• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Setia Farm Setyo Hermawan adalah pemilik dari Setia Farm, Purworejo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Gambaran Umum Setia Farm Setyo Hermawan adalah pemilik dari Setia Farm, Purworejo"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

22 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Setia Farm

Setyo Hermawan adalah pemilik dari Setia Farm, Purworejo.

Hermawan sudah menekuni dunia peternakan sapi untuk pertama kalinya ketika masih SMA. Waktu itu, berhasil menjual sepuluh sapi milik saudara jauhnya ketika musim kurban tiba. Keuntungan yang ia terima pun cukup besar bahkan mencapai ratusan juta.

Pada tahun 2016, Setyo Hermawan pun terus bekerja dengan tekun untuk memperluas pangsa pasar kepada konsumen melalui rekan sesama peternak. Adapun jenis ternak sapi yang digemukkan oleh Setia Farm adalah jenis Peranakan ongole (PO), Simental, Limosin, Madura, dan Bali. Adapun lamanya penggemukan sapi yakni 4-10 bulan hingga dicapai berat badan yang maksimal.

Kini unit usaha peternakan sapi Setia Farm berkomitmen untuk kebutuhan hari raya kurban dan kontes penggemukan sapi. Sapi-sapi ternak Setia Farm sering kali memenangkan kontes daerah maupun nasional, sehingga peternakan Setia Farm sangat dikenal oleh masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan mendapatkan gelar juara Nasional kategori penggemukan sapi dan mendapatkan sertifikasi dari APPSI (Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia). Setyo Hermawan memiliki prinsip khusus untuk sapi jenis Peranakan Ongole (PO), yaitu sapi harus jinak dan bisa ditunggangi untuk bahan konten di media sosial dan untuk edukasi bagi masyarakat.

4.1.1. Visi dan Misi Usaha

Adapun Visi dan Misi Setia Farm antara lain:

1. Visi Usaha

Membangun peternakan sapi yang memenuhi standar dengan mengutamakan kuantitas dan kualitas bibit penggemukan sapi.

(2)

2. Misi Usaha

Meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam upaya pemenuhan kebutuhan produksi ternak, dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

4.1.2. Struktur Organisasi

Adapun struktur organisasi dari Setia Farm yakni:

Gambar 4. 2 Struktur Organisasi Setia Farm

Adapun tugas dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

1. Pemilik

Memimpin seluruh aktivitas kegiatan usaha, khususnya kegiatan yang sesuai dengan ketetapan anggaran dan memiliki wewenang penuh dan

Owner:

Setyo Hermawan

Rayon Belakang:

Yuli dan Ipang

Sopir Distribusi;

Ifan

Kesehatan:

drh. Wahyu Eri Konten/Pemasaran:

Azhar (Mimin)

Perawatan dan Pakan:

Siwo Keuangan;

Siti Jamilah

Rayon Tengah:

Tarno Rayon Depan;

Unyuk

(3)

tanggung jawab tertinggi dalam pengambilan keputusan, berupa kebijakan dalam pengembangan usaha peternakan sapi.

2. Kesehatan

Bagian ini bertugas mengontrol kesehatan seluruh ternak sapi yang ada di kandang dan merawat sapi yang mengalami sakit.

3. Konten dan Pemasaran

Bertanggungjawab pada editing, konten kreatif dan bertugas upload pada media sosial. Bagian pemasaran, meliputi: rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk mendapatkan customer dan sekaligus memelihara hubungan baik dengan para customer. Dalam hal ini kegiatannya lebih banyak dilakukan di luar kantor. Mengingat pekerjaan divisi ini bersifat tidak statis maka beberapa kegiatan yang dilakukan adalah survei pasar baik dalam menghadapi customer perseorangan maupun kelompok yang berminat.

4. Keuangan

Bagian keuangan bertugas sebagai kalkulasi harga, pembukuan dan lain-lain yang memberikan dukungan bagi jaminan kelangsungan usaha.

5. Bagian Perawatan dan Rumput

Bagian ini bertugas sebagai salah satu pekerjaan perawatan alat-alat dan bertugas dalam ketersediaan pakan. Pakan sapi bisa berupa rumput, jerami, pohon pisang, dan lain-lain.

6. Bagian Kandang

Bagian ini bertugas untuk memudahkan pengelolaan ternak dalam proses produksi seperti pemberian pakan, minum, pengelolaaan kotoran, dan bertugas untuk melindungi ternak dari perubahan cuaca atau iklim yang ekstrim (panas, hujan dan angin).

(4)

7. Bagian Distribusi

Bagian distribusi, meliputi: rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan menyalurkan hasil usaha ternak kepada konsumen dan sekaligus memelihara hubungan baik dengan para konsumen.

