PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP MODAL KERJA PADA PT. KARETINDO INDUSTRI KARET
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Akuntansi
Oleh : Lailli Rahmawati
NIM. 0805608
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2013
PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP MODAL KERJA PADA PT. KARETINDO INDUSTRI KARET
Oleh
Lailli Rahmawati
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Lailli Rahmawati 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
September 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang
LEMBAR PENGESAHAN
PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP MODAL KERJA PT. KARETINDO INDUSTRI KARET
SKRIPSI
Oleh : Lailli Rahmawati
NIM. 0805608
Telah Disetujui Oleh:
PEMBIMBING I PEMBIMBING II
Dr. Kurjono, M. Pd Badria Muntashofi, S. Pd, M. Si NIP. 19681002 199802 1 003 NIP. 19800628 200501 2 001
Mengetahui,
Ketua Prodi Pendidikan Akuntansi,
PERNYATAAN KEASLIAN ISI SKRIPSI
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Perputaran
Piutang Terhadap Modal Kerja Pada PT Karetindo Industri Karet” ini benar-benar karya saya
sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika
keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Bandung, Oktober 2013 Yang membuat pernyataan
PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP MODAL KERJA PT. KARETINDO INDUSTRI KARET
Oleh : Lailli Rahmawati
Pembimbing I : Dr. Kurjono, M.Pd Pembimbing II : Badria Muntashofi, S.Pd, M.Si
ABSTRAK
Penelitian ini meneliti tentang pengaruh perputaran piutang terhadap modal kerja PT. Karetindo Industri Karet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis perputaran piutang PT. Karetindo Industri Karet dengan membagi penjualan bersih dengan rata-rata piutang, mengkaji dan menganalisis modal kerja PT. Karetindo Industri Karet dengan menggunakan konsep kualitatif yaitu aktiva lancar dikurangi dengan hutang lancar, dan untuk mengetahui pengaruh perputaran piutang terhadap modal kerja PT. Karetindo Industri Karet. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan PT. Karetindo Industri Karet tahun 2004-2011.
Analisis statistik yang digunakan adalah uji linieritas dan uji regresi sederhana dengan menggunakan bantuan software SPPS v.20 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran piutang PT. Karetindo Industri Karet sangat baik dengan rata-rata perputaran piutang sebesar 22,7 kali dan berada diatas standar perusahaan industri yaitu 15 kali per tahun. Modal kerja pada PT Karetindo Industri Karet menunjukkan tren yang naik dengan rata-rata modal kerja sebesar 25,7%, serta perputaran piutang berpengaruh positif terhadap modal kerja dapat terlihat dari persamaan Ŷ= -35,042 +1,952X.
Dapat disimpulkan perputaran piutang memiliki pengaruh yang positif terhadap modal kerja dan pengaruh tersebut adalah 1,952. Selain perputaran piutang faktor-faktor lain yang menentukan jumlah modal kerja juga sangat berpengaruh. Oleh karena itu, sebaiknya PT. Karetindo Industri Karet berusaha untuk memperketat syarat-syarat pemberian kredit serta menetapkan kebijaksanaan yang tepat terhadap penagihan piutang, kemudian meningkatkan jumlah aktiva lancar melalui komponen-komponennya sehingga jumlah modal kerja yang diperoleh dapat mencukupi kegiatan operasional perusahaan.
THE INFLUENCE RECEIVABLES TURNOVER TOWARD WORKING CAPITAL PT. KARETINDO INDUSTRI KARET
By : capital of PT. Karetindo Indutri Karet. The purpose of the research is to examine and analyze receivables turnover of PT. Karetindo Industri Karet with divided net sales to average receivables, reviewing and analyzing working capital of PT. Karetindo Industri Karet using qualitative concept that is less current assets to current liabilities, and to learn how the influence of the receivables turnover toward working capital PT. Karetindo Industri Karet. The method that used in this research is descriptive verification method. The Data is used of secondary data from the financial statements of PT. Karetindo Industri Karet during 2004-2011.
The statistical analysis used was linearity test and simple regression test using SPPS v.20 software for windows. The results showed that receivables turnover PT. Karetindo Industri Karet was very well with the average receivables turnover 22.7 times and was above the industry standard of the company that is 15 times, working capital at PT Karetindo Industri Karet show the up trend with the average working capital 25.7%, and the receivables turnover has positive effect to the working capital of PT Karetindo Industri Karet and can be seen from equationŶ= -35,042 +1,952X.
