• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN UNITED NATIONS MISSION FOR EBOLA EMERGENCY RESPONSE DALAM MENANGGULANGI PENYEBARAN VIRUS EBOLA DI AFRIKA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERAN UNITED NATIONS MISSION FOR EBOLA EMERGENCY RESPONSE DALAM MENANGGULANGI PENYEBARAN VIRUS EBOLA DI AFRIKA BARAT"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

1 PERAN UNITED NATIONS MISSION FOR EBOLA EMERGENCY

RESPONSE DALAM MENANGGULANGI PENYEBARAN VIRUS EBOLA DI AFRIKA BARAT

SKRIPSI

Diajukan sebagai syarat memperoleh Gelar Sarjana Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Oleh :

GAYSICA DAMOPOLII Stambuk. 45 12 023 001

PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL JURUSAN ILMU POLITIK

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR

2018

(2)

i PERAN UNITED NATIONS MISSION FOR EBOLA EMERGENCY

RESPONSE DALAM MENANGGULANGI PENYEBARAN VIRUS EBOLA DI AFRIKA BARAT

GAYSICA DAMOPOLII 45 12 023 001

Skripsi Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh :

Pembimbing I, Pembimbing II,

ZulkhairBurhan, S.Ip.M.A FinahliyahHasan,S.Ip,M.A

Diketahui Oleh :

Dekan FISIP. Universitas Bosowa Ketua Jurusan Hubungan Internasional

AriefWicaksono,S.Ip,M.A ZulkhairBurhan, S.Ip, M.A

HALAMAN PENGESAHAN

(3)

ii HALAMAN PENERIMAAN

Pada Hari Rabu, Tanggal Tujuh Februari Tahun Dua Ribu Delapan Belas Skripsi dengan Judul “ Peran United Nations Mission For Ebola Emergency Response Dalam Menanggulangi Penyebaran Virus Ebola Di Afrika Barat”

Nama : GaysicaDamopolii

Nomor Induk : 45 12 023 001 Jurusan : Ilmu Politik

Program Studi : Ilmu Hubungan Internasional

Telah Diterima Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Sarjana Strata Satu (S-1) Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bosowa Makassar.

Pengawas Umum :

AriefWicaksono, S.Ip, M.A Dekan Fisip Universitas Bosowa

Panitia Ujian :

ZulkhairBurhan, S.Ip,M.A FinahliyahHasan, S.Ip, M.A Ketua Sekretaris

TIM Penguji :

1. ZulhairBurhanS.Ip, M.A (………)

2. FinahliyahHasanS.Ip, M.A (………) 3. AriefWicaksonoS.Ip, M.A (………) 4. Fivi Elvira S.Ip, M.A (………)

(4)

iii ABSTRAK

Gaysica Damopolii, 45 12 023 001, Peran United Nations Mission for Ebola Emergency Response Dalam Menanggulangi Penyebaran Virus Ebola Di Afrika Barat. Di bawah bimbingan, pembimbing 1 Zulkhair Burhan S.Ip, M.A dan pembimbing 2 Finahliyah Hasan S.Ip. M.A Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa.Penelitian pada skripsi ini bertujuan untuk mengetahui : Bagaimana pola penanggulangan UNMEER dalam menanggulangi penyebaran virus ebola di Afrika Barat. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif. Pengumpulan data di lakukan oleh penulis melalui pengumpulan melalui interbet berupa laporan-laporan, jurnal, website resmi, dan artikel yang berkaitan dengan objek penelitian. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik analisa kualitatif.

Hasil dari penelitian ini adalah dalam menjalnkan misinya di Afrika Barat, pola penanggulangan UNMEER dalam menanggulangi penyebaran virus ebola di Afrika Barat adalah dengan melakukan pendekatan regional terhadap ketiga negara yang terkena dampak yaitu Liberia, Sierra Leone dan Guinea. Selain itu, UNMEER memimpin seluruh aktor baik badan PBB maupun NGO, IGO dan LSM yang terlebih dulu turun lapangan dalam menanggulangi penyebaran virus ebola di Afrika Barat. UNMEER juga melakukan koordinasi dengan seluruh aktor melalui kepala unit kerja yang di bentuk di kantor pusat UNMEER di Ghana.

Kata kunci : Virus ebola, UNMEER, Afrika Barat

(5)

iv KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Alhamdulillah hirobbilallamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segalah berkah, rahmat, dan karunia-Nya yang telah diberikan. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul Peran United Nations For Ebola Emergency Response (UNMEER) Dalam Menanggulangi Penyebaran Virus Ebola di Afrika Barat .Tidak lupa pula kita panjatkan dan curahkan sholawat dan salam kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW , kepada keluarganya, para sahabatnya, hingga kepada umatnya hingga akhir zaman, aamiin.

Dalam proses penyusunan skripsi ini, banyak hambatan-hambatan yang telah dilalui entah itu bersifat tekhnis maupun non-tekhnis. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penulisan maupun pembahasan. Penulis menyadari betul bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak yang sudah banyak membantu secara materil maupun non materil dari awal perkuliahan sampai tahap penyusunan tugas akhir (skripsi), akan sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

Pada kesempatan ini,penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya yang diberikan kepada :

1. Kedua orang tua penulis. Ayahanda Teddy Damopolii, yang selalu mensupport baik nasihat maupun materi dan tak kenal lelah memberikan

(6)

v doa restu, nasihat-nasihat denga penuh rasa kasih sayang sehingga penulis bisa seperti ini. Dan terkhusus buat Ibunda Alm Evie Daun, Skripsi ini penulis persembahkan khusus buat Almarhumah . Semoga Ibunda tercinta bahagia melihat penulis bisa menyelesaikan studi sesuai amanah terakhir beliau

2. Kakak kandung penulis Ivo Riana Damopolii, S.Ap dan kakak ipar penulis WawanNading, S.Kom yang juga selalu memberikan dukungan selama penulis dalam menyelesaikan pendidikan

3. Bapak Prof. Ir. Saleh Pallu, M.Eng. Selaku Rektor Universitas Bosowa Makassar

4. Bapak Arief Wicaksono S.Ip, M.A Selaku Dekan FISIP Universitas Bosowa Makassar

5. Bapak ZulkhairBurhan S.Ip, M.A selaku ketua prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Bosowa Makassar

6. Bapak ZulhkairBurhan S.Ip, M.A sebagai pembimbing I dan Ibu FinahliyahHasan S.Ip, M.A Sebagai pembimbing II yang telah memberikan waktu, bimbingan serta ilmunya kepada penulis dari awal hingga tahap penyelesaian skripsi

7. Seluruh dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Bosowa, Ibu Rosnani S.Ip, M.A, Ibu Beche bt Mamma S.Ip, M.A, ibu Fivi Elvira Basri S.Ip, M.A dan kak Asyari Mukrim S.Ip. M.A yang sudah memberikan ilmu kepada penulis serta bimbingan selama menempuh perkuliahan di kampus tercinta ini. Penulis juga mengucapkan terimah

(7)

vi kasih kepada ibu Mega, Ibu Rahma, Pak Yasan yang sudah membantu penulis selama ini dalam urusan administrasi

8. Buat Keluarga Besar Damopolii – Daun yang telah mensupport dan selalu ada buat penulis terkhusus buat Mayor Josdy Damopolii, S.Kom yang selalu dan tidak pernah bosan memberikan nasehat kepada penulis dan juga kepada Om gun dan Ina’ yang selalu memberikan kasih sayangnya kepada penulis.

9. Buat Keluarga besar HIMAHI yang sudah menjadi keluarga kedua bagi penulis, susah senang sama-sama, semoga kedepannya HIMAHI tetap jadi tempat yang nyaman buat adek-adek berproses kedepannya. Buat adek-adek saya Tami, Ila, Egha, Baya. JAYALAH HIMAHI

10. Untuk teman-teman MAFIA 12 dan AIRSOFT 12, Yusuf, Farid, Rahmat, Andi Ola, Cepuk, Farid Boim, Muchlis, Sugi, Herwin, Aswar, Mhey, Tira, Afika, Nina, Ia, Tia, Nike, Olin, Windi, Irdan, Eldy, Ady, Cibi, Wayanti, Irma, Opi, Darman, Gusna dan semuanya yang mintaa maaf tidak dapat di sebut satu persatu oleh penulis yang sudah menjadi sahabat seperjuangan selama menyelesaikan pendidikan di kampus dan di lantai 7 ,,,, Salam sayang dan rindu untuk kalian semua 11. Teman-teman pengurus HIMAHI periode 2014-2015 , Egha Bonde

(Sekum), Ulfa (Bendum), Farid, Tira, Nina, Opi, Arief, Sry, Norman, Puput, Tomy, Idris yang sama-sama melewati suka duka dalam berhimpunan,,,ini menjadi pengalaman yang luar biasa untuk kita semua