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Karakteristik Kewirausahaan Setia Farm

Suryana (2013) mengemukakan delapan karakteristik Wirausaha yaitu: 1) Desire for Responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. 2) Preference for moderate risk, yaitu lebih memilih risiko yang moderat, artinya selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. 3) Confidence in their ability to success, yaitu memiliki kepercayaan diri untuk memperoleh kesuksesan. 4) Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik dengan segera. 5) High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik. 6) Future orientation, yaitu berorientasi serta memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan. 7) Skill organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. 8) Value of achievement over money, yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang.

Menjadi wirausahawan jelas berisiko tinggi tetapi hal itu seimbang dengan apa yang akan diperoleh dari hasil berwirausaha yang mungkin jika berhasil dan sukses akan memperoleh pendapatan dan penghasilan yang sangat menggiurkan.

Keberhasilan menjadi wirausaha berkaitan erat dengan kecerdasan dan kecakapan emosi seseorang, oleh karena itu, untuk menjadi seorang wirausaha sukses diperlukan kecerdasan intrapersonal (kecakapan pribadi) dan kecerdasan interpersonal (kecakapan sosial). Sebagai contoh adalah Bill Gates dengan penemuannya berupa software. Dengan kecerdasan intrapersonalnya dia belum tentu dapat memulai usahanya tanpa kemampuannya untuk menganalisa kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar.

Merintis usaha atau bisnis sendiri bagi sebagian besar orang adalah hal yang sangat menakutkan. Banyak yang berfikir bahwa menjadi pedagang atau

(5)

wirausaha sangat berisiko tinggi (mengalami kerugian, bangkrut dan sebagainya), sedangkan menjadi seorang pekerja sangat kecil risiko yang akan dihadapi. Tetapi kalau kita pikirkan lagi sebenarnya menjadi pegawai juga berisiko tinggi, seperti:

PHK, pemotongan gaji, pensiun, minimnya gaji yang diperoleh, dsb.

Kecerdasan interpersonal dan intrapersonal pada prakteknya dikaitkan dengan melakukan langkah survei dan riset pasar yakni mengetahui keinginan, kebutuhan, dan persepsi segmen pasar yang ingin dibidik dan mengkaji kemungkinan memperoleh keuntungan dari segmen pasar tersebut. Jadi cara yang tepat untuk memilih bidang usaha yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan kemampuan pribadi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama gunakanlah kecerdasan intrapersonal dan kecakapan pribadi. Ketahuilah secara pasti apa produk atau jasa yang dapat ditawarkan kepada orang lain yang sesuai dengan minat, bakat, dan hobi. Kedua, gunakanlah kecerdasan interpersonal dan kecakapan sosial untuk berempati, memahami kebutuhan, keinginan, kepentingan, dan permasalahan segmen pasar tertentu. Langkah yang dapat diambil yaitu mengunjungi pasar-pasar tradisional dan modern, atau menghadiri pameran- pameran, mewancarai orang-orang yang menurut pendapat kita dapat memberikan saran dan masukan bagi usaha.

Hal tersebut telah dilakukan oleh Setyo Hermawan dengan fokus satu bidang peternakan sapi dengan konsentrasi pada penggemukan. Sesuai dengan teori Suryana (2013) mengemukakan karakteristik wirausaha yaitu Desire for Responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. Sesuai temuan penelitian sebagai berikut:

“Konsisten mas, tidak beralih pada produk lain. Setia farm menekuni bidang peternakan sapi. Produk sapi di tempat kami adalah sapi yang berkualitas.

Kami tidak beralih pada produk lain, karena saya yakin dengan usaha dalam bidang peternakan sapi ini akan menjadi usaha yang maju dalam bidang peternakan “(KI-A-KW-1).

“Selama saya kerja disini tidak pernah beralih untuk bisnis lain mas, yang jenengan lihat inilah dari tahun ke tahun konsisten. Ya Cuma peternakan sapi”(P1-B-KW-2).

“Hanya peternakan sapi saja mas. Konsisten dengan perawatan, jual beli dan kontes kejuaran sapi” (P2-C-KW-3).

(6)

“iya mas, konsisten dengan peternakan sapi saja. Peternakan sapinya mampu menghasilkan sapi-sapi berkualitas yang menang dalam kontes perlombaan”(P3-D-KW-5).