It can be concluded that the receivables turnover has a positive impact on working capital and the effect is 1,952. In addition receivables turnover of other factors that determine the amount of working capital is also very influential. Therefore, PT. Karetindo Industri Karet should trying to tighten the terms of credit and assigning to the billing of accounts receivable, then increase the amount of current assets through its components so that the amount of working capital obtained can be sufficient operational activities of the company.
DAFTAR ISI
1.1 Latar Belakang Masalah... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 9
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 9
1.3.1 Maksud Penelitian ... 9
1.3.2 Tujuan Penelitian ... 9
1.4Kegunaan Penelitian... 10
1.4.1 Kegunaan Teoritis... ... 10
1.4.2 Kegunaan Praktis ... 10
BAB II LANDASAN TEORI ... 11
2.1 Modal Kerja... ... 11
2.1.1 Pengertian Modal Kerja ... 11
2.1.2 Konsep Modal Kerja ... 12
2.1.3 Jenis Modal Kerja... 13
2.1.4 Sumber Modal Kerja ... 14
2.1.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja ... 16
2.1.6 Kebijakan Modal Kerja ... 18
2.1.7 Penentuan Kebutuhan Modal Kerja ... 19
2.1.8 Rasio Pengukur Modal Kerja ... 21
2.1.9 Modal Kerja Pada Perusahaan... 22
2.1.10 Kriteria Penilaian Modal Kerja ... 24
2.2Piutang... ... 24
2.2.1 Pengertian Piutang... 25
2.2.3 Manfaat Piutang ... 27
2.2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi dalam Piutang ... 28
2.2.5 Perputaran Piutang ... 29
2.2.6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perputaran Piutang ... 32
2.2.7 Kriteria Penilaian Perputaran Piutang ... 33
2.3Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Modal Kerja... ... 33
2.4Kajian Penelitian Terdahulu... ... 34
2.5Kerangka Pemikiran... ... 36
2.6Hipotesis Penelitian... ... 39
BAB III METODE PENELITIAN... ... 40
3.1Desain Penelitian... ... 40
3.2Operasionalisasi Variabel... 41
3.3Sumber Data... ... 42
3.4Teknik Pengumpulan Data ... 43
3.5Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis... ... 43
3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 43
3.5.2 Analisis Statistik Inferensial... 46
3.5.3 Uji Hipotesis (Uji t) ... 48
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 49
4.1Gambaran Objek Penelitian... ... 49
4.1.1 Sejarah Perusahaan ... 49
4.1.2 Budaya Perusahaan ... 49
4.1.3 Visi dan Misi Perusahaan ... 51
4.1.4 Lingkup Bisnis dan Status Hukum Perusahaan... 51
4.1.5 Lokasi Perusahaan ... 53
4.1.6 Struktur Organisasi Perusahaan ... 53
4.1.7 Deskripsi Pekerjaan Perusahaan... 55
4.1.8 Jumlah Karyawan PT. KIK ... 55
4.2Deskripsi Hasil Penelitian ... 57
4.2.1 Deskripsi Data Variabel Penelitian ... 57
4.2.1.2Kenaikan / Penurunan Perputaran Piutang ... 64
4.2.2 Analisis Deskriptif Modal Kerja ... 66
4.3Pengujian Hipotesis Penelitian ... 72
4.3.1 Uji Linieritas... ... 73
4.3.2 Uji Regresi Linier Sederhana ... 74
4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 76
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 80
5.1 Kesimpulan... ... 80
5.2 Saran... ... 80
DAFTAR PUSTAKA... ... 81 LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sebagai salah satu negara penghasil karet terbesar, Indonesia memiliki peran yang besar dalam percaturan karet dunia. Karet merupakan komoditas ekspor yang mampu memberikan konstribusi terhadap upaya peningkatan
devisa Indonesia. Dari segi pasar, produksi karet Indonesia ditujukan untuk meningkatkan ekspor serta memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tingginya
kebutuhan akan komoditas karet menunjukkan bahwa permintaan bahan baku karet baik di pasar lokal maupun internasional memiliki prospek yang sangat baik untuk terus dikembangkan. Menurut International Rubber Study Group
(IRSG), konsumsi karet alam dunia selalu mengalami kenaikan setiap tahun sehingga menjadi potensi bagi Indonesia untuk pengembangan budidaya karet
di masa yang akan datang (http://binaukm.com).
