PENYEDERHANAAN MEDIA KULTUR
UNTUK PERBANYAKAN BIBIT JAHE MERAH
(Zingiber officinale Rosc.) SECARA IN VITRO
TRI MUJI ERMAYANTI
Pendahuluan
• Jahe merah mengandung senyawa metabolit
sekunder lebih tinggi dibanding jahe yang lain
• Harganya tiga kali lebih mahal
• Kultur jaringan diperlukan untuk produksi
benih berkelanjutan, terstandardisasi dan
bebas penyakit.
• Perlu diturunkan biaya produksi agar lebih
ekonomis
Tujuan
• melakukan penyederhanaan media kultur
dengan mengurangi penggunaan zat pengatur
tumbuh, gula, dan zat pemadat untuk
Input Penelitian
• Dana : Rp. 150.000.000,-
• SDM : Erwin Al H., Betalini W.H., Andri F. Martin, Deritha
E.R., Rudiyanto, Evan Maulana, Lutvinda I.
• Peralatan preparasi/proses : otoklaf, oven, timbangan,
pH-meter, laminar flow cabinet, shaker
• Peralatan analitikal : timbangan, HPLC (Balittro)
• Bahan : Rp. 92.000.000,- (60%)
• Partner strategis : Balittro (analisis minyak atsiri)
• Pengalaman penelitian : kultur jaringan berbagai jenis
tanaman obat, modifikasi media dan lingkungan tumbuh
Manajemen internal
– T.M. Ermayanti: koordinator, rancangan penelitian,
pembuatan laporan, pengamatan percobaan
– Erwin Al Hafiizh dan Betalini W.H. : Perbanyakan kultur,
perlakuan (gula, zpt, jenis tabung)
– Deritha E Rantau : analisis stomata dan anatomi batang,
daun
– Andri F.M. : analisis stomata dan anatomi batang, daun,
analisis data
– Rudiyanto : pemeliharaan tanaman di rumah kaca
– Evan Maulana : pembuatan media, analisis klorofil
Output :
• Produk : metode produksi bibit dengan kultur
jaringan yang efisien
• Publikasi : 2009 (1 paper), 2010 (1 paper)
• Paten : -
• Kerjasama : Balittro
• Peningkatan kapasitas SDM : sekolah (Erwin Al
H.), seminar
• Kemitraan : -
Perlakuan
• Pengurangan gula
• Pengurangan zat pengatur tumbuh (kinetin,
BAP)
• Penggunaan media cair (penghilangan agar)
• Penggunaan tabung magenta vs tabung kaca
• Penggunaan tutup plastik (vs Al-foil)
Hasil
Perbanyakan tunas
Media Respon tumbuh Padat
MS tanpa zat
pengatur tumbuh 1 minggu bertunas; tidak membentuk tunas samping; 3 minggu akar mulai tumbuh. MS + 3 mg/l kinetin 1 minggu bertunas; 2 minggu terbentuk tunas samping;
4 minggu 1-3 tunas samping. MS + 2.5 mg/l BAP +
0.5 mg/l kinetin 1 minggu bertunas; 2 minggu terbentuk tunas samping; 4 minggu 1-2 tunas samping.
Semi padat
MS + 2.5 mg/l BAP +
0.5 mg/l kinetin 1 minggu bertunas; 4 minggu 1-5 tunas samping.
Cair
MS tanpa zat
pengatur tumbuh 1 minggu bertunas; 4 minggu 2-6 tunas samping. MS + 3 mg/l kinetin 1 minggu bertunas; 4 minggu 3-7 tunas samping. MS + 1 mg/l BAP 1 minggu bertunas; 4 minggu 2-6 tunas samping.
Perbanyakan tunas
media padat vs cair
Pengurangan gula, eliminasi zpt-botol gelas
Ventilasi BAP Gula Jumlah kisaran tunas Rata-rata jumlah tunas per eksplan Keterangan Filter 1 mg/l 10 0 2-6 1 4.00 1.00 0 10 1-6 5.40 0 1 1.00 Tanpa filter mg/l 1 10 0 3 1 3.00 1.00 0 20 2-5 3.60 10 2-6 4.67 0 1 1.00 20* 2-9 3.92 Perlakuan kontrol dengan 20 g/l sukrosa 20** 1-7 3.30 Perlakuan kontrol dengan 20 g/l gula
Pengurangan gula, eliminasi zpt-tabung magenta
Ventilasi BAP Gula Jumlah kisaran tunas
Rata-rata jumlah
tunas per eksplan Keterangan Filter 1 mg/l 10 0 1-4 1 2.67 1.00 0 10 1-8 4.11 0 1 1.00 Tumbuh sangat lambat Tanpa filter mg/l 1 10 0 2-6 1 4.33 1.00 0 10 1-2 1.67 0 1 1.00 Tumbuh sangat lambat
Botol gelas vs tabung magenta
Kultur pada tabung magenta, filter-non filter
Ventilasi BAP Gula Jumlah kisaran tunas
Rata-rata jumlah
tunas per eksplan Keterangan Filter 1 mg/l 10 1-3 1.56 0 1 1.00 0 10 1-7 2.78 0 1 1.00 Tanpa filter 1 mg/l 10 0 2-5 1 3.00 1.00 0 10 1-2 1.67 0 1 1.00 Kontrol 0 20* 1-4 2.90 Dengan 20 g/l gula pada tabung kaca
0 20** 1-3 2.70 Dengan 20 g/l sukrosa pada tabung kaca
Kandungan klorofil
Perlakuan kultur Klorofil-a Klorofil-b Klorofil total Media padat MS botol kaca + 20 g/l
gula 17.314 17.445 34.759 Media padat MS tabung magenta +
10 g/l gula, dengan filter 13.332 15.944 29.276 Media cair tabung magenta + 10 g/l
gula, dengan filter 12.600 12.354 24.954 Media cair tabung magenta + 20 g/l
gula, tanpa filter 8.196 8.007 16.203 Media cair tabung magenta + 10 g/l
Stomata
Tanaman Daun permukaan atas Daun permukaan bawah
Lapangan 1.55 12.14
In vitro 1.00 6.00
In vitro
Anatomi daun
Kesimpulan
• Sukrosa dapat digantikan dengan gula
• Gula dapat dikurangi dari 20 g/l menjadi 10 g/l
• Zat pengatur tumbuh BAP dapat dihilangkan
• Tabung magenta dapat digantikan dengan botol gelas
• Filter dapat ditiadakan
• Tutup al-foil dapat digantikan dengan tutup plastik
• Agar dapat ditiadakan
Tindak lanjut
• Sedang dicoba gula 5 g/l
• Sedang dilanjutkan pengamatan anatomi dan
stomata-klorofil
• Akan diaklimatisasi
• Tahun 2010
– Akan dilakukan pengurangan unsur hara makro ½;
1/3 dan ¼
– Akan dicoba menggunakan pupuk komersial
– Akan dilakukan evaluasi pembentukan rizom di
Ucapan Terima Kasih
• Erwin Al Hafiizh
• Betalini Widhi Hapsari
• Deritha E. Rantau
• Dyah Retno Wulandari
• Andri F. Martin
• Rudiyanto
• Evan Maulana
• Lutvinda Ismanjani
• Khoirudin
PEMBENTUKAN KULTUR AKAR HASIL
TRANSFORMASI Taraxacum officinale Weber ex
F.H. Wigg DENGAN Agrobacterium rhizogenes
DAN REGENERASI TANAMAN
UNTUK SINTESIS METABOLIT SEKUNDER
BAHAN OBAT
Tri Muji Ermayanti
Kultur akar rambut hasil transformasi dengan
Agrobacterium rhizogenes dan regenerasinya
Taraxacum officinale Weber ex F.H. Wigg
(Jombang)
– famili Compositae
– tanaman berkhasiat obat
– herba yang tumbuh di dataran tinggi (Cipanas, Pengalengan,
Tawangmangu, Sumatra Utara)
– berasal dari Eropa, tersebar di Amerika, Canada, Afrika Selatan, Australia,
New Zealand, India, China hingga ke Asia Tenggara termasuk Indonesia
– sebagai antihepatitis, diuretik, antiinflamatori, anticholeretic, analgesik,
antioksidan, anticancer (sel line human hepatoma Hep G2) dan antivirus
– akar, daun dan bunga mengandung seskuiterpen lakton (taraxacin dan
tetrahydroridentin B) terpenoid dan sterol (betaamirin, taraxasterol,
