industri kecil menengah)

PAKET IV KADIN, AKUMINDO

10 Upaya menggerakkan perekonomian di wilayah pinggiran melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pemberian fasilitas kemudahan (insentif khusus) dalam KEK.

PAKET VI KADIN

11 Pengembangan industri farmasi dan kesehatan dalam rangka meningkatkan daya saing industri kesehatan.

PAKET IX KADIN, GP FARMASI, PERKOSMI

12 Insentif fiskal untuk industri pesawat terbang nasional.

PAKET VIII

INACA

(4)

B. TEMATIK TERKAIT INVESTASI

No Kebijakan Paket Penerima Manfaat

1 Kepastian hukum terhadap hak-hak atas tanah, antara lain: memperjelas waktu dan perlindungan peralihan, standar pelayanan pendaftaran dan transaksi, hak pemanfaatan oleh WNA, serta pengadaan tanah untuk infrastruktur.

PAKET I Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI),

2 Kemudahan berusaha di sektor kehutanan, yaitu: penyederhanaan prosedur pengunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan

PAKET I Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI),

3 Kemudahan berusaha di sektor ESDM, antara lain: stimulus percepatan pembangunan kilang minyak nasional, kepastian hukum krisis energi, kepastian hukum pelaksanaan kegiatan gas bumi (agregator), dan kemudahan perizinan sektor kelistrikan

PAKET I Indonesia Mining

Assoiation (IMA), Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI)

4 Pengembangan UMKM dan penguatan fungsi ekonomi koperasi, dengan memperkuat dasar hukum bagi: pembentukan, peleburan,

penggabungan, pengaturan modal penyertaan, serta meningkatkan pedoman standar operasional koperasi simpan pinjam.

PAKET I Asosiasi UMKM

Indonesia (AKUMINDO)

(5)

B. TEMATIK TERKAIT INVESTASI (Lanjutan)

No Kebijakan Paket Penerima Manfaat

5 Penguatan fungsi PTSP dalam pelayanan perizinan dan non perizinan, dengan menyesuaikan

nomenklatur jenis usaha dengan UU sektor, memperkuat pengawasan, dan memperkuat pelayanan fasilitas penanaman modal.

PAKET I KADIN, APINDO

6 Kepastian usaha hortikultura, dengan memberikan asas grandfather clause.

PAKET I Asosiasi Eksportir dan Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia

(Abseissindo)

7 Layanan cepat perizinan melalui Izin Investasi 3 jam, untuk 8+1 produk perizinan yaitu Izin

investasi, NPWP, Akta Pendirian Perusahaan & SK pengesahan dari Kemenkumham, TDP, IMTA, RPTKA, API-P, NIK, plus 1 surat booking tanah,

dengan kriteria: rencana investasi paling sedikit Rp 100 milyar dan/atau menggunakan tenaga kerja lokal 1000 orang

PAKET II Asosiasi Pengembang Perumahan dan

Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi)

8 Percepatan pengurusan, tax allowance menjadi 25 hari dan tax holiday menjadi 45 hari

(6)

No Kebijakan Paket Penerima Manfaat

9 Penyederhanaan Izin Pertanahan dalam Kegiatan Penanaman Modal, dengan mempercepat kesediaan informasi ketersediaan lahan serta mempercepat jangka waktu pengurusan HGU, HGB/Hak Pakai, perpanjangan/pembaruan HGB/Hak Pakai, Hak Atas Tanah, dan penyelesaian pengaduan

PAKET III Asosiasi Pengembang Perumahan dan

Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi)

10 Penetapan upah minimum yang lebih

sederhana, adil, dan terproyeksi, dengan formula:

UMn = UMt + {UMt x % Inflasit + % ∆ PDBt }

PAKET IV

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan seluruh industri

11 Insentif dan kemudahan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sebagai kawasan yang

menarik bagi investasi dan penggerak perekonomian wilayah yang belum berkembang, meliputi diskon PPh, PPn dan PPnBM tidak diungut, tarif bea masuk memakai ketentuan SKA, properti untuk WNA,

pengurangan pajak untuk kegiatan pariwisata, dewan pengupahan dan LKS Tripartit khusus, perpanjangan fasilitas visa kunjungan, kemudahan perizinan

pertanahan, dan kemudahan penerbitan izin oleh administrator KEK

PAKET VI

KADIN

B. TEMATIK TERKAIT INVESTASI (Lanjutan)

(7)

No Kebijakan Paket Penerima Manfaat

12 Kepastian berusaha bagi pengusahaan dan/atau penyediaan air, dengan tetap meningkatkan pengendalian melalui penguatan tata kelola perizinan sesuai amanat Mahkamah Konstitusi

PAKET VI KADIN, APINDO

13 Insentif PPh bagi Karyawan Industri Padat Karya, berupa keringanan pajak 50% dari tarif PPh Pasal 21 yang dikenakan

PAKET VII KADIN, API, AMI, APRISINDO, APAI, GIAMM, APGI,

14 Revisi Perpres Daftar Negative Investasi (DNI) :

• Menegaskan ketentuan dalam batang tubuh (grand father clause, kepatuhan K/L,

penyelesaian cepat, kemitraan, tidak berlaku di KEK)

• Melakukan rasionalisasi dan simplifikasi pengaturan yang terdapat pada lampiran (menghilangkan duplikasi, perlindungan

lingkungan, perlindungan UMKMK, mendorong investasi teknologi tinggi dan padat modal, memenuhi komitmen ASEAN, kemudahan persyaratan, memudahkan pembacaan)

PAKET X KADIN, APINDO

(8)

No Kebijakan Paket Penerima Manfaat

15 Kemudahan dalam Berusaha (Ease of Doing

Business/ EODB), dengan memperbaiki: memulai usaha, pendaftaran properti, perizinan pendirian, pembayaran pajak, akses perkreditan, penegakan kontrak, penyambungan listrik, perdagangan lintas negara, penyelesaian perkara kepailitan,

perlindungan terhadap investor minoritas.

PAKET IX KADIN, APINDO

B. TEMATIK TERKAIT INVESTASI (Lanjutan)

(9)

C. TEMATIK TERKAIT PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

1 Stabilisasi Harga Komoditi Pangan, khusus daging sapi melalui ketentuan basis zona pemasukan ternak dan pemasukan daging impor ke pasar tradisional di wilayah Jabodetabek dan Bandung

PAKET I Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA)

2 Program Perluasan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi keluarga berpenghasilan tetap untuk sektor usaha produktif

PAKET IV Kerukunan Usahawan Kecil Dan Menengah Indonesia (KUKMI)

3 Program Penurunan Tingkat Bunga KUR (22% menjadi 9%) PAKET IV KUKMI

4 Kebijakan meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja (upah minimum) melalui sistem formula yang menjamin kepastian dan perlindungan terhadap sistem pengupahan yang menyeluruh. Pekerja/buruh tidak jatuh dalam upah murah dan pengusaha memberikan kepastian dalam berusaha

PAKET IV Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan seluruh industri

5 Formula kenaikan upah berlaku sampai tahun 2019 di seluruh Indonesia kecuali di 8 Provinsi yaitu: NTB, NTT, Papua Barat, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku dan Maluku Utara yang upah minimumnya dianggap belum layak.

(10)

C. TEMATIK TERKAIT PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT

(lanjutan)

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

6 Kebijakan tentang pasokan ternak dan/atau produk hewan dalam kondisi tertentu dengan memperluas akses dari negara maupun zona tertentu yang memenuhi syarat kesehatan hewan

PAKET IX Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA), Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (APFINDO)

