• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI PENENTUAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA KOLAM TERPAL DENGAN TEKNOLOGI BLACKBERRY BERBASIS J2ME.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "APLIKASI PENENTUAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA KOLAM TERPAL DENGAN TEKNOLOGI BLACKBERRY BERBASIS J2ME."

Copied!
130
0
0

Teks penuh

(1)

BUDIDAYA IKAN NILA KOLAM TERPAL

DENGAN TEKNOLOGI BLACKBERRY BERBASIS

J2ME

SKRIPSI

Disusun oleh :

DEWI YULLIE FITRI ASTUTI

NPM. 0434010114

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

SURABAYA

2011

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(2)

BUDIDAYA IKAN NILA KOLAM TERPAL

DENGAN TEKNOLOGI BLACKBERRY BERBASIS

J2ME

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan

Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Jurusan Teknik Informatika

Disusun oleh :

DEWI YULLIE FITRI ASTUTI

NPM. 0434010114

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

SURABAYA

(3)

APLIKASI PENENTUAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA

KOLAM TERPAL DENGAN TEKNOLOGI BLACKBERRY BERBASIS

J2ME

Disusun Oleh :

DEWI YULLIE FITRI ASTUTI

NPM. 0434010114

Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Negara Lisan Gelombang V Tahun Akademik 2010/2011

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Hj. Asti Irfianti, S.Kom., M.Kom. Delta Ardy Prima,S.ST, MT. NPT. 373 020 602 131 NPT. 3860 8100 2971

Mengetahui,

Ketua Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UPN ”Veteran” Jawa Timur

Basuki Rahmat, S.Si, MT NPT. 3690 7060 209

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(4)

APLIKASI PENENTUAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA KOLAM TERPAL DENGAN TEKNOLOGI BLACKBERRY BERBASIS J2ME

Disusun Oleh :

DEWI YULLIE FITRI ASTUTI

NPM. 0434010114

Telah dipertahankan di hadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur Pada Tanggal 10 Juni 2011

Pembimbing : Tim Penguji :

1. 1.

Hj. Asti Irfianti, S.Kom., M.Kom. Nur Cahyo Wibowo, S.Kom,M.Kom NPT. 373 020 602 131 NPT. 3790 3040 1971

2. 2.

Delta Ardy Prima,S.ST, MT. Ir. Mohamad Irwan Afandy, ST, MSc NPT. 3860 8100 2971 NPT. 736 070 702 201

3.

Hj. Asti Irfianti, S.Kom., M.Kom NPT. 373 020 602 131

Mengetahui,

Dekan Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur

(5)

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

PANITIA UJIAN SKRIPSI / KOMPREHENSIF

KETERANGAN REVISI

Mahasiswa di bawah ini :

Nama : Dewi Yullie Fitri Astuti NPM : 0434010114

Jurusan : Teknik Informatika

Telah mengerjakan revisi/ tidak ada revisi*) pra rencana (design)/ skripsi ujian lisan gelombang V, TA 2010/2011 dengan judul:

APLIKASI PENENTUAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA KOLAM TERPAL DENGAN TEKNOLOGI BLACKBERRY BERBASIS J2ME

Surabaya, 10 Juni 2011 Dosen Penguji yang memerintahkan revisi:

1) Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom NPT. 3790 3040 1971

2) Ir. Mohamad Irwan Afandy, ST, MSc NPT. 736 070 702 201

3) Hj. Asti Dwi Irfianti, S.Kom, M.Kom NPT. 373 020 602 131

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(6)

Penyusun menyadari bahwasanya dalam menyelesaikan Skripsi ini telah mendapat banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan yang berharga ini, penyusun mengucapan terima kasih kepada:

1. Ayahanda dan Ibu tersayang di rumah yang senantiasa memberikan dukungan dan mendoakan penyusun supaya Skripsi ini segera terselesaikan.

2. Bapak Basuki Rahmad, S.Si, MT selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika. 3. Ibu Hj. Asti Dwi Irfianti, S.Kom, M.Kom selaku Dosen Pembimbing I yang

telah giat meluangkan banyak waktu untuk memberikan arahan, ilmu dan dorongan serta motivasi kepada penyusun untuk menyelesaikan Skripsi ini. 4. Bapak Delta, ST selaku Dosen Pembimbing II yang dengan sabar telah

meluangkan banyak waktu, pikiran dan tenaga di antara kesibukan beban-beban kegiatan akademik untuk memberikan bimbingan dan kesempatan penyusun untuk berkreasi dalam proses pembuatan Skripsi ini.

5. Bapak Basuki Rahmad, S.Si, MT; Ibu Hj. Asti Dwi Irfianti, S.Kom, M.Kom; Bapak Prisa Marga Kusumantara, S.Kom, selaku Penguji Skripsi yang telah banyak memberi masukan serta membuka wawasan baru.

6. Saudara-saudara penyusun tercinta, kak dhea dan adek bagus yang telah memberikan banyak bantuan baik materi maupun spiritual untuk penyelesaian Skripsi ini.

(7)

iv

dalam proses Skripsi ini ..we’ll fight together friends!!!

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(8)

Syukur Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin terucap ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan Kekuatan-Nya sehingga dengan segala keterbatasan waktu, tenaga, pikiran dan keberuntungan yang dimiliki penyusun, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Aplikasi Penentuan Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal Dengan Teknologi Blackberry

berbasis J2ME” tepat waktu.

Skripsi dengan beban 4 SKS ini disusun guna diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) pada jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, UPN ”VETERAN” Jawa Timur.

Melalui Skripsi ini penyusun merasa mendapatkan kesempatan emas untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di bangku perkuliahan, terutama berkenaan tentang penerapan teknologi perangkat bergerak. Namun, penyusun menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut.

Surabaya, Mei 2011

(9)

v

DAFTAR ISI

ABSTRAK... i

KATA PENGANTAR... ii

UCAPAN TERIMA KASIH... iii

DAFTAR ISI... v

DAFTAR GAMBAR... viii

DAFTAR TABEL... ix

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Perumusan Masalah... 4

1.3. Batasan Masalah... 4

1.4. Tujuan Penelitian... 4

1.5. Manfaat Penelitian... 5

1.6. Metodologi Penelitian... 6

1.7. Sistematika Penulisan... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1.Konsep Dasar J2ME (Java 2 MicroEdition)... 9

2.1.1. Konfigurasi... 9

2.2. Arsitektur J2ME... 12

2.3. Lapis-lapis Software J2ME...,... 13

2.4. Membangun dan Mengeksekusi aplikasi-aplikasi MIDP……….. 15

2.4.1. Lingkungan Aplikasi MIDP 2.0………... 15

2.4.2. Spesifikasi MIDP 2.0………... 15

2.4.3. Proses Pengembangan MIDP..,……….. 15

2.4.4. Pengembangan dan Pengujian MIDlet... 16

2.4.5. Paket MIDlet………. ………. 16

2.4.6. Recource-recource MIDlet………... 17

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(10)

2.4.7. Siklus hidup MIDlet ………... 18

2.4.8. State-state aplikasi MIDlet………... 20

2.4.9. Pengontrolan perubahan-perubahan state... 21

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM... 32

3.1. Identifikasi Masalah..……….. 32

3.2. Perancangan Sistem……… 32

3.2.1 Flowchart... 33

3.2.2 Data Flow Diagram... 36

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM... 43

4.1. Lingkungan Implementasi... 43

(11)

v

BAB V UJI COBA DAN EVALUASI……… 84

5.1. Lingkungan Uji Coba…... 84

5.2. Skenario Uji Coba…... 84

5.3. Pelaksanaan Uji Coba... 85

5.3.1. .Uji Coba Membuka Setiap Tampilan Aplikasi... 85

5.3.2 Uji Coba Perhitungan Analisa Kelayakan Usaha………. 90

5.4. Evaluasi... 112

BAB VI PENUTUP... 113

6.1. Kesimpulan... 113

6.2. Saran... 113

DAFTAR PUSTAKA... 115

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(12)

Tabel 2.1. Perbandingan CDC dan CLDC 10

(13)