taraxerol, sitosterin, stigmasterin, cycloartenol, beta-sitosterol dan
phytosterin)
– Kandungan lain : vitamin A, vitamin C, tanin, alkaloid, pektin, inulin
(12-15%), polisakarida, beta-karoten, potasium dan flavonoid apigenin
Kandungan
%
Kandungan
%
Protein
15.48 Kalsium
695.00
Karbohidrat
58.35 Fosfor
700.00
Serat terlarut
6.69 Kalium
2520.00
Serat tidak larut
41.11 Magnesium
470.00
Total serat
47.80 B-karoten (Vit A)
13.80
Kelembaban
91.53 Asam askorbat (Vit C)
53.00
Residu kelembaban
8.23 Linolenic acid
34.61
Abu
14.55 Palmitic acid
27.58
Ekstrak eter
6.69 Linoleic acid
18.48
Komposisi nutrisi daun
Jombang
Tujuan
• Mengetahui keberhasilan Agrobacterium rhizogenes dalam
menginfeksi tanaman Taraxacum officinale dalam membentuk
akar rambut,
• Mengamati perbedaan morfologi antara akar normal dengan
akar rambut hasil transformasi
• Mengetahui stabilitas atau variasi genetiknya melalui jumlah
kromosom
• Melakukan konfirmasi terjadinya transformasi dengan PCR
juga perlu diketahui sehingga akan dilakukan secara molekuler
• Melakukan regenerasi akar rambut menjadi tanaman
Input Penelitian
• Dana : Rp. 220.000.000,-
• SDM : Erwin Al H., Dyah Retno W., Andri F. Martin, Deritha
E.R., Rudiyanto, Evan Maulana, Lutvinda I.
• Peralatan preparasi/proses : otoklaf, oven, timbangan,
pH-meter, laminar flow cabinet, shaker
• Peralatan analitikal : timbangan, HPLC, GC
• Bahan : Rp. 137.000.000,- (62%)
• Partner strategis : Kelti biotek padi (analisis molekuler),
Puslit Kimia-LIPI (analisis metabolit sekunder)
• Pengalaman penelitian : kultur jaringan berbagai jenis
tanaman obat, modifikasi media dan lingkungan tumbuh
Manajemen internal
– T.M. Ermayanti: koordinator, rancangan penelitian,
pembuatan laporan, pengamatan percobaan
– Erwin Al Hafiizh dan Rudiyanto: Perbanyakan kultur,
transformasi dengan Agrobacterium, bahan tanaman
– Deritha E Rantau : analisis stomata dan anatomi batang,
daun, analisis kromosom, perkecambahan
– Andri F.M. : analisis stomata dan anatomi batang, daun,
analisis data, analisis kromosom
– Dyah Retno W. : analisis molekuler, kultur tunas
– Evan Maulana : pembuatan media, analisis klorofil
– Lutvinda Ismanjani : pembuatan media, teknisi umum
– Khoirudin : teknisi rumah kaca, penyediaan bahan
Output :
• Produk : metode produksi bibit melalui
regenerasi kultur akar
• Publikasi : 2009 (1 paper), 2010 (1 paper)
• Paten : -
• Kerjasama : Kelti biotek padi, Puslit Kimia LIPI
• Peningkatan kapasitas SDM : sekolah (Erwin Al
H.), seminar
• Kemitraan : -
Kegiatan penelitian
2008 2009 2010 - Optimisasi prosedur sterilisasi eksplan - Pembentukan kultur tunas - Transformasi dengan berbagai galur Agrobacterium rhizogenes - Pembentukankultur akar normal
Pengumpulan bahan penelitian (Cipanas dan Pengalengan) - Lanjutan transformasi - Perbanyakan tunas dan akar - Analisis kromosom - Regenerasi tunas
dari akar rambut - Analisis molekuler (PCR) untuk konfirmasi terjadinya transformasi - Analisis kimia metabolit sekunder - Pengamatan
morfologi akar dan tunas
-Perbanyakan tunas
terseleksi hasil regenerasi akar
-Analisis molekuler (PCR) akar rambut dan tunas regeneran
-Analisis kimia metabolit sekunder pada tanaman regeneran
-Pengamatan morfologi bibit terseleksi
-Analisis kromosom
Tahun
Jadwal Kegiatan 2008 dan 2009
No
Kegiatan
2008
2009
1.
Pengumpulan bahan penelitian
V
2.
Optimisasi prosedur sterilisasi eksplan
V
3.
Pembentukan kultur tunas
V
4.
Pembentukan kultur akar normal
V
V
5.
Transformasi dengan berbagai galur A.
rhizogenes
V
V
6.
Perbanyakan kultur tunas dan akar
V
7.
Pengamatan morfologi akar dan tunas
V
8.
Regenerasi tunas dari akar
V
9.
Analisis molekuler (PCR)
V
10.
Analisis kimia sintesis metabolit sekunder
V
Hasil Penelitian
1. Pengumpulan bahan penelitian
2. Optimisasi prosedur sterilisasi eksplan
3. Transformasi dengan berbagai galur
Agrobacterium rhizogenes
4. Pembentukan dan perbanyakan kultur
tunas
5. Pembentukan kultur akar
6. Pengamatan morfologi akar dan tunas
7. Regenerasi tunas dari daun dan akar
Pengumpulan bahan penelitian
Kultur tunas
Prosedur
Sterilisasi
Eksplan
Benlate (3%) 60 min,
Na-hipoklorit 2% (10
menit)
60-70% tanpa
kontaminasi
Perkecambahan Media : MS padat tanpa
zpt
Berkecambah 4-5
hari setelah
tanam
Perbanyakan
tunas
Media : MS padat + 1
mg/l BAP atau MS padat
+ 1 mg/l BAP + 0.1 mg/l
2,4-D
66.7% tunas
majemuk; 33.3%
kalus kompak,
tidak membentuk
akar.
Transformasi dengan A. rhizogenes
Galur bakteri
Eksplan
Jumlah
Respon (%)
Kalus
Tunas
Akar
Kontrol
Tangkai daun
35
8.58
2.86
0
Helai daun
33
0
3.03
0
ATCC-15834
Tangkai daun
56
0
5.36
16.07
Helai daun
57
0
8.77
15.79
07-20001
Tangkai daun
60
0
16.67
5.00
Helai daun
48
4.17
6.25
8.33
509
Tangkai daun
54
0
2.04
0
Helai daun
58
0
0
0
A4
Tangkai daun
56
0
0
0
Helai daun
53
0
0
0
510
Tangkai daun
47
0
2.13
0
Helai daun
44
0
6.82
4.55
R1000
Tangkai daun
48
0
0
0
Helai daun
50
0
0
0
Penambahan Asetosiringon
Galur bakteri
Eksplan
Jumlah
Respon (%)
Mati
Tunas
Akar
Kontrol
Tangkai daun
5
0
0
0
Helai daun
5
0
0
0
ATCC-15834
Tangkai daun
14
0
0
28.57
Helai daun
24
0
0
12.50
07-20001
Tangkai daun
19
31.58
18.75
0
Helai daun
24
20.83
8.33
0
509
Tangkai daun
9
0
0
0
Helai daun
12
0
0
0
A4
Tangkai daun
6
16.67
0
0
Helai daun
5
0
0
0
510
Tangkai daun
19
42.11
0
0
Helai daun
19
47.375
0
0
R1000
Tangkai daun
6
0
0
0
Helai daun
8
0
0
0
Akar hasil transformasi dengan Agrobacterium
Batang
Ex vitro In vitro In vitro In vitro Ex vitro In vitro Ex vitroTangkai
daun
Daun
Sayatan melintang batang dan daun
tanaman ex vitro dan in vitro
Tanaman in vitro
Tanaman ex vitro
Epi atas
Epi atas Epi bawah Epi bawah
Anatomi dan Morfologi
Stomata Tanaman in vitro
Stomata Tanaman ex vitro
Epi atas Epi bawah
Epi atas Epi bawah
Trikoma
Jumlah stomata dan kadar klorofil
Tanaman ex vitro
Tanaman in vitro
Jumlah stomata
epidermis atas
38.44
14.50
Jumlah stomata
epidermis bawah
51.51
27.47
Klorofil-a
22.240
19.172
Klorofil-b
30.311
23.153
Total klorofil
52.551
42.325
Analisis molekuler
Rangkuman hasil
1.
Telah diperoleh bahan tanaman dari Pengalengan, Cipanas dan
Dieng
2.
Telah diperoleh metode sterilisasi biji terbaik (fungisida Benlate 3%
(1 jam), etanol 70% (1 menit), Na-hipoklorit 2% (10 menit))
3.
Telah diperoleh media perbanyakan tunas (Media MS padat + 1
mg/l BAP)
4.
Telah diperoleh akar dari A. rhizogenes galur ATCC-13834, 07-20001
dan 510 –sedang dilanjutkan
5.
Pengamatan morfologi (stomata, epidermis, sayatan melintang
daun, batang, tangkai daun, kadar klorofil)-masih berlanjut
6.
Sedang dan akan dilakukan perbanyakan tunas, akar, analisis kimia,
analisis PCR, analisis kromosom, stimulasi perakaran dengan
berbagai substrat
Rencana kegiatan 2010
No Kegiatan 2008 2009 2010 1. Pengumpulan bahan, sterilisasi, kultur tunas V
2. Pembentukan kultur akar normal, transformasi, perbanyakan kultur, pengamatan morfologi
V V V
3. Regenerasi tunas dari akar V V
4. Analisis molekuler (PCR) V V
5. Analisis kimia sintesis metabolit
sekunder
V V
6. Analisis kromosom V V
Rencana kegiatan 2010
No Kegiatan
1. Perbanyakan kultur tunas terseleksi
2. Pengamatan morfologi
3. Regenerasi tunas dari akar dan perbanyakannya/seleksi
4. Analisis molekuler (PCR) bibit terseleksi
5. Analisis kimia sintesis metabolit sekunder bibit
terseleksi
6. Analisis kromosom bibit terseleksi
KEGIATAN DISEMINASI TEKNOLOGI
SPESIFIK LOKASI
2006-2007 :
Kabupaten Pacitan
2008 :
Kabupaten Wonosobo dan Magelang
2009 :
Kabupaten Wonosobo
Input Penelitian
• Dana :
• Pacitan 2006 : Rp. 300.000.000,-
• Pacitan 2007 : Rp. 300.000.000,-
• Magelang 2008 : Rp. 350.000.000,-
• Wonosobo 2008 : Rp. 350.000.000,-
• Wonosobo 2009 : Rp. 366.000.000,-
SDM
• Pacitan 2006-2007 :
T.M. Ermayanti, Endi R. R., T.
Sudarna, Lasimur, Roni R., Wulansih D.A., Hery S., Amy E., Dyah
Retno W., Deritha E.R., Erwin Al H.
• Magelang 2008 :
T.M. Ermayanti, T. Sudarna, Rudiyanto, Y.
Cahyani, Hery S., Deritha E.R., Erwin Al H., Evan M., Lutvinda I.
• Wonosobo 2008 :
T.M. Ermayanti, T. Sudarna, Rudiyanto,
Y. Cahyani, Handrie, Aan S., Hery S., Deritha E.R., Erwin Al H.,
Evan M., Lutvinda I.
• Wonosobo 2009 :
T.M. Ermayanti, T. Sudarna, Rudiyanto,
Y. Cahyani, Betalini W.H, Andri F.M., Hery S., Deritha E.R., Erwin
Al H., Evan M., Lutvinda I.
• Peralatan preparasi/proses : -
• Peralatan analitikal : -
• Bahan : sekitar 40% dari total dana
• Partner strategis : Dinas Pertanian, Kelompok
Tani, LSM
• Pengalaman penelitian :
– Budidaya jagung (Endi R.R., Lasimur, dkk)
– Budidaya kentang (Rudiyanto, dkk)
– Pembuatan kompos (T. Sudarna, dkk)
– Pemeliharaan ternak kambing (Handrie)
– Pakan ternak (Roni, R., Wulansih D.W.)
– Kultur jaringan (T.M. Ermayanti, dkk)
Manajemen internal
– Koordinator : T.M. Ermayanti
– Budidaya jagung : Endi R.R., Lasimur, T. Sudarna,
Y. Cahyani, Rudiyanto
– Budidaya kentang : Rudiyanto, T. Sudarna, Yani
Cahyani
– Pembuatan kompos : T. Sudarna, Y. Cahyani,
Rudiyanto
– Pemeliharaan ternak kambing : Handrie, Aan S.
– Pakan ternak : Roni, R., Wulansih D.W.
Output :
• Produk : Peningkatan pengetahuan SDM di
daerah
• Publikasi : -
• Paten : -
• Kerjasama : Balai Penelitian Hortikultura
• Peningkatan kapasitas SDM : pengalaman kerja
di lapangan; pelatihan dengan petani
• Kemitraan : Dinas Pertanian, Kelompok Tani,
LSM
2006-2007
APLIKASI TEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG
UNTUK BAHAN PANGAN DAN PAKAN
DI KABUPATEN PACITAN,
JAWA TIMUR
Kegiatan
• Lokasi : Donorojo, Ngadirejan
• Komoditi : Jagung hibrida Bisi-2
• Kegiatan :
– Budidaya jagung, 1, dan 10 ha
– Persiapan, pengolahan lahan
– Penanaman dan pemeliharaan
– Pemanenan
– Pelatihan pembuatan kompos
– Pelatihan pembuatan silase
Pelatihan Pembuatan Silase
2006
2008
Aplikasi produk bioteknologi
pada pengembangan sistem peternakan
terpadu
ternak kambing dan tanaman pangan
di Kabupaten Wonosobo
Tujuan
– Mendampingi peternak dalam mengembangkan
budidaya kambing PE untuk meningkatkan mutu
ternak.
– Mendampingi peternak dalam mengembangkan
tanaman jagung sebagai pangan dan memanfaatkan
limbah pertaniannya untuk dijadikan pupuk dan pakan
ternak.
– Mengajak petani dalam pembuatan pupuk organik
yang berkualitas.
– Lokasi : Desa Lumajang, Kecamatan Watumalang,
Kabupaten Wonosobo
No Kegiatan Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 11 1 2 1. Penyusunan proposal - - 2. Survei lapangan dan koordinasi dengan
instansi terkait
- - -
3. Persiapan pengadaan kambing - 4. Pengadaan peralatan dan bahan pertanian - - 5. Pengolahan lahan, pembuatan pupuk dan
penanaman
- -
6. Pemeliharaan tanaman - - - -
7. Panen dan penanganan hasil panen - - - 8. Pengadaan kambing - - 9. Sinkronisasi birahi dan breeding - - - 10
.
Pengelolaan pakan, kesehatan dan kandang - - -
11 .
Pendataan dan persiapan lahan
penanaman jagung
2008
PENGEMBANGAN TANAMAN HORTIKULTURA
(KENTANG) DALAM MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI
BIOTEKNOLOGI DI KABUPATEN MAGELANG
TUJUAN
– Mendampingi petani kentang dalam mengembangkan
budidaya tanaman kentang dengan menggunakan
kompos Biomix dan Bio-P.
– Mendampingi petani dalam pembuatan pupuk kompos
untuk memanfaatkan kotoran ternak, dan limbah
pertanian.
– Memberi pelatihan kepada petani dalam
pengembangan teknologi produksi bibit kentang dari
umbi mini.
– Membangun gudang dan lath-house
Kegiatan
No Kegiatan Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 11 1 2 1. Persiapan - - 2. Survei lapangan dan koordinasi denganinstansi terkait - - - 3. Pengolahan lahan - - 4. Penanaman - 5. Pemeliharaan tanaman - - - - 6. Pelatihan -
7. Panen dan penanganan hasil panen - - - 8. Pembangunan lath-house dan gudang - - - -
2009
PENGEMBANGAN TANAMAN HORTIKULTURA
(KENTANG) DALAM MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI
BIOTEKNOLOGI DI KABUPATEN WONOSOBO
TUJUAN
– Melakukan uji coba lapangan dengan berbagai sumber
benib lokal (Reno vs Granola G3)
– Uji coba sprout; stek kentang dari Go (di lath-house),
kenolan
– Kunjungan petani ke Pengalengan dan Puslit
Bioteknologi LIPI
– Pelatihan kultur jaringan kentang
– Kultur jaringan benih kentang lokal
– Lokasi : Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo
Kegiatan
No Kegiatan Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 11 1 2 1. Persiapan - - 2. Survei lapangan dan koordinasi denganinstansi terkait - - - 3. Pengolahan lahan - - 4. Penanaman - 5. Pemeliharaan tanaman - - - - 6. Pelatihan -
7. Panen dan penanganan hasil panen - - - 8. Kunjungan ke Puslit Bioteknologi - - - -
9. Kultur jaringan kentang lokal Go - - - -