Dalam keadaan kondisi sesulit apapun itu, seorang pengusaha benar-benar harus dituntut untuk bisa selalu optimis guna menjalankan satu usaha yang tengah dijalankannya. Hal tersebut sangatlah penting, karena dengan memiliki sikap optimis secara tidak langsung hal tersbeut akan mengantarkan seseorang menjadi teguh, menjadi seseorang yang tidak pantang menyerah, serta tentunya tetap bersemangat dalam menghadapi berbagai macam rintangan. Tidak seperti orang- orang yang yang memang memiliki sifat yang pesimis, dimana mereka akan cenderung mudah menyerah dengan adanya hambatan yang memang ada serta akan lebih menguntungkan bagi perkembangan bisnisnya. Cara menumbuhkan rasa percaya diri dan optimis terhadap usaha yang dikembangkan di setia farm ini menurut pemiliknya sebagai berikut:

“Untuk saat ini kita optimis. Kebutuhan barang yang diinginkan masyarakat tinggi. Dari hal itu permintaan pasar sangat tinggi dan dibarengi populasi yang terbatas”(KI-A-KW-6).

Bisnis yang dijalankan pastinya memiliki banyak pesaing. Oleh karena itu, media promosi dapat membantu untuk mengingatkan customer atau pelanggan bahwa produk atau jasa yang terbaik dan terpercaya adalah produk atau jasa yang dimiliki. Sesuai dengan teori Suryana (2013) mengemukakan karakteristik Wirausaha yaitu Preference for moderate risk, yaitu lebih memilih risiko yang moderat, artinya selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Temuan penelitian bahwa Setia Farm memanfaatkan media sosial yaitu:

“Alhamdulillah kami selalu aktif dalam penggunaan media sosial seperti YouTube, Facebook dan Instagram untuk usaha setia farm ini”(KI-A-KW- 8).

“Iya mas, saya melihat setia farm ini memanfaatkan media youtobe, facebook, Instagram dll. Pelanggannya banyak mas. Luar biasa setia farm dalam mengembangkan usaha peternakannya. Banyak relasinya mas” (P1- B-KW-9).

(7)

“Sangat ramai mas di media sosial. Terutama di media sosial apa itu.

Youtobe ya mas. Oh iya itu. Sebagai sarana menyalurkan hobinya mas, mengenalkan produknya lewat situ” (P2-C-KW-10).

Menjalankan sebuah bisnis perlu untuk memahami apa risiko dan berbagai macam bahaya yang akan dihadapi dalam bisnis. Dengan memahami konsep risiko dalam bisnis, Kita dapat lebih mempersiapkan dalam mengambil tanggung jawab menjalankan bisnis.

“Saya tidak khawatir mas, soalnya sapi semakin lama bobotnya akan naik dan harga jualnya malah semakin tinggi. Jadinya tidak akan mengalami kerugian. Kami tidak pernah terpatok pada waktu” (KI-A-KW-11).

“Usahanya harus berani dan bersungguh-sungguh dalam menekuni usaha ini, memperbanyak relasi, memperbanyak seduluran, promosi, edukasi dan informasi seputar usaha peternakan sapi dengan memanfaatkan media sosial”(KI-A-KW-11).

“Yang namanya usaha itu pasti ada risikonya mas. Ada untung rugi. Kita selalu berusaha belajar dari setiap kekurangan dan kesalahan atau kerugian. Kalau ada yang mengundurkan diri itu sudah hak orangnya tersebut. Jika memang mereka menemukan pekerjaan yang lebih baik kami persilahkan” (KI-A-KW-12).

Setia Farm terus memastikan terpenuhinya kebutuhan pelanggan melalui kualitas sapi dan jumlah ataupun stok sapi demi terwujudnya kepuasan pelanggan terbaik, khususnya selama momen Hari Raya Idul Adha. Guna memastikan kesiapan permintaan pasar, setia farm melakukan kerjasama dengan para peternak sapi atau mitra di sejumlah wilayah. Suryana (2013) mengemukakan karakteristik Wirausaha yaitu Confidence in their ability to success, yaitu memiliki kepercayaan diri untuk memperoleh kesuksesan. Hal ini Setia Farm mempunyai kepercayaan memperoleh kesuksesan dengan bekerjasama pada pihak lain. Seperti temuan penelitian yaitu:

“Kita ada mitra mas, yang bekerjasama dengan kita. Kita sesuaikan permintaanya sapi seperti apa. Jika dirasa kita kurang stok, kami meminta waktu untuk memenuhi permintaannya. Tetap akan kami layani dengan baik mas “(KI-A-KW-13).

(8)

Setelah pemenuhan kebutuhan pelanggan tercukupi, maka pelanggan akan menfasirkan kepuasan yang didapat dari produk yang dibelinya. Penyebab terjadinya keluhan pada dasarnya, pelanggan yang mengeluh karena merasa tidak puas dengan apa yang diterima. Menurut (Alma, 2016), sebab timbulnya ketidakpuasan/keluhan antara lain: Harapan yang tidak sesuai, Pelayanan selama proses tidak memuaskan dan perilaku karyawan kurang memuaskan. Suryana (2013) mengemukakan karakteristik Wirausaha yaitu Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik dengan segera dan High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik. Umpan balik dari konsumen serta solusi dalam mengatasi permasalahan oleh pemilik setia farm mengungkapkan bahwa:

“Masalahnya bermacam-macam mas, kita transparan mas. jika sapi nya mati tinggal faktornya apa. Misalkan jika bukan karena kami, atau perawatan dan itu qodarullah. Ya kita kembalikan uangnya mas atau kita ganti dengan sapi lain tergantung permintaan konsumen itu sendiri mas

“(KI-A-KW-14).

“Istiqomah dan mempertahankan mas, Kita fokus mau apa kedepannya. Jika memang ingin kepuasan customer ya kita selalu mempertahankan. Harus lebih baik mas. Intinya istiqomah saja” (KI-A-KW-15).

Suryana (2013) mengemukakan karakteristik Wirausaha yaitu Future orientation, yaitu berorientasi serta memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan. Motivasi dapat mendorong karyawan untuk berpikir kreatif dalam memberikan output pekerjaan mereka. Motivasi dapat membuat kinerja karyawan menjadi lebih cepat dan maksimal. Motivasi dapat membuat karyawan untuk selalu memberikan hasil usaha yang terbaik. Motivasi dapat membantu pengembangan diri masing-masing karyawan.

“Saya tidak pernah memberi tekanan kerja kepada karyawan mas. Kami membebaskan mereka untuk bekerja. Saya hanya memberi arahan saja.

Tidak memberi tuntutan, kami memberi kebebasan untuk karyawan. Setia farm berusaha menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan tentunya kekeluargaan itu yang paling penting mas “(KI-A-KW-17).

“Jika nantinya pekerja kami melakukan kesalahan, ya kami mengarahkan dengan baik dan benar yang menjadi permasalahnnya. Kami lebih

(9)

mengedepankan kekeluargaan daripada emosi sesaat. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman, akan memberikan dampak yang baik pada setia farm kedepannya” (KI-A-KW-18).

Pemberian motivasi sangat berpengaruh pada totalitas bekerja. Namun hal itu tidak terlepas dari beberapa kesalahan karyawan dalam bekerja. Seperti diketahui bahwa Karyawan atau pekerja Setia Farm sangat rajin dalam bekerja.

“Dinasehati mas, Cuma tidak terlalu memaksa, terlalu menyalahkan dan tidak terlalu ketat. Intinya saya dibuat nyaman bekerja dalam mengurusi kendang. Saya sering diarahkan, sering di berikan masukkan terkait pemeliharaan sapi-sapi” (P1-B-KW-19).

“Diingatkan mas, diberikan nasehat dan tata cara mengatasi masalah dilapangan. Tapi kami juga tidak lupa dari akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Semakin hari ya semakin harus lebih baik, karena sapi kan punya nyawa mas. Harus dirawat seperti merawat diri sendiri” (P2-C-KW-20).

“Jika salah, kami dinasehati mas. Duberikan wawasan letak kesalahannya.

Mas hermawan sangat sabar, tidak pernah marah-marah. Kayaknya menjaga bicaranya agar tidak menyinggung perasaan para pekerja setia farm” (P3-D-KW-21).

Suryana (2013) mengemukakan karakteristik Wirausaha yaitu Skill organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah dan Value of achievement over money, yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. Pemberian reward tidak hanya untuk mempertahankan karyawan, tetapi juga untuk memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi. Dengan memberikan reward kepada karyawan dapat mendorong karyawan untuk memiliki perilaku dan sikap yang lebih positif dalam bekerja yang dapat meningkatkan produktivitas. Tidak harus memberikan bonus berupa uang atau barang, Sebagai pimpinan juga bisa memberikan pujian sebagai bentuk apresiasi. Dengan sering memberikan reward, dijamin karyawan akan meningkatkan motivasi kerja, produktivitas meningkat, dan membuat bisnis semakin maju.

“Baik atau tidak kami nantinya akan memberikan samua hak-haknya tanpa terkecuali, karyawan dengan kinerja yang baik tentunya akan mendapatkan penambahan upah dari kami tanpa melihat latar belakangnya. Namun, saya

(10)

melihat karyawan setia farm kinerjanya sangat baik semuanya” (KI-A-KW- 22).

“Saya merasakan sering diberi pujian mas, hak kami dipenuhi seperti makan, minum dan upah dalam tiap minggu atau perbualan. Saya diperlakukan seperti keluarga mas. Jadinya, saya sangat akrab terhadap semua yang ada disini” (P1-B-KW-23).

“Sering diberi upah tambahan mas, kalau lebaran juga sering dikasih THR gitu. Jadinya kami sangat nyaman mas. Bekerja dengan baik akan membuahkan sesuatu yang baik. Terutama kekeluargaan” (P2-C-KW-24).