Salah satu produsen karet di kota Bandung adalah PT. Karetindo Industri Karet yang merupakan sebuah perusahaan manufaktur berbentuk PT.
(Perseroan Terbatas). PT. Karetindo Industri Karet mengolah bahan karet mentah yang kemudian dicampur dengan bahan kimia sehingga menjadi
2
banyak sehingga perusahaan sangat bergantung terhadap jumlah kebutuhan konsumen.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perusahaan dituntut untuk konsisten dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. Kegiatan operasional
perusahaan harus didukung dengan biaya operasional yang terpenuhi sehingga operasional perusahaan dapat berjalan lancar. Aktivitas perusahaan ini diperoleh dari modal kerja perusahaan yang digunakan untuk biaya
operasional perusahaan sehari-hari berupa aktiva tetap maupun aktiva lancar. Syamsudin (2009:204) menyatakan bahwa “modal kerja ini sering
didefinisikan sebagai selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar”. Modal kerja ini dapat diperoleh dari hasil operasional perusahaan, penjualan surat berharga, penjualan aktiva tetap, penjualan saham atau obligasi, pinjaman
dari kreditor baik berupa hutang jangka pendek maupun jangka panjang. Modal kerja ini harus tetap ada dalam perusahaan sehingga biaya operasional
akan lebih lancar dan sesuai dengan tujuan akhir perusahaan untuk memperoleh laba. Pengelolaan modal kerja ini sangat penting karena modal kerja yang disediakan didalam perusahaan harus sesuai dengan kebutuhan
operasionalnya. Modal kerja yang jumlahnya terlalu besar akan merugikan perusahaan karena dengan adanya kelebihan modal kerja ini dapat
mengakibatkan tidak efektifnya kegiatan operasional perusahaan, sedangkan apabila perusahaan mengalami kekurangan modal kerja akan mengganggu jalannya kegiatan perusahaan dan perusahaan tidak dapat menghasilkan laba
3
Setiap perusahaan termasuk PT. Karetindo Industri Karet membutuhkan modal kerja yang cukup. Oleh karena itu, setiap perusahaan
perlu memperhatikan perkembangan modal kerjanya, yang didalamnya terdapat komponen-komponen modal kerja yang harus selalu berputar karena
kas yang diinvestasikan kedalam komponen modal kerja nantinya akan digunakan kembali sebagai sumber modal kerja yang akan digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha perusahaan.
PT. Karetindo Industri Karet memiliki standar modal kerja yang ditetapkan oleh perusahaan dengan menggunakan konsep kualitatif yaitu
jumlah modal kerja bersih adalah 50% dari total aktiva lancar setiap tahunnya. Akan tetapi, kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan belum dapat terpenuhi sesuai dengan standar kebijakan modal kerja
perusahaan. Hal ini dapat terlihat dari belum tercapainya jumlah modal kerja yang diharapkan oleh perusahaan dengan modal kerja yang diperoleh dari
aktiva lancar dikurangi dengan hutang lancar.
Berikut ini adalah gambaran modal kerja PT. Karetindo Industri Karet Tahun 2004-2011 :
Tabel 1.1
4
Adapun perkembangan modal kerja PT. Karetindo Industri Karet jika
disajikan dalam bentuk grafik akan terlihat pada gambar 1.1 di bawah ini :
Gambar 1.1
Perkembangan Modal Kerja Bersih PT. Karetindo Industri Karet Tahun 2008-2011
Berdasarkan tabel 1.1 dan gambar 1.1, dapat dilihat modal kerja bersih PT. Karetindo Industri Karet selama empat tahun terakhir mengalami perubahan secara fluktuatif setiap tahunnya. Perubahan modal kerja ini
menggambarkan bahwa perusahaan mengalami naik turunnya aktiva lancar yang dipengaruhi oleh komponen-komponen yang ada didalamnya sehingga
dana yang diinvestasikan pada aktiva masih belum memberi keuntungan yang optimal. Pada tahun 2008 sampai 2009 terjadi penurunan sampai 58,4 % dari Rp 32.445.901 menjadi Rp 29.766.103, kemudian pada tahun 2009 hingga
Rp0 Rp10.000.000 Rp20.000.000 Rp30.000.000 Rp40.000.000 Rp50.000.000 Rp60.000.000
2008 2009 2010 2011
Modal Kerja Bersih
5
2010 masih terjadi penurunan namun tidak sebesar tahun sebelumnya yaitu sebesar 14,9% dari Rp 29.766.103 menjadi Rp 27.787.580. Namun tahun
2010 hingga 2011 persentase modal kerja naik drastis menjadi 99% dari tahun sebelumnya Rp 27.787.580 menjadi Rp 55.513.171.
