267
PERBANDINGAN HASIL PEMBELAJARAN DARING MAHASISWA YANG BEKERJA DAN YANG TIDAK BEKERJA
Huswatun Hasanah*1, Melinda Yanuar2
12Program Studi Pendidikan matematika, Universitas Banten Jaya
Corresponding Author*: Huswatun Hasanah,
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Banten Jaya
Jl. Ciwaru Raya No. 73, Serang, Banten, Indonesia.
Email: huswatun [email protected] Contact Person: 0857-1940-6630
Informasi Artikel:
Diterima : 05 November 2022 Direvisi : 05 Desember 2022 Diterima : 30 Desember 2022
How to Cite:
Hasanah, H., & Yanuar, M. (2023). Perbandingan hasil Pembelajaran Daring Mahasiswa yang Bekerja dan yang Tidak Bekerja. Jurnal Theorems (The Original Reasearch of Mathematics, 7(2), 267-276
ABSTRAK
Mahasiswa merupakan seseorang yang mempunyai tujuan utama untuk belajar, menimba ilmu yang diberikan oleh dosen, dan mengembangkan pola pikir agar mendapatkan indeks prestasi yang baik dan menyelesaikan kuliah tepat waktu. Namun, tidak semua mahasiswa hanya fokus dalam menjalankan proses perkuliahan saja, ada sebagian mahasiswa yang harus beraktivitas di luar kampus, seperti bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar mahasiswa yang bekerja dengan yang tidak bekerja sehingga menjadi referensi bagi para pihak yang berwenang agar menggunakan pembelajaran daring sebagai salah satu alternatif proses perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan posttest-only design with nonequivalent groups. Sampel penelitiannya adalah dua kelas mahasiswa Teknik Industri Universitas Banten Jaya yang mendapatkan perkuliahan Kalkulus 2 pada Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022. Instrumen tes hasil Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Kalkulus 2 digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang kemudian dianalisis dengan bantuan software Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 23 for Windows. Analisis data meliputi analisis data deskriptif yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai data yang akan diuji, serta analisis data inferensial untuk membandingkan hasil pembelajaran daring mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil pembelajaran daring mahasiswa yang bekerja dengan mahasiswa yang tidak bekerja dan nilai rata-rata hasil pembelajaran daring mahasiswa yang bekerja lebih tinggi daripada nilai rata-rata mahasiswa yang tidak bekerja.
Kata kunci: Mahasiswa bekerja, Pembelajaran Daring
ABSTRACT
A student is someone who has the main goal of studying, learning the knowledge given by the lecturer, and developing the mindset in order to get a good grade point average and finish college on time. However, not all students only focus on carrying out the lecture process, there are some students who have to do activities outside the campus, such as work. This study aims to compare the learning outcomes of students who are working with those who are not working so that it becomes a reference for parties who fully use courageous learning as an alternative to the lecture process. This research is experimental research by designing a posttest-only design with nonequivalent groups. The research samples were two students of the Industrial Engineering class at Banten Jaya University who received Calculus 2 lectures in the Even Semester of the 2021/2022 Academic Year. The instrument for testing the results of the Final Semester Examination for Calculus 2 Course was used as a data collection technique which was then analyzed with the help of the Statistical Package for Social Science (SPSS) software version 23 for Windows. Data analysis included descriptive data analysis used to obtain an overview of the data to be tested, as well as inferential data analysis to compare the learning outcomes of brave students who worked and did not work. Based on the research results, it was concluded that there were differences in the online learning outcomes of working students and non-working students and the average score of working students' online learning outcomes was higher than the average score of students who were not working.
268 Keywords: Student work, Online Learning
PENDAHULUAN
Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan tingkat akhir yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya mahasiswa. Mahasiswa merupakan seseorang yang sedang dalam proses memperoleh atau mempelajari ilmu pengetahuan dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, universitas, sekolah tinggi, institut, dan politeknik (Hulukati & Djibran, 2018; Muryono et al., 2021).
