• Tidak ada hasil yang ditemukan

prestasi belajar bahasa arab mahasiswa yang bekerja diluar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "prestasi belajar bahasa arab mahasiswa yang bekerja diluar"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang bekerja di luar kelas untuk mendapatkan pengalaman dan menambah penghasilan guna memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. Belajar sambil bekerja bukan lagi sesuatu yang langka, karena pada kenyataannya tidak ada cibiran bagi mahasiswa yang mempunyai pekerjaan sampingan, justru menimbulkan pengalaman tambahan yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Bahkan, siswa yang bekerja lebih banyak meraih prestasi baik dan disebut juga pencerahan karena selalu mendapat pujian dari guru bahasa Arab.

Hasil penelitian ini adalah: (1) Riwayat mahasiswa bekerja di luar jadwal perkuliahan disebabkan oleh faktor ekonomi dan faktor pengalaman. Begitupun kasus tersebut sering peneliti jumpai di lingkungan IAIN Ponorogo khususnya di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab kelas TA.C semester VIII yang rata-rata bekerja di luar jam perkuliahan. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut dalam penelitian yang berjudul “Prestasi Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Siswa Yang Bekerja Di Luar Jadwal Kelas”.

Bab ini menyajikan uraian data yang meliputi uraian data umum dan uraian data khusus, serta analisis data berupa analisis pembahasan temuan penelitian mengenai latar belakang siswa yang bekerja di luar kelas, kendala siswa yang belajar di luar kelas, dan hasil belajar mahasiswa bahasa Arab yang bekerja di luar jam perkuliahan. Terkadang mahasiswa yang sering mencatat apa yang dijelaskan dosen dan temannya terkadang memiliki kecerdasan biasa-biasa saja. Namun ada juga siswa yang jarang menulis, namun memiliki hasil belajar yang memuaskan.

Mata Kuliah Bahasa Arab

Jika daerah tempat kita tinggal banyak dihuni oleh orang-orang terpelajar, maka akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar.

Sistem Kredit Semester

Prinsip Belajar di Perguruan Tinggi

Berdasarkan observasi, tidak ada guru yang memberikan bantuan khusus terhadap kesulitan belajar siswa, dan tidak pernah ditemukan guru yang memperbaiki perilaku dan pergaulan siswa, karena perilaku siswa tersebut dianggap normal.13.

Mahasiswa dan Kegiatan Belajar

Terlebih lagi, mahasiswa juga diharapkan lebih kreatif dan aktif di dalam dan luar kampus. Dalam hal bertutur atau bertutur dalam bahasa arab, karena di masyarakat santri dikenal sebagai agen perubahan atau agent of change, karena diharapkan dapat mengubah bangsa. Dan mahasiswa tidak menutup kemungkinan untuk dapat mengaplikasikan ilmunya dengan cara berbaur di masyarakat.

Dengan cara ini pengetahuan menjadi lebih relevan dan melekat, karena pengetahuan bukan sekedar teori, namun memerlukan latihan untuk menerapkan teori yang telah diterima, karena dengan latihan siswa dapat dilihat aktif atau tidaknya. Untuk menyelesaikan pelatihan, siswa harus mengikuti tahapan Tri Dharma sebagai proses pendidikan. Hal ini diwujudkan dengan pertemuan tatap muka di kelas yang berlangsung pada jam perkuliahan, kegiatan akademik atau dengan menyelesaikan seluruh tugas perkuliahan baik di kampus maupun di rumah.

Mereka biasanya mengadakan diskusi kecil-kecilan tentang materi bahasa Arab atau melakukan diskusi dalam bahasa Arab, yang menambah ilmu atau lebih bermanfaat. Kegiatan ini lebih bersifat ilmiah dan melakukan penemuan-penemuan baru atau menganalisis perubahan khususnya pada ilmu bahasa Arab. Mahasiswa sangat perlu mengamalkan ilmu yang diperolehnya, yang biasa diwujudkan dalam PPLK atau Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM).