(8)

vii 12. adek-adek HI 2014 yang juga Pengurus Himpunan Endah, Ovan, Sukma, Sheryl, Jacklin, Yaya seo, Titi ayu, Melfi, Ade, Tri, Angga, Andi Pangeran

13. Adek-adek 2015 yang selama semester terakhir sudah menjadi teman kelas penulis he hehe buat Dian, Tiara Nursyabani, Rara, Lina, Lulu, Fadil, Abindra, Intan, Zhura, Akbar, Chiki, Lia, Novi, Kiki, Teuku, Rey, yang rajin kuliah kalian ya cepat selesai jugaa,,Seru juga kuliah sama junior he he he

14. Adek-adek HI 2016 Pika, Egha, Mustika, Ichy, Nabila, Regita, Umul, Waode, Athen, Riri, Fia, Dahlia, Ical, Yuli, Rahmat, Hasan, Moris, Jack, Agung Pute, Fuad, Indah, Arda, Hendry, dan semua HI 2016 dan juga buat semua adek-adek HI 2017 yang tidak bisa penulis sebut satu persatu

15. Buat senior senior terbaik yang dari awal perkuliahan sampe penulis menyelesaikan skripsi selalu mensupport penulis dan selalu memberikan nasehat dan arahan kepada penulis Spesial Thanks for Kanda Amir Umasugi S.Ip, Kanda Ilang S.Ip,Ka Fivi S.Ip, Kanda Gazali Retob S.Ip, Kanda Rery S.Ip, Kanda Nurholis Rustam S.Ip, Kanda Fitrah , Ka Nhia Awad S.Ip , Ka Sry Gustianti, ka Dicky, ka Adly, Ka Maya, ka Rano

16. Buat teman-teman organda penulis Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia BolaangMongondow (KPMIBM) yang sudah menjadi rumah

(9)

viii kedua di perantauan semoga kita semua selalu Mototabian, Mototabian boMototompiaan

17. Buat sahabat-sahabat tersayang saya Poppy Geany Ladyari Lintang (lala) yang telah menjadi orang yang tidak pernah bosan dengar curhatan penulis dan selalu ada buat penulis hehehe, Lany, Pipit, Tania, Anggi Simbala, Claudia, Aan Hatam, Rifai Ramli Terbaik, Galing, Rifki Gino, Fadel Ibrahim, Didit Gembul, Ayu, Titi, Nando, Chei, Rizky, Teta, Dede, Veron, Rifky, Inke, Tiara Ololah, Fira, Cecep, Ica, Gilang, Rey, Tegar, Jimi, Dwiki, Tezar, Anggun, Calvin love you so much

Akhir kata harapan dari saya penulis kiranya para pembaca,dapat memberikan saran dan kritikan yang sifatnya membangun untuk menyempurnakan skripsi ini agar dapat menambah wawasan kita semua da dapat di jadikan acuan untuk penulisan karya lainnya.

WassalamualaikumWarohmatullahiWabarokatuh.

Makassar, 21 Desember 2017

GaysicaDamopolii

(10)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PENERIMAAN ... iii

ABSTRAKSI ... iv

KATA PENGANTAR ... xi

DAFTAR ISI ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Batasan Masalah ... 6

C. Rumusan Masalah ... 7

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian... 8

E. Kerangka Konseptual ... 8

F. Metode Penelitian ... 13

G. Rancangan dan Sistematika Pembahasan ... 15

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Human Security... 16

A.1. Konsep Human Security menurut UNDP ... 21

B. Konsep Humanitarian Action ... 27

B.1. Aktor Dalam Humanitarian Action ... 36

a. United Nations ... 36

b. Organisasi Palang Merah Indonesia (ICRC) ... 39

c. Sektor Swasta dan Aksi Kemanusiaan ... 40

d. LSM Nasional ... 42

BAB III Gambaran Umum A. Virus ebola di Afrika Barat ... 44

A.1. Penyebaran virus ebola di Afrika Barat ... 47

(11)

x

A.2. Bantuan Internasional ... 51

B. United Nations Mission for Ebola Emergency Response ... 55

BAB IV POLA PENANGGULANGAN UNMEER DALAM MENANGGULANGI PENYEBARAN VIRUS EBOLA DI AFRIKA BARAT A. Koordinasi ... 61

A1. Pendekatan Regional ... 61

A.2 Koordinas dengan Kepala Unit... 62

A.3 Bekerjasama dengan Uni Afrika ... 65

B. Implementasi Teknis ... 66

B.1 Pencarian Kasus dan Pengelolaan Kasus ... 67

B.2 Penguburan Aman dan Bermartabat ... 68

B.3 Keterlibatan Masyarakat ... 70

C. Peran WHO Dalam Menanggulangi Penyebaran Virus HIV/AIDS 71 D. Evaluasi Kinerja UNMEER ... 75

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 78

B. Saran ... 79

DAFTAR PUSTAKA ... 80

(12)

1 BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Virus ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di negara Afrika Tengah, yaitu negara Sudan dan Kongo. Pada tahun 2013 tepatnya bulan Desember virus mematikan ini kembali terdeteksi di Afrika Barat yaitu di Negara Guinea dan mulai menyebar ke Negara Liberia dan Sierra Leone. Di awal kemunculannya lagi virus ebola merupakan yang terparah karena jumlah korban yang terus meningkat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa jumlah orang tewas akibat virus Ebola mencapai 7.989 Sebanyak 20.381 kasus ebola telah dilaporkan, data itu merujuk ke berbagai tempat seperti Guinea, Liberia dan Sierra Leone.1 Statistik menunjukkan jumlah maksimum kematian terkait ebola dan kasus telah terdaftar di Liberia sebanyak 3.423 kematian dan 8.018 kasus, di Sierra Leone jumlah korban sebanyak 2,827 kematian dan 9.633 kasus dan di Guinea sebanyak 1.739 kematian dan 2.730 kasus.2 Kasus terpisah juga terdaftar di Mali, Nigeria, Senegal, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat.

Wabah ebola terus meningkat hingga menyebar ke luar Afrika memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat global. Selain terus meningkatnya korban yang terjangkit dan meninggal dunia, WHO juga menyatakan darurat kesehatan internasional untuk ebola. Negara-negara terparah

1Ismed “WHO:Jumlah Korban Tewas Virus Ebola Mencapai 7.989” 3 Januari 2015 20:53

http://www.aktual.com/who-jumlah-korban-tewas-virus-ebola-capai-7989/ di Akses pada tanggal 18 Desember 2016 pukul 14.50 Wita

2 ibid

(13)

2 yang terserang wabah ebola mengalami krisis perekonomian untuk menanggulangi penyebaran virus ebola dan menanggung biaya ekonomi hingga 32,6 miliar dollar AS atau hampir 300 triliun rupiah pada akhir tahun 2014 jika penyakit ini belum bisa dihentikan.3 Negara-negara yang terkena dampak paling buruk virus ebola di Afrika Barat juga mengalami krisis pangan di mana, pasokan makanan menipis dan harga makanan melambung tinggi.4

Tiga negara di Afrika Barat yang terkena dampak paling parah virus ebola yaitu Liberia, Guinea dan Sierra Leone merupakan negara miskin, memiliki kesehatan yang sangat lemah, kekurangan sumber daya manusia dan infrastruktur.

Belum di temukannya obat ebola membuat keluarga korban ebola memutuskan untuk membawa anggota keluarganya kembali ke rumah dan mengobati dengan cara tradisional, hal tersebut merupakan salah satu faktor semakin menyebar luasnya virus ebola.