“Ada tambahan upah mas, ya lumayan lah mas buat nambah-nambah keperluan rumah. Itu wujud apresiasi pekerja mas. Cuma, tidak kinerja baik saja. Saben dapat keuntungan penjualan, kami sering diberi uang” (P3-D- KW-25).

Kewirausahaan memiliki empat manfaat sosial; memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi produk dan jasa baru, serta mengubah dan meremajakan pasar. Pertumbuhan Ekonomi. Dengan kewirausahaan, dapat menciptakan lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Inilah yang dilakukan oleh Setia Farm untuk masyarakat sekitar.

“Ya sangat bermaanfaat lah mas, banyak warga sekitar sering diajak Kerjasama untuk pakannya. Keuntungan upah pencari rumput oleh warga sedikit membantu pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan. Ada juga yang banyak sekali memanfaatkan kotorannya sebagai pupuk tananman”(P1-B-KW-28).

Merujuk ketentuan UU Ketenagakerjaan, setiap kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja menjadi tanggung jawab perusahaan tempat pekerjaan itu dilaksanakan. Pimpinan / pemilik usaha Bertanggung jawab menyelenggarakan keselamatan kerja. Segala upaya perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja karena dampaknya sangat buruk bukan saja terhadap karyawan yang mengalaminya tapi juga usaha yang dijalankan.

“Jika memang terjadi, kami akan menanggung seluruh keperluannya. Jika sakit, kami akan memberikan pengobatan atau kebutuhan sampai sembuh.

Kami tetap akan menanggung semuanya mas” (KI-A-KW-30).

“Oh dulu pernah ada mas, saya sakit karena terjatuh saat memberi pakan pada sapi. Saya dijenguk, diperlakukan dengan baik, bahkan di suruh

(11)

istirahat sampai sembuh baru bekerja kembali. Intinya setia farm tanggungjawab secara penuh” (P1-B-KW-31).

“Saya melihat mas hermawan sangat perhatian dengan para pekerja. Jika memang terjadi saat bekerja, tentunya ada tanggungjawab dari setia farm.

Namun sejauh ini belum ada kecelakaan yang berat” (P3-D-KW-31).

Dapat disimpulkan wirausaha sukses atau karakteristik wirausaha adalah tidak takut dengan kegagalan dan selalu menghargainya. “Wirausahawan adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.

Hal ini sejalan dengan McClelland (1987) mengemukakan ciri perilaku sukses wirausaha yaitu keterampilan mengambil keputusan dan risiko yang moderat serta bukan atas dasar kebetulan belaka, Energik, khususnya dalam berbagai bentuk kegiatan inovatif, Memiliki sikap tanggung jawab individual, Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya, dengan tolak ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan, Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa mendatang dan memiliki kemampuan berorganisasi, meliputi kemampuan kepemimpinan dan manajerial.

Sesuai dengan temuan penelitian menurut Setyo Hermawan, Setia Farm berkomitmen memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya, usaha selalu menghindari risiko, memiliki kepercayaan diri untuk memperoleh kesuksesan, selalu menghendaki umpan balik, memiliki semangat dan kerja keras, memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan, memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan dan berkomitemen lebih menghargai prestasi daripada uang.

(12)

4.2.2. Faktor Pendukung dan Penghambat Terhadap Kesuksesan Wirausaha Setia Farm

a. Faktor Pendukung

Purwinarti dan Ninggarwati (2006) menyebutkan, Ada beberapa faktor pendorong keberhasilan kewirausahaan yaitu motivasi, pengalaman dan pengetahuan, kepribadian, lingkungan keluarga dan lingkungan tempat kerja.

Faktor penyebab keberhasilan dalam kewirausahaan adalah mampu melayani konsumen dengan baik, memberikan hak-hak karyawan tepat waktu, mampu mengetahui target pasarnya dan memiliki modal yang cukup untuk usahanya. Hal tersebut sesuai dengan temuan penelitian bahwa:

“Pasti kami berikan mas, Semua hak dan gajinya karyawan dengan penuh.

Pasti ada sisa buat membayarnya, saya beranggapan karyawan itu penting.

Karena ada mereka, sapi-sapi kami terawat dengan baik” (KI-A-FPKK-71).

“Sering mencari informasi, membaca buku-buku ataupun bisa akses media sosial youtube dalam mencari infromasi terkait peternakan sapi” (P3-D-FPK- 86).

Dengan manajemen risiko, pelaku bisnis mampu berfokus meningkatkan produktivitasnya, baik itu produktivitas dari segi penciptaan produk maupun produktivitas kinerja karyawan. Produktivitas usaha pun akhirnya akan memberi dampak positif, berupa keuntungan atau laba.

“Begini mas, kita kalau enggak praktik gak begitu detail. Nah, anggap saja itu kita berusaha remidi, karena setiap usaha ada ujian. Kita perbaiki.

Jika ada ternak yang mati karena pakan, ya kita perhatikan pengelolaan pakannya. Kita koreksi atau kesalahannya apa gitu mas.Kita antisipasi risikonya dengan remidi” (KI-A-FPKK-72).

“Kalau di dunia peternakan sapi itu tidak ada kata saingan. Semakin banyak malah semakin baik. Sejauh ini kita tidak pernah saling menjatuhkan.

Karena ini menyangkut nyawa ternak. Intinya saling menguntungkan.

Membangun relasi yang baik” (KI-A-FPKK-73).

Setia Farm mampu memuat sapi-sapinya yang dijual diminati oleh pelanggan tetap. Terkait dengan itu, tentunya produk yang ditawarkan sangat baik.

Ciri-ciri sapi dan kerbau sehat tidak jauh berbeda pada kambing dan domba sehat

(13)

seperti nafsu makan yang baik, aktif bergerak, mata tidak sayu, rambut tidak rontok berlebihan dan tidak keluar cairan berlebihan dari lubang hidung, anus, telinga dan mulut.

“Ciri-ciri produk sapi setia farm kurang lebihnya 1) Bentuk tubuh yang proporsional yaitu mempunyai rangka tubuh yang kokoh serta lebar. 2) Tinggi tubuh yang sama antara depan dan belakang serta tubuhnya memanjang. 3) Dada yang lebar, dengan mempunyai dada yang lebar akan membuat pertumbuhan daging di daerah dada bisa maksimal. 4) Mempunyai bulu yang kering dan pendek dengan mata yang bersinar dan responsive terhadap lingkungan sekitar. 5) Pantat yang lebar serta perut kecil.6) Mempunyai kaki yang kokoh dan tulang kaki yang besar. Kaki yang kokoh pada bibit sapi yang bagus akan menopang berat badan sapi yang semakin besar. 7) Bentuk kaki yang normal serta lurus. 8) Tidak sakit ataupun cacat” (KI-A-FPKK-75).

“Tidak cacat, sapi nya sangat sehat, gemuk dan tidak terkena penyakit, berbobot ideal sesuai dengan umurnya. Tidak ada yang kurus” (P1-B-FPKK- 76).

“Sapi nya gagah mas secara fisik, tidak punya penyakit mata, kulit atau kuku.

Tidak cacat. Kondisi sangat sehat sekali” (P2-C-FPKK-77).

“Tubuhnya gagah dan berisi, sehat tanpa cacat, bebas dari penyakit, bobot dan umur sangat ideal” (P3-D-FPKK-78).

Gaya kepemimpinan paling efektif harus terus berinovasi dalam membangun suatu nilai dan penerapan dalam bisnis, tidak terus berpaku pada cara-cara yang konvensional. Seorang pemimpin yang efektif harus menginspirasi dan memotivasi semua orang dalam usahanya untuk mencapai visi yang ingin dituju bersama.

“Iya mas, saya mudah bergaul. Mampu beradaptasi dimanapun. Saya mampu bekerja personal maupun kelompok. Tapi kalau bekerja sendiri itu rasanya kayak serakah gitu mas, jadi saya tetap sangat membutuhkan adanya orang lain karena tanpa bantuan orang lain saya bukan apa-apa mas” (KI-A-FPKK- 79).

Keluarga adalah tempat pertama kita mengeluh dan mencurahkan isi hati.

Karena itu dalam setiap keputusan seringkali akan melibatkan keluarga dan meminta pendapatnya akan hal ini. Setyo Hermawan sangat memperioritaskan hubungan dan dukungan keluarga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa:

(14)

“Dukungan keluarga saya sangat baik mas, mereka mensuport dan memberi dukungan penuh pada usaha ini” (KI-A-FPKK-80).

“Berhubung para pekerja adalah warga sekitar dan ada yang masih saudara.

Mereka sangat baik, sopan dan bertanggungjawab dalam pekerjaan” (KI-A- FPKK-81).

Alma (2013) menyatakan keuntungan menjadi wirausaha adalah terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri, terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara penuh, Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal, Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit, Terbuka kesempatan untuk menjadi bos. Sedangkan kelemahan berwirausaha menurut Lambing, Peggy dan Kuehl, C.R.(2007) yaitu, pengorbanan personal. Pada awalnya, wirausaha, harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk, Beban tanggung jawab. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis, baik pemasaran, keuangan, personal, maupun pengadaan dan pelatihan, Kecilnya margin keuntungan dan besarnya kemungkinan gagal. Wirausaha menggunakan sumber dana miliknya sendiri, maka margin laba/keuntungan yang diperoleh relatif kecil.

