• Tidak ada hasil yang ditemukan

NASKAH PUBLIKASI Studi Aerodinamika Profil Naca 63-212 Dengan Menggunakan Solidwork.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "NASKAH PUBLIKASI Studi Aerodinamika Profil Naca 63-212 Dengan Menggunakan Solidwork."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH PUBLIKASI

Studi Aerodinamika Profil NACA 63-212 Dengan

Menggunakan Solidwork

Tugas akhir ini disusun guna menenuhi sebagian syarat memperoleh derajat Sarjana S1 pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun:

CANDRA KUNCORO

NIM: D.200.050.125

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

Naskah Publikasi berjudul : ”Studi Aerodinamika Profil NACA 63-212 Dengan

Menggunakak Solidwork” telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji dan telah dinyatakan sah untuk memenuhi sebagai syarat memperoleh derajat

sarjana S1 pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas

Muhammadiyah Surakarta.

Dipersiapkan oleh :

Nama : Candra Kuncoro

NIM : D200 050 125

Disahkan pada :

Hari : ...

Tanggal : …...

Tim Penguji :

Ketua : Ir. Pramuko Ilmu Purboputro, MT. ...

Anggota 1 : Dr. Supriyono . ...

Anggota 2 : Ir. Sunardi Wiyono, MT. ...

Dekan,

(3)

“Studi Aerodinamika Profil NACA 63-212 Dengan Menggunakan Solidwork”

Candra Kuncoro, Pramuko Ilmu Purbuputro, Supriyono

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad yani pabelan kartosuro, tromol pos 1 telp ( 0271) 715448

Email [email protected]

ABSTRAKSI

Besaran tekanan dan kecepatan merupakan bagian yang mendasari

limu aerodinamika. Kedua besaran tersebut yang mempengaruhi kenapa

pesawat bisa terbang. Dengan kedua besaran tersebut kita dapat menganalisis

gaya angkat, gaya hambat serta koefisiennya. Airfoil NACA 63-212 merupakan

salah satu dari sekian banyak airfoil yang ada. Penelitain ini bertujuan

mempelajari distribusi tekanan dan kecepatan pada NACA 63-212 serta lift dan

drag yang diperoleh

Penilitian ini dilakukan dengan menggunakan software cosmosflowork

pada solidwork dengan menganalisis pada berbagai sudut serang (00, 20, 40, 60, 80, 100,120,140,160,180,200). Dengan data berupa grafik hubungan

Hasil penelitian menunujukkan bahwa distribusi tekanan berbanding

terbalik dengan kecepatan. Pada sudut serang 200 dihasilkan nilai lift , drag , koefisien lift dan koefisien drag tertinggi .

Kata kunci : airfoil, NACA 63-212, Lift, drag, Solidwork

PENDAHULUAN Latar Belakang

(4)

Tujuan Penelitian

Dalam penelitian dan pembahasan kali ini tujuan yang diinginkan adalah sebagai berikut:

1. Untuk mempelajari distribusi tekanan pada airfoil. 2. Untuk mempelajari distribusi kecepatan pada airfoil.

3. Untuk mengetahui hubungan yang terjadi antara koefisien angkat (CL) dan

koefisien hambat (CD) tehadap sudut serang (α) yang bervariasi antara 00

sampai dengan 200 .

LANDASAN TEORI Tinjauan Pustaka

Prasetyanto (2008) yang berjudul “ Studi Karakteristik Airfoil NACA 2410 Dengan NACA 0012 Pada variasi Angle Of Attack”. Penelitian ini difokuskan

pada NACA 2410 dn NACA 0012 . Hasil penelitian menunjukkan keakuratan software dalam analisa karakteristik aerodinamika cukup tinggi, yang dapat mengikuti trend line dan hasil garafik pembanding yang telah ada sebelumnya . semakin besar perbedaan tekanan antara bagian atas dan bawah airfoil akan meninmbulkan lift yang besar, sedangkan grafik koefisien lift terhadap sudut serang adalah linear. Dengan melihat mekanism gerak streamline dibelang airfoil terdapat wake.

Yusmanto (2008), juga membahas studi aerodimaika dengan judul “Studi Karakteristik Distribusi Tekanan dan Kecepatan di Sekeliling Airfoil dengan

Solidwork”. Penelitian ini di fokuskan pada uji NACA 0012 dengan solidwork

dan dilakukan perbandingan dengan hasil analis menggunakan DesaignFoil R6 Demo. Dalam penelitian ini diterangkan bahwa perbedaan tekanan dan

kecepatan dipicu oleh perubahan sudut serang.Grafik hubungan α dan CL di

buat dengan pendekatan regresi linier yang menggambarkan semakin tinggi α,

maka CL semakin tinggi.Dan jika dibandingkan dengan simlasi DesaignFoil

Demo, hubungan α dengan CL dan CD mempunyai kesamaan hasil.

(5)

METODE PENELITIAN

Mulai

Persiapan

Mengambil desain profil NACA 63-212 dari software Profili 2.2.1

Profili disimpan dalam extension DXF

Membentuk sudut serang (  ) airfoil dengan DWGeditior

00, 20, 40, 60, 80, 100,120,140,160,180,200

File disimpan dalam extension DWG

Import file dengan extension DWG ke dalam solodwork 2007

Software CosmosFlowork pada Solidwork

Hasil berupa distribusi tekanan & kecepatan sepanjang airfoil dan gerak koefisien lift dan drag pada literasi tertentu

Membentuk grafik

Hasil berupa plot hubungan antara Cl, Cd, L ,D terhadap 

(6)

ANALISA DAN PEMBAHASAN

1.Hubungan antara koefisien drag dan koefisien lift terhadap sudut serang Tabel 4.1 data nilai koefisien drag dan koefisien lift

Sudut serang () Cd Cl

00 0.021644645 0.135431797

20 0.025484728 0.28711363

40 0.029627236 0.376248514

60 0.038932401 0.406731632

80 0.049250471 -0.017468725

100 0.210662073 0.86718034

120 0.13567556 0.015830668

140 0.468589703 1.225857045

160 0.317724817 0.964997974

180 0.259260007 1.021850469

200 0.488453282 1.361884566

(7)

Gambar 4.12 Hubungan Cl terhadap sudut serang ()

Gambar 4.13 Hubungan Koefisien lift (Cl) terhadap koefisien drag (Cd)

Pembahasan

(8)

sebesar 0.004022692 N dengan koefisien drag sebesar 0.038932401. Dibawah ini gambar distribusi tekanan dan kecepatan aliran fluida pada sudut serang o0 hingga 200

 Distribusi tekanan distribusi kecepatan

00

20

40

(9)

80

100

120

140

(10)

180

200

Gambar 4.14 Distribusi tekanan dan kecepatan aliran fluida

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Setelah melakukan studi aerodinamika pada airfoil NACA 63-212 dengan sudut

a. Pada distribusi tekanan fluida terhadap tiap – tiap sudut serang, mengalami perubahan nilai. Pada sudut 20, mengalami distribusi kecepatan yang tertinggi dibanding sudut yang lain dengan nilai 41129.9 Pa. Kondisi aliran kecepatan terbesar terjadi pada ujung leading edge. Untuk distribusi kecepatan aliran fluida terendah terjadi pada sudut 140 , dengan kecepatan 41032.3 Pa.

b. Pada distribusi kecepatan aliran fluida menunjukkan bahwa arah dan besar nilai aliran fluida berubah dan berbanding terbalik dengan arah dan besar nilai tekanan. Pada sudut 00 sudah ada turbulensi yang kecil di bagian trailing edge. Di sudut 2o tidak mengalami turbulensi, sehingga membentuk kondisi kutta. Pada sudut 40 hingga 200, kembali mengalik arus balik yang mengakibatkan pusaran. Turbulensi terjadi semakin membesar, terjadi pada bagian atas aerfoil hingga trailing edge.

c. Nilai lift, drag, koefisien lift dan koefisien drag pada setiap sudut serang menghasilkan nilai yang berbeda. Pada sudut serang 200 dihasilkan nilai lift , drag , koefisien lift dan koefisien drag tertinggi .

Saran

Untuk membantu perkembangan studi aerodinamika pada airfoil, penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut:

(11)

2. Diharapkan untuk lebih mengembangkan studi aerodinamika, dengan tingkat ketelitian yang lebih bagus

DAFTAR PUSTAKA

Airfoil Investigation Database. 2009. Comparing Airfoil. Diakses 20 oktober

2010 dari http://

www.worldofkrauss.com/foils/show_compare?id=246&id=1423&chord= 6.5

Anderson, john. D 2007. Fundamentals of aerodinamycs Fourth Edition. Singapore: McGraw Hill

Clancy, L J, 1978. Aerodinamycs. Great Britain: Photolithograpy and Bound.

Cosmos TM. 2006. Cosmosflowork Tutorial. Diakses 18 Desember 2009 dari

Harahap, Yudiansyah dan Herman Sasongko, 2003. Analisa Karakteristik Distribusi Tekanan dan Kecepatan Pada Bodi Aerodinamika Airfoil dengan Metode panel dalam Fenomena Flow Around Body. Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 1 ( April 2003), Hal 22-35. Diakses 18 Desember 2009 dari http://puslit.petra.ac.id/journals/mechanical/.

Moerdowo, Ediarta. 2010. Studi Aerodinamika Profil Boeing Commercial Energy Efficient Dengan Komputasi Berbasis Finite Element. Surakarta: UMS

Schlichting, Herman, dkk. 1979. Aerodinamycs of the airplane. USA : McGraw Hill

Waluyo, Much, Slamet. 1996. Seri Teknik Penerbangan Aerodinamika. Yogyakarta: Penerbit Andi

Wikipedia. 2009. Naca Airfoil. Diakses 18 desember 2009 dari

http://en.wikipedia. Org/wiki/NACA_airfoil.htm

Wikipedia. 2009. Aerodynamics. Diakses 18 desember 2009 dari

(12)

Gambar

Tabel 4.1 data nilai koefisien drag dan koefisien lift
Gambar 4.12  Hubungan Cl  terhadap sudut serang ()
Gambar 4.14 Distribusi tekanan dan kecepatan aliran fluida

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 4.3 Grafik pengaruh sudut serang ( angle of attack ) terhadap efisiensi turbin angin Darrieus H dengan jumlah sudu 3 buah ……... Gambar 4.4 Grafik pengaruh sudut serang

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sudut serang terhadap performa yang dihasilkan turbin angin sumbu horizontal dengan desain sudu

Dari kedua gambar di atas, ditunjukkan bahwa airfoil yang dilengkapi flap dan slat dengan tanpa flap dan slat sama-sama mengalami Lift ke atas, tetapi Lift untuk

pada airfoil NACA 2410 dengan flap dan slat menghasilkan koefisien lift. dan koefisien drag yang lebih tinggi dibanding dengan airfoil tanpa

Sudut serang 12° memiliki tekanan yang lebih merata dan lebih besar nilainya pada bagian atas airfoil dibandingkan pada sudut sebelumnya, sehingga ada peningkatan nilai

Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil grafik yang linier, dimana semakin besar nilai sudut serang pada airfoil, maka semakin besar pula nilai gaya angkat dan koefisien

Dari kontur kecepatan dan kontur tekanan yang terbaca di ANSYS Fluent sepanjang permukaan atas dan permukaan bawah airfoil diambil harga rata-ratanya dan kemudian di plot

Pada gambar 11 plain airfoil dengan sudut serang 15° (a) sudah terjadi separasi hebat di leading edge karena udara tidak bisa berbelok di bawah, sebaliknya