Gambar 2.1 Kelompok J2ME ……….. 11

Gambar 2.2 Peralatan-peralatan dalam arsitektur J2ME……….. 12

Gambar 2.3 lapis-lapis software J2ME dan configurasi………... 14

Gambar 2.4 Paket javax. Microedition. Midlet……… 17

Gambar 2.5 State-state MIDlet ……… 20

Gambar 2.6 Tiga methods untuk mengontrol state………. 23

Gambar 2.7 Netbeans……… 25

Gambar 3.1 Flowchart jalannya proses budidaya ikan nila……….. 34

Gambar 3.2 Overvie contex diagram……… 36

Gambar 3.3 DFD level 0……….. 37

Gambar 3.4 DFD level 1 Menu budidaya ikan nila……….. 38

Gambar 3.5 DFD level 1 Menu analisa kelayakan usaha………. 39

Gambar 3.6 DFD level 2 Menu budidaya ikan nila jenis ikan………. 40

Gambar 3.7 DFD level 2 Menu budidaya ikan nila membuat kolam terpal………. 40

Gambar 3.8 DFD level 2 Menu budidaya ikan nila penanggulangan hama dan penyakit………. 41 Gambar 3.9 DFD level 2 Menu budidaya ikan pemeliharaan ikan……….. 41

Gambar 3.10 DFD level 2 Menu analisa kelayakan uasha titik impas………. 42

Gambar 4.1 Tampilan utama aplikasi……….. 44

Gambar 4.2 Menu budidaya ikan nila………. 46

Gambar 4.3 Jenis ikan nila……….. 49

Gambar 4.4 Tampilan artikel pakan ikan nila……….. 55

Gambar 4.5 Tampilan membuat kolam terpal………. 57

Gambar 4.6 Tampilan penanggulangan hama dan penyakit……… 60

Gambar 4.7 Tampilan pemeliharaan ikan nila………. 62

Gambar 4.8 Tampilan analisa kelayakan usaha……… 66

Gambar 5.1 Spesifikasi perangkat keras uji coba………. 84

Gambar 5.2 Tampilan utama aplikasi……….. 86

Gambar 5.3 Menu budidaya ikan nila………. 86

Gambar 5.4 Jenis ikan nila……….. 87

Gambar 5.5 Tampilan artikel pakan ikan nila……….. 88

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(14)

Gambar 5.8 Tampilan pemeliharaan ikan nila………. 89

Gambar 5.9 Tampilan analisa kelayakan usaha……… 90

Gambar 5.10 Menentukan jumlah pakan………. 91

Gambar 5.11 Menentukan hasil dari jumlah pakan yang dibutuhkan…………... 92

Gambar 5.12 Menentukan biaya usaha……… 92

Gambar 5.13 Tampilan hasil dari jumlah biaya tetap……….. 93

Gambar 5.14 Menentukan pendapatan……… 94

Gambar 5.15 Tampilan hasil dari jumlah pendapatan……….. 95

Gambar 5.16 Menentukan laba operasional……….. 95

Gambar 5.17 Tampilan hasil dari laba operasional……….. 96

Gambar 5.18 Menentukan laba bersih sebelum pajak………. 97

Gambar 5.19 Tampilan hasil dari laba bersih sebelum pajak………... 98

Gambar 5.20 Menentukan laba bersih 1 tahun………. 98

Gambar 5.21 Tampilan hasil dari laba bersih dalam 1 tahun……… 99

Gambar 5.22 Menentukan arus kas……….. 100

Gambar 5.23 Tampilan hasil dari arus kas……… 101

Gambar 5.24 Menentukan rentabilitas ekonomi……….. 101

Gambar 5.25 Tampilan hasil rentabilitas ekonomi………..……… 102

Gambar 5.26 Menentukan rasio……… 103

Gambar 5.27 Tampilan hasil dari rasio……… 104

Gambar 5.28 Menentukan jangka waktu pengembalian……… 105

Gambar 5.29 Tampilan hasil jangka waktu pengembalian……….. 106

Gambar 5.30 Menentukan titik impas (BEP volume produksi)……… 106

Gambar 5.31 Tampilan hasil dari titik impas (BEP volume produksi)………….... 107

Gambar 5.32 Menentukan titik impas (BEP harga produksi)……….. 108

(15)

Pembimbing I : Hj. Asti Dwi Irfianti, S. Kom, M.Kom

Pada era saat ini perkembangan informasi semakin meningkat. Semua

kegiatan memerlukan informasi dan biasa dituntut untuk menghasilkan informasi. Aplikasi yang di buat bertujuan untuk dapat memberikan edukasi, rekomendasi, wawasan serta keputusan kelayakan usaha via perangkat mobile, bagi para pengusaha ikan nila dapat memperkirakan berapa modal yang akan dibutuhkan untuk memulai budidaya berdasarkan pengamatan situasi dan kondisi tempat pembudidayaannya. Dapat mengetahui semua hal untung dan ruginya sebelum menjalankan usaha budidaya ikan nila. Bagi pengusaha ikan niladapat melakukan analisis perkiraan keuntungan yang di dapat dari usaha pembenihan dan pembesaran ikan nila yang telah dijalankan dengan cara mengisi variabel-variabel perhitungan keuntungan yang ada. Bagi orang awam yang menyukai bidang perikanan akan dapat wawasan baru di bidang perikanan khususnya ikan nila.

Pada era modern ini, kecepatan dan ketepatan dalam pemberian informasi sangat dibutuhkan terutama layanan push email. Maka blackberry dibuat sarana pengembangan system informasi aplikasi dengan menggunakan J2ME yang merupakan lingkungan pengembangan yang didesain untuk meletakkan perangkat lunak java pada barang elektronik beserta perangkat pendukungnya. Java2 Micro Edition adalah sebuah teknologi yang telah banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi pada ponsel dewasa ini, mulai dari aplikasi yang berupa permainan sampai dengan aplikasi ponsel sebagai pendukung aplikasi yang lebih besar seperti aplikasi enterprise.

Dengan di bangunnya Sistem Informasi budidaya ini, maka masyrakat dapat mengetahui system informasi budidaya tanpa harus susah-susah mengakses diinternet. Selain itu system juga bisa membantu masyarakat khususnya para pembudidaya agar dapat lebih tau lagi informasi tentang apa itu budidaya ikan nila. Dan membantu meningkatkan budidaya secara modern.

Kata kunci : Blackberry, Java2 Micro Edition

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(16)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tujuan aplikasi analisa kelayakan usaha budidaya ikan nila kolam terpal

yang menggunakan handphone blackberry ini dibuat agar para pengusaha dan

peternak ikan nila dapat mengembangkan dan meningkatkan produksi budidaya

ikan nila. Dari sisi penggunaan handphone blackberry untuk pembudidaya dapat

lebih bias mengetahui dan mempelajari teknologi yang sekarang sedang

berkembang. Tidak hanya dari internet saja para pengusaha dan peternak ikan nila

dapat mengetahui bagaimana cara berbudidaya ikan nila melalui handphone

blackberry. Blackberry adalah alat yang dapat membantu agar bias selalu

terhubung dengan global news and network. Blackberry ini mempunyai beberapa

kelebihan dibandingkan ponsel biasa, bias mengirim email dan menerima email

sebanyak-banyaknya dengan satu harga.

Dari sisi analisa kelayakan usaha bagi para peternak yang akan membuka

usaha baru pasti mempunyai tujuan. Walaupun bermacam-macam tujuan hanya

ada satu tujuan yang diutamakan dan ingin dicapai yaitu keuntungan. Semakin

banyak keuntungan yang diperoleh maka akan semakin berkembang usaha

tersebut. Para pengusaha dan peternak ikan dapat mengetahui seberapa besar

keuntungan yang ada dan telah dicapai dengan membuat suatu analisa usaha.

Hasil analisis itu dapat juga mengetahui kelayakan usaha yang dijalankan.

(17)

rasio perbandingan antara penerimaan dan biaya (R/C), serta jangka waktu

pengembalian.

Pengembangan Budidaya nila di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1969.

Namun demikian budidaya secara intensif mulai berkembang tahun 1990-an yang

berkaitan dengan maraknya budidaya nila di Keramba Jaring Apung.

Perkembangan budidaya intensif di Indonesia belum begitu menggembirakan

karena beberapa faktor antara lain masih rendahnya efisiensi produksi dan

rendahnya harga pasar disamping pengadaan benih dan induk yang bermutu.

Pengkajian teknologi budidaya ikan nila dalam mendukung intensifikasi

pembudidayaan diarahkan untuk meningkatkan efisiens produksi, dalam rangka

meningkatkan daya saing harga. Beberapa upaya yang berkaitan dengan

pengkajian teknologi antara lain pengkajian teknik pembenihan, yang meliputi;

kontruksi kolam pemijahan, teknik pengelolaan induk dalam pemijahan (jumlah

induk minimal yang dipijahkan dalam rangka menghambat laju silang dalam),

teknik produksi benih tunggal kelamin jantan dan benih steril (melalui

hormonisasi). Sedangkan pengkajian teknik pembesaran diarahkan untuk

menghasilkan ikan konsumsi yang memenuhi persyaratan ukuran permintaan

ekspor (ukuran ikan minimal 500 gram per ekor) antara lain melalui kajian

penggunaan benih tunggal kelamin.

