Volume
14,Nomor
2,Mei
2015ISSN
1411-
9293IURNAL MANAIEMEN
I'ENCARUH PROFITAB]I-ITAS, PEITTUN'IBU]IAN PENJUALAN, STRUKTUR AI(TIVA, DAN RISIKO B]SNIS TEITHADAP STRUKTUR NIODAL PADA EI\,IITEN
KO]\4PAS 1()() (NON PERBANKAN) Pauline Natalia
PERANAN KEPUASAN DALAM MENINGKATKAN LOYA]-ITAS PELANGGAN (STUDI PADA PELANGGAN I,IANIFAAT ATRIBUT PRODUK SIN4PATD
Kezia Kumiawati dan Kartika Imasari Tjiptocllolo
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (STUDI
I'{SUS
PADA CHARLY \THT FAN,IILY KARAOKE CABANC CARUT) Elis Re1'nata SulaemanPENCARUH ELEMEN B]LAND (NO],1'1,EDGE DAN BITAND EQLIITY TERHADAP REI'LIRCHASE lNTENTION
Bakti Jean La$,'as Lah'u
HUBUNGAN
PSYCAP DENGAN KINERJAI'{RYAWAN
PT,X BANDUNCh^.an HanaJi Lilvarto dan
Albet
Kulnia$,dr
ANALISIS TAKTOR-FAKTOR YANC MEN,IPENGARUHI ORCANIZATIONAI CITIZENSHlP BEILAVIOR PADA KARYAWAN BPR DI BATAM
lenetha Kartika dan E\.i silvana Muchshati
MENERAPKAN COACHING SEBAGAI GAYA KEPEMIMPINAN MASA
KINI
Rusli Ginting Munthe
I.Mn,
Vol.
14No.
2Hlm.'141
- 280Bandung
Mei
2015
ISSN
Jurnal
Mana.jemen
Volume
14,
N0.
2,
Mei 20LS
Volume
14, Nomor 2,Mei
2015Jumal
Manajemen diterbitkan UniversitasKriste[
Maranatha, bulan November danMei
Pelindung:Penatrggung Jawab :
Pimpinan Redaksi dan Ketua Dewan
Pe[yunting
:Penlurting
Ahli
(Mitra
Bestari):Penyunti[g Pelaksana dan
Perapil/Editor:
Tata IIsaha-/Sekretariat :
ISSN
t4t
I
S2g3.IURNAL
MANAIEMEN
oleh Juusan Ma[aieme[
Fakultas Ekonomlterbit
2
(dua)kali
<lalamI
(satu) tahun padaDekan Fakultas Ekonomi Kajur Manajemen
Ida, S.E.,
M.M.
Prof. Dr. Wilson Bangur, S.E., M.Si. Prof. Dr. Marcellia Susaq S.E.,
M.T.
Dr.
Hi.
Anny Nurbasari, S.E., M.P. Dra. Tatik Budiningsih, M.S. Lina Anatan, S.E.,M.Si.
Boedi
Hatadi
Kuslina, S.8.,M.B.A.
Henky Lisan Suwamo, S.8., M.Si. Prof. Dr. Basu Swastha Dhaimmesta.
M.B.A.
(UGM)
Ifna
EIIitar,
Ph.D.(Unive$itas
Widyamandala)
Dr.
Sumamo Zein, S.E,.M.Si.
(Universitas Prcsiden)k.
JohnWelly,
M.Sc.(ITB)
Meily
Margaretha, S.E., M.Ed. JuliaDiniaty
Alamat
Penyunting
dan Tata Usaha:Program
StudiManajemen,
FakultasEkonomi
Universitas
Kristen
Maranatha
Jl.
Prof.
Drg.
Suria Sumantri,
MPH. No.
65
Bandung
'lelepor
0Z2
2O12186ext. 1542
Email: jumal_manajemen @yahoo.co.id
i
l-Jurnal
Manajemen
Volume
14,
N0.
2,
Mei
2015
Volume 14, Nomor 2, Mei
2015
ISSNl4lt
9293JURNAL MANAJEMEN
DAFTAR ISI
PENGARUH
PROFITABILITAS,
PERTUMBUIIAN
14I-164PENJUALAN, STRUKTUR
AKTfVA,
DANRISIKO
BISNISTERIIADA?
STRUKTURMODAL
PADA EMTTEN KOMPAS1OO (NON PERBANKAN)
Pauline Natalia
PERANAN
KEPUASAN
DALAM
MENINGKATKAN
165-174LOYAIITAS
PELANGGAN(STUDI PADA PELANGGAN
MANFAAT ATRIBUT
PRODUKSIMPATI)
Kezia Kurniawati dan
Kartika
ImasariTjiptodjojo
PENGARUH
KUALITAS
PELAYANAN
TERI{ADAP
175-196 KEPUASANPELANGGAN
(STI]DI
KASUSPADA
CIIARLY
}TIT FAMILY
KARAOKE
CABANG GARUT) Elis Reynata SulaemanPENGARUH
ELEMEN
BRAN'
KNOWLEDGEDAN
BRAND
197 222EQUITY TERIIADAP REPU RCHASE
INTENTION
Bakti Jean Lawas Lawu
HUBUNGAN
PSYCAP DENGANKINE&IA
KARYAWAN
223_244PI.X
BANDI]NG
Iwan Hanafi
Liwarto
dan Albert KurniawanANAIISIS
FAKTOR"FAKTOR
YANG
MEMPENGARUHI
245_Z7OORGANIZATIONAL
CITIZENSHIP
BEEAVIOR
PADAKARYAWAN
BPR DIBATAM
Jenetha
Kartika
dan Evi silvana MuchsinatiMENERAPKAN
COACEING
SEBAGAI GAYA
271-2AOJ
r^ut
Mq!4!I9tJg!
14.\9Ly!
HI]BUNGAN
.PSYCAP
DENGAN
KINERIA
KARYAWAN
PT.XBANDUNG
Oleh:
Iwan Hanali
Liwarto
,'
Albert KurniawanFakultas Ekonomi-Jurusan Manajemen UK. Mamnatha Bandung
I
Abstmct : The rcsearch of rhis study is about psychological Capital (psycap) theory
that
is
proposedby
Lurhans,it
is still
new and limitedth;rv.
Luaans divi,fes P<ycaplheory
inlo
4
(four)
dimensionr: Hope. SellEfficaci.
Re\itieDc). and Optimism. From the previous research, psycap linkedto
employee perfonnance.Luthans, Avolio, Avey and Nonnan (2006) concluded
that
There were significantpisitiv€
effects amongfour
dimensions (Hope, Self-Efficacy, Resiliency, andOptimism)
to
satisfactionand
employee performance.Tjakaatrnadja
andFebriansyai (2006 and 2007) have irvesrigated the relationship among psycap, the learning environment as extemal factor (moderator vafiable) and
stude;icp,lfu.
uperforrnxnce indicator).The objecdve of lhis re\earch
i!
lo determine the description of Psycap and employee perfoma[ce atpLX
and ultimately to determine wh;thertherc is a rclationship of Psycap with employee performance. This research is using
non-probability merhod which is purposive Sampling and
it
took 66 employeesai
respondents. The type of this research is using associative research. The .e"ott ot 66 respondents proved that Psycap of the employee at
pLX
Bandung is high and theresult
of
the
employee perfomanceis
also havinghigh mte. And
thereis
asignificant relationship between employee performance and psycap simultaneously
or partially. Self-Efficacy, Hope, and Resiliency have average, and Optimism have
high rate to employee perfomance.
Keywords: Psychological Capital, Employee Capital
PENDAHI]I,I]AN
Setiap organisasi berkepentingan terhadap
ki[eda
terbaik yang mampu dihasilkan oleh mngkaian sistem yang berlaku dalam organisasi tersebut. Kemampuan dalam mengelola sumber daya manusia (ka4,awan) merupakan salalr satu faktor L:unci untuk mendapatkan kinerja terbaik, karena orgarlisasi selain menangani masalahkehanpilan
dan
keahlian,juga
berkewajiban membanglnperilaku
kondusifkaryawan untuk mendapatkan kineda terbaik (IIusnawati, 2006).
Tantangan perusahaan terbesar adalah
tidak
semua karyawan (anggota perusahaan) dapat melakukai perubahan perilaku di tempat kerjadan
beradaftasi dengan tujuan perusahaan.Hal
yang menyebabkan karyawansulit
melakukanperubahan adalah faktor
hremal
(morivasi, tujuan, harapan, tingkat pendidikan).. Selain itufakor
ekemal
(kondisi perusahaan, dan dukungan dari adsan ataupundan Alhert bakat dengM mengembangkan kemampuan suatu organisasi akat menjadi (Martini,2010).
Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yarg dicapai oleh seorang karyawan dalam kemampuannya melaksanakan tugas-tugas
sesuai dengan tanggung jawab yang dibedkan oleh atasan kepadanya. Kineda
karyawan juga dapat diartikan sebagai suatu hasil dan usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi teltentu (Mangkunegar4
2001).
Pengefiian
di
atas memberikan pemahaman bahwakineda
karyawanmerupakan sejurnlah
onqnt
dari outcomes yang dilasitkan karyawan, baik yangberbentuk materi (kuantitatif) maupun yang berbentuk non-materi (kualitatiD.
Kinerja
karyawanakan
diarahkanuntuk
mencapaitujua[
organisasi secara keseluruhan. Artinya, apabila kineda karyawan di dalam sebuah organisasi beialatrdengan baik maka akan bemkibat pada pencapaian tujuan organisasi yang baik puta.
Perusalaan yang sehat tercemin dari anggota organisasinya yang marnpu
bertalan melalui berbagai tantangan dan persaingan usaha. Sudut pandang anggota
orgadsasi
yang
positif
membed daya
hidup,
melgembangkan,dan
saling menghargai. Perilakupositif
dapatberupa
keluhurm dan kineda Organisasi,membangu keuletan (Rerilierce), investasi untuk kekuatan, dan emosi positif dalam organisasi (Gunawan, 2011:143). Dengan terciptanya budaya positif akan membantu meningkatkan pedonna (kinerja) karyawan menjadi lebih baik.
Berbagai
teori
mendukung tentangPosriye
Behayior-'leoi
tetbanr dicetuskanoleh
Luthansyang
dikembangkanner4adi
PsychologicalCapial
(Psycap). Dalam buku dan artjkelnya, Luthans membagi Psycap oenjadi empar
sikap positif yang disingkat dengan H.E.R.O. Eope,
di
mana karyawan memilikiharapan untuk berhasil, Self-EJficacy, karyawan memiliki Iasa kepercayaan diri, Resile qJ, ketika dihadapkan kepada rnasalah karyawan memiliki ketabahan dan
mampu menghadapi permasalahan tersebut hingga mencapai sukses, Optimism, \aryawan memiliki suatu pengharapafl positif tentang keberhasilat saat ini dan masa
depan (Avolio, & Lutt ans, 2007:3, dalam Hidayat ,et al
2009:2)-Fenomena
yang tedadi
di
perusahaanBUMN
dalam
hal
ini
pT.X, perusahaan yang bergerakdi
bidangjasa
telekomunikasi. FokusPLX
adalah memberikan jasa eagir€€nrg bidang infokom (ICT) yang sesuai dengan spesiflkasida;r
permintaanklien
serta memaksimalkannilai.
Para karyawan cenderungmelakukan pekerjaan
seperti
yang
dituntut
atasannyatanpa
melakukan pengembangan lrcativitas,atau
motivasi untukberubah. Hal
ini
dikarenakanstuuktu org:ulisasi
Pt.X
adalai
struktur organisasi yangbeNifat
mekanistis_Komunikasi satu amh yang berasal dari atasan menyebabkan turunnya daya inovasi karyawan. Salah satu contoh fenomena yang terlihat pada karyawan
pI.X
adalahsulit
beradaptasi dengan perubahan yaflg disampaikan dalam pelatihan. Melihatfenomena tersebut, pihak manajemen membedtrr:an beberapa program pelatihan yang
berkaitalr dengan manajemen perubahan. Pada tahun 2011,
PI.
X
melakukanpelatihan
Psycap
untuk meningkatkan semangat positif dan membangun budaya perusahaan yang unggul sesuai pro$am pelatihan yang dicanangkan. BerdasarkanIatar belakang
di
atas, maka peneliti memilihjudul
"Hubungan psycap denganKineda Karyawiur PT.X, Bandung"
Jumal Manajemen, Vol.14, No.2, Mei 2015
RIMUSAN MASALAH
Berdasarkan konteks penelitian
di
atas, beriL:trt diuraikan pertanyaan pokok yangalcan dicari jawabannya melalui penelitian ini, yaitu:
l.
Bagaimam
gambaranPsycap (Hope,
Self-EJficacy, Resilieq,
dan Optinisn) padakaryawan PT. X Bandung?Bagaimana gambaran Kinerja Karyawan pada
Pf.
X Bandung?Adakah hubungan PsyCap dengan kinerja karyawatr pada
PL
X Bandung?KERANGKA
PEMIKIRAN
Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, tantangan bisnis seperti modemisasi,
globalisasi, dan pengembangan karyawan berbakat (developitlg talenr) fienjadi semakin kompleks seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan
kecepatfi
dan pengatumn struktur bistris.Pengelolaan Sunrber Daya Manusia (SDM) yang sering dipandang sebagai
pusat admirdstratif, metrjadi salah satu
titik
tumpuanyary
paling penting dalammeningkatkan vitalitas dan posisi pekerjaan
di
masa depan.Agar
memperoleh manfaat lebih dari pengelola SDM, dibutuhkan suatu perspektif / pandangan baru.di dunia.
pengelola.SDM.
PengelolaSDM
halus mampu melakukan perubahan, dengan menganggap karyawan sebagai mitra dan membedkannilai
tambah bagi mereka adalah dengan melakukan pelatihan.Feed backltimbal balik yang dilalxkan SDM adalah melakukan penilaian kinerja mereka. Tujuan daripada penilaian kinerja adalah untuk mengevaluasi perkembangan alalam mencapai target yang telah ditentukan, di rnana tujuan utama
adalai
menghubungkantujuan
setiapindividu
dengantujuan
organisasi danmemnstikan tujuan tercapai. Dalam penilaian kinerja
juga
harusdiiringi
denganperilaian tingkat
kepuasan karyawanke
arah konsep keterlibatan karyawan(Engagement). Keterlibatan karyawan berfokus pada konsep
di
mana karyawanterlibat secara penuh dan merasa antusias akan pekeiaannya, daripada sekedar merasa puas akan pekerjaannya. lndikator utama keterlibatan mencalup pe$epsi
akan pentingnya pekedaan yang dilakukar\ harapan yang jelas, peluang peningkatan
kaier, umpan ba]ik, persepsi tethadap nilai-nilai organisasi, dan pada
aliirnya
akan meningkatkan kineda karyawan.Kinerja karyawan yang
tinggl
sangat ditentukanoleh
sikap karyawan.Apabila karyawan mendapat stimuli
/
rangsanganpositif,
mampu termotivasi, dan mengembangkan ide-ide inovatif makakineia
mereka akan memilikinilai
yangtinggi.
Ciri-cin
karyawan yang memiliki kinerja baik adalah mereka akan lebihFoduktif,
lebih jarang mangkir/
bolos, lebih dapar diandalkan, memiliki loyaliras tinggi. danberlonribu\i
dalam mengurangi rrl,',? orpr.Hal
di
atas adalah sebagiankecil dari
tanda-tanda kinerja yang tinggi. Banyak penelitian menemukarr faktorfahor
yang
mempengaruhi kineda parapeke{a.
Spencerand
Spencer(
1993) menjelaskan bahwakinerja
seseorangdipengaruhi oleh kompetensi kedanya, yang dapat diklasifikasitan atas kompetensi
re*Jikal (hard
competenceatau
hard
shlts)
dan
kompetensiperilaku (sof
competence atau soft skills). Lebih jauh, Spencer menjelaskan baiwa kompetensi s€seorang terbentuk dari lima unsur, yaitu motif (rn river), watak
(r"drr),
konsepHubungan Psvcap
dengan...
Iwan dan Albert... Kelima unsur kompetensi individu tersebutdi
atas, membentuk kompetensi keda seseoranS, yang akan menentukan kineianya saat bekerja.Sejalan dengan perkembangal dunia bisnis tidak hanya
itu
saj4 karyawanyarg
memiliki
kinerjatinggi juga
haruskuat
menghadapi tekanan berat akanpenaingan bisds, memiliki msa percaya
diri,
memiliki semangat optimis,
sertamemiliki
harapanuntuk
berhasil.
Ciri{iri
tersebut didasarkanakan
teori PsychoLogical Capital (Pst{:ap) oleh Luthans. Diharapkandari
teoriini,
dapat mendukung karyawan untuk lebih temotivasi membedkan kinerja yang terbaik bagi kemajuan perusahaan dan pastinya sejalan dengan nilai-nilai yang telah ditetapkan penrsahaan.Manfaat yang didapat ketika perusahaan menempkan ilmu tentang Psycap
adalah |
(l)
Positi|e Orga izdtiorul Outcomes bervpa-
Work Perfomwnce,
WorkCommitment , Work Satisfaction, dar Positiye Orga izational Change (2t Negatiye
Organizational
Ourcrmer
ditunjukkan denganClrrrrt
dan Work Absenteeisfi. (Google). Menurut (Ria,20ll)
Baik emosi positif ataupun negatif diperlukan agar karyawan dapat befiahan dari kerasnya dunia bisnis. KeseimbanBan antam keduanyadiperlukan. Ketika individu terus menerus berada dalam tekanan, ia akan berpikir sempit dan mengenal hanya satu solusj, kehilalgan keativitas dan sulit menyerap
hal yang baru. Emosi positif diperlukan untuk memastikan balwa individu tersebut
memiliki kesempatan berpikir keatif .
Pada akhimya emosi
positif
akan menghasilkankine{a
karyawan yang produktif, tepat gun4 dan mampu merumfaatkan sumberalaya secam efisien. Namun pada kenyataannya hasil dari emosi positif yang ditimbulkan tidak selalu positif,seringkali juga dapat menimbulkan hasil yang negatil Dari penjelasan tersebut dapat dirangkum menjadi sebuirh bagan yaitu ke dalam bagan keraagka pemikiran
Modal Psikologi
Prychological
Aq al
(Modal
Psikologi)lebih
dikenal denganistilah
Psycap, merupakan gabungan korsephunan capital (O'Leary
et al,
dalamAvolio &
Luthans, 2005) dan sociaL capitat (Adlet &. Kwon, 2002, dalam Avolio&
Luthans,2005).
Konsep Psycap dalam
level individu,
bertujuanuntuk
mendorongpertumbuhan dan kinerja individu. Dalam level organisasi mendorong organisasi
memperoleh keuntungan kompetitif
melalui
investasi/
pengembangm kinerja karyawan (Luthans, &Avoto,
2003: Luthans et a], 2006, dalam Avolio&
Luthans,2005).
Kunci utama Psycap antara lain:
(l)
didasarkan atas pa.adigma psikologipositif
(pentingnya semangatpositif
dan kekuatan/
daya juang manusia), (2) temasuk di dalamnya keadaan psikologis berdasarkan perilalu organisasipositii
(3)
melampaui humancapital
dan socialcapital
(4)
melibatkan investasi dan pengembangan untuk kembali menghasilkan peningkataD kinerja dan menghasilkan keunggulan kompetitif. (Avolio & Luthans, 2005).Jumal Manaiemen. VoL14. No.2. Mei 2015
Tantangan Dunia Bisnis
Perubahan
Internal
Perusahaan Perubahan Ekstemal PerusahaanPengelolaan
SDM
yang baik (Training, Pelatihan)Feed Back
(Perlaiot Kine{a
dari Pelatihan)Kircda
Meningkat, Karyawan PuasEngagement
(Ketalibatan
Karyawan)Supportive O r g ani zat ional C limat e
L.rtha\s
et al,
mendefinisikan konsep Psycap sebagai kekuatan energipositif individu yang ditandai dengan:
(l)
tekun berharap (rope) urtuk berhasil, (2)percaya
dtui
(self-efricaq/conJidence)untuk
menyelesarkan pekerjaan, (3) tabal/pantang menyerah(tesilie
cy) dalel.i fienghadapi masalah hingga mencapaisukses,
dan
(4)
optimis/rnemiliki pengharapanposinf
(optimism) 1tr'nt,.ngkebe.hasilan masa sekarang dan mendatang (Avolio & Luthans, 2007).
KoNep llop? (Harapan)
Snyder
et
al,
2002 (dalam Luthans, 2005:277), rnendefinisikan Hope(Ilfiapan)
sebagai suatu motivasi positif yang didasarkan pada suatu pemsaan keberhasilan dari
:
(1)
agensi (eneryi yatrg temrah pada tujuan), dan (2) pathways Gen ana ,J]e.ncapat tujuan). Secara sederhana konsep haBpan mencakup willpower dao walpower Q)athwals).Willp^ler
alah suatu dimensi karena dapat memicu motivasi danme{jadi
energiuntuk
mencapai tujuan, sedangkan Waypower adalah rcI.can altematif hasil pemikiran seseomng untuk mencapai tujuan.PsyCap
(Modal
Psikologi)
Positive
Orgsnimtional
[image:8.494.50.456.48.483.2]E rrotinns
Gambar 1.1. Kerangka Pemikiran
Hubuflgan Psl,cap
dengan...
Iwan danAltert...
Studi awal
ini
mergindikasikan bahwa harapan memiliki dampak positif yang kuatdi
tempat keda (manajer dengan tingkat harapan ringgi memiliki unir kerja yang kinerjanya lebih tinggi, tingkat retensi lebih baik, dan karyawan yangIebih puas serta berkomihnen tinggi),
(Cury,
Snyder, Cook, Ruby,&
Rehm, 1997 ;Snyder, 2000; Snyder et al, 2002; Luthans, 2005). Dalam nunajemen sumber alaya
manusia, harapan memainkan pemnan penting dalam proses seleksi terutarna unfuk jenis pekerjaan terfentu. Dan karena dipelajari dan dapat berubai, harapan alapat ditingkatkan dengan pelatihan dan pengenrbangan untuk meningkatkan
kineia
dan retensi karyawan yang berharga bagi perusahaan.I(orcep
Sev-Ejflcd.t
(PercayaDiri)
Stajkovic dan Luthans (dalam Luthans 2006:338) percaya
diri
mengacu padakeyakinan individu (atau konfidensi) mengenai kemampuannya untuk memobilisasi motivasi, sumber daya
kognitif,
dan
tindakanya$
diperlukan agm berhasil melakanakan tuBas dalam konteks terlentu.Secara singkat percaya
diri
dalamhal
ini
bersifat karaker karenaitu
ia ditujukan untuk tugas spesifik dan dapat dilatih dan dikembangkan. Percayadiri
yang rendah, dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan pengembangaD, dan percaya
diri yallg makin meningkat akan menghasilkan kinerja yang meningkat pula. Proses dan I)ampak Percaya
Diri
Proses percaya
diri
memengaruhi fungsi manusia bukan hanya secam langslmg, namunjuga
secara tidak langsung. Secma langsung, proses percaya dfui dimulaisebelum individu memilih pilihan mereka untuk mengawali usaha. Peftama, individu cenderung mempertimbangkan, mengevaluasi,
dan
melgintegrasikan informasimengenai kapabilitas yang dirasakan. Langkah awal dari proses rasa percaya
diri
adalal bagaimana mereka menilai atau meyakini balwa mereka dapat menggunakan
kemampuan
untuk
menyelesaikantugas.
Selanjutnya, persepsi/
evaluasimenghasilkan hmapan atas pdrcaya
diri
individu
yang akan menentukan:
(a) keputusan untuk menampilkan tugas tertentu ; (b) sejumlah usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan tugas;
(c) tingkat daya tahan. Percayadi
secara langsung memengaruhi : (1) pemilihan perilal<u ; (2) usaha motivasi ; (3) daya taian ; (4) polapemikiran
fasilitatif;
(5) daya tahan terhadap stless. Bandura (dalam Luthans, 2006:340) mengatakatr bahwa percaya
diri
juga
memainkan peranan penting dalammenentukan kineda manusia sepefii aspirasi tujuan, insentif hasil, dan kesempatan.
Sumber Percaya
Diri
Sumber Percaya
diri
menurut kepentingannya, terdapat empat sumber. Individuharus
memilih,
memproses secarakognitil
dan
merefleksikandiri
untuk mengintegnsikan serta menggunakan informasi te$ebut untuk membuat penilaian persepsidan
membentuk keyakinan.Berikut
adalah sumber percayadiri
:Pengalaman Penguasaan
atau
PencapaianKineda,
PengalamanPdbadi
dan Pemodelan, Persuasi Sosial, Peningkatan Fisik dan PsikologisKonsep Resiliensi
Resiliensi didefinisikan sebagai "fenomena yang ditandai dengan pola-pola adaptasi
positif
dalam konteks kesukamn,atau
risiko".
Resiliensi dipandang sebagaiVol.14, No.2, Mei 2015
positif,
kemajuan, dan tanggung jawab yang menirykar (Luthans 2002a, p.702, dalam Luthans 2005). ResiJiensi adalah pedalanan yang panjang, proses rumit dimana kompetensi dikembangkan setiap kali berintemksi dengan lingkungan
sehari-hari
yang ditandaidengal
perubahan dan ketidakpastian yangteru;
menerus.Resiliensi dipandang bukaD hanya sebagai karakteristik manusia yang
umumya
diinginkan, tetapi
juga
sebagaiatribut
pentingdari
karyawan, manajeqdal
organisasi.