Penelitian Terdahulu

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Sumber Data

Kehadiran Peneliti

Teknik Pengumpulan Data

Teknik ini digunakan dalam penelitian ini, karena bagi peneliti kualitatif makna fenomena dapat dipahami dengan baik, jika interaksi dengan subjek dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi pada lingkungan tempat fenomena tersebut terjadi dan selain itu, selesai. data, dokumentasi (untuk bahan yang digunakan) diperlukan. ditulis oleh atau tentang subjek). Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab guna membangun topik tertentu. pertanyaan 21. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data jika peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan masalah yang akan diteliti, tetapi juga jika peneliti ingin mengetahui sesuatu dari responden.

Wawancara memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan penting yang belum dipertimbangkan dalam rencana penelitian mereka. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah (a) wawancara mendalam, artinya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan mendalam terkait dengan fokus masalah, sehingga wawancara mendalam ini dapat mengumpulkan data sebanyak-banyaknya; (b) wawancara terbuka, artinya subjek dalam penelitian ini mengetahui bahwa dirinya sedang diwawancara dan juga mengetahui tujuan wawancara tersebut; (c) wawancara terstruktur, artinya dalam penelitian ini peneliti atau pewawancara menentukan masalah dan pertanyaan yang akan diajukan. Dalam hal ini peneliti mempersiapkan terlebih dahulu pedoman wawancara berupa daftar pertanyaan luas yang kemudian diminta untuk dijawab secara rinci oleh informan.

Wawancara mendalam dilakukan secara terus menerus dan setiap kali peneliti membutuhkan informasi baru, hingga peneliti menerima informasi yang lengkap. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara adalah buku catatan lapangan, pulpen dan laptop untuk membuat transkrip wawancara. Dokumentasi merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berkaitan dengan masalah yang diteliti sehingga diperoleh data yang lengkap.23.

Pengamatan ini dilakukan tidak hanya terhadap subjek tes saja, namun juga dengan keadaan dan situasi dimana mereka melakukan aktivitas di dalam atau di luar kampus.

Teknik Analisis Data

Analisis data selama pengumpulan data membawa peneliti bolak-balik antara merefleksikan data yang ada dan mengembangkan strategi untuk mengumpulkan data baru, yang biasanya lebih baik; memperbaiki informasi yang tidak jelas dan mengarahkan analisis yang sedang berlangsung terkait dengan dampak penciptaan lapangan'26. Dalam analisis data, ada beberapa langkah yang terjadi selama pengumpulan data, yaitu: merangkum kontak, membuat kode, mengkodekan sampel, dan memberikan catatan. Pada tahap ini, peneliti lebih banyak memusatkan perhatian pada penyajian atau tampilan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis sebelumnya.

Model-model tersebut adalah analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema budaya.27 Dan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model analisis domain, taksonomi, dan analisis komponen. Dalam diagram analisis domain pada penelitian kualitatif seperti yang dikemukakan oleh Spredly, terdapat 3 (tiga) unsur dasar domain, yaitu cover term, include term, dan. Sedangkan format diagram analisis taksonomi dalam penelitian ini adalah sekumpulan kategori yang disusun berdasarkan hubungan semantik.

Apabila peneliti menemukan kontras-kontras antara anggota dalam domain, kontras-kontras tersebut dianggap merupakan atribut-atribut atau kompenen-kompenen dari makna. Atribut dalam semua katagori kultural dalam suatu domain dapat disajikan sebagai diagram yang disebut paradigma.

Deskripsi Data

Deskripsi Data Umum

Berdasarkan keputusan presiden sebagaimana disebutkan di atas, pada tahun ajaran 1997/1998 Fakultas Syariah Ponorogo berubah status dari Ponorogo menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi dengan membuka tiga fakultas yaitu Fakultas Syariah, Tarbiyah dan Ushuluddin.29. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN) ingin menjadi lembaga pendidikan tinggi yang lebih maju, berkualitas dan egaliter.30.

Deskripsi Data Khusus

Alasan mahasiswa bahasa arab belajar sambil bekerja dan kerja sampingan serta kendala apa saja yang sering dihadapi oleh mahasiswa yang bekerja di luar jam pelajaran pada saat kegiatan perkuliahan. Namun ada satu alasan yang mereka katakan sama, yaitu mereka bekerja karena mencari pengalaman. Apalagi menurut mereka, pekerjaan yang mereka lakukan sangat erat kaitannya dengan jurusan yang mereka tekuni, yakni jurusan pendidikan.

