• Tidak ada hasil yang ditemukan

materi workshop penyusunan proposal ptk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "materi workshop penyusunan proposal ptk"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PENYUSUNAN PROPOSAL PTK

Disampaikan dalam workshop penelitian tindakan kelas di M AN Tempel, Sleman

Senin, 18 Juni 2012

Oleh:

Bambang Saeful Hadi

Universitas Negeri Yogyakarta

(2)

PTK mrp terjemahan dari CAR (Classroom Action Research)

Pengertian PTK

1. Penelitian, menunjuk pd suatu keg. mencermati suatu objek dg menggunakan cara & aturan

metodologi tertentu

2. Tindakan, menunjuk pd suatu gerak kegiatan yg sengaja dilakukan dg tujuan tertentu

(3)

§

PTK apakah hanya dapat dilaksanakan di

“ kelas” ?

Ruang kelas, laborat orium, perpust akaan,

lapangan olah raga, t empat kunjungan, dll

§

Apa kesimpulan t ent ang PTK berdsarkan

pengert ian 3 kat a t sb?

§

Siapa yang berhak melakukan “ t indakan” ?

Guru, kepala sekolah, pengawas, bahkan siapa

saja

(4)

Apa bedanya dg Lesson St udy?

§

Lesson st udy, hasil kreasi orang Jepang

§

Tidak ikut -ikut an menggunakan PTK

§

Cermin nasionalisme (indegenisasi)

§

Didasari oleh asumsi bahwa rendahnya

kualit as pembelajaran karena kesalahan guru

§

Lesson st udy t idak memerlukan t indakan

§

Tidak memerlukan siklus

§

Lebih menekankan pada rekaman

(5)

1. Ke g ia ta n nya ta d a la m situa si rutin

Situa si ha rus a sli/ wa ja r, tid a k p e rlu ja d wa l khusus, tid a k me re p o tka n

2. Ad a nya ke sa d a ra n d iri untuk me mp e rb a iki kine rja

PTK d id a sa ri filo so fi b hw se tia p ma nusia me nyuka i p e rub a ha n ke a ra h le b ih b a ik

3. SWO T se b a g a i d a sa r b e rp ija k S =Stre ng th (ke kua ta n)

W=We a kne ss (ke le ma ha n)

O = O p p o rtunity (ke se mp a ta n) T = Thre a t (a nc a ma n)

(6)

4. Upaya empiris dan sistemik

a. Berdasarkan pengalaman guru

b. Pembelajaran harus memperhatikan unsur lain, misal: sarana pendukung, jangan sampai guru hendak mencoba cara baru dalam mengajar ttp tidak tersedia sarana pendukungnya

5. Ikuti prinsip SMART dalam perencanaan S =Spesific, salah satu aspek saja

M = Managable, mudah dilaksanakan

A = Accaptable, dapat diterima lingk (terpenting) Achieveble

R = Realistic

(7)

JUDUL PENELITIA N: Peneliti :

I. PENDA HULUA N

A . Latar Belakang Masalah B. Identifikasi masalah

C. Pembatasan masalah D. Rumusan masalah E. Tujuan Penelitian

F. Manfaat Hasil Penelitian II. KA JIA N PUSTA KA

A . Deskripsi Teoretik B. Kerangka Berpikir

C. Hipotesis Tindakan atau pertanyaan Penelitian III. METODE PENELITIA N

A . Setting=lokasi penelitian

B. Sasaran=subjek pelaku tindakan C. Rencana Tindakan

D. Data dan Teknik Pengumpulan Data E. A nalisis data

(8)

Berisi uraian t t g:

1.Kondisi yang ada dan kondisi seharusnya (membandingkan pengalaman guru dengan kondisi ideal/t eoret ik)

2. Masalah t ersebut menunt ut unt uk dipecahkan sesuai dg prinsip SMART. 3. Menyebut kan t indakan yang akan dikenakan pd subjek pelaku t indakan 4. Mengemukakan argumen mengapa t indakan it u dipilih

5. Boleh menyinggung t eori yang melandasi ide unt uk mengat asi masalah (meskipun belum masuk BAB II Kajian Pust aka)

Teori sedikit disebut unt uk memperkuat ide yang diajukan

6. Tidak perlu memasukkan uraian yg bert ele-t ele, misal mau menyebut ide “diskusi part isipat if ”, didahului kondisi pendidikan di Indonesia, UU Sisdiknas, t ujuan Pendidikan nasional

(9)

Ò

B. Ide ntifikasi Masalah

Be risi :

1 .

Ke se njangan2 antara ke nyataan de ngan

dunia ide al

2 .

Ke se njangan dipe ro le h/ dis arikan dari latar

be lakang masalah

3 .

Jumlahnya mungkin banyak

4 .

Dinyatakan de ngan bahasa yang lugas,

singkat, mudah dipahami se c ara c e pat

(10)

Rambu-rambu isi:

1.