Manfaat resiliensi dalam dunia keda adalah mengubal alcaman berupa
(risiko,
ketidakpastianyang
berhubungandengal
suniberglobal,
perubahanteknologi, penyusutan tenaga keda, keletihan fisik dan emosi karena rrre.r., medadi
kesempatan untuk befiumbuh, berkembang, dan meningkatkal kemampuan untuk beradaptasi demi perubahan yang lebih
bail.
KoNep Opri,rrisfit (Optimisme)
Optimisme didefinisikan sebagai kekuatan berpikir positif (Norrnan Vincet dan Da.le
Camegie, Tony Robbins, dan Steven Covey dan tokoh lainnya). Dampak positif daripada optimisme memenga$hi kesehatan
fisik
dan psikologis, karakteristilketekuDaD, prestasi,
dan
motivasiyang
menyebabkal keberhasilandi
bidang akademik, olahaga,politit,
dan pekedaan lainnya.(Lutluns
2005:316). Banyakpakar yang belum mengetahui bahwa optimisme juga dapat menyebabkan kerugian.
Kinerja
Perfornrance
diteiemali(a
meDjadikinerja,
juga
berarti
prestasi ki.erja,pelaksanaan keda, pencapaian kerja arau hasil keda
/
penampilan kerja (L.A.N, 1992:3, dalan SedarmayaDti 2009:50). Menurur August Smilh 1982:393, kinerjaadalah hasil atau keluaran dari suatu proses. Mitchell (1978:343) kinerja melipuri
beberapa aspek
yaifi :
(7) Quality ofwo*
;
(2) Promptness ., (3) Initiatiye:
(4)Capabiw
, dan (5)Cowunicatio
.Robbins (dalam Moeheriono 2009:61) kinerja sebagai suatu interaksi artara
kemampuaD/ability (A), rr]rott\asi / motiration (N{), dan kesempatan atau opportunity (O). Kineda =
f
(Ax Mx O) dapat diartikatr kineda adalah tungsi dari kemampuan,motivasi,
dan kesempatan.
Kemampuan biasanya diwujudkan dalam bentuk kompetensi.Individu yallg
kompetenmemiliki
pengetahuandan
keahlian.Kemampual adalah kecerdasan
hdividu
yang diperoleh melalui belajar. KonsepMotivasi adalah kekuatan yang
dimiliki
seseorang dan kekuatanatall
melahfukaninteositas dan ketekLmaD yang dilalcukan secara sukarela. Jenis-jenis Motivasi :
(l)
Motivasi dari
dalam: keinginan besar munculdari
dalamdiri
individu
untukmeDcapai tujuan hidup ; (2) Motivasi dari luar : motivasi yang berasal dari luar yang
menjadi kekuatan pribadi untuk mencapai tujuan hidup, meliputi pengaruh atasaD,
teman, keluarga. Kesemparan biasanya dipengaruhi lingkungan (Sopiah 2009:23).
Vroom
(1964) dalam Urnam (2010:197)kineia
sebagaiperilal(r
atautindakan yang relevan terhadap tercapainya tujuan. Dari serangkaian defmisi di atas
dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh individu
sesuai dengaD peran dan tugastrya dalam periode tertentu, yang dihubungkan dengan y]{:Ulan
y]ar
atau standar terrentu dari organisasi tempat individu ters;but bek;da (Umam 2010:189).Hubungan
PsycaL<lcqgat-
Iwan dan Albert... Bemardin dan Rusel alalam Rucky (2000), Rosyidi (2007), danMarrini
(2010) mengemukakan ada enamkireria
primer yang dapar digunakan unnrk mengukurpreslasi ke{a karyawan, yaitu:
l.
Qu.tlity (kn litas)2. Quantity (k$nnld:s)
3. fira.lirr?ss (ketepatan waku) 4. Cost effecttueness (sl]fitbet day^)
5 . Need
for
superyision (penga\rrasan) 6. Interpersonal inpact (hubungan personal)PENGEMBANGAN HIFOTESIS
Berdasarkan pada latar belakalg, perumusan masalah, tujuan penelitian maka
didapatkan suatrl hipotesis adalah : Terdapat hubu,],gu) antaxa Pqchological Capital
dengan knerja
JEMS
PENELITIAN
Jenis penelitian
yang
digunakan dalam penelitianini
adalahjenis
penelitian asosiatif. Menurut Suliyanto (2006) penelitian asosiatif adalah perclitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau penganrh antara dua variabel atau lebih. Karena bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel, maka penelitianini
disebut dengan penelitian kausal. Jenis penelitian
ini
dimakudkan untuk membuatpenjelasan mengenai hubungan sebab akibat yang diperoleh dari falla-fakta yang ada,
dm
untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi di antara variabel-variabel yary diteliti.LOKASI
DANWAKTI]
PENU,ITIAN
Penelitian
ini
dilakukandi
Pf. X
Bandung. Sedangkar wakru penelitian adalahdilakukan mulai Maret 2011 November 2011.
HASIL PEMBAIIASAN
Uji
Deskriptif Indikator AopeDalam
uji
deskriptif Eope akanmelilat
nilai skor dari 6 indikator dan juga mta rata secara keseluuhan dad 6 indikator.Tabel 1
Rangkuman Deskriptif Eops
l
l l l l
I
i
I t
t l I I t I
l
Item 1 2 3 4 5
Nilai
Indeks
H1 66 1 4 18 38 3,64
,D
66 1 4 7 40 14 1.94H3 66 1 3 19 37 6 3,67
H4 66 T 6 19 37 3 3,53
H5 66 1 2 20 39 4 3,65
H6 66 1 3 15 41 6 3.73
RATA-RATA
3,69(Sumber : Kuesioner yang telah diolah - 2011)
230
[image:11.491.56.443.504.684.2]No.2. Mei 2015
Hasil Tabel 1 menerangkan bahwa distribusi frekuensi kuesioner sub-variabel
Ilope yang diperoleh dari 66 responden- Hasil perhitungan menunjukkan secara
keseluuhan
dari item
pertaDyaanHope
,
te/l:ihathasil
3,69. Angka ini
minunjukkan bahwa secara rata-mta tingkat hope dari 66 karyawan adalah tinggi. Artinya karyawan mampu memiliki harapan tinggi melalnrkan pekeriaan seitr-ai
g-g.t.
y_*q
ditetapkan. Namundari
aspek yanglain
sepefti perubahan polabekeda ketika mengalari kesulitan, menciptakan kreasi dan inovasi
baru.
iertamenganggap
did
sebagai orang sukses, mereka masih perlu ditingkatl<an dengan pelatihan yang mampu membangkitkan semangat mereka.Uji
DeskriptifIndikatot
Self-Effi coarDalam uji deskriptif Se A-Efficaq akan rrletihat nitai skor dari 5 indikator dan iuga mta-mra ecara (eselu.uban dari 5 indikalor.
Tabet 2
Rangkuman Deskriptif S e lf-
Effi
c ac 1(Sumber : Ku€sioner yang telah diolah - 2011)
Hasil
Tabel2
menerangkanbalwa
disaibusi ftekuensiskol
kuesionersub-'laiabel
Self-Efficacydiperoleh
dari
66
responden.Hasil
perhirunganmenunjukkan secara keseluuhan dari item pertanyaal Self-Efficacy , tethhathasll
3,96. Angka
ini
menunjukkan secara rata-mta nj\gkat Self-Efficaq) dan 66karyawan adalah tiaggi. Artinya pma karyawan memiliki pend ian yang kuat, hal
ini
dapat tedadi kareDa ada koordinasi yang baik antam karyawan dengan atasan. Peran atasan dan semaflgat atasan membantu karyawatr lebih memiliki arti bagiperusahaan. Karyawan dilibatka[ secara aktif untuk membedkan pendapat, sarall,
dan
masukanuntuk
kemajuan perusahaan, keterbukaaninformasi
secara transpar.an mengenai tujuaD petusahaanke
arah perubahanlebih baik
jugadikemukakan.
Dari
sikap-sikappositif
tersebut membuat katyawanuntik
melakukaD dan menyelesaikan pekerjaan dan tangguDg jawab dengan perforna
dan kapasitas yatrg terbaik, dan nlampu beke{a sama membantu pekerjaan rekan
yang
lain,
serta mampu mengkomunikasikaninfornasi
denganbaik
kepadasemua pihak yang berkepentingan.
Sitap rasa percaya diri yang tinggi rnembuat performa pekeiaaD matin baik.