Dalam usaha pembenihan, pengembangbiakan masih dilakukan secara

bebas dan tidak terkontrol oleh unit pembenihan rakyat (UPR) tanpa

memperdulikan penurunan kualitas benih yang dihasilkan. Penurunan kualitas

benih mengakibatkan penurunan produksi. Ikan mudah terserang penyakit, ukuran

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(18)

dalam satu umur menjadi sangat beragam dan tingkat pertumbuhan rendah.

Budidaya ikan nila di dalam KJA belum berkembang di waduk dan danau-danau,

kecuali pada sebagian waduk di Jawa.

Dalam perjalanannya budidaya ikan nila telah mengalami perkembang dari

rekayasa genetik, pengembangan pakan, teknologi budidaya guna meningkatkan

kualitas dan produksi ikan nila. Hal ini didasari tingginya permintaan pasar ikan

nila baik untuk konsumsi lokal maupun untuk ekspor. Akan tetapi pengembangan

atau rekayasa di bidang lingkungan kurang di perhatikan, sehingga diperlukan

teknik atau rekayasa lingkungan yang baru dalam pengembangan ikan nila.

Tujuan dari kegaitan ini untuk melihat kemampuan dalam meningkatkan

produktifitas ikan nila. Dengan adanya keunggulan kolam terpal ini mejadi salah

satu peluang yang sangat baik bagi perkembangan budidaya nila. Sebagai ikan

ekonomis, budidaya nila di kolam terpal juga merupakan peluang usaha yang

prospektif, tidak hanya bagi pemodal besar, tetapi juga bagi masyarakat umum

yang memiliki modal kecil dan lahan terbatas. Budidaya nila di kolam terpal dapat

menjadi satu pilihan usaha untuk meningkatkan pendapatan, membuka lapangan

kerja, dan menyediakan protein ikan,yang pada akhirnya dapat menggerakkan

ekonomi di suatu kawasan. Agar budidaya ikan nila semakin berkembang maka

(19)

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa

permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana menentukan analisa kelayakan usaha yang digunakan

dalam budidaya ikan nila?

2. Bagaimana mengkonfigurasi aplikasi kedalam peralatan yang

digunakan?

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Aplikasi hanya berjalan dengan baik pada handphone yang bertipe

CLDC 1.1 dan MIDP 2.0/2.1

2. Bagaimana merancang antarmuka pada perangkat selular.

3. Aplikasi tidak dapat menentukan nilai kerugian usaha

4. Nilai kelayakan usaha yang di dapat tidak mutlak menjadi tolok

ukur dalam pengambilan keputusan yang sesungguhnya.

1.4 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan paparan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah

Hasil akhir dari aplikasi yang di buat bertujuan untuk dapat memberikan

edukasi, rekomendasi, wawasan serta keputusan kelayakan usaha via

perangkat mobile yang meliputi:

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(20)

1. Bagi para calon pengusaha ikan nila dapat memperkirakan berapa

modal yang akan dibutuhkan untuk memulai budidaya berdasarkan

pengamatan situasi dan kondisi tempat pembudidayaannya

2. Dapat mengetahui semua hal untung dan ruginya sebelum

menjalankan usaha budidaya ikan nila.

3. Bagi pengusaha ikan nila dapat melakukan analisis perkiraan

keuntungan yang di dapat dari usaha pembenihan dan pembesaran

ikan nila yang telah dijalankan dengan cara mengisi

variabel-varabel perhitungan keuntungan yang ada.

4. Bagi orang awam yang menyukai bidang perikanan akan dapat

wawasan baru di bidang perikanan khususnya ikan nila.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari pembuatan aplikasi ini antara lain:

1. Pengguna dapat dengan mudah mencari informasi tentang

budidaya ikan nila melalui aplikasi mobile.

2. Proses pengolahan informasi dengan memanfaatkan teknologi

mobile membuat perangkat mobile menjadi media informasi yang

dinamis.

3. Memicu terciptanya model aplikasi yang sejenis pada perangkat

(21)

1.6 Metodologi Penelitian

Langkah-langkah yang ditempuh untuk keperluan pembuatan tugas akhir

ini antara lain:

a. Studi Literatur

Mengumpulkan referensi baik dari buku maupun internet. Sebagai

acuan untuk referensi tentang perancangan dan pembuatan Sistem

Pendukung Keputusan berbasis teknologi J2ME (Java 2 Micro

Edition) dengan Blackberry.

b. Perancangan Sistem

Melakukan analisa awal tentang sistem yang akan dibuat yaitu

suatu pemecahan masalah yang dilakukan untuk perancangan dan

pembuatan Sistem Pendukung Keputusan berbasis teknologi J2ME

(Java 2 Micro Edition) dengan Blackberry.

Perancangan sistem meliputi:

1) Pembuatan Flowchart dan Data Flow Diagram (DFD) untuk

menggambarkan arus data serta proses pengolahan data yang ada

pada sistem yang akan dibuat.

2) Pembuatan dan perancangan sistem menggunakan Netbeans 6.8

sebagai IDE, WTK22 sebagai emulator.

a) Implementasi dan uji coba

Melakukan uji coba pada aplikasi yang telah dibuat atau dibangun

dengan beberapa skenario mencari kelebihan dan kelemahannya.

Mencoba segala kemungkinan kesalahan yang terjadi, sehingga dapat

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(22)

melakukan perbaikan serta mengatasinya dengan mempertimbangkan

pada batasan atau kendala yang ada.

b) Pembuatan Kesimpulan

Dalam bagian akhir skripsi dibuat kesimpulan dan saran sesuai

dengan dasar teori yang mendukung dalam pembuatan skripsi ini.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan/buku pada skripsi ini adalah sebagai

berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang deskripsi umum skripsi yang meliputi latar

belakang, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat, serta

metodologi dan sistematika pembahasan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi mengenai konsep dan teori pembelajaran yang menjadi

landasan pembuatan skripsi antara lain: J2ME, arsitektur J2ME, lapis-lapis

software J2ME, membangun dan mengeksekusi aplikasi-aplikasi MIDP,

(23)

BAB III : ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Pada tahap ini akan dibuat deskripsi umum sistem serta dilakukan analisa

kebutuhan sistem, selain itu juga dilakukan perancangan aplikasi yang

akan dibuat, sehingga dihasilkan design antarmuka dan proses-prosesnya.

BAB IV : IMPLEMENTASI PROGRAM

Bab ini membahas tentang implementasi dari analisa sistem ke dalam

sebuah bahasa pemrograman sehingga terbentuk suatu perangkat lunak

sesuai yang dikehendaki.

BAB V : UJI COBA DAN EVALUASI SISTEM

Bab ini menjelaskan tentang ujicoba dan evaluasi pembuatan Sistem

Pendukung Keputusan berbasis teknologi J2ME dengan Blackberry.

Khususnya pada budidaya ikan nila, sehingga dapat diketahui apakah

aplikasi tersebut telah memenuhi tujuan yang diharapkan. Dari proses ini

akan didapatkan evaluasi program sehingga dapat dilakukan suatu

perbaikan.

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan yang dapat diambil dari permasalahan

dan program dalam skripsi ini serta berisi tentang saran-saran yang dapat

digunakan untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut atas program

yang telah dibuat.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(24)

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar J2ME (Java 2 Micro Edition)

Java 2 Micro Edition (J2ME) yaitu bagian dari J2SE yang ditujukan untuk

implementasi pada perangkat genggam yang tidak mampu mendukung secara

penuh imlementasi menggunakan J2SE dan dirancang untuk dapat menjalankan

program Java pada perangkat-perangkat seperti hand phone, PDA (Personal

Digital Assistant), Palm, PocketPC, Smart-Phone hingga PDA-Phone yang tidak

mempunyai karakteristik yang berbeda dengan komputer biasa misalnya kecilnya

jumlah memory pada perangkat genggam.

Sebenernya pada dasarnya J2ME itu terdiri dari 3 bagian yaitu konfigurasi, profil

dan paket-paket opsional, berikut penjelasannya:

2.1.1 Konfigurasi

yaitu bagian yang berisi JVM dan beberapa library kelas lainnya. JVM di sini

jangan diartikan sama dengan JVM pada edisi J2SE. Ada dua jenis konfigurasi

yaitu

a. CDC (Connected Device Configuration).

CDC termasuk spesifikasi dan konfigurasi J2ME. CDC merupakan

(25)

b. CLDC (Connected Limited Device Configuration).