Jika dilihat pada tabel 1.1 maka modal kerja bersih PT. Karetindo Industri Karet tahun 2008-2011 tidak sesuai dengan standar perusahaan yaitu sebesar 50%, di mana angka 50% itu berarti setengah dari aktiva lancar akan
digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Modal kerja yang berada dibawah standar setiap tahun tanpa ada perubahan tentunya akan berdampak
bagi perusahaan. Dampak yang akan dirasakan oleh perusahaan adalah :
1. Perusahaan tidak dapat beroperasi secara optimal karena modal yang tersedia terbatas.
2. Perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajiban tepat waktu. 3. Perusahaan akan mengalami krisis modal kerja karena turunnya nilai
aktiva lancar.
Oleh karena itu untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan, maka perusahaan harus mampu menentukan modal kerja yang sesuai dengan
kebutuhan serta perusahaan harus dapat memenuhi faktor-faktor kebutuhan modal kerja lainnya. Dalam menentukan kebutuhan modal kerja ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor menurut Jumingan (2006:69) diantaranya adalah sebagai berikut :
6
4. Tingkat perputaran persediaan 5. Tingkat perputaran piutang
6. Pengaruh konjungtor (business cycle) 7. Turunya harga jual aktiva jangka pendek 8. Pengaruh musim
9. Credit rating dari perusahaan
Syarat pembelian dan penjualan ini menentukan lama atau tidaknya modal kerja ini kembali menjadi kas karena dengan adanya syarat pembelian dan penjualan akan menimbulkan pembelian atau penjualan secara kredit.
Perputaran persediaan juga sangat berpengaruh untuk menentukan kebutuhan modal kerja karena perputaran persediaan yang semakin tinggi dapat
mengurangi resiko kerugian yang dialami oleh perusahaan oleh karena itu, persediaan harus dapat berputar. Komponen modal kerja lain yang juga harus dapat berputar adalah piutang, karena piutang ini dianggap komponen modal
kerja yang lebih cepat kembali dalam bentuk kas sehingga piutang ini harus dapat berputar lebih cepat.
Sejalan dengan pendapat Jumingan, hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Supriadi dan Puspitasari (2008) menunjukkan bahwa penjualan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap modal kerja.
Penelitian yang dilakukan oleh Nida (2008) didapatkan hasil bahwa perputaran persediaan berpengaruh terhadap modal kerja. Menurut Fisabililah
(2010) menunjukkan bahwa piutang memiliki pengaruh terhadap modal kerja.
7
faktor penjualan didapatkan hasil bahwa penjualan memiliki pengaruh positif terhadap modal kerja, perputaran persediaan didapatkan hasil bahwa
perputaran persediaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap modal kerja, perputaran piutang didapatkan hasil bahwa perputaran piutang memiliki
hasil yang negatif terhadap perputaran modal kerja karena bertambahnya nilai tingkat perputaran piutang sehingga modal kerja menurun.
Berdasarkan penelitian tersebut, perputaran piutang merupakan salah
satu faktor yang mempengaruhi modal kerja karena perputaran piutang yang cepat atau lambat akan mempengaruhi cepat atau lambatnya modal kerja itu
kembali menjadi kas. Riyanto (2008:91) juga menyatakan “makin tinggi turnovernya, berarti makin cepat perputarannya, yang berarti makin pendek waktu terikatnya modal dalam piutang”. Jika perputaran modal kerja menurun
maka akan berpengaruh terhadap aktivitas operasional perusahaan, selanjutnya akan berdampak pada kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
Kondisi ini penting untuk diteliti, karena setiap perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit khususnya PT. Karetindo Industri Karet tentunya mengharapkan perputaran piutang ini dapat berjalan lancar karena
dengan perputaran piutang yang cepat maka modal kerja yang tertanam akan cepat kembali lagi dalam bentuk kas.