7 Untuk Memastikan Pasokan dan Harga Daging Sapi

PAKET IX NAMPA, APFINDO, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh

Indonesia (APPSI), Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau

Indonesia (PPSKI), konsumen

8 Kebutuhan daging sapi terus meningkat. Tahun 2016 butuh 674,69 Ton daging (3,9 juta ekor sapi). Pemerintah melakukan peningkatan populasi sapi, perbaikan tata niaga sapi dan daging sapi, penguatan

kelembagaan melalui Sentra Peternakan Sapi

PAKET IX NAMPA, APFINDO, APPSI, PPSKI, Gabungan Perusahaan Pembibitan Sapi Potong

Indonesia (GAPPSI), konsumen

(11)

D. TEMATIK TERKAIT SEKTOR LOGISTIK

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

1 Fasilitas PLB Memudahkan Mendapatkan Supply Bahan Baku Industri

Mendekatkan Gudang Kapas dari Malaysia dan Singapore ke Indonesia.

PAKET I Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)

2 Penggunaan Single Identity Importir

Penghapusan ketentuan pembatasan bagi perusahaan pemilik API-U yang hanya dapat mengimpor kelompok/jenis barang yang tercakup dalam satu bagian (section) kepada perusahaan yang melakukan impor barang tertentu untuk tujuan diperdagangkan.

PAKET I Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI)

3 Penurunan Biaya Transportasi Umum

angkutan di ar, di bawah air, di udara, kereta api, berbagai jenis kapal, pesawat udara dan alat suku cadangnya, kereta api dan suku cadangnya diberikan fasilitas tidak dipungut PPN atas impornya.

PAKET I Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA), Organisasi

Angkutan Darat (Organda), Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia

(12)

D. TEMATIK TERKAIT SEKTOR LOGISTIK (lanjutan)

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

4 Penurunan Biaya Kepelabuhanan

Pembebasan dari pengenaan PPN untuk angkutan laut nasional yang melakukan kegiatan angkutan luar negeri.

PAKET I Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Sarana Lepas

Pantai Indonesia (IPERINDO)

5 Peningkatan Daya Saing Industri Penerbangan Nasional melalui insentif bea masuk 0% untuk 21pos tarif suku cadang dan komponen pesawat terbang.

PAKET VIII Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA)

(13)

D. TEMATIK TERKAIT SEKTOR LOGISTIK (lanjutan)

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

6 Pengembangan Usaha Jasa Penyelenggaraan Pos Komersial

Penetapan besaran tarif jasa pos komersial harus lebih tinggi dari tarif layanan pos universal yang ditetapkan pemerintah

PAKET IX Asosiasi

Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia

(ASPERINDO)

7 Penyatuan Pembayaran Jasa-jasa Kepelabuhanan Secara Elektronik (Single Billing)

Penegasan pelaksanaan Peraturan Menteri BUMN Nomor 2 Tahun 2013 tentang Panduan Penyusunan Pengelolaan Teknologi Informasi BUMN.

PAKET IX Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI)

8 Sinergi BUMN Membangun Agregator/Konsolidator Ekspor Produk UKM, Geographical Inidications, dan Ekonomi Kreatif

Sinergi BUMN Trading-Logistics dalam hal inovasi bisnis yang strategis untuk mendorong produk UMKM yang dipasarkan dalam negeri dan ekspor.

PAKET IX Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)

9 Sistem Pelayanan Terbadu Kepelabuhan Secara Elektronik

Pengembangan port system menjadi inaportnet yang terintegrasi ke dalam INSW.

(14)

D. TEMATIK TERKAIT SEKTOR LOGISTIK (lanjutan)

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

10 Penggunaan Mata Uang Rupiah untuk Transaksi Kegiatan Transportasi

Kepastian tarif dalam bentuk mata uang rupiah

PAKET IX ALFI

11 Pengendalian Risiko untuk Memperlancar Arus Barang di Pelabuhan (Indonesian Single Risk Management)

Penerapan identitas tunggal dan penyatuan informasi pelaku usaha dalam kegiatan ekspor impor, sebagai base profile risiko dan single treatment dalam pelayanan perizinan masing-masing K/L

PAKET XI ALFI, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia

(APTRINDO),

Asosiasi Pengusaha Transportasi Bahan Berbahaya dan Beracun (APTB3)

(15)

E. TEMATIK TERKAIT PENINGKATAN EKSPOR

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

1. Penguatan pembiayaan ekspor melalui penugasan khusus kepada Lembaga Ekspor Indonesia untuk pelaksanaan National Interest Account (NIA) atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor.

