• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Keuangan 07

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Keuangan 07"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

M anajemen Keuangan

(Pertemuan Ketujuh) “Biaya modal (cost of capital)”

(2)

Cakupan Materi

Biaya modal ekuitas

Estimasi Beta.

Penentu dari Beta

(3)

Sekilas tentang biaya modal

Pada pelajaran sebelumnya, fokus utama dalam penganggaran modal adalah pada skema besarnya proyeksi arus kas atas proyek investasi dan waktu terjadinya.

(4)

Biaya modal ekuitas

Investasi di proyek

Perusahaan dengan kelebihan kas

Nilai Akhir (terminal value) bagi pemegang

saham

Kas Dividen Shareholderinvestasi pd

aset keuangan

Karena pemegang saham dapat mereinvestasikan dividend pada asset keuangan berisiko, expected return dari proyek penganggaran modal setidaknya sama dengan expected return

(5)

Biaya modal ekuitas (lanjutan)

Dari sudut perusahaan, expected return merupakan biaya modal dari ekuitas:

Untuk mengestimasi biaya modal ekuitas, ada 3 hal yang harus diketahui, yaitu:

– Return asset bebas risiko, RF. – Risk premium pasar.

– Beta dari perusahaan,

(6)

Contoh

Misalkan sebuah perusahaan memiliki beta 2.5. Perusahaan tersebut 100% dibiayai oleh ekuitas.

Asumsikan jika return bebas risiko 5% dan risk premium pasar adalah sebesar 10%.

(7)

Contoh (lanjutan)

Misalkan perusahaan tersebut sedang mengevaluasi beberapa proyek yang independen. Setiap proyek membutuhkan biaya $100 dan berjangka waktu satu tahun.

Proyek Proyek Proyeksi arus kas proyek tahun depan

IRR NPV

pada 30%

A 2.5 $150 50% $15.38

B 2.5 $130 30% $0

(8)

Perusahaan dengan didanai 100% ekuitas harus menerima proyek jika IRR melebihi biaya modal ekuitas dan sebaliknya.

Project

IRR

Firm’s risk (beta)

SML

5%

Good projects

Bad projects 30%

2.5 A

B

(9)

Estimasi Beta

Masalah

– Beta dapat bervariasi dari waktu ke waktu.

– Ukuran sampel tidak memadai.

– Beta dipengaruhi dengan mengubah leverage keuangan dan resiko bisnis.

Solutions Solusi

– Masalah 1 dan 2 (di atas) dapat dimoderasi oleh lebih teknik statistik canggih.

– Soal 3 dapat dikurangi dengan menyesuaikan untuk perubahan dalam bisnis dan risiko keuangan.

– Lihatlah beta perkiraan rata-rata perusahaan sebanding dalam industri.

(10)

Stabilitas Beta

Banyak analis yang berpendapat bahwa beta dianggap cukup stabil untuk perusahaan yang sama dalam satu industri.

Namun, beta juga dapat berubah jika:

– Ada perubahan dalam lini produk.

– Perubahan dalam teknologi.

– Deregulasi.

(11)

Penggunaan Beta Industri

Beberapa praktisi berpendapat bahwa estimasi beta perusahaan akan lebih akurat jika melibatkan industri secara keseluruhan.

Jika kegiatan operasi perusahaan dianggap sama dengan sebagian besar perusahaan dalam industri, maka beta industri dapat digunakan.

Jika kegiatan operasi perusahaan sangat berbeda dengan sebagian besar perusahaan dalam industri, maka beta harus digunakan.

(12)

Faktor Penentu Beta

Risiko bisnis

– Siklus pendapatan.

– Penggunaan leverage operasi.

Risiko Keuangan

(13)

Siklus Pendapatan

• Saham dengan derajat siklikal tinggi biasanya memiliki beta tinggi:

– Beberapa penelitian menunjukkan perusahaan retail dan automotif cenderung berfluktuasi sesuai dengan siklus bisnis.

– Perusahaan transportasi dan utilitas cenderung kurang terpengaruh oleh siklus bisnis.

• Perhatikan bahwa cyclicality tidak sama dengan variability – saham dengan standard deviasi tinggi belum tentu memiliki nilai beta yang tinggi pula.

• Perhatikan bahwa siklus ini tidak sama dengan variabilitas-saham dengan standar deviasi yang tinggi tidak perlu memiliki beta tinggi.

(14)

Leverage

Operasi

Degree of Operating Leverage mengukur seberapa sensitif perusahaan terhadap biaya tetap yang digunakannya.

Leverage operasi meningkat jika biaya tetap meningkat dan biaya variable turun.

Leverage operasi mengakomodir pengaruh siklikal dari beta.

Degree of Operating Leverage dapat diestimasi dengan formula berikut:

Sales

in

Change

Sales

in

Change

EBIT

(15)

Leverage

Operasi

Volume

$

Biaya tetap Total biaya

EBIT

Volume

Leverage operasi akan meningkat jika

biaya operasi meningkat dan biaya

Biaya tetap

(16)

Leverage

Keuangan dan Beta

Leverage operasi menunjukkan sensitivitas terhadap biaya tetap produksi.