Pada dasarnya, tujuan utama seorang mahasiswa adalah untuk belajar, menimba ilmu yang diberikan oleh dosen, dan mengembangkan pola pikir (Immah et al., 2017; Muslimah et al., 2020). Oleh karena itu, mereka harus mencapai tujuan belajar mereka agar mendapatkan indeks prestasi yang baik dan menyelesaikan kuliah mereka tepat waktu. Faktanya, tidak semua mahasiswa hanya fokus dalam menjalankan proses perkuliahan saja, namun ada sebagian mahasiswa yang harus beraktivitas di luar kampus, seperti bekerja.
Mahasiswa yang bekerja merupakan individu yang sedang menimba ilmu, menjalankan aktivitas pembelajaran di dunia perkuliahan, dan aktif sebagai peserta didik sambil bekerja atau menjalankan usaha dalam mencukupi biaya perkuliahan (Hakim & Hasmira, 2022). Perlu diakui, mahasiswa yang bekerja tersebut dapat memperoleh banyak manfaat, seperti bertambahnya penghasilan, pengalaman bekerja, dan pengembangan karakter seperti kemandirian. Namun, mereka juga dapat mengalami banyak masalah dalam kehidupan dengan memilih kuliah sambil bekerja. Ini disebabkan pada saat yang sama, mahasiswa yang bekerja harus memainkan peran yang lebih berat daripada mahasiswa yang tidak bekerja. Selama menjalani perkuliahan, para mahasiswa ini juga memiliki tanggung jawab untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas di tempat kerja. Kondisi tersebut membuat mahasiswa yang bekerja kesulitan dalam membagi waktu yang akhirnya memunculkan berbagai masalah dalam kehidupannya.
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa tingkat stress mahasiswa yang bekerja lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang hanya fokus untuk berkuliah saja. Menurut penelitian Hamadi et al.
2018), mahasiswa yang tidak bekerja sebagian besar dikategorikan memiliki stress sedang (65,22%) dan mahasiswa bekerja sebagian besar dikategorikan stress berat (56,52%). Subandy & Jatmika (2020) melakukan wawancara kepada 10 mahasiswa yang bekerja full-time dan menjalani kuliah malam dengan hasil 80% responden mengalami kesulitan dalam menjalani bekerja dan berkuliah secara bersamaan. Responden tersebut mengatakan hal ini membuat stress, mudah kelelahan, sakit kepala, sulit untuk berkonsentrasi, sulit mengontrol emosi, serta berubahnya selera makan yang menyebabkan terjadinya masalah pencernaan.
Selain itu, mahasiswa yang bekerja juga dapat mengalami penurunan prestasi akademik (Yahya &
Widjaja, 2019; Rohmawati et al., 2021). Aktivitas belajar mahasiswa yang tidak bekerja lebih tinggi
269
dibandingkan aktivitas belajar mahasiswa yang bekerja sehingga prestasi akademik mahasiswa bekerja cenderung lebih rendah dibandingkan prestasi akademik mahasiswa yang tidak bekerja (Mardelina &
Muhson, 2017). Wensly (2016) menjelaskan dalam penelitiannya bahwa terjadi penurunan Indeks Prestasi (IP) pada Kartu Hasil Studi (KHS) yang ditunjukkan oleh mahasiswa sebelum dan sesudah bekerja. Indeks Prestasi selalu dijadikan tolak ukur penguasaan akademik mahasiswa. Semakin baik penguasaan akademik mahasiswa maka prestasi yang diperoleh pun akan baik pula (Nurrahmaniah, 2019)
Setelah ditetapkannya covid-19 sebagai pandemi, berbagai negara di dunia menutup sektor pendidikannya, termasuk Indonesia. Walaupun demikian, proses pembelajaran dituntut harus tetap berjalan dengan baik agar senantiasa menjaga kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, langkah pertama yang diambil oleh pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus covid-19 di bidang pendidikan ini adalah dengan ditetapkannya belajar dari rumah atau disebut juga pembelajaran daring. Pembelajaran daring adalah suatu sistem belajar mengajar yang dilakukan melalui cara tidak langsung bertatap muka, namun menggunakan platform yang bisa memudahkan kegiatan belajar mengajar walaupun antar pendidik dan peserta didik jaraknya berjauhan (Handarini & Wulandari, 2020;
Shima, 2021).
