HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS KOMUNIKASI AYAH DALAM KELUARGA DENGAN Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah dalam Keluarga dengan Konsep Diri Remaja.

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS KOMUNIKASI AYAH DALAM KELUARGA DENGAN

KONSEP DIRI REMAJA

SKRIPSI

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Gelar Sarjana S-1 Psikologi

Disusun Oleh : Ratna Dwi Ariasti

F 100 010 212

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS KOMUNIKASI AYAH DALAM KELUARGA DENGAN

KONSEP DIRI REMAJA

SKRIPSI

Diajukan kepada F akultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk memenuhi sebagian persyaratan

memperoleh derajat sarjana S-1 Psikologi

Disusun oleh :

Ratna Dwi Ariasti F 100 010 212

FAKULTAS PSIKOLOGI

(3)

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS KOMUNIKASI AYAH DALAM KELUARGA DENGAN

KONSEP DIRI REMAJA

Disusun oleh :

Ratna Dwi Ariasti F 100 010 212

Telah disetujui untuk dipertahankan

di depan Dewan Penguji oleh :

Pembimbing utama

Dra. Hj. Kris Pujiatni, Psikolog tanggal 2006 Pembimbing Pembantu

(4)

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS KOMUNIKASI AYAH DALAM KELUARGA DENGAN

KONSEP DIRI REMAJA

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

Ratna Dwi Ariasti F 100 010 212

Telah dipertahankan di depan dewan penguji Pada tanggal 16 Januari 2007

dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Penguji utama

Dra. Hj. Kris Pujiatni, Psikolog ______________

Penguji pendamping I

Rosana Dewi, S.Psi, M.Si, Psikolog _______________

Penguji pendamping II

Dra. Sri Lestari, M.Si, Psikolog ______________ Surakarta,____________2007

Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Psikologi

Dekan,

(5)

MOTTO

“Menjadilah seperti air, yang selalu berubah namun tetap menjadi air. Dengan kelembutannya dapat mengalahkan kekerasan dan

akan kita dapatkan rahasia dari kehidupan ”.

(Deddy Corbuzier)

“Setiap kesulitan pasti akan teriring kemudahan, yakinlah bahwa Allah pasti senantiasa memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya”.

(Penulis)

(6)

PERSEMBAHAN

Dengan ridho Allah SWT dan penuh kerendahan hati penulis persembahkan karya ini untuk:

v Bapak dan Ibu tercinta, Atas doa dan kasih sayang yang tiada henti.

v Kakak penulis tersayang, Mas Nunung dan Mbak Yulia terima kasih atas cinta dan sayangnya.

v MALIMPA

(7)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahhirobbil’alamin, Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam penyusunan skripsi ini, tidak mungkin lepas dari bantuan, dorongan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Susatyo Yuwono, S.Psi., M.Si, Psikolog, selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah bersedia memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

2. Ibu Dra. Hj. Kris Pujiatni, Psikolog, selaku pembimbing utama sekaligus pembimbing akademik penulis dengan penuh kesabaran telah membimbing, senantiasa memberikan masukan dan saran demi perbaikan skripsi ini serta mengarahkan penulis selama menjalankan studi di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

3. Ibu Rosana Dewi, S.Psi, M.Si, Psikolog, selaku pembimbing pendamping yang senantiasa memberikan masukan, saran dan nasehat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Segenap Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dengan keikhlasan telah mentransfer ilmunya yang sangat berharga kepada penulis serta seluruh staf tata usaha yang telah membantu penulis dalam memberikan pelayanan demi kelancaran penulisan skripsi ini.

(8)

6. Siswa-siswi SMU N I Subah Kabupaten Batang atas kesediaannya meluangkan waktu dan tenaga untuk menjadi subjek penelitian.

7. Bapak dan Ibu tercinta, atas ketulusan yang senantiasa memberikan doa, pengorbanan dan kesabaran serta kasih sayangnya kepada penulis. Penulis sangat sayang kepada Bapak dan Ibu.

8. Kakak penulis tersayang yang selalu memberikan motivasi kepada penulis agar menjadi seseorang yang dewasa dan mandiri, Mbak Ipar penulis dan calon keponakan, penulis menyayangi kalian.

9. Keluarga kedua penulis MALIMPA, yang telah memberikan warna dalam hidup penulis, dengan bersamanya penulis telah mendapat pengalaman hidup yang sangat berarti. Tuhan bersama orang-orang pemberani.

10. Sahabat-sahabat penulis Yayuk, Tinik, Puji, Eni, Ema, Anik, Lia “ini adalah perjuangan kita”, Trias, Rosa dan Teman setia penulis (Mas Bulls). Teman-teman kos Khasanah dan kos MP2 serta teman-teman angkatan 2001 kelas E, terima kasih atas keceriaan dan dukungan yang telah diberikan selama ini.

11. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam menyusun skripsi ini, semoga dengan keikhlasan dan ketulusan yang telah diberikan mendapat balasan dari Allah SWT.

Penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran maupun kritik yang membangun dari seluruh pihak.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL DEPAN ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ... ix

DAFTAR TABEL ... ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

ABSTRAKSI ... xiv

2. Faktor-faktor pembentuk konsep diri ... 11

3. Aspek-aspek konsep diri ... 14

(10)

B. Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah ... 19

1. Pengertian persepsi ... 19

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi ... 20

3. Pengertian komunikasi ... 22

4. Pengertian kualitas komunikasi ... 24

5. Faktor-faktor dalam kualitas komunikasi ... 26

6. Aspek-aspek dalam kualitas komunikasi ... 28

7. Peran ayah dalam keluarga ... 29

8. Persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah dalam keluarga . 32 C. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah Dalam Keluarga Dengan Konsep Diri Pada Remaja ... 34

D. Hipotesis ... 36

BAB III. METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian ... 37

B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 37

C. Subjek Penelitian ... 38

D. Metode Pengumpulan Data ... 40

E. Validitas dan Reliabilitas ... 43

F. Metode Analisis Data ... 45

BAB IV. LAPORAN PENELITIAN A. Persiapan Penelitian ... 47

1. Orientasi kancah SMU Negeri 1 Subah ... 47

(11)

3. Pelaksanaan uji coba ... 51

4. Perhitungan validitas dan reliabilitas ... 51

5. Penyusunan alat ukur untuk penelitian dengan nomor urut baru 53

B. Pelaksanaan Penelitian... 54

1. Penentuan subjek penelitian ... 54

2. Pengumpulan data ... 55

3. Pelaksanaan skoring ... 55

C. Analisis Data ... 56

1. Uji asumsi ... 56

2. Uji hipotesis ... 57

3. Sumbangan efektif ... 57

4. Rerata ... 58

D. Pembahasan ... 58

BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ... 63

B. Saran-saran ... 64

DAFTAR PUSTAKA ... 66

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Blue Print Skala Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah

Sebelum Uji Coba ... 49

2. Blue Print Skala Konsep Diri Sebelum Uji Coba ... 50

3. Susunan Aitem Skala Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah

yang Valid dan Gugur ... 52

4. Susunan Aitem Skala Konsep Diri yang Valid dan Gugur ... 52 5. Susunan Aitem Skala Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah

untuk penelitian dengan nomor urut yang baru ... 53

6. Susunan Aitem Skala Konsep Diri

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

A. Hasil Analisis Validitas dan Reliabilitas Skala Persepsi Terhadap Kualitas

Komunikasi Ayah ... 70

B. Hasil Analisis Validitas dan Reliabilitas Skala Konsep Diri ... 77

C. Uji Asumsi ... 84

D. Hasil Analisis Product Moment ... 90

E. Skala Try Out ... 104

F. Skala Penelitian ... 111

G. Norma Pengkategorian ... 118

(14)

1

ABSTRAKSI

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS KOMUNIKASI AYAH DALAM KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI REMAJA

Konsep diri pada dasarnya merupakan pengertian dan harapan individu mengenai bagaimana dirinya dalam realita sesungguhnya baik fisik maupun psikologis. Pembentukan konsep diri pada individu diperlukan untuk dapat menilai secara wajar dirinya ketika berinteraksi dengan orang lain. Hal ini berarti perkembangan konsep diri individu dapat dipengaruhi oleh keadaan dan sifat orang lain, salah satunya adalah persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah dalam keluarga. Komunikasi yang berkualitas selalu memperhatikan adanya sikap pengertian, keterbukaan, kejujuran, kepercayaan, menghargai, empati, dan mampu mendengarkan secara aktif. Bagi remaja, apabila kebutuhan untuk berkomunikasi dengan ayahnya tidak terpenuhi dapat memberikan dampak yang merugikan bagi remaja yang bersangkutan. Remaja menjadi tidak puas dengan peran ayahnya sebagai pendidik, panutan sekaligus teman bagi anak-anaknya sehingga akan mempengaruhi pembentukan konsep tentang dirinya.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah dalam keluarga dengan konsep diri pada remaja. Hipotesis yang diajukan peneliti adalah ada hubungan positif antara persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah dalam keluarga dengan konsep diri pada remaja. Semakin positif persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah, maka konsep diri individu akan semakin baik dan sebaliknya semakin negatif persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah dalam keluarga maka konsep diri pada individu juga akan negatif.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMU Negeri 1 Subah di Kabupaten Batang. Subjek yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 116 orang yang terbagi menjadi dua yaitu 40 orang digunakan sebagai subjek try out dan 76 orang digunakan sebagai subjek penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive non random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah dan skala konsep diri.

Berdasarkan hasil analisis product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,572 dengan p < 0,01 artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah dengan konsep diri. Hal ini berarti semakin positif persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah, maka konsep diri individu akan semakin baik dan sebaliknya semakin negatif persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah dalam keluarga maka konsep diri pada individu juga akan negatif.

Hasil penelitian ini diketahui variabel persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah mempunyai rerata empirik sebesar 108,013 dan rerata hipotetik sebesar 105, artinya persepsi terhadap kualitas komunikasi ayah pada subjek penelitian tergolong sedang. Sedangkan variabel konsep diri diketahui rerata empirik sebesar 79,276 dan rerata hipotetik sebesar 100, artinya konsep diri pada subjek penelitian tergolong rendah.

(15)

2

komunikasi ayah seperti keadaan fisik, usia, jenis kelamin, pengalaman bermakna dan interaksi sosial.

(16)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...