CLDC merupakan perangkat atau konfigurasi dasar dari J2ME. CLDC

sebenarnya berupa library dan API (Application Programming Interface)

yang mengimplementasikan pada J2ME. Konfigurasi ini biasanya untuk

alat-alat kecil seperti telepon seluler (Handpone), pager, dan PDA.

Peralatan tersebut biasanya mempunyai keterbatasan memori (RAM),

sumber daya, dan kemampuan memproses. Untuk lebih jelasnya lihat table

1 perbandingan CDC dan CLDC.

CDC CLDC

Mengimplementasikan

seluruh fitur J2SE.

Mengimplementasikan

sebagian fitur J2SE.

CVM sebagai JVM KVM sebagai JVM

Digunakan untuk perangkat

genggam (Internet TV, Nokia

Communicator, Car TV)

Digunakan untuk

perangkat genggam (HP,

PDA, two way Pager)

Memori Minimal 2MB Memori terbatas (160-512

KB)

Processor: 32 bit Processor: 16/32 bit

Table 2.1 Perbandingan CDC dan CLDC

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(26)

1. Profile

yaitu bagian perluasan dari konfigurasi artinya selain sekumpulan kelas yang

ada di konfigurasi, terdapat juga kelas lain yang lebih spesifik yang

didefinisikan di dalam profil. Oleh karena itu profil akan membantu secara

fungsional dengan menyediakan kelas-kelas yang tidak terdapat di

konfigurasi.

profile yang paling populer dari Sun adalah sering disebut MIDP (Mobile

Information Device Profile).

2. Paket-paket (Package)

yaitu paket tambahan yang dibutuhkan oleh aplikasi sehingga pada saat

proses deployment paket-paket tersebut perlu didistribusikan sebagai bagian

dari aplikasi yang bersangkutan. Perlu diingat bahwa paket-paket opsional

tersebut bukan merupakan paket yang dibuat oleh perusahaan alat yang

digunakan.

Paket-paket (Package) Paket-paket Opsional

Profil (Profile)

Konfigurasi (Configuration)

JVM

(27)

2.2 Arsitektur J2ME

Platform J2ME menyediakan sebuah Platform bersama (common) untuk

pemakai dan peralatan-peralatan tertanam (embedded device) seperti mobile phone,

PDA, TV set-top boxes, games consoles, dan point-of-sale (POS) terminals, maupun

sejumlah besar jenis peralatan tertanam yang lain. Arsitektur J2ME mendefinisikan

sekumpulan stendar tentang konfigurasi, profil, dan paket-paket pilihan yang

dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari peralatan-peralatan yang disebutkan

diatas. Himpunan (atau kumpulan) standar yang dimaksud memampukan untuk

menulis aplikasi-aplikasi (applications) untuk sejumlah besar jenis-jenis peralatan.

Selanjutnya aplikasi-aplikasi ini membangkitkan kemampuan-kemampuan

masing-masing peralatan.

Platform J2ME disebar luaskan ke jutaan pemakai peralatan di seluruh dunia.

Ketika anda mengembangkan aplikasi-aplikasi untuk Platform J2ME, harus

memahami tidak hanya pada arsitektur Platform, akan tetapi juga terhadap

peralatan-peralatan yang disupport oleh arsitektur ini.

Java Platform

Java Virtual Machine (JVM™)

Java 2

Gambar 2.2 Perlatan-peralatan dalam Arsitektur J2ME

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(28)

2.3 Lapis-lapis Software J2ME

Platform J2ME terdiri dari tiga lapis software yang menyediakan untuk

modularitas fungsional untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi. Lapis-lapis

software yang dimaksud didefinisikan sebagaimana diperlihatkan pada gambar:

Tiga lapisan software yaitu:

a. Lapis JVM™ (Java Virtual Machine) – Menyediakan

pemrosesan-pemrosesan dasar. Tipe-tipe yang berbeda dari mesin-mesin maya

(virtual machines) berpasangan dengan footprint-footprint yang

berbeda dari peralatan.

b. Lapis Configuration – Mendefinisikan tingkat dasar fungsionalitas

untuk kategori-kategori peralatan. Sebagai contoh: sebuah lapis

configuration bias terdiri peralatan-peralatan terhubung atau

peralatan-peralatan dengan sumberdaya terbatas. Lapis configuration

dibangun di bagian paling atas (top) dari mesin maya tertentu.

Platform J2ME mempunyai dua configuration untuk menangani

kebutuhan-kebutuhan kategori peralatan.

1. CDC (Connected Divice Configuration), konfigurasi yang

menggunakan CVM (C Virtual Machine)

2. CLDC, konfigurasi yang beroperasi pada CDC Hot Spot

Implementation (CLDC-HI), yang aslinya dikenal sebagai

KVM (Kilobyte Virtual Machine)

3. Dua lapis configuration ini melayani baik shared connectd

(29)

c. Lapis Profile – Menyediakan fungsionalitas tertarget untuk sebuah

keluarga peralatan, seperti MID (Mobile Information Device) atau

PDA.

Gambar 2.3 Lapis-lapis Software J2ME dan Configurations

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(30)

2.4 Membangun dan Mengeksekusi Aplikasi-aplikasi MIDP

2.4.1 Lingkungan Aplikasi MIDP 2.0

Lingkungan aplikasi MIDP 2.0 menyediakan peralatan-peralatan mobile

dengan fitur-fitur dan fungsionalitas khusus. Fitur-fitur dan fungsionalitas ini

disediakan oleh elemen-elemen berikut:

1. Suatu konfigurasi platform J2ME yang mendukung MIDP menyediakan

API CLDC 1.0 (minimal).

2. Spesifikasi MIDP 2.0 menyediakan API MIDP 2.0.

3. Software pengelolaan aplikasi (Appication Management Software-AMS)

menyediakan pengelolaan aplikasi peralatan khusus dalam lingkungan

peralatan.

2.4.2 Spesifikasi MIDP 2.0

Spesifikasi MIDP 2.0 mendefinisikan API yang cocok untuk

peralatan-peralatan yang mempunyai himpunan fitur-fitur, kemampuan-kemampuan, dan

batasan-batasan yang lebih khusus dan memuat fungsionalitas untuk

komponen data.

2.4.3 Proses Pengembangan MIDP

Pengembangan aplikasi MIDP serupa dengan pengembangan aplikasi Java.

(31)

dikembangkan untuk peralatan-peralatan MIDP dan hanya bias menggunakan

MIDP dan API CLDC.

2.4.4 Pengembangan dan Pengujian MIDlet

Untuk mengembangkan dan menguji MIDlet, ikuti langkah-langkah berikut

ini.

1. Tulis kode Java untuk MIDlet

2. Kompail (compile) kodesumber MIDlet

3. Lakukan verivikasi awal (pre-verify) terhadap kode-terkompail MIDlet

4. Buat sebuah file teks Mannifest.mf.

5. Kumpulkan (package) MIDlet kedalam file.jar

6. Definisikan sebuah file Penjelas Aplikasi Java (Java Application

Descriptor-JAD)

7. Uji MIDlet dalam sebuah emulator

2.4.5 Paket MIDlet

Siklus hidup aplikasi MIDlet didefinisiskan oleh spesifikasi MIDP 2.0 dan

bukan konfigurasi CLDC. MIDP menyediakan definisi siklus hidup runtime

MIDP dan interaksi-interaksi dengan lingkungan runtime nya melalui paket

(package) javax.microedition.midlet. paket (package)

javax.microedition.midlet mendefinisikan dua kelas:

a. Kelas MIDlet abstrak merupakan superkelas ke setiap MIDlet terekusi

(executable) yang anda kembangkan. Superkelas ini memastikan bahwa

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(32)

method-method penting berada didalam tempat eksekusi yang tepat

dalam sebuah lingkungan runtime MIDlet yang didukung. Anda harus

memperluas ruang ini dan menyediakan implementasi untuk

method-methodyang mendikte state saat ini dari MIDlet anda.

b. MidletStateChargedException dibuang ketika transisi dari MIDlet dari

satu state ke state lain didalam siklus hidup eksekusi gagal.

2.4.6 Resource-resource MIDlet

Sebuah MIDlet membuat, mengalokasikan, dan mengeluarkan beberapa tipe

berbeda dari resource selama waktu hidupnya, memuat objek-objek, data, dan

threads:

a. MIDlet membuat objek yang diperluas ketika mengeksekusi. MIDlet

mengeluarkan objek-objek ini ketika mereka tidak lagi dibutuhkan atau

ketika MIDlet diistirahatkan (paused) atau dihentikan (terminated). Javax.microedition.midlet

(33)

b. MIDlet membaca data dari tempat penyimpanan tetap (persistent

storage) pada saat startup dan menyimpan data kembali ketempat

penyimpanan tetap pada waktu shutdown.

c. MIDlet membuat threads untu menyelenggarakan pekerjaan-pekerjaan

(tasks) secara konkuren. MIDlet menghentikan thread-thread ini ketika

sesuai.