Dari sejumlah masalah yang berhasil

diidentifikasi, tidak semua diangkat sebagai

masalah penelitian

2.

Pilih maalah yang paling memungkinkan

untuk dipecahkan dengan memperhatikan

prinsip SMART

3.

Tidak mngemukakan alasan: karena

(11)

— Rumusan masalah (RM) berupa pertanyaan yang akan terjawab setelah tindakan selesai dilakukan

— RM harus dirinci, jangan terlalu umum,

Contoh RM terlalu umum: apakah dengan metode role playing minat siswa terhadap pelajaran menjadi tinggi?

— Semestinya dirinci bagaimana proses, bagaimana situasi, dan bagaimana hasilnya

— Contoh RM yang telah dirinci

1. Apakah metode role playing dapat mendorong siswa untuk

belajar lebih bersemangat?

2. Apakah siswa terdapat bukti-buktoi bahwa penerapan metode

role palying dapat meningkatkan kerja sama antar siswa dalam belajar?

3. Apakah model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan

kekatifan siswa

4. Apakah terdapat bukti-bukti bahwa penerapan model AIR

dapat meningkatkan minat melakukan discovery?

(12)

— Tujuan penelitian harus seirama dengan rumusan masalah.

— Berdasarkan rumusan maalah di atas, dapat disusun tujuan sbb:

1. mengetahui seberapa besar siswa bersemangat mengikuti pelajaran dg metode role playing

2. M engetahui seberapa besar siswa bersungguh2 dalam memikirkan skenario adegan-adegan role playing

3. Mengatahui seberapa tinggi hasil penguasaan kompetensi setelah mengikuti pelajaran dengn metode role playing 4. Mengetahui persepsi/ kesan siswa tentang pelaksanaan

(13)

1. Pe nulisa n ma nfa a t tid a k p e rlu muluk-muluk,

c o nto h rumusa n muluk: me mb e rika n sumb a ng a n p e mikira n b a g i p e re nc a na ke p e nd id ika n d a la m me ne ntuka n ke b ija ka n p e nd id ika n

2. Rumusa n ma nfa a t c ukup ya ng b e rka ita n d e ng a n

siswa

3. Da p a t se d ikit d ip e rlua s untuk g uru d a n se ko la h

(14)

A. De skrip si Te o re tik

ž Sumb e r uta ma : ha sil2 p e ne litia n a ta u jurna l ilmia h

ž Sumb e r b uku, me miliki b o b o t ya ng kura ng

ž Hind a ri sumb e r b e rup a ka mus, b ia sa nya a d a p e ne liti ya ng me ng a rtika n se tia p ka ta d a la m jud ul d g me ng g una ka n ka mus

ž Ta mp a k te o ri ya ng me nunjukka n se b a b a kib a t, jika a d a tind ka n b e g ini ha silnya b e g itu

ž Ka jia n p usta ka ha rus me nunjukka n sta te o f the a rt (sia p a sud a h me la kuka n, ha silnya a p a , d a n a p a ya ng a ka n d ila kuka n d a la m p e ne litia n ini.

(15)

B. Ker angka Pemi ki r an

§ Posisi masalah dalam kait annya dg masalah lain

§ Alur pemikiran (dari masalah, formulasi, dan simplifikasi, dan pemrosesan sampai hasil)

§ Kerangka pemikiran (paradigm), berguna

membant u penelit i memahami fenomena t t g asusmsi2 dunia sosial (pendidikan), bgm ilmu

diorganisir, masalah, penyelesaian masalah, dan krit eria pembukt ian

§ Paradigma dlm ilmu sosial biasa disebut

pendekat an konst rukt ivis at au nat uralist ik at au int erpret at if at au post -posit ivist ik

§ Kerangka pemikiran sebagi model berpikir t t g permasalahn biasanya dibuat dlm diagram alir

(16)

§ Hipot esis lazim digunakan dlm penelit ian kuant it at if

§ PTK (kualit at if) lebih banyak menggunakan PERTANYAAN

PENELITIAN (Grand Tour Quest ion at au a guiding hypot hesis)

§ Hipot esis sejajar dengan Pert anyaan Penelit ian

§ Kalau t erpaksa menggunakan disebut HIPOTESIS TINDAKAN

§ Ist ilah lain hipot esis yg biasa digunakan: hipot esis diagnost ik,

hipot esis prakt is, hipot esis kerja

§ Dlm penyusunan hipot esis hindari ist ilah bernada kuant it at if,

spt PENGARUH, MENENTUKAN, SEBAB, HUBUNGAN

§ Cont oh hipot esis: ungkapan-ungkapan sepert i” baik” ,

“ menarik” , “ benar” sebagai respon t erhadap gagasan siswa dapat menangkal t imbulnya kebingungan siswa dalam

(17)