Meski terdapat kendala yang mereka alami dalam menyelesaikan tugasnya, namun kendala tersebut tidak berubah menjadi pisau tajam yang dapat merusak waktu belajar mereka. Karena dengan bantuan diskusi kecil-kecilan seperti itu, mereka saling berbagi ilmu yang didapat. Maka mereka tetap sesuai dengan statusnya, dan mempelajari bahasa Arab yang tentunya mencakup empat maharah yang terkandung di dalamnya.

Dalam hal ini peneliti dapat melihat aktivitas di dalam kelas, siswa TA.C bekerja di luar jam pelajaran, dimana mereka sangat berambisi dan sangat menguasai materi bahasa arab. Sebaliknya ketika mereka mempelajari bahasa Arab pada aspek maharah kalam, mereka mengalami kesulitan yang cukup besar dalam berbicara. Dari segi kesehatan, siswa TAC yang bekerja di luar jam pelajaran berada dalam kondisi sehat.

Dalam hal ini, mahasiswa TAC yang bekerja di luar jam perkuliahan sangat memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya, hal ini terlihat jelas ketika ada waktu istirahat, mereka memanfaatkannya untuk pergi ke kantin untuk membeli sarapan. Dalam hal ini mahasiswa TAC yang bekerja di luar jam perkuliahan mempunyai postur tubuh yang normal. Terbukti mereka tidak pernah mengantuk saat jam perkuliahan dimulai, meski postur tubuh mereka sedikit berlebihan.

Fakta bahwa mahasiswa TAC yang rata-rata bekerja di luar jam perkuliahan memiliki kecerdasan yang relatif tinggi terlihat ketika mereka memberikan feedback atau aktif di kelas, baik dalam bertanya maupun mengemukakan argumen. Dari segi bakat, banyak mahasiswa TAC yang bekerja di luar jam pelajaran yang mempunyai bakat yang dapat mempengaruhi nilai akademiknya, dan seringkali mereka mengasahnya dengan mengikuti kompetisi-kompetisi yang berhubungan dengan bahasa Arab.

Analisis Data

Motivasi yang mereka dapatkan terkadang hanya berasal dari proses yang harus mereka lalui untuk menyelesaikan studinya. Sebab dalam dunia kerja, mahasiswa dihadapkan pada permasalahan nyata yang harus mampu mereka selesaikan secara tepat dan cepat. Siswa terbiasa dengan lingkungan yang dinamis dan kompetitif, yang tidak memberikan kesempatan yang cukup untuk melakukan praktik manipulatif.

Kemudian yang muncul adalah bibit-bibit profesionalisme dan lambat laun akan menjadi ciri khas siswa. Dengan demikian, tidak ada lagi pandangan negatif terhadap mahasiswa belajar sambil bekerja, karena justru menimbulkan pengalaman tambahan yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Analisis kendala yang dihadapi mahasiswa yang bekerja di luar jadwal perkuliahan dalam kegiatan perkuliahan.

Kemudian, Dampak juga merupakan konsep pengendalian internal yang sangat penting, yang dapat dengan mudah diubah menjadi sesuatu yang dipahami dan ditanggapi dengan serius oleh manajemen (Hiro Tugiman). Oleh karena itu, hendaknya belajar dan bekerja didahulukan agar belajar tidak mengganggu pekerjaan dan sebaliknya pekerjaan tidak mengganggu jam belajar.

PENUTUP

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Tipe kajian dalam penelitian ini lebih bersifat deskriptif, karena bermaksud menggambarkan secara jelas, tentang berbagai hal yang terkait dengan objek yang

Penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif , yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang

Pada penelitian ini menggunakan tekhnik analisa deskriptif kuantitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan

Penelitian ini bersifat deskriptif, dimana penelitian ini bertujuan menggambarkan secara lengkap dan sistematis keadaan objek yang diteliti yaitu mengenai pembuktian

Penelitian ini mencoba mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, mengetahui perbedaan prestasi akademik

Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai

Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data

Dari permasalahan yang telah dirumuskan penelitian ini bertujuan sebagi berikut: 1 Membuktikan bahwa pembelajaran dengan metode tanya jawab dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa