• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kuliah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kuliah"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

ANGGARAN SEKTOR PUBLIIK (AnSP)

Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA.

(2)

Overview

Anggaran Sektor Publik

Copyright © 2016

bandi.staff.fe.uns.ac.id.

S

e

s

i

3

S

e

s

i

(3)

Learning Objectives

Tujuan Pembelajaran pada sesi ini adalah sebagai

berikut.

1. Memahamkan Tahapan Siklus

2. Memahamkan Perencanaan, Kapasitas fiskal 3. Memahamkan Penganggaran, penetapan APBN 4. Memahamkan Asumsi Dasar Ekonomi Makro

5. Memahamkan Perkembangan Asumsi Dasar Ekonomi Makro 6. Menelusur sumber acuan

3

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

SIKLUS APBN & ASUMSI DASAR EKONOMI

3

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(4)

Learning Objectives

tersebut.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

4

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA.

(5)

Learning Objectives

Keterkaitan antar siklus.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

5

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA.

Siklus

Anggaran 2015

Siklus

Anggaran 2016 Siklus

Anggaran 2015

(6)

Learning Objectives

Siklus

merupakan suatu tahapan yang berisikan rangkaian

kegiatan dan

selalu berulang untuk jangka waktu tertentu.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

6

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(7)

Learning Objectives

Siklus APBN

• adalah rangkaian kegiatan dalam proses penganggaran

• yang dimulai pada saat anggaran negara mulai disusun sampai dengan

perhitungan anggaran disahkan dengan undang-undang (Gambar 2.1).

• Letak siklus APBN saling beririsan pada satu tahun anggaran (Gambar

2.2), misalnya, pada tahun anggaran 2016 terdapat

• sebagian siklus APBN tahun anggaran 2015 (tahap pemeriksaaan

dan pertanggungjawaban APBN),

• sebagian siklus APBN tahun anggaran 2016 (tahap pelaksanaan),

dan

• sebagian siklus APBN tahun anggaran 2017 (tahap perencanaan dan

penganggarannya).

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

7

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(8)

Learning Objectives

Ada 5 tahapan pokok dalam satu siklus APBN di Indonesia.

tahapan ke-2 (kedua) dan ke-5 (kelima) dilaksanakan bukan

oleh pemerintah, yaitu:

tahap kedua penetapan/persetujuan APBN dilaksanakan

oleh DPR (lembaga legislatif), dan

tahap kelima pemeriksaan dan pertanggungjawaban

dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sedangkan tahapan lainnya dilaksanakan oleh pemerintah.

Tahapan kegiatan dalam siklus APBN adalah sebagai berikut:

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

8

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(9)

Learning Objectives

Ada 5 tahapan pokok dalam satu siklus APBN

1. Perencanaan dan penganggaran APBN

2. Penetapan/Persetujuan APBN

3. Pelaksanaan APBN

4. Pelaporan dan Pencatatan APBN

5. Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

9

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(10)

Learning Objectives

1. Perencanaan dan penganggaran APBN

dilakukan pada tahun sebelum anggaran tersebut

dilaksanakan (APBN t-1)

misal untuk APBN 2013 dilakukan pada tahun 2012 yang

meliputi dua kegiatan yaitu,

perencanaan dan

penganggaran.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

10

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(11)

Learning Objectives

Tahap perencanaan dimulai dari:

(1) penyusunan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional;

(2) Kementerian Negara/Lembaga (K/L) melakukan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun berjalan, menyusun rencana inisiatif baru dan indikasi kebutuhan anggaran;

(3) Kementerian Perencanaan dan Kementerian Keuangan mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan yang sedang berjalan dan mengkaji usulan inisiatif baru berdasarkan prioritas pembangunan serta analisa pemenuhan kelayakan dan efisiensi indikasi kebutuhan dananya;

(4) Pagu indikatif dan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah ditetapkan;

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

11

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(12)

Learning Objectives

Tahap perencanaan dimulai dari:

(5) K/L menyusun rencana kerja (Renja);

(6) Pertemuan tiga pihak (trilateral meeting) dilaksanakan antara K/L, Kementerian Perencanaan, dan Kementerian Keuangan;

(7) Rancangan awal RKP disempurnakan;

(8) RKP dibahas dalam pembicaraan pendahuluan antara Pemerintah dengan DPR;

(9) RKP ditetapkan.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

12

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(13)

Learning Objectives

Tahap penganggaran dimulai dari:

(1) penyusunan kapasitas fiskal yang menjadi bahan penetapan pagu indikatif;

(2) penetapan pagu indikatif

(3) penetapan pagu anggaran K/L;

(4) penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L (RKA-K/L);

(5) penelaahan RKA-K/L sebagai bahan penyusunan nota keuangan dan rancangan undang-undang tentang APBN; dan

(6) penyampaian Nota Keuangan, Rancangan APBN, dan Rancangan UU tentang APBN kepada DPR.

• Hal lebih lanjut tentang kapasitas fiskal dapat dilihat pada Box 2.1

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

13

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(14)

Learning Objectives

2. Penetapan/Persetujuan APBN

Kegiatan penetapan/persetujuan ini dilakukan pada APBN

t-1,

sekitar bulan Oktober- Desember.

Kegiatan dalam tahap ini berupa pembahasan Rancangan

APBN dan Rancangan Undang-undang APBN serta

penetapannya oleh DPR.

Berdasarkan persetujuan DPR, Rancangan UU APBN

ditetapkan menjadi UU APBN.