Pembelajaran daring memberikan mahasiswa keleluasaan dalam waktu belajar, sehingga dapat belajar dimanapun dan kapanpun, bahkan dapat berinteraksi dengan dosen menggunakan beberapa aplikasi seperti e-classroom, video conference, live chat, zoom meeting, maupun melalui whatssapp group (Fitriyani et al., 2020). Hal inilah yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa yang bekerja agar dapat memaksimalkan waktunya untuk dapat belajar dimana saja dan kapan saja, tidak terikat waktu, serta tidak harus datang ke tempat perkuliahan/ kampus sesuai jadwal perkuliahan. Akan tetapi, ada sisi negatif yang perlu diperhatikan juga oleh para mahasiswa. Tak dipungkiri, banyak mahasiswa yang merasa kesulitan dengan adanya pembelajaran daring ini. Kesulitan tersebut antara lain sinyal kurang mendukung, kekurangan kuota, banyak gangguan ketika belajar di rumah, mahasiswa merasa kurang fokus belajar tanpa adanya interaksi langsung dengan dosen maupun mahasiswa lain, mahasiswa tidak leluasa dalam diskusi, bertanya, maupun mengutarakan pendapat, materi yang disampaikan sulit dipahami, dan lain-lain (Deti et al., 2021; Rahman et al., 2021; Ratnawati & Utama, 2021).
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pembelajaran daring antara mahasiswa yang bekerja dan yang tidak bekerja. Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Jamaludin (2016) mengenai perbandingan hasil belajar antara mahasiswa yang bekerja dengan yang tidak bekerja pada mata kuliah Ekonomi Mikro di STIE YPBI Jakarta. Penelitian ini membuahkan kesimpulan bahwa tidak ada perbandingan perbandingan hasil belajar antara mahasiswa yang bekerja dengan yang tidak bekerja pada mata kuliah Ekonomi Mikro. Berdasarkan penelitian ini, peneliti ingin mengembangkan penelitia
270
serupa tetapi pembelajaran yang dilakukan adalah daring. Pembelajaran daring dilakukan menggunakan zoom-meeting pada saat jadwal perkuliahan, mengirimkan video youtube terkait materi, dan diskusi di WhatssApp Group. Penelitian dilakukan guna mengetahui bagaimana efektivitas pembelajaran daring bagi mahasiswa yang bekerja. Dengan adanya pembelajaran daring ini, mahasiswa yang bekerja dapat melakukan proses pembelajaran dimana saja dan kapan saja sehingga lebih optimal dalam melakukan aktivitas belajar.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan selama satu semester pada mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik di Universitas Banten Jaya yang mendapatkan perkuliahan Kalkulus 2 pada Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022, tepatnya sejak tanggal 07 Maret 2022 sampai dengan 18 Juli 2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan posttest-only design with nonequivalent groups. Hastarjo (2019) menjelaskan bahwa rancangan posttest-only design with nonequivalent groups merupakan rancangan hanya dengan pengukuran pasca perlakuan dengan kelompok yang tidak setara. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian dilakukan dengan cara membuat sebuah kelompok kontrol yang tidak menerima perlakuan serta membuat kelompok kontrol tersebut dipilih semirip mungkin dengan kelompok eksperimen yang menerima perlakuan. Tidak digunakannya pengukuran praperlakuan karena berdasarkan asumsi bahwa pengukuran praperlakuan akan membuat subjek menjadi lebih peka sehingga akan mempengaruhi skor posttest. Rancangan ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Keterangan :
NR = Nonrandom (Tidak Acak)
X = Perlakuan (treatment) yaitu diberikan beban bekerja selain melaksanakan perkuliahan O1 = Posttest (soal Ujian Akhir Semester) pada kelas eksperimen
O2 = Posttest (soal Ujian Akhir Semester)pada kelas kontrol
Terdapat garis putus-putus di antara dua kelas sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol menandakan bahwa kedua kelas tersebut tidak dibentuk dengan menempatkan secara acak individu- individu atau subjek-subjek penelitian ke dalam kelas-kelas sampel. Mahasiswa yang menjadi subjek
NR X O1
- - -
NR O2
271
pada kelas eksperimen merupakan mahasiswa yang bekerja dimana terdapat perbedaan kondisi dengan mahasiswa pada kelas kontrol yang hanya fokus berkuliah saja. Pada akhir kegiatan perkuliahan selama satu semester, semua mahasiswa tersebut diberikan posttest berupa soal Ujian Akhir Sekolah.
Rancangan kuasi eksperimen ini tidak menggunakan pretest disebabkan hal tersebut kemungkinan dapat mempengaruhi hasil akhir.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik di Universitas Banten Jaya. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun, sampel penelitiannya adalah dua kelas mahasiswa Teknik Industri yang mendapatkan perkuliahan Kalkulus 2 pada Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022. Dua kelas ini terdiri dari kelas regular dan non-reguler. Kelas regular merupakan mahasiswa yang tidak sedang bekerja dan hanya fokus berkuliah saja, sedangkan mahasiswa non-reguler merupakan kelas yang berisi mahasiswa yang sedang bekerja. Para mahasiswa tersebut bekerja pada beberapa perusahaan di Provinsi Banten, yaitu di wilayah Serang, Cilegon, dan Tangerang.
Tahap pertama yang dilakukan adalah perkenalan dengan para mahasiswa kelas regular dan non-reguler menggunakan zoom-meeting. Pada tahap ini, perumusan masalah sudah mulai dilakukan.
Walaupun pada kenyatannya, masalah mengenai mahasiswa yang berkuliah sambal bekerja sudah menjadi bahasan yang umum. Namun, peneliti masih ingin mengadakan penelitian terkait pembelajaran daring yang dilakukan oleh mahasiswa yang bekerja dengan mahasiswa yang tidak bekerja.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti juga melakukan wawancara kepada mahasiswa terkait kegiatan sehari-hari guna memastikan kelas regular merupakan kelas yang berisi mahasiswa yang fokus berkuliah saja dan kelas non-reguler berisi mahasiswa yang kuliah sambal bekerja. Peneliti juga menggali informasi mengenai motivasi, kesibukan, dan tingkat stres yang dialami oleh para mahasiswa non-reguler.
Selanjutnya adalah tahap persiapan. Peneliti menyiapkan berbagai media dan bahan ajar yang akan digunakan selama perkuliahan daring, seperti pembuatan WhatssApp Group, Materi dalam bentuk slide Power Point, Video yang diunggah di Youtube, soal-soal latihan, dan instrument penelitian berupa soal Ujian Akhir Semester untuk posttest.
Pada tahap pelaksanaan, dilakukan 14 kali pertemuan yang berisi materi Kalkulus 2 sesuai dengan kurikulum yang ada di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Banten Jaya.
Setelah dilaksanakan proses perkuliahan, diadakan postest materi tersebut. Posttest dilakukan pada tanggal 18 Juli 2022 pukul 08.00 – 09.30 untuk kelas kontrol (mahasiswa regular) dan 18 Juli 2022 pukul 19.00 – 20.30 untuk kelas eksperimen (mahasiswa non-regular).
Tahap akhir yaitu menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian dengan menggunakan uji coba statistik yang sesuai. Peneliti juga melakukan wawancara kembali dengan para mahasiswa
272
terkait hasil penelitian yang didapatkan. Dengan data-data tersebut, dilakukan pembahasan dan pembuatan kesimpulan sebagai jawaban dari masalah penelitian.
Instrumen tes hasil Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Kalkulus 2 digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang kemudian dianalisis dengan bantuan software Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 23 for Windows. Analisis data meliputi analisis data deskriptif yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai data yang akan diuji, serta analisis data inferensial untuk membandingkan hasil pembelajaran daring mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja.
HASIL DAN PEMBAHASAN a) Hasil Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil pembelajaran daring mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pengolahan data menggunakan bantuan program SPSS 23 for Windows. Data kuantitatif diperoleh dari hasil UAS Kalkulus 2 mahasiswa, yang terdiri dari 29 orang mahasiswa bekerja dan 29 orang mahasiswa tidak bekerja.
Tabel 1. Analisis Deskriptif Data
Mahasiswa Rata-rata Simpangan Baku
Bekerja 42,28 10,229
Tidak Bekerja 38,03 12,263
Berdasarkan data pada Tabel 1 diperoleh bahwa nilai rata-rata hasil pembelajaran daring mahasiswa yang bekerja lebih tinggi daripada nilai rata-rata mahasiswa yang tidak bekerja, yaitu sebesar 42,28. Untuk menentukan apakah perbedaan kedua nilai rata-rata tersebut signifikan atau tidak, maka dilanjutkan dengan analisis inferensial.
Hasil analisis prasyarat inferensial menunjukkan bahwa data mahasiswa yang bekerja berasal dari distribusi normal (sig > 0.05) dan data mahasiswa yang tidak bekerja tidak berdistribusi normal (sig >
0.05). Uji Saphiro-Wilk digunakan karena uji ini merupakan uji-terbaik untuk menguji normalitas data (Razali, 2011).
Tabel 2. Hasil Uji Shapiro Wilk
Mahasiswa df sig
Bekerja 29 0,000
Tidak Bekerja 29 0,072
Analisis selanjutnya adalah analisis non-parametrik dengan menggunakan uji Mann-Whitney U karena salah satu data tidak berdistribusi normal. Uji Mann-Whitney U dilakukan untuk mengetahui apakah perbedaan dua rataan nilai mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja signifikan atau tidak.
273
Tabel 3. Hasil Uji Mann-Whitney U
Statistik Nilai
Mann-Whitney U 286,500 Asymp. Sig. (2-tailed) 0,036
Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,036 < α = 0,05. Artinya terdapat perbedaan hasil pembelajaran daring mahasiswa yang bekerja dengan mahasiswa yang tidak bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas mahasiswa yg bekerja (42,28) berbeda secara signifikan dengan nilai rata-rata mahasiswa yang tidak bekerja (38,03). Perbedaan rata-rata yang terjadi bukan disebabkan oleh error random atau kebetulan saja.
b) Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Universitas Banten Jaya, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil pembelajaran daring antara mahasiswa yang bekerja dengan mahasiswa yang tidak bekerja. Selain itu, nilai yang diperoleh menjelaskan hasil belajar mahasiswa yang bekerja lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak bekerja. Hal ini sesuai dengan pernyataan Jamaludin (2016) bahwa mahasiswa yang bekerja tetap mengerjakan tugas-tugas kuliah dengan baik dan hasil evaluasi UAS nya baik walaupun waktu belajar yang sedikit karena kesibukan kerjanya, Ini disebabkan kematangan berpikir dan pengalaman di tempat bekerja.
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Suwarso (2018) yang menyebutkan bahwa rata-rata mahasiswa yang kuliah sambil bekerja memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan Indeks Prestasi. Dampak positif lainnya adalah kemandirian mahasiswa, serta luasnya pengetahuan dan pengalaman mahasiswa yang kuliah sambil bekerja yang tidak dapat mereka peroleh dalam proses perkuliahan.
Hasil Indeks Prestasi yang tinggi bagi mahasiswa yang bekerja ini sejalan dengan temuan Dundes & Marx (2007) yang menemukan bahwa mahasiswa yang bekerja selama 10-19 jam per minggu mempunyai Index Prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak bekerja. Hal ini disebabkan oleh mahasiswa yang bekerja selama 10-19 jam per minggu mengalami peningkatan kedisiplinan dan apresiasi yang lebih tinggi terhadap perkuliahan.
Lusi (2021) menyebutkan mahasiswa yang menempuh kuliah tetapi secara bersamaan mencari nafkah mampu melakukan penyesuaian diri baik secara emosional maupun kognitif. Penyesuaian diri inilah yang menentukan sejauh mana mahasiswa tersebut mampu memecahkan berbagai macam rintangan secara efektif, baik rintangan yang berkaitan dengan tugas kuliah maupun pekerjaan. Situasi tersebut akan membuat mahasiswa terhindar dari stress akademik.
Pendapat para ahli tersebut dikuatkan oleh hasil wawancara yang dilakukan pada mahasiswa yang menjadi sampel penelitian. Mahasiswa yang tidak bekerja terlihat cenderung meremehkan waktu
274
yang dimiliki untuk melakukan hal-hal yang di luar akademik namun bersifat hiburan semata. Selain itu, pandangan mahasiswa ini tentang kehidupan di masa depan sangatlah terbatas sehingga masih banyak yang belum merasakan pentingnya serius dalam hal belajar. Situasi ini berpengaruh dalam pencapaian hasil belajarnya. Berbeda halnya dengan mahasiswa yang bekerja yang sudah memiliki kematangan berpikir dan pengalaman membuatnya serius dalam mengerjakan tugas dan melakukan proses perkuliahan sehingga mendapatkan nilai yang bagus pada hasil belajarnya.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian pada mahasiswa di Universitas Banten Jaya, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil pembelajaran daring mahasiswa yang bekerja dengan mahasiswa yang tidak bekerja. Selanjutnya, terdapat saran untuk mengembangkan penelitian selanjutnya dari segi media pembelajaran daring, seperti pengembangan media e-learning yang dapat digunakan untuk mempermudah mahasiswa yang bekerja dalam mendapatkan materi kuliah dan pengumpulan tugas- tugas kuliah.
Selain itu, ada saran juga yang dapat diberikan kepada mahasiswa yang kuliah sambal bekerja agar dapat mengenali potensi dan kemampuan diri sendiri agar dapat membagi waktu, tenaga, dan konsistensi untuk melakukan dua kegiatan yang berbeda sekaligus sehingga dapat menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu.
DAFTAR PUSTAKA
Deti, Simbolon, Y. R. E., Stevanus, H., Wahyuni, D., & Amelia, R. (2021). Pengaruh Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Tingkat Stres Akademik Belitung. Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat, 19–23.
Dundes, L., & Marx, J. (2007). Balancing Work And Academics In College : Why Do Students Working 10 To 19 Hours Per Week Excel ? J. College Student Retention, 8(1), 107–120.
Fitriyani, Y., Fauzi, I., & Sari, M. Z. (2020). Motivasi Belajar Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Selama Pandemik Covid-19. Jurnal Kependidikan, 6(2), 165–175.
Hakim, A. R., & Hasmira, M. H. (2022). Strategi Kuliah Sambil Bekerja Oleh Mahasiswa ( Studi Kasus : Mahasiswa Bekerja di Universitas Negeri Padang ). Naradidik: Journal of Education &
Pedagogy, 1(1), 30–37.
Hamadi, Wiyono, J., & Rahayu H, W. (2018). Perbedaan Tingkat Stress Pada Mahasiswa Yang Bekerja Dan Tidak Bekerja Di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Angkatan 2013. Nursing News, 3(1), 369–378.