PKE I Asosiasi Industri Penunjang

Perkeretaapian Indonesia (AIPPI)

2. Perlakuan prioritas untuk ekspor produk hortikultura

PKE I Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (ASEIBSSINDO)

3. Simplifikasi perizinan perdagangan dengan menghilangkan persyaratan rekomendasi dan kewajiban verifikasi surveyor

PKE I (ISWA) Indonesian Sawmil & Wood

(16)

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

4. Pembentukan konsorsium industri pembiayaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia bersama dengan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk memberikan dan mengakselerasi pembiayaan di sektor industri kreatif, beorientasi ekspor dan UMKMK

PKE III Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo)

5. Sinergi BUMN membentuk

agregator/konsolidator ekspor produk UKM

PKE IX Perusahaan BUMN, AKUMINDO

6. Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE)

PKE XI Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)

7. Pelaksanaan Indonesia Single Risk Management (ISRM)

PKE XI Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI)

(17)

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

1. Pembebasan Visa Kunjungan (dari 75 negara menjadi 169 negara)

PAKET I Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI), Assosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI)

2. Simplifikasi aturan pengurusan dokumen kunjungan kapal wisata asing di 18 pelabuhan yang terkait dengan kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan kepelabuhanan

PAKET I Association of the

Indonesia Tours & Travel (ASITA )

3. Dukungan fasilitas untuk kapal wisata berupa : a. Penyiapan alur pelayaran

b. Pembangunan dermaga

c. Kemudahan fasilitas perbaikan dan perawatan kapal wisata

PAKET I Gabungan Industri

Pariwisata Indonesia (GIPI)

(18)

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

4. Pemberian insentif fasilitas dan kemudahan di wilayah KEK Pariwisata berupa:

a. Pengembalian PPN bagi pemilik toko

b. Pembebasan Pajak penjualan atas barang mewah dan PPh atas Penjualan atas barang yang tergolong sangat mewah untuk pembelian properti

c. Pengurangan pajak daerah hingga 100%

d. Pemberian fasilitas multiple visa kepada WN asing yang berkunjung dalam rangka tugas pemerintahan, bisnis, dan keluarga

e. Pemberian Visa Tinggal Terbatas kepada WN asing lanjut usia untuk berkunjung ke KEK

f. Pemberian Izin Tinggal Sementara dan Izin Tinggal Tetap bagi WN asing pemilik properti g. Pemberian Hak Pakai hingga 25 tahun dan Hak

Milik Satuan Rumah Susun di atas Hak Pakai bagi WN asing pemilik properti

PAKET 4 Perhimpunan Hotel dan Restoran

Indonesia (PHRI)

F. TEMATIK TERKAIT DENGAN PENINGKATAN PARIWISATA NASIONAL

(lanjutan)

(19)

No Kebijakan Paket Penerima manfaat

5. Perluasan kesempatan investasi melalui revisi

DNI dengan rincian:

a. PMA 100% untuk restoran, bar, cafe, gelanggang olah raga, dan industri

perfilman (semula PMA maksimal

49%/51% apabila bermitra dengan UMKMK dengan syarat tidak bertentangan dengan Perda)

b. PMA maksimal 67% untuk pengelolaan museum, biro perjalanan wisata, jasa boga/catering, hotel, motel, rumah biliar, gelanggang bowling, lapangan golf, jasa impersariat, karaoke, ketangkasan, spa (semula PMA maksimal 51% dengan syarat tidak bertentangan dengan Perda)

PAKET X Perhimpunan Hotel dan Restoran

Indonesia (PHRI), Asosiasi Spa

Indonesia (ASPI)

Referensi

Dokumen terkait