PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS
(TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN TATA NAMA SENYAWA KIMIA BERBASIS POWER POINT
Oleh :
Lora Nopita Tinendung NIM. 409431019
Program Studi Pendidikan Kimia
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat
dan hidayatNya yang memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada
penulis sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan
waktu yang telah direncanakan.
Skripsi berjudul “PerbandinganModelPembelajaranKooperatif Students Teams Achievement Division (STAD) Dan Teams Games Tournaments (TGT) Terhadap
Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tata Nama Senyawa Kimia Berbasis
Power Point”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimed.
Penulisan skripsi ini tidak lepas dari dorongan dan bantuan berbagai pihak,
karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
1. Bapak Dr.MarhamSitorus, M.Si., Sebagai dosen pembimbing skripsi yang
telah memberikan banyak arahan dan bimbingan didalam penyelesaian
skripsi ini.
2. Bapak Dra. Ida Duma Riris, M.Si., Sebagai dosen pembimbing akademik
yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan kepada peneliti.
3. Bapak Drs.Rahmat Nauli,M.Si, ibu Dra. Hafni, M.Pd., dan Dr. Eddyanto
P.Hd., Sebagai dosen penguji yang telah memberikan masukan dan saran
kepada penulis.
4. Ibu E.TambunanS.Pd sebagai kepala sekolah SMANegeri 1 Kerajaan dan
semua keluarga besar SMA Negeri 1 Pakpak Bharat terimakasih untuk
kerjasama dan dukungannya.
5. Terkhusus untuk Alm.Ayahanda tersayang Saidi Tinendung dan ibunda
Nuriah Solin, yang memberikan doa, cinta, semangat, dorongan moril,
kasih sayang yang tak henti-hentinya kepada penulis.
6. Buat Abang ,Kakak, dan Adik tercinta , Jukri Tinendung,Sri Dewi
Tinendung A.Md, pudan Pitri Sahyani Tinendung dan kakak ipar Asnita
Kaloko yang selalu mendoakan dan memberikan suatu kecerian atau
7. Buat sahabatku ( Novita SimarmataS.Pd, Mei UliS.Pd, Meida, Lamria,Ika,
dll), serta teman seperjuangan kelas Dik A 2009.
8. Buat teman PPL 2012 di SMA SW. SANTO PETRUS Sidikalang yang
tidak bisa saya sebutkan satu persatu terimakasih buat motivasinya.
9. Serta buat semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang ikut
membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Semoga Tuhan melimpahkan rahmat dan kasih-Nya kepada kita semua.
Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat dalam peningkatan mutu
pendidikan.
Medan, Februari2014
Penulis,
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1.Langkah Langkah Model PembelajaranKooperatif 12
Tabel2.2 Perbedaan Antara Belajar Kooperatif 18
Tabel 2.3.Skor Pengembangan Individu 23
Tabel 2.4.Bilangan Oksidasi dan Tata Nama Senyawa Biner 31
Tabel 2.5.Rumus Molekul dan Tata Nama Beberapa Senyawa 32
Tabel 2.6.Rumus Molekul dan Tata Nama Beberapa Senyawa Poliatom 33
Tabel 2.7.Nama-nama senyawa alkana 34
Tabel 2.8.Beberapa Rumus Molekul dan Tata Nama Asam 34
Tabel 2.9.Senyawa Asam dengan Bilangan Oksidasi
Nonlogam Lebih dari Dua 34
Tabel 2.7.Tata Nama Senyawa Basa 36
Tabel4.1 Data Ringkas Hasil Pre Test Siswa 51
Tabel4.2 Data Ringkas Hasil Post Test Siswa 51
Tabel4.3 Uji Hipotesis 58
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1.PenempatanPadaMejaTurnamen 22
DAFTAR GRAFIK
i
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Silabus 70
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 72
Lampiran 3 Kisi Kisi Soal 92
Lampiran 4 Instrument Penelitian 93
Lampiran 5 Kunci Jawaban Instrument Penelitian 100
Lampiran 6 Lembar Penilaian 101
Lampiran 7 Lembar Observasi 102
Lampiran 8 Media Power Point 103
Lampiran 9 Uji Validitas Test 114
Lampiran 10 Uji Realibilitas 115
Lampiran 11 Uji Tingkat Kesukaran Test 116
Lampiran 12 Uji Daya Beda 117
Lampiran 13 Tabulasi Nilai Pre Test Post Test 118
Lampiran 14 Perhitungan Uji Normalitas 120
Lampiran 15 Perhitungan Uji Homogenitas 123
Lampiran 16 Perhitungan Uji Hipotesis 124
Lampiran 17 Lembar Observasi Aktivitas Siswa 126
Lampiran 18 Tabel Nilai r-Product Moment 132
Lampiran 19 Tabel Nilai Chi Kuadrat 133
Lampiran 20 Tabel Nilai Distribusi t 134
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Peningkatan kualitas pendidikan selalu diupayakan melalui strategi
pembelajaran yang meliputi sistem pembelajaran, perbaikan kurikulum dan sarana
prasarana serta fasilitas laboratorium. Penilaian pembelajaran saat ini meliputi tiga
aspek yaitu aspek kognitif, aspek psikomotorik, dan aspek afektif. Tujuan
penilaian ketiga aspek tersebut adalah untuk mendapatkan umpan balik yang
dapat digunakan untuk menyusun rancangan pembelajaran yang lebih sempurna
dari rancangan sebelumnya.
Upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pelajaran kimia harus
punya strategi untuk “mengakali dan mengatasi” kesulitan- kesulitan yang dialami
anak didiknya untuk menciptakan pengajaran yang efektif. Menurut Hamalik
(2003), pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang memberikan kesempatan
belajar dan melakukan aktivitas sendiri. Siswa belajar sambil bekerja, dengan
bekerja mereka memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan aspek tingkah laku
(perubahan karakter) ke arah yang lebih baik. Untuk mengefektifkan proses
belajar mengajar maka perlu dilakukan pembelajaran kooperatif, pendidikan
karakter (kerja sama dan komunikatif) sebagai program pendidikan nasional, dan
penggunaan media untuk merencanakan pembelajaran yang dapat
mengkondisikan siswa agar belajar secara aktif.
Para ahli telah menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif dapat
meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, unggul dalam
membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang sulit dan membantu
siswa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran kooperatif dapat
memberikan keuntungan baik bagi siswa kelompok bawah maupun kelompok atas
yang bekerja sama menyelesaikan tugas-tugas akademik. (Trianto dalam Kasta
Gurning 2011). Dalam pembelajaran kooperatif menuntut adanya komunikasi dan
kerja sama siswa di dalam proses pembelajaran. Jadi, dengan model pembelajaran
kooperatif diharapkan perkembangan karakter komunikatif dan kerja sama (team
2
Menurut Oemar Hamalik (2005: 172), belajar tidak cukup hanya dengan
mendengar dan melihat tetapi harus dengan melakukan aktivitas yang lain
diantaranya membaca, bertanya, menjawab, berpendapat, mengerjakan tugas,
menggambar, mengkomunikasikan, presentasi, diskusi, menyimpulkan,
danmemanfaatkan peralatan. Dalam pembelajaran, guru menyajikan permasalahan
matematika dan mendorong siswa untuk mengidentifikasi permasalahan, mencari
pemecahan, menyimpulkan hasilnya, kemudian mempresentasikannya. Tugas
guru sebagai fasilitator dan pembimbing adalah memberikan bantuan dan arahan.
Ketika siswa menemukan permasalahan dalam menyelesaikan tugas,
selain berinteraksi dengan guru, siswa juga dapat bertanya dan berdiskusi dengan
siswa lain. Siswa dikatakan belajar dengan aktif jika mereka mendominasi
aktivitaspembelajaran. Menurut Anita Lie (2002: 8), salah satu model
pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pembelajaran kooperatif.
Terdapat beberapa tipe dalam pembelajaran kooperatif, salah satunya adalah tipe
Teams-Games-Tournament (TGT). Pada tipe ini terdapat beberapa tahap yang
harus dilalui selama proses pembelajaran. Tahap awal, siswa belajar dalam suatu
kelompok dan diberikan suatu materi yang dirancang sebelumnya oleh guru.
Setelah itu siswa bersaing dalam turnamen untuk mendapatkan penghargaan
kelompok. Selain itu terdapat kompetisi antar kelompok yang dikemas dalam
suatu permainan agar pembelajaran tidak membosankan. Pembelajaran kooperatif
tipe TGT juga membuat siswa aktif mencari penyelesaian masalah, meningkatkan
kerja sama siswa dan mengkomunikasikan pengetahuan yang dimilikinya kepada
orang lain, sehingga masing-masing siswa lebih menguasai materi. Dalam
pembelajaran tipe TGT, guru berkeliling untuk membimbing siswa saat belajar
kelompok. Hal ini memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan guru. Dengan
mendekati siswa, diharapkan tidak ada ketakutan bagi siswa untuk bertanya atau
berpendapat kepada guru.
Mengingat pentingnya proses pembelajaran kimia sebagai langkah
untukmeningkatkan hasil belajar siswa, maka kelemahan-kelemahan dalam proses
pembelajaran harus diperbaiki. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan
3
upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan
meningkatkan keaktifan siswa dengan penerapan model pembelajaran yang lebih
tepat dan menarik, dimana siswa dapat belajar secara berkelompok.
Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif Student Teams
Achievement Division (STAD) dan Teams Games Tournamens (TGT) . Dalam
model ini siswa berperan sebagai pengajar dan pelajar, siswa sebagai pelajar
berarti menerima materi dari guru ataupun teman mereka yang sudah memahami
materi sedangkan sebagai pengajar yaitu siswa yang sudahmemahami materi akan
membantu menerangkan kepada teman yang belum paham dalam kelompoknya.
Pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD)
dan Teams Games Tournamens (TGT) mengajarkan siswa untuk mengungkapkan
ide, mendengarkan pendapat teman, menghargai pendapat teman, serta
bekerjasama baik dalam penyelesaikan tugas maupun untuk meningkatkan nilai
kelompoknya Model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement
Division (STAD) dan Teams Games Tournamens (TGT) merupakan konsep
belajar yang membantu guru untuk meringankan beban siswa dalam proses
pembelajaran sekaligus menghasilkan produk yang maksimal. Dimana siswa
diharapkan bisa berfikir kreatif, mengemukakan ide, menemukan konsep sendiri,
dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan dan memiliki kemampuan
berkerjasama. Pembelajaran ini dilakukan dengan menerapkan berbagai metode
seperti ceramah, diskusi, kuis, turnamen/games, permainan, demonstrasi dan
penggunaan media seperti kartu soal, media gambar dll. Prioritas rencana
pembelajaran ini adalah ada pada penyusunan strategi belajar, sehingga
diperlukan guru yang kreatif dan banyak ide. Perlu diingat bahwa dalam proses
pembelajaran penggunaan suatu model pembelajaran mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Memang sulit untuk menggolongkan nilai
karakteristik suatu model pembelajaran, karena model pembelajaran yang baik
atau tepat untuk suatu materi belum tentu baik untuk materi yang lain. Namun
demikian seorang guru harus berupaya semaksimal mungkin untuk menentukan
model pembelajaran yang tepat dan cocok dalam proses pembelajaran yang
4
psikomotorik, sehingga diharapkan perkembangan ketiga aspek dari siswa dapat
sinkron menuju kearah peningkatan prestasi belajar.
Berdasarkan hal diatas penulis tertarik untuk menulis judul “Perbandingan
Model Pembelajaran Kooperatif Students Teams Achievement Division (STAD)
Dan Teams Games Tournaments (TGT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada
Pokok Bahasan Tata Nama Senyawa Kimia Berbasis Power Point.
1.2 Identifikasi masalah
Dari hasil pengamatan awal dan sesuai dengan latar belakang di atas, maka
dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
1. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia masih rendah
2. Penerapan model pembelajaran yang menekankan konsep saat proses
pembelajaran kurang bervariasi
3. Proses pembelajaran kimia disajikan dalam bentuk-bentuk
persamaan-persamaan dan kurang memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari
4. Kurangnya aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran.
1.3Batasan Masalah
Mengingat luasnya ruang lingkup permasalahan maka masalah dalam
penelitian ini dibatasi hanya pada masalah-masalah berikut :
1. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Model
Pembelajaran Koperatif Students Teams Achievement Division (STAD)
Dan Teams Games Tournaments (TGT)
2. Objek yang diteliti adalah siswa kelas X SMA N 1 Kerajaan T.P.
2013/2014
3. Materi pokok yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah tata nama
senyawa kimia.
4. Perangkat pembelajaran meliputi, buku guru, buku siswa, RPP, kisi – kisi
5
1.4Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah :
1. Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dan
Teams Games Tournamens (TGT) berbasis power point pada materi pokok
Tata Nama Senyawa Kimia di kelas X Semester I SMA N 1 Kerajaan T.P
2013/2014 ?
2. Apakah model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division
(STAD) dan Teams Games Tournamens (TGT) berbasis power point dapat
meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi pokok Tata Nama Senyawa
Kimia di kelas X Semester I SMA N 1 Kerajaan T.P 2013/2014 ?
1.5Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah, batasan masalah, dan rumusan
masalah maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dan
Teams Games Tournamens (TGT) berbasis power point pada materi pokok
Tata Nama Senyawa Kimia di kelas X Semester I SMA N 1 Kerajaan T.P
2013/2014.
2. Untuk mengetahui konstribusi aktivitas belajar siswa dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement
Division (STAD) dan Teams Games Tournamens (TGT) berbasis power
point pada materi pokok Tata Nama Senyawa Kimia di kelas X Semester I
SMA N 1 Kerajaan T.P 2013/2014.
3. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement
6
point pada Tata Nama Senyawa Kimia di kelas X Semester I SMA N 1
Kerajaan T.P 2013/2014.
1.6Manfaat Penelitian
Ada beberapa manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Sebagai bahan informasi bagaimana perbedaan penggunaan model
pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dan
Teams Games Tournamens (TGT) berbasis power point terhadap hasil
belajar siswa di kelas X SMA N 1 Kerajaan.
2. Menambah aktivitas dan pemahaman siswa terhadap konsep kimia setelah
di ajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Student Teams
Achievement Division (STAD) dan Teams Games Tournamens (TGT)
berbasis power point.
3. Memperdalam pengetahuan peneliti mengenai penerapan model
pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dan
Teams Games Tournamens (TGT) berbasis power point untuk diterapkan
nantinya saat mengajar.
1.7 Defenisi operasional
1. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan model
pembelajaran dengan sistem membagi siswa dalam kelompok-kelompok
kecil dan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran
yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dengan cara saling
membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran secara tutorial,
kuis satu sama lain.
2. Model pembelajaran TGT Pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah
satu model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan
7
siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan. Aktivitas
belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif
tipe TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping
membutuhkan tanggung jawab, kerja sama, permainan, persaingan sehat
dan keterlibatan belajar.
3. Aktivitas belajar adalah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam proses belajar, mulai dari kegiatan fisik sampai kegiatan psikis. Dalam
diskusi aktivitas siswa siswa dinilai dari unsure-unsur kooperatif yang
meliputi saling ketergantungan positif, tanggung jawab perorangan, tatap
muka, komunikasi antar anggota ,dan evaluasi proses kelompok.
4. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku dalam diri individu sebagai
aktivitas dalam belajar.
63 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan
sebagai berikut:
1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kimia siswa yang di
ajaran dengan model pembelajaran tipe STAD dengan model pembelajaran tipe
TGT yaitu persen peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model
pembelajaran STAD adalah sebesar 56,03 % dan persen peningkatan hasil
belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran TGT adalah sebesar
72,58 % . Perbedaan peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 16,55%.
2. Terdapat korelasi positif terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa yang
diajarkan dengan model pembelajaran STAD sebesar 13,32 % sedangkan
kontribusi model pembelajaran TGT sebesar 72,59 % .
3. Terdapat korelasi positif terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa yang
diajarkan dengan model pembelajaran TGT sebesar 72,59 % .
4. Model pembelajaran yang paling besar kontribusi aktivitasnya adalah model
pembelajaran TGT.
5.2. SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis menyarankan:
1. Bagi mahasiswa calon guru kedepannya dapat menerapkan pembelajaran
melalui model pembelajaran TGT berbasis PowerPoint pada pokok bahasan
Tata Nama Senyawa Kimia dan pada pokok bahasan yang relevan.
2. Bagi guru-guru kimia agar kiranya menerapkan pembelajaran melalui model
pembelajaran STAD dan model pembelajaran TGT berbasis PowerPoint
pada pokok bahasan Tata Nama Senyawa Kimia dan pada pokok bahasan lain
yang relevan dalam upaya mengaktifkan cara belajar sehingga dapat
68
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S., (2003), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit: Bumi Aksara, Jakarta.
Arikunto, S., (2006), Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Penerbit: Rineka cipta, Jakarta.
Butar-butar, Lia. K., (2010), Perbandingan Hasil Belajar Siswa yang Diajar Menggunakan Media Komputer Dengan Media Peta Konsep Pada Pokok Bahasan Hidrokarbon di SMA Negeri 1 Labuhan Deli, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Dalyono, M, (2003), Psikologi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta
Marbun, Nova Tetri, (2008), Hubungan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan prestasi belajar kimia siswa sma swasta dipanegara tebing tinggi T.A 2008/2009, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Marbun, Victor M.T., (2010), Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dalam Meningkatkan Pemahaman Kimia Siswa SMA Kelas XI Pada Pokok Bahasan Laju Reaksi, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Nggermanto, A., (2002), Quantum Quotient Cara cepat melejitkan IQ, EQ, dan SQ Secara Harmonis, Penerbit:Nuansa, Bandung.
Parning, (2002), Penuntun Belajar Kimia 2B, Penerbit: Yudhistira, Jakarta.
Permana, I., (2009), Memahami Kimia SMA/MA Untuk Kelas XI, Semester 1 dan 2 Program Ilmu Pengetahuan Alam, Penerbit: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan nasional, Jakarta.
Rumansyah, (2003), Kesulitan mempelajari ilmu kimia,
http://www.depdiknas.go.id/jurnal/42/rumansyah httm (diakses Juni 2013).
Saragih, V., (2010), Perbandingan Pembelajaran Kooperatif STAD Dengan
Kooperatif TGT Dalam Meningkatkan Hasil Belajar kimia Siswa Pada
Pokok Bahasan Hidrokarbon Dikelas X SMA YPK Budi Murni 3 Medan,
69
Saphiro, Lawrence E., (2005), Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak, Jakarta : Gramedia.
Sitohang, H., (2009), Penggunaan Media VCD Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Silalahi, V., (2010), Perbandingan Hasil Belajar Siswa SMP Pada Pembelajaran
Kimia Sains Menggunakan Kartu Puzzle Dengan Kartu Donimsur Melalui
Pendekatan Mengajar Menyenangkan (Learning Game) Dalam Model
Kooperatif Tipe STAD, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.. Silitonga, P.M.,
(2011), Metodologi Penelitian Pendidikan, Penerbit Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan, Medan.
Silitonga, P.M., (2011), Statistika Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, Penerbit
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri
Medan, Medan.
Situmorang, M., (2010), Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi Mahasiswa
Program Studi Pendidikan FMIPA UNIMED, Penerbit FMIPA UNIMED,
Medan
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV
Alfabeta.
Susilowati, Endang, (2012), Kimia Untuk Kelas X SMA, Jakarta, PT Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri
Sudjana, (2002), Metode Statistika edisi ke V, Penerbit: Tarsito, Bandung.
70
Suwardi, (2009), Panduan Pembelajaran Kimia Untuk SMA dan MA Kelas X, Penerbit: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan nasional, Jakarta.
Usman, Husaini, (2006), Pengantar Statistika, Penerbit: Bumi Aksara, Jakarta. Utami, B., dkk., (2009), Kimia Untuk SMA/MA Kelas X Program Ilmu Alam,
Penerbit: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan nasional, Jakarta.