Handarini, O. I., & Wulandari, S. S. (2020). Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study From Home ( SFH ) Selama Pandemi Covid 19. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 8(3), 496–
275 503.
Hastarjo, T. D. (2019). Rancangan Eksperimen-Kuasi Quasi-Experimental Design. Buletin Psikologi, 27(2), 187–203. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.38619
Hulukati, W., & Djibran, M. R. (2018). Analisis Tugas Perkembangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo. Bikotetik, 02(01), 73–80.
Immah, R., Budi, A. S., & Jalaludin, A. (2017). Analisis Prestasi Mahasiswa Berdasarkan Tingkat Kehadiran Dengan Matlab Studi Kasus Fakultas Teknik Prodi Teknik Informatika. J-TIIES, 1(1), 355–362.
Jamaludin, A. (2016). Perbandingan Hasil Belajar Antara Mahasiswa Yang Bekerja Dengan Yang Tidak Bekerja Pada Matakuliah Ekonomi Mikro di STIE YPBI Jakarta. Jurnal Administrasi Kantor, 4(1), 198–210.
Lusi, R. A. (2021). Penyesuaian diri mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Mediapsi, 7(1), 5–16.
Mardelina, E., & Muhson, A. (2013). Mahasiswa Bekerja Dan Dampaknya Pada Aktivitas Belajar Dan Prestasi Akademik. Jurnal Economia, 13(2), 201–209.
Muryono, T. T., Sudaryana, I. K., & Irwansyah. (2021). Pemilihan Skripsi Mahasiswa Terbaik Menggunakan Metode Composite Performance Index (CPI). Infotech: Journal of Technology Information, 7(2), 99–104.
Muslimah, Trismanto, & Wiwoho, G. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam perkuliahan berdasar kinerja dosen. Bangun Rekaprima, 06(02), 35–42.
Nurrahmaniah. (2019). Peningkatan Prestasi Akademik Melalui Manajemen Waktu ( Time Management ) Dan Minat Belajar. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 149–176.
Rahman, T., Basri, M. H., Mashuri, H., & Prasetyo, D. A. (2021). Respon mahasiswa terhadap perkuliahan online (Student ’ s response to online lectures). Altius, 10(2), 155–168.
Ratnawati, E., & Utama, A. P. (2021). Kesulitan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Edueksos, X(1), 96–113.
Rohmawati, I. I., Indrawati, C. D. S., & Ninghardjanti, P. (2021). Pengaruh Kerja Paruh Waktu Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Fkip Uns Angkatan 2017. Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran, 5(2), 1–20.
Shima, S. N. (2021). Permasalahan, Solusi, dan Harapan Perkuliahan Daring Selama Pandemi Covid- 19 dari Mahasiswa FATIK IAIN Ponorogo. Proceeding of Integrative Science Education Seminar, 1, 611–621.
Subandy, K., & Jatmika, D. (2020). Hubungan Psychological Capital Dengan Coping Stress Pada Mahasiswa Yang Bekerja (The Relationship Between Psychological Capital and Coping Stress on
Working Students). Jurnal Psibernetika, 13(2), 68–82.
https://doi.org/10.30813/psibernetika.v13i2.2382
276
Suwarso. (2018). Dampak Kuliah Sambil Bekerja Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Dan Swasta di Kabupaten Jember Tahun 2017. Jurnal Relasi, XIV(02), 15–27.
Wensly, Y. R. (2016). The Impact College While Working (The Case Students Of Riau University Who Work While In College As Internet Cafe Operator). Jom FISIP, 3(1), 1–15.
Yahya, G. M., & Widjaja, S. U. M. (2019). Analisis prestasi akademik pada mahasiswa yang bekerja part-time di jurusan ekonomi pembangunan fakultas ekonomi universitas negeri malang angkatan 2014. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 12(1), 46–52.