Berbagai upaya untuk menanggulangi penyebaran virus ebola dilakukan oleh negara-negara di Afrika Barat seperti, Pemerintah Nigeria melakukan penyemprotan di perumahan warga di wilayah yang terkena virus ebola dan menghentikan sementara kegiatan warga di luar rumah dan juga meliburkan sekolah-sekolah untuk mencegah terjangkitnya virus ebola. Pemerintah Nigeria juga melatih para staf pengajar untuk menangani kasus ebola. Sementara

3Evi Kristianti “Upaya World Health Organization Dalam Menanggulangi Virus Ebola Di Afrika Barat 2014-2015” eJournal Ilmu Hubungan Internasional, Volume 3, Nomor 3, 2015 :533-546 halaman 534 http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/08/1239.-Evi-Krsitianti-1102045109.pdf di Akses pada tanggal 18 Desember 2016 Pukul 16.31 Wita

4 “WFP: Ebola Sebabkan Krisis Pangan di Afrika Barat” 25 Oktober 2014

http://www.bumisyam.com/2014/10/wfp-ebola-bisa-sebabkan-krisis-pangan-di-afrika-barat.htmldi akses tanggal 18 Desember 2016

(14)

3 itu, Republik Kongo juga melakukan pencegahan penyebaran virus ebola seperti ketentuan mengebumikan jenazah korban virus ebola dan melakukan pengawasan ketat di bandara. Pemerintah Liberia juga berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus ebola dengan menutup perbatasannya dengan Sierra Leone, tidak hanya itu pemerintah Liberia juga melakukan karantina di sebuah permukiman kumuh di ibu kota Monrovia untuk mencegah penyebaran virus ebola.5

Di Sierra Leone, Presiden Ernest Bai Koroma mengimbau seluruh warga Sierra Leone untuk tinggal di rumah selama tiga hari, dan kemudian petugas kesehatan mendatangi rumah-rumah warga, mereka memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana menghindari ebola dan meminta orang- orang yang terjangkit virus ebola untuk datang ke pusat-pusat pengobatan. Akan tetapi upaya pemerintah Negara-negara Afrika Barat ini belum maksimal dalam pencegahan penyebaran virus ebola karena dengan di lakukannya karantina dan melarang warganya untuk beraktifitas membuat warga kesulitan untuk mendapatkan bahan pangan.6

Semakin menyebar luasnya virus ebola di Afrika Barat membuat negara- negara di dunia ikut membantu menanggulangi virus ebola seperti Amerika, Presiden AS Barrack Obama telah berkomitmen mengirimkan 3000 pasukan untuk membangun klinik, mendistribusikan peralatan medis dan melatih pekerja

5Evi Kristianti “Upaya World Health Organization Dalam Menanggulangi Virus Ebola Di Afrika Barat 2014-2015” eJournal Ilmu Hubungan Internasional, Volume 3, Nomor 3, 2015 :533-546 halaman 534 http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/08/1239.-Evi-Krsitianti-1102045109.pdf di Akses pada tanggal 18 Desember 2016

6 Ibid

(15)

4 kesehatan. Bantuan juga datang dari negara lain, seperti Kuba, Inggris, Rusia, dan beberapa negara lainnya.

Selain bantuan dari negara-negara dunia, bantuan juga datang dari organisasi internasional. World Health Organization (WHO) yang merupakan badan kesehatan dunia mengirimkan 2013 tenaga ahli dan kemudian di bagi ke wilaya Afrika Barat. Diantara 2013 tenaga ahli yang dikirim merupakan 600 ahli epidemiologi, 76 koordinator lapangan, 73 manajer data, 242 teknisi laboratorium, 26 dokter, 110 logistik, 128 spesialis IPC (infection prevention and control), 44 petugas komunikasi, 53 mobilisasi sosial dan 15 antropologi.7

Selain WHO, UN World Food Programme (WFP) juga mendistribusikan 4.979 ton makanan. UNICEF juga memberikan perawatan medis kepada korban ebola, dukungan psikologis untuk anak-anak dan juga memberikan bantuan obat- obatan. Selain itu, Medecins Sans Frontieres (MSF) juga memberikan bantuan berupa 325 staf internasional ,4150 staf lokal di pekerjakan di wilayah yang terkena virus dan juga memberikan 650 unit tempat tidur di isolasi. The International Committee of the Red Cross (ICRC) memberikan staf tambahan seperti staf kesehatan dan forensik professional dan juga memberikan sumbangan peralatan medis.8

Selain upaya-upaya tersebut, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi Dewan Keamanan 2177 tahun 2014 dan Resolusi Umum Dewan 69/1 tahun 2014yang mendesak negara-negara anggota PBB untuk menyediakan sumber daya lebih untuk melawan wabah. Resolusi ini merupakan yang pertama dalam

7ibid

8ICRC, “Ebola: Stepping up the humanitarian response” 23 September 2014

https://www.icrc.org/en/document/ebola-stepping-humanitarian-response di Akses tanggal 12 januari 2017

(16)

5 sejarah Dewan Keamanan PBB untuk menanggulangi krisis kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Dewan Keamanan PBB menciptakan misi untuk keadaan darurat kesehatan publik yaitu United Nations Mission for Ebola Emergency Response (UNMEER) pada tanggal 19 September 2014.9

UNMEER bekerja sama dengan pemerintah dan struktur nasional di negara-negara yang terkena dampak, aktor regional dan internasional, negara- negara anggota, sektor swasta dan masyarakat sipil. Di bawah koordinasi UNMEER, tingkat pengobatan terus mengalami peningkatan dan penguburan di lakukan dengan aman dan bermartabat. Selain itu, penemuan kasus dengan cara pelacakan di daerah-daerah tertentu telah berkurang menjadi nol kasus.

Dalam kinerjanya UNMEER mampu memberikan kontribusi besar bagi perlambatan wabah sejak di bentuknya UNMEER. Penekanan konsisten UNMEER kepada pemimpin negara, koordinasi mitra kerja, masyarakat yang terlibat telah membantu untuk mendorong penurunan angka kasus.10 Menurut hasil laporan situasi eksternal yang di terbitkan oleh UNMEER pada tanggal 31 July 2015 menyatakan bahwa tidak ada kasus lagi tiga negara yang terkena virus ebola paling parah.

Di Liberia di laporkan selama 4 hari tidak ada kasus, kemudian di Guinea tercatat hanya ada 1 kasus ebola dalam 9 hari terakhir sedangkan di Sierra Leone tercatat lebih dari lima bulan tidak ada lagi kasus ebola. Dengan demikian, pada

9 Global Ebola Respon “UN Mission for Ebola Emergency Response

(UNMEER)”http://ebolaresponse.un.org/un-mission-ebola-emergency-response-unmeer di akses tanggal 12 januari 2017

10 Remy servis “United Nations Mission for Ebola Emergency Response (UNMEER) and the Ethical Challenges of Ebola Intervention” Global Biothics Initiave, 20 july 2015

http://globalbioethics.org/2015/07/20/unmeer-the-ethical-challenges-of-ebola-intervention/ di akses tanggal 12 januari 2017

(17)

6 tanggal 31 July 2015 Sekertaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mengungumkan penutupan efektif UNMEER karena telah mencapai tujuan intinya. Pengawasan dari sistem PBB yaitu Ebola tanggap darurat akan transisi sepenuhnya dari UNMEER ke WHO, di bawah otoritas langsung Direktur Jenderal WHO dan WHO akan mengkoordinasikan upaya-upaya untuk mencapai dan mempertahankan nol kasus di wilayah tersebut.11

Berdasarkan data pencapaian UNMEER dalam menanggulangi penyebaran virus ebola dan kinerja UNMEER yang telah berhasil menjalankan misinya, penulis akan meneliti terkait pola penanggulangan UNMEER untuk menanggulangi virus ebola di Afrika Barat.

B. Batasan Masalah

Mengingat penyebaran virus ebola yang sangat luas maka penulis membatasi penyebaran virus ebola di Afrika Barat tahun 2014-2015 di tiga negara yaitu Liberia, Guinea, dan Sierra Leone. Penulis juga membatasi penanggulangan virus ebola oleh UNMEER di tiga negara yaitu Liberia, Guinea, dan Sierra Leone sejak di bentuknya UNMEER tanggal 19 September 2014 sampai di tutupnya UNMEER tanggal 31 July 2015.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut :

11 UNMEER,Laporan situasi eksternal 31 Juli 2015 nomor 187 http://reliefweb.int/report/sierra-leone/un- mission-ebola-emergency-response-unmeer-external-situation-report-31-july di akses tanggal tgl 3 januari 2017

(18)

7 1. Bagaimana pola penanggulangan United Nations Mission for Ebola Emergency Response (UNMEER) dalam mengatasi penyebaran virus ebola di Afrika Barat ?

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini ialah :

a. Untuk mengetahui bagaimana pola penanggulangan United Nations Mission for Ebola Emergency Response (UNMEER) dalam mengatasi penyebaran virus ebola di Afrika Barat

b. Untuk mengetahui apa dampak yang dihasilkan dengan adanya United Nations Mission for Ebola Emergency Response (UNMEER) dalam penanggulangan virus ebola di Afrika Barat.

2. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penulisan ini ialah :

a) Memberikan sumbangan informasi dan pengetahuan bagi kalangan akademisi, khususnya mahasiswa-mahasiswa yang ingin mengkaji atau sekedar ingin mempelajari tentang peran United Nation Emergency for Ebola Response (UNMEER) dalam menanggulangi virus ebola di Afrika Barat

b) Menjadi Referensi untuk para pengkaji yang tertarik untuk meneliti lebih lanjut terkait Peran United Nations Mission for Ebola Emergency Response (UNMEER) dalam menangani virus ebola di Afrika Barat

(19)

8 c) Menambah pembendaharaan referensi di Perpustakaan Program Studi Ilmu

Hubungan Internasional FISIP Universitas Bosowa Makassar

E. Kerangka Konseptual

Untuk memperoleh pijakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan landasan konseptual yang berkaitan dengan obyek penelitian, yang akan sangat berguna dalam menganalisa masalah. Diantaranya adalah Konsep Human Security dan Konsep Humanitarian Action.