2.4.7 Siklus Hidup MIDlet

Sebuah MIDlet berjalan dilingkungan terkontrol yang serupa dengan

lingkungan di mana sebuah Java applet berjalan. Sebuah Java applet

menginplementasikan method-method tertentu yang mengijinkan browser

untuk mengendalikan perilaku applet. Method-method ini umunya dikenal

sebagai method-method siklus hidup (life cycle methods), karena

merekamengijinkan browser untuk mengontrol ketika applet mulai (starts),

berhenti (stops), dan berjalan (runs).

Sebuah MIDlet juga harus mengimplementasikan method-method siklus

hidup tertentu. AMS yang mengatur lingkungan MIDlet memanggil (calls)

method ini untuk mengontrol resource-resource MIDlet. Relasi antara AMS

dan MIDlet serupa dengan relasi antara web browser dan applet.

Method-method Siklus-Hidup MIDlet

Method-method berikut digunakan oleh software AMS untuk mengontrol

stateMIDlet selama eksekusi:

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(34)

a. Default constructor – Digunakan untuk melakukan inisialisasi dasar,

seperti variable-variabel instance pengaturan. Belum mendapatkan

resource apapun, karena MIDlet masih dalam state istirahat.

b. Method startApp() – Digunakan untuk mendapatkan resource yang

anda butuhkan untuk MIDlet dan kemudian MIDlet ditempatkan dalam

state aktif sedemikian hingga dimungkinkan pengumpukan

(akusisi-acqusition) resource.

c. Method pauseApp() – Digunakan untuk melepas semua resources yang

diperlukan oleh MIDlet. Jika MIDlet menciptakan sebarang objek,

simpan state dari objek ketempat penyimpanan tetap dan pasang (set)

referensi objek ke null. Jika MIDlet memulai sebarang threads, tahan

atau hentikan thread-thread ini.

d. Method destroyApp() – Digunakan untuk menyimpan state dari MIDlet

dan untu melepas setiap resource yang diperlukan oleh MIDlet. Simpan

objek ketempat penyimpanan tetap, dan pasang referensi-referensi

objek ke null. Hentikan setiap thread yang diciptakan oleh MIDlet.

Baris 7,10 dan 13 di dalam kode 2.1 memperlikatkan implementasi

method-method siklus hidup dasar dalam sekumpulan MIDlet. Anda

bias menggunakan kode ini sebagai template untuk MIDlet anda

(35)

Kode 2.1 Pendefinisian Method-method Siklus hidup dalam sebuah MIDlet

2.4 8 State-state Aplikasi MIDlet

Setelah pengguna mengeksekusi MIDlet, selanjutnya MIDlet ditempatkan

dalam satu dari tiga state dalam siklus hidup aplikasi. Tiga stateMIDletadalah

active, paused, atau destroyed, seperti yang digambarkan dalam gambar 2.5

berikut ini:

Gambar 2.5 State-state MIDlet

1. import javax.microedition.midlet.*;

2. public class MyFirstMidlet extends MIDlet { 3. public MyFirstMidlet () { 10. // entering paused state 11. }

12. public void destroyApp (bolean unconditional) { 13. // entering destroyed state

14. } 15. }

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(36)

Tiga state MIDlet dijelaskan sebagai berikut :

1. Aktif (active) – Ketika MIDlet memasuki state aktif, ia mendapatkan

resource-resource yang diperlukan untuk melaksanakan

pekerjaan-pekerjaannya. Setiap thread yang diperlukan harus dimulai selama transisi

ke state aktif.

2. Tertahan (paused) - Ketika MIDlet memasuki state tertahan, ia

melepaskan setiap resource yang ia pegang dan menghentikan setiap

thread aktif. Data yang bisa dipertahankan jika diperlukan, sehingga bisa

digunakan lagi ketika MIDlet kembali ke state aktif.

3. Rusak (destroyed) – Ketika MIDletmemasuki staterusak, ia melepaskan

setiap resource yang ia pegang, hentikan setiap thread aktif, dan simpan

setiap state-state yang tetap.

2.4.9Pengontrolan Perubahan-perubahan State

Selama AMS mengontrol perubahan-perubahan state, di suatu titik selama

pengeksekusian kode berlangsung, anda mungkin membutuhkan perubahan

state, seperti satu MIDlet menahan dan memanggil MIDlet lain. Mengontrol

state nya sendiri:

1. Method void rsume Request() – menyediakan suatu cara bagi MIDlet untuk

menandakan bahwa setiap memasuki state aktif. Hasil dari method ini

adalah bahwa AMS memanggil method startApp() pada MIDlet ketika AMS

(37)

2. Method void notify Paused() – Membiarkan MIDlet menahan (pause)

secara sukarela. MIDlet bisa memanggil method notify Paused() selama

didalam stateaktif untuk menandakan ke AMS bahwa MIDlettelah

memasuki state tertahan secara sukarela. Pada saat dianggap perlu, AMS

bisa memanggil method startApp() untuk memulai kembali MIDlet atau

method destroyApp() untuk mengakhiri MIDlet.

3. Method void notify Destroyed() – Membiarkan MIDlet menghancurkan

diri sendiri secara sukarela. MIDlet bisa memanggil method notfy

Destroyed() selama dalam state aktif untuk memberitau AMS bahwa

MIDlet telah memasuki state rusak (destroyed). AMS tidak memanggil

method siklus hidup yang sesuai ketika salah satu dari tiga method

pemberitahuan (notification) dipanggil. Sebagai contoh, pemanggilan

notify Paused() tidak menyebabkan pemanggilan otomatis terhadap

pauseApp(). Dianggap bahwa method yang bersangkutan telah dipanggil

sebelum pemberitahuan AMS. Selanjutnya, AMS tidak memanggil method

destroyApp() karena AMS menganggap MIDlet dihancurkan. Oleh karena

itu, MIDlet harus secara eksplisit melepas resourse nya sebelum

memanggil method notify Destroyed().

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(38)

Default constructor ( )

2.4.10 Keluaran MIDlet

Cara yang paling mudah untuk menghasilkan keluaran (output) dalam sebuah

MIDlet adalah menggunakan method System.out.println(), yang menampilkan

sebuah pesan pada console.

Paused Active

Destroyed

pauseApp (

destroyApp (Boolean) destroyApp (Boolean)

Gambar 2.6 Tiga Methods untuk Mengontrol State

startApp (

Resource Request ( ) notifyPaused ( ) notifyDestroy ( )

(39)

Kode 2.2 menampilkan pesan console ketika method startApp() dipanggil di

MIDlet.

Kode 2.2 Penampilan Sebuah Pesan Console dalam sebuah MIDlet

2.4.11 Sifat-sifat Pengaksesan

Ketika anda mengeksekusi sebuah aplikasi, anda mungkin perlu mengakses

sifat-sifat yang disediakan AMS. Sifat-sifat ini bias merupakan sifat-sifat yang

diperlukan, seperti yang dinyatakan dalam spesifikasi MIDP 2.0,atau mereka

mungkin merupakan sifat-sifat yang anda definisikan. Dalam kasus manapun

dan bagaimanapun,methodgetAppProperty(String key) menyadiakan akses

kesifat-sifat ini. Sifat-sifat didefinisikan dalam sebuah format key:value, dan

ketika anda memanggil method getAppProperty(String key), ia akan

mengembalikan salah satu dari nilai-nilai berikut:

a. Sebuah nilai null, berarti nilai kunci (key value) yang diberikan tidak

ada.

b. Sebuah nilai string, berarti nilai kunci yang diberikan dalam format

sebuah String object.

Kode 2.3 memperlihatkan bagaimana mengakses sifat-sifat AMS.

Kode 2.3 Pengaksesan Sifat-sifat AMS

1. Public void starApp() {

2. System.out.println("Entering starApp"); 3. ...

4. }

1. Public void starApp() {

2. String value = getAppProperty("MicroEdition-Profile");

3. System.out.println("Peralatan ini mendukung peralatan profile saat ini :" + vslue);

4. }

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(40)

2.5 Netbeans 6.8

Netbeans 6.8 memiliki kemampuan yang begitu luas, dapat dipergunakan

untuk membangun dan mempercantik tampilan GUI, membuat berbagai

macam proyek open source seperti PHP, Ruby, Phyton, bahkan pemograman

API untuk aplikasi web service seperti yahoo, google, facebook. Dari segi IDE

(Integrated Development Environment), Netbeans juga tidak kalah dengan

visual studio. Selain itu, pada Netbeans juga terdapat fasilitas seperti

Intellisense, yaitu fasilitas code Completition. Fungsinya tidak kalah dengan

fasilitas intellisense dari visual studio.