Piutang memiliki peranan yang sangat penting dalam modal kerja karena piutang merupakan komponen yang paling likuid selain kas dan harus selalu berputar karena piutang ini dianggap memiliki manfaat bagi
8
merupakan klaim terhadap pihak lain baik individu atau perusahaan yang timbul karena adanya penjualan barang atau jasa secara kredit. Riyanto (2008:90) menyatakan “bahwa piutang sebagai elemen dari modal kerja
selalu dalam keadaan berputar”.
PT. Karetindo Industri Karet menerapkan penjualannya dengan sistem job order, di mana perusahaan akan memproduksi barang sesuai dengan permintaan pelanggan. Perusahaan akan memaksimalkan keuntungan atau
laba yang diperoleh dari hasil penjualan, penjualan yang biasa dilakukan bersifat tunai dan kredit. Penjualan secara kredit lebih banyak dilakukan oleh
perusahaan, karena untuk menarik minat para pelanggan yang sudah ada maupun pelanggan baru. Penjualan secara kredit ini banyak dilakukan karena perusahaan ingin memperoleh laba yang maksimal. Oleh karena itu, PT.
Karetindo Industri Karet lebih banyak melakukan penjualan secara kredit sehingga menimbulkan piutang yang perputarannya akan berpengaruh
terhadap modal kerjanya. Seperti yang diungkapkan oleh Soemarso (2004:338) “piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk
memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan”.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian pada PT. Karetindo Industri Karet dengan judul :
9
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka
penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana gambaran perputaran piutang pada PT. Karetindo Industri
Karet.
2. Bagaimana gambaran modal kerja pada PT. Karetindo Industri Karet. 3. Bagaimana pengaruh perputaran piutang terhadap modal kerja pada PT.
Karetindo Industri Karet.
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai
pengaruh perputaran piutang terhadap modal kerja PT. Karetindo Industri Karet.
1.3.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini diantaranya yaitu :
1. Mengkaji dan menganalisis perputaran piutang pada PT. Karetindo Industri Karet.
2. Mengkaji dan menganalisis modal kerja pada PT. Karetindo Industri Karet.
10
1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi atau sumbangan untuk pengembangan ilmu pengetahuan terutama mengenai teori modal kerja khususnya yang dipengaruhi oleh perputaran piutang dan juga
memberikan sumbangan terhadap teori modal kerja.
1.4.2 Kegunaan Praktis
Adapun kegunaan praktis dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Bagi penulis
Penelitian ini diharapkan bisa menambah wawasan penulis mengenai
penggunaan perputaran piutang dan modal kerja dalam dunia usaha yang sebenarnya.
b. Bagi perusahaan
Penelitian ini diharapkan bisa berguna sebagai bahan masukan untuk dijadikan dasar pertimbangan dalam rangka pengambilan keputusan
berkenaan dengan modal kerja. c. Bagi penulis selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi penulis selanjutnya
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rancangan yang berisi tahap-tahap
penelitian dari awal hingga akhir. Seperti yang tercantum dalam Pedoman
Operasional Penulisan Skripsi (2007:21) bahwa “Desain penelitian berisi
metode penelitian yang digunakan dan bagaimana prosedur penelitian
dilakukan.” Hal tersebut tercantum dari operasionalisasi variabel hingga
teknik analisis data.
Metode penelitian pada dasarnya adalah suatu cara yang sistematis untuk memperoleh data dan mengolahnya guna mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut Sugiyono (2011:2) “Metode penelitian pada dasarnya
merupakan cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data objektif,
valid, dan reliabel dengan tujuan dan kegunaan tertentu.”
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif verifikatif. Penelitian deskriptif menurut Nazir (2003:54) yaitu
“metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok
manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu kelas
peristiwa pada masa sekarang”. Kemudian, penelitian verifikatif menurut
Arikunto (2006:8) yaitu “penelitian yang bertujuan untuk mengecek
kebenaran hasil penelitian lain.”