1. Konsep Human Security

Human Security pada dasarnya ditujukan untuk mengembalikan permasalahan keamanan tidak lagi menjadi sebuah konsep yang dibentuk, disusun dan ditetapkan oleh negara sebagai sebuah institusi, melainkan dikembalikan kepada hakekat manusia sebagai manusia sebenarnya yang membutuhkan rasa aman dari segala ancaman apapun baik dari institusi maupun alam12.Keamanan tidak lagi diartikan secara sempit sebagai hubungan konflik atau kerjasama antar negara, tetapi juga berpusat pada keamanan untuk masyarakat.13

Konsep ini juga menjelaskan bahwa ancaman suatu negara atau masyarakat tidak hanya selalu datang dari ancaman militer tetapi ancaman non militer juga harus di antisipasi mengingat dampaknya yang luas baik terhadap individu maupun kelompok. Keamanan mausia merupakan kerangka kebijakanyang dinamis dan praktis dalam mengatasi ancaman yang luas dan lintas

12 Shafira Eri Santika, “Peran UNICEF Terhadap Perlindungan Anak Dari Virus Ebol di Guinea Tahun 2014”, eJournalIlmu Hubungan Internasional, 2016,4(2)567-584 http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp- content/uploads/2016/11/20%20%2811-02-16-10-41-21%29.pdf di akses pada tanggal 18 januari 2017

13 Dalby, S., (1992), “Security, Modernity, Ecology : The Dilemmas of Post Cold War Security Discourse”,Alternatives Vol. 17 : Halaman102-103

(20)

9 sektoral yang di hadapi pemerintah dan rakyat. Ancaman kemanan manusia bervariasi di setiap negara, penerapan keamanan manusia juga membutuhkan penilaian ketidakamanan manusia yang berpusat pada rakyat, kotenks yang spesifik, dan preventif. Pendekatan ini membantu fokus pada ancaman saat ini serta muncul untuk keamanan dan kesejahteraan masyrakat individu14.

Human Development Report tahun 1994, menyorot dua komponen utama kemanan utama manusia yaitu kebebasan dari rasa takut (Freedom for fear) dan kebebasan dari keinginan (Freedom from want)15

Definisi Human Security menurut UNDP :

“first, safety from such chronic threats such as hunger, disease, and repression.

And, second, ...protection from sudden and hurtful disruptions in the patterns of daily life --- whether in homes, in jobs or in communities”.16

Pada tahun 1994 UNDP menjelaskan konsep human security yang mencakup keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan kesehatan, keamanan lingkungan hidup, keamanan personal, keamanan komunitas, dan keamanan politik. Berdasarkan Human Development Report 1994, konsep keamanan kesehatan merupakan salah satu dari tujuh kategori terciptanya human security, yang menjelaskan bahwa manusia menjadi kelaparan bukan karena tidak

14 UNTFHS, “Human Security Approach”, diakses dari http://www.unocha.org/humansecurity/human- securityunit/human-security-approach tanggal 18 januari 2017

15 Oscar A. Gomez and Des Gasper, “Human Security: A Guidence Notefor Regional and National Human Development Report Teams”, diakses dari

http://hdr.undp.org/sites/default/files/human_security_guidance_note_r-nhdrs.pdf pada tanggal 18 januari 2017

16 Wilya Aditia “Human Security” 29 September 2011 http://willy-aditya.blogspot.co.id/2011/09/human- security.html di Akses tanggal 7 januari 2017

(21)

10 ada bahan makanan, tetapi ketidak berdayaan manusia tersebut untuk memperoleh makanan.17

Virus ebola yang terjadi di Afrika Barat dapat di analisis menggunakan konsep keamanan kesehatan (Security Healt) yang merupakan bagian dari Human Development Report 1994. Sistem kesehatan di tiga negara terparah yang terkena dampak virus ebola yaitu Guinea, Liberia, dan Sierra Leone tidak siap menanggulangi virus ebola dari awal. Negara-negara tersebut tidak memiliki sarana dan prasarana yang cukup seperti obat-obatan, ambulans,fasilitaskesehatan,tenaga kesehatan terlatih dan lain sebagainya.

Penyebaran virus ebola di Afrika Barat yang terjadi harus segera di hentikan selain korban yang mencapai ribuan orang, tetapi juga melihatan konsekuensi jangka panjang terhadap pembangunan manusia yang sangat menghawatirkan. Virus ebola juga tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia saja, tetapi juga pada perekonomian. Sebuah penelitian oleh Bank Dunia,menyatakan bahwa ketiga negara itu bertumbuh dengan kuat sebelum krisis Ebola, tetapi kini Liberia kemungkinan besar hanya tumbuh 2,2 persen per tahun dan ekonomi Sierra Leone diperkirakan akan tumbuh 4 persen, dan juga di Guinea bahkan jauh lebih besar: proyeksi bagi pertumbuhan ekonominya dikurangi dari 4,5 persen menjadi hanya setengah persen sekarang.18 Selain itu Afrika Barat juga mengalami krisis pangan, di mana banyak orang yang

17 Evi Kristianti,”Upaya World Health Organization (WHO) dalam menanggulangi Virus EbolaDI Afrika Barat Tahun 2014-2015” Ejournal Ilmu Hubungan Internasional 2015 3(3) hal 536 http://ejournal.hi.fisip- unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/08/1239.-Evi-Krsitianti-1102045109.pdf di akses tgl 7 januari 2017

18 “Ebola Lumpuhkan perekonimian Afrika Barat” 3 Desember 2014

http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/ebola-lumpuhkan-perekonomian-afrika-barat di Akses tanggal 18 Desember 2016

(22)

11 mengalami kelapran, pasokan makanan yang semakin menipis dan harga makanan yang melambung tinggi. Wabah ebola tidak hanya merusak kondisi kesehatan seseorang, tetapi juga hubungan secara finansial dan sosial orang tersebut. Krisis dimulai dari terganggunya hubungan antara pasien ebola dan masyarakat sekitar.

Terdapat pengurangan interaksi sosial, termasuk transaksi ekonomi, dari masyarakat kepada pasien ebola atau lingkungan yang terdampak ebola19 Oleh karena itu, virus ebola di Afrika merupakan ancaman keamanan manusia yang kompleks dan harus segera di selesaikan mengingat dampaknya yang sangat besar bagi manusia.

2. Humanitarian Action

Aksi kemanusiaan terdiri dari bantuan, perlindungan dan advokasi dalam menanggapi kebutuhan manusia terhadap bencana alam, konflik bersenjata atau penyebab lainnya, Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi penderitaan dalam jangka pendek, dan untuk menjaga martabat rakyat dan membuka jalan untuk pemulihan. Aksi kemanusiaan didasarkan pada premis bahwa penderitaan manusia harus dicegah dan diatasi mana pun hal itu terjadi.20

Selain itu, konsep humanitarian action dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang tercantum dalam konvensi Jenewa 1949, yaitu: prinsip kemanusiaan, netralitas dan imparsialitas.21

19 Shafira Eri Santika, “Peran UNICEF Terhadap Perlindungan Anak Dari Virus Ebol di Guinea Tahun 2014”, eJournalIlmu Hubungan Internasional, 2016,4(2)567-584 http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp- content/uploads/2016/11/20%20%2811-02-16-10-41-21%29.pdf di akses pada tanggal 18 januari 2017

20 IASC “Introduction to Humanitarian action” Oktober 2015,

https://interagencystandingcommittee.org/system/files/rc_guide_31_october_2015_webversion_final.pdf di akses tanggal 19 januari 2017

21Konsep Humanitarian Action Kerangka Konseptual .1 Teori

https://textid.123dok.com/document/oz1d9ekpz-konsep-humanitarian-action-kerangka-konseptual-1- teori.html

(23)

12 Prinsip netralitas mensyaratkan aksi kemanusiaan untuk tidak memihak salah satu pihak yang bertikai dalam konflik, sedangkan prinsip imparsialitas mengacu pada kerja kemanusiaan yang dilakukan tanpa diskriminasi dengan tidak mempertimbangkan identitas kewarganegaraan, kesukuan, agama, jenis kelamin, atau pun ras, saat menolong mereka yang membutuhkan.22

Bantuan kemanusiaan dengan konsep humanitarian dalam konvensi Jenewa menekankan pada usaha untuk menghilangkan penderitaan manusia yang terjadi akbibat krisis atau bencana. Prinsip tersebut merupakan komitmen paling utama dalam aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh berbagai aktor dalam aksi kemanusiaan.23

Setelah perang dingin selesai, krisis kemanusiaan bukan hanya terjadi akibat perang ataupun pelanggaran HAM. Penyakit menular merupakan krisis kemanusiaan yang menimbulkan jumlah korban yang banyak. Dalam menjalankan aksi kemanusian bayak aktor yang bermunculan seperti IGO, NGO dan LSM.

United Nations Mission for Ebola Emergency Response (UNMEER) merupakan misi tanggap darurat untuk ebola. UNMEER memberikan bantuan dan perlindungan terhadap korban virus ebola. Dalam menjalankan misinya UNMEER menerapkan prinsip kemanusian seperti tujuan didirikannya UNMEER yaitu mencegah wabah, mengobati yang terinfeksi, menjaga stabilitas, mencegah wabah lebih lanjut dan menyelamatkan jiwa.

22 Annisa Gita Srikandi, “Comprehensive Security dan Humanitarian Action”,Jurnal Multiversa, Vol. 1 No.

2, Tahun 2010, Yogyakarta: Fakultas Ilmu Komunikasi dan Politik Universitas Gadjah Mada, hlm. 2

23 Anita Afriani Sinulingga “Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian Dalam Studi Ilmu Hubungan Internasionl” Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016

http://ajis.fisip.unand.ac.id/index.php/ajis/article/viewFile/58/51 diakses tanggal 2 oktober2017

(24)

13 F. Metode Penelitian

1. Tipe Penelitian

Tipe Penelitian yang akan di pakai dalam penulisan ini adalah deskriptif. Di mana yang akan dapat menjelaskan dan menggambarkan peran UNMEER dalam menanggulangi virus ebola di Afrika Barat.

2. Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan jenis data primer. Data primer adalah data yang berasal dari pengumpulan data melalui penelusuran dari berbagai sumber literature yaitu beberapa buku, data olahan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang diterbitkan oleh lembaga terkait, terbitan berkala dan sumber- sumber lain yang relevan.

3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang akan penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu telaah pustaka dengan cara mengumpulkan dan penelaan data dari sejumlah literatur yang berhubungan degan masalah yang diteliti berupa buku, surat kabar, majalah dan jurnal. Adapun tempat yang penulis kunjungi dalam pengumpulan data ini adalah :

a. Perpustakaan Universitas Bosowa

b. Akses media internet

4. Teknik Analisa Data

(25)

14 Teknik analisa data yang penulis akan gunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa kualitatif, dimana persoalan digambarkan berdasarkan fakta-fakta yang ada.

G. Rancangan dan Sistematika Pembahasan

Hasil penelitian dan analisa penelitian ini akan di susun dalam karya tulis ilmiah (skripsi), dalam rancangan sistematika sebagai berikut :

1. Bab pertama yaitu pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, kerangka konseptual, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

2. Bab kedua, tinjauan pustaka, berisi penelusuran dan literature tentang konsep human security dan konsep human action

3. Bab ketiga, gambaran umum obyek penelitian, berisi profil tentang virus ebola dan profil tentang UNMEER

4. Bab keempat, yaitu analisis penelitian berisi pola penanggulangan UNMEER dalam mengatasi penyebaran virus ebola di Afrika barat

5. Bab kelima, yaitu penutup berisi kesimpulan dan saran-saran.

(26)

15 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Human Security

Keamanan manusia merupakan salah satu isu-isu global kontemporer. Isu keamanan manusia mendapat perhatian luas dari seluruh dunia, pasca perang dingin berakhir. Diawal kemunculnya di dunia internasional, keamanan manusia mengalami pergeseran fokus, dimana fokus dari konsep keamanan manusia yang awalnya memfokuskan kepada keamanan militer dan politik menjadi fokus terhadap kondisi dan perlindungan terhadap indiviu. Human security menempatkan individu sebagai aktor utama bukan negara.Konsep keamanan manusia yang mengemuka pasca berakhirnya perang dingin mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Adapun beberapa pengertian Human Security yang di kemukakan oleh beberapa ahli yaitu :

Pengertian keamanan manusia menurut Hans Van Ginkel (Rector, United Nations University) dan Edwar Newman yaitu :

“.Dalam istilah kebijakan, keamanan manusia adalah keamanan terpadu, berkelanjutan, komprehensif dari rasa takut, konflik, ketidaktahuan, kemiskinan, kekurangan sosial dan budaya, dan kelaparan, bergantung pada kebebasan positif dan negatif”24

Selain itu, menurut Amitav Acharya dalam karyanya juga menuliskan bahwa Keamanan manusia mempunyai tiga definisi, yaitu:

24Hans Van Ginkel and Edwar Newman, in quest of “Human Security”

http://www.un.org/press/en/1999/19991012.dsgsm70.doc.html di akses tanggal 21 septemer 2017

(27)

16 “kebebasan dari rasa takut (seperti yang ditekankan oleh pendukung hak asasi manusia di Asia dan tempat lain), kebebasan dari keinginan (sebagaimana ditekankan oleh beberapa pemerintah Asia seperti Jepang), dan kebebasan dari kekejaman dan penderitaan di masa konflik (sebagaimana ditekankan oleh mantan Menteri Luar Negeri Kanada Lloyd Axworthy)”25

Selanjutnya Menurut Barry Buzan dalam makalahnya yang berjudul Human Security: What It Means, and What It Entails, mengatakan bahwa:

“keamanan manusia merupakan satu konsep yang problematis, khususnya dijadikan sebagai bagian dari analisis atas keamanan internasional. Bentuk keamanan ini memiliki agenda yang berbeda yang menjadikan sebagai isu keamanan internasional dapat ditemukan dalam pemahaman keamanan militer-politik tradisional. Dalam konteks ini, keamanan bagi suatu negara senantiasa berkaitan dengan kelangsungan hidup. Sementara itu, identitas merupakan kunci dari pemahaman keamanan bagi suatu bangsa”.26

Keamanan manusia merupakan kerangka kebijakan yang dinamis dan praktis untuk mengatasi ancaman yang luas dan lintas sektoral yang dihadapi pemerintah dan rakyat. Adapun ancaman terhadap keamanan manusia bervariasi di setiap negara, penerapan keamanan manusia juga membutuhkan penilaian

25Hijrah S. har : Amitav Acharya, “The Nexus Between Human Security and Traditional Security in Asia dalam Human Security in East Asia. Korean: Korean National Commission for UNESCO”,2004, Hijrah S.

Har, (jurnal on-line) Pp.8. http://id.scribd.com/doc/112265785/Bahan-Untuk-Human-Security, diakses pada tanggal 21 September 2017

26 Khairiah Nasution “Human Security dalam prespektif Keamanan Nasional, Regional dan

Nasional”http://www.academia.edu/9937471/_Human_Security_dalam_Perspektif_Keamanan_Nasional_Re gional_dan_Global_ di akses tanggal 21 september 2017

(28)

17 ketidakamanan manusia yang berpusat pada rakyat, konteks yang spesifik, dan preventif.

Masalah-masalah kemanusiaan lebih banyak muncul pada saat ini seperti masalah pegungsi akibat konflik dan kekerasan fisik, penjualan manusia, teorisme, perdagangan senjata, pelanggaran HAM, kemiskinan, penyakit menular dan masih banyak lainnya. Sehingga Isu Human Security di anggap penting dalam kajian keamanan kontemporer. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan perubahan konsep dan fokus keamanan dari keamanan yang menitikberatkan kepada keamanan negara menjadi keamanan masyarakat, dari keamanan melalui kekuatan militer menuju keamanan melalui pembangunan masyarakat, dari keamanan wilayah kepada keamanan manusia terkait jaminan keamanan, pangan, pekerjaan dan lingkungan27.

Selanjutnya, Lincoln Chen berpendapat bahwa keamanan manusia adalah pelabuhan terakhir tempat segala perhatian mengenai keamanan bermuara. Oleh sebab itu Chen menyebut bahwa bentuk-bentuk keamanan seperti keamanan militer bukanlah tujuan utama melainkan hanya sarana untuk mencapai tujuan yang hakiki yakni keamanan manusia. 28. Perbedaan antara keamanan manusia dan konsep keamanan nasional merupakan salah satu hal yang penting dan saling bergantung. Keamanan nasionalberfokus pada melindungi keamanan nasionalnya

27 Elpenih fitrah,”Gagasan Human Security dan Kebijakan Nasional Indonesia” Insignia Journal of International relations vol2, no 1 April 2017

https://www.researchgate.net/publication/317011590_Gagasan_Human_Security_dan_Kebijakan_Keamanan _Nasional_Indonesia di akses tanggal 20 septmber 2017

2828 Elpenih fitrah,”Gagasan Human Security dan Kebijakan Nasional Indonesia” Insignia Journal of International relations vol2, no 1 April 2017

https://www.researchgate.net/publication/317011590_Gagasan_Human_Security_dan_Kebijakan_Keamanan _Nasional_Indonesia di akses tanggal 20 septmber 2017

(29)

18 dari ancaman militer negara lain sedangkan keamanan manusia yaitu melindungi individu dan masyarakat dari segala bentuk kekerasan politik.

Keamaan manusia merupakan konstruksi pemikiran mengenai keamanan negara menuju kepada ide keamanan manusia termasuk didalamnya keamanan individu dan masyarakat. Keamanan Manusia melindungi eksistensi anggota masyarakat, termasuk anak-anak, warga sipil di wilayah perang, minoritas etnis dan lain sebagainya dari berbagai jenis kekerasan.29

Prinsip Keamanan manusia , yaitu:

1. Keamanan manusia berpusat pada orang, berfokus pada keselamatan dan perlindungan individu, masyarakat, dan lingkungan global mereka.

PendekatanHuman Securitymemberdayakan masyarakat setempat untuk menilai kerentanan dan ancaman dan kemudian mengidentifikasi dan mengambil bagian dalam strategi untuk membangun keamanan daripada memaksakan definisi luar.

2. Keamanan manusia bersifat komperensif. Dalam prakteknya, strategi keamanan manusia berkisar dari operasional “freedom from fear” untuk pendekatan struktural lebih menyeluruh termasuk “freedom from want”

dan “freedom to live in dignity.”

3. Keamanan manusia bersifat multi sektoral, menangani berbagai ancaman global dan lokal yang saling tergantung, ketidakamanan dan kerentanan dalam keamanan, pembangunan dan hak asasi manusia.

29 Muhibidin Raihan Ramadhan “Human Security”https://id.scribd.com/doc/51882487/Human-Security di akses tanggal 17 september2017

(30)

19 4. Keamanan manusia adalah konteks-spesifikDimensi lokal dari ancaman global yang unik dan memerlukan pengkajian dan konteks perencanaan tertentu.

5. Keamanan manusia berorientasi pada pencegahanStrategi pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian bertujuan untuk solusi berkelanjutan dalam mengatasi faktor-faktor langsung dan struktural yang menyebabkan dari rasa takut.30

Keamanan Manusia pada dasarnya ditujukan untuk mengembalikan permasalahan keamanan tidak lagi menjadi sebuah konsep yang dibentuk, disusun dan ditetapkan oleh negara sebagai sebuah institusi, melainkan dikembalikan kepada hakekat manusia sebagai manusia sebenarnya yang membutuhkan rasa aman dari segala ancaman apapun baik dari institusi maupun alam31. Secara sederhana, konsep keamanan manusia dapat diartikan sebagai sebuah konsep keamanan yang bersumber dari manusia itu sendiri, bukan digagas dan dibentuk oleh sebuah negara.

A.1 Konsep Human Security menurut United Nations Development Program (UNDP)

United Nations Development Program(UNDP) dalam Human Development Report pada tahun 1994 merupakan badan Perserikatan bangsa- bangsa yang pertama kali memperkenalkan konsep keamanan manusia. Konsep

303P Human Security, “Human Security” http://3phumansecurity.org/site/component/content/article/34- projects/94-what-is-human-security

31Shafira Eri Santika, “Peran UNICEF Terhadap Perlindungan Anak Dari Virus Ebol di Guinea Tahun 2014”, eJournalIlmu Hubungan Internasional, 2016,4(2)567-584 http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp- content/uploads/2016/11/20%20%2811-02-16-10-41-21%29.pdf di akses pada tanggal 18 september 2017

(31)

20 ini mengkaji tentang keprihatinan nasional dan global terhadap keamanan manusia. UNDP menekankan bahwa keamanan manusia merupakan sesuatu yang universal, relevan dengan semua manusia di seluruh dunia, karena ancaman keamanan dalam human securtiy bersifat umum, tidak memandang batas negara.

Konsep Keamanan manusia semakin jelas dalam Human Development Report tahun 1994 , dalam laporan tersebut UNDP menyatakan bahwa :

"konsep keamanan harus berubah - dari tekanan eksklusif pada keamanan nasional hingga tekanan yang lebih besar pada keamanan masyarakat, dari keamanan melalui persenjataan hingga keamanan melalui pembangunan manusia, mulai dari teritorial hingga pangan, pekerjaan dan keamanan lingkungan."32

Selain itu, dalam laporan tersebut UNDP juga menyatakan :

“.Keamanan manusia bisa dikatakan memiliki dua aspek utama. Ini berarti, pertama, keamanan dari ancaman kronis seperti kelaparan, penyakit dan represi. Dan kedua, ini berarti perlindungan dari gangguan yang tiba-tiba dan menyakitkan dalam pola kehidupan sehari-hari - baik di rumah, pekerjaan atau di masyarakat”33

Dalam Human Development Report 1994, UNDP menyebutkan bahwa ada tujuh komponen atau nilai-nilai spesifik yang termasuk ke dalam konsep keamanan manusia yaitu ;

32Elpenih fitrah,”Gagasan Human Security dan Kebijakan Nasional Indonesia” Insignia Journal of International relations vol2, no 1 April 2017

https://www.researchgate.net/publication/317011590_Gagasan_Human_Security_dan_Kebijakan_Keamanan _Nasional_Indonesia di akses tagga 20 september 2017

33 United Nations Development Programme (UNDP , “Human Development Report 1994, New York ; Oxfrod University press 23

(32)

21 1. Keamanan Ekonomi (Economic Security) mengacu pada kenikmatan individu atas pendapatan dasar/ basic income, aik melalui pekerjaan atau dar jaring pengamanan sosial.

2. Keamanan Pangan (Food Security) mengacu pada akses individu terhadap makanan melalui aset, pekerjaan, atau penghasilan yang dimilikinya.

3. Keamanan Kesehatan (Health Security) mengacu pada kebebasan individu dari berbagai penyakit dan melemahkan penyakit dan aksesnya kepada perawatan kesehatan.

4. Keamanan Lingkungan (Environmental Security) mengacu pada integritas tanah, udara, dan air, yang membuat manusia betah untuk tinggal/ habitat.

5. Keamanan Pribadi (Personal Security) mengacu pada kebebasan individu dari kejahatan dan kekerasan, khususnya perempuan dan anak-anak.

6. Keamanan Komunitas (Community Security) mengacu pada martabat budaya dan perdamaian antar-komunitas di mana individu hidup dan tumbuh.

7. Keamanan Politik (Political Security) mengacu pada perlindungan terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).34

Adapun, penyebab terjadinya ketidakamanan manusia yaitu sebagai berikut :

34Erwin ruhijat “Pengantar kajian human Security” Taki-taki (Jurnal-on-line)

https://id.scribd.com/doc/114988976/Pengantar-Human-Security di akses tanggal 18 september 2017

(33)

22 a.) Ketidakamanan ekonomi :Kemiskinan yang terus-menerus, pengangguran,

dan lain sebagainya

b.) Ketidakamanan pangan :Kelaparan, kenaikan harga pangan secara tiba- tiba

c.) Ketidakamanan kesehatan :Epidemi, kekurangan gizi, sanitasi yang buruk, kurangnya akses terhadap perawatan kesehatan

d.) Ketidakamanan lingkungan :Degradasi lingkungan, penipisan sumber daya alam, bencana alam

e.) Ketidakamanan pribadi : Kekerasan fisik dalam segala bentuknya, perdagangan manusia, ekploitasi anak

f.) Ketidakamanan masyarakat :Ketegangan berbasis etnis, agama, kejahatan, terorisme

g.) Ketidakamanan politik :Penindasan politik, pelanggaran hak asasi manusia, kurangnya supremasi hukum dan keadilan .35

Menurut Human Development Report dari United Nations Development Program (UNDP) 1994, ancaman keamanan manusia menyebarkan efek yang melampaui batas-batas nasional. Ini dikelompokkan menjadi enam yaitu :

35United Nations Trust Fun for Human Security “Human Security Handbook” januari 2016

http://www.un.org/humansecurity/sites/www.un.org.humansecurity/files/hs_handbook_03.pdf di akses tanggal 18 september 2017

(34)

23

 Pertumbuhan penduduk yang terkait erat dengan kemiskinan global,

degradasi lingkungan, dan migrasi internasional.

 Disparitas dalam pendapatan global menyebabkan konsumsi berlebihan

dan kelebihan produksi di negara-negara industri dan kemiskinan dan degradasi lingkungan di negara-negara berkembang.

 Peningkatan migrasi internasional sebagai fungsi dari pertumbuhan penduduk, kemiskinan, dan kebijakan-kebijakan negara- negara industri telah memberikan kontribusi terhadap aliran migran internasional seperti juga peningkatan pengungsi dan pengungsi internal.

 Berbagai bentuk kerusakan lingkungan (hujan asam, kanker kulit, dan

pemanasan global), berkurangnya keanekaragaman hayati, dan penghancuran lahan basah, terumbu karang, dan hutan temperate serta hutan hujan tropis.