2.6 WTK 22 (Warless ToolKit)

Merupakan perangkat lunak atau tool emulator (mensimulasikan) kerja

(41)

mencoba langsung (koneksi) ke hanphone. Berikut ini emulator standar yang

disediakan J2ME WTK 22.

Nama Emulator Ukuran Layar Ukuran Canvas

Default Color Phone 240 x 320 240 x 289

Default Gray Phone 120 x 280 180 x 177

Media Control Skin 120 x 208 180 x 177

Qwerty Device 636 x 235 540 x 204

2.7 Blackberry

Blackberry adalah device yang sama dengan handphone lain, bisa

menjalankan fungsi dasar untuk telepon dan sms, yang membedakannya hanyalah

Operating System pada handphone blackberry merupakan Operating System (OS)

berbasis Java buatan RIM (vendor Blackberry). Blackberry jika tanpa berlangganan

servis Blackberry, tentu hanya handphone biasa yang bahkan bikin pusing, karena

menunya tidak seenak handphone ber-OS symbian misalnya, namun jika blackberry

telah diaktifkan dengan layanan blackberry operator anda, blackberry menjadi killer

device untuk ber-internet ria, terutama email.

Kelebihan Blackberry Vs Ponsel Biasa antara lain :

1. Bisa mengirim email dan menerima email sebanyak-banyaknya dengan satu

harga.

Tabel 2.6 Daftar Emulator Standar J2ME WTK

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(42)

2. mengirim email semudah mengirim dan menerima sms, dan tidak perlu ada

tambahan biaya.

3. Email sifatnya lebih formal utk bagi orang yang berbisnis, sehingga surat –

menyurat lebih mudah dan terpercaya.

4. Bisa melakukan browsing ringan internet, selama website tdk terlalu berat bisa.

5. Bisa menerima RSS dengan bantuan software Vigo.

6. Dapat melakukan chating dengan berbagai macam media baik

YM,Gtalk,BlackberryMessengger.

7. Chatting dengan rekan or teman yang ada diluar negeri or dimana pun dengan

gratis dan realtime.Dan hasil pembicaran bisa lsg dikirim melalui email jika

memang berhubungan dengan bisnis or yang lain2.

8. Untuk pelanggan individu paket nya disebut BIS , harga cukup terjangkau

berkisar dari 150-200 rb/bln

9. Operator yang telah mendukung Indosat,(Matrix,Mentari),XL

(pascabayar),T-Sel (Halo,simpati)

10. Bisa digunakan sebagai GPS .

11. Telah didukung teknologi wifi sehingga jika kita berpergian keluar negeri bisa

menerima email dan mengirim email gratis melalui hot-spot

12. Fungsi Telp ,dan organizer sama baiknya dengan smartphone sekelas nokia or

WM6

13. Dan bila kita sering menerima email dan selama ini kita harus membuka

(43)

yg lain, hal ini bisa dipermudah karena, begitu server terima langsung di push di

unit tersebut dengan delay krg lebih 20 menit tergantung jaringan.

14. Kemudian jika kita mengirim sms hanya terbatas 160 Karakter kalau email mau

1000 karakter or 5000 karakter bebas dan tidak bayar lagi.

Kelebihan dan kekurangan smart phone Balackberry antara lain:

2.7.1 Kelebihan Blackberry:

Features

1. System full backup/recover sebagian maupun sepenuhnya mempermudah user

dalam membackup data2 penting

2. Ketika mengganti unit blackberry baru, anda cukup menggunakan fungsi change

device dan data-data penting beserta setting dan 3rd party software (jika

compatible) tercopy dengan mudah ke device blackberry baru.

3. Fungsi Autotext, anda tinggal mendefine keyword lalu mengasosiasikan dengan

isi pengganti yang biasanya berisi text/character yang panjang, dan digunakan

dengan mengetikan keyword, maka isi pengganti akan menggantikan keyword

tersebut.

semisal, anda mendefine autotext home, ketika anda ketik, digantikan dengan

alamat lengkap, rt-rw,phone,kodepost dlsb yang anda inginkan.

4. fungsi search sangat powerfull untuk menemukan di field manapun dari nama,

subject bahkan content, sehingga membantu kita menemukan hal yang kita cari.

5. profile pada blackberry sangat flexible, untuk setiap account email,

sms,mms,phone,facebook dlsb dapat diatur ringtone/vibrate dan led signnya

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(44)

6. feature speed dial pada blackberry qwerty sebanyak pilihan a-z,dikurangi

default key. Membantu sekali dalam melakukan telepon cepat

Multimedia

1. Fungsi BBM (Blackberry Messenger) yang mampu membuat chatting kita

nyaman dengan tidak hanya menyediakan fungsi chatt type, namun juga send type

dan rekaman sebesar 10Kb – membantu sekali saat sedang tidak bisa mengetik

pesan dan tinggal merekam ucapan sekitar 5 Detik dan mengirimkan kepada lawan

chatt kita.

2. Pada fungsi baru di OS versi 5.0 nanti bahkan terintegrasi dengan fungsi SMS

dan dapat mengirimkan pesan lokasi dlsb.

3. customize theme yang buat user level advanced dapat dengan mudah membuat

dan mendesign rancangan theme sendiri sesuai kebutuhan, yang diperlukan hanya

image editing software dan idea.

4. Fungsi geotag pada blackberry ber-GPS, membantu foto2 yang kita ambil berisi

informasi lokasi foto diambil, bisa dibuat teka-teki, kemana rekan kita berada

dengan mengecheck lokasi GPS melalui informasi Geotagnya.

5. Tampilan akses multimedia ke video, audio, gambar dan rekaman terintegrate

dan sangat sederhana, sehingga cepat diakses dan nyaman digunakan.

Security

1. Dengan mengaktifkan fungsi password, dan jika terjadi kehilangan terhadap

(45)

data (wipe) di blackberry anda-sehingga data penting anda tidak gampang diambil.

2. feature firewallnya,sangat effective dalam memblock sms/mms/phone call yang

tidak kita inginkan.

2.7.2Kelemahanblackberry:

Features

1. Belum (hingga tulisan ini ditulis) mendukung conference call.

2. tidak native membawa kemampuan untuk menerima dan mengirimkan fax

(karena fungsi email dan attachment harusnya dapat menggantikan hal ini).

3. Fungsi rekaman native (voice recorder) berkemampuan jelek dan hanya mampu

merekam 10 menit dan dalam format yang tidak umum (seperti mp3,wav dlsb),

software pengganti belum banyak dan hanya VR+ dari shapeservice yang dijual

cukup mahal (meskipun ada versi lite dengan keterbatasannya).

4. pada blackberry qwerty,spell check yang membantu pengecheckan kesalahan

ketik HANYA dapat berjalan jika selesai diketik semua. Padahal kesalahan ketik

seharusnya dapat kita check saat melakukan pengetikan.

Software

1. Seluruh 3rd party software terinstall bersama pada memory internal, sehingga

dengan memory internal (RAM) blackberry yang terbatas, tidak banyak software

3rd party yang dapat diinstall (terutama pada blackberry type lama), meskipun

sudah tersedia software yang dapat memindahkan instalasi 3rd party software pada

memory card – saat digunakan program 3rd party tetap di load di internal memory

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(46)

(RAM).

2. Software 3rd party yang terinstall tidak otomatis terbackup saat kita melakukan

backup, harus dilakukan trick khusus untuk membackup 3rd party software ini.

kecuali anda bersedia menginstall kembali 3rd party software setelah anda

melakukan upgrade/downgrade OS.

Email

1. Synchronisasi antara email di blackberry dan server, terutama untuk email yang

sudah kita delete di blackberry sering tidak bekerja dengan baik, sehingga sering

kali email yang sudah kita delete di blackberry dan kita purge serta reconsile (dari

menu Reconsile), tetap tertarik di mail client PC/Laptop kita, tentunya hal ini

menjengkelkan karena kita harus memeriksa kembali mana email yang harus di

delete kembali maupun yang tidak kita delete di blackberry untuk kita arsipkan di

mail client PC/Laptop kita.

2. size file yang bisa dikirim dan diterima maximal 2.9Mb.