Metode deskriptif verifikatif dalam penelitian ini bertujuan untuk
41
Karetindo Industri Karet kemudian diolah menjadi data sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang bertujuan untuk melihat pengaruh
antara perputaran piutang dan modal kerja melalui sumber data laporan keuangan perusahaan tahun 2004-2011.
3.2 Operasionalisasi Variabel
Menurut Sugiyono (2011:38) “variabel penelitian pada dasarnya
adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulannya”.
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas / independen dan variabel terikat / dependen sebagai berikut :
1. Perputaran Piutang
Dalam penelitian ini perputaran piutang sebagai variabel
independen atau variabel bebas, yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya variabel dependen (terikat). Perputaran piutang menunjukkan berapa kali piutang yang timbul sampai
piutang tersebut dapat tertagih kembali ke dalam kas. Perputaran piutang adalah jumlah yang diperoleh dengan cara membagi penjualan kredit
42
2. Modal kerja
Dalam penelitian ini modal kerja sebagai variabel dependen atau
variabel terikat, yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Modal kerja dalam penelitian ini
menggunakan konsep kualitatif yaitu selisih antara aktiva lancar dikurangi hutang lancar. (Sutrisno,2000:50)
Agar data yang ada dapat diukur dengan akurat, maka
variabel-variabel tersebut harus dijelaskan secara operasional. Adapun operasionalisasi variabel tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Indikator Skala
Perputaran Piutang
(X)
- Penjualan Kredit
- Rata-rata Piutang Rasio
Modal Kerja (Y)
- Aktiva Lancar
- Hutang Lancar Rasio
3.3 Sumber Data
Menurut Arikunto (2006:129) “yang dimaksud dengan sumber data
dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh”. Dalam
43
kembali. Hal ini didasarkan pada tahun 2004 sampai 2011 perusahaan tidak dapat mencapai modal kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.
3.4Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2011:137)“Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara”. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian,
karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu teknik dokumentasi. Dokumentasi adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen perusahaan. Dokumen tersebut adalah laporan keuangan perusahaan dari tahun 2004-2011
berupa laporan neraca dan laporan laba rugi.
3.5 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
Teknik analisis data merupakan proses mengolah data yang telah terkumpul dan menginterpretasikan data ke dalam bentuk yang lebih mudah
dibaca dan dipahami. Adapun langkah-langkah analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu analisis statistik deskriptif dan
44
3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif
Untuk mengetahui pengaruh perputaran piutang terhadap modal kerja
pada PT. Karetindo Industri Karet, langkah-langkah analisis statistik deskriptif yaitu sebagai berikut :
1. Menghitung Perputaran Piutang
(Munawir, 2007:75)
Dimana :
(Munawir, 2007:75)
2. Menghitung Modal Kerja
(Gitosudarmo dan Basri, 2002:34) 3. Penilaian Perputaran Piutang dan Modal Kerja
a. Perputaran Piutang
Perputaran piutang ini dapat dikatakan sangat baik apabila berada diatas standar industri yaitu 15 kali. (Kasmir, 2010:187)
b. Modal Kerja
45
oleh perusahaan yaitu sebesar 50% dari total aktiva lancar setiap tahunnya.
4. Analisis Deskriptif
Statistik deskriptif mempunyai komponen-komponen dalam
penyajiannya yaitu :
a. Rata-rata (Mean) dihitung untuk mengetahui rata-rata perputaran piutang dan rata-rata modal kerja selama delapan tahun.
b. Nilai tertinggi dilihat dari data perputaran piutang dan modal kerja selama delapan tahun yang jumlahnya tertinggi.
c. Nilai terendah dilihat dari data perputaran piutang dan modal kerja selama delapan tahun yang jumlahnya terendah.
d. Grafik menunjukkan perkembangan perputaran piutang dan modal
kerja selama delapan tahun. 5. Analisis Trend
Teknik analisis trend digunakan untuk menganalisa tiap-tiap pos yang terdapat dalam laporan keuangan dan dinyatakan dalam bentuk persentase. Dengan menganalisa laporan keuangan akan diketahui kecenderungan atau
arah trend dari posisi keuangan atau hasil yang diperoleh perusahaan menunjukkan arah yang tetap, meningkat, atau menurun. Data yang
46
3.5.2 Analisis Statistik Inferensial
Analisis statistik inferensial digunakan untuk menjawab rumusan
masalah mengenai bagaimana pengaruh perputaran piutang terhadap modal kerja. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perputaran piutang terhadap
modal kerja, maka data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana.
Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh
perputaran piutang terhadap modal kerja, sehingga dari pengaruh tersebut dapat diketahui prediksi setiap kenaikan perputaran piutang terhadap modal
kerja. Rumus perhitungan analisis regresi linier secara umum adalah sebagai berikut :
(Sudjana, 2003:6)
Di mana :
Ŷ : nilai yang diprediksikan
: konstanta : koefisien regresi
X : nilai variabel independen
Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis regresi sederhana
47
1. Uji linieritas regresi
Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan adanya
hubungan linier antar variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 20.
2. Mencari harga-harga yang akan digunakan dalam menghitung koefisien
dan , yaitu : dan ƩXY ƩX2Ʃ2
3. Mencari koefisien regresi dan dengan rumus sebagai berikut :
(Sudjana, 2003:8)
Setelah memperoleh nilai a dan b, maka akan diketahui perubahan yang terjadi pada variabel Y berdasarkan nilai variabel X. Apabila nilai b bernilai
positif menunjukkan adanya pengaruh antara kedua variabel yang berarti setiap kenaikan nilai X akan diikuti dengan kenaikan nilai Y. Sedangkan jika nilai b bernilai negatif menunjukkan adanya pengaruh yang berbanding terbalik, artinya
48
3.5.3 Uji Hipotesis (Uji t)
Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel X
terhadap variabel Y dengan pengujian koefisien regresi, dapat dirumuskan sebagai berikut :
a. Apabila nilai (koefisien regresi modal kerja) bernilai positif maka
hipotesis yang diajukan diterima artinya terdapat pengaruh positif perputaran piutang terhadap modal kerja. Hal ini ditunjukan dalam
persamaan .
b. Apabila nilai (koefisien regresi modal kerja) bernilai negatif maka
hipotesis yang diajukan ditolak artinya tidak terdapat pengaruh positif perputaran piutang terhadap modal kerja. Hal ini ditunjukan dalam
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Gambaran perputaran piutang PT. Karetindo Industri Karet menunjukkan
kecenderungan yang naik dengan rata-rata perputaran piutang berada diatas rata-rata industri.
2. Gambaran modal kerja pada PT. Karetindo Industri Karet menunjukkan kecenderungan yang naik dengan rata-rata modal kerja setiap tahunnya. 3. Berdasarkan pengujian hipotesis statistik, perputaran piutang berpengaruh
positif terhadap modal kerja artinya setiap penurunan perputaran piutang berdampak pada penurunan modal kerja, sebaliknya setiap kenaikan
perputaran piutang berdampak pada kenaikan modal kerja.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut :
81
dapat menindaklanjuti konsumen yang tidak dapat membayar piutangnya yang telah jatuh tempo.
2. PT. Karetindo Industri Karet dapat menggunakan metode keterikatan dana dan metode perputaran modal kerja untuk menentukan jumlah modal kerja
yang akan diperoleh sehingga modal kerja yang telah ditanamkan dapat kembali menjadi kas dengan waktu yang cepat.
3. PT. Karetindo Industri Karet sebaiknya mempertimbangan keseluruhan aspek
modal kerja perusahaan salah satunya yaitu perputaran piutang sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi modal kerja. Dengan perputaran piutang yang
cepat maka modal kerja yang diinvestasikan didalam piutang tersebut dapat kembali dengan cepat.
4. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai modal
kerja agar memperhitungkan faktor-faktor selain perputaran piutang sehingga diketahui kontribusi faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja secara
lebih komprehensif. Kemudian, diharapkan dapat juga memperluas cakupan objek penelitian untuk menambah keakuratan dan signifikansi hasil
DAFTAR PUSTAKA
1. Buku
Ambarwati, S.D.A. (2010). Manajemen Keuangan Lanjutan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Yogyakarta: UPP STIM YKPN
Irawati, S. (2006). Manajemen Keuangan. Bandung: Pustaka
Jumingan. (2006). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara Kieso, W. (2007). Financial Statement Analysis. Wilcosin: Wiley
Lyn. F, dan Aileen, O. (2008). Memahami Laporan Keuangan Edisi Ketujuh. Jakarta: PT Indeks
Manulang, M. (2005). Pengantar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Andi Martono, dan Harsito, A. (2003). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Ekonisia Munawir, S. (2007). Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty
Nazir, M. (2003).MetodePenelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Riyanto, B. (2008). Dasar-dasar Pembelajaran Perusahaan. Edisi keempat, cetakan kesepuluh. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Santoso, I. (2009). Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate Accounting). Buku Dua. Bandung: PT. Refika Aditama
Simamora, H. (2000). Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Jilid I & II. Jakarta: Salemba Empat
Skousen. K. F. (2003). Akuntansi Keuangan Menengah: Konsep Aplikasi, Buku 1. Jakarta: Erlangga
82
Sundjaja, R. S., dan Barlian, I.(2002). Manajemen Keuangan. Jakarta: PT Prenhallindo
Syafri, S. (2002). Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo
Syamsuddin, L. (2009). Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam: Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudjana. (2003). Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Bandung: Tarsito Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Sutrisno. (2000). Manajemen Keuangan, Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia
Tim Dosen. (2007). Pedoman Operasional Penulisan Skripsi (POPS). Bandung: UPI
Van Horne, J. C., dan Wachowisz J. M. (2002). Fundamentals of Financial Management Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
Warren, et al. (2005). Pengantar Akuntansi edisi 21. Jakarta: Salemba Empat
2.Jurnal
Harjanti, W. (2009). Analisa Perputaran Piutang Terhadap Modal Kerja Pada Perusahaan Jasa PT. ABJ Surabaya. Vol. 8 No. 2 September 2009 p. 39-53 Nurhidayah. (2009). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja.
Vol 4 No 1 Desember 2009 p. 23-37
Ramana, et al. (2013). Impact Of Receivables Management On Working Capital And Profitability:A Study On Select Cement Companies In India. Vol. 2 No.3 March (2013) p. 163-171
Rahayu, R.N.P. (2009). Pengaruh Kebijakan Piutang Terhadap Penentuan Modal Kerja Perusahaan. Daha Edisi Empat Puluh Dua p. 14-26
Singh dan Pandey. (2012). Management Of Working Capital In National Aluminium Company. Vol. 2 No.1 p. 52-63
83
Utami, S. S. (2011). Pengendalian Piutang Terhadap Tingkat Kebutuhan Modal Kerja Serta Dampakya Terhadap Profitabilitas. Vol 11 No 1 2011 p. 69-77
3. Skripsi dan Karya Ilmiah
Astuti, M.D. (2009). Analisa Kebijakan Piutang Terhadap Perputaran Modal Kerja PT. Sinar Niaga Sejahtera. [Online]. Tersedia :http://digilib.unitomo.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunitomo -5ngy4qbbphgcxfuxgv4ewc3glifrvq-maryantidw-210 [29 Januari 2013] Fisabililah, M.A. (2010). Analisis Atas Perputaran Piutang yang Berpengaruh
Terhadap Perputaran Modal Kerja (Studi Kasus Pada PT. Recsalog Geoprima Bandung). [Online]. Tersedia : http://dir.unikom.ac.id/s1-final- project/fakultas-ekonomi/akuntansi/2010/jbptunikompp-gdl-mohapipfis-21757/ [27 Januari 2013]
Nida. (2008). Pengaruh Tingkat Perputaran Persediaan Barang Jadi Terhadap Modal Kerja Pada PT Inti (Persero). [Online]. Tersedia : http://dspace.widyatama.ac.id/xmlui/browse?type=title [24 Maret 2013] Nurdin, A. (2011). Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Perputaran Modal
Kerja Pada PT. PINDAD (Persero). Skripsi. Pendidikan Akuntansi. FPEB Universitas Pendidikan Indonesia
Nurfaridah, S. (2010). Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Perputaran Modal Kerja PT. Unilever Tbk. [Online]. Tersedia : http://dir.unikom.ac.id/s1-final- project/fakultas-ekonomi/manajemen/2010/jbptunikompp-gdl-sintanurfa-21685/ [27 Januari 2013]
4. Internet