 Perdagangan obat, yang telah berkembang menjadi industri multinasional

global.

 Terorisme internasional yang telah menyebar dari Amerika Latin pada tahun 1960 menjadi fenomena global.

Berdasarkan Human Development Report 1994 yang dikeluarkan oleh UNDP, definisi konsep keamanan manusia mengandung dua aspek penting yaitu :

1. Keamanan manusia merupakan keamanan dari ancaman-ancaman kronis seperti kelaparan, penyakit, dan represi.

(35)

24 2. Keamanan manusia pun mengandung makna adanya perlindungan atas pola-pola kehidupan harian seseorang baik itu di dalam rumah, pekerjaan, atau komunitas dari berbagai gangguan yang datang secara tiba-tiba serta menyakitkan.36

Dalam Human Development Report 1994, konsep keamanan kesehatan merupakan salah satu dari tujuh kategori terciptanya keamanan manusia, yang menjelaskan bahwa manusia menjadi kelaparan bukan karena tidak ada bahan makanan, tetapi ketidak berdayaan manusia tersebut untuk memperoleh makanan.37Di negara-negara berkembang, penyebab utama kematian adalah penyakit menular dan parasit, yang membunuh 17 juta orang setiap tahunnya, termasuk 6,5 juta dari infeksi pernafasan akut, 4,5 juta dari penyakit diare dan 3,5 juta dari tuberkulosis.38 Selain itu, baik di negara berkembang maupun negara industri ,ancaman terhadap keamanan kesehatan paling banyak untuk orang-orang miskin, orang-orang di pedesaan dan terutama anak-anak. Selain itu, Keamanan kesehatan juga merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia, karena merupakan hak dasar setiap manusia.

Virus eola yang terjadi di Afrika arat telah menyeababkan krisis kesehatan di era moderen. WHO dan PBB telah menyatakan bahwa virus ebola menjadi perhatian dunia internasional karena resikonya terhadap keamanan manusia dan harus membutuhkan respon yang cepat dari masyarakat internasional. Selain itu,

36UNDP 1994,hal 23

37 Evi Kristianti,”Upaya World Health Organization (WHO) dalam menanggulangi Virus EbolaDI Afrika Barat Tahun 2014-2015” Ejournal Ilmu Hubungan Internasional 2015 3(3) hal 536 http://ejournal.hi.fisip- unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/08/1239.-Evi-Krsitianti-1102045109.pdf di akses tgl 7 januari 2017

38 Erwin ruhijat “Pengantar kajian human Security” Taki-taki (Jurnal-on-line)

https://id.scribd.com/doc/114988976/Pengantar-Human-Security di akses tanggal 18 septmber 2017

(36)

25 Dewan Keamanan PB juga menyebutkan bahwa krisis kesehatan yang terjadi di Afrika Barat merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Wabah virus ebola juga merupakan krisis keamanan manusia karena menimbulkan dampak yang parah pada kehidupan manusia. Virus ebola yang melanda Afrika Barat tidak hanya mengancam keamanan kesehatan warga negaranya tetapi juga mengancam keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan lingkungan, keamanan pribadi, keamanan komunitas dan keamanan politik negara yang terkenalwabah ebola.

Melihat berbagai polemik yang terjadi di Afrika barat dan dampak yang di timbulkan oleh virus ebola dan juga ancaman bagi keamanan manusia membuat pemerintah Amerika Serikat meluncurkan Agenda Keamanan Kesehatan Global pada bulan Juli 2014, sebuah usaha multi-partai yang diselenggarakan dengan negara-negara lain, organisasi internasional, dan pelaku swasta. Mandatnya adalah mempercepat kemajuan menuju dunia yang aman dan aman dari ancaman penyakit menular dan untuk mempromosikan keamanan kesehatan global sebagai prioritas keamanan internasionabbbl. 39 Selain itu, Pemerintah AS mengakui bahwa Keamanan kesehatan global adalah tanggung jawab bersama yang tidak dapat dicapai oleh aktor tunggal atau sektor pemerintahan Sehingga itu, Presiden Obama menyatakan bahwa AS akan berperang melawan ebola di Afrika Barat dan mengajak masyarakat internasional untuk terlibat dalam memerangi virus ebola di Afrika Barat

B. Konsep Humanitarian Action

39 Maryam Zalnegar “Human Security in the Age of Ebola: Towards People-centered Global Governance” 25 Oktoeber 2014 http://www.e-ir.info/2014/10/25/human-security-in-the-age-of-ebola-towards-people- centered-global-governance/ di akses tanggal 1 november 2017

(37)

26 Humanitarian action atau aksi kemanusiaan merupakan konsep yang diinisiasi oleh Henry Dunant seorang warga negara Swiss yang tengah melakukan perjalanan ke Solferino tahun 1859. Henry Dunant menemukan banyak tentara tergeletak tanpa penanganan medis. Sekembalinya ke Swiss, Dunant mendirikan perhimpunan kemanusiaan bernama Red Cross dan Red Crescent Movement yang berlandaskan Hukum Humaniter internasional dan Henry menerbitkan sebuah buku tentang pengalaman kemanusiaannya di Solferino tersebut yang berjudul A Memory of Solferino.40

Humanitarian Action atau Aksi kemanusian adalah suatu aktivitas yang dilakukan dalam situasi dimana aspek kemanusiaan terancam, seperti bencana alam dan bencana yang diakibatkan oleh manusia sendiri (perang atau konflik) dan memiliki tujuan untuk menyelamatka hidup, mengurangi penderitaan dan menjaga harkat kehidupan manusia.41 Humanitarian action juga menawarkan mekanisme kepada aktor internasional seperti IGO dan NGO untuk mengatur dan menangani krisis kemanusiaan yang sering terjadi berkaitan dengan konflik antar atau dalam negara. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh European Universities on Professionalization on humanitarian action menyebutkan bahwa humanitarian action adalah:

“.melindungi kehidupan dan martabat masyarakat rentan dan masyarakat yang terkena dampak bencana alam dan konflik di seluruh dunia”42

40MissesIntitue “Human Action”https://mises.org/library/human-action-0 akses tanggal 3 oktober 2017

41 [pdf] ICRC-ETD UGM http://etd.repository.ugm.ac.id/downloadfile/67386/.../S1-2013-281926- chapter1.pdf di akses tanggal 2 oktober 2017

42ibid

(38)

27 Dalam hukum humaniter internasional, terdapat prinsip dasar yang bernama humanitarian action yang terdiri dari 4 point yaitu :

a. Kemanusiaan (Bahwa aksi ini dilakukan murni untuk menolong dan meyelamatkan orang dari penderitaan )

b. Impartiality ( Bahwa aksi ini dilakukan tanpa diskriminasi atas dasar apapun)

c. Netralis (tidak berpihak)

d. Indepedence (Aksi kemanusiaan memiliki otonomi untuk mencapai tujuan-tujuan kemanusian dan terpisah dari kepentingan militer, ekonomi dan politik).43

UNMEER sebagai misi darurat sementara yang dibentuk oleh PBB juga melakukan prinsip dasar humanitarian action dalam hukum humaniter yaitu kemanusian, UNMEER melakukan humanitarian action kepada korban virus ebola di Afrika Barat yaitu dengan niat untuk menolong dan menyelamatkan para korban virus ebola yang semakin meningkat. Selanjutnya Impartiality, UNMEER hadir di Afrika Barat dengan membawa mandat untuk menyelamatkan seluruh korban virus ebola yang ada di Afrika Barat tanpa memanadang kewarganeraan, ras dan agama dari korban ebola.

Selanjutnya yaitu netral, UNMEER tidak hanya memfokuskan di salah satu negara yang terkena dampak tetapi UNMEER melakukan humanitarian

43 Aliandiary “Principle and Good Practice of Humantarian Donorship” 17 june 2003

http://www.alliandiary.org/pool/resources/principles-and-good-practice-of-humanitarian-donorship.pdf Di akses tanggal oktoebr 2017

(39)

28 action di tiga negara yang terkena virus ebola yaitu di Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Dan yang terakhir adalah independence yaitu dimana UNMEER bekerja di Afrika Barat untuk mengembalikan kehidupan yang bermartabat untuk masyarakat, menghilangkan rasa takut mereka dan juga menyelamatkan jiwa korban virus ebola.

Selain itu, aksi kemanusiaan juga meliputi perlindungan terhadap pihak sipil dan prajurit yang tidak lagi terlibat karena terluka, penyediaan makanan, air , sanitasi, tempat bernaung ,pelayanan kesehatan dan bimbingan lain yang dibutuhkan para korban dan untuk mengembalikan fungsi normal kehidupan mereka. 44

Gagasan mengenai humanitarian action, berangkat dari situasi dimana orang-orang terasing dari esensi mereka sebagai manusia, untuk menjamin akses terhadap kebutuhannya perlu bantuan segera dari masyarakat internasional.