Browser

Browser bawaan blackberry tidak sempurna menampilkan webpage

ber-javascript dan animasi, bagi yang ingin menggunakan klikbca.com misalnya, harus

(47)

32

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1. Identifikasi Masalah

Perancangan Sistem Pendukung keputusan Bidang Perikanan Berbasis

mobile dengan J2ME, pada penelitian ini dirancang untuk menyediakan

informasi tentang Budidaya Ikan Nila dengan kolam terpal. Informasi yang

disajikan berupa informasi mobile.

A p l i k a s i ini diharapkan dapat memberi kemudahan dalam menampilkan

data Budidaya Ikan Nila berupa informasi tentang Aplikasi Penentuan

Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal Dengan Teknologi J2ME.

Dimana yang dimaksud perancangan system pendukung keputusan berbasis

mobile adalah merancang tampilan Budidaya Ikan Nila dan Analisa Kelayakan

Usaha Ikan Nila. Sehingga dapat bekerja sebagai suatu Sistem Informasi J2ME

yang dapat diakses melalui Hanphone dan PDA.

3.2. Perancangan Sistem

Setelah menganalisa permasalahan yang telah dijelaskan diatas maka

tahapan selanjutnya adalah melakukan perancangan sistem, dimana pada

tahap perancangan sistem ini meliputi Flowchart dan Data Flow Diagram

(DFD).

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(48)

3.2.1 Flowchart

Dalam Flowchart ini menggambarkan mengenai proses cara kerja secara

fisik dalam bentuk dokumen flowchart yang terjadi pada Aplikasi Penentuan

Kelayakan

Usaha Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal Dengan Teknologi J2ME. Pada

pembuatan Sistem Informasi pendukung keputusan tentang Budidaya Ikan

Nila iniyang tedapat didalamnya adalah :

a) Budidaya Ikan Nila

b) Analisa Kelaykan Usaha Budidaya Ikan Nila

Berikut adalah penjelaan secara terperinci flowchart dan dapat dilihat pada

(49)

Start

Bahan dan Alat Membuat Kolam Terpal

Gambar 3.1 Flowchart jalanya proses budidaya ikan nila

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(50)

Saat pertama kali aplikasi dijalankan maka akan muncul dua buah menu

pilihan yang ditawarkan kepada user, antara lain adalah menu Budidaya Ikan Nila,

dan menu Analisa Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila..

Menu Budidaya Ikan Nila akan diperluas lagi dengan adanya jenis-jenis

budidaya, antara lain adalah Jenis ikan nila, Pemberian pakan ikan nila, Membuat

kolam terpal, Penanggulangan hama dan penyakit, dan Jenis pemeliharaan ikan

nila. Apabila user memilih menu budidaya ikan nila akan menampilkan halaman

budidaya ikan nila,yang dimana terdapat jenis-jenis dari budidaya ikan nila

kemudian user dapat memilih jenis budidaya apa yang mau dilihat terlebih

dahulu. Setelah user memilih jenis ikan nila disitu akan muncul pilihan jenis ikan

apa saja yang mau dilihat, kemudian akan muncul artikel tentang jenis ikan yang

di inginkan oleh user.

Menu Analisa kelayakan adalah menu tentang penganalisaan nilai variabel dari

kelayakan perhitungan usaha budidaya ikan nila. Dimana menu ini terdapat

perhitungan dari kelayakan usaha ikan nila yang dijalankan, analisa yang umum

dipakai dalam perhitungan ini adalah titik impas, arus kas, rentabilitas ekonomi,

rasio perbandingan antara penerimaan dan biaya (R/C), serta jangka waktu

pengembalian. Agar user dapat mengetahui seberapa besar keuntungan yang akan

dicapai dengan melihat suatu analisis usaha yang mau dijalankan.

(51)

3.2.2 Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat perancangan sistem yang

berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk

penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan

oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program. DFD juga

merupakan suatu model data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan

darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data

disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut interaksi antara data yang

tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.

a. Context Diagram

Context diagram menjelaskan gambaran umum mengenai sistem, terdiri

atas entitas luar yang berhubungan dengan sistem serta arah informasi yang

berupa masukan dan keluaran antara entitas luar dengan sistem tersebut.

0

Memilih antara 2 menu

+

user User

Halaman menu

Gambar 3.2 Overview Context Diagram

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(52)

Gambar 3.2 diatas merupakan context diagram dari Aplikasi Penentuan

Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal Dengan Teknologi

Balckberry Berbasis J2ME, dimana pada gambar diatas terlihat user yang

menggunakan aplikasi ini dapat memilih 2 menu yang diinginkan.

b. DFD Level 0

1 Pilih menu budidaya ikan nila

+ user

Halaman menu terpilih

2

Pilih menu analisa kelayakan usaha

+

Atau

user

Daftar menu

Gambar 3.3 DFD Level 0

Pada DFD level 0 ini merupakan pecahan dari proses context diagram

menjadi dua proses yang dapat dipilih, yaitu:

1. Proses 1 user dapat memilih menu budidaya ikan nila yang nantinya

(53)

2. Proses 2 user juga dapat memilih menu analisa kelayakan usaha yang

nantinya akan pula dipecah/dikembangkan lagi menjadi beberapa

pilihan perhitungan dari budidaya ikan nila.

c. DFD Level 1 Menu budidaya ikan nila

1.1

Gambar 3.4 DFD Level 1 Menu Budidaya Ikan Nila

Proses menu budidaya ikan nila terdapat lima menu yang dapat dipilih

oleh user pada bagian masing-masing daftar menu ada beberapa bagian yang

dapat dirinci lagi menjadi beberapa bagian yaitu antara lain proses 1.1 jenis ikan

nila dapat dirincikan lagi menjadi tujuh pilihan dari jenis ikan (nila merah, nila

hitam, nila gift, nila nirwana, nila gesit, nila get, nila jica), kemudian proses 1.3

dapat juga dirincikan menjadi tiga pilihan(jenis kolam terpal, bahan dan alat

membuat kolam terpal, membuat kolam terpal), pada proses 1.4 dirincikan

menjadi dua yaitu (penanggulangan hama, penanggulangan penyakit), kemudian

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(54)

pada proses 1.5 dirincikan menjadi empat yaitu (benih unggul, pengangkutan

benih, pendederan nila, dan pembesaran nila) yang masing-masing proses dapat

dipilih oleh user untuk dapat melihat artikel dari tiap-tiap proses.

d. DFD Level 1

Gambar 3.5 DFD Level 1 Menu Analisa kelayakan usaha

Pada proses 2.11 terdapat dua rincian perhitungan BEP(break event point/

kembalian modal dalam satuan harga atau satuan per ekor) sehingga user dapat

(55)

e. DFD Level 2

Gambar 3.6 DFD Level 2 Menu Budidaya ikan nila jenis ikan

Proses 1.1.1 merupakan rincian dari proses 1.1 user dapat melihat isi dari

artikel nila merah, dan seterusnya proses 1.1.2, proses 1.1.3, proses 1.1.4, proses

1.1.5, proses 1.1.6, dan proses 1.1.7 user dapat melihat isi artikel dari jenis ikan.

1.3.1

Gambar 3.7 DFD Level 2 Menu Budidaya Ikan Nila membuat kolam

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(56)

Pada proses ini user dapat melihat isi dari artikel dari tiap-tiap prises yang

Gambar 3.8 DFD Level 2 Menu Budidaya ikan nila penanggulangan

hama dan penyakit

(57)

f. DFD Level 2

2.11.1 BEP volume

produksi user

Halaman menu terpilih 2.11.2 BEP harga

produksi Atau

user perhitungan

Gambar 3.10 DFD Level 2 Menu Analisa kelayakan Usaha Titik Impas

Pada titik impas di bagi menjadi dua rincian yaitu proses 2.11.1 (BEP

volume produksi) merupakan titik impas akan dicapainya saat kolam terpal dapat

menghasilkan ikan nila dan proses 2.11.2 (BEP harga produksi) merupakan titik

impas akan dicapainya pada harga jual ikan nila.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(58)

IMPLEMENTASI SISTEM

4.1. Lingkungan Implementasi

Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Aplikas Penentuan

Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal Dengan Teknologi J2ME

diimplementasikan pada sistem komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:

Device : Blackberry 8520

Sistem operasi : Blackberry OS5

MIDP : Versi 2.0

CLDC : Versi 1.0

Size : 195 kb

4.2. Implementasi Antarmuka

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang implementasi antarmuka dari

aplikasi yang dibuat. Implementasi antarmuka yang telah dibuat yaitu:

1) Tampilan Utama

2) Tampilan Menu Budidaya Ikan Nila

3) Tampilan Jenis Ikan Nila

4) Tampilan Pemberian Pakan Ikan Nila

5) Tampilan Membuat Kolam Terpal

6) Tampilan Penanggulangan Hama dan Penyakit

7) Tampilan Pemeliharaan Ikan Nila

(59)

4.2.1. Tampilan Utama

Tampilan utama ini merupakan tampilan yang pertama kali ditemui

pengguna aplikasi saat aplikasi pertama kali dibuka. Pada tampilan ini akan

terlihat 2 menu yaitu budidaya ikan nila dan analisa kelayakan usaha, kemudian

apabila di klik pada bagian budidaya ikan nila atau analisa kelayakan usaha akan

tampil menu-menu link ke halaman yang lain.