III. METODE PENELITIAN

A. Se tting Pe ne litian

1 . Lo kasi, bo le h dibe ri se dikit gambaran

te ntang situasi lo kasi

2 . Gambaran te ntang ke lo mpo k siswa atau

subje k yang dike nai tindakan

3 . c atatan: dalam PTK tidak ada po pulasi &

sampe l (kare na hasil pe ne litian hanya

be rlaku untuk ke las yg dike nai tindakan)

(18)

1. Berisi target yang diharapkan

(perubahan apa yang diinginkan dari subjek yang dikenai tindakan)

(19)

1. Rencana Tindakan merupakan bagian dari 4 tahap

PTK, yakni (a) perencanaan; (b) pelaksanaan; (c) pengamatan ; dan (d) ref leksi

2. Berisi gambaran tentang langkah2 riil yang akan

dilakukan dalam tindakan

3. Penjelasan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh

siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan

4. Rencana tindakan sebaiknya dirumuskan bersama

antara pihak yang melakukan tindakan dan pengamat jalannya tindakan (kolaborasi)

(20)

Tahap 2. Pelaksanaan Tindakan

— Guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus tetap wajar

— Dlm ref leksi, keterkaitan antara pelaksanaan dg perencanaan harus teliti supaya sinkron dengan maksud awal

(21)

1. Pengamatan dan tindakan dilakukan pada saat yg bersamaan

2. Guru pelaksana tindakan, karena sibuk dengan kegiatan pembelajaran maka guru sebagai pengamat perlu

melakukan pengamatan balik terhadap peristiwa yang terjadi ketika tindakan berlangsung

3. Guru pelaksana mencatat sedikit demi sedikit peristiwa yg terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya.

(22)

— Tahap ini merupakan inti penelitian tindakan

— Ref leksi dilakukan setelah melakukan tindakan

— Pelaksana tindakan berdiskusi dengan peneliti tentang

implementasi rancangan tindakan

— Guru dapat mengemukakan apa yang dirasakan sudah

tercapai dan mana yang belum (evaluasi diri)

— Pada ref leksi terakhir dan pada siklus terakhir, peneliti

perlu menyampaikan rencana yang disarankan, utk

peneliti lain atau utk dirinya sendiri pada kesempatan lain

— Ref leksi dibuat secara rinci agar siapa saja yang akan

(23)

D. Data dan cara pengam bilannya

1.

Menjelaskan informasi yang menyangkut

indiokator yang ada dalam tindakan, misal: situasi

tanya jawab, semangat untuk mengemukakan

pendapat, dll

2.

Menjelaskan cara yang digunakan peneliti untuk

mengumpulkan data

a. Dokumentas (catatan)

b. Observasi

c. Tes

d. angket

(24)

E. Analisis Data

Berisi tentang bagaimana data yang diperoleh

tersebut dianalisis untuk mengetahui hasil akhir,

melaui langkah reduksi data, paparan data,

(25)

— Reduksi data

Proses penyederhanaan yg dilakukan melalui seleksi, pemfokusan, dan pengabstraksian data mentah

menjadi informasi bermakna

— Pemaparan data

proses penampilan data secara lbh sedrhana dalam bentuk paparan naratif, representasi tabular, termasuk dalam format matriks, grafik, dll

— Penyimpulan

Proses pengambilan intisari dari sajian data yg telah terorganisir dalam bentuk pernyataan/ kalimat dan atau formula yang singkat dan padat tetapi

mengandung pengertian luas.

Referensi

Dokumen terkait

Kendala dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan kelas dalam membiasakan tertib di kelas rendah pada siswa autis di SD Al Firdaus adalah kurangnya peran aktif beberapa

Sesuai dengan hasil penelitian yang ada pada CV. Malu’o Farm di Desa Huluduotamo Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango telah mempergunakan beberapa karyawan

Kadinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat Ka LPMP Sumbar.. Ketua HIMPAUDI Sumbar

Hasil analisa menggunakan uji t beda rerata masing - masing total skor pengetahuan dan sikap yang di dapat dari keluarga pasien rawat inap Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya

Pada pemeriksaan luar dapat ditemukan bau sianida pada tubuh yang dapat dikenali seperti bau almond akan tetapi banyak orang tidak  bisa mendeteksi bau ini sebagian karena

Ipteks bagi Masyarakat (IbM) yang dilakukan pada UMKM pembibitan dan penggemukan sapi potong di kecamatan Kedungpring kabupaten Lamongan untuk menjawab permasalahan belum

Sedangkan proporsi tingkat kepemilikan HP oleh rumah tangga berdasarkan pulau utama di wilayah Indonesia dapat dilihat pada gambar di atas.. Pulau Sumatera, Pulau

Penilaian tertinggi terdapat pada beberapa komponen, antara lain aspek akurasi materi, kegiatan yang mendukung materi, rangsangan untuk mencari tahu, penelitian