• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengenalan Wajah Menggunakan Metode Independent Component Analysis.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengenalan Wajah Menggunakan Metode Independent Component Analysis."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak

PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN

METODE INDEPENDENT COMPONENT ANALYSIS

Rudy Hova / 0222165

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha

Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung 40164, Indonesia

Email : [email protected]

ABSTRAK

Ada banyak cara dalam mengenali identitas seseorang. Salah satunya

adalah dengan menganalisa karakteristik pada tubuh orang tersebut. Ukuran

fisiologis dan sifat atau kebiasaan yang terdapat pada individu (seperti sidik jari,

pola tanda tangan, tampilan wajah, pola berjalan) yang digunakan untuk

mengenali seseorang disebut biometrik. Banyak ukuran fisiologis dan kebiasaan

dari seseorang yang bersifat unik. Oleh karena itu, teknologi biometrik ini lebih

andal dalam mengenali identitas seseorang.

Dalam laporan Tugas Akhir ini dijelaskan mengenai suatu sistem

pengenalan identitas manusia dengan menggunakan wajah sebagai parameter

pengenalnya, atau yang biasa dikenal dengan sistem pengenalan wajah. Tujuan

dari sistem yang dibuat adalah melakukan pengenalan pada gambar masukan

terhadap gambar pada database sistem, dengan keputusan dikenali atau tidak

dikenali gambar masukan sebagai salah satu individu pada database. Metode

pengenalan wajah yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode

Independent Component Analysis.

Pada sistem pengenalan wajah menggunakan metode Independent

Component Analysis, perbedaan intensitas antara dua gambar (difference image),

merupakan karakteristik penting yang dapat menggambarkan variasi gambar

wajah seseorang. Difference image dapat diklasifikasikan ke dalam dua class,

Universitas Kristen Maranatha

(2)

Abstrak

yaitu intrapersonal variations class dan extrapersonal variations class. Jika

difference image berada dalam intrapersonal variations class maka dapat

dikatakan bahwa dua gambar pembentuk difference image merupakan gambar dari

orang yang sama, dan sebaliknya jika difference image berada dalam

extrapersonal variations class, maka dapat dikatakan bahwa dua gambar

pembentuk difference image merupakan gambar dari orang yang berbeda.

Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, sistem pengenalan wajah

menggunakan metode Independent Component Analysis memiliki tingkat

keberhasilan pengenalan sebesar 87.87 %.

Universitas Kristen Maranatha

(3)

Abstrak

FACE RECOGNITION USING

INDEPENDENT COMPONENT ANALYSIS METHOD

Rudy Hova / 0222165

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha

Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung 40164, Indonesia

Email : [email protected]

ABSTRACT

There are lots of ways to recognize one’s identity. One of them is by

analyzing the body’s characteristic of the person. The measurable characteristic or

personal trait used to recognize the identity or verify the claimed identity is

referred as biometrics. Lots of this measurable characteristic has a unique

character. Therefore this biometrics technology is more reliable for recognizing

someone’s identity.

In this final project, it is explained about human identification system

using face as its identification parameter, which is known as face recognition

system. The purpose of the system that built is to recognize an input image toward

existing images in system database. The system decision for the input image is

recognized or not recognized as a person in database. The face recognition

method used in this final project is Independent Component Analysis.

Face recognition using Independent Component Analysis method believes

that the intensity difference between two images (difference image) can describe

the variation of someone’s face. Difference image can be classified into two

classes, mainly intrapersonal variation class and extrapersonal variations class. If

difference images lies in intrapersonal variation class, then it could be sad that the

two images which construct the difference image belong to the same individual

and if the difference image lies in extrapersonal variation class, then the it could

Universitas Kristen Maranatha

(4)

Abstrak

be said that the two images which construct the difference image belong to two

different individuals.

Based on experimental results, face recognition system using Independent

Component Analysis method achieves successful recognition rate about 87.87 %.

Universitas Kristen Maranatha

(5)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ………....……….………….i

ABSTRACT ………....……….………...iii

KATA PENGANTAR ………...………...… iv

DAFTAR ISI ……… vi

DAFTAR GAMBAR ...viii

BAB I. PENDAHULUAN ……….………1

1.1. Latar Belakang ………….………1

1.2. Identifikasi Masalah ………….………2

1.3. Perumusan Masalah ……….………2

1.4. Maksud dan Tujuan ……….………2

1.5. Pembatasan Masalah ……….………2

1.6. Sistematika Penulisan ……….3

BAB II. DASAR TEORI ……….………4

2.1. Deteksi Wajah ……….………6

2.1.1. Segmentasi Kulit ……….………7

2.1.2. Proses Morfologi ………....10

2.1.3. Connected Region Analysis ………... 11

2.1.4. Ekstraksi Wajah ………... 12

2.2. Independent Component Analysis .………...11

BAB III. PERANCANGAN SISTEM ………...17

3.1. Deteksi Wajah ………...19

3.2. Perhitungan ICA (Independent Component Analysisi) ...24

BAB IV. SIMULASI DAN ANALISA ………...27

4.1. Deteksi Wajah ………...28

4.2. Konstruksi ICA ………...33

4.3. Klasifikasi ………...35

(6)