Penetapan UU APBN diikuti penetapan Keppres mengenai

rincian APBN sebagai lampiran UU APBN dimaksud.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

14

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(15)

Learning Objectives

3. Pelaksanaan APBN

• Tahapan kegiatan ke-1 dan ke-2 dilaksanakan pada APBN t-1, • kegiatan pelaksanaan APBN dilaksanakan mulai 1 Januari - 31

Desember pada tahun berjalan (APBN t).

• Contoh pelaksanaan tahun anggaran 2013 akan dilaksanakan

mulai 1 Januari 2013 -31 Desember 2013.

• Kegiatan pelaksanaan APBN dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini

kementerian/lembaga (K/L).

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

15

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(16)

Learning Objectives

3. Pelaksanaan APBN

• K/L mengusulkan konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran

(DIPA) berdasarkan Keppres mengenai rincian APBN dan

• menyampaikannya ke Kementerian Keuangan untuk disahkan. • DIPA adalah alat untuk melaksanakan APBN.

• Berdasarkan DIPA inilah para pengelola anggaran K/L (Pengguna

Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran, dan Pembantu Pengguna Anggaran) melaksanakan berbagai macam kegiatan sesuai tugas dan fungsi instansinya.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

16

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(17)

Learning Objectives

4. Pelaporan dan Pencatatan APBN

Tahap pelaporan dan pencatatan APBN dilaksanakan

bersamaan dengan tahap pelaksanaan APBN, 1 Januari-31

Desember.

Laporan keuangan pemerintah dihasilkan melalui proses

akuntansi, dan

disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan

pemerintah yang terdiri dari

• Laporan Realisasi Anggaran (LRA), • Neraca, dan

• Laporan Arus Kas, serta

• catatan atas laporan keuangan.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

17

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(18)

Learning Objectives

5. Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN

Tahap terakhir siklus APBN adalah tahap pemeriksanaan dan

pertanggungjawaban

yang dilaksanakan setelah tahap pelaksanaan berakhir

(APBN t+1),

sekitar bulan Januari - Juli.

Contoh, jika APBN dilaksanakan tahun 2013, tahap

pemeriksaan dan pertanggungjawabannya dilakukan

pada tahun 2014.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh Badan Pemeriksa

Keuangan (BPK).

Untuk pertanggungjawaban pengelolaan dan pelaksanaan

APBN secara keseluruhan selama satu tahun anggaran,

Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang

laporan keuangan yang telah diperiksa BPK,

selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

18

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(19)

Learning Objectives

5. Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN

Untuk pertanggungjawaban pengelolaan dan pelaksanaan

APBN secara keseluruhan selama satu tahun anggaran,

Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang

pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR

berupa laporan keuangan yang telah diperiksa BPK,

selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran

berakhir.

1. Memahamkan Tahapan siklus

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Tahapan Siklus

Tahapan Siklus

19

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(20)

Learning Objectives

Perencanaan dan penganggaran APBN, pada tahapan 1

dan 2 siklus APBN, merupakan bagian hulu dalam

permasalahan pengelolaan anggaran negara.

Rincian kegiatan pada kedua tahapan dijelaskan dalam

1. UU 17/ 2003 tentang Keuangan Negara,

2. UU 27/ 2009 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD), 3. PP 20/ 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, dan

4. PP 90/ 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

• (lihat PP terbaru) untuk tahun ini

2. Memahamkan Perencanaan

Bandi.staff.fe.uns.ac.id

Perencanaan

Perencanaan

20

Anggaran Sektor Publik (AnSP)

(21)

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 82 Tahun

2014

tentang Organisasi dan Tata kerja UNS

Peraturan Rektor UNS Nomor 753/UN27/HK/2015

tentang Kedudukan, Tugas, dan Kewenangan Satuan Pengawas Internal UNS

Surat Keputusan Rektor UNS Nomor 782/UN27/KP/2015

tentang Pemberhentian Kepala dan Pengankatan Tim Satuan Pengawas Internal (SPI) UNS

Surat Keputusan Rektor UNS Nomor 783/UN27/KP/2015

tentang Pemberhentian dan Pengankatan Auditor Satuan Pengawas Internal (SPI) UNS

Referensi

6. Menelusur sumber acuanLearning Objectives

21

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

bersama DPR [Pasal 20 ayat (2)] 5) Mengajukan rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) [Pasal 23 ayat (2)] Kedudukan Presiden sebagai kepala negara

b) Surat Edaran Menteri Keuangan setelah Rancangan Undang- Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2016 disetujui bersama antara Pemerintah dan DPR-RI. Dalam hal Peraturan

Dari sisi pertanggungjawaban pengelolaan anggaran, konsekuensi penggunaan mekanisme APBN dalam pengelolaan anggaran pengawasan Pilkada menyebabkan pemeriksaan tidak dapat

Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kepada Dewan

Sebagaimana telah diamanatkan oleh konstitusi, bahwa pembahasan Rancangan Undang- Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan ABPN Tahun Anggaran 2011, haruslah

Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengatur keharusan setiap kepala daerah untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD (Anggaran Pendapatan

Penyusunan dan Penetapan APBN  APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan Undang-Undang  APBN terdiri atas anggaran pendapatan, anggaran

Pengantar Anggaran adalah elemen penting dalam pengelolaan keuangan negara yang mencakup perencanaan, pengendalian, dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan pemerintah.. APBN