Gambar 4.1 Tampilan Utama Aplikasi

/*Konstruktor*/

public Budidaya_Nila(){

display=Display.getDisplay(this);

frmMenuUtama = new Form("Menu Utama");

cmdBudidaya = new Command(" ",Command.SCREEN,1);

cmdAnalisa = new Command(" ",Command.SCREEN,1);

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(60)

strBudidaya = new StringItem(null,"Budidaya Ikan Nila \n",Item.BUTTON);

strBudidaya.setLayout(Item.LAYOUT_CENTER | Item.LAYOUT_EXPAND);

strBudidaya.setDefaultCommand(cmdBudidaya);

strBudidaya.setItemCommandListener(this);

strAnalisa = new StringItem(null, "Analisa Kelayakan Usaha \n",Item.BUTTON);

strAnalisa.setLayout(Item.LAYOUT_CENTER | Item.LAYOUT_EXPAND );

strAnalisa.setDefaultCommand(cmdAnalisa);

strAnalisa.setItemCommandListener(this);

frmMenuUtama.append(strBudidaya);

frmMenuUtama.append(strAnalisa);

}

4.2.2. Tampilan Menu Budidaya Ikan Nila

Tampilan bagian menu budidaya ikan nila ini adalah tampilan yang berisi

jenis ikan nila, pemberian pakan ikan nila, membuat kolam terpal,

Penanggulangan hama dan penyakit dan pemeliharaan ikan nila yang muncul pada

aplikasi ini. Gambar 4.2 menunjukkan tampilan bagian menu budidaya ikan nila

(61)

Gambar 4.2 Menu Budidaya Ikan Nila

public Form halBudidaya(){

frmHalBudidaya = new Form("Menu Budidaya Ikan Nila");

tkrBudidaya = new Ticker("Berikut adalah halaman yang " +" menyediakan lima pilihan menu untuk memperkenalkan berbagai macam faktor" +" dalam membudidayakan ikan nila");

cmdIkan = new Command(" ",Command.SCREEN,1);

cmdPakan = new Command(" ",Command.SCREEN,1);

cmdKolam = new Command(" ",Command.SCREEN,1);

cmdHamaPenyakit = new Command(" ",Command.SCREEN,1);

cmdPemeliharaan = new Command(" ",Command.SCREEN,1);

cmBackMU = new

Command("Kembali",Command.BACK,2);

strIkan = new StringItem(null,"Jenis Ikan Nila \n",Item.BUTTON);

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(62)

strIkan.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strIkan.setDefaultCommand(cmdIkan);

strIkan.setItemCommandListener(this);

strPakan = new StringItem(null,"Pemberian Pakan ikan nila \n",Item.BUTTON);

strPakan.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strPakan.setDefaultCommand(cmdPakan);

strPakan.setItemCommandListener(this);

strKolam = new StringItem(null,"Membuat Kolam Terpal \n",Item.BUTTON);

strKolam.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strKolam.setDefaultCommand(cmdKolam);

strKolam.setItemCommandListener(this);

strHamaPenyakit = new StringItem(null,"Penanggulangan Hama dan Penyakit \n",Item.BUTTON);

strHamaPenyakit.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strHamaPenyakit.setDefaultCommand(cmdHamaPenyakit);

strHamaPenyakit.setItemCommandListener(this);

strPemeliharaan = new StringItem(null,"Pememeliharaan Ikan Nila \n",Item.BUTTON);

strPemeliharaan.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

(63)

strPemeliharaan.setItemCommandListener(this);

frmHalBudidaya.append(strIkan);

frmHalBudidaya.append(strPakan);

frmHalBudidaya.append(strKolam);

frmHalBudidaya.append(strHamaPenyakit);

frmHalBudidaya.append(strPemeliharaan);

frmHalBudidaya.setTicker(tkrBudidaya);

frmHalBudidaya.addCommand(cmBackMU);

frmHalBudidaya.setCommandListener(this);

display.setCurrent(frmHalBudidaya);

return frmHalBudidaya;

}

Gambar 4.2 menunjukkan tampilan dari menu budidaya ikan nila. Pada

bagian menu budidaya ikan nila terdapat lima macam pilihan yang dapat dipilih

oleh user sesuai keinginan.

4.2.3. Tampilan Jenis Ikan Nila

Tampilan bagian jenis ikan nila ini adalah tampilan yang menunjukan

jenis-jenis ikan nila yang terdiri dari beberapa varietas atau ras nya seperti Nila

Merah, Nila Hitam, Nila Gift, Nila Nirwana, Nila Gesit, Nila get, Nila Jica yang

fungsinya menunjukan artikel dari jenis tiap-tiap ikan.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

(64)

Gambar 4.3 Jenis Ikan Nila

public Form halJnsIkan(){

frmJnsIkan = new Form("Jenis-jenis ikan nila");

cmMerah=new Command("Buka",Command.SCREEN,1);

cmHitam=new Command("Buka",Command.SCREEN,1);

cmGift=new Command("Buka",Command.SCREEN,1);

cmNirwana=new Command("Buka",Command.SCREEN,1);

cmGesit=new Command("Buka",Command.SCREEN,1);

cmGet=new Command("Buka",Command.SCREEN,1);

cmJica=new Command("Buka",Command.SCREEN,1);

cmBackBudidaya=new

Command("Kembali",Command.BACK,1);

strNilaMerah = new StringItem(null,"Nila Merah \n",Item.BUTTON);

strNilaMerah.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strNilaMerah.setDefaultCommand(cmMerah);

(65)

strNilaHitam = new StringItem(null,"Nila Hitam \n",Item.BUTTON);

strNilaHitam.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strNilaHitam.setDefaultCommand(cmHitam);

strNilaHitam.setItemCommandListener(this);

strNilaGift = new StringItem(null,"Nila Gift \n",Item.BUTTON);

strNilaGift.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strNilaGift.setDefaultCommand(cmGift);

strNilaGift.setItemCommandListener(this);

strNilaNirwana = new StringItem(null,"Nila Nirwana \n",Item.BUTTON);

strNilaNirwana.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strNilaNirwana.setDefaultCommand(cmNirwana);

strNilaNirwana.setItemCommandListener(this);

strNilaGesit = new StringItem(null,"Nila Gesit \n",Item.BUTTON);

strNilaGesit.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strNilaGesit.setDefaultCommand(cmGesit);

strNilaGesit.setItemCommandListener(this);

strNilaGet = new StringItem(null,"Nila Get \n",Item.BUTTON);

strNilaGet.setLayout(Item.LAYOUT_EXPAND);

strNilaGet.setDefaultCommand(cmGet);

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

Gambar

Gambar 2.4 Paket Javax.microedition.midlet
Gambar 2.5 State-state MIDlet
Gambar 2.6 Tiga Methods untuk Mengontrol State
Gambar 2.7 Netbeans 6.8
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, dari hasil pengamatan penulis pada PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries maka dapat dirumuskan: Bagaimana kegiatan

Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Akhir yang berjudul “ RANGKAIAN

(OCB) sebagai perilaku prososial yang terjadi dalam organisasi baik yang.. diberi maupun yang tidak diberi imbalan oleh

Penduduk yang bekerja pada Februari 2012 bertambah sebesar 3,1 juta orang dibanding keadaan Agustus 2011 dan bertambah 1,5 juta orang dibanding keadaan setahun yang lalu..

Andi (2007:25), menjelaskan bahwa “ informasi adalah data yang telah dirangkum atau dimanipulasi dalam bentuk lain untuk tujuan pengambilan..

Bapak Umar selaku bagian pengawas dan produksi mengatakan : “ Pelaksanaan pengendalian kualias produk yang saya lakukan dalam industri ini adalah dengan menerapkan

Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memperkuat hipotesis sebelumnya bahwa manusia modern awal berkarakter Australomelanesid memang pendukung budaya dari (1) lapisan

Berdasarkan hasil analisis tersubut dapat di jelaskan bahwa aspek kecakapan kerja dalam kemampuan kerja bagi pegawai sangat di butuhkan sekali bagi kemajuan organisasi terutama