Item n 1 3 4 5 Nilai Indeks
sE1 66 0 2 8 47 9
39s
sE2 66 0 2 13
4
53,U
sE3
(6
0 4 49 8 3,92sBt
66 0 1 3 46t6
4,17sEs
66 0 4 8 42t2
394
RATA-RATA
3,96Hubunean Psvcap
lk)nelatr...
Jwan dan Albert...Uji
Deskriptif Indikator ResiliencyDalam uji deslaiptif Resilierrry akan melihat nilai skor dari 5 indikaror dan juga
rala-mta secara keseluuhan drri 5 indikaror Tabel3
Rangkuman Deskriptif Re s ilie n
c!
Item n
I
2 3 4 5Nilai
Indeks
R1 66
I
5t4
45 1 3,61R2 66 4 15 40 3,64
R3 66 1 6 4 42 13 3,91
R4 66
I
4 10 43 8 3,80R5 66 1 5
h
31 2342
RATA.RA
3,6E(Surnber : Kuesioner yang telah diolah . 2011)
Hasil
Tabel3
menerangkan distribusi frekuensi skor kuesioner sub-variabel R?silier?ry dipercleh dari 66 responden. Hasil perhitungan menunjulka[ secarakeseluruhan
dari item
pertanyaal Resiliency,
terlihathasil
3,68. Angkaini
menunjukkan secara rata-rata tingkat Resilienq
dai
66 karyawan adalah tinggi. 4rlinya secara keseluruhan karyawan mampu menjala*an pekedaan denganbait
walaupun ada kesuiitan atau ancaman yang serius. (Gunawan, 2011:146). para anggota (karyawaD) perusahaan lebih bersikap
flekibel ,
tidak kaku terhadap masalah yang terJadi, dan berusahabaqkit
mencari jalan keluar yangte$aik
ufltuk melaljutkan pekerjaan utrtuk suatu perubahan yang lebih baik.
Dalam hasil penelitian ini karyawan memiliki kekuatan pantalg menyerah pada tanggung jawab melakukan pekerjaan, karyawan tidak menghindarkar diri dari pekerjaan, berani menghadapi taltangan pekerjaan, walaupun pekerjaan yang
dilakukar sulit, karyawan tetap bertahan dan terus berusaha keras menyelesaikan
talggung
jawabnya.
Namun daripadaitu
ada beberapa tindakan yal1g harusdiperhatikan
seperti:
Karyawanharus
lebih
fokus pada
pekerjaar\
danmengulangi hambatan dalam pekerjaan, seperti hal nya melalaikan pekedaan,
mengambil
cuti
pada saat pekedaan banyak atau menumpuk, hal-hal tersebutdiharapkan mampu meminimalkan siko hambatan yang akan terjadi sehingga
tidak
akan mengganggu kelangsungan pekerjaaa lainnya.Dari
segi inovatif karyawan juga harus lebih ditingkatkan, mereka masih ragu untuk melahtkan inovasi alalam menyelesaikan masalai dalam pekerjaan. [image:13.487.55.422.129.346.2]Item n 1 2 3 4 5 Nilai Indeks
o1
66 0 3 13 42 8 J,E302
66 0 5 10 47 4 3,76o3
66 0 4 11 46 53J9
o4
(6
0 3 16 40 73J7
o5
66 0 6 19 37 4359
o6
66 0 3 13 46 4 3,77RATA-RATA
3.75(Sumber : Kuesioner yang telah diolah -
Z)U)
Uji
DeskriptifIndikator
OpnirrriraDalam
uji
deshiptif Opril,lisnini
akan diperlihatkatr nilai skor dari 6 indikatordan
juga
mta-rata secara keselwuhan dari6
indikatortersebut.
Output pada oprimr',rmid
dituangkan ke dalam sebuah Tabel4 :Jumal Manajemen, Vol.14, No.2, Mei 2015
Tat el 4
Rangkuman Deskriptif Oprn for,
Hasil Tabel
4.4
menemngkan bahwa distribusi frehrensi skor kuesionersub-vaiabel Optimism dipercleh dari 66 respoDden. Hasil perhitungan menunjukkan
secara keseluuhan dali rte,Ipertany^an Optimisr, , terlihat hasil 3,75. Angka
ini
menunjukkar secara mta-fita tingkat Optimism dbri 66 karyawan adalah tinggi.
Artinya
para
karyawanmemiliki
semangatpositif
dall
akan
siap
dalammenghadapi situasi sulit. Dari teori, mereka akan kuat secara
fisik
dan mental, akan cenderung merasa nyaman dengan berpikir dengan kepala dingin.Uji Deskriptif
Indikator
KinerjaKaryana[
Dalam uji deshiptif Kinerja Karyawan akan melihat nilai skor dari 15 indikator datrjuga rata-rata secara keseluruhan dari 15 indikator.
Hasil Tabel 4.5 menerangkan bahwa disrdbusi freLlrensi skor kuesioDer
sub-variabel
Kineia
Karyawan diperoleh dari 66 responden. Deshipsi darioupu
kinerja karyawan secara keseluruhan dari item pertanyaan Kinerja Karyawan, teriihathasil
3,82. Angkaini
menunjukkan secara rata-rata tingkat KinerjaKaryawan dari 66 karyawan adalal tinggi. Aflinya memberikan pengertian bahwa
kinerja karyawan tergolong tinggi apabila ditinjau dari aspek kualitas, f,:uantitas,
ketepatan
waklu,
sumber
daya,
kebutuhan pengawasan,dan
dampakinteryersonal. Kinerja karyawan dapat dilakukan dengan baik bila didukung oleh
kondisi intemal perusahaan ymg nyaman, dan budaya kerja yang sehat.
Hubungan Psvcap dengan. .
.
Iwan danAlbert-Tabel5
RaDgkuman Deskriptif
Kinerja
KaryawanHipotesis
1
Terdapat hubungan
a\tara
Pslchological
Capilol
sef,ar^ keseluruhan/ simultan dengan Kinerja KaryawanHasil pengujian hipotesis dari hubungan Psyclrlogical Capital (Hope, Setf-Efficacy, Resiliency, Optifltsisn) dengan kinerja karyawan dapat dilihat pada Tabel 6
Item
ll
1 2 3 4Nilai
Indeks
KK1
66 1 21A
5 J,56KK2
66 0 9t9
35 3 3,50KK3
66 0 3 7 49 7392
KK4
66 0 4 13 42 7 3,80KK5
66 0 3t2
47 4 3,E0KK6
66 0 16u
4 3,77I(K7
66 0 4 19 ,10 3 3,65KK8
66 0 6 16 38 6 3,68KK9
66 0 1 10 45 10 3,98KKlO
66 0 3 8 45 10 3BsKK11 66 0 8 14 37 7 4,67
KK12 66 0 3 19 36 8 3,76
-KK13 66 0 6 50 8 3,98
KKl4
66 1 0 5 49 11 4,05KK15 66 0
I
5 ll5 15 4,14RATA-RATA
3,82(Sumber : Kuesioner yang telah diolah - 2011)
Jumal Manajemen, Vo1.14, No.2, Mei 2015
Tabel 6
Hasil
Uji
Korelasi 1lfi
Pc
PEarionco 6rat&lSis. (Shiled
N
.1
.66
65!
{t<
,!00 6S
1
68
-,60Glrrioir ii liinitirentalte!.fi
lelredl
Berdasarkan Tabel
6
dapat disimpulkan bahwa variabel PEcholosical Capirdl memiliki hubungan yang signifikan deogan kiaerja karyawan. Pada korelasialrtma Psycholagical Capird, dengan kinerja karyawan sebesar 0,652 menunjukkao hubungan yang
positif,
searah, dan kuat, signifikan pada 0,000<
0,05. Artinyabahwa kinerja
karyawan
pada
Pf.X
berhubungankuat
dengan
variabelPsychoLogical CapitaL Pada kondisi
PTX,
karyawan yang memiliki msa percayadiri,
harapa{, optimisme, msa pantatrg metryerah yangtinggi,
ia juga
akan memberikaD hasil kiDerja yang baik daa positif, atau juga dapat berlaku sebalikDya.Hal
ini
sejalar dengan penelitian Luthans,Avolio
(2005),ya{g
menyimpulkan bahwa modal psikologi keseluulan para karyawandi
China memiliki hubunganpositif dengan kinerja yang dinilai oleh para supeNisomya. Hal serupa juga rerjadi
pada peDelitian Luthans,
Avolio,
Norman (2006) yang menyimpulkan bahwatedapat hubungan yang posilif artara modal psikologi secara keseluruhan dengan
kinerja
karyawan. Penelitian-penelitian tersebut didasarkanpada
penelitian Herdarman (2007) yang menguji model psikologi secara menyeluruh alengan kinerjakaryawan pada perusahaanjasa dan manufaktur.