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ………...40

5.1. Kesimpulan ………...40

5.2. Saran ………...40

DAFTAR PUSTAKA ...42

LAMPIRAN A: KODE PROGRAM

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Proses face recognition ………4

Gambar 2.2 Proses deteksi wajah ………7

Gambar 2.3 Korelasi antara nilai Cb dan Cr yang menunjukan warna kulit ……9

Gambar 2.4 Nilai Cb dan Cr untuk warna kulit dan untuk seluruh gambar ……9

Gambar 2.5 Proses erosi dan dilasi ………..11

Gambar 2.6 Model dari perhitungan ICA ………..………..14

Gambar 2.7 Blind Source Separation model ………..15

Gambar 3.1 Diagram blok perancangan sistem ………..17

Gambar 3.2 Diagram alir sistem pengenalan wajah ...18

Gambar 3.3 Diaram alir proses deteksi wajah ...19

Gambar 3.4 Diagram alir pembatasan warna dan proses morfologi …………..21

Gambar 3.5 Diagram alir proses region analysis ………..22

Gambar 3.6 Diagram alir ekstraksi gambar wajah ………..24

Gambar 3.7 Diagram alir perhitungan ICA ………..26

Gambar 4.1 Komponen YCbCr ………..29

Gambar 4.2 Gambar topeng hasil proses segmentasi kulit ………..30

Gambar 4.3 Gambar topeng hasil proses morfologi ………..31

Gambar 4.4 Gambar topeng hasil proses connected region analysis …………..32

Gambar 4.5 Average face ………..33

Gambar 4.6 Set ICA ………..34

Gambar 4.7 Jarak Euclidian dan jarak cosinus ………..35

(8)
(9)

% %%Program Utama

(10)

% spherex

fprintf('\nsubtracting mean\n'); mx=mean(x');

x=x-(ones(P,1)*mx)';

fprintf('calculating whitening filter\n'); c=cov(x');

w=w+L*(BI+(1-2*(1./(1+exp(-u))))*u')*w; if count>F

fprintf('****sweep=%d, change=%.4f angle=%.1f deg., [N%d,M%d,P%d,B%d,L%.5f]\n',...

sweep,change,180*angle/pi,N,M,P,B,L);

(11)

%%% proses crop gambar

LabelDir = 'C:\Documents and Settings\HOVA\Desktop\ICA\program\Program Asal\' imgDir = 'C:\Documents and Settings\HOVA\Desktop\ICA\program\Program

asal\Sumber\'

destdir = 'C:\Documents and Settings\HOVA\Desktop\ICA\program\Program asal\Hasil\'

mean_eye_x = mean([marks(i-2,1), marks(i-2,3)]); mean_eye_y = mean([marks(i-2,2), marks(i-2,4)]);

dEteeth_eyes = sqrt((marks(i-2,5)-mean_eye_x)^2 + (marks(i-2,6)-mean_eye_y)^2);

%scale

yscale = TEETH_EYES / dEteeth_eyes; xscale = EYES / dEeyes; height_new = yscale*height; width_new = xscale*width;

tmp0=imresize(I,[height_new,width_new],'bicubic');

Reye_x = marks(i-2,1); Reye_y = marks(i-2,2);

W = 500;

padcols = zeros(size(tmp0,1),W); padrows = zeros(W,size(tmp0,2)+W); padcols = uint8(padcols); padrows=uint8(padrows);

tmp = [padrows;padcols,tmp0];

tmpx = xscale*Reye_x - W +W; tmpy = yscale*Reye_y - W +W; tmp1 = imcrop(tmp,[tmpx,tmpy,2*W,2*W]);

(12)

%figure(2);imshow(tmp1)

angle = 180/pi*atan((yscale*dyeyes)/(xscale*dxeyes)); tmp2 = imrotate(tmp1,angle,'bicubic','crop');

%figure(2); imshow(tmp2);

x = W - (XSIZE-EYES)/2; %y = W - YSIZE/2; y = W - YSIZE*1/3;

tmp3=imcrop(tmp2,[x,y,XSIZE,YSIZE]); figure(1); imshow(tmp3);

%save

[imgName, R] = strtok(imgName, '.'); fname = [destdir,imgName, '.pgm']; imwrite(tmp3,fname,'pgm')

end

(13)