Leverage keuangan menunjukkan sensitivitas terhadap biaya tetap keuangan seperti biaya bunga.

Hubungan antara beta, hutang, ekuitas, dan asset adalah sebagai berikut:

Leverage keuangan akan meningkatkan beta ekuitas.

Equity Debt

Asset

Equity Debt

Equity

Equity Debt

(17)

Leverage

Keuangan (contoh)

Sebuah perusahaan memiliki beta sebesar 0.90. Perusahaan tersebut sepenuhnya didanai oleh ekuitas.

Perusahaan tersebut akan meningkatkan penggunaan hutangnya sehingga rasio debt to equity menjadi 1.

Karena perusahaan 100% didanai oleh ekuitas, maka beta asset adalah sebesar 0.9.

(18)

Perusahaan versus project

Biaya modal untuk setiap proyek tergantung dari penggunaan modal untuk mendanai proyek tersebut.

(19)

Penganggaran Modal dan Risiko Proyek

Perusahaan yang menggunakan satu tingkat diskonto untuk semua proyek dapat meningkatkan risiko perusahaan

Project

IRR

Firm’s risk (beta)

SML

rf

FIRM

Salah menolak proyek dengan NPV positif

Kesalahan menerima proyek NPV negatif

Hurdle

(20)

Penganggaran Modal dan Risiko Proyek

Misalkan sebuah perusahaan konglomerasi memiliki biaya modal, berdasarkan CAPM, adalah sebesar 17%. Return asset bebas risiko adalah 4%, premi risiko pasar 10%, dan beta perusahaan 1.3.

17% = 4% + 1.3

×

[14% – 4%]

Beta perusahaan merupakan rata-rata dari beta proyek:

– 1/ 3 Automotive retailer = 2.0.

– 1/ 3 Computer Hard Drive Mfr. = 1.3.

– 1/ 3 Electric Utility = 0.6.

– Rata-rata beta asset = 1.3

(21)

Penganggaran Modal dan Risiko Proyek

Project

IRR

Firm’s risk (beta)

SML

17%

1.3 2.0 0.6

r = 4% + 0.6× (14% – 4% ) = 10%

10% merefleksikan opportunity cost of capital dari investasi di peralatan electrical generation baru.

10% 24%

Investasi pada hard drives atau autor retailing

(22)

Biaya modal dengan hutang

Biaya modal jika perusahaan menggunakan ekuitas dan hutang adalah sebagai berikut:

Komponen biaya modal hutang merupakan biaya hutang setelah pajak karena sifat hutang yang tax deductible (pengurangan pajak).

(23)

Contoh

Sebuah perusahaan dengan struktur modal hutang dan ekuitas memiliki beta sebesar 0.79, return bebas risiko 4.07%, premi risiko pasar 6.89%, yield to maturity 5.73% dan tingkat pajak marjinal 40%. Data komposisi ekuitas dan hutang dapat dilihat pada tabel berikut:

Market Shares Market Value

Security Price Outstanding (millions) Weight (%)

Debt (book value) - - $ 6,131 16.07%

Preferred stock 25.75 12,000,000 $ 309 0.81%

Class A Common 23.09 347,426,000 $ 8,022 21.02%

Class B Common 23.27 1,018,625,000 $ 23,703 62.10%

Total 3816547% 100.00%

(24)

Contoh

Biaya modal ekuitas:

Biaya modal hutang:

Bobot untuk hutang dan saham:

(25)

Contoh

(26)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Teh hijau mengandung 30-40% polifenol yang sebagian besar dikenal sebagai katekin, yaitu senyawa larut dalam air, tidak berwarna, dan memberikan rasa pahit.. Katekin

Nilai adjusted R 2 pada persamaan regresi 4 sebesar 0,448 hal ini menunjukkan bahwa sebesar 44,80 % variasi dari Belanja Bansos dapat diterangkan oleh variabel Uleg (Ukuran

Tes KGS berbentuk tes objektif (pilihan ganda) mencakup ketiga materi percobaan, yaitu: 1) sintesis dan karakterisasi natrium tiosulfat pentahidrat, 2)

Pada proses ini admin dapat mengelola data peminjaman meliputi jenis peminjaman, nama peminjaman serta jumlah peminjaman sesuai dengan syarat ketentuan pada PT.

Namun , prT yang baru dua bu- lan bekerja di rumah korban itu tak berku- tik saat polisi menemukan uang 50 dolar amerika dari dalam dom- petnya.. Sam- bil tertunduk, pelaku

Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peranan fungsi Bimbingan Konseling Islam dalam upaya mengembangkan religiusitas remaja dan menekan atau mengontrol kenakalan remaja

Nilai kekuatan kompresi gipsum untuk pembuatan model kerja harus tinggi, maka pada tahap ketiga proses daur ulang, yaitu pencampuran yang bertujuan untuk mendapatkan bahan yang

(3) Baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I sampai dengan Lampiran XLVI yang merupakan