Hipotesis
2
Terdapat hubungan Ilops denganKinerja
KaryawanHasil
pengujian hipotesisdari
h\b]ol,r9an Hope dengan kineda karyawan dapat [image:16.492.65.411.77.245.2]dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7 Hasil
Uji
Korelasi 2.csrret.tion5
H KK
..H
sio.(+iciledl
1
q6
'i5f5
,000 q5 ;515.
,og0 06
1
6t
*,
carIerarion Is iiqnilierni:,t the !:01r leuet'{:L[image:16.492.81.375.508.670.2]
I I I
l
I
HuburEan Psvcap
densan...
Iwa[
danAlbfi,
Berdasarkan Tabel
7
dapat disimpulkan bahwa Hope memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Pada korelasi antara Ilope dengan kinerja karyawan sebesar 0,575 menunjukkan hubungan yang positif, searah, dan sedang,signifikan pada 0,000 <
0,05.
Pada kondisiPI.X,
karyawan berlnsil meraih targetpekerjaan, hal tersebut dapat
terlihat
pada karyawanPT.X
melaksanakan tugassesiuai, iob description, sehingga kinerja karyawan akan
medngkat
Halini
sejalandengan penelitian Hendarman (2007) yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara llope den8an Kinerja Karyawan pada sektor industri jas4 disebabkan karena
berfokus pada pelayanan terhadap konsumen, para karyawan berusaha memuaskan pelanggan, menguraDgi keluhan, pimpinan di perusahaanjasa ini membedkan target
baik untuk menyelesaikan masalah
maupu
mencari pelanggan baru., sehingga halini
memotivasi karyawan unfuk selalu melakukan inovasi baru- Hasil Pnelitian ini,juga
mendukungjumal
Luthans,Avolio
(2005)yang
menyimpulkan terdapat hubungan positif signifikan namun hubungan di antara keduanya relatif rendah.Hipotesis
3
Terdapat hubungan Serl-EiEcdc) denganKinerja
Karyawan Hasil pengujian ttipotesisdari hrbnn,an
Self-Efrcacy dengan kinerja karyawandapat dilihat pada Tabel 8
Tabel S Hasil
Uii
Korelasi 3SE SE
66
xl<
.Pe?rson aorel.tonarg..(2'Lired)' ,000
1
66
-.
clreralionis sig.iii.rnl ri lhe !.!1 tevdl(r-Berdasarkar
Tabel
8
dapat disimpulkanbah*a
Self-Efficacy me,Iilr]Ki hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Pada korelasi antara Seff_Efficacy
deoi6ankine{a
karyawan sebesar 0,579 menunjukkan hubungan yangpositif, searah, dan cukup / sedang, signifikan pada 0,000 < 0,05. Pada kondisi PT.X, rasa percaya
diri
karyawanrelatif
rendah,hal
ini
ditunjutrrkanoleh
kebebasan mengemukakan pendapat masih kurang, dan kinerja pada karyawan menurun. Hasil penelitianini, juga
mendukungi\rna1
The
PsycholoqicaLCapilal
of
ChineselYorkers: Exploring the Relationship with Perforrunce oleh Luthans, Avolio (2005)
yang menyimpulkan terdapat hubungan
positif
antara kepercayaandiri
dengankine{a signifikan, mmun hubungan di antara keduanya sangat rendah
Berdasarkan penelitian lain, Hendarman (2007) menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara kepercayaan
diri
dengan kinerja, didukmgjuga
oleh penelitian Jensen (2003) menyimpulkan bahwa terdapat hubungan negatifHipotesis 4 Terdapat hubungan ResiriencJ, dengan Kinerja Karyawan
Hasil pengujian hipotesis dari hubungan Resilierc) dengan kinerja karyawan dapat
dilihat pada Tabel 9
[image:17.496.67.436.309.462.2]Jumal Manajernen, Vol.14, No.2, Mei 2015
Tabel
9Ilasil Uji
Korelasi 4Corral'iions
R
.}ff
B
P€{s![QlnPEtln
Siq: (?-tailed)
.N.
1
66
Y. eorreleiida cltrelalidn:ir i6
si;.ifilsr
siqnifi as*llrc.dlll
lrv.l
lailadl.
Berdasarkan
Tabel
9
dapat
disimpulkan bahwafterlli?rqr
memilikihubungan yang signifikan dengan kineda ka{iawan. Pada korelasi antara Resilierc}
dengan kinerja karyawatr sebesar 0,536 menunjukkan hubunga[ yang
positii
searah,dan cukup
/
sedang, signifikan pada 0,000<
0,05. Pada kondisiPI.X,
karyawanmampu mengatasi kesulitaD datam pekerjaan karena telah memiliki kemampuan alalam mengatasi masalah serta tidak menghindarkan diri dari pekerjaaIl sulit, kedua
ha1 ini mampu meningkatkan kineda karyawan menjadi lebih baik. Hasil penelitian
itri, juga
merdukungjIf,naf The PEcholoqical Capital
of
Ainese
Workers:Eqloring
the Relationship trtithPeiontu
ce oleh Luthans,Avolio
(2005) yangmenyimpulkan terdapat hubungan positif relatif rcndah ant?da resiliency (ketabahaD,/
pantang menyerah) dengan kinerja.
Hipot€sis 5 Terdapat hnbu,nBali Optirrris
t
denganKinerjs
KaryawanHasil peDgujian hipotesis dari hubungan Optimism detryan l<rr.eia karyawan dapat
dilihat pada tabel
l0
ti-Tabel
10Hasil
Uji
Korelasi 5 Corrdatiiirro KK
o. 1
6E
lfi
'feartBn CDrEI ion Bj!. p+riEd)N
,680
.0.00
d6
1
66
*.
Goirehtjrr jsdgriliirnt
!l$e
0.!1 leve l I1" [image:18.491.64.430.74.255.2] [image:18.491.55.436.407.660.2]Hubungan Psvcap
densan...
Iwan dan Albert... BerdasarkanTabel
10
dapat disimpulkanbahwa
Optunim
memilikihubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Pada korelasi antara Optimism
dengan kine{a karyawan sebesar 0,680 menunjukl(an hubungan ya[g positif, searah,
dan l(uat, signifikan pada 0,000
<
0,05. Pada kondisiPI.X,
karyawan rnampu menghadapi ketidak?astian, karyawan tetap mengharapkan hasil kerja yang terbaiL,dan berpikir positif ketika ada sesuatu yang terjadi pada pekerjaan. Kedua hal
ini
marnpu memperLuat kinerja karfawan. Hasil penelitian ini, juga menduhrng jumal The Psychological Capital
of
Chinese Workers:Exploing
the Relationship withPetomu
ce oleh Luthans,Avolio
(2005) yang menyimpulkan terdapat hubunganpositif
signifikanantaft
optimism dengan f.ineda, narnun hubungandi
antarakeduanya relatif sangat rendah- Pada penelitian lain, Hendarman (2007) terdapat hubungan antam optimisme dengan kinerja pada seldor
manufaktur-PEMBAIIASAN
Kineda yang tinggi ditunjukkan oleh perilaku
/
tindakan para karyawan (anggota) perusahaan, perilaku tersebut meliputi :.
Jarang melakukan kesalahan dalam melakukan pekeiaan.
Jarang mendapat komplain.
Mernahami tugas dan tanggungjawab pekerjaan.
Menyelesaikan pekedaan tepat waktuKineda yang tinggi juga dapat ditunjang oleh kepribadian karyawan yang meliputi rasa percaya dfui, harapan, pantang menyerah, dan semangat optimisme
Percaya
diri
menunrt JrunesE.
Maddux dalambuku
The Handbookof
Positire Psychologt (Hendarwan, 2007) melggambarkan kekuatan dari kepercayaanbahwa seseorang mampu melaklrkan sesuatu.
Dai
hasil
penelitiandj
PT.X didapatkan hasil korelasi 0,579 , hubungan kepercayaandiri
dengankineia
hanyacukup atau sedang. Dalam item pertanyaan karyawan mampu melakukan pekeiaan yang sulit dan mampu memberikan hasil pekerjaan yang terbaik untuk perusahaan,
tidak serta merta mampu meningkatlGn kineda karyawan, hal
ini
dikarenakan rasa percayadiri
termasuk dalam elemen kinerja karyawan yaitu mampu bekerja tanpaada pengawasan, rasa percaya
diri
telah memahami tugas dan tanggung jawab pekedaan, serta tidak bergantung pada orang lain. Sehingga pada penelitianini
, kineda karyawan dapat terjadi tanpa adanya rasa percayadiri.