Pentingnya wirausaha di dalam masyarakat tidak sekedar menjadi alat untuk melakukan perbaikan dan perubahan di dalam kualitas hidup diri dan masyarakat, tetapi juga wirausaha juga dibuktikan dapat berperan signifikan di dalam mewujudkan kualitas diri masyarakat. Setia farm mampu membangun kepercayaan dengan masyarakat ditengah perjalanan usaha peternakan sapinya.

“Alhamdulillah hubungan setia farm dengan penduduk semua berjalan dengan nyaman. Kita kooperatif bekerjasama. Jika kandang sering saya tinggal, mereka membantu untuk merawat kandang, memberi pakan dll. Pokoknya terjalin dengan baik dan saling menguntungkan, menguntungkan dalam hal jika warga sekitar ada yang kesulitan pakan ya kita bantu gitu” (KI-A-KKMW-55).

“Sangat baik. Hubungan setia farm pada penduduk sekitar mampu menciptakan lapangan pekerjaan kecil, sering membantu dalam hal kekurangan rumput (pakan sapi)” (P1-B-KKMW-56).

“Hubungan dengan penduduk sekitar terjalin baik mas. Bahkan mereka sering membantu kami. Sering Kerjasama dalam mencarikan pakan dna banyak lagi lainnya” (P2-C-KKMW-57).

(15)

“Hubungannya baik mas. Ada Kerjasama terkait perawatan sapi dan pakannya” (P3-D-KKMW-58).

Salah satu alternatif menjadikan sebuah peternakan menjadi tempat wisata edukasi juga dapat menjadi tempat berlibur sekaligus belajar bagi para pengunjung. Di Setia Farm, nantinya pengelola dapat memperkenalkan kepada pengunjung aneka jenis hewan yang ada di peternakan tersebut, kegiatan apa saja yang dikerjakan dan mungkin juga proses pemasaran dari komoditi yang dihasilkan di peternakan tersebut. Peternak juga dapat bekerja-sama dengan peternak lain untuk dapat membangun tempat wisata peternakan dengan hewan yang lebih variatif. Jika dikelola dengan baik, wisata edukasi peternakan ini akan dapat menjadi pilihan menarik bagi keluarga untuk dikunjungi, bahkan juga dapat menarik minat kelompok atau bidang penelitian.

“………… setia farm itu tempat edukasi, tempat belajar terkait ternak sapi oleh semua kalangan. Mereka menyerap pengetahuan dari beberapa langkah pemeliharaan dari setia farm, bahkan belajar dari pemasaran yang diterapkan di setia farm “ (KI-A-KKMW-64).

“Sering dijadikan edukasi penelitian mas, sebagai tempat dalam mencari ilmu peternakan sapi dan belajar usaha dengan tepat” (P1-B-KKMW-65).

“Iya mas, sering dijadikan tempat ngumpul sini, sering dijadikan tempat diskusi para pemuda yang ingin tahu lebih jelas peternakan sapi dari setia farm “ (P2- C-KKMW-66).

“Pernah mas, sering dikunjungi oleh orang-orang dalam rangka menggali informasi terkait peternakan sapi” (P3-D-KKMW-67).

Capaian sukses dalam bisnis adalah dambaan setiap usaha. Sukses dalam berbisnis tentu tidak mudah dilakukan. Sebab, dua hal tersebut menyita waktu, tenaga, uang, dan pikiran yang sama besar. Bagi pelaku usaha yang memiliki ambisi, semangat dan kerja keras, dua hal tersebut akan terbilang mudah. Karena bisa membagi waktu dan tenaga secara profesional. Seiring berjalannya usaha, setia farm mampu mewujudkan capaian prestasinya. Seperti temuan lapangan berikut ini:

(16)

“Prestasi biasanya kita ikut dinas mas, sering diberikan juara pada kontes ternak.

Sering juara pada kelas tertentu. Kelas remaja, kelas pejantan. Tapi prestasi yang paling berharga itu bagi kami adalah mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain, kita senang dengan usaha ini dan bisa membuat orang lain senang dengan kita, kami diberikan kepercayaan oleh orang lain itu adalah capaian sebuah prestasi bagi kami” (KI-A-FPK-92).

“Pernah meraih juara mas dalam kontes sapi, memliki relasi dan konsumen yang setia, kepercayaan konsumen sangat tinggi” (P1-B-FPK-93).

“Sering juara dalam kompetisi mas. Tapi itu bukan targetnya, capaian atau prestasinya berupa pelayanan yang maksimal mas terhadap konsumen, selalu meningkatkan kualitas sapinya” (P2-C-FPK-94).