Menurut Jocelyn Kelly, konsep humanitarian action dibangun atas dasar prinsip- prinsip yang tercantum dalam konvensi Jenewa 1949, yaitu: prinsip kemanusiaan, netralitas dan imparsialitas.45

Prinsip netralitas mensyaratkan aksi kemanusiaan untuk tidak memihak salah satu pihak yang bertikai dalam konflik, sedangkan prinsip imparsialitas mengacu pada kerja kemanusiaan yang dilakukan tanpa diskriminasi dengan tidak

44Ibid

45Konsep Humanitarian Action Kerangka Konseptual .1 Teori

https://textid.123dok.com/document/oz1d9ekpz-konsep-humanitarian-action-kerangka-konseptual-1- teori.html

(40)

29 mempertimbangkan identitas kewarganegaraan, kesukuan, agama, jenis kelamin, atau pun ras, saat menolong mereka yang membutuhkan.46

Konvensi Jenewa I-IV mengatur hukum yang berlaku dalam perang guna meminimalisir penderitaan terhadap wargasipil. Konvensi Jenewa ini terdiri dari empat bagian dengan 3 protokol tambahan.47 Konvensi Jenewa I mengatur tentang perlindungan terhadap korban perang dan personil militer yang terluka pada saat perang bersenjata di darat, Konvensi Jenewa II mengatur perlindungan terhadap korban perang dan personil militer yang terluka saatperang bersenjata di laut, Konvensi Jenewa IIImengatur mengenai perlakuan terhadap tawan-an perang, dan Konvensi Jenewa IV mengenaiperlindungan terhadap penduduk sipil dalam situasi krisis.48 Selain itu, Konvensi jenewa ini tidak hanya untuk mengatur hukum yang berlaku pada saat berperang, tetapi juga digunakan pasca konflik dan menjelaskan bahwa kedua belah pihak harus menghormati prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.

Bantuan kemanusiaan dengan konsep humanitarian dalam konvensi Jenewa menekankan pada usaha untuk menghilangkan penderitaan manusia yang terjadi akbibat krisis atau bencana. Prinsip tersebut merupakan komitmen paling

46 Annisa Gita Srikandi, “Comprehensive Security dan Humanitarian Action”,Jurnal Multiversa, Vol. 1 No.

2, Tahun 2010, Yogyakarta: Fakultas Ilmu Komunikasi dan Politik Universitas Gadjah Mada, hlm. 2

47 Ayub Torry Satriyo Kusumo “OPTIMALISASI PERAN INTERNATIONAL CRIMINAL COURT DAN APLIKASI AKSI KEMANUSIAAN SEBAGAI INISIASI PENYELESAIAN KASUS ETNIS ROHINGYA” jurnal Dinamika Hukum Vol. 14 No. 3 September 2014 https://media.neliti.com/media/publications/38744-ID- optimalisasi-peran-international-criminal-court-dan-aplikasi-aksi-kemanusiaan-se.pdf di akses tanggal 2 oktober 2017

48Ibid

(41)

30 utama dalam aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh berbagai aktor dalam aksi kemanusiaan.49

Berdasarkan hukum humaniter internasional, pemerintah nasional mempunyai tanggung jawab utama dalam penanggulangan bencana alam. Tetapi, selain negara dalam tataran global, masalah aksi kemanusiaan diwarnai dengan kemunculan para aktor yang terdiri atas institusi negara, militer, keamanan, IGO, NGO sampai organisasi profesi (dokter) yang menjalankan misi kemanusiaan hngga keseluruh dunia.

Seperti halnya, virus ebola yang terjadi di Afrika Barat, banyak aktor yang terlibat di dalamnya dalam menjalankan aksi kemanusian di tiga negara yang terkena dampak yaitu Liberia, Guinea dan Sierra Leone. Salah satunya adalah UNMEER. UNMEER melakukan aksi kemanusiaan di tiga negara di Afrika Barat dengan memberikan bantuan baik medis maupun logistik, memberikan pengobatan medis kepada para korban virus ebola.

Selain itu, konsep kemanusiaan merupakan komitmen paling dasar dari kerja kemanusiaan yang dilakukan oleh para aktor kemanusiaan dalam humanitarian action. Konsep kemanusiaan dalam Konvensi Jenewa menekankan usaha untukmenghilangkan penderitaan manusia yang terjadi akibat krisis atau bencana.

Aksi Kemanusiaan mempunyai dua dimensi yang melekat satu sama lain yaitu perlindungan terhadap manusia dan pemberian bantuan. Selain itu, Barnett dan Weiss mengatakan bahwa Prinsip kemanusiaan merupakan komitmen paling

49 Anita Afriani Sinulingga “Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian Dalam Studi Ilmu Hubungan Internasionl” Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016

http://ajis.fisip.unand.ac.id/index.php/ajis/article/viewFile/58/51 diakses tanggal 2 oktober2017

(42)

31 dasar dari kerja kemanusiaan yang dilakukan para aktor dalam humanitarian action. Pada tahun 1994 prinsip -prinsip dasar kemanusiaan dalam konvensi Jenewa diperkuat kembali dengan dirumuskannya Code of Conduct sebagai acuan kerja Palang Merah Internasional dan NGO untuk mendorong penerapan prinsip- prinsip di lapangan.

Aksi kemanusiaan dilakukan apabila suatu negara dianggap gagal untuk mengatasi masalah-masalah kemanusiaan dan melindungi warga negaranya yang sebagian besar berhubungan dengan pelanggaran HAM.50 Tetapi setelah perang dingin selesai, krisis kemanusiaan bukan hanya terjadi akibat perang ataupun pelanggaran HAM. Penyakit menular merupakan krisis kemanusiaan yang menimbulkan jumlah korban yang banyak. Definisi krisis kemanusiaan adalah krisis sosial yang terjadi dimana banyak korban jiwa meninggal dan menderita karena perang, penyakit menular, kelaparan, pengungsi dan bencana alam.51 Sehingga konsep humanitarian action ini kemudian dilihat penerapannya dalam dua kondisi yaitu pada saat konflik dan bencana alam.

Seperti virus ebola yang terjadi di Afrika Barat menimbulkan banyak korban jiwa baik yang terinfeksi maupun yang meninggal dunia. Sehingga di perlukan aksi kemanusian untuk menyelamatkan korban yang semakin meningkat dan membebaskan Afrika Barat khususnya tiga negara yang terkena dampak

50 Ayub Torry Satriyo Kusumo “OPTIMALISASI PERAN INTERNATIONAL CRIMINAL COURT DAN APLIKASI AKSI KEMANUSIAAN SEBAGAI INISIASI PENYELESAIAN KASUS ETNIS ROHINGYA” jurnal Dinamika Hukum Vol. 14 No. 3 September 2014 https://media.neliti.com/media/publications/38744-ID- optimalisasi-peran-international-criminal-court-dan-aplikasi-aksi-kemanusiaan-se.pdf di akses tanggal 2 oktober 2017

51 Annisa Gita Srikandi, “Comprehensive Security dan Humanitarian Action”jurnaal Multiversa, Vol. 1 No.

2, Tahun 2010, Yogyakarta: Fakultas Ilmu Komunikasi dan Politik Universitas Gadjah Mada, hlm. 2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penjelasan diatas, melihat dari peranan VOIP yang diimplementasikan pada sistem komunikasi arsitektur jaringan komputer, maka dilakukan perancangan implementasi

Konsep yang telah dibuat dari hasil analisis digunakan sebagai acuan di dalam membuat layout pada program administrasi pembukuan yang efektif dan dapat digunakan

Namun demikian, penelitian tersebut hanya menguraikan tindak tutur direktif dan ekspresif dalam pidato pelantikan Presiden Joko Widodo, sedangkan penelitian ini akan

(komponen aktif : Dioda, transistor atau SCR dan komponen pasip : resistor, kapasitor, PTC, sekering). Jika ada yang rusak ganti dengan yang baik. Jika tegangan tidak

Genotip dengan nilai b <1 masih bisa diusahakan pada lokasi yang mayoritas miskin terhadap input usahatani serta lingkungan tidak mendukung untuk pertumbuhan kentang

Kritik yang dilakukan adalah dengan melihat dan melakukan perbandingan terhadap data atau sumber kemudian menguji kredibi- litasnya dengan persoalan-persoalan yang

Setelah penulis mengamati dan mewancarai beberapa santri pada proses penerapan Metode Talaqqi dalam menghafal Al-Qur'an serta mendokumentasikanya yaitu berupa gambar (foto),

Gampong Manyang Lancok merupakan salah satu gampong diantara 30 gampong yang ada di dalam wilayah kecamatan Meureudu.. Gampong ini juga merupakan salah satu