Dalam literatur lain "Relationship bet\,)een Entrepreneur's Psychological Capital and Their Authe tickalership
(lensen,& Luthans 2006) tidak mengikutsertakanSefEficary
ke dalam konstuk Psycap.H?-IapaD
(Hope)
adalal
motivasipositif
yang
didasarkan pada suatu perasaan keberhasilan dali ,(l)
agency , dan (2) pathwqs.Di
dalalJnrya melibafkan waypower dan willpower. (Snyder,1991:287)- Harapandi
sini
berfokus padapenciptaan inovasi,
memiliki
rasa puas dapat memotivasi menjadi pribadi yangsukses
(rrillplreD, dan
rnampu menyelesaikan masalahdan
mencapai target pekeqaan (rrafpo rer).Pf.X
adalah perusahaan jasa yang beffokus pada pelayananterhaalap kolega atau konsumen. Para karyawan diberikan pelatihan problem solving,
bagaimana
cara
menyelesaikan masalah dengan cepatdan
tepat.PI.X
jugamenginginkan karyawan mampu melakukan inovasi, namun pada kenyataannya para
karyawan belum mampu mengembangkan daya inovatif. Hal ini menjadi tugas para
23C
Jurnai Manajeme0.
Vol.l4.
No.2. Mei 2015manajer untuk dapat mensupport para karyawan berani menyatakan pendapat dan
menciptakan inovasi baru.
Resiliensi didefinisikan sebagai kapasitas psikologis seseorang yang bersifat
positif, dengan menghindarkan diri dari ketidalQastian' kon{lik, kegagalan sehingga
dapat menciptakan perubahan positif, kemajuan' dan peningkatan
lalqgung jawab
lliuthans
2002a, p.102, dalan Luthans 2005). Pada penelitianPI.x
,
karyawanmampu bekerja dalam keadaan sulit dan tialak menghindarkan diri, serta karyawan juga_
mampu
menyelesaikan masalahkarena
telah memiliki bekal
berupa-L"iou-puri
problem solvittS. Penciptaan inovasi harus ditingkatkan karena hal tersebui mampu membuat karyawan menjadi lebih luwes dan fleksibel' tidak kaku
atau diam .aja ke[ika rnenghadapi masalat.
Opti*lsme
menginterprelasilaD peristiua buruk disebabkanoleh
pihak ekrEmal,_bersilar
ddak stabil daD merupakan kejadian spesifiL saat ini (BuchaDan
&
Seligman, 1995; Pete$on,2000; Seligman, dalam La$on & Luthans' 2006) Optimis
dal;
hal
ini
adalah keyakinan seseorang untuk berpikirpositif. Melalui
caraberyikir positif dan keyakinan masa depan akan cemh' karyawan akan membe kan
nas
nne4a yang terbait-
Pada perusahaanjasa'
optimismetidak
terlalumenalominasi kineria karyawan, hal te$ebut dikarenakan para karyawan berfokus pada target dan tetap menjaga hubungan yang hannonis dengan konsum€l pasar, sebagai
mitra
kerja. Penciptaan hubungan yangbaik
adalah salah gambaran atau ceminan kineia karyawan yang positif.KESIMPULAN
atau satu
Modal psikologi (Psycap) secara keseluuhan dari karyawan berhubungan positif
dan sigtrifrlan
dengannilai
signifikan sebesar 0,000<
0'05
dengan kinerja individual karyawan. Hasil hubungan / korelasi antara Psycap dengan Kinorja kuat yaitu 0,652. Psycap seseorang menjadi modal utama untuk membangun perilaku positif dalam beke{a. Psy-Cap dapat menjadi karalteristik seperti motif dan konsepdiri
sesuai konsep Spencer dan Spencer (1993). Hatini
sejalan denBan penelitian Henda nan (200r) yang menglji model psikologi secara menyeluruh dengan kinerjakaryawan pada perusahaanjasa dan manufaktur.
ll?r.ap?Ir
luopi)
dari karyawan berhubungan positif dan siSnifikan dengan41ai
signiiikan
sibesar0,000
<
0,05
dengatrkinerja individual
kaiyawan. Hasil hubungan/koretasi anlara Hope Kinerja sedangyaitu
0,575. Dalam penelitianini
menunjukkanknerja
karyawan akan dipengaruhioleh
sernangatdan
inovasi(hampan) indiYidual saat beke{a.
Percaya
Diri
(Setf'Efficacy)dad
karyawan berhubunganpositif
dansignifikan dengan
nilai
signifikan sebesar 0,000<
0'05 dengan kinerja individual karyawan. Hasil hubungan/
korelasi afiada Self-Eff1cacy dengan Kinerja sedang/
cukupyaitu
0,579. Dalam penelitianini
menunjukkan bahwa hubungan antara rasapercaya
diri
te
adapkineda karyawal cuhrp. Dalam
penelitian sebolumnyaLuthans,
Avolio
(2005) hubungandi
antara keduanya sangat rendah. Bahkan dari penelitian Hendarman (2007)tidak
terdapat hubungan antara rasa percayadiri
dengan kineda karyawan.
PaDtang Menyerah (Resiliency) dari karyawan berhubungan positif dan signifikan
dengatr nilai signifikan sebesar 0,000
<
0,05 dengan kinerja individual karyawaa.Hubungan Psvcap densan. .
.
Iwan dan Albert. . .0,536. Karakeristik yang cul:up dinamik dengan aneka permasalahan yang cukup memberikan tekanan pada psikis para karyawan, sejalan dengan perkembangan
kondisi ekstemal perusahaan, yang cenderung berubah sangat cepat dan tanpa bisa
diFediki.
Kondisi
ekstemal sepertiini
tentu
akan memberikan tekanan dankesulitan tersendid bagi para karyawan, maka dari
itu
dibutuhkan daya juanB dan rasa pantang menyerah dan duhrnBan yang besar dari para supervisor/
pimpinan,atau
motivator-Optimisme
(Oprim,tm)
dari karyawan berhubungan positif dan signifikandengan
nilai
signiflkan sebesar 0,000<
0,05 dengan kinerja individual karyawan.Hasil hubungan / korelasi ar'taru Optimsism dengan Kinerja hrat yaitu 0,680. Dalam men8atasi
kesulitan,
dan
permasalahankaryawan
lebih
trersemangat dan berpengharapan positif, halini
mampu membuat mereka lebih antusias menjalani pekerjaan yang diperhadapkan dergan masalai dan persaingan. Sikap optimisini
alan berdampak pada kinerja dan kelangsungan hidup perusahaan di masa sekarang dan masa alepan.
SARAN
Berikut ini peneliti membei masukan bagi peneliti selanjutnya, perusahaan:
l.
Tempat obseffasi (Obyek penelitian) yang diambil adalah perusahaan yang lebihmudah bertemu dengan para karyawan ataupun supervisor / manajer,
2. Perclitian Psy-Cap dapat alikembangkan menjadi penelitian human capital seperti
hanya model Petersen dan Spiker (2005) yang melibatkan Psycap, Intelectual Capital, Emotio al Capital, dalr Social Capital.
3.
Bagi perusahaan hasil penelitianini
diharapkan dapat membedkan gambaranmengenai sebagian
kecil
penilaian terhadap karyawan (k_urang dari sampel yangdibutuhkan
/
kurang iepresentati0 mengenai hasil Psycap dan Kinerja Karyawan Individual, di mana pihak manajemen harus membangkitkan semangat harapan padakaryawan, dengan memberikan pelatihan agar mereka mampu berpikir inovatif,
keatif
dalam memecalkan masalah, agar dapat menciptakan regenerasi-regenemsibaru yang lebih
Foduldf.
Dapat lewat pelatihan atau simulasi gdrr?,rintemkif
yang seolah-olah mereka diperhadapkan pada masalah yang sering ditemui dalam
pekedaan. Ini memang bukan tugas yang mudah mengubah mirld-set o.ang, namun
dengan sering nya diadakan pelatihan, perhatian,
dar
dukungan manajer, mal@ karyawan perlahan-lahan akaD firampu memiliki hampan tinggi.4.
Bagi
praktisi
hasil
penelitianini
dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkankineia
karyawan, yakni dengan cam meningkatkan modal psikologi karyawan baik dengan carasranrg
tentang Psycap maupun melalui pelatihan dan seminar-seminar motivasi berkaitan dengan Ps}{ap.DAFTAR PUSTAKA
Agung,
W.
Panduan SPSS 17.0 Untuk Mengolah Penelitian Kuantitatif,
2010.Yogyakarta: Pene$it Gmha Ilmu,
Ahmad,
Darman.2010.