%%%proses penandaan bagian wajah

imgdir = 'C:\Documents and Settings\HOVA\Desktop\ICA\program\Program asal\Sumber\'

destdir = 'C:\Documents and Settings\HOVA\Desktop\ICA\program\Program asal\Hasil\'

save Labels marks r

(14)

% % %proses klasifikasi

function [testPerf,rankmat,rank] = nnclassFn(train,test,trainClass,answer);

numTest = size(test,2); numTrain = size(train,2);

dists=-1 * cosFn(test,train);

[Sdist,nearest] = sort(dists');

Nnbr = nearest(1,:); testClass = trainClass(Nnbr);

correct = find( (testClass - answer == 0)); testPerf = size(correct,1) / size(answer,1) if(size(correct,2)>size(correct,1))

function [S] = cosFn(mat1,mat2),

denom = sum(mat1.^2,1)*sum(mat2'.^2,2);

denom (find(denom==0)) = 0.00000000000000000000001; numer = mat1'*mat2;

S = numer./denom;

(15)

Bab I Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Dewasa ini teknologi pengenalan wajah semakin banyak diaplikasikan antara

lain untuk sistem pengenalan biometrik (yang dapat juga dikombinasikan dengan fitur

biometrik yang lain seperti sidik jari dan suara), sistem pencarian dan pengindeksan

pada database citra digital dan database video digital, sistem keamanan kontrol akses

area terbatas, konferensi video, dan interaksi manusia dengan komputer.

Melalui pengembangan suatu teknik seperti Independent Component Analysis

(ICA), komputer sekarang dapat menyerupai kemampuan otak manusia dalam

berbagai pengenalan wajah, terutama tugas-tugas yang membutuhkan pencarian pada

database wajah yang besar.

Agar dapat memahami dan mengetahui kinerja sistem pengenalan wajah,

maka dalam Tugas Akhir ini akan dilakukan pengujian melalui simulasi. Diharapkan

Tugas Akhir ini dapat menambah pengetahuan dan memberikan masukan yang cukup

berguna bagi rekan mahasiswa-mahasiswi lainnya khususnya mahasiswa-mahasiswi

Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Maranatha.

(16)

Bab I Pendahuluan 2

I.2 Identifikasi Masalah

Masalah yang akan diidentifikasi dalam tugas akhir ini adalah pengenalan

wajah pada citra digital menggunakan metode Independent Component Analysis.

I.3 Perumusan Masalah

Bagaimana penerapan ICA dalam mencari komponen-komponen independent

dari sumber (wajah)?

I.4 Maksud dan Tujuan

Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat suatu desain dan implementasi

sistem pengenalan wajah dengan masukan berupa citra digital sembarang. Sistem ini

akan menghasilkan subcitra yang berisi wajah-wajah yang telah berhasil

diidentifikasi.

I.5 Pembatasan Masalah

Masalah-masalah yang akan dibatasi dalam Tugas Akhir ini antara lain :

1. Gambar input yang akan diuji, memiliki dimensi maksimal 500 x 500 piksel.

2. Jenis citra yang digunakan adalah citra berwarna, dengan format JPEG.

3. Wajah yang akan dideteksi adalah wajah yang menghadap ke depan dan

hanya terdapat satu wajah dalam gambar masukan.

4. Metode yang dipakai adalah metode Independent Component Analysis.

(17)

Bab I Pendahuluan 3

5. Simulasi menggunakan Matlab 6.5.1.

I.6 Sistematika Penulisan

Agar dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini lebih terarah dan teratur serta

terstruktur maka akan dibagi dalam :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi latar belakang, identifikasi masalah, perumusan masalah,

maksud dan tujuan, pembatasan masalah, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Berisi pendahuluan, teori dari Independent Component Analysis.

BAB III PERANCANGAN

Berisi perancangan dari program Pengenalan Wajah Menggunakan

Metode Independent Component Analysis.

BAB IV DATA PENGAMATAN

Menampilkan hasil pengamatan terhadap program yang telah

dirancang.

BAB V KESIIMPULAN DAN SARAN

Berisi kesimpulan dan saran.

(18)

Bab V Kesimpulan dan Saran

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah sebagai

berikut :

1. Sistem pengenalan wajah menggunakan metode Independent Component

Analysis pada Tugas Akhir ini telah berhasil direalisasikan.

2. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, performa sistem pengenalan wajah

yang menggunakan metode Independent Component Analysis memiliki tingkat

keberhasilan pengenalan sebesar 87,87 %. Performa pengenalan dapat

ditingkatkan dengan menambah jumlah intrapersonal training difference image

dan dengan menggunakan parameter M yang lebih besar pada proses training.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat dirumuskan

beberapa saran sebagai berikut, yaitu :

1. Pendefinisian kotak wajah yang berlebih pada proses deteksi wajah disebabkan

oleh penyesuaian terhadap dimensi gambar pada training set. Oleh karena itu,

dengan memilih ukuran training set sesusai ukuran wajah (bukan ukuran persegi)

(19)

Bab V Kesimpulan dan Saran 41

dapat dipilih gambar wajah yang lebih tepat dan mengurangi bagian latar

belakang gambar yang terbawa pada gambar wajah keluaran proses deteksi wajah.

2. Dengan membuang bagian latar belakang gambar yang masih terdapat dalam

gambar wajah yaitu dengan melakukan proses masking pada gambar, akan

meningkatkan kemampuan sistem dalam melakukan pengenalan.

3. Dengan memperbesar ukuran gambar training set dan menambah jumlah gambar

untuk satu individu dalam kondisi yang berbeda-beda, seperti pose dan ekspresi

yang berbeda-beda, kondisi cahaya yang bervariasi, penggunaan aksesoris kepala,

dan kondisi lainnya, yang digunakan sebagai training set, kemampuan sistem

dalam mengenali identitas akan meningkat.

4. Untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem pengenalan wajah, diperlukan suatu

sistem yang mampu memisahkan gambar wajah dari gambar latar secara otomatis

dan melakukan proses identifikasi secara real time.

(20)

Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

1. Bartlett, M. S., Movellan, J. R., Sejnowski, T. J., “Face Recognition by

Independent Component Analysis”, IEEE Transactions on Neural Networks,

Vol. 13, No. 6, November 2002.

2. Bartlett, M. S., Movellan, J. R., Sejnowski, T. J., “Face Modeling by

Infromation Maximization”.

3. Bruce A. Drapper, Kyungim Baek, Marian Stewart Bartlett, J. Ross Beveridge,

“Recognizing Faces with PCA and ICA”, Department of Computer Science

Colorado State University.

4. Stone, James V., “Independent Component Analysis”, A Tutorial Introduction.

5. Stone, James V., “Independent Component Analysis: an introduction”,

TRENDS in Cognitive Sciences Vol. 6 No. 2 February 2002.

6. Bartlett, Marian Stewart., “Information Maximization in Face Processing”,

Institute for Neural Computation, University of California, San Diego.

7. Hyvarinen, Aapo., Oja, Erkki., “Independent Component Analysis:

Algorithms and Applications”, Neural Networks Research Centre, Helsinki

University of Technology, Finland.

8. Bartlett, Marian Stewart., Sejnowski, Terrence J., “Viewpoint invariant face

recognition using independent component analysis and attractor networks”.

(21)

Daftar Pustaka 43

9. Chengjun, Liu., Wechsler, Harry., “Comparative Assessment of Independent

Component Analysis (ICA) for Face Recognition”, Department of Computer

Science, George Mason University, USA.

10.Te-Won, Lee., Girolami, Mark., Bell, Anthony J., Sejnowski, Terrence J., “A

Unifying Information-theoretic Framework for Independent Component Analysis”, Howard Hughes Medical Institute, Computational Neurobiology

Laboratory, The Salk Institute, California.

Referensi

Dokumen terkait

BPK b.Inspektorat Kota Mataram a.85% b.80% Mewujudkan akuntabilitas kinerja Meningkatnya akuntabilitas kinerja di lingkungan pemerintah Kota Mataram Persentase hasil

○ Jika Pembeli memilih produk utama & tambahan untuk memenuhi syarat pembelian Kombo Hemat, harga dan batas pembelian dari Kombo Hemat yang akan berlaku. ○ Jika Pembeli

(iii) On the spot: untuk menjaga agar nilai dan purchasing power ribawi item tidak naik atau turun karena telah berbedanya waktu (hari) yang berpotensi merubah harga barang

9 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu

Dengan adanya kemungkinan bahwa jam operasi mesin yang tersedia tidak digunakan seluruhnya, maka tujuan yang diharapkan untuk dicapai, juga dapat diartikan sebagai

Sehingga diperlukan cara-cara yang tepat agar setiap gangguan pada jaringan distribusi kabel tanah dan lokasi gangguannya dapat diketahui dengan cepat dan tepat,

”Salah satu cara yang dapat digunakan perusahaan untuk mencapai efisiensi biaya adalah melalui manajemen berbasis aktivitas atau Activity Based Management (ABM).” Activity

Jelaslah lagi dari hadis tersebut bahwa al-faqr adalah istilah bagi orang yang tak berpunya, karena itu kata al-faqr diantonimkan dengan kata ganiyyun artinya "orang