Jadi faktor pendukung adalah pengalaman dan pengetahuan tentang peternakan sapi, pelayanan terhadap konsumen yang relatif baik, tidak mudah putus asa dan memberikan hak-hak karyawan secara baik dan tepat waktu, mampu bergaul dan diterima ditengah-tengah teman, dukungan keluarga yang baik, karyawan yang totalitas terhadap peternakan sapi, berhubungan dengan baik pada warga sekitar secara pencapaian prestasi dalam mengikuti kompetisi.

b. Faktor Penghambat

Purwinarti dan Ninggarwati (2006) menyebutkan, Ada beberapa faktor penghambat kewirausahaan, yaitu tidak kompeten dalam hal manajerial, Kurang berpengalaman, Kurang dapat mengendalikan keuangan, Gagal dalam perencanaan, Lokasi yang kurang memadai, Kurang pengawasan peralatan, Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha dan ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.

Tidak selamanya usaha yang dirintis membuahkan hasil sesuai dengan yang kita harapkan, adakalanya kesuksesan sulit untuk diraih. Kegagalan dapat disebabkan oleh rasa takut gagal dan rasa tidak percaya diri yang timbul dari dalam diri maupun akibat pengaruh lingkungan sekitar. Kondisi keluarga, budaya lingkungan, atau peristiwa-peristiwa tertentu dapat menimbulkan rasa takut gagal.

Rasa takut gagal dalam memulai suatu usaha juga disebabkan oleh mitos-mitos yang mengatakan bahwa, memulai usaha adalah berisiko dan sering berakhir dengan kegagalan. Temuan dilapangan mengungkap tidak adanya kesulitan dalam manajerial di Setia Farm.

(17)

Faktor penghambat sesuai temuan penelitian para informan menyampaikan dalam wawancaranya yaitu:

“Semua bentuk kegagalan karena nafsu mas, merasa selalu ingin dan ingin terpenuhi tanpa control” (KI-A-FPK-88).

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan pelaku usaha mengalami kegagalan, diantaranya adalah faktor ekonomi, kesalahan manajemen, dan bencana alam. Perusahaan yang mengalami kegagalan dalam operasinya akan berdampak pada kesulitan keuangan perusahaan (Sudana, 2011). Hal tersebut sangat dirasa Setia Farm. Factor penghambat sesuai temuan penelitian para informan menyampaikan dalam wawancaranya yaitu:

“Kalau untuk pengiriman ke luar pulau jawa kita belum mas karena kasian konsumen juga akan mengeluarkan biaya tambah untuk pengiriman juga tapi kalaupun ada kami tetap akan layani mas” (KI-A-KKMW-62).

“Sejauh ini belum ada mas, belum pernah mengantarkan sapi ke luar pulau jawa. Karena hal itu sangat risiko” (P3-D-KKMW-63).

“Lahan mas, kita kewalahan dengan pakannya tapi kami selalu berusaha mencukupi kebutuhan ternak itu sendiri mas” (KI-A-FPK-96).

“Mungkin kandang mas. Kandang yang terbatas akan mempengaruhi persediaan sapi. Kandnag yang sempit akan sedikit pula manampung sapi. Sebaliknya, jika kandangnya luas. Maka sapi yang ditampung juga semakin banyak” (P1-B-FPK- 97).

“Kadang permintaan konsumen belum terpenuhi karena factor tidak tersedianya sapi yang diinginkan” (P2-C-FPK-98).

“Terkadang modal mas, terkadang kehabisan pakan” (P3-D-FPK-99).

Kesimpulan dari faktor penghambat adalah kurang kontrolnya diri sendiri dengan mengedapankan nafsu untuk mencapai sesuatu yang paling tinggi, tidak dapat memenuhi produk keluar pulau, sarana prasarana yang belum memadai (terutama kandang), kurangnya modal usaha dan kurang terpenuhinya pakan pada ternak.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kedatangan wisatawan mancanegara dan menganalisis hubungan antara jumlah kedatangan wisatawan

Selama maupun sesudah kekerasan panjang, isu RMS memang sering dihembus-hembuskan oleh tentara sebagai salah satu cara untuk mendapatkan dana tambahan. Isu RMS sangat ampuh

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka analisis struktural adalah suatu pendekatan dalam penelitian sastra yang memberi perhatian penuh pada karya sastra sebagai sebuah

- Sebaran curah hujan di wilayah studi bisa dihitung untuk wilayah yang bertetangga yang tidak memiliki data curah hujan menggunakan metode Thiessen polygon

c) Pembuatan tabel “pesawat” dengan script SQL.. Catatan : Menambah, mengubah,menghapus data bisa dilakukan langsung dalam prompt atau membuat file sql terlebih dahulu

Output diatas ( ANOVA ), terbaca nilai Fhitung sebesar 3,145 > Ftabel 1,486 maka disimpulkan menolak H o , yang berarti ada pengaruh yang signifikansi secara statistik

Hal ini dikarenakan ukuran partikel yang cukup besar bila dibandingkan dengan pore substrate sehingga hanya pada kondisi laminer dimana fluida bergerak lurus

Pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran tentang manusia yang berhubungan dengan