Tujuh
l,angkah
Transformasi Manajemen Kiueda Korporasi. Jaka(a: Penerbit RepublikaAvolio
&
Luthans.2005.Ihe
Psychological CapitaL OJ Workers:
ExpLoring theRelationship with PetorTrlarce. Blaclo ell Publishing
Lld
Ju
Avolio
&
Luthans. 2U)7. The Mediatin? Roleof
Psychological Capitalin
theSupporliye Organizatiorul Climate
-
Employee Petformance Relationship.Joumal ol Organrzational Beha\ ior. in press.
Bambang Wahyudi, 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung: Penerbit
Sulita.
Budi, Purbayu dan Ashari. 2005. Analisis Staristik dengan Microsoft Excel
&
SPSS. Yogyakafia: Penerbit AndiDavis, Tony. 2009. Talent Assessment Mengukur,
Medlai,
dan Menyeleksi OrangOmng
Terbaik dalam Perusahaan. Jakarta: Penerbit PPMGhozali, Lnam. 201
l.
Aplikasi Analisis Multivariate Dengan ProgramIBM
SPSS 19. Edisi Ke5.
Semarangi Badan Penerbit Unive6itas DiponegoroGunawan, Ria. 2011. Pengalaman dan
Pnktik
Para Pakar. Keep Your Best People. Jakarta:PI.
Gramedia Pustaka UtamaHandoko,
Hani.
1992. Metode-metode Penilaian Kineda. Yogyakarta:
BPFE Yogyakafia.Handoko,
Hani.
2001. Manajemen Personalia dan Sumber daya Manusia, cetakan keduabelas. Yogyakarta: BPFEHendarwan,
A.F. 2U)7.
HubunganAntara
Modal
Psikologi, KepemimpinanPelayanan, dan Kineia Karyawan
Helmi,
A.F.
Stres Manjemen Untuk Karyawan Pm Puma Karya. Yogyakarta :Universitas
Gajal
Mada, Fakultas psikologi (disarikan/
disadur/
diambildari http://ayin.staff.ugm.ac.id./dati/karyailmiah/sftesmanajemen_avin.pdO Hidayat ,et aI. 200?. Hubungan Pengaruh Psy-Cap dan Servanr Leadership te.hadap
Kinerja Karyawan
(StudiEksplofttq.
The l st PPM Natio dl Conference oMa agement
Research " Manajemen diEta
Globalisast SekolahTit ggtManajemen PPM
http://en.wikipedia.org^^riki/Posirive_psychological capital
hftp://constesis.blogspot.com/201 1/06/correl ation-between self-efficacy-to.htnrl http://motivasi-kerj a.blogspot.com/20 I l/o4/pygmalion-effect.html
hft p://www.aaneaiira.corn/motivasi-kerj a-karyawan.htin htQ://emialtikel.blogspot-corr/2o 1 1_05_3 1_archive.hrrnl
http://utrmuhpnk.ac.idlwp-content/uploads/2o I 1/06/Semangar-Ke{a.pdf
htQ://www.humanikaconsulting.con/index.php?action=artikel&artikelAct=detail&i
d=43
http:/,/boedijaeni.con/tag/pygmalion effect-moti vation/
hftp://sitsite.blogspot.com/2010/02,&aryawan-sukses-dan,kamkemya.html
Husnawati,
Ari.
2006. Analisis Pengaruh Kualitas KehidupanKerja
TerhadapKinerja
Karyawan Dengan Komitmendan
KepuasanKerja
SebagaiIntervening Variabel (Studi Pada PERUM Pegadaian
KanwiM
Semarang).Tesis. Studi Magister Manajemen. Semarang
:
Universitas Diponegorodirmhil dari
http://eprints.undip.ac.id/l 5378/UAd,Husnawati.pd0
JoBiyanto, H.M. 2007. Metode Penelirian Bisnis : Salah Kapra.h dan
pengalaman-Pengalaman. Yogyakarta : BPFE
Kumiawan,
AIbe
. 2011. SPSS: Serba-Serbi Analisis Sratisrika Dengan Cepar danMudal. Jakarta : Jasakom
(diambil /
disadur
/
Hubunean Psvcap
denean...
Iwan danAbert-Kreitner, Robert
&
Kinicki,
Angelo.2003.
Perilaku Organisasi.Edisi
Bahasa Indonesia. Jakarta: Salemba EmpatLestari, E.D . 2008.
Faktff
Faktor Yang Mempengaruhi Semangat Kerja KaryawanTetap dan Karyawan Kontrat. Skripsi. 51 Psikologi. Surakafia: Univenitas Muhammadiyah
Luthans, Fred.
2005.
Orqanizlttional Beharior Tee thEditio
. Mc Gtaw 11171.Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi Edisi Sepuluh. Terjemahan. Yogyakara:
Penerbit Andi
Luthans, Fred; Vogelgesang, Gretchen
R:
Lester, PauI8.2006.
Developing thzPsychologirat Capital of Resiliency. Hunan Resource Developncnt Revie$, Luthans, Fred; Avolio, Bruce J.; Avey, James B.; Norman, Steven M. 2006. Positire
PsJchologicat Capitdl: Measurment and Relationship with Pe{ormance and Satisfacnon.
Gallup
I-eadership lnstifute-Departmentof
Management,University
of
NebraskaLincoln;
Departmentof
Management, CentralWashington University; Department of Management,Mesa State College Mangkunegara,A. Prabu, 2001. Manajemen Sumberdaya Manusia Perusahaan.
Bandung:Rosdakarya
Mangkunegara
,A.
Prabu, 2004. Mamjemen sumberdaya Manusia Perusahaan. Bandung: Rosalakarya Cetakan keempat.Mangkunegara
.A.
Prabu, 2006. Manajemen Sumberdaya Manusia Perusahaan.B andung:Rosdakarya
Martini,
Hari.
2010. Pen8aruh Kompetensi Karyawanilan
Budaya. Organisasiterhadap
Kinerja
Karyawan Studi. Kasus padaDivisi
Pemeliharaan&
PemeliharaanPf.PAt
INDONESIA
(Persero)di
Suftbaya.Skipsi Sl
Universitas Widayagama
Manajemen.
Malang(http://www. scribd.com,4<moel_ 1/d/5344 I 85 3-Skripsi-Had-Martini)
Moeheriono. 2009. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Bogor: Penerbit
Ghalia
Nugroho,
B.A.
2005. StrategiJitu
Memilil
Metode Statistik Penelitian Dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit AndiPrawirasentono,S. 1999. Analisis Kineda Organisasi. Bandung, PT. Rineka Cipta Riduwan, B.A. 2010. Metode dan Tekdk Menyusun Tesis, Bandung: Alfabeta Robbins, Stephen P. 2003. Perilaku Oryan1sasL (Organizatin!)l Behavior\.lak?Jt^ |
I'f
GramediaSedamayanti. 2009. Sumber Daya Manusia dan Produktiyitas Keda. Bandung:Cv Mandar Maju
Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta
:
STIE YKPNSopiah. 2008. Pedlaku Organisasi. Yogyakarta: Penerbit Andi
Spencer and Spencer, 1993. Competence at Worlq New
York
WileySugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis, , Edisi 14. Bandung :Pene6it Alfabeta Suliyanto. 2005- Analisis Data dalam Aplikasi Pemasaran. Bogor: Penerbit Ghalia Suliyanto. 2006- Metode Riset Bisris. Yogyakarta: Penerbit Andi
Suwamo
&
Juni. 2011. ManajemenSDM
dalam Orgadsasi Publik dan Bisnis.Bandung: Alfabeta
Tjakaatmadja, Jann Hidajat dan Febdansyah, Hary. 2006. "Pengaruh
Nilai
SPMBdan Psikotest Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Yang Dipengaruhi Oleh
Jumal Manajemeq Vot.14, No.2, Mei 2015
Modal Psikologi dan Lingkungan Belajar, Studi Kasus Mahasiswa ITB". ICTOM Proceeding. Sekolah Bisnis dan Manjemen ITB
Ijakaatmadja
JannHidajat
and Febrianryah,Hary. 2007
"The
Influenceof
PsycholoqicaL Capitaland Leami
g
E
rirownent".
Jumal ManajemetrTeknologi Master of Business Administation lnstitut Teknologi Bandung.
Volume 6 Number 12007
Umam, Khaerul. 2010. Perilaku OrSanisasi. Bandung:Cv Pustata Setia
Veitlzal,
Rivai, dan Ella Jauvani. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia untukPerusahaan Dari teori ke
Praltik.
Edisi kedua. Jakarta:Pf.
Raja Grafindo PersaalaWisudaningum. 2010. Coaching dan Counseling
Untuk
Medngkatkan Kineda Karyawan.(http://www.lpp.ac.id/images/downloads/lppcon/fold2/Septl0-coaching_aDd_counseling.pdf)